Manfaat Musuh Alami Untuk Pengendalian
Serangga Hama Pengganggu Tanaman
PENGERTIAN MUSUH ALAMI
Musuh Alami adalah Suatu mahluk hidup (organisme > Predator, Parasitoid dan Patogen) yang dapat
mengendalikan hama penyakit dan gulma (OPT)
Musuh alami terdiri dari pemangsa/predator, parasitoid dan patogen. Pemangsa adalah binatang
(serangga, laba-laba dan binatang lain) yang memakan binatang lain sehingga menyebabkan kematian.
Kadang-kadang disebut “predator”. Predator berguna karena memakan hama tanaman. Semua laba-laba
dan capung merupakan contoh pemangsa. Parasitoid adalah serangga yang hidup di dalam atau pada
tubuh serangga lain, dan membunuhnya secara pelan-pelan. Parasitoid berguna karena membunuh
serangga hama, sedangkan parasit tidak membunuh inangnya, hanya melemahkan.
Ada beberapa jenis tawon (tabuhan) kecil sebagai parasitoid serangga hama. Patogen adalah penyebab
penyakit yang menyerang binatang atau makhluk lain. Patogen berguna karena mematikan banyak jenis
serangga hama tanaman teh. Ada beberapa jenis patogen, antara lain jamur, bakteri dan virus.
Musuh alami sebaiknya dilestarikan karena mereka merupakan teman petani. Semua jenis musuh alami
membantu petani mengendalikan hama dan penyakit. Karena itu, musuh alami jangan dibunuh atau
dimusnahkan. Langkah pertama dalam hal melestarikan musuh alami adalah: jangan menggunakan
pestisida kimia! Langkah kedua: menjaga berbagai jenis tanaman, terutama tanaman berbunga, di kebun
atau sekitar kebun. Jika terdapat bermacam- macam tanaman di kebun, biasanya jumlah musuh alami
yang berada di kebun juga lebih banyak. (Baca juga bagian mengenai bunga di halaman ‘Parasitoid’).
Langkah ketiga: mengusahakan lingkungan yang sesuai untuk kehidupan musuh alami tersebut
(konservasi).
PENGENDALIAN HAYATI (Biological Control) :
Merupakan taktik pengelolaan hama secara sengaja dengan memanfaatkan atau memanipulasi musuh
alami/agens hayati untuk menekan atau mengendalikan OPT
CARA KERJA MUSUH ALAMI (AGENS HAYATI)
Predator :
> Memakan mangsanya secara langsung
Parasitoid :
> Meletakan telur pada tubuh hewan sasaran, kemudian setelah menetas larvanya menghisap cairan
tubuh hewan sasaran tersebut hingga mati
Patogen :
> Jamur tersebut masuk kedalam tubuh serangga melalui kulit diantara ruas-ruas tubuh
> Mekanisme penetrasinya dimulai dengan pertumbuhan spora pada kutikala
> Didalam tubuh serangga hifa berkembang dan selanjutnya memasuki pembuluh darah, melalui
beberapa proses lebih lanjut di dalam tubuh menyebabkan kematian serangga
PEMANGSA / PREDATOR
Pemangsa (predator) menangkap dan memakan serangga hama (dan binatang lain). Laba-laba adalah
contoh pemangsa yang dikenal secara umum. Beberapa jenis laba-laba membuat jaring. Laba-laba
tersebut menunggu di jaringnya sampai
serangga yang terbang terperangkap. Laba-laba mendekati serangga itu dengan cepat, menggigit dan
langsung memakan nya. Kadang-kadang menyimpannya untuk dimakan kemudian. Beberapa jenis laba-
laba lainnya tidak membuat jaring, tetapi berpindah-pindah dalam kebun untuk memburu mangsa. Hal
yang sama juga dilakukan oleh banyak jenis serangga pemangsa. Serangga tersebut berburu,
membunuh dan memakan serangga lain. Contohnya adalah tawon kertas.
Selain itu, ada juga yang disebut serangga pemangsa telur yang mencari dan memakan telur hama
seperti telur penggulung pucuk. Contohnya adalah cecopet. Serangga lain yang merupakan pemangsa
termasuk belalang sembah, kumbang kubah , kumbang harimau, kumbang tanah, lalat buas, capung,
dan beberapa macam kepik. Beberapa binatang seperti kodok / katak, burung tertentu, dan ular termasuk
pemangsa juga.
MACAM MACAM PREDATOR
LABA LABA
Laba-laba tidak termasuk golongan serangga. Semua serangga mempunyai 6 kaki, tetapi laba-laba
berkaki 8. Semua laba-laba adalah sahabat petani karena memakan hama. Bila terdapat banyak laba-
laba di kebun petani, hama lebih mudah terkendali. Laba-laba tidak mengalami metamorfosa. Setelah
telur menetas, keluarlah laba-laba kecil, dan berganti
kulit beberapa kali. Laba-laba kecil bentuknya sama dengan laba-laba dewasa.
Laba laba tidak bermetamorfosa. Prosesnya adalah
telur ----> laba-laba
Ada jenis laba-laba yang membuat jaring untuk menangkap mangsanya. Ada juga yang berburu di tanah
atau di tanaman.
Laba-laba betina biasanya jauh lebih besar daripada laba-laba jantan. Karenanya, sulit dipercaya bahwa
betina dan jantan adalah jenis yang sama. Laba-laba jantan harus mendekati betina dengan hati-hati
karena berbahaya. Mungkin si betina sedang lapar. Kadang-kadang laba-laba jantan tidak jadi kawin,
tetapi dimakan oleh si betina. Sering pula terjadi bahwa si betina memakan yang jantan setelah selesai
kawin.
Laba laba kepiting besar
Laba laba Srigala Laba laba lompat
MACAM MACAM LABA LABA
1. Laba-laba lompat ( JUMPING SPIDERS )
Famili Salticidae, Ordo Araneae
Laba-laba lompat bersikap aktif hanya pada siang hari. Laba-laba lompat bermata delapan. Dua mata
besar menghadap ke depan, tetapi mata lainnya kecil. Matanya tajam dan bisa melihat mangsanya dari
jauh. Laba-laba ini dapat menerkam mangsanya dengan cepat sekali, bahkan dapat menangkap lalat
yang terbang cepat. Laba-laba ini tidak membuat jaring,
tetapi meronda di tanaman mencari mangsa. Sutera digunakan untuk menenun tali pengaman, sehingga
bila jatuh dari daun, tali itu menghindarinya jatuh sampai ke tanah. Sutera juga dipakai untuk membuat
sarung telurnya. Laba-laba dapat menangkap mangsa yang lebih besar darinya dan merupakan
pemangsa penting bagi kepik seperti Helopeltis dan ngengat dari ulat jengkal dan hama lain. Laba-laba
menusukkan racun yang melumpuhkan mangsa, kemudian mengisap cairannya.
