0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
327 tayangan2 halaman

Data Interval dan Rasio dalam Statistik

Teks tersebut membahas tentang jenis-jenis data yang dapat diperoleh dari hasil pengukuran, yaitu data interval dan data rasio. Data interval diperoleh dari pengukuran dengan skala interval dan menunjukkan jarak yang sama antar objek namun tidak memberikan nilai absolut. Data rasio diperoleh dari pengukuran dengan skala rasio dan menunjukkan nilai absolut termasuk rasio antar objek. Contoh data interval adalah nilai ujian mahasiswa, sedangkan contoh

Diunggah oleh

Latif Ariyanto
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
327 tayangan2 halaman

Data Interval dan Rasio dalam Statistik

Teks tersebut membahas tentang jenis-jenis data yang dapat diperoleh dari hasil pengukuran, yaitu data interval dan data rasio. Data interval diperoleh dari pengukuran dengan skala interval dan menunjukkan jarak yang sama antar objek namun tidak memberikan nilai absolut. Data rasio diperoleh dari pengukuran dengan skala rasio dan menunjukkan nilai absolut termasuk rasio antar objek. Contoh data interval adalah nilai ujian mahasiswa, sedangkan contoh

Diunggah oleh

Latif Ariyanto
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

c.

Data interval

Pemberian angka kepada set dari objek yang mempunyai sifat-sifat ukuran ordinal dan ditambah
satu sifat lain, yakni jarak yang sama pada pengukuran dinamakan data interval. Data ini
memperlihatkan jarak yang sama dari ciri atau sifat objek yang diukur. Akan tetapi ukuran interval
tidak memberikan jumlah absolut dari objek yang diukur. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran
menggunakan skala interval dinamakan data interval.

Misalnya tentang nilai ujian 6 orang mahasiswa, yakni A, B, C, D, E dan F diukur dengan ukuran
interval pada skala prestasi dengan ukuran 1, 2, 3, 4, 5 dan 6, maka dapat dikatakan bahwa beda
prestasi antara mahasiswa C dan A adalah 3 – 1 = 2. Beda prestasi antara mahasiswa C dan F adalah
6 – 3 = 3. Akan tetapi tidak bisa dikatakan bahwa prestasi mahasiswa E adalah 5 kali prestasi
mahasiswa A ataupun prestasi mahasiswa F adalah 3 kali lebih baik dari prestasi mahasiswa B.

Dari hasil pengukuran dengan menggunakan skala interval ini akan diperoleh data interval. Alat
analisis (uji hipotesis asosiatif) statistik parametrik yang lazim digunakan untuk data interval ini
adalah Pearson Korelasi Product Moment, Partial Correlation, Multiple Correlation, Partial
Regression, dan Multiple Regression.

d. Data rasio

Ukuran yang meliputi semua ukuran di atas ditambah dengan satu sifat yang lain, yakni ukuran yang
memberikan keterangan tentang nilai absolut dari objek yang diukur dinamakan ukuran rasio (data
rasio). Data rasio, yang diperoleh melalui pengukuran dengan skala rasio memiliki titik nol.
Karenanya, interval jarak tidak dinyatakan dengan beda angka rata-rata satu kelompok dibandingkan
dengan titik nol di atas. Oleh karena ada titik nol, maka data rasio dapat dibuat perkalian ataupun
pembagian.

Angka pada data rasio dapat menunjukkan nilai sebenarnya dari objek yang diukur. Jika ada 4 orang
pengemudi, A, B, C dan D mempunyai pendapatan masing-masing perhari Rp. 10.000, Rp.30.000, Rp.
40.000 dan Rp. 50.000. Bila dilihat dengan ukuran rasio maka pendapatan pengemudi C adalah 4 kali
pendapatan pengemudi A. Pendapatan pengemudi D adalah 5 kali pendapatan pengemudi A.
Pendapatan pengemudi C adalah 4/3 kali pendapatan pengemudi B.

Dengan kata lain, rasio antara pengemudi C dan A adalah 4 : 1, rasio antara pengemudi D dan A
adalah 5 : 1, sedangkan rasio antara pengemudi C dan B adalah 4 : 3. Interval pendapatan
pengemudi A dan C adalah 30.000, dan pendapatan pengemudi C adalah 4 kali pendapatan
pengemudi A. Contoh data rasio lainnya adalah berat badan bayi yang diukur dengan skala rasio.
Bayi A memiliki berat 3 Kg. Bayi B memiliki berat 2 Kg dan bayi C memiliki berat 1 Kg. Jika diukur
dengan skala rasio, maka bayi A memiliki rasio berat badan 3 kali dari berat badan bayi C. Bayi B
memiliki rasio berat badan dua kali dari berat badan bayi C, dan bayi C memiliki rasio berat badan
sepertiga kali berat badan bayi A, dst.

Dari hasil pengukuran dengan menggunakan skala rasio ini akan diperoleh data rasio. Alat analisis
(uji hipotesis asosiatif) yang digunakan adalah statistik parametrik dan yang lazim digunakan untuk
data rasio ini adalah Pearson Korelasi Product Moment, Partial Correlation, Multiple Correlation,
Partial Regression, dan Multiple [Link] dengan ulasan jenis pengukuran yang digunakan,
maka variabel penelitian lazimnya bisa di bagi menjadi 4 jenis variabel, yakni variabel (data) nominal,
variabel (data) ordinal, variabel (data) interval, dan variabel (data) rasio.

Variabel nominal, yaitu variabel yang dikategorikan secara diskrit dan saling terpisah satu sama lain,
misalnya status perkawinan, jenis kelamin, suku bangsa, profesi pekerjaan seseorang dan
sebagainya. Variabel ordinal adalah variabel yang disusun atas dasar peringkat, seperti motivasi
seseorang untuk bekerja, peringkat perlombaan catur, peringkat tingkat kesukaran suatu pekerjaan
dan lain-lain. Variabel interval adalah variabel yang diukur dengan ukuran interval seperti indek
prestasi mahasiswa, skala termometer dan sebagainya, sedangkan variabel rasio adalah variabel
yang disusun dengan ukuran rasio seperti tingkat penganggguran, penghasilan, berat badan, dan
sebagainya.

Anda mungkin juga menyukai