Nama : Mahmudah
Nim : 857674126
MODUL 2
MODEL PENGELOLAAN & PEMBELAJARAN KELAS RANGKAP
KEGIATAN BELAJAR 1
Prinsip dan Model Pengelolaan PKR
Ciri-ciri utama PKR, yaitu:
1. Seorang guru
2. Menghadapi dua kelas atau lebih
3. Satu kelas dengan dua atau beberapa kelompok siswa yang berbeda kemampuan.
4. Untuk membimbing belajar dalam satu mata pelajaran atau lebih.
5. Beberapa topik yang berbeda dalam satu mata pelajaran.
6. Dalam satu atau lebih dari satu ruangan.
7. Pada jam pelajaran yang bersamaan.
Proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang efektif yang
menurut Karweit (1987) ditandai oleh 3 hal sebagai berikut:
1. Sebagian terbesar dari waktu yang tersedia benar-benar digunakan untuk belajar siswa
2. Kualitas pembelajaran guru sangat memadai
3. Sebagian terbesar atau seluruh siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar
Guru juga harus menerapkan beberapa hal yang tidak kalah penting dalam melakukan
pembelajaran, yaitu memperhatikan siswa (alertness), merasa bersama siswa (wittingness) dan
prinsip ketika pada waktu yang sama dapat menangani beberapa kegiatan (overlappingness).
Model Pengelolaan PKR adalah sebagai berikut ;
a. Model Utama : PKR Murni : PKR 221
2 kelas, 2 mata pelajaran, 1 ruangan
b. Model Alternatif : PKR Modifikasi : PKR 222
2 kelas, 2 mata pelajaran, 2 ruangan
c. Model Alternatif : PKR Modifikasi : PKR 333
3 kelas, 3 mata pelajaran, 3 ruangan
Setiap model memiliki kekuatan dan kelemahan. Dalam praktik semua terpeluang pada
tujuan belajar, kemampuan dan sarana belajar yang tersedia.
KEGIATAN BELAJAR 2
Prinsip Didaktik-Metodik dan Prosedur Dasar PKR
Didaktik berasal dari bahasa latin didasco/didascein diartikan sebagai ilmu
mengajar/pengetahuan tentang bagaimana mengajar yang berkenaan dengan bagaimana
menerapkan teori dan konsep ilmu terapan atau ilmu pendidikan praktis (seperti psikologi,
sosiologi, komunikasi dll) yang sesuai dalam upaya membimbing dan menciptakan situasi
belajar. Sedangkan Metodik berasal bahasa latin metodos yang diartikan sebagai cara atau
strategi mengajar yang mengacu pada penataan urutan kegiatan pembelajaran yang terperinci.
Prinsip-prinsip didaktik dan metodik :
1. Konsep-konsep pembelajaran yang relevan dan perlu diterapkan dalam PKR sehingga
membentuk suatu sistem.
2. Keterampilan prosedural pembelajaran, khususnya berkenaan dengan membuka dan menutup
pembelajaran, mendorong belajar aktif dan belajar mandiri dalam mengelola kelas PKR.
Bagaimana Mengawali dan Mengakhiri Pelajaran
1) Mengawali pelajaran
a. Menarik perhatian siswa
Memperlihatkan benda, alat, dan gambar yang berhubungan dengan materi
Memberikan aba-aba perhatian dan ucapan salam pembuka
Membunyikan sesuatu, misalnya peluit
b. Menimbulkan motivasi (ekstrinsik/instrumental dan intrinksik)
Kehangatan dan semangat (warmth and enthuasiasm)
Ide yang bertentangan (conflicting/ controversial ideas)
Minat siswa
c. Memberikan acuan belajar
Tujuan dan batas-batas tugas
Langkah-langkah yang akan ditempuh
Masalah pokok sebagai pusat perhatian
Pertanyaan pemicu belajar
d. Membuat kaitan atau jalinan konseptual
Penyampaian pertanyaan apersepsi
Perangkuman materi pelajaran yang lalu dengan maksud memetakan yang telah
dipelajari siswa
2) Mengakhiri Pelajaran
a. Meninjau Kembali
b. Mengadakan evaluasi penguasaan siswa
Mendemonstrasikan keterampilan siswa
Menerapkan ide baru pada situasi lain
Mengemukakan pendapat sendiri
Mengerjakan soal-soal tertulis
c. Memberikan tindak lanjut.
