Clibadium surinamense
(Sumber : [Link]
1. Klasifikasi :
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Clibadium
Spesies : Clibadium surinamense
Koleksi : 26
Lokasi : Lembah harau
2. Deskripsi :
Clibadium surinamense meruapakan gulma perdu tahunan yang tingginya dapat
mencapai 3 m, perakarannya kuat, dalam, dan menyebar. Clibadium surinamense
ini mempunyai kemampuan bersaing ynag tinggi , berbunga sepanjang tahun,
bunganya dari jauh terlihat keputih-putihan, percabangannya jarang, berkembang
biak dengan biji dan dapat tumbuh pada ketinggian 90 - 1.000 m dpl. Gulma ini
sangat merugikan pertanaman karena efek persaingan yang berat.
3. Kandungan fitokimia :
Flavonoid dan fenolik
4. Manfaat :
Sebagai anti biotic ( phototoxic activity against Bacillus subtilis ), racun pancing (
Brazil ) ( Costa, 2006
Chromolaena odorata
(sumber : [Link])
1. Klasifikasi :
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Chromolaena
Spesies : Chromolaena odorata
Koleksi : 27
Lokasi : Lembah harau
2. Deskripsi :
Akar
Sistemnya radix primaria ( akar tunggang ). Bentuknya fusiformis ( tombak ) dan
menjalar pada pangkalnya.
Batang
Memiliki batang yang tegak, berkayu, ditumbuhi rambut-rambut halus, bercorak
garis-garis membujur yang parallel,tingginya mencapai 100-200 cm, bercabang-
cabang dan susunan daun berhadapan.
Daun
Daunnya berbentuk oval, bagian bawah lebih lebar, makin ke ujung makin
runcing, panjang daun 6-10 cm dan lebarnya 3-6 cm. Tepi daun bergerigi,
menghadap ke pangkal. Letak daun juga berhadap-hadapan.
Bunga
Karangan bunga terletak di ujung cabang ( terminal ), dan setiap karangan terdiri
atas 20-35 bunga. Warna bunga pada saat muda kebiru-biruan, semakin tua
semakin menjadi cokelat. Waktu berbunga serentak pada musim kemarau selama
3-4 minggu.
Buah
Berupa buah yang kelopaknya tertinggal sebagai pappus ( jambul ) sehingga bias
dianggap tanaman ini tidak berbuah.
Biji
Setiap tumbuhan dewasa dapat memproduksi sekitar 80 ribu biji setiap musim.
Pada saat biji pecah dan terbawa angin, lalu jatuh ke tanah , biji tersebut dapat
dengan mudah berkecambah.
3. Kandungan Fitokimia :
Fenolik, Alkaloid,Terpenoid, Flavonoid
4. Manfaat :
Chromolaena odorata merupakan tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat
luka tanpa menimbulkan bengkak, tumbuhan ini berfungsi juga sebagai bahan
insektisida nabati untuk mengendalikan beberapa jenis hama sayuran. Biller et al.
(1994), melaporkan tumbuhan rumput ini juga dapat digunakan sebagai pakan
ternak, namun harus melalui proses pengolahan seperti pengeringan dan
penumbukan.
Artemisia abrotanum
(Sumber : [Link])
1. Klasifikasi :
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Asterales
Family : Asteraceae
Genus : Artemisia
Spesies : Artemisia abrotanum
Koleksi : 28
Lokasi : Lembah harau
2. Deskripsi :
Batang basah, setengah berkayu, daun rimbun,tanaman ini membentuk semak
lebat kecil, warna hijau muda, bunganya kecil berwarna kuning.
3. Manfaat
Secara historis digunakan sebagai penyegar udara atau ramuan yang menabur.
Daunnya yang kering digunakan untuk menjauhkan ngengat di lemari, daun dan
bunga yang wangi beraroma digunakan dalam teh herbal. Tunas muda
diguanakan untuk membumbui kue kering dan puding. Di italia, digunakan
sebagai ramuan kuliner.
Alternanthera sessilis
(Sumber :)
1. Klasifikasi :
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllales
Family : Amaranthaceae
Genus : Alternanthera
Spesies : Alternanthera sessilis
Koleksi : 29
Lokasi : Lembah harau
2. Deskripsi :
Semak, batang masif, beruas-ruas, warna ungu. Daun majemuk berhadapan,
bentuk lonjong, ujung dan pangkal runcing, warna ungu. Perbungaan bentuk
bulir, diketiak daun dan diujung batang, mahkota bunga berwarna putih
kehijauan.
3. Manfaat :
Batang bersama daun Alternanthera sessilis berkhasiat sebagai obat perut
mulas, berak darah, dan obat pening kepala.