Tata Ibadah Natal
Rutan Kelas 1 Tajung Gusta, Medan
Sabtu, 08 Desember 2018
A. Panggilan Ibadah (Saat Teduh)
L : Hari ini Kita merayakan keselamatan kita. Keselamatan itu berlangsung
dalam peristiwa yang sangat sederhana. Seperti malam ini, kita mengingat Yusuf dan
Maria, yang tidak memperoleh tempat penginapan di Betlehem. Tetapi dalam
keadaan seperti itulah Juru’slamat datang. Demikian peristiwa keselamatan berawal
dari kesederhanaan, kesunyian dan ketenangan. Marilah kita memasuki peribadahan
dengan hati yang tertuju kepada sang pemberi keselamatan dan hidup, Tuhan Yesus
Kristus.! (Jemaat Berdiri)
Bernyanyi KJ. No. 123: 1 “S’lamat-S’lamat Datang”
S’lamat, S’lamat datang, Yesus , Tuhanku!
Jauh dari surga tinggi KunjunganMu.
S’lamat datang, Tuhanku, ke dalam dunia;
Damai yang Kaubawa tiada taranya , Salam, salam
B. Ibadah
1. Votum + Introitus
L : Di dalam nama Allah Bapa, AnakNya Tuhan Yesus, dan Roh Kudus, Khalik
langit dan bumi
J : Amin
L : Hidup itu telah dinyatakan dan kami telah melihatNya dan sekrang kami bersaksi
dan memberitakan kepadamu tentang hidup yang kekal, yang ada bersama-sama
dengan Bapa yang dinyatakan kepada kami
L+J: Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah melihat
kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal
Bapa, Penuh kasih karunia dan kebenaran.
L : Marilah kita berdoa! Ya Tuhan Allah, Bapa kami yang disurga! Engkau telah
mengaruniakan AnakMu Yang Tunggal itu, Tuhan Yesus Kristu, supaya kami
percaya dan beroleh hidup yang kekal. Karuniakanlah Roh KudusMu untuk
menguatkan hati dan jiwa kami, agar dapat bertekun sampai akhirnya.
(Jemaat Duduk)
2. Bernyanyi: KJ. No. 101:1
Alam raya berkumandang oleh pujian mulia;
Dari gunung, dari padang kidung malaikat bergema.
Glo…..ria in excelsis Deo!
3. “Berita Penciptaan”
L : Naikkanlah pujian bagi Tuhan Allah yang maha kuasa, yang telah menciptakan
sekalian alam beserta segala isinya. Dia menciptakan manusia dengan sempurna
dan baik adanya
J : Ya, memang benar, oleh Firman Allah langit telah dijadikan oleh nafas dari
mulutNya segala tentaraNya, sebab Dia telah berfirman maka semuanya jadi, Dia
memberi perintah maka semuanya ada, sungguh agung Tuhan kita.
L : Yang maha perkasa telah menciptakan semuanya, indah, damai, rukun dan
sentosa. Manusia pertama adam dan hawa hidup berdampingan dengan mesra dan
bahagia di taman firdaus, tak kekurangan sesuatu apapun karena sang khalik
menyediakan segala kebutuhan mereka.
J : Di taman firdaus pemberian Tuhan, adam dan hawa hidup bahagia. Mereka
hidup bebas dan menikmati panorama yang indah, mencicipi segala buah dan
makanan yang tersedia bagi mereka. Tetapi ada satu larangan yang tidak boleh
diambil dan memakan buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat supaya
hidupnya abadi.
L : Oh...betapa indahnya, kebahagiaan hidup mereka, tidak kurang sesuatu apapun,
kuasaNya penuh, segala mahluk damai dibawah belaian tanganNya. Sungguh
keagunganMu mengatasi segala-galanya.
J : Tetapi apakah kebahagiaan ini bertahan lama? Dan apakah kekuasaan mereka
kekal?
L+J : Biarlah bumi membukakan diri dan bertunaskan keselamatan dan biarlah
ditumbuhkannya keadilan.
4. Bernyanyi: KJ No. 120:1 “Hai Siarkan Di Gunung”
Reff:
Hai, siarkan di gunung di bukit dan di mana jua,
hai, siarkan di gunung lahirnya Almasih!
1. Di waktu kaum gembala menjaga dombanya,
Terpancar dari langit cahaya mulia.
Kembali ke Reff.
5. “Berita Kejatuhan Manusia Dalam Dosa” (LK: laki-laki; PR: Perempuan)
L : Tetapi manusia itu tidak dapat bertahan dengan kekuasaannya. Adam dan Hawa
tidak berhasil memelihara hubungannya dengan pencipta semesta. Manusia
dalam ruang penghukuman Allah. Tuhan memanggil manusia itu, “
Adam...Adam..”
LK : Lalu manusia itu menjawab: ketika Engkau datang aku takut, aku pergi
bersembunyi, perempuan yang Engkau berikan kepadaku telah memperdayakan
aku sehingga memakan buah itu.
L : Adam telah melepaskan tanggungjawabnya pada hawa teman sekerjanya itu.
Jadilah perempuan menanggung beban yang berat. Hai perempuan mengapa kau
lakukan itu?
PR : Hawa pun melemparkan kesalahan itu dan mengatakan ular itu yang
melakukan tipu daya terhadap aku, sehingga aku mengambil dan memakan buah
itu, aku mohon pengampunan daripadaMu ya Tuhan.
L : Sifat manusia itu turun temurun sampai sekarang, di mana manusia pandai
untuk saling melepaskan tanggungjawabnya. Manusia selalu berusaha untuk
menghindari beban berat dan ingin menyenangkan dirinya semata.