Daur hidup
Laba-laba jantan menggoyangkan kaki depan untuk merayu betina. Setelah kawin, betina membuat
sarung dari sutera dan meletakkan telur didalamnya. Ia menjaga sarung itu sampai anak laba- laba
keluar dan dapat pergi sendiri. Laba- laba tidak mengalami metamorfosa
Laba laba Lompat
Laba Laba Lompat dewasa
Wajah dari laba laba Lompat
2. Laba-laba serigala dan laba-laba tutul ( WOLF
SPIDERS AND LEOPARD SPIDERS )
Famili Lycosidae, Ordo Araneae
Laba-laba serigala dan laba-laba tutul umumnya aktif pada malam hari. Laba- laba ini tidak membuat
sarang, tapi berburu mangsa, sehingga disebut laba- laba pemburu. Serangga yang dilihatnya, dikejar,
ditangkap dan digigit/dimakan. Laba-laba serigala dan tutul bermata tajam. Matanya delapan, tetapi ada
dua yang lebih besar. Laba-laba serigala dan tutul berjalan di atas tanah mencari serangga. Juga berburu
di cabang dan dedaunan pohon teh. Laba-laba ini memakan ngengat, ulat dan serangga lain. Setelah
menangkap serangga, laba-laba menyuntikkan racun yang melumpuhkan korban, kemudian mengisap
cairan tubuh korban.
Daur hidup
Laba-laba jantan menggoyangkan bagian mulutnya (yang tampaknya seperti kaki) untuk merayu betina.
Setelah perkawinan, laba-laba betina menenun kantong telur yang disambungkan ke bagian belakang
tubuhnya. Kantong ini dibawa ke mana- mana, juga saat berburu. Anak laba-laba yang menetas naik ke
punggung induknya, yang mampu
membawa 100 anak di punggungnya. Sesudah cukup besar, mereka turun dari induknya pada saat angin
berhembus,
mengangkat bagian belakang badannya, menenun sutera, dan ditiup angin ke tempat lain.
Laba Laba Srigala Ukuran laba laba srigala
3. Laba-laba bermata tajam ( LYNX SPIDERS )
Famili Oxyopidae, Ordo Araneae
Laba-laba ini tergolong laba-laba pemburu, aktif sepanjang hari. Tidak membuat sarang, tapi menerkam
mangsanya. Kadang-kadang menunggu mangsa lewat, baru diterkamnya, atau berpatroli di tanaman-
tanaman untuk mencari mangsa.
Laba-laba ini bermata enam, terletak pada segienam yang menonjol di atas kepala. Kakinya berduri
panjang. Sutera digunakan untuk menenun tali pengaman, sehingga bila jatuh dari daun, tali itu
menghindarinya jatuh sampai ke tanah.
Laba-laba ini dapat menangkap mangsa yang jauh lebih besar daripada dirinya sendiri. Bahkan dapat
menangkap ngengat, ulat jengkal, wereng, dan serangga lain seperti Helopeltis dan memegangnya
sambil menghisap cairannya. Laba-laba ini adalah pemburu yang sangat efektif.
Daur hidup
Laba-laba betina menjaga sarung telurnya setelah kawin. Tapi mereka berumur pendek, mati sebelum
telurnya menetas. Setelah menetas, anak-anak harus dapat berburu sendiri, tanpa bantuan induknya.
Terdapat duri duri
Laba laba mata tajam
4. Laba-laba pembuat jaring ( ORB WEB SPINNING
SPIDERS )
Famili Araneidae, Tetragnathidae, dll;
Ordo Araneae
Banyak jenis laba-laba membuat jaring. Mata dan kaki laba-laba ini lemah, tidak mampu menangkap
mangsa tanpa
bantuan jaringnya. Laba-laba jaring bulat menunggu dengan sabar. Ada yang tinggal di tengah jaring,
ada juga yang bersembunyi di daun terlipat. Laba-laba lari ke mangsanya hanya bila ada getaran
serangga yang terperangkap. Dia
kemudian menggigit dan melumpuhkannya. Kadang-kadang langsung mengisap cairan, atau
membungkus korban dengan sutera untuk dimakan di lain waktu. Ada jenis berukuran besar dan kecil.
Ada yang membuat jaring bulat, ada juga yang
membuat jaring dengan bentuk kubah. Ada jenis yang menggunakan jaring yang sama selama beberapa
minggu, menunggu di tengah-tengah jaringnya sepanjang hari. Jenis lain membuat jaring baru setiap
malam. Pagi-pagi ia memakan jaring yang sebelumnya dia buat, kemudian bersembunyi menunggu
malam tiba lagi.
Daur hidup
Jantan sering lebih kecil dari betina, dan ada jantan dengan warna yang sangat berbeda dari betina.
Setelah kawin, betina
membuat sarung berisi ratusan telur. Ia terus menjaganya. Betina mati sebelum anaknya lahir. Anak-
anak menenun payung sutera dan dibawa angin ke tempat baru.
Laba Laba Jaring
Tungau pemangsa / predator ( PREDATORY MITES )
Famili Phytoseiidae, dll; Ordo Acari
Sebagian jenis tungau adalah predator. Tungau tersebut mampu mengendalikan beberapa jenis hama
dalam agroekosistem teh dan tanaman lain. Tungau predator memangsa tungau lain, trips, dan kutu
putih. Dia menyerang mangsanya, menusuk badannya, lalu mengisap bagian dalamnya. Satu tungau
dapat memakan 1 sampai 5 nimfa trips per hari. Ada beberapa genus tungau yang terkenal sebagai
predator, misalnya, Phytoseiulus dan Typhlodromus. Kebanyakan spesies dari genus Amblyseius adalah
predator juga. Memang tidak semua tungau adalah predator. Ada banyak jenis yang memakan tanaman,
dan sebagian dari jenis-jenis ini merusak tanaman budidaya hingga merugikan petani. Terdapat juga
tungau parasit dan tungau pengurai.
Daur hidup
Tungau mengalami metamorfosa yang berbeda dari serangga dan laba-laba. Telur menetas menjadi
larva yang berkaki enam. Larva berganti kulit dan menjadi nimfa, yang berkaki delapan. Nimfa berganti
kulit beberapa kali selama pertumbuhan, lalu menjadi dewasa.
Tungau predator Amblyseius Tungau yang kanibal
Metamorfosa dari Tungau dan ukuran dari tungau
Semut-semut ( ANTS )
Famili Formicidae, Ordo Hymenoptera
Ada beribu-ribu macam semut di dunia ini. Semut memiliki pengaruh atas lingkungannya dengan banyak
cara. Sebagian bermanfaat untuk manusia dan sebagian tidak. Semut di Indonesia pada umumnya tidak
merusak tanaman budidaya. Di kebun teh, semut merupakan musuh alami karena menyerang ulat dan
beberapa macam hama lain, contohnya Helopeltis.
