ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA
PADA NY. “S” G0 P0 A0 AKSEPTOR KB IUD
DI POLINDES COBAN BLIMBING – WONOREJO - PASURUAN
NAMA : YUNITA WIJAYANTI
NIM : 10413067
AKADEMI KEBIDANAN SAKINAH PASURUAN
[Link] BHAKTI KRAJAN 1 PUKUL KECAMTAN KRATON
KABUPATEN PASURUAN
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan asuhan kebidanan ini telah disahkan pada
Tanggal......................................
Dengan judul
ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA
PADA NY. “S” G0 P0 A0 AKSEPTOR KB IUD
DI POLINDES COBAN BLIMBING – WONOREJO - PASURUAN
Mahasiswa
(Yunita Wijayanti)
Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktik
........................................ ...........................................
BAB I
PENDAHULUAN
1. A. Latar Belakang
Macam-macam KB secaraumum meliputi : pil kombinasi, pil progestin, suntik
progestin, suntik kombinasi, implan, tubektomi, vasektomi, kondom, diafragma,
spermisida, AKDR, kelender, metode amenorea laktasi, abstinensi (Saifuddin, 2006).
Dalam program KB dapat menggunakan AKDR yang merupakan alat kontrasepsi
yang terbuat dari plastic halus terbentuk spiral (lipper lopp) atas terbentuk lain (copper T
Cu 2510, T 220 atau N LLC 250) yang dipasang didalam rahim dengan memakai alat.
Khusus oleh dokter atau bidan atau paramedic yang lain yang sudah terlatih. Cara kerja
AKDR menyebabkan bertambah tingginya daya kontrasepsi karena kawat tembaga dapat
menghalangi mobilitas spermatozoa, kontra indikasi AKDR antara lain dicurigai ada
kehamilan, peradangan diletak rahim dicurigai adanya kanker rahim, perdarahan yang
tidak normal dari kemaluan, perdarahan yang hebat, kelainan rahim dan alergi terhadap
logam (Handayani, 2010).
Pengetahuan mengenai cara memilih alat kontrasepsi yang tepat merupakan hal
penting dalam upaya perlindungan terhadap kesehatan reproduksi perempuan. Minimnya
pengetahuan tersebut akan berdampak terhadap peningkatan angka kematian ibu hamil
dan bersalin, angka kehamilan yang tidak diinginkan, dan angka kejadian penyakit
menular seksual, serta angka kejadian gangguan kesehatan akibat efek samping
kontrasepsi (Anonim, 2010).
Pada umumnya masyarakat masih merasa takut untuk menggunakan AKDR,
karena metode pemasangannya yang menggunakan berbagai macam alat-alat medis yang
diperlukan. Sehingga menimbulkan rasa takut pada sebagian dari masyarakat yang akan
mengunakannya (Saifuddin, 2006).
Kita ketahui bahwa sampai saat ini belumlah tersedia satu metode kontresepsi
yang benar-benar 100% ideal/ sempurna. Setiap metode kontrasepsi memiliki keunggulan
dan kelemahan, pengalaman menunjukkan bahwa saat ini pilihan metode kontrasepsi
umumnya masih dalam bentuk cafetarian atau supermarket, dimana calon akseptor
memilih sendiri kontrasepsi yang diinginkan, padahal dalam kontrasepsi tidak ada
satupun metode yang sesuai untuk semua pemakai, dan sebagian tertentu seyogyanya
tidak digunakan oleh sekelompok tertentukarena ada kontraindikasi (Hartanto, 2003).
TINJAUAN TEORI
A. Pengertian
Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) adalah suatu alat atau benda yang dimasukan ke
dalam rahim yang efektif, reversible, dan berajngka panjang, dapat dipakabi oleh semua
perempuan usia produktif (saifuddin, 2006).
AKDR atau IUD atau Spiral adalah suatu alat yang dimasukaan ke dalam rahim wanita
untuk tujuan kontrasepsi. AKDR adalah suatu usaha pencegahan kehamilan dengan
menggunakan secarik kertas, diikat dengan benang lalu dimasukan ke dalam rongga
panggul. AKDR atau IUD atau Spiral adalah suatu benda kecil yang terbuat dari plastic
yang lentur, mempunyai lilitan tembaga atau juga mengandung hormon dan dimasukan
ke dalam rahim melalui vagina dan mempunyai benang (Handayani, 2010).
Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/IUD) adalah suatu alat kontrasepsi yang
dimasukkan dalam rahim yang bentuknya bermacam-macam, terdiri dari plastic, ada
dililit (CU), ada pula yang tidak tapi ada pula yang dililit tembaga bercampur dengan
perak, selain itu ada pula yang dibatangnya berisi hormone progesterone (Saifiddin,
2006).
