0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
577 tayangan14 halaman

Klasifikasi dan Morfologi Alang-Alang

Dokumen tersebut membahas beberapa jenis gulma dan tumbuhan liar yang sering ditemukan di Indonesia, termasuk alang-alang, rumput grinting, rumput bebek, kaso, leptochloa chinensis, teki ladang, putri malu, rumput kenop, bundung, rumput jarum, dan bebandotan. Informasi tentang klasifikasi, habitat, dan ciri-ciri masing-masing jenis tumbuhan tersebut diberikan.

Diunggah oleh

Melda Sitorus
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
577 tayangan14 halaman

Klasifikasi dan Morfologi Alang-Alang

Dokumen tersebut membahas beberapa jenis gulma dan tumbuhan liar yang sering ditemukan di Indonesia, termasuk alang-alang, rumput grinting, rumput bebek, kaso, leptochloa chinensis, teki ladang, putri malu, rumput kenop, bundung, rumput jarum, dan bebandotan. Informasi tentang klasifikasi, habitat, dan ciri-ciri masing-masing jenis tumbuhan tersebut diberikan.

Diunggah oleh

Melda Sitorus
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Imperata cylindrica (alang alang atau lialang)

Klasifikasi

Divisio : Angiospermae (Spermatophyta)

Class : Monocotyledonae

Ordo : Poales (Glumiflorae)

Familia : Gramineae (Poaceae)

Genus : Imperata

Species : Imperata cylindrica

Nama lokal : alang-alang, halalang

Alang-alang dapat berbiak dengan cepat, dengan benih-benihnya yang tersebar cepat bersama angin,
atau melalui rimpangnya yang lekas menembus tanah yang gembur. Berlawanan dengan anggapan
umum, alang-alang tidak suka tumbuh di tanah yang miskin, gersang atau berbatu-batu. Rumput ini
senang dengan tanah-tanah yang cukup subur, banyak disinari matahari sampai agak teduh, dengan
kondisi lembap atau kering. Di tanah-tanah yang becek atau terendam, atau yang senantiasa ternaungi,
alang-alang pun tak mau tumbuh. Gulma ini dengan segera menguasai lahan bekas hutan yang rusak
dan terbuka, bekas ladang, sawah yang mengering, tepi jalan dan lain-lain.
2. Rumput grinting (CynodonDactylon)

Klasifikasi :

Kingdom : Plantae (tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Sub Kelas : Commelinidae

Ordo : Poales

Famili : Poaceae (suku rumput-rumputan)

Genus : Cynodon

Spesies : Cynodon dactylon (L.) Pers.

Nama lokal : rumput grinting, rumput bermuda, suket grintingan(jawa), kakawatan (sunda).

Habitatnya Cynodon dactylon adalah tumbuh paling bagus pada suhu di atas 24 °C. Jenis initoleran
terhadap kekeringan. Tumbuh paling baik pada tanahberdrainase baik tetapi toleran terhadap banjir
yang [Link] terhadap kisaran pH tanah yang luas, tetapi pH optimal adalahdi atas 5.5.
Juga toleran terhadap kesuburan tanah yang rendah tetapitidak toleran terhadap naungan.
Penyebarannya selaindari akar yang dapat membuat rimpang dengan cepat juga melalui
[Link] buah ini yang dapat meluas.

Rumput Cynodon dactylon, tumbuh di pinggir saluran irigasi. Akarnya yang berkembang pesat dan
menangkap lumpur yang ada disaluran. Sering ditemui saluran irigasi menyempit karena ditumbuhi
rumput ini. Mungkin banyak dampak lainyang ditemui di berbagai tempat, dampak tersebut yang paling
dirasakan sangat merugikan.

3. Echinochloa colona (L.) (Rumput Bebek)

Klasifikasi Rumput Bebek :

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Sunkingdom : Tracheophyta (Tumbuhan berpembuluh)

Divisi : Spermatophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Monocotyledonae (Berkeping satu)

Ordo : Poales

Famili : Poaceae

Genus : Echinochloa

Spesies : Echinochola colona

Nama lokal : rumput bebek


Rumput bebek (Echinochloa colona) adalal tumbuhan rumput yang tumbuh liar. Rumput ini biasanya
ditemukan di area sekitar pinggir jalan, rumah, atau di sekitar sekolah.

Rumput bebek atau Echinochloa colona merupakan jenis rumput yang memiliki akar serabut. Rumput ini
memiliki daun yang berwarna hijau. Rumput bebek juga berkembangbiak menggunakan bunganya.

