0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
175 tayangan11 halaman

Khasiat dan Klasifikasi Lantana Camara

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai dua jenis tanaman, yaitu tembelekan (Lantana camara) dan lamtoro gung (Leucaena leucocephala). Tembelekan adalah tanaman perdu dengan bunga berwarna-warni yang dapat digunakan sebagai tanaman hias. Lamtoro gung adalah tanaman polong-polongan yang sering ditanam sebagai pagar atau tanaman hijau. Kedua tanaman ini memiliki berbagai khasiat kesehatan dan manfa

Diunggah oleh

TSURAYYA ZAKIYYAH
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
175 tayangan11 halaman

Khasiat dan Klasifikasi Lantana Camara

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai dua jenis tanaman, yaitu tembelekan (Lantana camara) dan lamtoro gung (Leucaena leucocephala). Tembelekan adalah tanaman perdu dengan bunga berwarna-warni yang dapat digunakan sebagai tanaman hias. Lamtoro gung adalah tanaman polong-polongan yang sering ditanam sebagai pagar atau tanaman hijau. Kedua tanaman ini memiliki berbagai khasiat kesehatan dan manfa

Diunggah oleh

TSURAYYA ZAKIYYAH
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TEMBELEKAN

Lantana camara L.

Lantana camara linn merupakan tanaman perdu dengan tinggi 05 1,5 m.


Tanaman ini berasal dari Amerika tropis dan tumbuh baik di daerah tropis. Tanaman
ini tumbuh tersebar di daerah tropis hampir seluruh benua. Dan dapat tumbuh
hingga ketinggian 1700 m dpl.

I. KLASIFIKASI ILMIAH TEMBELEKAN

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)


Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Lamiales
Famili : Verbenaceae
Genus : Lantana
Spesies : Lantana camara L.

II. DESKRIPSI TEMBELEKAN

Lantana camara linn merupakan tanaman tahunan dengan ciri-ciri : kulit


batang berwarna coklat dengan permukaan kasar. Daun berwarna hiajau berbentuk
oval dengan pinggir daun bergerigi. Permukaan daun kasar karena terdapat bulu.
Kedudukan daun berhadapan dan tulang daun menyirip.

Lantana camara linn memiliki bunga yang bersifat rasemos dan memiliki
warna beraneka ragam. Putih, merah muda, jingga, kuning. Dengan demikian
tanaman ini memiliki nilai estetika yang dapat di gunakan sebagai tanaman hias. Di
beberapa Negara tanaman ini sudah banyak di hibridakan sebagai tanaman hias.

Lantana camara linn memiliki seperti buah buni. Berwarna hijau dan bila telah
matang berwarna hitam. Tanaman ini dapat di kembangbiakkan melalui biji dan stek.

III. CIRI-CIRI TEMBELEKAN

a) Batang

Herba batang berbulu dan berduri serta berukuran lebih kurang 2 m


Bercabang banyak, ranting bentuk segi empat, ada varietas berduri dan
ada varietas yang tidak berduri.
b) Daun

Daun tunggal, duduk berhadapan bentuk bulat telur ujung meruncing


pinggir bergerigi tulang daun menyirip, permukaan atas berambut banyak
terasa kasar dengan perabaan permukaan bawah berambut jarang. .
Daunnya kasar, beraroma dan berukuran panjang beberapa sentimeter
dengan bagian tepi daun yang bergerigi.

c) Bunga

Bunga dalam rangkaian yang bersifat rasemos mempunyai warna putih,


merah muda, jingga kuning, dsb.

d) Buah

Buah seperti buah buni berwarna hitam mengkilap bila sudah matang.

IV. ZAT TERKANDUNG

Daun tembelekan mengandung lantadene A (0,31-0,68%), lantadene B


(0,2%), lantanolic acid, lantic acid, humule (mengandung minyak atsiri 0,16-0,2%),
beta-caryophyllene, gamma-terpidene, alpha-pinene, p-cymene.

