Nama : Windy Ulfa Sani
NIM : 856694393
Kode/Nama Mata kuliah : PDGK4302 / Pembelajaran Kelas Rangkap
1. Jelaskan secara singkat alasan-alasan mengapa pembelajaran kelas rangkap perlu dipelajari di
era digital ini ? berikan contoh kasus yang dapat saudara ambil di berita untuk menjelaskan
salah satu alasan tersebut !
Jawab :
Pembelajaran kelas rangkap perlu dipelajari di era digital ini karena dengan kemajuan
teknologi ini dapat mengatasi tantangan yang dihadapi dalam Pembelajaran Kelas Rangkap,
seperti keterbatasan sarana dan prasarana, Guru, dan murid. Namun, Guru perlu terlebih
dahulu memiliki pengalaman melakukan pendekatan pembelajaran aktif, sebelum
diperkenalkan dengan model Pembelajaran Kelas Rangkap. Sebagai contoh Kabupaten Pali,
yang saat ini melaksanakan program rintisan pembelajaran kelas rangkap di sekolah-sekolah
kecil yang berada di Kecamatan Tanah Abang. Model pendekatan seperti ini sangat penting,
terutama didaerah terpencil dengan populasi penduduk yang sedikit dan di sekolah yang
kekurangan Guru atau ruang kelas. Model seperti ini berguna bagi Guru yang ingin
melakukan pembelajaran berdiferensiasi untuk siswa dengan kompetensi beragam.
2. Jelaskan Prinsip-prinsip yang mendasari Pembelajaran Kelas Rangkap dan berikan
contohnya !
Jawab :
Prinsip Umum yang mendasari Pembelajaran Kelas Rangkap, yaitu :
a. Perbedaan kemampuan individu peserta didik yang harus diperhatikan Guru. Dalam
hal ini Guru berperan untuk mengakomodasi kebutuhan individu peserta didik sebagai
seorang yang unik dan membutuhkan perlakuan yang berbeda satu dengan yang
lainnya untuk mampu mencapai perkembangan yang maksimum.
b. Membangkitkan motivasi belajar peserta didik. Sebagaimana mengetahui bahwa
motivasi sangat penting dimiliki oleh setiap peserta didik dalam belajar. Motivasi
mampu menjadi energi dan penyemangat yang dapat menggerakkan peserta didik
untuk belajar, yaitu mengalami perubahan perilaku dari tidak tahu menjadi tahu. Oleh
karena itu, Guru dengan Pembelajaran Kelas Rangkap harus memotivasi peserta didik
untuk mau belajar baik dengan kehadiran Gurunya maupun tanpa Guru dengan belajar
secara mandiri.
c. Belajar hanya terjadi jika peserta didik aktif sehingga Guru harus berusaha
mengaktifkan peserta didik. Dalam proses belajar individu yang aktif sehingga dalam
Pembelajaran Kelas Rangkap Guru harus membiasakan peserta didiknya belajar
mandiri. Guru dapat menumbuhkan proses mandiri dengan cara menciptakan iklim
belajar yang baik, yaitu dengan suasana yang hangat.
Sedangkan Prinsip Khusus yang mendasari Pembelajaran Kelas Rangkap, yaitu :
a. Keserempakan kegiatan pembelajaran dalam Pembelajaran Kelas Rangkap kegiatan
belajar mengajar terjadi secara serempak atau bersamaan. Kegiatan tersebut harus
memiliki makna, artinya kegiatan itu harus sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan
mempunyai tujuan yang sesuai dengan kurikulum.
b. Kadar tinggi Waktu Keaktifan Akademik (WKA) perlu diketahui bahwa kualitas dan
lamanya kegiatan pembelajaran berlangsung menentukan tinggi rendahnya kadar
Waktu Keaktifan Akademik (WKA). Pembelajaran Kelas Rangkap tidak memberi
toleransi pada banyaknya WKA yang hilang karena Guru tidak terampil mengelola
kelas. Oleh karena itu, Guru Pembelajaran Kelas Rangkap harus pandai dalam
mengelola kelsa karena Guru mengajar lebih dari satu tingkatan kelas.
c. Kontak psikologis Guru dan peserta didik yang berkelanjutan. Guru Pembelajaran
Kelas Rangkap harus selalu berusaha menciptakan berbagai cara untuk
membangkitkan motivasi peserta didiknya dalam belajar dan memberikan perhatian
kepada peserta didiknya. Diketahui bahwa Guru Pembelajaran Kelas Rangkap
menghadapi du akelas atau lebih pada saat yang bersamaan. Peran Guru adalah
mampu meyakinkan peserta didiknya bahwa Guru selalu berada bersama mereka.
