100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
489 tayangan11 halaman

Analisis Kasus Pembelajaran di Kelas

Guru mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi karena tingkat kemampuan siswa yang berbeda-beda. Guru memakai video untuk membantu siswa yang kurang paham.

Diunggah oleh

Komang Sri Antini
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
489 tayangan11 halaman

Analisis Kasus Pembelajaran di Kelas

Guru mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi karena tingkat kemampuan siswa yang berbeda-beda. Guru memakai video untuk membantu siswa yang kurang paham.

Diunggah oleh

Komang Sri Antini
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kasus 1 :

Disebuah lembaga pendidikan sekolah, terlihat seorang guru yang sedih, dan kesal, karena dalam
pembelajaranya dikelas siswa tidak memperhatikan apa yang ia sampaikan dan membosankan.
Bahkan mereka malah sibuk mengobrol sendiri, dan ada pula yang lebih suka melihat keluar
kelas. Padahal guru tersebut merasa sudah maksimal dalam penyampaian materi, ia telah
mengajar dengan suara yang keras, tulisan di papan pun terlihat dengan jelas dipapan. Namun
mereka tetap saja melakukan hal-hal lain diluar kegiatan proses belajar, oleh karena itu guru
tersebut sangat lelah dan merasa telah terkuras habis tenaganya karena telah mengeluarkan
semua kekuatanya untuk menerangkan materi pelajaran kepada siswanya.
SOLUSI :
Di sini kita dapat melihat beberapa masalah yang dialami guru yaitu dalam proses penyampaian
materi. Cluenya disini adalah membosankan dan suara keras. Kiat melihat bahwa metode yang
digunakan guru perlu diperbaiki, karena apa yang ia lakukan tidak mendapat umpan balik dari
siswanya, mereka lebih tertarik untuk mengobrol, melihat ketempat lain, dan tidur mungkin.
Solusinya dapat dilakukan melalui perubahan metode belajar, misalnya melalui diskusi. Setiap
siswa membentuk kelompok 2-3 orang anak dan dibawakan pada suatu masalah yang perlu
didiskusikan dan mereka harus terlibat aktif dalam proses belajarnya. Agar mereka dapat
berkonsentrasi terhadap apa yang sedang dibahas dan memiliki motivasi untuk dapat
menyelesaikan masalah tersebut sehingga diskusi semakin asik.
Solusi lain dapat dilakukan guru dengan melakukan penyampaian teori melalui media teknologi
yang ada misalnya computer dan LCD, guru dapat menggunakanya untuk presentasi dengan
menggunakan objek-objek gambar yang menarik perhatian atau menampilkan video-video
pendidikan yang mampu menarik perhatian siswa dan menumbuhkan motivasi bahwa belajar itu
penting bagi [Link] dan minat belajar mereka kurang dikarenakan metode mengajar
yang digunakan tidak tepat serta kekreativan guru dalam mengajar kurang bahkan minim.

Kasus 2
Di sebuah desa tradisional terdapat sekolah SD yang memiliki banyak murid, dalam suatu
pembelajarn dikelas seorang guru melihat bahwa kemampuan anak-anak didiknya belum dapat
berkomunikasi dan bekerjasama dengan baik dalam belajar. Sehingga mereka tidak dapat belajar
dengan maksimal karena sering terjadi perkelahian dan hal-hal nakal lain yang mereka anggap
bahwa siapa yang telah menertawakan dan mengejek adalah musuh sehingga didalam kelas
mereka terus rebut dan tidak dapat mengendalikan situasi didalam kelas. Hal tersebut membuat
sang guru perlu merasa perlu melakukan perubahan agar komunikasi dan kerjasama diantara
siswa mampu tercipta dan menjadikan pembelajaran lebih aktif serta menyenangkan.

Kasus 3
Sebuah sekolah SMK, pada mata pelajaran olah raga seorang guru mengalami kecelakaan yang
mengakibatkan kedua lenganya patah. Padahal guru tersebut masih harus menyelesaikan
kompetensi lempar lembing dalam mata pelajaran yang ia ajarkan. Sehingga ia tidak dapat
mempraktekan bagaimana posisi tubuh dan keadaan tangan yang baik pada saat melakukan
lempar lembing. Apa yang harus dilakukan guru tersebut agar pembelajaranya tetap berlangsung
dan siswa dapat mempraktekanya dengan benar.