Semut adalah serangga sosial. Dalam masyarakat semut terdapat beberapa lapisan sosial. Lapisan yang
paling berkuasa adalah sang ratu yang mengeluarkan telur; telur dipelihara di dalam sarang oleh lapisan
pekerja. Masyarakat di jaga oleh lapisan prajurit.
Daur hidup
Masyarakat semut mempunyai ratu yang menghasilkan telur. Telur menetas menjadi larva, yang diberi
makanan oleh semut pekerja. Sesuai dengan gizi yang diberikan pada fase larva ini, larva tersebut
nantinya menjadi kaum prajurit atau kaum pekerja. Kemudian larva menjadi kepompong, dan akhirnya
semut dewasa keluar dari kepompong untuk bekerja sesuai peranan kaum yang bersangkutan.
Ratu baru berkembang dari larva yang diberi makanan bergizi khusus mengandung unsur “hormon”
sehingga serangga dewasanya subur dan mampu menghasilkan keturunan sebagai ratu.
gambar semut
Tawon kertas ( PAPER WASPS, YELLOW JACKETS,
HORNETS, MASON WASPS )
Famili Vespidae, Ordo Hymenoptera
Tawon ini sudah dikenal umum. Ada bermacam-macam dengan panjang sekitar 1 cm sampai 4 cm.
Tawon ini membuat sarang dari kertas atau tanah untuk memelihara anaknya. Sengatannya
menyakitkan. Tawon ini efektif untuk memburu
banyak jenis ulat termasuk ulat jengkal. Ia mampu menangkap ulat besar. Macam-macam serangga lain
juga dimakan oleh tawon ini. Selain serangga, dia juga makan sari madu dari bunga.
Daur hidup
Tawon kertas ini adalah serangga sosial yang membuat sarang dari kertas. Seperti semut, masyarakat
tabuhan kertas ini
dikuasai oleh ratu. Kertasnya di produksi tawon ini dengan cara mengunyah kulit pohon. Ratu tawon
meletakkan sebutir
telur dalam setiap lubang atau sel di sarang itu dan kemudian menetas menjadi larva yang diberi makan
oleh kaum pekerja
di dalam sarang. Telur menetas dan tawon pekerja membawa potongan tubuh ulat atau serangga lain
untuk makanan larva. Madu juga dibawa untuk makanan larva. Setelah keluar dari kepompong, tabuhan
ini muncul sebagai tawon pekerja yang baru. Ia meneruskan hidupnya sebagai pekerja dewasa, dan ikut
mencari makanan untuk sarang. Tawon pekerja tidak kawin. Hanya ratu saja yang kawin dan meletakkan
telur.
Tawon Kertas
Belalang sembah ( PRAYING MANTIS )
Ordo Mantodea
Belalang sembah mudah dikenal karena kaki depannya dibentuk khusus untuk menangkap dan
memegang mangsa.
Kepalanya bisa bergerak dengan bebas, sehingga serangga ini adalah satu-satunya yang mampu
menoleh ke belakang.
Belalang sembah memakan banyak jenis serangga, termasuk hama-hama teh seperti Helopeltis.
Belalang sembah
biasanya menunggu sampai mangsa cukup dekat, dan dia menangkap mangsa dengan gerakan cepat
menggunakan
kedua kaki depannya yang dilengkapi duri kecil untuk menusuk mangsanya.
Daur hidup
Telur diletakkan pada tanaman dalam semacam “bungkus” khusus. Bungkus dikeluarkan dari ekor betina
dalam bentuk
campuran telur dan cairan khusus yang kemudian menjadi kering dan keras. Telur dilindungi dalam
bungkus itu hingga menetas. Masing-masing bungkus dapat berisi 200 telur. Nimfa keluar dari bungkus
telur secara berurutan dari lubang yang sama. Nimfa kelihatan seperti dewasa kecuali ukurannya lebih
kecil dan sayap belum sempurna. Nimfa berganti kulit beberapa kali.
Pada waktu kawin, biasanya betina dewasa memakan jantan mulai dari kepalanya. Kemudian, betina
mengeluarkan bungkus” telur.
Telur belalang sembah Nimfa belalang sembah
Imago belalang se
Jangkrik dan belalang antena panjang ( CRICKETS ,
LONG -HORNED GRASSHOPPERS AND KATYDIDS )
Famili Gryllidae dan Tettigoniidae, Ordo Orthoptera
Sebagian jenis jangkrik dan belalang antena panjang adalah predator. Sebaiknya masing-masing jenis
diuji dalam kebun serangga untuk melihat apa yang menjadi makanan jangkrik / belalang tertentu. Salah
satu contoh jangkrik yang bertindak sebagai predator di kebun adalah jangkrik Metioche . Dia memakan
telur serangga. Pada umumnya, jangkrik dan elalang
antena panjang predator suka memakan telur atau serangga lain seperti ulat atau kutu. Memang tidak
semua jangkrik dan
belalang antena panjang adalah predator. Kebanyakan jenis belalang antena panjang memakan
tanaman. Dalam golongan jangkrik ada banyak yang bertindak sebagai pengurai.
Daur hidup
Betina belalang antena panjang memasukkan telur ke dalam bagian tanaman atau tanah. Telur menetas
dan nimfa keluar. Nimfa makan dan berganti kulit beberapa kali sambil tumbuh. Terakhir kali berganti kulit
dia menjadi dewasa. Betina jangkrik bertelur dalam tanah atau tanaman. Dia juga melewati fase nimfa
untuk mencapai fase dewasa. Sekilas bentuknya seperti belalang pedang ( Sexava )
Gambar Jangkrik antena panjang
Lalat menari (lalat kaki panjang) ( DANCE FLIES OR
LONG-LEGGED FLIES )
Famili Dolichopodidae, Ordo Diptera
Lalat ini dianggap sebagai predator yang memangsa serangga kecil. Kakinya panjang sekali dan
warnanya hijau kilat yang cemerlang. Ia dapat berlari dengan cepat. Lalat ini dapat ditemukan di kebun
teh dan senang sekali hinggap di atas daun di bawah cahaya matahari. Lalat ini adalah makhluk siang
hari. Larva lalat menari adalah pemangsa kutu daun dan serangga kecil lain yang efektif.
Daur hidup
Lalat dewasa meletakkan telur di dalam kolam air atau kayu lapuk. Larva dapat hidup di air, kayu lapuk,
batang rumput-rumputan, di bawah kayu dan juga ada yang bersifat parasit. Setelah larva berganti kulit
beberapa kali, dia menjadi kepompong. Lalat dewasa sering mengunjungi kebun dan merupakan
predator.
gambar lalat penari
Lalat apung (lalat bunga) ( HOVER FLIES OR FLOWER
FLIES )
Famili Syrphidae, Ordo Diptera
Larva lalat bunga adalah pemangsa kutu daun dan serangga lain yang efektif. Lalat melayang-layang
tanpa bergerak, seperti mengapung di udara. Bentuknya seperti tawon kurus dan kecil. Belang-
belangnya adalah samaran pelindung.
