MAKALAH
HUBUNGAN ATMOSFER DAN PERIKANAN
FADHILA QUDZ
L051191041
PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2021
i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia kepada umat-Nya. Atas berkat-Nya pula penulis dapat
menyusun dan menyelesaikan makalah yang berjudul “Hubungan Atmosfer dan Perikanan” ini
tepat pada waktunya. Adapun penulisan makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah
Meteorologi dan Klimatologi Perikanan. Tak lupa saya mengucapkan terimakasih kepada Ibu
Prof. Musbir [Link] selaku dosen mata kuliah Meteorologi dan Klimatologi Perikanan.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih mempunyai kekurangan. Oleh karena itu, saya
selaku penulis sekaligus penyusun mengharapkan kritik, saran, bimbingan serta nasihat yang
membangun demi kesempurnaan makalah ini. Besar harapan saya semoga makalah ini
bermanfaat bagi kami tersendiri serta bagi pembaca dalam meningkatkan pengetahuan dan
prestasi belajar.
Makassar, 07 April 2021
Penulis
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL …………………………………………….………………………………………….. i
KATA PENGANTAR …………………………………………….………………………………………….. ii
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………………….. iii
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………….. ……………………………………….. 1
A. LATAR BELAKANG ………………………………………….………………………………………….. 1
B. TUJUAN ………………………………………….. …………….………………………………………….. 1
BAB II METODE PENULISAN …………………………………………………………………………….. 3
BAB III PEMBAHASAN …………………………………………..…………………………………………. 4
A. PENGERTIAN ATMOSFER…………………………………….……………………………………….. 4
B. SUSUNAN ATMOSFER ……………………………………....………………………………………….. 4
C. FUNGSI DAN KEGUNAAN ATMOSFER …………………………………………………..……….. 7
D. HUBUNGAN ATMOSFER DAN PERIKANAN …………………………………………………….. 8
BAB IV PENUTUP …………………………………………..……………………………………………….. 11
A. KESIMPULAN …………………………………………………..………………………………………….. 11
B. SARAN …………………………………………………………….………………………………………….. 12
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………………………….. 13
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Apa itu atmosfer? Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet,
termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di bumi, atmosfer
terdapat dari ketinggian 0km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas
permukaan bumi. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena
yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung
bertahap. Atmosfer adalah lapisan udara yang terdiri dari campuran berbagai gas yang
menyelimuti suatu planet baik planet bumi, merkurius, mars, jupiter, uranus, saturnus, venus,
neptunus dan lain-lain. Atmosfer ada di sekeliling kita mulai dari permukaan tanah hingga jauh
di angkasa sana.
Bumi kita diselubungi oleh lapisan udara yang terdiri dari berbagai unsur gas. Lapisan
udara yang menyelubungi bumi disebut atmosfer. Unsur-unsur gas yang menyusun atmosfer
terutama unsur nitrogen dan oksigen. Selain berupa gas, di atmosfer juga terdapat air
(hidrometeor). Jumlah berat seluruh atmosfer diperkirakan 5,6 x 10 14 ton. Setengah dari berat
tersebut berada di bawah ketinggian 6.000 meter dari permukaan bumi. Hal ini disebabkan oleh
adanya gaya gravitasi bumi. Oleh karena itu, udara yang ada dekat dengan permukaan bumi
menjadi lebih mampat (Sugiharyanto, 2007).
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian atmosfer?