B. Konseling pra pemasangan
Profil IUD
1. Sangat efektif
2. Haid menjadi lebih lama dan lebih banyak
3. Pemasangan dan pencabutan memerlukan pelatihan
4. Dapat dipakai semua pasangan usia reproduktif
5. Tidak boleh dipakai pada perempuan yang tertular IMS
6. Penggolongan IUD
1. Un. Medicated devicer
1. Inert devicer
2. First generation devicer
Misalnya :
1. Brafenberg ring
2. Ota ring
3. Marqulles cell
4. Lippes loop (dianggapa sebagai IUD sementara)
5. Sraf T. Coil
6. Delta loop: medifiel lipper loop D: penambahan benang cronic catgut pada lengan
atas, terutama untuk insersi post partum.
7. Medicoted devices
1. Bio octive devices
2. Secon generation devices
3. IUD Yang Mengandung Logam :
1. AKDR – CU generasi pertama
2. CUT -200
3. CU-7
4. MCCU 250
5. AKDR –CU generasi kedua
6. CU-T 380 A
7. CU-T380 Ag
8. CU-T 220 C
9. Nova –T
10. Micu-375
11. IUD Yang Mengandung hormone : progesterone/levonorgesterol
1. Progestagent : AL 2a T dengan daya kerja 1 tahun
2. ING -20 : mengandung levonorgenal
Penggolongan lain dari IUD berdasarkan
1. Kontigurasi
2. Regiditas
3. Luas permukaan
4. Membahan awal
5. Cara Kerja IUD
1. Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ketuba falopii
2. Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri
3. Mencegah sperma dan ovum bertemu
4. Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus
1. Keuntungan IUD
1. Sebagai kontrasepsi efektif tinggi
2. AKDR segera efektif setelah pemasangan
3. Metode angka panjang
4. Sangat efektif karena tidak perlu mengingat-ingat lagi
5. Tidak mempengaruhi hubungan seksualitas
6. Meningkatkan kenyaman sexual karena tidak perlu takut untuk hamil
7. Tidak ada efek samping hormonal dengan CU AKDR (CUT- 380 A)
8. Tidak mempengaruhi ASI
9. Dapat dipasang segera setelah persalinan atau abortus
10. Dapat digunakan sampai menopause dan tidak ada interaksi dengan obat-
obat.
9. Kerugian IUD
1. Perubahan siklus haid
2. Haid lebih lama dan banyak
3. Tidak mencegah IMS
4. Sedikit nyeri dan perdarahan
5. Tidak dapat di gunakan wanita IMS
6. Klien tidak dapat melepas AKDR oleh dirinya sendiri
7. Tidak mencegah kehamilan Ektopik
10. Persyaratan Pemakaian IUD
1. Yang dapat menggunakan IUD
1. Usia produktif
2. Menginginkan penggunaan kontrasepsi jangka panjang
3. Tidak menghendaki metode hormonal
4. Resiko rendah IMS
5. Tidak menyukai untuk mengingat- ingat minum pil setiap hari
6. Yang tidak diperkenankan menggunakan AKDR
1. Sedang hamil
2. Perdarahan vagina yang tidak diketahui
3. Sedang menderita infeksi alat genetalia
4. Kelainan bawaan uterus yang abnormal
5. Kanker alat genetalia
6. Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm
2. Waktu Penggunaan IUD
1. Setiap waktu dalam siklus haid, yang bisa dipastikan klien tidak hamil
2. Hari pertama sampai ke-7 siklus haid
3. Segera setelah melahirkan, selama 48 jam pertama atau setelah 4 minggu
pasca persalina. Setelah 6 bulan apabila menggunakan metode amenorea
laktasi (MAL). Perlu diingat, angka ekspulsi tinggi pada pemasangan
segera atau selama 48 jam pasca persalinan.
4. Setelah abortus (segera atau dalam waktu 7 hari) apabila tidak ada gejala
infeksi.
5. Selama 1 sampai 5 hari setelah senggama yang tidak dilindungi.
3. Petunjuk bagi klien
1. a. Kembali memeriksakan diri setelah 4 sampai 6 minggu pemasangan
AKDR.
2. b. Selama bulan pertama menggunakan AKDR, periksalah benang
AKDR secara rutin terutama setelah haid.