Jika ingin menemukan kutu daun, cari saja lalat bunga yang melayang. Kutu daun tidak tersebar di
seluruh kebun, tetapi biasanya pada beberapa pohon saja.
Daur hidup
Lalat dewasa meletakkan telur (mungkin berwarna jingga) di sebelah bawah daun di antara kutu daun.
Seekor larva dapat memakan lebih dari 70 kutu daun setiap hari. Kutu daun dimakan satu per satu,
diangkat dan diisap sampai kering. Kutu daun bodoh, tidak memperhatikan raksasa pemangsa ini di
antaranya. Warna larva bisa krem dengan tanda coklat keunguan, bisa juga hijau.
Kepompong mirip larva, tetapi keras, licin dan tersambung pada tanaman. Lalat dewasa sering
mengunjungi bunga-bunga untuk makan serbuk bunga dan sari madu. Berarti, kita dapat membantu
teman petani ini dengan melestarikan tanaman berbunga di kebun. Selain bermanfaat sebagai musuh
alami, lalat bunga juga membantu dalam penyerbukan bunga.
Lalat syrphid dewasa Lalat syrphid hitam dew
Lalat jala (sayap jala) ( GREEN LACEWINGS )
Famili Chrysopidae, Ordo Neuroptera
Lalat jala memburu serangga lain untuk dimakan. Lalat jala bermanfaat di kebun teh karena memakan
kutu daun (aphid/
aphis) dan hama lain yang kecil. Di beberapa negara, lalat jala dikembangbiakkan dan dilepas sebagai
agens hayati untuk mengendalikan hama.
Daur hidup
Telur lalat jala sering diletakkan pada bagian atas daun. Bentuknya aneh, seperti gumpalan kuning
kehijau-hijauan kecil pada ujung tangkai tipis yang tegak. Setelah menetas, keluar larva berwarna coklat
muda keabu-abuan. Larva bentuknya berbeda dari dewasa. Bersembunyi di sekelompok hama dengan
cara menutupi badannya dengan mayat hama yang dimakannya. Larva ini tidak dapat terbang, tapi
melata dari satu tempat kutu ke tempat kutu lain. Jika menemukan kelompok kutu, larva tetap di situ dan
makan terus. Nafsu makannya besar dan makannya rakus sekali. Kepompong biasanya diikat pada
permukaan bawah daun. Lalat jala dewasa bukan penerbang yang cepat atau kuat, terbangnya lambat
dan tidak begitu lancar. Panjangnya sekitar 1 sampai 2 cm.
Telur Lalat Jala Larva lalat jala Imago lalat Jala
Capung besar dan capung jarum
(DRAGONFLIES AND DAMSELFLIES)
Ordo Odonata
Capung besar dan capung jarum terbang cepat sehingga dapat menangkap serangga lain yang sedang
terbang. Panjangnya bisa di antara 2 sampai 13,5 cm. Bahkan beberapa jenis capung memakan
mangsanya sambil terbang. Jenis lain hinggap untuk makan. Capung dapat menangkap dan memakan
kutu, nyamuk, dan kepik (misalnya, Helopeltis) di udara. Capung besar mampu menangkap kupu-kupu
kecil sementara ia terbang di udara.
Daur hidup
Capung besar dan capung jarum melewatkan masa remajanya dalam air seperti: sawah, kolam atau
sungai. Capung betina meletakkan telur di dalam air, dan telur menetas di sana. Nimfa melata di
tanaman dan ranting di bawah permukaan air dalam kolam, sungai atau sawah. Nimfa capung
menangkap dan memakan binatang air,seperti serangga kecil, bibit ikan kecil, jentik nyamuk dan
kecebong.
Jika sudah besar, nimfa melata ke luar air (biasanya pada buluh) dan melepaskan kulitnya menjadi
dewasa yang bersayap. Ia memompa cairan ke dalam urat sayap untuk membuka sayapnya. Kadang-
kadang terlihat dua capung yang
ekornya disambung. Capung ini sedang kawin untuk menghasilkan generasi baru serangga yang indah
dan berguna ini.
Gambar capung
Kumbang Coklat ( Coccinella sp )
Sejenis kumbang berwarna coklat kemerahan berbintik hitam yang aktif berpindah-pindah tempat
mencari mangsa. Jika bertemu wereng coklat, kumbang itu dengan gerak cepat menangkapnya dengan
menggunakan kaki bagian depan dari arah belakang dan langsung memakannya.
Makanan kesukaannya adalah wereng coklat (Nilaparvata lugens) dengan ganasnya menghisap cairan
sel jaringan padi bagian batang dan menaruh cairan ludah yang beracun sehingga tanaman padi
menguning lalu mati. Selain itu, wereng coklat ini menularkan virus penyakit kerdil rumput dan kerdil
hampa sehingga produksi padi turun bahkan gagal panen.
Kumbang kubah (kumbang helm/ koksi) ( LADYBIRD
BEETLES )
Famili Coccinellidae, Ordo Coleoptera
Kumbang ini berukuran kecil: hanya 7– 8 mm. Tetapi kumbang ini rakus memakan beberapa jenis kutu
termasuk aphis.
Bila tidak diusir oleh semut, kumbang kubah bisa dijumpai pada tempat di mana kutu-kutu berkumpul
pada daun teh.
Kalau menemukan kutu-kutu, kumbang kubah tetap di sana dan mulai makan. Ia mulai makan kutu
mangsanya setelah
matahari terbit. Baik larva maupun dewasa giat mencari kutu-kutu untuk makanan. Larva lebih rakus dari
yang dewasa.
Di dalam rumah kaca, kumbang kubah sengaja disebarkan sebagai musuh alami. Spesies Curinus
berwarna biru tua dengan bahu oranye di bawa masuk ke Indonesia dari luar negeri untuk
mengendalikan kutu loncat pada lamtoro.
Daur hidup
Kumbang helm biasanya meletakkan telur pada bagian tanaman yang ada kutu-kutu. Kelompok sekitar
50 butir telur atau lebih diletakkan tidak beraturan, pada daun atau ranting. Larva setiap jenis kumbang
helm berwarna berbeda, tapi agak mirip dengan dewasanya. Kumbang hitam berbintik merah mempunyai
larva abu-abu tua dengan tanda merah. Larvanya rakus sekali, ratusan kutu-kutu dimakan setiap hari.