Oleh karena itu, Guru Pembelajaran Kelas Rangkap harus pandai melakukan Tindakan
pengelolaan, seperti menunjukkan sikap tanggap dan peka, mengatur tempat duduk,
dan memberi petunjuk dengan jelas.
d. Pemanfaatan sumber data secara efisien, Guru Pembelajaran Kelas Rangkap harus
pandai memanfaatkan berbagai jenis sumber secara efisien. Seperti, lingkungan belajar
dan segala peralatan yang ada disekolah. Guru juga dapat menunjuk peserta didik yang
pandai sebagai tutor sebaya sehingga dapat menghasilkan Waktu Keaktifan Akademik
(WKA) yang tinggi.
3. Jelaskan Model Pembelajaran Kelas Rangkap 221 dan 222 beserta contoh penerapannya
disesuaikan dengan tema dalam pembelajaran kurikulum 2013!
Jawab :
Dalam model Pembelajaran Kelas Rangkap 221, Guru menghadapi dua kelas, misal
kelas 5 dan kelas 6, utnuk mengajar mata pelajaran IPA dengan topik sumber daya alam di
kelas 5, dan mata pelajaran IPS topik sumber kekayaan alam di kelas 6. Kedua topik memiliki
saling keterkaitan. Proses pembelajaran berlangsung dalam satu ruangan. Model Pembelajaran
Kelas Rangkap 221 merupakan model Pembelajaran Kelas Rangkap murni karena prinsip
keserempakan terpenuhi tanpa batas fisik. Namun model ini hanya mungkin diterapkan jika
jumlah perserta didik tidak terlampau banyak (15-20 orang). Dalam menerapkan model
Pembelajaran Kelas Rangkap 221, perlu diikuti petunjuk sebagai berikut :
1. Pada kegiatan Pendahuluan ± 10 menit pertama berikan pengantar dan pengarahan dalam
satu ruangan. Gunakan dua papan tulis atau satu papan tuklis dibagi dua. Tuliskan topik
dan hasil belajar yang diharapkan dari kelas 5 dan 6. Ikuti dengan Langkah-kangkah
untuk masing-masing kelas yang akan ditempuh selama pertemuan ± 80 menit;
2. Pada kegitan inti ± 60 menit berikutnya terapkan aneka metode yang sesuai untuk
masing-masing kelas. Selama kegiatan belajar berlangsung adakan pemntapan,
bimbingan, balikan sesuai keperluan. Terapkan prinsip wittiness, alertness, dan
overlappingness. Gunakan keterampilan dasar mengajar yang sesuai;
3. Pada kegiatan penutup ± 10 menit terakhir berdirilah di depan kelas menghadapi kedua
kelas untuk mengadakan review atas materi dan kegiatan yang beru berlaku. Berikan
komentar dan penguatan sesuai keperluan. Setelah itu berikan tindak lanjut berupa tugas
atau apa saja sebagai bahan untuk pertemuan berikutnya atau mungkin juga untuk hari
berikutnya.
Sedangkan pada model Pembelajaran Kelas Rangkap 222, Guru menghadapi dua
kelas. Misalnya kelas 5 dan 6 untuk mengajar mata pelajaran matematika di kels 5 dan IPA di
kelas 6. Topik yang diajarkan tidak memiliki saling keterkaitan. Proses pembelajaran
berlangsung dalam ruangan berdekatan yang berhungan dengan dua pintu. Dalam menerapkan
model ini, perlu diikuti petunjuk sebagai berikut :
1. Pada kegiatan pendahuluan ± 10 menit pertama, satukan peserta didik kelass 5 dan 6
dalam satu ruangan yang temapat duduknya mencukupi. Berikan pengantar dan
pengarahan umum seperti dilakukan di model 221. Bila tidak mungkin bisa menyatukan
peserta didik dalam satu ruangan, gunakan halaman/teras, dan bila tidak mungkin lagi
peserta didik tetap diruang masing-masing tetapi Guru berada di pintu yang
menghubungkan antara dua kelas;
2. Pada kegiatan ini ± 60 menit berikutnya, terapkan aneka metode yang sesuai untuk
masing-masing kelas. Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai pada saat Guru
sedang menghadapi kelas yang satu, kelas yang lain tidak ada kegiatan sehingga pserta
didik rebut. Atur kepindahan Guru dari ruang ke ruang secara seimbang, artinya jangan
banyak menggunakan waktu di satu ruang. Ada saat dimana Guru harus berdiri di pintu
penghubung.
3. Pada kegiatan penutup ± 10 menit terakhir berdirilah dipintu penghubung menghadapi
kedua kelas untuk mengadakan review umum mrngenai materi dan kegiatan belajar yang
baru berlaku. Berikan komentar dan penguatan sesuai keperluan. Setelah itu berikan
tindak lanjut berupa tugas untuk masing-masing kelas, kemudian persiapan untuk jam
pembelajaran;
4. Sebaiknya untuk menerapkan model Pembelajaran Kelas Rangkap 222 ini, aturlah tempat
duduk peserta didik sedemikian rupa sehingga pendangan peserta didik mengarah
kedepan dan kearah pintu penghubung.