V. KHASIAT DAN MANFAAT


Selain sebagai tanaman hias, Lantana camara linn juga berpotensi sebagai
bio insektisida dan obat. Berdasarkan hasil penelitian dari ekstrak daun dan bunga di
dapati senyawa senyawa yang berfungsi sebagai insektisidal, fungisidal,
nematisidal, dan anti mikrobakterial. Senyawa senyawa itu yakni. Humule (minyak
asiri), Lantadene A, Lantadene B, Lantanolic acid, Lantic acid, b-coryophylle, g-
terpidene, a-pinene, dan r-cynaene. Senyawa triterpenoid dari tanaman ini mampu
menghambat pertumbuhan bakteri staphylococus aureus yang merupakan bakteri
patogen pada penyakit saluran pernafasan.

Khasiat untuk kesehatan :


Akar : Influenza, TBC kelenjar, rematik, keputihan.
Bunga : TBC dengan batuk darah, asma.
Daun : Obat sakit kulit, bisul, bengkak, gatal-gatal, panas tinggi, rematik,
memar.

VI. NAMA LOKAL

Di Indonesia Lantana camara linn biasa di sebut dengan nama kembang


telek. Kembang satek, saliyara, saliyere, tahi ayam, tahi kotok, cente (Sunda);
kembang telek, obio, puyengan, tembelek, tembelekan, teterapan (Jawa); kamanco,
mainco, tamanjho (Madura); bunga pagar, kayu singapur, lai ayam (Sumatera).

- Wild sage (english)

- Cambara de espinto (brazil)

- Cuarquito (nicaragua)

- Flowered sage (jamaica)

- Pha-ka krong (thailand)

- achman (cambodia)
LAMTORO GUNG
Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit

Petai cina atau petai selong atau lamtoro adalah sejenis perdu dari suku
polong-polongan yang kerap digunakan dalam penghijauan lahan atau pencegahan
erosi. Berasal dari Amerika [Link] ini sudah ratusan tahun diperkenalkan
ke jawa untuk kepentingan pertanian dan kehutanan dan kemudian menyebar pula
ke pulau-pulau yang lain di Indonesia.

I. KLASIFIKASI ILMIAH LAMTORO GUNG

Kingdom (dunia/kerajaan) : Plantae (tumbuhan)


Divisio (pembagian) : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
Classis (kelas) : Magdoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo (bangsa) : Fabales
Familia (suku) : Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus (marga) : Leucaena
Species (jenis) : Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit

II. DESKRIPSI LAMTORO GUNG


Petai cina adalah tumbuhan yang memiliki batang pohon keras dan berukuran
tidak besar. Daunnya majemuk terurai dalam tangkai berbilah ganda. Bunganya
yang menjambul warna putih sering disebut cengkaruk. Buahnya mirip dengan buah
petai (Parkia apeciosa) tetapi ukurannya jauh lebih kecil dan berpenampang lebih
tipis. Buah petai cina termasuk buah polong. Berisi biji-biji kecil yang jumlahnya
cukup banyak. Petai cina oleh para petani di pedesaan sering ditanam sebagai
tanaman pagar, pupuk hijau dan segalanya. Petai cina cocok hidup di dataran
rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut. Petai cina di
Indonesia hamper musnah setelah terserang hama wereng. Pengembangbiakan
selain dengan penyebaran biji yang sudah tua juga dapat dilakukan dengan cara
stek batang.
Petai cina mudah beradaptasi dan dengan cepat tanaman ini menjadi liar di
berbagai daerah tropis di Asia dan Afrika, termasuk pula Indonesia.
Ada tiga anak jenis petai cina (subspecies) yakni :
Leucaena leucocephala ssp. Leucochepala ialah anak jenis yang
disebarluaskan oleh bangsa Spanyol. Di jawa dikenal sebagai lamtoro atau
petai cina lokal. Berbatang pendek sekitar 5 meter tingginya dan pucuk
rantingnya berambut lebat.
ssp. Glabrata (rose) S. Zarate. Dikenal sebagai lamtoro gung. Tanaman ini
berukuran besar (pohon, daun, bunga dan buah) dibandingkan anak jenis
yang pertama. Lamtoro gung baru menyebar luas di dunia dalam beberapa
decade terakhir.
ssp. Ixtahuacana C. E. Hughes yang menyebar terbatas di Meksiko dan
Guatemala.