Kepompong menyerupai kumbang dewasa yang terletak pada tanaman. Kumbang dewasa mudah
diketahui: bulat dan mengkilat seperti helm kecil.
Telur kumbang kubah Kumbang Kubah makan kutu daun Curinus dan Arisole
Kumbang harimau ( TIGER BEETLES )
Famili Cicindelidae, Ordo Coleoptera
Gerak-gerik kumbang harimau giat dan cepat sekali. Ia dapat lari secepat kecoa. Ia dapat terbang
meninggalkan permukaan daun dengan cepat sekali. Ia mempunyai hiasan dan warna cemerlang, seperti
hijau kebiru-biruan berkilat. Matanya besar sekali untuk melihat mangsanya. Kumbang harimau
merupakan predator yang kuat. Baik larva maupun dewasa menangkap mangsanya dengan taring
besarnya, kemudian memakannya. Ia aktif berburu pada siang hari, melihat
gerak-gerik mangsanya dengan mata yang besar dan indah, kemudian menangkapnya.
Daur hidup
Telur diletakkan di seresah daun dan tanaman. Setelah menetas, larvanya membuat lubang di tanah.
Kepala larva berbentuk rata sehingga larva dapat menyembunyikan diri di dalam lubang tanah dengan
meratakan kepalanya dengan permukaan tanah disekitarnya. Serangga mangsa yang lewat tidak bisa
melihatnya. Larva kumbang keluar menangkap mangsa dengan cepat. Bila mangsa mencoba mundur,
larva dapat membuka semacam kait yang ada di belakang badannya jadi dia tidak bisa ditarik keluar dari
lubangnya sehingga mangsanya tidak dapat melepaskan diri. Larva menjadi kepompong, dan akhirnya
kumbang dewasa keluar.
Larva kumbang ha
Kumbang harimau Kumbang Harimau
Kumbang tanah ( GROUND BEETLES )
Famili Carabidae, Ordo Coleoptera
Ada banyak jenis kumbang tanah, mulai dari yang kecil (panjangnya 1 cm) sampai yang besar (4 cm).
Kebanyakan jenis
kumbang ini berwarna abu-abu atau hitam. Ada jenis lain yang berwarna ungu atau perunggu, atau
berkilauan berwarna
warni seperti logam. Kebanyakan jenis kumbang tanah aktif pada malam hari. Pada siang hari mereka
bersembunyi di bawah batu, potongan kayu atau dedaunan pada tanah. Beberapa jenis aktif sepanjang
hari. Hidupnya kebanyakan di dalam tanah, tetapi larva sering ditemukan pada tanaman. Beberapa
kumbang tanah memancarkan bau busuk sebagai pertahanan diri. Dewasa maupun larva memakan
berbagai jenis serangga. Kumbang ini efektif sebagai predator berbagai jenis ulat.
Daur hidup
Setelah keluar dari telur, larva sangat aktif, mencari mangsa seperti ulat dan serangga lain pada tanah
dan tanaman. Larva biasanya berwarna hitam atau coklat. Tubuh larva panjang, dengan sekitar 12 ruas
yang mudah dilihat. Larva menjadi kepompong, dan kumbang dewasa yang keluar dapat hidup lebih dari
setahun.
Larva kumbang tanah
Imago Kumbang tanah
Kepik leher ( ASSASSIN BUGS )
Famili Reduviidae, Ordo Hemiptera
Kepik leher adalah pemangsa yang mengesankan. Banyak jenis kepik ini berukuran besar, dengan
panjangnya 2 cm atau lebih, tetapi ada juga yang lebih kecil. Bila menemukan serangga untuk dimakan,
ia membuka mulut pembuluhnya yang tajam, menusukkan mulutnya ke serangga yang ditangkap dan
mengisap bagian dalamnya. Kepik ini adalah pemangsa ulat-ulat, kutu, kepik pengisap (seperti
Helopeltis) dan serangga lainnya. Kepik leher adalah pemburu yang sangat
efektif. Sebagian jenis kepik ini aktif siang hari dan sebagian malam hari.
Daur hidup
Beberapa jenis kepik leher meletakkan kumpulan telur pada permukaan tanaman. Jenis lain meletakkan
telur secara terpisah. Nimfa kepik leher bentuknya mirip dengan dewasa, tetapi lebih kecil dan tidak
mempunyai sayap sempurna , jadi tidak dapat terbang. Debu dan kotoran menempel pada badan
beberapa jenis, sehingga tersamar. Banyak jenis kepik leher dewasa berwarna coklat atau hitam, tetapi
ada juga yang berwarna terang, ada pula yang berbentuk aneh, seperti daun kering.
Gambar Kepik Leher Kepik dew
Kepik perisai Andrallus ( SHIELD BUGS )
Famili Pentatomidae, Ordo Hemiptera
Kepik perisai Andrallus yang bertanduk dua ini adalah pemangsa ulat-ulat pemakan daun teh. Jenis kepik
ini panjangnya antara 12 dan 16 mm. Bila kepik menemukan ulat, ia membuka alat mulutnya yang seperti
sedotan dan menusukkan jarumnya ke dalam tubuh ulat untuk mengisap cairannya. Kepik Andrallus
merupakan pemangsa hama, antara lain ulat
jengkal dan ulat penggulung daun. Kepik Andrallus merupakan pemburu yang sangat efektif.
Daur hidup
Kepik Andrallus meletakkan kumpulan telur pada permukaan daun. Nimfa kepik Andrallus bentuknya
mirip dengan dewasa, tetapi lebih kecil dan tidak mempunyai sayap sempurna, jadi tidak dapat terbang.
Debu dan kotoran menempel pada badan beberapa jenis kepik, sehingga menjadi tersamar. Kepik
Andrallus dewasa berwarna coklat dengan garis putih pada pinggirnya, dan bintik putih pada
punggungnya.
Imago : kepik perisai
Kepik Andral
Cecopet ( EARWIGS )
Ordo Dermaptera
Sebagian jenis cecopet adalah pemangsa. Cecopet mudah dikenal karena ada penjepit pada ekornya.
Penjepit dipakai untuk mengambil dan memegang mangsanya, serta pertahanan diri. Kebanyakan jenis
cecopet aktif malam hari. Pada siang hari, mereka bersembunyi dalam tanah atau dalam bagian
tanaman. Malam hari dia keluar dan mencari telur, larva dan nimfa serangga yang badannya lembut.
Kadang-kadang dia menggerek ke dalam batang untuk mencari mangsa. Seekor cecopet dapat
memakan larva 20 sampai 30 ekor setiap hari. Dewasa ada yang bersayap atau tanpa sayap. Jenis-jenis
cecopet yang bukan pemangsa, memakan serasah tanaman.
Daur hidup
Telur diletakkan dalam lubang di dalam tanah atau diantara serasah. Cecopet betina menjaga telurnya
sampai menetas.