4. Kaso (Saccharum spontaneum L.)

Klasifikasi

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Sub Kelas : Commelinidae

Ordo : Poales

Famili : Poaceae (suku rumput-rumputan)

Genus : Saccharum

Spesies : Saccharum spontaneum L

Nama lokal : Kaso, gelagah, glagah

Saccharum spontaneum mulai tumbuh dari daerah di atas permukaan laut hingga ketinggian 1700 m
dpl. Tumbuhan ini memerlukan lingkungan dengan curah hujan tinggi yang biasanya dapat mencapai
1500 mm per tahun, dan tumbuhan ini juga dapat tumbuh pada kisaran tipe tanah yang beragam, mulai
dari tanah aluvial di tepi sungai hingga tanah berpasir bekas daerah pertambangan.

5. Leptochloa chinensis

Klasifikasi

Kingdom : Plantae

Superdivision : Spermatophyta

Division : Magnoliophyta

Class : Liliopsida

Subclass : Commelinidae

Ordo : Cyperales

Family : Poaceae

Genus : Leptochloa P. Beauv.

Species : Leptochloa chinensis (L.) Nees (Ferreira L, 2005)

Nama lokal :Bobontengan

Habitat Lahan basah, rawa, atau sungai di daerah dataran rendah terbuka. Dapat tumbuh di tanah berat
atau ringan, sepanjang sungai dan saluran air, di lahan sawah
B. Gulma teki-tekian

1 . Cyperus rotundus (teki ladang)

Klasifikasi

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Sub Kelas : Commelinidae

Ordo : Cyperales

Famili : Cyperaceae

Genus : Cyperus

Spesies : Cyperus rotundus L.

Nama lokal : teki ladang

Teki ladang atau Cyperus rotundus adalah gulma pertanian yang biasa dijumpai di lahan terbuka.
Apabila orang menyebut "teki", biasanya yang dimaksud adalah jenis ini, walaupun ada banyak jenis
Cyperus lainnya yang berpenampilan mirip.
Teki sangat adaptif dan karena itu menjadi gulma yang sangat sulit dikendalikan. Ia membentuk umbi
(sebenarnya adalah tuber, modifikasi dari batang) dan geragih (stolon) yang mampu mencapai
kedalaman satu meter, sehingga mampu menghindar dari kedalaman olah tanah (30 cm). Teki
menyebar di seluruh penjuru dunia, tumbuh baik bila tersedia air cukup, toleran terhadap genangan,
mampu bertahan pada kondisi kekeringan

2. Mimosa pudica (putri malu )

Klasifikasi

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas : Rosidae

Ordo : Fabales

Famili : Fabaceae (suku polong-polongan)

Genus : Mimosa

Spesies : Mimosa pudica Duchass. & Walp

Nama lokal : Putri malu, si kejut, riyud


Putri malu atau Mimosa pudica adalah perdu pendek anggota suku polong-polongan yang mudah
dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/"layu" dengan sendirinya saat
disentuh. Walaupun sejumlah anggota polong-polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu
bereaksi lebih cepat daripada jenis lainnya. Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah beberapa
menit keadaannya akan pulih seperti semula

3. Rumput Kenop (Cyperus kyllingia)

Klasifikasi

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Sub Kelas : Commelinidae

Ordo : Cyperales

Famili : Cyperaceae

Genus : Cyperus

Spesies : Cyperus kyllingia Endl.

Nama lokal : Rumput kenop, wudelan


tanaman ini tumbuh liar di tempat terbuka / sedikit terlindung dari sinar matahari dan pada ketinggian
1-1000 m dpl pada bermacam-macam tanah.

perbanyakan dapat secara generatif, dengan biji dan vegetatif, rimpang (stolon). Pengendalian : dengan
cara kimiawi, 2 lb MSMA ditambah 1 lb 2,4-D dan 1 Pt Surfactant dalam 40 galon air diberikan dalam
interval satu minggu atau penyemprotan Roundup dosis 100-120 setiap 15 liter air atau paracol dosis
100-120 cc tiap 15 liter air

4. Bundung (Scirpus grossus)

Klasifikasi

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Sub Kelas : Commelinidae

Ordo : Cyperales

Famili : Cyperaceae

Genus : Scirpus

Spesies : Scirpus grossus Linne


Nama lokal : Bundung, lingi, reduk, walingi, wlingen, wlingian, endong, penjalinan

S. grossus, termasuk gulma tahunan yaitu gulma yang umurnya lebih dari 2 tahun. Gulma ini umumnya
berkembang biak secara vegetatif dan generatif. Memiliki organ perkembangbiakan berupa stolon /
rimpang yaitu batang yang menjalar dalam tanah, pada setiap buku / ruas dapat tumbuh tunas dan akar
menjadi individu baru. Pemotongan organ-organ tersebut biasanya terjadi saat pengolahan tanah.

