0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
182 tayangan9 halaman

Pusat Penyebaran Tanaman dan Genetik

Pusat penyebaran tanaman merupakan daerah dimana terdapat keragaman genetik tanaman tertentu. Vavilov mengelompokkan delapan pusat penyebaran tanaman utama di dunia. Untuk menjaga keragaman genetik, dibentuk pusat-pusat bank plasma nutfah yang mengoleksi, meneliti, dan menyimpan sampel genetik tanaman.

Diunggah oleh

siti musdalifa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
182 tayangan9 halaman

Pusat Penyebaran Tanaman dan Genetik

Pusat penyebaran tanaman merupakan daerah dimana terdapat keragaman genetik tanaman tertentu. Vavilov mengelompokkan delapan pusat penyebaran tanaman utama di dunia. Untuk menjaga keragaman genetik, dibentuk pusat-pusat bank plasma nutfah yang mengoleksi, meneliti, dan menyimpan sampel genetik tanaman.

Diunggah oleh

siti musdalifa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penyebaran dan perkembangan tanaman budi daya (cultivar) tidak dapat dipisahkan dari
perkembangan kehidupan manusia. Sejak mulai hidup menetap, manusia mulai
membudidayakan jenis-jenis tanaman yang diperlukan. Mereka mencari bahan-bahan
pertanaman dihutan untuk dibudidayakan dilahan tempat mereka hidup menetap. Berawal
dari sini, pertanian mulai berkembang dari cara ynag paling sederhana sampai sekarang,
sesuai dengan kemajuan teknologi. Dalam memilih tanaman yang tumbuh liar untuk
digunakan sebagai bahan pertanaman berikutnya, secara naluri mereka memilih tanaman
yang populasinya baik.

Pusat penyebaran tanaman dapat dikatakan merupakan asal dari tanaman budidaya. Pusat
ini merupakan satu atau lebih daerah yang di dalamnya terdapat banyak variasi suatu spesies
tanaman termasuk jenis liarnya. Oleh karena itu, bila pemulia ingin memeperoleh macam
tanaman suatu spesies maka perlu mengetahui dimana pusat penyebarannya.

Penyebaran yang tinggi di suatu daerah tertentu mungkin di sebabkan oleh adanya kisaran
besar dari lingkungan pada tempat yang jaraknya tidak berjauhan, misalnya tanah
pegunungan dengan banyak lembah-lembah cukup dalam dan lebar sehingga membedakan
lingkungannya. Jadi perbedaan spesies terjadi akibat pengaruh lingkungan berbeda terus
menerus. Ditambah dengan adanya segresi dari hasil persilangan diantara kelompok tanaman
di suatu bagian daerah itu akan memperbesar perbedaan yang ada dan sekaligus memperbesar
variasinya.

Pemuliaan tanaman adalah usaha-usaha yang dilakukan untuk mengubah susunan genetik
tanaman, baik individu maupun secara bersama-sama (populasi) dengan tujuan tertentu.
Pemuliaan tanaman kadang-kadang disamakan dengan penangkaran tanaman, kegiatan
memelihara tanaman untuk memperbanyak dan menjaga kemurnian; pada kenyataannya,
kegiatan penangkaran adalah sebagian dari pemuliaan. Selain melakukan penangkaran,
pemuliaan berusaha memperbaiki mutu genetik sehingga diperoleh tanaman yang lebih
bermanfaat

1.2 Rumusan Masalah


Bagaimana sistem pusat penyebaran plasma nutfah?

1.2 Tujuan
Makalah ini ditulis mengharapkan pembaca mengetahui secara singkat tentang pusat
penyebaran tanaman.

BAB 2. PEMBAHASAN

2.1 Daerah Pusat Keragaman Tanaman

Adanya keragaman tanaman merupakan faktor penting dalam pemuliaan tanaman;


tanpa adanya kergaman tidak dapat dilakaukan pemlilihan. Seperti telah disebutkan bahwa
mula – mula orang memilih tanaman yang dikehendaki dari keragaman yang dijumpai secara
alami yang masih tumbuh liar disuatu wilayah.

Pada awal abad XX , sesudah perang dunia pertama, penyelidik berkebangsaan Rusia,
Vavilicov dkk., mengadakan perjalanan ekspedisi ilmiah menjelajahi bagian dunia untuk
mengetahui keberadaan keragaman tanaman, khususnya tanaman – tanaman yang sudah
diusahakan. Berdasarkan hasil ekspedisi tersebut, diadakan pemilahan tanaman berdasarkan
letak geografis genetiknya, yang kemudian dikatakan sebagai pusat perkembangan kelompok
tanaman tertentu atau pusat gen dari tanaman tersebut. Jadi yang disebut sebagai pusat gen
adalah suatu daerah atau wilayah tempat terdapatnya suatu jenis tanaman dalam kelompok
besar dan secara genetik mempunyai kesamaan sifat.