2. Bagaimana susunan atmosfer?
3. Apa fungsi dan kegunaan atmosfer?
4. Apa hubungan atmosfer dan perikanan?
C. TUJUAN
1. Mahasiswa mengetahui pengertian atmosfer
2. Mahasiswa mengetahui susunan atmosfer
1
3. Mahasiswa mengetahui fungsi dan kegunaan atmosfer
4. Mahasiswa mengetahui hubungan atmosfer dan perikanan
2
BAB II
METODE PENULISAN
A. WAKTU DAN TEMPAT
Makalah ini ditulis pada bulan April 2021 berlangsung selama tiga hari di Kecamatan
Kota Makassar
B. SUMBER DATA
Data yang digunakan dalam metode penelitian makalah ini merupakan data sekunder dimana
sumber data yang digunkan berasal dari literatur yang relevan serta beberapa sumber, meliputi
data dari jurnal dan buku dan sesuai dengan masalah yang diangkat yaitu SUSUNAN
ATMOSFER DAN HUBUNGANNYA DENGAN BIDANG PERIKANAN
3
BAB III
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN ATMOSFER
Atmosfer taerdiri dari kata atmos yang berarti uap dan sphaira yang berarti
[Link] adalah bulatan udara yang membungkus bola [Link] termasuk bagian
bumi. Karena pengaruh gaya berat, maka atmosfer berputar atau berotasi bersama-sama bumi
setiap hari, serta beredar mengelilingi matahari setiap tahun (berevolusi). Tebal atmosfer
mancapai kurang lebih 1.000 km. Semakin tinggi lapisan udara, tekanannya semakin rendah.
Di bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai
dengan sekitar lebih dari 1000 km dari atas permukaan [Link] tersusun atas beberapa
[Link] pada penamaan sebagian besar benda lainnya, setiap lapisan dinamai menurut
fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain
berlangsung bertahap. Studi tentang atmosfer mula-mula dilakukan untuk memecahkan
masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-
kelipnya [Link] melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar
ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam. 75% dari
atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet.
B. SUSUNAN ATMOSFER
Atmosfer diduga mempunyai ketebalan 1.000 km mulai dari batas permukaan bumi sampai
batas jarak di atasnya. Sifat fisik lain dari atmosfer ini adalah dipengaruhi oleh gravitasi bumi.
Jadi, atmosfer pun ikut berputar bersama-sama bumi setiap hari (rotasi) serta beredar
mengililingi matahari setiap tahun (evolusi). Bagian lapisan yang terdapat di atmosfer antara
lain:
1) Troposfer
Lapisan troposfer merupakan lapisan udara yang paling berpengaruh terhadap kehidupan
di muka bumi. Lapisan udara ini terletak di bagian paling bawah dari lapisan atmosfer yang
langsung bersinggungan dengan permukaan bumi. Ketebalan lapisan troposfer berbeda-beda di
4
setiap tempat di permukaan bumi. Hal ini bergantung pada faktor kondisi musim, letak lintang
tempat, dan waktu yang berlaku di bumi.
Troposfer merupakan lapisan terbawah dari atmosfer, yaitu pada ketinggian 0 - 20 km
di atas permukaan bumi. Tebal lapisan troposfer rata-rata ± 13 km. Di daerah khatulistiwa,
ketinggian lapisan troposfer sekitar 16 km dengan temperatur rata-rata 80°C. Daerah
sedang[1] ketinggian lapisan troposfer sekitar 11 km dengan temperatur rata-rata 54°C,
sedangkan di daerah kutub ketinggiannya sekitar 8 km dengan temperatur rata-rata 46°C.
Lapisan troposfer ini pengaruhnya sangat besar sekali terhadap kehidupan mahkluk hidup di
muka bumi. Lapisan ini selain terjadi peristiwa-peristiwa seperti cuaca dan iklim, juga
terdapat kira-kira 80% dari seluruh massa gas yang terkandung dalam atmosfer terdapat pada
lapisan ini. Ciri khas yang terjadi pada lapisan troposfer adalah suhu (temperatur) udara
menurun sesuai dengan perubahan ketinggian, yaitu setiap naik 100 meter dari permukaan
bumi, suhu (temperatur) udara menurun sebesar ± 0,5°C. Lapisan troposfer paling atas, yaitu
tropopause yang menjadi batas antara troposfer dan [Link] (temperatur) udara di
lapisan ini relatif konstan atau tetap, walaupan ada pertambahan ketinggian, yaitu berkisar
antara -55°C sampai -60°[Link] lapisan tropopause ± 2 km.