III. CIRI-CIRI LAMTORO GUNG

a) Batang
Pohon atau perdu memiliki tinggi 20 meter, meski kebanyakan hanya sekitar
2-10 meter. Percabangannya rendah dan banyak, dengan pepagan berwarna
kecokelatan atau keabu-abuan, berbintil-bintil dan berlentisel. Ranting-
rantingnya berbentuk bulat torak, dengan ujung yang berambut rapat.

b) Daun
Ciri daun petai cina majemuk dan berbentuk menyirip rangkap, siripnya
nerjumlah 3-10 pasang, kebanyakan dengan kelenjar pada poros daun tepat
sebelum pangkal sirip terbawah,daun penunpu kecil, bentuk segitiga, anak
daun tiap sirip 5-20 pasang, berhadapan, bentuk garis memanjang, 6-16(-21)
mm x 1-2(-5) mm, dengan ujung runcing dan pangkal miring (tidak sama),
permukaannya berambut halus dan tepinya nerjumbai.

c) Bunga
Ciri bunga petai cina bunganya majemuk berupa bongkol bertangkai panjang
dan berkumpul dalam malai berisi 2-6 bongkol, tiap-tiap bongkol tersusun dari
100-180 kuntum bunga, membentuk bola berwarna putih atau kekuningan
berdiameter 12-21 mm, di atas tangkai sepanjang 2-5 cm. bunga kecil-kecil.

d) Buah dan biji


Cirri buahnya polong berbentuk pita lurus, pipih dan tipis, denga sekat-sekat
diantara biji, hijau dan akhirnya coklat kehijauan atau coklat tua apabila kering
jika masak. Memecah sendiri sepanjang kampuhnya. Bijinya mirip petai,
namun berukuran lebih kecil dan berpenampang lebih kecil.

IV. ZAT TERKANDUNG LAMTORO GUNG


Biji dari buah polong petai cina (Leucaena leucocephala) yang sudah tua
setiap 100 gram mempunyai nilai kandungan kimia berupa : Energi 148 kalori (620
kJ), Karbohidrat : 26,2 g, Lemak : 0,5 g, Protein : 10,6 g, Vitamin A : 416 g (46%),
Thiamine (vit. B1) : 0,23 mg (18%), Vitamin C : 20 mg (33%) dan Kalsium : 155 mg
(16%)

V. KHASIAT DAN MANFAAT LAMTORO GUNG


Petai cina memiliki enzim alami yang memicu kolagen-kolagen dalam sel kulit
sehingga terhindar dari kulit kusam, kering dan keriput. Petai cina juga memberikan
nutrisi untuk melembabkan kulit.
Kulit pohon petai mengandung analgesic atau penghilang nyeri. Petai cina
dihancurkan untuk diminun agar bias menghilangkan nyeri otot atau kram saat
menstruasi.
Petai cina (lamtoro) mempunya banyak manfaat dalam pengobatan, terutama
dibagian bijinya yang sering dibuat sebagai ramuan obat.
Khasiat untuk kesehatan :
- untuk diabetes
- untuk mengobati cacingan
- untuk meningkatkan gairah seks
- untuk menyembuhkan luka baru dan bengkak
- tlusupen, penyakit psioriasis (penyakit kulit), pembersih kulit, dan nyeri
- untuk menangkal radikal bebas dan anti kanker
- untuk mencegah ketombe

VI. NAMA LOKAL LAMTORO GUNG


Nama latin atau nama ilmiah petai cina : Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit,
1961
Sinonim : Acacia leucocephala,Lam., 1783; Mimosa glauca, Linn., 1763(misapply.);
Acacia glauca, (Linn.) Willd., 1806; Leucaena glauca, (Linn.) Benth., 1842.
Indonesia : Pete, lemlandingan, lamtoro (jawa), palanding, peuteuy selong (sunda),
kalandingan (Madura).
Inggris : Lead tree
Pilipina : Ipil ipil
Cina : yin he huan

Pacar kuku
Lawsonia inermis L.
I. KLASIFIKASI ILMIAH PACAR KUKU
Kingdom (dunia/kerajaan) : Plantae (tumbuhan)
Divisio (pembagian) : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
Classis (kelas) : Magdoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo (bangsa) : Myrtales
Familia (suku) : Lythraceae
Genus (marga) : Lawsonia
Species (jenis) : Lawsonia inermis L.