Nimfa kelihatan mirip dewasa kecuali berukuran lebih kecil dan sayapnya (jika ada) belum sempurna.
Nimfa berganti
kulit beberapa kali. Terakhir kali dia menjadi dewasa. Dewasa kawin dan kemudian betina bertelur.
Seekor cecopet dapat menghasilkan 200 sampai 300 butir telur setiap peletakan.
Imago : COCOPET
Katak, bunglon dan kadal ( FROGS AND LIZARDS )
Katak
Dimusim hujan sering terdengar paduan suara yang kompak dan riuh rendah dari arah genangan air di
sudut kebun. Konser ini dihasilkan oleh sekelompok bangkong atau katak. Kelompok bangkong ini juga
berjasa dalam mengurangi serbuan nyamuk dan serangga pengganggu lainnya. Ada katak yang
meloncat dan melayang dari satu daun ke daun yang lain atau dari cabang ke cabang lain. Ini dinamakan
katak terbang atau katak pohon (Rana rhacophorus). Semua jenis katak dapat berfungsi sebagai musuh
alami bagi serangga hama tanaman teh. Katak memakan ngengat, kepik dan serangga hama lainnya
yang ada pada tanaman teh.
Secara umum daur hidup katak dapat digambarkan seperti di kanan (lihat gambar).
Bunglon dan kadal
Bunglon dan kadal dapat menangkap dan memakan banyak jenis serangga, seperti kepik pengisap daun
teh (Helopeltis) dan ngengat. Bunglon dan kadal memang membantu mengendalikan hama di kebun .
TOKEK - CICAK
Sangat jarang sekali artikel yang menuliskan tentang tokek maupun cicak sebagai pengendali alami
serangga hama. Mengingat Tokek dan Cicak adalah hewan pemakan serangga, maka kemungkinan itu
dapat saja dimanfaatkan untuk pengendali populasi serangga. Tetapi keefektifan Tokek dan cicak masih
sangat sedikit penelitian yang meneliti hal ini. Pada akhir akhir ini banyak orang yang memburu tokek
maupun cicak karena nilai jualnya lumayan tinggi di pasaran. Baik untuk obat maupun untuk hal yang
lainnya.
Predator
Predator adalah organism yang hidup bebas yang memangsa organism lainnya. Predator dapat
menyerang dari mulai fase immature (pra dewasa) sampai dengan fase dewasa dari serangga mangsa.
Dan untuk mencapai fase dewasa, predator membutuhkan lebih dari satu individu inang.
Predator serangga di alam, terdiri dari burung,ikan, ampibi, reptile, mamalia dan arthropoda. Pada
umumnya yang biasanya digunakan sebagai agen biocontrol dalam pengendalian hama adalah serangga
dan tungau (mites).
Jenis – jenis predator :
1. Predator monofagus : adalah predator yang hanya memakan satu jenis mangsa
2. Predator oligofagus : memakan beberapa jenis mangsa
3. Predator polifagus : memakan banyak jenis mangsa.
Keuntungan dari predator yang bersifat polyfagus adalah bisa bertahan pada kondisi jumlah populasi
mangsa yang sedikit, karena bisa mendapatkan mangsa alternatif
Karakteristik Predator
1. Dapat membunuh mangsa dengan cepat
2. Hampir semua individu pada populasi mangsa/hama (jantan, betina., immature,
ataupun dewasa) dapat dimangsa oleh predator
3. Sinkronisasi antara predator dengan mangsa bukan merupakan suatu masalah.
Akan tetapi penggunaan predator dalam program pengendalian hama, tidak sebanyak penggunaan
parasitoid.
Sepuluh spesimen musuh alami baik yang predator
maupun parasitoid.
Ischideon scultellaris
Serangga ini merupakan lalat yang dianggap sebagai predator yang memangsa serangga kecil. Kakinya
panjang sekali dan warnanya hijau kilat yang cemerlang. Ia dapat berlari dengan cepat. Lalat ini dapat
ditemukan di kebun teh dan senang sekali hinggap di atas daun di bawah cahaya matahari. Lalat ini
adalah makhluk siang hari. Larva lalat menari adalah pemangsa kutu daun dan serangga kecil lain yang
efektif.
Daur hidup
Lalat dewasa meletakkan telur di dalam kolam air atau kayu lapuk. Larva dapat hidup di air, kayu
lapuk, batang rumput-rumputan, di bawah kayu dan juga ada yang bersifat parasit. Setelah larva
berganti kulit beberapa kali, dia menjadi kepompong. Lalat dewasa sering mengunjungi kebun dan
merupakan predator.
Verania afflicta
Eriborus argentiventes pilosus
Eriborus argenteopilosus termasuk ke dalam ordo Hymenopthera Famili Ichneumonidae, parasit ini
sering disebut parasit pinggang ramping yang memiliki ciri-ciri : Tubuh ramping berbentuk seperti
tabuhan, ukuran 3-40 mm. pada sayap depan terdapat gambaran seperti kepala kuda atau ada dua
pembuluh melintang, mempunyai dua recurrent vena. Antenna beruas 16 buah atau lebih, sedikitnya
setengah pajang tubuh. Ovipositor panjang (sampai 15 mm). Bervariasi dalam bentuk dan warna.
Beberapa berwarna kekuningan hitam, sebagian lagi mempunyai antenna yang pertengahannya
kekuningan atu keputihan. Pupa mempunyai bentuk yang bervariasi, masing-masing jenis mempunyai
bentuk yang khas.
Hampir di setiap tempat dijumpai anggota ini, baik di lahan basah maupun kering. Mencari mangsa di
bagian atas tajuk daun. dengan menggunakan ovipositornya yang panjang, mereka dapat menemukan
larva hama meskipun berada di dalam jaringan tanaman. Induk dapat meletakkan beberapa butir telur
dalam satu inang. Berperan sebagai parasitoid larva Croccidolomia pavonana pada kubis. Slain itu dapat
pula sebagai Parasitoid larva untuk Ulat Buah (Helicoverpa armigera Hubn.)
Macomia magnifera
Serangga yang terkenal dengan nama capung ini termasuk pada ordo odonata, pada genus Macromia
disebut capung penyaring sungai yang merupakan jenis besar yang terdapat sepanjang pinggir-pinggir
daunau atau sungai. Capung merupkan penerbang cepat , berwarna cokelat dengan tanda kekuning-
kuningan pada toraks dan abdomen serta mempunyai mta yang hijau cemerlang.
Harmonia octomaculata
Harmonia octomaculata merupakan serangga predator yang termasuk ke dalam ordo coleoptera.
Serangga ini terkenal dengan ukuran kecil dan seringkali berbintik atau berpita dengan warna
cemerlang dan cembung. Kepala tersembunyi dari atas oleh pronotum yang meluas, pada serangga
dewasa sering dalam kelompok – kelompok besar di bawah daun pada tumbuhsn di msns terdapat
banyak aphid.