S. grossus pada umumnya hidup di lahan basah (daerah berair), namun dapat pula ditemukan di daerah
tanah yang subur dengan sirkulasi yang baik.

5. Rumput Jarum (Andropogon aciculatus)

Klasifikasi

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Sub Kela : Commelinidae

Ordo : Poales

Famili : Poaceae (suku rumput-rumputan)

Genus : Andropogon
Spesies : Andropogon aciculatus

Nama lokal : Rumput jarum, domdoman.

Rumput jarum (Andropogon aciculatus), rumput jenis ini terdapat di kawasan yang rumputnya tidak
tebal dan tanahnya tidak banyak kandungan humus atau tanah yang sedikit keras. Rumput ini
mempunyai tinggi 3 - 5 cm, jika di bawah sinar matahari dan 10 - 15 cm bila ada di tempat yang teduh.

C. Berdaun lebar

1. Ageratum conyzoides L(bebandotan)

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Super Divis : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kela : Asteridae

Ordo : Asterales

Famili : Asteraceae

Genus : Ageratum

Spesies : Ageratum conyzoides L.

Bandotan (Ageratum conyzoides) adalah sejenis gulma pertanian anggota suku Asteraceae. Terna
semusim ini berasal dari Amerika tropis, khususnya Brazil, akan tetapi telah lama masuk dan meliar di
wilayah Nusantara. Disebut juga sebagai babandotan atau babadotan (Sd.); wedusan (Jw.); dus-bedusan
(Md.); serta Billygoat-weed, Goatweed, Chick weed, atau Whiteweed dalam bahasa Inggris, tumbuhan
ini mendapatkan namanya karena bau yang dikeluarkannya menyerupai bau kambing.

2. Oxalis corniculata L.( cacalincingan)

Klasifikasi

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas : Rosidae

Ordo : Geraniales

Famili : Oxalidaceae (suku belimbing-belimbingan)

Genus : Oxalis

Spesies : Oxalis corniculata Linn

Nama lokal : Semanggi gunung

tempat tumbuhnya tumbuh di tegalan, kebun sepanjang tembok dan pagar, tanggul kecil dan jalan
setapak di hutan, tumbuh baik pada ketinggian mencapai 1300 m dpl.

Perbanyakan :perbanyakan dilakukan secara generatif, dengan biji


Pengendalian : secara kimiawi dengan cara pemberian herbisida. trifuralin dengan dosis 2-8 kg bahan
aktif/ha. Bila terdapat dalam jumlah banyak maka yang digunakan adalah velapon 50 EC. Sementara
metil Bromida Rofan dan daramut setelah fangasi terhadap media tumbuh.

3. Bayam duri (Amaranthus spinosus L.)

Klasifikasi

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas : Hamamelidae

Ordo : Caryophyllales

Famili : Amaranthaceae (suku bayam-bayaman)

Genus : Amaranthus

Spesies : Amaranthus spinosus L.

Nama lokal : bayam kerui (Lampung); senggang cucuk (Sunda); bayam eri, bayam raja, bayam roda,
bayam cikron (Jawa); tarnyak duri, tarnyak lakek (Madura); bayam kikihan, bayam siap, kerug pasih
(Bali); kedawa mawau, karawa rap-rap, karawa in asu, karowa kawayo (Minahasa); sinau katinting
(Makassar); podo maduri (Bugis); maijanga, ma hohoru (Halmahera Utara); baya (Ternate); loda
(Tidore).
Tanaman ini termasuk familia Amaranthaceae. Tumbuhan ini banyak tumbuh liar di kebun-kebun, tepi
jalan, tanah kosong dari dataran rendah sampai dengan ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut.
Tingginya dapat mencapai 1 meter. Tumbuhan ini dapat dikembangbiakkan melalui bijinya yang bulat,
kecil dan [Link] tanda khas dari tumbuhan bayam duri yaitu pada pohon batang, tepatnya di
pangkal tangkai daun terdapat duri, sehingga orang mengenal sebagai bayam duri. Bayam duri tumbuh
baik di tempat-tempat yang cukup sinar matahari dengan suhu udara antara 25 - 35 Celcius.

Anda mungkin juga menyukai