Untuk tanaman yang diusahakan, vavilov mengelompokan delapan pusat gen yang
terlentak antara 10o-40o lintang. Antara pusat yang satu dan yang lainnya dipisahkan oleh
pegunungan yang tinggi, padang rumput, padang pasir, dan lautan yang luas sehingga
tanaman yang satu dan yang lainnya merupakan satu kesatuan sendiri dan terpisah dalam
perkembangannya. Hal ini diperkirakan terjadi karena adanya mutasi dan inbreeding.

Pusat gen primer adalah suatu daerah yang sejak permulaan sudah terdapat keragaman
suatu tanaman tertentu, sedangkan pusat gen sekunder merupakan suatu daerah yang
memiliki keragaman tanaman karena terjadi persilangan-persilangan secara alami antara
suatu jenis tanaman yang mempunyai kedekatan hubungan kekeluargaan sehingga
membentuk kelompok tanaman dengan suatu keragaman yang baru. Delapan pusat gen yang
ada di dunia sebagai berikut:

1. China, merupakan daerah yang paling luas, pusat keragaman berbagai tanaman yang
baik tanaman dataran rendah maupun dataran tinggi diantaranya adalah tanaman
cerealia (padi- padian), lobak, kayu manis, bawang merah, jeruk, dll.
2. Hindustan. Daerah yang membentang dari Birma sampai Assam antara lain
merupakan pusat keragaman tanamaan padi, kapas, mangga, dan jeruk. Vavilov
menambahkan bahawa asia tenggara (Indochina dan Melanessia) merupakan daerah
pusat keragaman tanaman tebu dan pisang.
3. Asia Tengah, meliputi daerah India seblah barat mulai Punjab, Kasmir, Afganistan,
sampai daerah bekas Rusia bagian selatan dan China bagian barat. Daerah ini antara
lain merupakan pusat keragaman tanaman sejenis gandum, kapri, bawang, bayam,
anggur, dll.
4. Timur dekat, meliputi daerah asia kecil, Iran, transkaukasa, dan dataran tinggi
Turkmenistan. Daerah ini merupakan pusat keragaman beberapa tanaman gandum,
wijen, lobak, kurma, dll.
5. Mediterania merupakan pusat keragaman beberapa tanaman gandum, beberepa jenis
makanan ternak, adas, menthol, dll.
6. Abyssian beberapa tanaman dengan keragamannya terdapat didaerah ini, antara lain
jewawut (makanan burung), beberapa tanaman gandum, wijen, jarak, kopi, juga
terdapat keragaman tanaman kol dan bawang merah.
7. Meksiko selatan dan amerika tengah. Daerah ini merupakan pusat keragaman
tanaman jagung, kacang-kacangan, ubi jalar, beberapa jenis tanaman Lombok,
avokad, dll.
8. Amerika selatan, daerah ini meliputi peru, ekuador, dan Bolivia. Beberapa tanaman
yang keragamannya terdapat di daerah ini adalah sejenis kentang, sejenis jagung,
tomat, kacang-kacangan, jambu biji, dan beberapa jenis tembakau. Vavilov
membedakan pusat gen amerika selatan ini menjadi dua sub-pusat, yaitu:
a. Sub-pusat chili yang merupakan daerah pusat keragaman tanaman kentang
b. Sub-pusat brasilia dan Paraguay yang merupakan pusat keragaman tanaman ketela
pohon, kacang tanah, kakao, karet, nanas dan pala.

Berdasarkan beberapa pengamatan, Vavilov juga menyatakan bahwa antara spesies


tanaman yang berdekatan hubungan kekeluargaannnya mempunyai variabilitas yang
bersamaan, misalnya diantara beberapa spesies tanaman gandum, antara tanaman barley dan
oats. Bahkan kesamaaan variabilitas yang dimiliki tidak terbatas pada sifat – sifat morfologi
teatpi juga sifat – sifat fisiologi, misalnya ketahanan terhadap suhu ekstrem dan kandungan
zat – zat yang dimiliki. Kondisi tersebut oleh Darwin disebut variabilitas yang pararel,
sedangkan Vavilov menyebutnya sebagai the law of equitable variability atau the law of
homologous series. Jadi, bila pada suatu spesies tanaman ditemukan serangkaian sifat yang
memberikan variabilitas, spesies tanaman lain yang masih berdekatan hubungan
kekeluargaannya akan cenderung mempunyai variabilitas yang bersamaan. Pusat Bank
Plasma Nutfah (Center of Germ Plasm Bank).