 Kasus 4
Disebuah desa terpencil terdapat secercah harapan dari murid-murid SD kelas satu yang
mempunyai semangat belajar yang tinggi. Namun karena keterbatasan fasilitas dan sarana serta
tidak terjangkaunya teknologi sehingga mengakibatkan tidak adanya teknologi yang dapat masuk
kedesa mereka. Mengakibatkan guru tidak dapat menyampaikan semua kompetensi dalam
pembelajaran secara maksimal serta monoton, sehingga membuat siswa bosan dikelas terus.
Misalnya untuk kompetensi pengenalan binatang-binatang dan proses terlahirnya seekor
binatang kedunia, jika teknologi dapat digunakan mungkin guru akan memanfaatkanya. Namun
disini tidak terdapat media apapun selain papai tulis meja, kursi dan lingkungan sekitar. Apa
yang harus dilakukan guru agar kompetensi tersebut dapat benar-benar menarik dan memberi
makna yang dalam dalam penyerapan pengetahuan tersebut.
Solusi : cluenya, desa terpencil, jauh dari teknologi, sarana dan prasarana, monoton.
Kurang, bahkan tidak ada teknologi dan sarana yang mendukung membuat guru sulit untuk
memberikan teori-teori secara konkrit dan bervariasi. Itulah guru saat ini yaitu tidak mampu
melihat dan memanfaatkan benda-benda disekitar yang dpaat memberi manfaat tinggi dalam
menyelesaikan kompetensi materi ajar yang ditempuh. Kekreatifan dan inovasi dibutuhkan oleh
guru dalam menghadapi hal-hal yang demikian. Cara efektif yang dapat digunakan guru dlam
menyelesaikan kompetensinya dapat dilakukan dengan memanfaatkan lingkungan alam sekitar
dengan control dan pengawasan yang diberikan guru kepada siswanya, melalui alam siswa dpat
secara langsung melihat binatang-binatang yang ada disekitarnya, dan dapat dilakukan praktek
melihat proses terlahirnya seekor binatang kedunia dnegan memperhatikan binatang sekitar yang
sedang hamil dan akan mengeluarkan anaknya.

Ada 8 (delapan) kerangka berfikir untuk memecahkan kasus pembelajaran,


yaitu:

1. Membaca dan mempelajari kasus dengan cermat


2. Mengidentifikasi berbagai informasi kunci atau penting yang terdapat
di dalam kasus
3. Mengaitkan informasi-informasi tersebut sehingga muncul
permasalahan atau pertanyaan dari kasus tersebut
4. Menganalisis penyebab masalah dari kasus itu
5. Mengembangkan alternatif pemecahan masalah
6. Menganalisis kekuatan dan kelemahan setiap alternatif
7. Memilih satu alternatif yang dianggap paling efektif
8. Menyusun dan menuliskan jawaban dari masalah/kasus tersebut

ketika ada kasus dalam pembelajaranyang disajikan, maka bisa diselesaikan


dengan 8 (delapan) langkah diatas untuk mencari solusinya.
berikan contoh kasus yang pernah ada dan diselesaikan dengan 8 (delapan)
pola berfikir pemecahan masalah:

Contoh Kasus A
Saya adalah seorang guru Pendidikan Agama Buddha di SD Permai Jakarta
Utara. Saya mengajar dari jenjang kelas 1-6. Dari semua jenjang saya
mengajar, sebenarnya banyak sekali kasus yang saya alami di kelas terlebih
saat ini kita sedang melaksanakan pembelajaran secara online. Untuk kasus
hari ini saya akan membahas tentang permasalahan yang saya alami di
kelas 5 dimana jumlah siswanya 56 orang. Dari 56 orang siswa tingkat
kemapuan dan kecerdasan siswa itu sangat berbeda sehingga saya
mendapatkan sedikit kesulitan di dalam menyampaikan materi
pembelajaran.