Pada lapisan ini, hampir semua jenis cuaca, perubahan suhu yang
mendadak, angin, tekanan dan kelembaban udara yang kita rasakan sehari-hariterjadi.
Ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari troposfer, karena
permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari dan menyalurkan panasnya ke udara.
Pada troposfer ini terdapat gas-gas rumah kaca yang menyebabkan efek rumah kaca dan
pemanasan global. Troposfer terdiri atas:
a) Lapisan planetair : 0-1 km
b) Lapisan konveksi : 1-18 km
c) Lapisan tropopause : 18-20 km.
Tropopause merupakan lapisan pembatas antara lapisan troposfer dengan stratosfer
yang temperatunya relatif [Link] lapisan tropopause kegiatan udara secara vertikal
[Link] lapisan ini segala macam bentuk cuaca, suhu, kelembaban, tekanan dan angin
yang kita rasakan [Link]-ciri lapisan troposfer adalah sebegai berikut:
1) Pada lapisan ini terjadi peristiwa-peristiwa cuaca, seperti: awan, hujan, petir, angin.
2) Semakin tinggi tempatnya, semakin berkurang suhunya.
5
3) Kurang lebih 80% dari seluruh massa gas terdapat pada lapisan ini.
4) Puncak lapisan troposfer terdapat lapisan peralihan yang di sebut tropopause.
Ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari troposfer, karena
permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari dan menyalurkan panasnya ke udara.
Biasanya, jika ketinggian bertambah, suhu udara akan berkurang secara tunak (steady), dari
sekitar 17℃ sampai -52℃. Pada permukaan bumi yang tertentu, seperti daerah pegunungan
dan dataran tinggi dapat menyebabkan anomali terhadap gradien suhu tersebut.
2) Stratosfer
Lapisan stratosfer terdapat di atas lapisan troposfer yang dibatasi oleh lapisan tropopause
antara keduanya. Lapisan stratosfer mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap
kelangsungan hidup semua makhluk hidup di permukaan bumi karena pada lapisan ini ozon
terbentuk dan berfungsi menyerap sebagaian besar radiasi ultra violet, infra merah, dan sinar x
dari cahaya matahari sebelum menyentuh permukaan bumi.
3) Mesosfer
Lapisan mesosfer adalah lapisan yang terletak di atas lapisan stratosfer yang dibatasi oleh
lapisan yang disebut stratopause dengan ketinggian antara 48 – 80 km dari atas permukaan laut.
Pada lapisan mesosfer juga terjadi pemantulan kembali gelombang-gelombang radio ke bumi.
4.) Termosfer
Lapisan termosfer adalah lapisan yang terletak di atas lapisan mesosfer pada ketinggian
antara 80 – 482 km di atas permukaan laut. Antara lapisan termosfer dan lapisan mesosfer yang
terletak di bawahnya dibatasi oleh lapisan yang disebut mesopouse.
Pada lapisan termosfer terdapat dua lapisan yang memegang peranan penting dalam
hubungan radio, yaitu lapisan E atau disebut lapisan Kennely-Heaviside dan lapisan F atau
lapisan Appleton. Kedua lapisan ini berfungsi sebagai penangkap dan pemantul berbagai
gelombang radio yang dipancarkan dari bumi dan dipantulkan kembali ke bumi, sehingga
berbagai siaran radio dari pemancar yang jauh letaknya dapat didengarkan pada radio kita di
rumah.
6
5) Lapisan Eksosfer
Bagian lapisan terakhir dari atmosfer bumi adalah lapisan eksosfer atau lapisan
disipasisfer, lapisan ini merupakan bagian dari lapisan atmosfer bumi terluar, terletak pada
ketinggian antara 482 - 1.000 km di atas permukaan laut.
Gambar 1. Lapisan dari Atmosfer
C. FUNGSI DAN KEGUNAAN ATMOSFER
Pengaruh terbesar bagi manusia dan kehidupan yang lain adalah lapisan dari lapisan
atmosfer. pada lapisan inilah cuaca selalu berubah. Dalam atmosfer terdapat beberapa gejala
alam seperti hujan, angin, dan pasir serta beberapa parameter lain seperti suhu, kelembahan,
dan tekanan udara.