2.2 Pusat Bank Plasma Nutfah

Untuk mengurangi laju penyusutan keberadaan keragamaan berbagai jenis tanaman,


banyak negara melalui lembaga – lembaganya, baik secara nasional maupun internasional,
mengadakan upaya penyelamatan dengan mengadakan koleksi dan inventarisasi. Lembaga
yang menangani bidang ini disebut pusat bank plasma nutfah. Fungsi lembaga ini antara lain
melakukan koleksi dan inventarisasi dengan jalan eksplorasi dan konservasi berbagai jenis
tanaman untuk diselamatkan dari kepunahan sehingga dapat dimanfaatkan lebih lanjut. Selain
itu, lembaga ini melakukan karantina dan menjalin hubungan dengan kelembagaan di negara
lain untuk melakukan pertukaran informasi dan pertukaran bahan koleksi. Dengan kemajuan
ilmu dan teknologi perbenihan, suatu biji dapat disimpan sampai jangka waktu lebih lama.
Beberapa lembaga yang mengurusi bank plasma nutfah antara lain sebagai berikut :

1. IRRI (the International Rice Research Institute) berkedudukan di Los Banos, Filipina.
Lembaga ini mengoleksi dan mengonservasi tanaman padi, diperkirakan lebih dari
50.000 macam termasuk Oryza sativa, [Link], populasi dari tanaman liar atau
mutan – mutan.
2. CIMMYT (Centro Internacional De Mejoramiento De Maize Ye Trigo – the
International Mayze and Wheat Improvment Center) berkedudukan di Elbatan
Meksiko. Lembaga ini mengoleksi dan mengonservasi tanaman jagung dan gandum.
Selain di CIMMYT, tanaman jagung juga terdapat di INIA (Instituto Nacional de
Investigaciones Agricolas) di Mexico City.
3. INTSOI (International Soybean Institute), berkedudukan di Urbana, Illnois. Lembaga
ini mengoleksi dan mengonservasi tanaman kedelai.
4. IITA (International Intitute of Tropical Agriculture), berkedudukan di Ibadan, Nigeria.
Lembaga ini mengoleksi tanaman kedelai.
5. AFIRDC (Asian Vigitable Research and Developmrent Center), berkedudukan di
Shanghuaa, Thaiwan. Lembaga ini merupakan bank plasma nutfah untuk tanaman
sayuran termasuk kedelai.
6. ICRISAT (International Crops Research Institute for the Semi – Tropics),
berkedudukan di Hyderabat, India. Lembaga ini mempunyai koleksi tanaman kacang
tanah, sorgum dan Pearl Millet.
7. PIS (Plant Introduction Center Station), berkedudukan di Beltsville, Marryland, USA.
Lembaga ini mengoleksi tanaman kacang tanah.
8. CIAT (Centro Internacional de Agricolas Tropical – the International Center of
Tropical Agriculture), berkedudukan di Cal, Columbia. Lembaga ini mempunyai
koleksi tanaman ketela pohon dan Dry – Bean atau Paseolus (Phaseolus vulgaris).
9. IPC (Diinternational Potato Center), berkedudukan di Peru. Lembaga ini mengoleksi
dan mengonservasi tanaman kentang.

Disamping lembaga tersebut, setiap negara juga mempunyai lembaga yang secara
terbatas mempunyai koleksi tanaman – tanaman tertentu. Pada lembaga tersebut, para
pemulia tanaman yang membutuhkan jenis atau varietas atau spesies tanaman tertentu yang
diperlukan dalam rangka program pemuliaan dapat memanfaatkan dan mengadakan
hubungan untuk mendapatkannya dengan demikian para pemulia tanaman tidak perlu
mencari langsung ke daerah asalnya.
BAB 3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Plasma nutfah merupakan faktor penting untuk kegiatan pemuliaan, melalui


keragaman tersebut dapat dipilih karakteristik yang dapat diperbaiki dan dilestarikan. Plasma
nutfah tersebut tersebar di seluruh belahan dunia. Setiap negara mempunyai lembaga yang
bertanggung jawab untuk menjaga serta melestarikan plasma nutfah tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Mangoendidjojo, Woerjono. 2003. Dasar-Dasar Pemuliaan Tanaman. Yogyakarta : Kansius


PENYEBARAN PLASMA NUTFAH

MAKALAH

OLEH

GOLONGAN B
PROGRAM STUDI TEKNIK PRODUKSI BENIH
JURUSAN PRODUKSI PERTANIAN
POLITEKNIK NEGERI JEMBER

2018

Anda mungkin juga menyukai