Inventarisasi Sarana Prasarana Pendidikan
Inventarisasi Sarana Prasarana Pendidikan
LANDASAN TEORI
1. Pengertian Inventarisasi
instansi/unit kerja secara teratur secara tertib menurut ketentuan dan tata cara yang
beraku.3
Menurut Bafadal Ibrahim yang dikutip oleh M. Arifin dan Barnawi (2012),
1
Sri Minarti, Manajemen Sekolah (mengelola lembaga pendidikan secara mendiri),
(Jogjakarta:Ar-Ruzz Media, 2011), hlm. 263.
2
Ibrahim Bafadal, Manajemen Perlengkapan Sekolah, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2003), hlm. 56.
3
Tim Dosen Adminstrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, Manajemen Pendidikan,
(Bandung:Alfabeta, 2012), hlm. 57.
4
M. Arifin dan Barnawi, Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah, (Yogyakarta: Ar-Ruzz
Media, 2012), hlm. 55.
20
secara sistematis, tertib dan teratur menurut ketentuan-ketentuan dan pedoman yang
berlaku. 5
pencatatan dan penyusunan daftar barang milik negara secara sistematis, tertib dan
pendaftaran barang inventaris/hak milik. Semua barang yang ada tersebut hendaknya di
kualitas, tahun pembuatan, ukuran, harga dan sebagainya, dengan adanya inventarisasi
barang-barang tersebut secara tertib dan teratur sesuai dengan ketentuan yang berlaku
5
Ibid.
6
Daryanto dan Mohammad Farid, Manajemen Pendidikan di Sekolah, (Yogyakarta: Gava Media,
2013), hlm. 124.
7
Tim Dosen Unversitas Indonesia, Loc. Cit, hlm. 57.
21
dan untuk menertibkan pengelolaan barang-barang secara efektif dan efisien, dan juga
dapat menghemat keuangan negara dengan cara melihat kembali daftar barang-barang
dan perlengkapan yang secara langsung digunakan dan menunjang proses pendidikan,
khususnya proses belajar mengajar seperti; gedung, ruang kelas, meja kursi serta alat-
adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pengajaran,
khususnya proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang kelas, meja, kursi, serta
pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses
8
M. Arifin dan Barnawi, Loc, Cit. hlm. 47-48.
9
E. Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah; Konsep, Stratgi dan Implementasi, (Bandung: PT
Remaja Rosdakarya, 2002), hlm. 49
10
Mujamil Qomar, Manajemen Pendidikan Islam, (Malang: Erlangga, 2002), hlm. 170
22
pendidikan dan pembelajaran, seperti kebun, taman sekolah, jalan menuju sekolah,
tetapi jika dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar mengajar, seperti taman
proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang kelas, meja, kursi dan media
pengajaran.12
Menurut Ali Imron dan Maisyaroh (2003), prasarana pendidikan adalah semua
macam:14
a. Alat pelajaran
b. Alat Peraga
c. Media Pengajaran
11
E. Mulyasa, Manajemen dan Kepemiminan Kepala Sekolah, (Jakarta:Bumi Aksara, 2012), hlm.
87.
12
Sri Minarti, Loc. Cit. hlm. 252.
13
Ali Imron dan Maisyaroh, Manajemen Pendidikan : Analisis substantif dan aplikasi dalam
institusi pendidikan, (Malang: Universitas Negeri Malang, 2003), hlm. 86.
14
Suryosubroto, Manajemen Pendidikan di Sekolah, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), hlm. 114.
23
Menurut Sri Minarti (2011), macam-macam sarana dan prasarana pendidikan
sudut: (1) habis tidaknya dipakai, (2) bergerak tidaknya pada saat digunakan; (3)
Apabila dilihat dari habis tidaknya dipakai, ada dua macam sarana
pendidikan yaitu sarana pendidikan yang habis pakai dan sarana tahan
lama. Yang pertama sarana pendidikan yang habis pakai adalah segala
bahan atau alat yang apabila digunakan bisa habis dalam waktu yang
relatif singkat, seperti kapur tulis, spidol, pengapus dan sapu serta
sarana pendidikan yang berubah bentuk adalah pita mesin tulis, bola
lampu, dan kertas. Kedua, sarana pendidikan yang tahan lama yaitu
relatif lama, seperti bangku, kursi, mesin tulis, komputer dan peralatan
olahraga.