3. c. Setelah bulan pertama pasca pemasangan, hanya perlu memerikasa
keberadaan benang setelah haid apabila mengalami :
1. Kram/kejang di perut bagian bawah.
2. Perdarahan (spotting) diantara haid atau setelah senggama.
3. Nyeri setelah senggama atau apabila pasangan mengalami tidak nyaman selama
melakukan hubungan seksual.
d. Copper T-380A perlu dilepas setelah 10 tahun pemasangan, tetapi padat dilakukan
lebih awal apabila diinginkan.
e. Kembali ke klinik apabila :
1. Tidak dapat meraba benang AKDR.
2. Merasakan bagian yang keras dari AKDR.
3. AKDR terlepas.
4. Siklus terganggu atau meleset.
5. Terjadi pengeluaran dari vagina yang mencurigakan.
6. adanya infeksi
Untuk sebagia besar klien keadaan ini dapat diselesaikan dengan cara anamnesis terarah,
C. Konseling pasca pemasagan
1. Efek Samping
1. Amenore
Periksa apakah sedang hamil jika tidak, jangan dilepas AKDR,lakukan konseling dan
selidiki penyebab amenorea apabila [Link] hamil,jelaskan dan sarankan
untuk melepas AKDR apabila talinya terlihat dan kehamilan kurang dari 13 minggu,
apabila benang tidak terlihat, atau kehamilan lebih dari 13 minggu, AKDR jangan
[Link] klien sedang hamil dan inginmempertahankan kehamilanya tanpa melepas
AKDR, jelaskan akan adanya kemungkinan terjadinya kegagalan kehamilan dan infeksi
serta perkembangan kehamilan harus lebih diamati dan diperhatikan.
1. Kejang
Pastikan dan tegaskan adanya penyakit radang panggul dan penyebab lain dari
kekejangan. Tanggulangi penyebab apabila [Link] tidak ditemukan berikan
analgesik untuk sedikit meringankan. Pabila klien mengalami kejang yang berat, lepas
AKDR dan bantu klien menentukan alat kontrasepsi yang lain.
1. Perdarahan pervaginam yang hebat dan tidak teratur
Pastikan dan tegaskan adanya infeksi pelvik dan kehamilan ektopik. Apabila tidak ada
kelainan patologis, perdarahan berkelanjutan serta perdarahan hebat, lakukan konseling
dan pemantauan. Beri ibu profen (800 mg, 3x sehari selama satu minggu) untuk
mengurangi perdarahan dan berikan tablet besi (1 tablet setiap hari selama 1-3 bulan).
AKDR memungkinkan dilepas apbila klien menghendaki. Apabila klien menghendaki.
Apabila klien telah memakai AKDR selama lebih dari 3 bulan dan diketahui menderita
anemi (Hb< 7g/%) anjurkan untuk melepas AKDR dan bantuan memilih metode lain
yang sesuai.
1. Benang yang hilang
Pastikan adanya kehamilan atau tidak. Tanyakan apakah AKDR terlepas. Apabila tidak
hamil dan AKDR tidak lepas,berikan kondom. Periksa talinya di dalam endoserviks dan
kavum uteri (apabila memungkinkan adanya peralatan dan tenaga terlatih) setelah masa
haid berikutnya. Apabila tidak ditemukan rujuklah kedokter, lakukan x-ray atau
pemeriksaan ultrasound, apabila tidak hamil dan AKDR yang hilang tidak ditemukan,
pasanglah AKDR baru atau bantulah klien menentukan metode lain.
1. Adanya pengeluaran cairan dari vagina/di curigai adanya PRP.
Pastiakn pemeriksaan untuk IMS. Lepaskan AKDR apabila ditemukan menderita atau
dicurigai menderita gonorhoe atau infeksi klamidial, lakukan pengobatan yang memadai.
Bila PRP, obati dan lepas AKDR sesudah 48 jam. Apabila AKDR dikeluarkan, beri
metode lain sampai masalahnya teratasi.
1. Komplikasi
1. Merasakan sakit/kejang selama 3 hari setelah pemasangan
2. Perdarahan berat atau anemi
3. Perforasi :
1. IUD ditarik kembali
2. Observasi KU dan VS evaluasi perdarahan
3. Anjurkan masuk RS dan beri antibiotic
4. Segera rujuk
2. Kunjungan Ulang
Setelah 1-2 minggu pemasangan, dilakukan pemeriksaan pertama, 3 bulan pemeriksaan
kedua, setiap 6 bulan sampai dengan 1 tahun dan bila ada keluhan atau masalah
(saifuddin, 2006).
Menejemen Kebidanan 7 Langkah Varney
Menejemen asuhan kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai
metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah,
penemuan-penemuan, ketrampilan dan rangkaian/tahapan yang logis untuk pengambilan
suatu keputusan yang berfokus pada klien (Varney, 2010).
BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA PADA Ny. S P3A0
DENGAN METODE IUD DI BPM Ny U DESA COBAN BLIMBING
Tanggal/jam masuk : 12 Desember 2011/ 16.00 WIB
Tempat : BPS. Ny Uswatun Khasanah S,ST Desa Coban Blimbing
1. I. Pengkajian
2. Data subyektif
1. Identitas Pasien
Nama klien : Ny. S Nama suami : Tn. D
Umur : 39 tahun Umur : 45 tahun
Suku/bangsa : Jawa/Indonesia Suku/bangsa : Jawa/Indo
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Swasta Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Coban Blimbing Alamat : Coban Blimbing
Alasan masuk : ibu mengatakan ingin konsultasi alat kontrasepsi dan ingin menggunakan
alat kontrasepsi.
2. Data Keluarga
Kawin berapa kali : 1 kali
Lama perkawinan : 20 tahun
Jumlah anak : 3 anak
Berapa kali hamil : 3 kali
Persalinan terakhir : 8 tahun
3. Data kebidanan
1. Haid :
Menarche : 13 tahun
17
Banyak : 2-3 x ganti pembalut
Lamanya : + 7 hari Keluhan : Tidak ada
Siklus : 28 hari Amenorhea : Tidak ada
1. Riwayat haid bulan lalu:
Tanggal : 8 november 2011 Banyaknya :2- 3 x ganti pembalut
Lamanya : ± 7 hari Keluhan : Tidak ada
1. Riwayah haid sekarang:
Tanggal : 10 desember 2011 Banyaknya :2- 3 x ganti pembalut
Lamanya : ± 7 hari Keluhan : Tidak ada
4. Riwayat Kehamilan, Persalinan, dan Nifas yang lalu:
Tabel 3.1
N Kehamila Persalinan Anak Nifas
O n
G UK JP TM Kom Peno JK BB Keadaa US Lactasi Perdaraha Infeksi
n n
pli long PB
Lahir
kasi
1 1 39 Spon bps Tidak bidan L 3 kg baik 18 2 thn 400 cc tidak
ada thn
Tan 56 cm
2 2 40 Spon bps Tidak bidan L 3,5 kg baik 12 2 thn 500 cc tidak
ada thn
Tan
3 3 39 Spon bps Tidak bidan L 3,5 kg baik 8 1 thn 500 cc tidak
ada thn
Tan
5. Riwayat kesehatan
1. Riwayat kesehatan sekarang
1. Keluhan utama : Ibu mengatakan tidak merasakan sakit saat ini dan
sekarang sedang haid hari ke- 6
2. Riwayat penyakit yang diderita : Ibu mengatakan tidak sedang menderita
penyakit menular, dan menahun, seperti:
3. Jantung dengan gejala : Sesak nafas,jantung berdebar-debar,nyeri didada
4. HIV dengan gejala : nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada,
demam, hilang nafsu makan, mual muntah, kerap mengalami penyakit
jamur pada rongga mulut dan kerongkongan.
5. DM dengn gejala : banyak minun,banyak makan tapi kurus,berat badan
turun,banyak kencing dimalam hari saat waktu tidur,gejala lain yang
mungkin dikeluhkan : kesemutan,gatal,mata kabur,impotensi pada
pria,prupitus vulva pada wanita.
6. TBC dengn gejala : Batuk lebih dari 4 minggu dengan atau tanpa
seputum,malaise, gejala flu,demam derajat rendah,nyeri dada, batuk darah.
7. Hepatitis dengan gejala : kuning, keletihan, demam, hilang selera makan,
muntah-muntah, pusing dan kencing berwarna hitam pekat.
8. Hypertensi dengan gejala : Pusing, emosional tinggi,lemes,
9. Epilepsi dengan gejala : Tiba-tiba kehilangan kesadaran, kejang, keluar
busa dari mulut
10. Asma dengan gejala : bising mengi (weezing) yang terdengar tanpa atau
dengan stetoskop,batuk produktif sering pada malam hari,napas atau dada
terasa seperti [Link] gejala bersifat paroksimal (membaik pada sieng
hari dan menburuk pada malam hari).
1. Pengobatan yang pernah didapat :
Ibu mengatakan tidak pernah mendapatkan
pengobatan yang serius.
1. Alergi terhadap obat :
Ibu mengatakan tidak alergi terhadap obat
1. Riwayat kesehatan yang lalu:
Ibu mengatakan bahwa tidak pernah menderita Penyakit menular, menahun, dan menurun
seperti :
1. Jantung dengan gejala : Sesak nafas,jantung berdebar-debar,nyeri didada
2. HIV dengan gejala : nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada, demam,
hilang nafsu makan, mual muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada rongga
mulut dan kerongkongan.