Di catatan ketiga saya membahas tentang delapan kondisi duniawi yang


pasti dialami oleh manusia. Dalam menjelaskan materi ini saya mengunakan
video pembelajaran yang saya buat sendiri tujuannya agar siswa yang
koneksinya kurang bagus dan yang belum paham denga napa yang saya
putarkan dan say aulas bisa melihat Kembali materi yang sudah diajarkan.

Pak Dany adalah seorang guru kelas 4 di sebuah SD yang terletak di daerah
pegunungan. Dalam mata pelajaran matematika tentang pecahan, Pak Dany
menjelaskan cara menjumlahkan pecahan dengan memberi contoh di papan
tulis. Salah satu penjelasannya adalah sebagai berikut: 

Pak Dany: “Perhatikan anak-anak, kalau kita menjumlahkan pecahan,


penyebutnya harus disamakan terlebih dahulu, kemudian pembilangnya
dijumlahkan. Perhatikan contoh berikut: 1/2 + 1/4 = 2/4 + 1/4 = 3/4.
Perhatikan lagi contoh ini: 1/2 + 1/3 = 3/6 + 2/6 = 5/6. Jadi yang
dijumlahnya adalah pembilangnya, sedangkan penyebutnya tetap. Mengerti
anak-anak?" Anak-anak diam, mungkin mereka bingung. 

Pak Dany: “Pasti sudah jelas, kan. Nah sekarang coba kerjakan soal-soal
ini."  Pak Dany menulis 5 soal di papan tulis dan anak-anak mengeluarkan
buku latihan. 

Secara berangsur-angsur mereka mulai mengerjakan soal, namun sebagian


besar anak ribut karena tidak tahu bagaimana cara mengerjakannya. Hanya
beberapa anak yang tampak mengerjakan soal, yang lain hanya menulis
soal, dan ada pula yang bertengkar dengan temannya. Selama anak-anak
bekerja Pak Dany duduk di depan kelas sambil membaca. Setelah selesai,
anak-anak diminta saling bertukar hasil pekerjaannya. Pak Dany meminta
seorang anak menuliskan jawabannya di papan tulis. Tetapi karena jawaban
itu salah, Pak Dany lalu menuliskan semua jawaban di papan tulis.
Kemudian anak-anak diminta memeriksa pekerjaan temannya, dan
mencocokkan dengan jawaban di papan tulis. Alangkah kecewanya Pak Dany
ketika mengetahui bahwa dari 30 anak, hanya seorang yang benar semua,
sedangkan seorang lagi benar 3 soal, dan yang lainnya salah semua. 

Memecahkan Masalah Kasus A Dengan 8


Kerangka Berfikir 
1. Kasus Pembelajaran Matematika Yang Pak Dany Di Kelas 4 SD Dengan
Tema “Menjumlahkan Pecahan” 

2. Identifikasi Informasi Kunci Atau Penting Yang Terdapat Di Dalam Kasus

Dari ilustrasi pembelajaran yang dilakuakn oleh Pak Dany pada


pembelajaran Matematika di Kelas 4 SD diatas dapat diketahui beberapa
informasi penting, diataranya:

 Pak Dany menjelaskan cara menyelesaikan penjumlahan pecahan di


depan kelas
 Pak Dany memberikan contoh pecahan sepeti berikut 1/2 + 1/4 = 2/4
+ 1/4 = 3/4, hal pertama yang dilakukan siswa adalah menyamakan
penyebutnya terlebih dahulu, baru bisa menyelesaikan persoalan
tersbut
 Pak Dany membuat pernyataan sendiri dengan mengatakan siswa
“sudah pasti paham” dan langsung memberikan soal untuk
diselesaikan siswa
 Keadaan kelas tampak tidak terkontrol sebab sebagian anak rebut dan
bahkan ada yang bertengkar dengan temannya sendiri, hanya
sebagian kecil siswa yang tampak mengerjakan soal yang telah
diberikan
 Pak Dany hanya duduk-duduk saja sambil membaca ketika siswa
sedang mengerjakan soal yang telah diberikan 
 Pak Dany merasa kecewa ketika mengetahui bahwa dari 30 anak,
hanya seorang yang benar semua, sedangkan seorang lagi benar 3
soal, dan yang lainnya salah semua. 