15
Sri Minarti, Loc. Cit, hlm. 254-256
24
b. Ditinjau dari bergerak tidaknya pada saat digunakan
lemari arsif, bangku dan kursi yang bisa digerakkan atau dipindahkan ke
mana saja. Sedangkan sarana pendidikan yang tidak bisa bergerak yaitu
sarana pendidikan yang tidak bisa atau relatif sangat sulit untuk
dipindahkan, seperti tanah, bangunan, sumur dan menara, serta saluran air
dari PDAM/semua yang berkaitan dengan itu seperti pipanya, yang relatif
Dalam hubungannya dengan proses belajar mengajar, ada dua jenis sarana
dalam proses belajar mengajar, seperti kapur tulis, spidol (alat peraga),
menjadi dua macam. Pertama, prasarana pendidikan yang secara langsung digunakan
untuk proses belajar mengajar, seperti ruang teori, ruang perpustakaan, ruang praktik
keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar, tetapi secara langsung
sangat menunjang terjadinya proses belajar mengajar, seperti ruang kantor, kantin,
masjid/mushalah, tanah, jalan menuju lembaga, kamar kecil, ruang usaha kesehatan,
25
Menurut Suparlan (2013), dijelaskan bahwa pemerintah memberikan acuan
tentang pelaksanaan dalam bidang sarana dan prasarana pendidikan sebagai berikut:16
pendidikan;
sekolah/madrasah;
16
Suparlan, Manajemen Berbasis Sekolah (dari teori sampai praktik), (Jakarta:Bumi Aksara,
2013), hlm. 83.
26
a. Direncanakan secara sistematis agar selaras dengan pertumbuhan
Dari keterangan diatas dapat dipahami bahwa sarana dan prasarana pendidikan
adalah suatu fasilitas yang secara lansung dan tidak langsung dapat menunjang proses
yang diinginkan. Seperti halnya gedung, ruang kelas, meja, kursi, serta alat-alat dan
sekolah tersebut. Apabila fasilitas pembelajaran yang ada di sekolah kurang ataupun
tidak mendapatkan perhatian lebih dari sekolah ataupun pemerintah maka semua akan
berpengaruh pada proses beelajar mengajar. Sekolah yang baik ataupun fasilitas
lengkap maka proses belajar mengajar akan berjalan dengan baik pula, karena sarana
dan prasarana adalah salah satu penunjang proses pembelajaran yang efektif dan
efisien.
menjadi beberapa macam, yang pertama sarana pendidikan, yaitu ditinjau dari sudut:
27
habis tidaknya dipakai, yaitu barang-barang yang digunakan secara langsung dalam
proses belajar mengajar, brang habis pakai, misalnya, kapur tulis, penghapus dan
sebagainya. Dan bergerak tidaknya pada saat digunakan dan seterusnya hubungannya
dengan proses belajar mengajar. Sedangkan prasarana pendidikan terbagi dua, yaitu
prasarana pendidikan langsung dan tidak langsung. Apabila semu terpenuhi maka
dengan mudah, dengan cara memanfaatkan media pembelajaran sesua dengan mata
pelajaran yang diajarkan. Dan dijelaskan juga bahwa dalam hal pelaksanaan sarana
dilaksanakan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang telah di tetapkan. Ketentuan-
ketentuan tersebut harus ditaati agar tujuan pendidikan dapat berjalan dengan baik.
Pendidikan adalah kegiatan untuk mencatat dan menyusun daftar barang-barang yang
adalah kegiatan permulaan yang dilakukan pada saat serah terima barang yang harus
17
Ary Gunawan, Administrasi Sekolah Administrasi Pendidikan Mikro, (Jakarta: Rineka Cipta,
2011), hlm. 141.
18
Ibid, hlm. 264.