Atmosfer mempunyai peranan dalam kehidupan di permukaan bumi antara lain :
1. Melindungi bumi dari jatuhnya benda angkasa seperti meteor, komet, dll.
2. Menjaga temperatur udara di permukaan bumi agar tetap bermanfaat untuk kehidupan.
3. Memantulkan gelombang radio
4. Membantu menjaga stabilitas suhu udara pada siang hari
5. Menyerap radiasi dan sinar bagi manusia dan makhluk hidup bumi lainya
7
6. Menciptakan cuaca, berupa hujan dan salju sehingga terjadilah musim panas dan musim
dingin
7. Sarana berlangsungnya proses pembakaran, tanpa udara kita tidak dapat menyalakan api,
bernafas, dan sebagainya.
8. Selain itu gas-gas yang ada di atmosfer mempunyai peran masing-masing antara lain :
a. Nitrogen untuk pertumbuhan tanaman
b. oksigen untuk bernafas
c. Karbondioksida untuk fotosintesis
d. Ozon untuk menyerap sebagian radiasi matahari
D. HUBUNGAN ATMOSFER DENGAN PERIKANAN
Interaksi antara laut dan atmosfer sangat berkaiatan dan dapat dilihat pada siklus hidrologi
yang merupakan siklus air di planet bumi. Energi matahari yang merupakan penggerak utama
dari siklus ini memanaskan subsistem di bumi sehingga terjadi interaksi yang cukup kuat untuk
menghasilkan atau membentuk suatu sistem kopling (interaksi dan arah), dimana proses yang
terjadi adalah perpindahan energi dan massa dalam proses neraca energi dalam hal ini energi
radiasi termasuk energi panas dan momentum dalam friksi permukaan.
Interaksi dua arah antara laut dan atmosfer membentuk proses kopling yang terjadi saat
pergantian energi dan masa di permukaan laut. Proses ini adalah perpindahan energi dan masa
pada proses neraca energi yang berhubungan dengan energi radiasi termasuk energi panas dan
momentum friksi permukaan. Pergantian energi dari neraca masa terjadi saat penguapan dan
hujan, perpindahan mineral dan gas. Gas-gas yang ada di permukaan mengabsorbsi energi radiasi
karena gas-gas tersebut menyerap energi matahari pada panjang gelombang khusus. Sebagai
akibatnya terjadi peningkatan suhu atmosfer dan mengakibatkan juga peningkatan suhu laut.
Salah satu gas penting yaitu CO2, juga banyak terdapat di atmosfer yang kemudian dapat
diendapkan di dalam lautan. Kepentingan pengendapan CO2 sangat membantu mengurangi
pengaruh pemanasan global.
Lautan berperan sebagai pensuplai uap air terbesar bagi atmosfer. Penguapan terjadi akibat
tidak jenuhnya atmosfer oleh uap dan akibat cukup hangatnya suhu muka laut. Sebaliknya
8
atmosfer mensuplai energi dan masa dalam bentuk curah hujan dan endapan yang juga
melibatkan transfer energi. Saat lautan mendingin, maka laut akan merespon dengan
menghasilkan gerak konveksi vertikal yang akan mensuplai panas ke permukaan. Hal ini terjadi
karena persamaan kontinuitas masa membutuhkan air dingin mengendap ke kedalaman dari
permukaan tergantikan oleh masa air di bawahnya yang notabene lebih hangat. Air hangat
tersebut akan menyembul ke permukaan. Proses perubahan suhu di lautan terjadi jauh lebih
lambat daripada di atmosfer. Sebagai akibat maka lautan terus panas meskipun ekuinok atau titik
nadir matahari telah menjauhi garis khatulistiwa.
