Anak Tengah
Karya: Adrian Valentino Manalu
Kata orang, keluarga adalah harta yang paling berharga ,keluarga adalah istana yang paling nyaman
dan satu kata yang mengandung jutaan makna adalah keluarga, bahkan ada yang bilang berlian , emas ,
mutiara tak ada bandingannya dengan keluarga.
Memiliki keluarga yang pengertian dambaan setiap anak tengah , perlakuan orang tua membuat
kami anak tengah merasa tidak di pedulikan , bahkan orang tua secara tidak sadar melakukan perbedaan
perlakuan tersebut , jadi apa guna nya untuk meminta keadilan kepada kedua orang tua yang bahkan
tidak merasa telah melakukan pilih kasih ?
Aku Debora anak kedua dari tiga bersaudara . Aku sekarang bersekolah di SMA Negeri 4
sibahulbahul . dikarna kan ketidakmampuan orang tua ku untuk menyekolahkan aku lagi ke SMA swasta
yang paling unggul di provinsi ini , bukan berarti aku menjelekkan nama sekolahku . orang tua ku tak
mampu menyekolahkan ku di SMA terbaik di provinsi ini karna kakak ku sudah bersekolah di SMA itu ,
dan SMA itu swasta yang biaya masuk nya tergolong sangat mahal .
Mentari menampakkan sinar nya yang begitu terik , yang membangunkan ku dari tidur ku yang
nyaman , sebenarnya aku masi enggan meninggalkan tempat tidurku. Tapi aku teringat , kalau aku tidak
mengerjakan pekerjaan rumah sebelum sekolah aku bisa kena marah mama.
Ahirnya aku pun bergegas bangun dari tempat tidur tak lupa ku rapikan tempat tidur ku. Ahir nya
aku keluar kamar dan melihat tumpukan piring yang menjulang tinggi bak gunung di dapur yang
menunggu diri nya untuk di mandikan .
“Kak Deboraaaaaa, cuciin piring adek ya kak , nanti adek telat sekolah lagiii” sahut si tuan Putri rumah ini
yang baru selesai makan dan menghampiriku.
“ihhhh adek ko gitu sii, kan kakak baru bangun , lagian kan adek sekolah nya kan masuk jam delapan
pagi, ko malah suruh kakak siiih” jawab ku tidak terima.
Mendengar percekcokkan kami , mama pun terbangun dan menghampiri kami ,
“Kakkkkk, ngalah dongg sama adik nya , adik nya kan masi kecill” kata mama kepada ku
“apa ma? Masi kecil? Dia udah umur 12 tahun lhoo maa, Mama ga ingat ? waktu aku juga umur 12
tahun dah mama suruh nyuci piring sendiri siap makan? “ jawab ku tidak terima .
“udah udah sini aku cuciin “ jawab ku kesal .