28
Menurut Hadari Nawawi dan Husna Asmara (1986), “Inventarisasi Sarana dan
Prasarana Pendidikan adalah kegiatan permulaan yang di lakukan pada saat
serah terima barang, yang harus diselenggarakan oleh pihak pertama.
Pencatatan dilakukan oleh pihak penerima itu merupakan penyimpan
sementara sebelum barang-barang didistribusikan pada si pemakai atau pihak
yang akan menyimpan barang-barang itu seterusnya”.19
Menurut Bafadal Ibrahim (2003) barang yang perlu di inventaris adalah semua
barang atau perlengkapan di sekolah, baik barang-barang habis pakai maupun tahan
lama, baik barang-barang milik Negara maupun milik sekolah, baik yang bergerak
atau tidak bergerak, yang murah maupun yang mahal, harus diinventarisasi secara
digunakan secara terus-menerus dalam waktu yang relatif lama, seperti meja, papan
Dari teori-teori diatas maka dapat disimpulkan bahwa inventarisasi sarana dan
negara kedalam sebuah buku inventaris yang telah disediakan yang dicatat secara
tertib dan teratur sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik barang yang bergerak
atau tidak bergerak, yang semua menjadi hak sekolah yang harus di inventaris agar
19
Hadari Nawawi dan Husna Amara, Admninstrasi Sekolah, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1986),
hlm. 82.
20
Bafadal Ibrahim, Loc. Cit, hlm. 56.
21
Dariyanto dan Mohammad Farid, Loc, Cit, hlm. 125.
29
dapat mempermudah memperoleh informasih tentang barang-barang yang ada di
sekolah tersebut sehingga tercapainya tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien.
Prasarana Pendidikan
Prasarana Pendidikan
a. Faktor sumber daya manusia yang terdiri dari dua faktor yaitu kualitas
dan kuantitas.
kegiatan inventaris itu adalah faktor yang berasal sumber daya manusia yang masih
lembaga, dana yang tidak memungkinkan yang dapat menghambat pengadaan barang
dan juga kurangnya sistem pemberian sanksi terhadap pihak pengelolaan barang.
22
Sukardi Ismail, Inventaris Barang Sekolah, Jurnal Manajemen Pendidikan, 2010,
[Link].03.p.125-130.
30
2. Faktor Yang Mendukung Inventarisasi Sarana dan Prasarana Pendidikan
pembelajaran di sekolah.
sekolah mendapatkan informasi yang jelas tentang barang-barang yang ada di sekolah
tersebut, dan juga adanya pengawasan yang efektif dari staf pengelolah barang-
barang inventaris dapat membantu agar kegiatan inventaris dapat berjalan dengan
23
Ibid.
31
C. Pelaksanaan Dan Kegiatan Inventarisasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan
Dari uraian tersebut dapat dijelaskan bahwa yang harus dilaksanakan dalam
kegiatan inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan adalah dengan cara mencatat
trsebut, membuat laporan tentang mutasi barang-barang yang ada di sekolah tersebut,
membuat daftar format dan rekapitulasi barang inventaris tersbut. Apabila semua
pelaksanaan itu sudah dilaksanakan dengan baik maka kegiatan inventaris akan
24
Ary H. Gunawan, Loc. Cit, hlm. 143.
32
2. Kegiatan inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan
terus-menerus dalam jangka waktu yang relatif lama, seperti meja, bangku,
Sedangkan barang yang bukan inventaris adalah semua barang habis pakai,
seperti kapur tulis, kertas, pita mesin tulis, dan barang-barang yag statusnya
tidak jelas.
25
Ibrahim Bafadal, Loc. Cit, hlm. 56-59.
33
sekolah, baik ditinjau dari kepemilikan, penanggung jawab, maupun jenis
dan golongannya.
Dari uraian tersebut dapat dijelaskan bahwa kegiatan inventarisasi sarana dan
informasih tentang barang-barang yang dalam suatu lembaga tersebut, dan yang
kedua pembuatan kode barag, dalam inventaris di haruskan membuat kode-kode pada
barang tersebut.