II. DESKRIPSI PACAR KUKU


Pacar kuku banyak ditanam sebagai tanaman hias, karena bunganya
berbunga sepanjang tahun dank arena bunganya harum sering digunakan dalam
wangi-wangian, pacar kuku berasal dari Afrika Timur dan Asia Barat daya.
Daun pacar kuku biasanya digunakan dalam upacara adat di Nusantara untuk
acara seremonial melukis tangan atau bagiaan tubuh remaja putrid calon pengantin
kalau sekarang populer dengan nama temporer. Daun pacar kuku biasa juga disebut
daun INAI mempunyai nama ilmiah Lawsonia inermis L. dan nama dagang
Internasionalnya adalah henna.
III. CIRI-CIRI PACAR KUKU

a) Batang
Batangnya perdu, tegak, cabang-cabangnya sering berujung runcing. Secara
fisik tanaman pacar kuku berupa semak menahun dengan tinggi 1-4 meter,
dengan batang bulat berkayu serta berduri.

b) Daun
Daun berhadapan, berbentuk jorong atau jorong-lanset, panjang 1,5-5 cm

c) Bunga
Perbungaan berupa malai, tumbuh di ujung cabang dan di ketiak daun,
panjang 4-20 cm. Bunga berwarna kuning muda, merah jambu atau merah
dan sangat harum.

d) Buah dan biji


Buahnya berupa buah kotak, berbentuk bulat, atau bulat pipih dan memiliki
garis tengah 0,5 cm. didalam buah terdapat biji berbentuk piramida terbalik.

IV. KANDUNGAN ZAT


Daun pacar kuku mengandung zat Lawson yang dapat diekstrak sebagai
Kristal berwarna kuning jingga, digunakan untuk mewarnai wol dan sutera.
Daun mengandung tannin ( 4,5%) digunakan untuk obat diare.
Serbuk daun digunakan untuk obat luka.
Bunga mengandung minyak atsiri yang berbau seperti trimetil amina, digunakan
dalam kosmetika.
Biji mengandung minyak (10,5 %). Kayu kelabu, keras, digunakan untuk membuat
barang-barang kecil dan tusuk gigi.

V. KHASIAT DAN MANFAAT


Bagi masyarakat pedesaan di Indonesia daun pacar sering digunakan
sebagai obat penyembuh luka di kulit badan. Penggunaan daun biasanya dengan
cara dilumatkan langsung ditempelkan di daerah luka dan dibalut dengan kain atau
kasa.

Khasiat untuk kesehatan :


- untuk mengobati penyakit kulit, infeksi kuku dan herves.
- Bila diseduh dengan the bias mencegah kegemukan
- Bunganya bias dipakai sebagai obat antirematik
- Untuk mengobati bengkak
- Untuk mengobati kudis dan bisul

VI. NAMA LOKAL


Nama ilmiah atau nama latin pacar kuku : Lawsonia inermis L. Nama local
atau daerah pacar kuku : pacar petok (Jawa); inai parasi (Sumatera); gaca, ineng
(Aceh); daun laka (Ambon); kacar (Gayo); ine (Batak); inae batang (Minagkabau);
bunga laka (Timor); kayu laka (Menado); pacar kuku (Jawa Tengah dan Sunda);
pacar (Madura dan Dayak); tilangga (Gorontalo), kolondigi (Buol); karuntigi
(Ujungpandang); pacel (Bugis); bunga jari (Halmahera); laka bobudo (Ternate) dan
laka kahori (Tidore).

Anda mungkin juga menyukai