3. Mengaitkan informasi-informasi tersebut sehingga muncul permasalahan


atau pertanyaan dari kasus tersebut 

Setalah melakukan identifikasi malasah diatas, selanjutnya dapat dibuat


perumusan masalah sebagai berikut ini:
 Mengapa Pak Dany memulai pembelajaran di kelas 4 langsung
kebagian inti saja?
 Mengapa Pak Dany tidak melibatkan siswa dalam pembelajaran
dikelasnya dan juga tidak menggunakan contoh soal yang beragam?
 Bagaimana mana bisa Pak Dany berargumen bahwa siswa langsung
memahami materi penjumlahan pecahan secara mudah setelah selesai
dijelaskan?
 Bagaimana bisa Pak Dany tidak memahami keadaan kelasnya dan
begitu saja membiarkan keributan diantara siswa?
 Pak Dany merasa kecewa ketika mengetahui bahwa dari 30 anak,
hanya seorang yang benar semua, sedangkan seorang lagi benar 3
soal, dan yang lainnya salah semua. 

4. Analisis penyebab masalah yang terjadi

Dari perumusan masalah pada langkah nomor 3, teridentifikasi beberapa


masalah seperti berikut ini:

 Pak Dany tidak melakukan kegiatan pendahuluan sebelum memulai


kegiatan pembelajaran dikelasnya
 Pak Dany tidak melibatkan siswa secara langsung ketika memberikan
materi pembelajaran, terlebih lagi pada pembelajaran matematika
 Argument tidak dapat memberikan kebenaran tentang gambaran
pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan   
 Suasana kelas yang ribut bisa saja menjadi gambaran bahwa siswa
tidak memahami materi pembelajaran matematika yang baru saja Pak
Dany sampaikan 
 Pak Dany merasa kecewa sebab hanya 1 orang dari jumlah 30 siswa
yang berhasil menyelesaikan tugas secara benar 100%, 1 orang hanya
berhasil menyelesaikan soal secara benar sebanyak 3 soal dan untuk 1
siswa tersebut tbisa dikatakan tidak terlalu memahami materi
pembelajaran matematika secara baik, sedangkan sisanya 28 orang
siswa sudah pasti bisa dikatakan tidak memahami materi yag di
sampaikan Pak Dany dengan baik. 

5. Mengembangkan Alternatif Pemecahan Masalah

Adapun alternatif pemecahan masalah yang dapat dimunculkan berdasarkan


ilustrasi pembelajaran yang dilakukan oleh Pak Dany terhadap siswa kelas 4
SD dengan materi penjumlahan pecahan, yaitu:

 Seharusnya hal pertama yang dilakukan oleh Pak Dany adalah


melakukan pendahuluan sebelum memulai pembelajaran dikelasnya.
seperti mengucapkan salam, mengajak siswa berdo’a secara bersama-
sama, melakukan absensi terhadap kehadiran siswa, melakukan
apersepsi terhadap pembelajaran yang lalu dan juga  menyampaikan
materi yang akan dipelajari serta tujuan yang akan dicapai siswa
setelah pembelajaran berakhir. 
 Sebagai seorang guru yang harus kita ingat adalah ketika memberikan
pembelajaran dikelas, maka libatkan siswa agar pembelajaran bisa
berjalan dengan baik dan tujuan yang diinginkan tercapai. Terlebih lagi
untuk pembelajaran matematika yang dianggap pembelajaran paling
sulit dikelas, ketika memberikan penjelasan mintalah beberapa siswa
untuk maju kedepan kelas menyelesaikan soal yang ada di papan tulis
dan gunakan contoh yang banyak agar siswa lebih paham terhadap
materi yang disampaikan.  
 Jangan pernah berargumen bahwa siswa akan paham terhadap materi
yang disampaikan begitu saja, yang perlu kita ketahui bahwa setiap
siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam memahami
pembelajaran, ada yang langsung paham, ada yang perlu tambahan
penjelasan baru bisa paham dan ada yang memerlukan waktu cukup
lama agar bisa memahami materi pembelajaran. Kalau kita
berargumen siswa sudah paham setelah diberikan beberapa contoh
soal dan langsung memberikan tugas untuk diselesaikan, ini
merupakan tindakan yang keliru.
 Suasana kelas yang tidak terkontrol menjadi suatu pertanda bahwa
pembelajaran yang dilakukan dikelas tersebut tidak berjalan dengan
baik, keributan selain dapat mengganggu siswa lain yang ada di dalam
kelas juga dapat menggangu kelas lain yang berada tidak jauh dari
kelas tersebut, siswa rebut bisa diakibatkan beberapa hal salah
satunya adalah karena siswa tidak memahami materi yang
disampiakan, tidak berhasil menyelsaikan Lembar Kerja Siswa (LKS)
dan ingin mencontek milik temannya   
 Pak Dany merasa kecewa sebab hanya 1 orang dari jumlah 30 siswa
yang berhasil menyelesaikan tugas secara benar 100%, 1 orang hanya
berhasil menyelesaikan soal secara benar sebanyak 3 soal dan untuk 1
siswa tersebut tbisa dikatakan tidak terlalu memahami materi
pembelajaran matematika secara baik, sedangkan sisanya 28 orang
siswa sudah pasti bisa dikatakan tidak memahami materi yag di
sampaikan Pak Dany dengan baik. Tindakan yang bisa dilakukan oleh
Pak Dany adalah 1) memberikan remedial kepada siswa yang gagal
menyelesaikan tugas, 2) memperbaiki proses pembelajaran dengan
menggunakan metode yang lain, 3) menggunakan alat bantu berupa
media pembelajaran dalam menyampaikan materi dan, 4) meminta
kepada siswa pada bagian mana dalam materi tersebut yang belum
bisa dipahami dengan baik, lalu bisa kembali diberikan penjelasan oleh
gurunya      
6. Menganalisis Kekuatan Dan Kelemahan Setiap Alternatif

a. Kekuatan 

Ada beberapa kekuatan dari ilustrasi kegiatan pembelajaran diatas, yaitu:

 Pak Dany menjelaskan materi pada pembelajaran matematika dengan


tema penjumlahan pecahan, yang mana pada materi penjumlahan
pecahan ini hal utamanya adalah dengan menyamakan penyebutnya
terlebih dahulu, kemudian mengalikan pembilang sesuai dengan kalian
pada penyebut, baru kemudian menjumlahkan hasilnya
 Pak Dany memberikan evaluasi kepada siswa untuk menyelesaikan
soal yang ada, kegiatan evaluasi ini memiliki manfaat untuk mengukur
sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah
disampaikan, dan apabila hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan
harapan tentu ada tindak lanjut yang harus dilakukan dari
permasalahan yang ada 

b. Kelemahan

 Pak Dany tidak menjelaskan bagaimana menjelaskan soal secera


bertahap, misalnya pada kasus tersebut tampak Pak Dany sama sekali
tidak menjelaskan bagaimana caranya untuk menyamakan penyebut
bilangan pecahan. Penjelasannya teralalu singkat sehingga tidak
[Link] penjelasan yang runtut ,jelas dan logis selangkah demi
selangkah diperlukan untuk membuat siswa memahami penjumlahan
pecahan tersebut
 Pak Dany tidak mengecek pemahaman siswanya dengan baik. Ia
hanya menanyakan ‘mengerti anak-anak”? Pertanyaan seperti ini tidak
dapat mengecek pemahaman siswa. Seharusnya ia menanyakan
langkah-langkah menjumlahkan pecahan secara langsung, misalnya
menanyakan “Mengapa penyebut pada langkah penjumlahan pecahan
itu dirubah menjadi 4 dan 6 dan sebagainya.
 Pak Dany tidak membimbing siswa, setelah memberikan 5 soal
latihan, alih-alih berkeliling memberikan bantuan pada siswa yang
membutuhkan, ia malah duduk didepan kelas sambil membaca. 
 Ketika salah seorang anak diminta menuliskan jawaban nya dipapan
tullis .Pak Dany tidak meminta tanggapan dari siswa yang lainnya, hal
ini merupakan sebuah kelemahan dalam pembelajaran.

