A.
Tinjauan Bahan
1. Daun sirih hijau
Sirih adalah nama sejenis tumbuhan merambat yang bersandar pada batang pohon lain.
Tinggi 5-15m. Batang sirih berwarna coklat kehijauan,berbentuk bulat, beruas dan
merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung
runcing, tepi rata, tulang daun melengkung, lebar daun 2,5-10 cm, panjang daun 5-18cm,
tumbuh berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas
(Wikipedia,2009 a).
Gambar 1. Morfologi Daun Sirih (Piper bettle L.) (Koleksi Pribadi, 2009).
Klasifikasi Sirih (Piper bettle L.)
klasifikasi sirih (Piper bettle L.) adalah
sebagai berikut :
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Classis : Dicotyledoneae
Ordo : Piperales
Familia : Piperaceae
Genus : Piper
Species : Piper bettle L.
Menurut Van Steenis (1997), tanaman sirih memiliki bunga majemuk berkelamin 1,
berumah 1 atau [Link] berdiri sendiri, di ujung dan berhadapan dengan daun. panjang bulir
sekitar 5 - 15 cm dan lebar 2 - 5cm. Pada bulir jantan panjangnya sekitar 1,5 - 3 cm dan
terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya sekitar 2,5 -6 cm
dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan.
Sirih tersebar di seluruh wilayah Indonesia, sering ditemukan dipekarangan. Tempat
tumbuh yang disukai adalah pada ketinggian 200-1000 m dpl yang mempunyai curah hujan
2250 – 4750 mm per [Link] ini tumbuh di daerah hutan agak lembab dengan
keadaan tanah yang lembab, daerah yang teduh dan terlindung dari angin (Dalimartha,2006).
Daun sirih mempunyai bau aromatik khas, bersifat pedas, dan [Link] berkhasiat
sebagai antiradang, antiseptik, antibakteri. Bagian tanaman yang dapat digunakan adalah
daun, akar, dan bijinya. Daunnya digunakan untuk mengobati bau mulut, sakit mata,
keputihan, radang saluran pernapasan, batuk, sariawan, dan mimisan. Sirih juga berpotensi
sebagai insektisida alami yang bersifat sebagai pestisida yang ramah lingkungan.
(Wijaya, dkk, 2004).
2. Kandungan kimia Daun Sirih (Piper bettle L.)
Sirih merupakan tanaman yang berasal dari famili Piperaceae yang
memiliki ciri khas mengandung senyawa metabolit sekunder yang
biasanya berperan sebagai alat pertahanan diri agar tidak dimakan oleh
hewan (hama) ataupun sebagai agen untuk bersaing dengan tumbuhan lain
dalam mempertahankan ruang hidup. Senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan oleh
tanaman sirih berupa saponin,flavonoid, polifenol dan minyak atsiri triterpenoid, minyak
atsiri (yangterdiri atas khavikol, chavibetol, karvakrol, eugenol, monoterpena,estragol),
seskuiterpen, gula, dan pati. Kandungan minyak atsiri yang terdapat pada daun sirih juga
berkhasiat sebagai insektisida alami. Disamping itu, kandungan minyak atsiri yang
terkandung di dalam daun sirih juga terbukti efektif digunakan sebagai antiseptik.
Hutapea (2000)
Struktur triterpenoid
Struktur kimia kandungan utama daun Piper bettle
B. Monografi Bahan
1. asam askorbat
Asam askorbat
(Handbook of pharmaceutical excipients hal 15, Martindale 28
th
hal 1654)
Pemerian : hablur atau serbuk putih atau agak kuning. Oleh pengaruh cahaya lambat laun
akan
menjadi berwarna gelap. Dalam keadaan kering stabil di udara, dalam larutan cepat teroksida
si. Melebur padasuhu lebih kurang 190° C.
Kelarutan : mudah larut dalam air; agak sukar larut dalam etanol; tidak larut dalam
kloroform.
Wadah & penyimpanan: dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya.
Stabilitas : dalam bentuk serbuk asam askorbat relatif stabil dalam udara. Tidak stabil dalam
larutanalkali.
Fungsi : antioksidan
Konsentrasi : 0,01-0,1%
2. glyserin
1) Gliserin (FI IV hal 413)
a) Pemerian
Cairan jernih seperti sirup, tidak berwarna, rasa manis, hanya boleh
berbau khas lemah (tajam atau tidak enak), higroskopik, netral terhadap
lakmus.
b) Kelarutan
Dapat bercampur dengan air dan dengan etanol, tidak larut dalam
kloroform, dalam eter, dalam minyak lemak dan dalam minyak
menguap.
c) Konsentrasi
30 – 50 % ( sebagai solvent parentral ) (Excipient hal 257)
d) Guna
Antimikroba, emolient, humektan, plastizer, solvent, pemanis, tonisitas
e) Stabilitas
Bersifat higroskopis, dekomposis oleh pemanasan. Gliserin akan
mengkristal pada suhu rendah.
