MACAM-MACAM MAJAS
Secara garis besar, majas dapat dibedakan menjadi Alegori: majas perbandingan yang bertautan satu dan
empat golongan maupun kelompok. Dan dari empat yang lainnya dalam kesatuan yang utuh.
macam-macam majas tersebut, masing-masing Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru
mempunyai turunan dan jenis kategori yang akan mudi
bahas dibawah ini.
Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan
Majas terdiri atas : simbol-simbol bermuatan moral.
Contoh:
--> Majas Perbandingan Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang
--> Majas Pertentangan mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-
--> Majas Sindiran kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela
--> Majas Penegasan menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya
berhenti ketika bertemu dengan laut.
Setelah di atas kita membahas tentang jenis
dan macam-macam majas yang ada dalam struktur 5) Simbolik
berbahasa Indonesia. Dibawah ini akan dijelaskan Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu
secara lengkap bagaimana pengertian majas tersebut dengan
beserta itu juga kami berikan contohnya. mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan
sebagai simbol atau lambang.
Contoh:
A. Majas Perbandingan Ia terkenal sebagai buaya darat.
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan Ia adalah seorang bunga desa
dan juga pengaruhnya terhadap pendengar ataupun
Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
pembaca. Ditinjau atau dilihat dari cara pengambilan
perbandingannya, Majas Perbandingan terbagi atas : Melati, lambang kesucian
Teratai, lambang pengabdian
1) Asosiasi atau Perumpamaan
Majas asosiasi atau perumpamaan adalah 6) Metonimia
perbandingan terhadap dua hal yang pada hakikatnya Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau
berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda
ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, [Link] tersebut berupa penggunaan
seumpama, seperti, dan laksana. Berikut ini Espilen nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas,
Blog sampaikan contoh majas asosiasi : atau atribut.
Contoh : Contoh:
Semangatnya keras bagaikan baja. Di kantongnya selalu terselib gudang garam.
Mukanya pucat bagai mayat. (maksudnya rokok gudang garam)
Wajahnya kuning bersinar bagaikan bulan Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api.
purnama (maksudnya kopi kapal api)
Ayah pulang dari luar negeri naik garuda
2) Metafora (maksudnya pesawat)
Metafora adalah majas yang memberikan ungkapan
secara langsung berupa perbandingan 7) Sinekdok
analogis. Pemakaian kata atau kelompok kata bukan Sinekdok adalah majas yang menyebutkan bagian
dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau
lukisan yang berdasarkan persamaan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk
perbandingan, misalnya tulang punggung dalam berikut.
kalimat pemuda adalah tulang punggung negara. a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk
Contoh majas metafora seperti berikut ini. keseluruhan.
Contoh: Contoh:
Engkau belahan jantung hatiku sayangku. - Hingga detik ini ia belum kelihatan batang
(sangat penting) hidungnya.
Raja siang keluar dari ufuk timur - Per kepala mendapat Rp. 300.000.
b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan
Jonathan adalah bintang kelas dunia.
untuk sebagian.
Harta karunku (sangat berharga) Contoh:
Dia dianggap anak emas majikannya. - Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03
Perpustakaan adalah gudangnya ilmu. melawan Rt. 07.
- Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.
3) Personifikasi
Personifikasi adalah majas yang membandingkan 8. Simile:
benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang
sifat seperti manusia. dinyatakan dengan kata depan dan penghubung,
Contoh: seperti layaknya, bagaikan, " umpama", "ibarat","bak",
Badai mengamuk dan merobohkan rumah bagai".
penduduk. Contoh:
Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai. Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais
Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.
dari pertandingan tersebut.
B. Majas Pertentangan
4) Alegori Majas Pertentangan adalah Kata-kata berkias yang
Alegori adalah Menyatakan dengan cara lain, melalui menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan
kiasan atau penggambaran. sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan
maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan
dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar.
Macam-macam Majas Pertentangan dibedakan 4) Tautologi
menjadi berikut. Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang
beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat
1) Antitesis dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu
Antitesis adalah majas yang mempergunakan menggunakan kata bersinonim.
pasangan kata yang berlawanan artinya. Contoh:
Contoh: a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin
a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu. bertukar pikiran saja.
b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan. b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur,
dan bersaudara.
2) Paradoks
Paradoks adalah majas yang mengandung 5) Klimaks
pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada. Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal
Contoh; secara berturut-turut dan makin lama makin meningkat.
a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang Contoh:
ramai ini. a) Semua pihak mulai dari anak-anak, remaja, sampai
b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang orang tua pun mengikuti lomba Agustusan.
sedang berlangsung ini. b) Ketua RT, RW, Kepala Desa, Gubernur, bahkan
Presiden sekalipun tidak mempunyai berhak untuk
3) Hiperbola mengurusi hal pribadi seseorang.
Majas hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan
berlebihan dari kenyataannya dengan maksud 6) Antiklimaks
memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian. Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa
Contoh: hal secara berturut-turut yang makin lama semakin
a) Suaranya menggelegar membelah angkasa. menurun.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang. a) Kepala sekolah, guru, staff sekolah, dan siswa juga
hadir dalam pesta perayaan kelulusan itu.
4) Litotes b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua
Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu orang merayakan HUT RI ke -62.
dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya
dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya 7) Retorik
untuk merendahkan diri. Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya
Contoh: namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya
a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.
putih saja. Contoh:
b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan
seperti saya sekolah formal saja?
ini? b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-
banggakan ?
C. Majas Penegasan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang D. Majas Sindiran
menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang
dan pengaruhnya terhadap pendengar atau menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan
[Link] penegasan terdiri atas tujuh bentuk pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca.
berikut. Majas sindirian dibagi menjadi:
1) Pleonasme 1) Ironi
Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata- Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang
kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan bertentangan dengan maksud untuk menyindir
arti suatu kata. seseorang.
Contoh: Contoh:
a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke a) Ini baru namana siswa teladan, setiap hari selalu
bawah. pulang malam.
b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan b) Bagus sekali tulisanmu, saking bagusnya sampai
pertunjukan pesawat tempur. tidak dapat Aku baca.
2) Repetisi 2) Sinisme
Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran
penegasan. secara langsung kepada orang lain
Contoh: Contoh :
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas
yang kuharap. diucapkan oleh orang terpelajar seperti dirimu.
b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita b) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu
sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa. yang tidak wajar itu.
3) Paralelisme 3) Sarkasme
Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar.
ada di dalam puisi. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang
Contoh: marah.
Cinta adalah pengertian Contoh:
Cinta adalah kesetiaan a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
Cinta adalah rela berkorban b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!