7. Memilih Satu Alternatif Yang Dianggap Paling Efektif


Adapun alternatif yang akan digunakan untuk memecahkan permasalahan
terhadap ilustrasi pembelajaran yang Pak Dany lakukan di Kelas 4 SD pada
pelajaran Matematika tentang penjumlahan pecahan, yaitu dengan: 

1) Memperbaiki proses pembelajaran yang dilakukan serta melakukan


kegiatan pembelajaran sesuai dengan yang ada pada Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat dengan memperhatikan kegiatan awal
(pendahluan), kegiatan inti dan kegiatan penutup. Adapun pembagian dari
kegiatan awal, kegiatan inti dan penutup yang bisa dilakukan Pak Dany
adalah: 

a. Kegiatan Pendahuluan 

 Menucapkan salam, berdo’a bersama-sama, dan melakukan absensi


terhadap kehadiran siswa
 Melakukan apersepsi 
 Memberikan motivasi 
 Menyampaikan tujuan pembelajaran 

b. Kegiatan Inti 

# Kegiatan yang dilakukan Pak Danny 

 Memberikan sebuah contoh soal tentang penjumlahan pecahan yang


memiliki penyebut berbeda ,misla ½ +1/4 
 Menyajikan langkah-langkah demi langkah cara menyelesaikan contoh
soal tersebut secara runtut,rinci,jelas dan logis kepada siswa 
 Memberikan sebuah contoh soal lagi 
 Meminta siswa untuk berpartisipasi secara bergantian untuk
menyelesaikan soal tersebut 
 Membantu siswa yang mengalami kesulitan pada langkah-langkah
yang dilakukan untuk menyelesaikan soal tersebut 
 Meminta siswa mengecek hasil pekerjaan mereka dengan
membandingkan dengan hasil masing-masing siswa 
 Memfasilitasi diskusi kelas apabila terdapat perbedaan –perbedaan
jawaban siswa 
 Menyimak contoh dari guru dan mencatat langkah-langkah yang ditulis
guru. 

# Kegiatan yang dilakukan siswa

 Menyimak penjelasan Guru 


 Mengerjakan contoh soal yang diberikan guru 
 Mengerjakan soal di papan tulis 
 Siswa berdiskusi dengan temannya 
 Siswa bertanya tentang materi yang belum diketahui 
 Mengerjakan soal-soal yang diberikan oeh guru.

 Mengajak siswa merefleksi dan menyimpulkan pembelajaran yang


telah diikuti 
 Memberikan tugas rumah dan meminta siswa belajar untuk materi
pada pembelajaran berikutnya.

8. Menyusun Dan Menuliskan Jawaban Dari Masalah/Kasus Tersebut

Dari permasalahan kasus A yang dilakukan oleh Pak Dany terhadap


pembelajaran Matematika dikelas 4 SD, mengapa pembelajaran yang
dilakukan Pak Dany dianggap sebagai kelemahan, sebab:

 Pak Dany tidak menjelaskan contoh soal secara bertahap dan contoh
soal yang digunakan tidak beragam, selain itu Pak Dany sama sekali
tidak menjelaskan bagaimana caranya untuk menyamakan penyebut
bilangan pecahan. Penjelasannya teralalu singkat sehingga sulit bagi
siswa untuk memahaminya. 
 Pak Dany tidak mengecek pemahaman siswanya dengan baik. Ia
hanya menanyakan ‘mengerti anak-anak”? Pertanyaan seperti ini tidak
dapat mengecek pemahaman siswa. Seharusnya ia menanyakan
langkah-langkah menjumlahkan pecahan secara langsung, misalnya
menanyakan “Mengapa penyebut pada langkah penjumlahan pecahan
itu dirubah menjadi 4 dan 6 dan sebagainya.
 Pak Dany tidak membimbing siswa, setelah memberikan 5 soal
latihan, alih-alih berkeliling memberikan bantuan pada siswa yang
membutuhkan, ia malah duduk didepan kelas sambil membaca. 
 Ketika salah seorang anak diminta menuliskan jawaban nya dipapan
tullis. Pak Dany tidak meminta tanggapan dari siswa yang lainnya, hal
ini merupakan sebuah kelemahan dalam pembelajaran.