Sistem interaksi antara laut dan atmosfer menyebabkan berbagai fenomena alam yang dapat
dijelaskan secara ilmiah. Secara keselurahan dan dalam waktu panjang akan membentuk iklim di
suatu daerah tertentu. Fenomena alam terbebut yaitu :
1. El Nino Menurut sejarahnya adalah sebuah fenomena yang teramati oleh para
penduduk atau nelayan Peru dan Ekuador yang tinggal di pantai sekitar Samudera Pasifik bagian
timur menjelang hari natal (Desember). Fenomena yang teramati adalah meningkatnya
SPL(Suhu Permukaan Laut) yang biasanya dingin. Fenomena ini mengakibatkan perairan yang
tadinya subur dan kaya akan ikan (akibat adanya upwelling atau arus naik permukaan yang
membawa banyak nutrien dari dasar) menjadi sebaliknya. Pemberian nama El-Nino pada
fenomena ini disebabkan oleh karena kejadian ini seringkali terjadi pada bulan Desember.
Pemberian nama El-Nino pada fenomena ini disebabkan oleh karena kejadian ini seringkali
terjadi pada bulan Desember. El-Nino (bahasa Spanyol) sendiri dapat diartikan sebagai “anak
lelaki”.
Pembentukan El-Nino dikaitkan dengan pola sirkulasi samudera pasifik yang dikenal
sebagai osilasi selatan sehingga disebut juga El Nino-Southern Oscillation (ENSO) yang
merupakan fenomena yang ditimbulkan oleh interaksi laut-atmosfer. El-Nino merupakan
fenomena global dari sistem interaksi laut dan atmosfer yang ditandai denganmemanasnya suhu
muka laut di Pasifik Equator atau anomali suhu muka laut di daerah tersebut positif (lebih panas
dari rata-ratanya). Pada saat yang bersamaan terjadi perubahan pola tekanan udara yang
mempunyai dampak sangat luas dengan gejala yang berbeda-beda, baik bentuk dan
intensitasnya.
9
2. La-Nina (juga bahasa Spanyol) yang berarti “anak perempuan”. Fenomena ini
memiliki periode 2-7 tahun. Fenomena ini merupakan kebalikan dari El Nino ditandai dengan
anomali suhu muka laut di daerah tersebut negatif(lebih dingin dari rata-ratanya). La Nina secara
umum akan menyebabkan curah hujan di Indonesia bertambah.
3. IOD ( Indian Ocean Dipole) yakni interaksi kopel atmosfer-samudera Hindia adalah
beda temperatur permukaan laut antara pantai timur afrika dan pantai barat sumatera. Fenomena
dipole Ocean India dapat mempengaruhi curah hujan dibeberapa tempat di indonesia. Index IOD
didefinisikan sebagai beda anomali temperatur permukaan laut 10 derajat LS – 90 derajat sampai
110 derajat BT. Nilai indeks > 0.35 digolongkan sebagai IOD (+) dan < -0.35 digolongkan
sebagai IOD (-). IOD (+) artinya temperatur permukaan laut di pantai timur afrika lebih tinggi
daripada temperatur permukaan laut di pantai barat sumatera, sebaliknya untuk IOD (-). Dengan
demikian IOD (+) adalah fasa dingin laut pantai barat sumatera, sehingga konveksi melemah,
sebaliknya untuk IOD (-).
4. Osilasi Madden-Julian (MJO) ,hasil-hasil analisis data atmosfer permukaan dan atas
pada kolam (basin) Pasifik equatorial menunjukan bahwa ada variasi frekuensi rendah mengenai
kekuatan angin atmosfer atas, temperatur pada berbagai paras dan tekanan permukaan .
periodisitas variasi ini ditemukan antara 41 dan 53hari dengan kejadian sangat sering sekitar 45
hari. Variasi ini dikenal sebagai Osilasi Madden Julian (MJO). Osilasi ini memainkan peranan
penting dalam menjelaskan variasi cuaca jangka pendek pada lokasi ekuatorial yang
menyebabkan fasa aktif dan berhenti monsun.