3. DM dengn gejala : banyak minun,banyak makan tapi kurus,berat badan
turun,banyak kencing dimalam hari saat waktu tidur,gejala lain yang mungkin
dikeluhkan : kesemutan,gatal,mata kabur,impotensi pada pria,prupitus vulva pada
wanita.
4. TBC dengn gejala : Batuk lebih dari 4 minggu dengan atau tanpa
seputum,malaise, gejala flu,demam derajat rendah,nyeri dada, batuk darah.
5. Hepatitis dengan gejala : kuning, keletihan, demam, hilang selera makan, muntah-
muntah, pusing dan kencing berwarna hitam pekat.
6. Hypertensi dengan gejala : Pusing, emosional tinggi,lemes,
7. Epilepsi dengan gejala : Tiba-tiba kehilangan kesadaran, kejang, keluar busa dari
mulut
8. Asma dengan gejala : bising mengi (weezing) yang terdengar tanpa atau dengan
stetoskop,batuk produktif sering pada malam hari,napas atau dada terasa seperti
[Link] gejala bersifat paroksimal (membaik pada sieng hari dan menburuk
pada malam hari).
9. Operasi yang pernah didapat: Ibu mengatakan belum pernah operasi apapun
10. Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan bahwa dalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit
menular, menurun, dan menahun seperti :
1. Jantung dengan gejala : Sesak nafas,jantung berdebar-debar,nyeri didada
2. HIV dengan gejala : nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada, demam,
hilang nafsu makan, mual muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada rongga
mulut dan kerongkongan.
3. DM dengn gejala : banyak minun,banyak makan tapi kurus,berat badan
turun,banyak kencing dimalam hari saat waktu tidur,gejala lain yang mungkin
dikeluhkan : kesemutan,gatal,mata kabur,impotensi pada pria,prupitus vulva pada
wanita.
4. TBC dengn gejala : Batuk lebih dari 4 minggu dengan atau tanpa
seputum,malaise, gejala flu,demam derajat rendah,nyeri dada, batuk darah.
5. Hepatitis dengan gejala : kuning, keletihan, demam, hilang selera makan, muntah-
muntah, pusing dan kencing berwarna hitam pekat.
6. Hypertensi dengan gejala : Pusing, emosional tinggi,lemes,
7. Epilepsi dengan gejala : Tiba-tiba kehilangan kesadaran, kejang, keluar busa dari
mulut
8. Asma dengan gejala : bising mengi (weezing) yang terdengar tanpa atau dengan
stetoskop,batuk produktif sering pada malam hari,napas atau dada terasa seperti
[Link] gejala bersifat paroksimal (membaik pada sieng hari dan menburuk
pada malam hari).
9. Operasi yang pernah dialami: Ibu mengatakan belum pernah mengalami operasi
apaun
10. Keturunan Kembar :Ibu mengatakan tidak ada keturunan kembar
11. Data Keluarga Berencana
Persalinan terakhir : 8 tahun yang lalu
Jenis persalinan : spontan
Apakah pernah memakai kontrasepsi : ya
Tabel 3.2
No. Jenis Kontrasepsi Lama Penggunaan Kapan Drop out Alasan Drop out
1 Kondom 3 tahun 1bulan yang lalu Ganti IUD
2 Sekarang
Metode apa yang diyakini sekarang : IUD
Pasien datang atas petunjuk : Sendiri
Datang pertama mendapatkan pelayanan KB : IUD
Perencanaan anak dalam keluarga : 3 anak
Tanggapan Suami : Ibu mengatakan suami sangat mendukung
1. Data psiko- Sosio- Spiritual
Pengetahuan ibu tentang alat kontrasepsi :
Ibu mengatakan sudah mengetahui macam- macam alat kontrasepsi
Pengetahuan ibu tentang alat kontrasepsi yang dipakai sekarang :
Ibu mengatakan sudah mengetahui IUD TCu 380A
Dukungan suami atau keluarga:
Ibu mengatakan suami sangat mendukung dengan KB IUD
1. Data obyektif
1. Pemeriksaan umum