f) Inkompatibilitas
Kromium trioksida, potasium klorat, potasium permanganat
g) Sterilisasi
Oven 150oC selama 1 jam
3. isopropil alkohol
a) pemerian
a. cairan jernih tidak berwarna, bau khas mirip etanol, rasa membakar, mudah
terbakar,
b) kelarutan
a. mudah larut dalam air dalam kloroform p dan eter p
c) bobot per ml
a. 0,784 g sampai 0,786 g.
d) penyimpanan
a. dalam wadah tertutup baik
4. menthol
a) pemerian
a) hablur berbentuk jarum atau prisma, tidak berwarna, bau tajam seperti minyak
permen, rasa panas, dan aromatik diikuti rasa dingin.
b) kelarutan
c) sukar larut dalam air, sangat mudah larut dalam etanol (95%), dalam kloroform p dan
dalam eter p, mudah larut dalam parafin cair p dan dalam minyak atsiri
d) sifat
e) zat bersifat fenol pada kelarutan 5,0% b/v dalam etanol (95%) tambahan larutan besi
(III) klorida p, tidak terjadi warna
e) khasiat dan penggunaan
f) korigen, antiiritan
5. propilen glikol
2) Propilenglikol (FI edisi III, hal 534)
a) Pemerian
Cairan kental, jernih, tidak berwarna; tidak berbau; rasa agak manis.
b) Kelarutan
Dapat campur dengan air, dengan etanol (95%) P dan dengan kloroform
P; larut dalam 6 bagian eter P; tidak dapat dicampur dengan eter minyak
tanah P dan dengan minyak lemak.
c) Penyimpanan
Dalam wadah tertutup baik.
d) Bobot jenis
1,035 dan 1,037
6. NaOH FI (III) HAL 412
a) pemerian
1. bentuk batang,butiran, massa hablur atau keping, kering keras,rapuh dan
menunjukkan susunan hablur, putih, mudah meleleh basah, sangat alkalis dan
korosif, segera menyerap karbondioksida.
b) kelarutan
2. sangat mudah larut dalam air dan dalam etanol (95%) p.
c) penyimpanan
3. dalam wadah tertutup baik
d) khasiat dan penggunaan
4. zat tambahan
7. pewangi
Oleum Citri ( FI III hal 459 )
Nama Resmi : OLeum Citri
Sinonim : Minyak Jeruk
Pemerian : Cairan kuning pucat atau kuning kehijauan, bau khas, rasa pedas
dan agak pahit
Kelarutan : larut dalam 12 bagian etanol 90 %
Konsentrasi : 0,2 % - 0,3 %
Kegunaan : Pengaroma
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
8. tween 80 polysorbat 80 ( FI III hal 509 )
a) pemerian
cairan kental seperti minyak, jernih, kuning, bau asam lemak, khas.
b) kelarutan
mudah larut dalam air, dalam etanol (95%) p, dalam etil asetat p, dan dalam metanol
p, sukar larut dalam parafin cair p dan dalam minyak biji kapas p.
c) kadar air
tidak lebih dari 3,0% pengujian dilakukan dengan cara titrasi yang tertera pada
penetapan kadar air.
d) khasiat dan penguunaan
zat tambahan
9. aqua destilata
Aquadest (Depkes RI, 1979 Halaman 96)
Nama resmi : AQUADESTILLATA
Nama lain : Air suling, Aquadest
Rumus kimia : H2O
Berat molekul : 18,02
:cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai rasa.
Penyimpanan : dalam wadah tertutup.
10. infusa Daun Sirih (Piper bettle L.)
Nama resmi : DIPERIS FOLIUM
Nama lain : Daun sirih
Tanaman asal : piper betle
Keluarga : piperaceae
Zat berkhasiat : minyak atsiri/ yang mengandung fenol khas yang
disebut betel fenol atau asepfol enzim diastase dan
zat penyakit
Penggunaan : antisiawan (bat kumur) anti batik dan antiseptika
Pemerian : bauaromatik khas dan rasa khas
Bagian yg digunaka : Daun
Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik
Daftar pustaka
1. Wikipedia. (2009). Perusahaan. Diakses pada 20 Mei 2011. W.W.W :
[Link]/wiki/Perusahaan
2. C. G. G. J. Van Steenis. 1997. Flora. Pradnya Paramita: Jakarta
3. Dalimartha, S. 2006. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jilid 5. Pustaka Bunda. Jakarta.
160 hlm.
4. Budiyanto, M., A. Wijaya, 2004, Pengenalan Dasar-Dasar PLC (Programmable Logic
Controller), Yogyakarta: Gava Media.
5. Hutapea, J. R., 2000, Inventaris Tanaman Obat Indonesia, Edisi I, 19-20, Bhakti
Husada, Jakarta.