Verania lineata
Manthis spp.
Serangga yang lebih dikenal dengan belalang sembah merupakan serangga yang berjalan lamban, besar
dan memanjang yang penapilannya menanjukan karena keaneha tungkai belakang yang mengalami
modifikasi. Serangga jenis ini merupakan predator atau pemangsa tingkat tinggi dan makan segala
macam serangga (termasuk belalang sembh lainnya). Biasanya belalang sembah akan menunggu mangsa
dengan posisi diam dan menuggu mangsa dengan tungkai-tungkai depan diangkat ke atas. Belalang
sembah sangat bermanfaat sebagai agen pengontrol biologik, dan orang dapat menempatkannya di
kebun untuk mengendalikan serangga hama.
Sycanus annulicornis
Leptogaster sp.
Serangga yang termasuk ke dalam golongan ordo hymenopter ini adalah serangga satu kelompok
penting dan sangt besar, dan anggota-anggotanya adalah parasit-parasit dari serangga lain.
Menggunakan Serangga Pemangsa dan parasitoid
sebagai Pengendalian Hama
1. Hama adalah makhluk hidup yang menjadi pesaing, perusak, penyebar penyakit, dan
pengganggu semua sumber daya yang dibutuhkan manusia. Definisi hama bersifat relatif dan
sangat antroposentrik berdasarkan pada estetika, ekonomi, dan kesejahteraan pribadi yang
dibentuk oleh bias budaya dan pengalaman pribadi.
2. Pengkategorian serangga hama didasarkan pada sumber daya yang dipengaruhinya. Tiga
kategori umum hama serangga adalah hama estetika, hama kesehatan, serta hama pertanian
dan kehutanan. Hama estetika mengganggu suasana keindahan, kenyamanan, dan kenikmatan
manusia. Hama kesehatan menimbulkan dampak pada kesehatan dan kesejahteraan manusia
berupa luka, ketidaknyamanan, stress, sakit, pingsan, dan bahkan kematian. Sekitar 50% dari
seluruh jenis serangga penghuni bumi merupakan serangga herbivora yang dapat merusak
tanaman pertanian dan kehutanan secara langsung atau pun tidak langsung.
3. Pertanian monokultur dengan varietas tanaman yang berproduksi tinggi telah
menyediakan pasokan makanan yang seragam kualitasnya dan tidak ada habis-habisnya bagi
serangga herbivor. Sistem monokultur juga telah menciptakan kondisi lingkungan yang sangat
mendukung bagi peningkatan laju reproduksi dan laju kelangsungan hidup serangga herbivora.
Keduanya menjadi pemicu ledakan hama serangga di lahan pertanian.
4. Pertanian monokultur biasanya menerima asupan energi berupa pupuk buatan dan
pestisida. Jika insektisida yang digunakan untuk mengendalikan populasi hama ternyata juga
membunuh atau mengusir musuh alami hama, maka akan terjadi pertukaran dari agen
pengendali jangka panjang (musuh alami) ke agen pengendali jangka pendek (insektisida
kimia). Apabila pengaruh pengendali kimia tidak ada maka populasi hama akan tumbuh tidak
tertahan di lingkungan yang bebas dari musuh alaminya.
5. Sebagian besar taktik pengendalian hama tidak pernah 100 % efektif. Biasanya akan ada
sejumlah kecil hama yang mampu bertahan hidup untuk bereproduksi dan menurunkan materi
genetiknya kepada generasi selanjutnya. Apabila materi genetik tersebut membawa gen (atau
alel) resisten terhadap insektisida, maka taktik pengendalian yang pernah diterapkan akan
kurang efektif terhadap generasi barunya. Populasi hama resisten dapat mencapai ledakan
dengan cepat kecuali jika kita mengubah atau memperbarui taktik pengendalian sehingga
menjadi lebih efektif.
6. Mekanisme lain yang menyebabkan ledakan hama adalah perpindahan makhluk hidup,
baik sengaja ataupun tidak sehingga mampu melintasi berbagai penghalang geografi antar
negara. Jenis-jenis introduksi tersebut menikmati iklim yang sesuai, makanan melimpah, dan
tidak ada musuh alami, sehingga populasinya berkembang dengan sangat cepat dan menyebar
luas ke lokasi-lokasi lainnya.
7. Sekarang banyak konsumen menginginkan buah dan sayuran yang bebas sama sekali
dari serangga (zero tolerance) dan tidak akan mentoleransi adanya kontaminasi atau kerusakan
sedikitpun karena serangga. Produsen telah ditekan oleh konsumen untuk menerapkan praktek
pengendalian hama yang lebih keras sehingga dihasilkan komoditas yang diinginkannya.
Konsumen tidak menyadari jika penggunaan pestisida yang intensif akan diikuti oleh resurgensi
hama dan perkembangan hama sekunder karena tidak ada lagi musuh alaminya, serta
munculnya hama resisten terhadap insektisida.
Analisa Ekonomi Pengendalian Hama
1. Bioekonomi adalah ilmu yang
mempelajari hubungan antara jumlah hama,
respons tanaman terhadap luka karena
serangan hama, dan kerugian ekonomi yang
ditimbulkannya. Bioekonomi membentuk
dasar dari penilaian dan pengambilan
keputusan dalam pengendalian hama,
misalnya konsep tingkat luka ekonomi
(economic injury level) yang dicetuskan oleh
Stern et al. (1959).
2. Ahli entomologi mendefinisikan luka (injury) sebagai kerusakan fisik suatu komoditas
akibat keberadaan atau aktivitas hama, sedangkan kerusakan (damage) didefinisikan sebagai
kerugian nilai moneter suatu komoditas akibat luka. Setiap tingkat serangan hama akan
menghasilkan luka, tetapi tidak semua tingkat luka akan menghasilkan kerusakan.
3. Untuk melihat hubungan antara kepadatan populasi hama serangga dan kerugian
ekonomi maka para ahli entomologi telah mengembangkan konsep tingkat luka ekonomi
(economic injury level) sebagai tanggapan untuk menemukan cara penggunaan insektisida yang
lebih rasional.
4. Tingkat luka ekonomi (TLE) adalah konsep yang sangat berguna, namun tidak perlu
menunggu hingga populasi hama mencapainya untuk memulai operasi pengendalian. Jadi, lebih
baik memulai operasi pengendalian sebelum hama mencapai TLE. Untuk itu para ahli
entomologi mengembangkan konsep ambang ekonomi (economic threshold) atau ambang aksi
(action threshold). Ambang ekonomi (AE) adalah suatu indeks untuk pengambilan keputusan
dalam pengelolaan hama.