Bagaimanakah nasib manusia?
J : Manusia itupun di usir dari taman firdaus, kini tertutup sudah jalan ke pohon
kehidupan.
L : Tuhan telah memperlihatkan murkaNya dan menutup Firdaus, yang ada hanya
kesusahan dan penderitaan serta kematian yang menanti mereka.
J : Sekarang tiada lagi kehidupan, semua telah sirna, luluh dalam penderitaan.
Seluruh dunia telah bersemarak di atas bumi. Tiada lagi kebahagiaan, apalagi
kehidupan yang kekal, karena dosa mendiami hati manusia.
6. Bernyanyi: KJ No. 119:1 “Hai Dunia Gembiralah”
1. Hai dunia gembiralah dan sambut Rajamu
Dihatimu terimalah,
Bersama bersyukur, bersama bersyukur
Bersama-sama bersyukur
7. “Berita Kelahiran Yesus Kristus”
L :
J : sedingin malam itu,
L : Gelapnya dunia ini
J : segelap malam itu.
L : Semua seakan berakhir kala sang bayi Yesus terlahir.
J : kami ingin membagikan damai Kristus di dunia agar
L : Agar dinginnya dunia
J : dihangatkan cinta kasih Tuhan
L : Gelapnya dunia
J : diterangi nyala cinta Tuhan
L : Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya
sempurna. Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera.
8. Bernyanyi: KJ No.109 “2+7 “Hai Mari berhimpun”
2. Terang yang ilahi, Allah yang sejati,
t'lah turun menjadi manusia.
Allah sendiri dalam rupa insan! (Jemaat Berdiri)
Reff :
sembah dan puji dia, sembah dan puji dia
sembah dan puji dia, yang raja
9. Pengakuan Dosa dan Janji Pengampunan Dosa
L : Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus! “jika kita mengaku dosa
kita maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita
dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yoh. 1:9)”. Karena itu, marilah kita
mengaku dan menyesali segala dosa dan kesalahan kita dihadapan Tuhan, marilah
kita saat teduh sejenak, berdoa dalam hati masing-masing:
(saat teduh, berdoa dalam hati diiringi organ/musik).
L : Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Bapa kami yang di sorga, kasihanilah kami
menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaran kami menurut rahmat-Mu yang
besar. Ampunilah kami dari segala kesalahan kami, dan tahirkanlah kami dari
segala noda dosa kami. Sebab kami menyadari pelanggaran kami, kami senantiasa
bergelimang dengan dosa. Sucikanlah kami dari dosa kami dan hisop, maka kami
akan tahir, basuhlah kami maka kami akan menjadi putih seperti salju. Jadikanlah
hati kami tahir ya Allah, dan perbaharuilah batin kami dengan roh yang teguh
(Maz 51:3-5,9,12). Amin.
L : Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, inilah janji Tuhan tentang pengampunan
dosa-dosa kita:
“Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi.
Berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan, dan yang
tidak berjiwa penipu.” (Maz. 32:1-2). Segala kemuliaan bagi Allah di tempat yang
Maha Tinggi!
J : Amin. (Jemaat Duduk)
10. Penyalaan Lilin
11. Bernyanyi : KJ. No. 92 1-3 “Malam Kudus” (Jemaat Berdiri)
1. Malam kudus, sunyi senyap;
dunia terlelap.
Hanya dua berjaga terus,
ayah bunda mesra dan kudus;
Anak tidur tenang, Anak tidur tenang.
2. Malam kudus, sunyi senyap.
Kabar Baik menggegap;
bala sorga menyanyikannya,
kaum gembala menyaksikannya:
“Lahir Raja Syalom, lahir Raja Syalom!”
3. Malam kudus, sunyi senyap.
Kurnia dan berkat
tercermin bagi kami terus
di wajahMu, ya Anak Kudus,
cinta kasih kekal, cinta kasih kekal.
12. Khotbah :
13. Perjamuan Kudus :
14. Bernyanyi: KJ No. 99:1 “Gita Sorga Bergema”
1. Gita sorga bergema,
“Lahir Raja mulia!
Damai dan sejahtera
turun dalam dunia.”
Bangsa-bangsa, bangkitlah
dan bersoraklah serta,
permaklumkan Kabar Baik;
Lahir Kristus, T’rang ajaib!
Gita sorga bergema,
“Lahir Raja mulia!”
15. Bernyanyi “Ku Bawa Korban Syukur”
Saat kumasuk ke hadiratMU,
kutersungkur dan sembahMU,
kupersembahkan korban syukurku,
yang terbaik bagiMU.
Reff: kubawa korban syukur,
ke tempat kudusMU Tuhan,
hatiku limpah dengan syukur,
s'bab Tuhan baik,
16. Doa
17. Bernyanyi: KJ No. 64:1 “Bila Kulihat Bintang Gemerlapan”
1. Bila kulihat bintang gemerlapan
dan bunyi guruh riuh kudengar,
Ya Tuhanku, tak putus aku heran
melihat ciptaanMu yang besar.
Refrain: Maka jiwakupun memujiMu:
“Sungguh besar Kau, Allahku!” 2x
18. Doa Penutup + Doa Bapa Kami:
19. Doa Berkat :
L : Marilah kita pulang dengan damai sejahtera, dan kita terima berkat Tuhan:
Tuhan memberkati kita dan melindungi kita!
Tuhan menyinari kita dengan wajahNya, dan memberi kita kasih karunia!
Tuhan menghadapkan wajahNya kepada kita dan memberi kita dama
sejahtera!
J : Amin…Amin…Amin.