Keadaan umum : Baik Kesadaran : Bomposmentis
Tanda-tanda vital:
Tensi : 120/80 mmHg Suhu : 36,30C
Nadi : 80x/menit Pernafasan : 24x/menit
2. Pengukuran fisik
Tinggi badan : 152 cm
Berat badan sebelum KB : 52kg
Berat badan sekarang : 52 kg
Lila : 24 cm
3. Pemeriksaan Fisik
1. Kepala dan Wajah
2. Rambut:
Warna : Hitam Pertumbuhan rambut : Baik
Lesi : Tidak ada Oedema kepala : Tidak ada
Kotor : Tidak ada Bau :Tidak bau
1. Pipi :
Hiperpigmentasi : Tidak ada
1. Mata :
Konjungtiva : Tidak pucat
Secret : Tidak ada
Sclera : Tidak kuning
1. Hidung :
Secret : Tidak ada
Perdarahan : Tidak ada
Polip : Tidak ada
1. Telinga :
Bentuk : Normal
Secret/ cairan : Tidak ada
1. Mulut :
Radang : Tidak radang
Warna : Merah muda
1. Gigi :
Karang gigi : Tidak ada
Caries : Tidak ada
1. Gusi :
Warna : Merah muda
Oedema : Tidak ada
1. Bibir :
Warna : Coklat muda
Simetris : ya
Kelembapan : Baik
Lesi : Tidak ada
1. Leher :
Simetris : ya
Massa : Tidak ada
Kelenjar tyroid : Tidak ada pembengkakan
Kelenjar Parotis : Tidak ada pembesaran
1. Dada
Bentuk : Datar
Jantung : Normal
Paru : Normal
Payudara:
Pembesaran : Tidak ada Bentuk/ Ukuran : Baik
Putting Susu: Menonjol Hyperpigmentasi : Tidak ada
Pengeluaran : Tidak ada Jenis : Bulat
KGB axila : Tidak ada pembesaran
1. Abdomen:
Pembesaran : Tidak ada Bentuk : Simertis
Hyperpigmentasi : Tidak ada Bekas luka OP : Tidak ada
Kelainan : Tidak ada
1. Extremitas
Oedema : Kaki Tidak ada Kuku jari : Tidak pucat
Tangan Tidak ada Varices : Tidak ada
1. Anus : Tidak hemoroid
2. Genetalia eksterna
Kelainan : Tidak ada
Vagina :
Varices : Tidak ada
Infeksi : Tidak ada
Cairan : Tidak ada
Kelenjar bartholini :
Edema : Tidak ada
Massa/kista : Tidak ada
Cairan : Ada
1. Pemeriksaan inspekulo
Keadaan servik :
Cairan : Ada
Luka : Tidak ada
Pembukaan : Tidak ada
Keadaan dinding vagina :
Cairan : Ada berupa darah haid
Luka : Tidak ada
1. II. Intepretasi Data
Tanggal : 12 Desember 2011/ 16.10 WIB
1. 1. Diagnosa kebidanan
Ny. S umur 39 tahun P3A0 akseptor baru KB IUD jenis Tcu 380A
Dasar :
S : Ibu mengatakan namanya Ny.S umur 39 tahun, pernah melahirkan 3 kali
dan belum pernah mengalami abortus.
Ibu mengatakan ingin menggunakan alat kontrasepsi yang praktis dan
nyaman serta efek sampingnya sedikit.
O :
Keadaan Umum : Baik Kesadaran : Composmentis
Tekanan Darah : 120/80 mmHg Berat Badan sekarang : 52 Kg
Suhu : 36,30C Tinggi Badan : 152 cm
Nadi : 80x/mnt Respirasi : 24x/mnt
Lila : 25 cm
Inspeksi :vagina tidak ada infeksi, Vulva bersih, tidak ada kelainan
Palpas :
Payudara : Tidak ada massa
Abdomen : Tidak ada pembesara
Inspekulo :
Cervik : Tidak ada kelainan, Tidak ada luka infeksi, Tidak ada pembukaan, Ada
darah menstruasi
1. III. Diagnosa Potensial
Tidak ada
1. IV. Tindakan Segera
Tidak ada
1. V. Perencanaan
Tanggal/ jam : 12 Desember 2010/ 16.15 WIB
1. Berikan informasi pada ibu tentang kondisi kesehatannya
2. Berikan KIE kepada ibu tentang KB IUD
3. Berikan dukungan mental dan fisik pada ibu
4. Tandatangani lembar inform concent
5. Pasang KB IUD
6. Berikan terapi
7. Amoxilin 500 mg 3 x 1 tablet
8. Asam mefenamat 500 mg, 3 x 1 tablet
1. Berikan konseling paska pemasangan
2. Dokumentasikan hasil tindakan kedalam buku register KB
1. VI. Pelaksanaan Tindakan
Memberi informasi pada ibu tentang kondisi kesehatannya
Vital Sign : dalam keadaan normal
TD : 120/90 mmHg, N : 80x/mnit,
S : 364°C, R : 20x/mnit.