Memberi pekerjaan rumah
Merancang sesuatu
Mengomunikasikan sesuatu
Bagaimana Mendorong Belajar Aktif dan Membiasakan Belajar Mandiri
Belajar mandiri adalah proses memperoleh pengetahuan, nilai, sikap, keterampilan dan
kebiasaan belajar melalui pemanfaatan rangsangan dari luar diri siswaa untuk membangkitkan
kemampuan belajara siswa secara optimal
Alasan perlunya digalakkan belajar mandiri:
1. Individu yang berinisiatif dalam belajar dapat belajar lebih banyak dan lebih baik dari pada yang
tergantung pada guru.
2. Lebih sesuai dengan perkembangan mental individu
3. Perkembangan baru dalam berbagai aspek pendidikan menempatkan siswa sebagai pembelajar
yang aktif.
Keterampilan dasar yang diperlukan guru dalam PKR adalah :
a. Membimbing diskusi kelompok kecil
Keterampilan yang diperlukan untuk membimbing diskusi kelompok dalam PKR adalah :
Memusatkan perhatian siswa
Memperjelas masalah yang menjadi pusat perhatian siswa
Menganalisis pendapat siswa
Memberi kesempatan untuk siswa mengeluarkan pendapat
Meminta siswa untuk mengomentari siswa lainnya.
Mengajukan pertanyaan pelacakan sederhana hingga rumit untuk memacu proses berpikir siswa.
Menutup diskusi dengan cara pelaporan kelompok
b. Mengajar kelompok kecil dan perseorangan
Peran guru yang harus di hayati yaitu :
Sebagai penata kegiatan belajar-mengajar
Sebagai sumber informasi
Sebagai pendorong belajar siswa
Sebagai penyedia materi dan pembuka kesempatan belajar siswa
Sebagai mendiagnosis kebutuhan belajar siswa
Sebagai pemberi kemudahan belajar sesuai kebutuhan
Sebagai mitra kerja dalam belajar
c. Mengadakan variasi
Variasi artinya keanekaragaman yang menyangkut gaya belajar, media, sumber, pola
interaksi serta kegiatan belajar mengajar. Variasi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Variasi gaya mengajar
2. Variasi media dan sumber
3. Variasi pola interaksi dan kegiatan
Beberapa macam pola interaksi yaitu ;
a. Pola Interaksi perseorangan (Pola INPERS)
b. Pola Interaksi Pasangan (Pola INPAS)
c. Pola Interaksi Kelompok Kecil (Pola INKK)
d. Pola Interaksi Kelompok Besar atau kelas tunggal (Pola INKB)
e. Pola Interaksi Klasikal atau kelas banyak (Pola INKLAS)
Bagaimana Mengelola Kelas PKR dengan Baik?
a. Menciptakan dan memelihara situasi kelas yang optimal
Untuk dapat menciptakan situasi kelas yang optimal, seyogyanya terampil dalam:
1. Peka terhadap hal-hal yang mengganggu jalannya interaksi belajar mengajar
2. Memeratakan perhatian terhadap semua kelompok baik secara visual/verbal
3. Memberikan tugas pada sisiwa dengan jelas
4. Memberi teguran dengan arif & bijaksana bila terjadi perilaku menyimpang
5. Memberikan penguatan verbal, gestural, kegiatan, kedekatan, dan token sesuai dengan
keperluan dan situasi secara wajar.