Berkaca dari permasalahan pada pembelajaran matematika dengan tema


penjumlahan pecahan yang Pak Dany lakukan, maka ketika memberikan
materi tentang pecahan berpenyebut tidak sama, ada beberapa langkah
yang bisa saya lakukan:

1) Melakukan pembelajaran sesuai dengan yang tertulis pada RPP, terdiri


dari kegiatan awal/pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

a.  Pada kegiatan awal/pendahuluan, yang dilakukan seperti:

 Mengucapkan salam, berdo’a, dan absensi


 Melakukan refleksi dan apersepsi dengan siswa
 Menyampaikan materi yang akan dipelajari
 Menyampaikan tujuan yang akan dicapai setelah pembelajaran
berakhir

b.  Pada kegiatan inti, yang dilakukan seperti:

1. Menjelaskan materi secara bertahap, mulai dari mengatakan bahwa


bagian atas pecahan disebut pembilang dan bagian bawah pecahan
disebut penyebut, selanjutnya menjelaskan bahwa hal yang harus
dilakukan siswa adalah menyamakan penyebut terlebih dahulu baru
bisa mendapatkan hasilnya,  menjelaskan cara mencari penyebutnya
agar sama, lalu menjelaskan perkalian yang harus dilakukan yaitu
apabila penyebut dikali maka pembilang juga harus dikali sama
dengan yang ada pada penyebut, lalu terakhir menyelesaikannya
dengan menjumlahkan hasilnya. Contohnya: 1/2 + 1/4 = 1x2/2x2 +
1x1/4x1 = 2/4 + 1/4 = 3/4  penyebut dari 2 dan 4 adalah 4, di dapat
dari perkalian 2 yaitu 2x1 = 2, 2x2 = 4 dan pada perkalian 4 yaitu 4x1
= 4. Jadi ketemu penyebut 2 dan 4 adalah 4.
2. Setelah menjelaskan kemudian menanyakan kepada siswa terhadap
materi yang baru saja disampaikan tadi, jika siswa meminta untuk
diulang maka penjelasan akan diulang. Apabila siswa sudah
mengatakan paham, maka kita bisa menuliskan contoh soal di depan
papan tulis, lalu meminta salah satu siswa untuk menyelesaikannya
dan begitu seterusnya hingga beberapa soal
3. Baru lah kemudian memberikan soal latihan yang harus dikerjakan
siswa dengan diawasi oleh gurunya. Selain itu guru juga bisa berjalan-
jalan kearah bangku siswa untuk memastikan bahwa tugas dikerjakan
dengan baik, dan memberikan penjelasan lagi apabila diminta oleh
siswa.
4. Setelah tugas selesai selanjutnya guru bisa meminta beberapa orang
siswa menuliskan jawabannya di papan tulis, kemudian siswa yang
lainnya memperhatikan dengan melihat hasil pekerjaannya, apabila
terdapat kesalahan maka gurunya segera meluruskan dengan
memberikan jawaban yang benar.
5. Bagi siswa yang tidak berhasil bisa diberikan soal tambahan untuk
diselesaikan dirumah

c.  Pada kegiatan penutup, yang dilakukan seperti:

1. Guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan


2. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, jika ada
yang ingin ditanyakan
3. Guru memberikan tugas tambahan kepada siswa untuk dikerjakan
dirumah
4. Dan mengakhiri pembelajaran dengan ucapan salam

* Alasan mengapa langkah diatas yang dilakukan, sebab:

1. Mengajar matematika tentu tidak semudah mengajarkan mata


pelajaran lain, perlu pemahaman yang mendalam ketika mengajarkan
pembelajaran matematika
2. Menggunakan contoh soal yang banyak sangat baik untuk dilakukan,
sebab dengan banyaknya contoh soal maka siswa akan lebih paham
dan juga mengerti
3. Memberikan penjelasan secara bertahap ketika pembelajaran
matematika berlangsung
4. Menggunakan media pembelajaran pada materi tertentu, misalnya
pada materi bangun ruang menggunakan kubus, balok, bola dan
sebagainya untuk membantu dalam menyampaikan materi
pembelajaran

Anda mungkin juga menyukai