PPV : ada pengeluaran berupa darah haid
1. Memberi KIE kepada ibu tentang KB IUD
1. Sangat efektif
2. Haid menjadi lebih lama dan lebih banyak
3. Pemasangan dan pencabutan memerlukan pelatihan
4. Dapat dipakai semua pasangan usia reproduktif
5. Tidak boleh dipakai pada perempuan yang tertular IMS
6. Penggolongan IUD
7. Cara kerja IUD
8. Keuntungan penggunaan IUD
9. Kerugian penggunaan IUD
10. Efeksamping penggunaan IUD
11. Memberi dukungan mental dan fisik pada ibu
Mengatakan bahwa ibu tidak usah takut karna untuk pemasangan IUD nanti tidak akan
terasa sakit walaupun peralatan yang digunakan itu banyakjadi ibu tidakusah merasa
kawatir,dan jangan merasa tegang ibu rileks saja.
1. Menandatangani lembar inform consent
2. Memasang KB IUD
3. Persiapan alat
1. Steril
1. Speculum cocor bebek
2. Tenakulum
3. Sonde uterus
4. Korentang/forcep
5. Gunting
6. Mangkuk berisi larutan antiseptik
7. Sarung tangan
8. Cairan antiseptic
9. Kain kasa atau kapas
10. Copper T 380 A IUD
11. Tidak steril :
1. Senter
2. Tempat sampah
3. Waskom berisi larutan clorin 0,5 %
1. Pemasangan IUD T 380 A
1. Menjelaskan kepada klien apa yang akan dilakukan dan mempersilahkan
klien mengajukan pertanyaan
2. Memastikan klien telah mengosongkan kandung kencingnya
3. Menggunakan sarung tangan untuk melakukan pemeriksaan genetalia
eksterna untuk melihat adanya ulkus, pembengkakan kelenjar getah
bening, pembengkakan kelenjar bartolini dan kelenjar skene
4. Melakukan pemeriksaan speculum untuk memeriksa adanya cairan vagina,
serviks dan pemeriksaan mikroskopis (bila diperlukan)
5. Melakukan pemeriksaan panggul untuk menentukan besar, posisi,
konsistensi dan mobilitas uterus, adanya nyeri goyang servik dan tumor
pada adneksa atau kavum doublasi.
6. Memasukkan lengan IUD dalam kemasan steril
7. Memasukkan speculum dan mengusap vagina dan servik dengan larutan
antiseptic sebanyak 2 kali/lebih
8. Memasang tenakulum untuk menjepit servik secara hati-hati pada posisi
vertical am 10` atau jam 2, jepit dengan pelan hanya pada satu tempat
untuk mengurangi sakit.
9. Memasukkan sonde uterus sekali masuk untuk mengurangi resiko infeksi
dan untuk mengukur posisi uterus serta panjang uterus (tidak menyentuh
dinding vagina)
10. Memasang IUD yang telah diatur letak leher sesuai panjang atau kedalam
uterus
11. Menarik tenakulum sehingga kavum uteri, kanalis serviks dan vagina
berada dalam satu garis lurus
12. Memasukkan IUD kekanalis servikalis dengan mempertahankan posisi
leher biru dalam arah horizontal
13. Mendorong tabung inserter sampai terasa ada tahanan dari fundus uteri
14. Memegang serta tahan tenakulum dan pendorong dengan satu tangan
sedang tangan lain menarik tabung inserter sampai pangkal pendorong
15. Mengeluarkan pendorong dengan tetap memegang dan menahan tabung
inserter dengan pelan dan hati-hati sampai ada tahanan fundus
16. Mengeluarkan sebagian tabung inserter dari kanalis servikalis, pada waktu
benang tampak tersembul keluar dari lubang kanalis servikalis sepanjang
3-4 cm, potong benang tersebut dengan menggunakan gunting untuk
mengurangi resiko IUD tercabut keluar.
17. Melepas tenakulum, bila ada perdarahan banyak dari tempat bekas jepitan
tenakulum, tekan dengan kasa sampai perdarahan berhenti.
18. Membuang alat-alat pakai pada tempat dan rendam dalam larutan klorin
19. Mencuci tangan
20. Meminta klien menunggu di klinik selama 15-30 menit setelah
pemasangan IUD
21. Memberikan Terapi:
Amoxilin 500 mg 3 x 1 tablet
Asam mefenamat 500 mg, 3 x 1 tablet
1. Memberikan konseling pasca pemasangan
1. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi yablet Fe setiap kali haid
2. Haid: Terjadi perubahan siklus haid (umumnya pada 3 bulan pertama dan
akan berkurang setelah 3 bulan), haid lebih lama dan banyak, saat haid
lebih sakit.
3. Efektifitas: Sangat efektif untuk mencegah kehamilan hingga 10 tahun,
dengan cara mencegah bertemunya antara sel telur dan sperma.