b. Mengendalikan kondisi belajar yang optimal
Mengubah perilaku menyimpang dapat dilakukan dengan cara:
1. Mengajarkan dan memberi contoh perilaku yang diinginkan
2. Menguatkan perilaku yang baik dengan pujian yang wajar
3. Memberi hukuman yang benar dan wajar terhadap perilaku yang menyimpang
KEGIATAN BELAJAR 3
Aneka Model Interaksi Kelas Rangkap dalam PKR
1. Proses Belajar Arahan Sendiri (PBAS)
a. Langkah-langkah model PBAS yaitu :
- Penyeleksian
- Penjabaran Lanjutan
- Pemahaman
- Pengintegrasian,
- Penguatan Ingatan
- Pemantauan
b. Saran penggunaan
Belajar mandiri bisa dilakukan dengan perorangan mauoin berkelompok, inti dari
belajar mandiri adalah mencari dan mengolah informasi atas doronggan belajar dari dalam diri
tanpa menunggu datangnya tugas atau perintah guru. Disini guru berperan sebagai pengarah dan
sebagai pemberi kemudahan belajar siswa.
2. Proses Belajar Melalui Kerja Sama (PBMKS)
a. Olah- Pikir Sejoli (OPS)
OPS menitikberatkan pada komunikasi banyak arah secara bertahap, mewadahi
komunikasi satu arah (guru-siswa) dengan respon dalam bentuk komunikasi diri. OPS
mempunyai tujuan untuk membina kerjasama dan komunikasi sosial .
b. Olah- Pikir Berebut (OPB)
Proses penerapan pola tersebu adalah untuk satu atau lebih dari satu kelas dalam satu
ruangan membahas 1 topik yang sama, kemudian siswa dilibatkan dalam menggali sebanyak-
banyaknya pendapat.
c. Konsultasi Intra Kelompok (KIK)
Pembelajaran model KIK ini adalah untuk mengembangkan kemampuan dan kebiasaan
saling berbagi ide dan membuat kesepakatan.
d. Tutorial Teman Sebaya (TTS)
Yang dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, sikap dan kebiasaan saling
membantu antar teman sebaya.
e. Tutorial Lintas Kelas (TLK)
Tutorial lintas kelas misalnya guru memilih siswa kelas tinggi (kelas 6) yang lebih pandai
& memberi tugas untuk membantu siswa kelas bawah.
f. Diskusi Meja Bundar (DMB)
Mengatur siswa dalam kelompok diskusi dan dapat saling melihat satu dengan yang
lainnya. Dengan proses ini guru mengajukan beberapa petanyaan yang menuntut banyak jawaban
kemudian setiap siswa menjawab pertanyaan menurut ppendapatnya senidiri secara bergiliran
dalam kertas yang sudah diberikan guru.
g. Tugas Diskusi Resitasi (TDR)
Tujuan model ini tertuju pada pengembangan keterampilan akademis yang dicapai
melalui kerja sama, guru berperan sebagai manajer kelas dan narasumber.
h. Aktivitas Tugas Tertutup (ATTu), dan Aktivitas Tugas Terbuka (ATTa)
Merupakan model pemberian tugas, perbedaannya hanya dalam sifat isi tugasnya. Tugas
tertutup adalah tugas yang hanya memerlukan satu jawaban sedangkan tugas terbuka adalah
sebaliknya yaitu tugas yang berbentuk menuntut hasil yang beraneka ragam misalnya membuat
karangan.
BAGAIMANA MEMELIHARA SUASANA BELAJAR?
Perbedaan yang terlihat mengenai PKR dan pembelajaran kelas biasa adalah dalam
keserbagandaan,baik itu mencakup dua kelas atau lebih, satu atau lebih mata pelajaran, satu atau
lebih topik, satu atau lebih model belajar, maupun satu atau lebih ruangan belajar.
Mengingat keadaan keserbagandaan dalam PKR, guru dituntut untuk dapat :
1. Memelihara disiplin kelas untuk memungkinkan setiap siswa selalu berada dalam
tugas belajarnya dan tidak mengganggu siswa lainnya.
2. Menciptakan dan memelihara suasana kelas yang menarik
3. Selalu sadar & merasa terikat oleh tujuan belajar yang telah dirumuskan dengan tepat