5. Ambang ekonomi dapat ditentukan secara subjektif atau objektif. Penentuan secara
subjektif merupakan pendekatan kasar karena tidak didasarkan pada penghitungan TLE dan
penentuannya hanya didasarkan pada pengalaman para praktisi. Ambang ekonomi objektif,
sebaliknya, didasarkan pada penghitungan TLE dan nilainya akan berubah mengikuti perubahan
di dalam variabel utama dari TLE.
6. Berdasarkan kepentingan ekonomi manusia, hama serangga dapat dikelompokkan
menjadi hama utama, hama minor, hama potensial, hama sekunder atau sporadis, dan hama
kunci. Hama serangga juga dapat dikelompokkan berdasarkan seberapa sering manusia
mengendalikannya, yaitu hama persisten, hama kadangkala, dan hama tidak umum atau tidak
sering.
Serangga Pemangsa
1. Secara umum, pemangsa didefinisikan sebagai makhluk hidup yang memakan makhluk
hidup lainnya. Pemangsaan merupakan suatu cara hidup yang sumber makanannya diperoleh
dengan menangkap, membunuh, dan memakan hewan lain.
2. Pemangsa dari kelompok arthropoda terdiri atas sejumlah besar jenis serangga,
ditambah dengan laba-laba dan tungau pemangsa. Di dunia ini diperkirakan ada sekitar 200.000
jenis pemangsa arthropoda, termasuk berbagai jenis laba-laba dan tungau pemangsa. Serangga
pemangsa terdiri atas lebih dari 16 bangsa dan kurang lebih 2000 suku.
3. Karakteristik umum serangga pemangsa:
a. mengkonsumsi banyak individu mangsa selama hidupnya,
b. umumnya berukuran sebesar atau relatif lebih besar daripada mangsanya,
c. menjadi pemangsa ketika sebagai larva/nimfa, dewasa (jantan dan betina), atau keduanya,
d. pemangsa menyerang mangsa dari semua tahap perkembangan,
e. biasanya hidup bebas dan selalu bergerak,
f. mangsa biasanya dimakan langsung,
g. biasanya bersifat generalis,
h. seringkali memiliki cara khusus untuk menangkap dan menaklukkan mangsanya.
4. Beberapa bangsa serangga yang penting sebagai pemangsa dalam pengendalian alami
dan hayati, antara lain adalah Coleoptera, Hemiptera, Neuroptera, dan Diptera. Kelompok
pemangsa penting yang bukan serangga adalah laba-laba dan tungau pemangsa.
Pemilihan Mangsa
1. Istilah-istilah yang sering dipakai untuk menggambarkan kisaran mangsa adalah
monofagus (pemakan satu jenis mangsa), oligofagus atau stenofagus (pemakan beberapa jenis
mangsa yang masih berkerabat), dan polifagus (pemakan banyak jenis mangsa dari kelompok
yang berbeda). Pemangsa monofagus dan oligofagus disebut juga spesialis, sedangkan
pemangsa polifagus disebut generalis.
2. Di alam, lebih banyak ditemukan pemangsa polifagus atau oligofagus daripada
pemangsa monofagus. Kisaran hama yang sempit pada pemangsa oligofagus sering kali
didasarkan pada keterkaitan taksonomi mangsa.
3. Pengetahuan mengenai filogeni pemangsa dan mangsa sangatlah penting untuk
memahami kekhususan mangsa dan preferensi mangsa.
4. Tipe mangsa yang dimakan oleh pemangsa merupakan interaksi dari berberapa faktor
(fisiologi, perilaku, dan ekologi), yaitu:
a. ketersediaan/kelimpahan relatif dari tipe mangsa yang khusus,
b. perilaku pemangsa dalam mencari makan,
c. kesesuaian nutrisi mangsa, dan
d. risiko pemangsaan yang berasosiasi dengan upaya dalam memperoleh [Link]
keempat faktor di atas, perilaku oviposisi betina berperan penting dalam menentukan mangsa
yang tersedia untuk larvanya.
5. Secara tradisional perilaku pemilihan mangsa atau inang dibagi menjadi empat
komponen yang sering kali digabungkan bersama, yaitu penentuan lokasi habitat mangsa,
penentuan lokasi mangsa, penerimaan mangsa, dan kesesuaian hama. Dalam proses pemilihan
mangsa, umumnya pemangsa menggunakan kombinasi pertanda fisik (penglihatan dan
sentuhan) dan pertanda kimiawi (bau dan rasa).
6. Senyawa kimia semio (semiochemical) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai
media komunikasi makhluk hidup, terdiri atas feromon (pheromone) dan senyawa kimia allelo
(allelochemical). Feromon digunakan untuk komunikasi intraspesifik, sedangkan senyawa kimia
allelo digunakan untuk komunikasi interspesifik. Senyawa allelo disebut kairomon (kairomone)
jika yang menerima pesan memperoleh keuntungan dan disebut alomon (allomone) jika yang
memberi pesan memperoleh keuntungan dan penerima menderita kerugian. Kecuali itu, ada
sinomon (synomone) yang menguntungkan pemberi dan penerima pesan, serta apneumon
(apneumone) yang dikeluarkan oleh materi tidak hidup dan menguntungkan penerimanya.
7. Di samping pertanda visual, senyawa volatil kairomon dan sinomon (sebagai pertanda
kimia) juga merupakan pemikat bagi kehadiran jenis-jenis pemangsa tertentu di habitat
mangsanya.
8. Untuk beberapa jenis pemangsa, penentuan lokasi mangsa menggunakan pertanda
berupa campuran sinergis senyawa-senyawa yang dihasilkan baik oleh tanaman maupun
mangsa.
9. Probabilitas sejenis mangsa untuk diterima oleh pemangsa tergantung pada kualitas
jenis mangsa lain yang ada di lingkungannya. Kisaran hama yang diserang akan lebih sempit
apabila hama berkualitas tinggi kelimpahanya tinggi dan melebar jika kelimpahannya rendah.
10. Pemangsa yang sudah menerima mangsa mungkin akan melanjutkan dengan
memakannya sebagai sumber energi untuk perkembangan dan reproduksinya. Namun, jika
mangsa tidak sesuai karena kualitas nutrisinya rendah, pemangsa akan menolaknya atau terus
melanjutkan makannya tetapi dengan konsekuensi yang buruk.
11. Beberapa karakteristik musuh alami, termasuk pemangsa, yang diinginkan untuk
keberhasilan pengendalian hayati adalah sebagai berikut:
a. memiliki kemampuan mencari yang baik,
b. memiliki kekhususan mangsa/inang,
c. memiliki laju reproduksi yang tinggi,
d. memiliki kemampuan adaptasi yang baik di habitat mangsa/inang,
e. memiliki daur hidup yang sinkron dengan mangsa/inang,
f. memiliki kemudahan untuk diperbanyak.