D. Prinsif, Tujuan dan Tata Cara Dalam Inventarisasi Sarana Dan Prasarana
Pendidikan
26
Fitri Oviyanti dkk, Manajemen Berbasis Sekolah, (Palembang:Raden Fatah Press, 2011), hlm.
32.
34
d. Inventaris harus dilakukan secara berkalah.
tempat-tempat yang aman dan bebas dari faktor yang dapat merusak dan juga mudah
di jangkau, inventaris ini dilakukan secara berkalah agar dapat berjalan dengan baik.
penyaluran barang.
Dari uraian tersebut dapat dijelaskan bahwa tujuan inventarisasi ini adalah
untuk memperoleh informasi dan data yang di perlukan, dan juga sebagai acuan untuk
27
Sri Minarti, Loc. Cit, hlm. 264.
35
3. Tata Cara Memberikan Kode Barang Invntarisasi Sarana dan Prasarana
Pendidikan
Menurut Bafadal Ibrahim (2003) Setiap barang yang dikuasai oleh sekolah,
a. Nomor Kode Lokasi, nomor kode lokasi tidak hanya menggambarkan atau
status kepemilikan barang, termasuk unit dan satuan kerja serta tahun
angka atau digit di tambah 2 angka atau digit untuk unit/satuan kerja
kode provinsi, kode kabupaten/kota, kode unit dan tahun pembelian atau
pengadaan.
b. Nomor Kode Barang, setiap jenis barang diberi nomor kode sebagaimana
subkelompok dan jenis barang, kode barang terdiri atas 11 angka atau digit
Dari uraian tersebut dapat dijelaskan bahwa pada saat melaksanakan kegaiatan
inventaris ada tata cara yang berlaku untuk melaksakannya, diantaranya dengan cara
membuat kode lokasi yang menggambarkan dan menjelaskan barang tersebut berada
sehingga dapat memberikan informasi yang jelas dan cermat tentang keberadaan
36
mempermudahkan mengingatkan kembali jenis-jenis barang yang ada di lembaga
tersebut.
Pendidikan
Menurut Bafadal Ibrahim (2003) Ada beberapa landasan hukum yang mendasari
Mei 1980.
dilaksanakan secara tertib dan teratur agar tecapainya tujuan yang efektif di dalam
hukum yang telah ditetapkan tersebut proses kegiatan inventaris tidak akan berjalan
dengan maksimal.
29
Ibid, hlm. 56.
37
F. Format barang-barang inventaris sarana dan prasarana pendidikan
Menurut Hadari Nawawi dan Husna Asmara (1986), Ada beberapa contoh
Catatan di atas diletakkan pada lembar buku sebelah kiri, sedang pada lembar
30
Hadari Nawawi dan Husna Asmara, Loc, Cit, hm. 83-84.
38
Selanjutnya pihak penyimpan atau pemakai harus membuat daftar inventarisasi
Jumlah Keadaan
Nama Tanggal Tanggal
No. waktu rsk
Barang penerimaan Inventaris Baik rsk brt
diterima rgn
Inventaris dilakukan terhadap barang-barang yang tidak habis pakai, yang di bagi
31
Ibid, hlm. 84.
39
Menurut Ary H. Gunawan (2011) Berikut ini cuplikkan beberapa contoh dari
Tabel klasifikasi dan kode barang inventaris pada Depdikbud sebagai berikut:32
Bergerak
A1 110.000 Tanah
tempat tinggal.
Tinggal.
0200 Bangunan
A3 lab/workshop/studio
32
Ary H. Gunawan, Loc, Cit, hlm. 142-143.
40
130.000 Bangunan Tempat Tinggi
0200 Rumah
0300 Asrama
Urut
0100 Traktor
0400 Bulldozer
B3 250.000 Peralatan
0100 Kantor
41
0200 inci)
fisika
Proyektor
mengadakan kegiatan inventaris, dalam format tersebut semua harus dijelaskan nama
barang, jenis barang, tahun, dan juga keadaan barang tersebut serta contoh-contoh
format inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan ini adalah untuk mempermudah
membuat daftar inventaris yang secara tertib dan teratur menurut ketentuan yang
berlaku.
42