4. Efek samping: Amenore, Kejang, Perdarahan pervaginam yang hebat dan
tidak teratur, Benang hilang, Adanya pengeluaran cairan dari vagina
5. Mengajarkan ibu cara mengontrol benang
Memasukan jari tengah atau jari telunjuk ke dalam vagina, dan mencari benang apakah
masih ada apa tidak.
1. Menganjurkan Ibu untuk control 1 – 2 minggu lagi atau bila ada keluhan
2. Mendokumentasikan hasil tindakan kedalam kartu kunjungan ibu dan register
bidan.
VII. Evaluasi
1. Kondisi kesehatan ibu memenuhi syarat untuk dilakukan pemasangan KB IUD
2. Ibu sudah paham dan mengerti tentang KB IUD
3. Ibu sudah diberi dukungan mental dan fisik
4. Inform consent sudah ditanda tangani
5. IUD sudah dipasang dalam uterus ibu
6. Ibu sudah diberi terapi
7. Konseleng pasca pemasangan IUD telah diberikan
8. Hasil pemeriksaan telah didokumentasikan dibuku register KB dan buku
kunjungan ibu
9.
BAB IV
PENUTUP
1. A. Kesimpulan
Setelah melakukan pengkajian pada Ny. S selama 1 hari maka penulis dapat
menyimpulkan bahwa :
1. Mampu melakukan pengkajian data pada Ny.S P3A0 di [Link] Sumarmo,
Kuncen Tanjungsari Banyudono Boyolali 2011.
S:
Ibu mengatakan ingin konsultasi tentang KB IUD.
Keadaan ibu :
1. ibu tidak sedang hamil
2. ibu tidak pernah menderita IMS
3. ibu atau pasangan tidak mempunyai pasangan seks yang lain
4. ibu tidak pernah mengalami haid yang banyak sampai ganti pembalut 4x dalam
setengah jam.
5. Ibu tidak pernahmengalami disminorea yang membutuhkan analgatik dan istirahat
tirah baring
6. Ibu tidak perbah mengalami pardarahan/bercak diantara hain atau setelah
berhubungan seks.
O:
KU : baik
Kesadaran komposmentis
Vital Sign :
Tekanan darah : 120/80 mmHg Suhu : 36 °C
Respirasi : 24x/menit Nadi :80x/menit
1. Mampu melakukan interpretasi data kebidanan pada Ny.S di [Link]
Sumarmo, Kuncen Tanjungsari Banyudono Boyolali 2011. Dengan diagnosa :
Ny.S umur 39 tahun aseptor baru KB IUD.
1. Diagnosa potensian dan antisipasi Tidak ada
2.
30
3. Tindakan segera Tidak ada
1. Mampu melakukan perencanaan tindakan kebidanan pada ny.s. di BPS. Dyah
Sumarmo, Kuncen Tanjungsari Banyudono Boyolali 2011.
1. Beri informasi pada ibu tentang kondisi kesehatannya
2. Beri KIE kepada ibu tentang KB IUD
3. Beri dukungan mental dan fisik pada ibu
4. Penandatanganan inform concent
5. Pasang KB IUD
6. Pemberian terapi
Amoxilin 500 mg 3 x 1 tablet
Asam mefenamat 500 mg, 3 x 1 tablet
1. Pemberian konseling paska pemasangan
2. Dokumentasikan hasil tindakan
3. Mampu melakukan penatalaksanaan pada Ny.S P3A0 di BPS Dyah Sumarmo,
Kuncen Tanjungsari Banyudono Boyolali2011.
1. Memberi informasi pada ibu tentang kondisi kesehatannya
2. Memberi KIE kepada ibu tentang KB IUD
3. Memberi dukungan mental dan fisik pada ibu
4. Menandatangani lembar inform consent
5. Memasang KB IUD
6. Memberikan Terapi
7. Memberikan konseling pasca pemasangan
8. Mendokumentasikan hasil tindakan
4. Mampu melakukan evaluasi atas tindakan yang telah dilakukan pada Ny.S P3A0
di [Link] Sumarmo, Kuncen Tanjungsari Banyudono Boyolali 2011.
1. Kondisi kesehatan ibu memenuhi syarat untuk dilakukan KB IUD
2. Ibu mengerti tentang KB IUD
3. Ibu sudah diberi dukungan mental dan fisik
4. Inform consent sudah ditanda tangani
5. IUD sudah dipasang dalam uterus ibu
6. Ibu sudah diberi terapi
7. Konseling pasca pemasangan IUD telah diberikan
8. Dokumentasi hasil tindakan telah dilakukan
1. Saran
1. Diharapkan bidan bisa lebih menjaga kebersihan dan kesterilan alat-alat yang
digunakan dalam pelayanan KB.
2. Diharapkan klien lebih tepat dalam menentukan alat kontrasepsi yang akan
digunakan