5. Sirkulasi Walker adalah sirkulasi zonal dari timur ke barat sepanjang ekuator yang
ditandai dengan kenaikan udara di samudera pasifik bagian barat, kawasan Indonesia dan
penurunan udara di pasifik bagian timur lepas pantai Amerika Selatan. Intensitas sirkulasi walker
dikendalikan oleh radiasi temperatur permukaan laut pada samudera pasifik bagian timur dan
barat. Dengan demikian perubahan urutan salah satu komponen sistem iklim ini akan
mengakibatkan perubahan lain.
10
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Atmosfer adalah suatu selubung gas yang menyelimuti permukaan bumi. Partikel-
partikel gas yang mengisi atmosfer terdiri atas tiga kelompok, yaitu udara kering, uap air, dan
aerosol. Unsur-unsur gas yang menyusun atmosfer terutama unsur nitrogen dan oksigen. Selain
berupa gas, di atmosfer juga terdapat air (hidrometeor).
Atmosfer mempunyai 5 lapisan yaitu: (1)Troposfer merupakan lapisan terbawah dari
atmosfer, yaitu pada ketinggian 0 - 20 km di atas permukaan [Link] lapisan ini, tempat
terjadinya perubahan cuaca dan iklim. (2) Stratosfer terletak pada ketinggian antara 20 - 60
km dari permukaan bumi. Lapisan ini ditandai dengan adanya proses inversi suhu, artinya
suhu udara bertambah tinggi seiring dengan kenaikan ketinggian dari permukaan
bumi. (3) Mesosfer adalah lapisan udara ketiga, di mana suhu atmosfer akan berkurang
dengan pertambahan ketinggian hingga ke lapisan keempat. Lapisan ini berfungsi sebagai
pelindung bumi dari benda–benda luar angkasa. (4) Termosfer adalah lapisan udara keempat,
peralihan dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 85 [Link] ini
merupakan tempat terjadinya ionisasi partikel-partikel yang dapat memberikan efek pada
perambatan/refleksi gelombang radio, baik gelombang panjang maupun pendek. (5) Eksosfer,
lapisan ini berada pada ketinggian 690 - lebih dari 1000 km dari permukaan bumi. Pada
lapisan ini terjadi gerakan-gerakan atom secara tidak beraturan.
Atmosfer berfungsi untuk melindungi bumi dari gangguan benda-benda angkasa da
radiasi sinar matahari. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan yang dinamai menurut fenomena
yang terjadi pada lapisan tersebut, antara lain troposfer, tropopause, stratosfer, stratopause,
mesosfer, mesopause, dan thermosfer atau ionosfer. Peranan atmosfer antara lain sebagai
11
pengendali suhu di bumi, stabilisator unsur-unsur cuaca, penahan radiasi ultraviolet dari
matahari, penyedia O2, CO2, dan N2 bagi kehidupan serta sebagai penunjang komunikasi radio.
B. SARAN
Setelah mempelajari makalah ini pembaca dapat mengetahui tentang lapisan-lapisan
atmosfer. Atmosfer sangatlah bermanfaat bagi kehidupan seluruh makhluk hidup termasuk kita
sebagai manusia yang hidup di muka bumi ini. Diharapkan dengan adanya makalah ini, manusia
dapat mengerti peranan penting dari setiap lapisan-lapisan atmosfer serta dapat menjaga lapisan
ini demi kelangsungan hidup semua makhluk yang ada di bumi ini. Dengan cara tidak
melakukan kegiatan yang dapat merusak lapisan atmosfer bumi.
12
DAFTAR PUSTAKA
Arini. 2011. “Atmosfer”. Online. [Link]/2011/04/09/ atmosfer/. 21
september 2017
Ashari, Abdulrohim. 2013. “Atmosfer dan
Hidrosfer”. Online. [Link]
september 2017
Thok, Tugiono. 2013. “Susunan
Atmosfer”. Online. [Link] 21
september 2017
Kanggarda, 2014. Lapisan Atmosfer Pada Bumi. (Online)
[Link] bumi.5481/ diakses pada tanggal 6
April 2015
Hartono, 2007. Geografi Jelajah Bumi dan Alam Semesta. Bandung : Citra Praya
Harisa Arif, 2012. Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional. Depok: Pelatihan OSN
13