0 penilaian0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara) 76 tayangan46 halamanUjian Psikologi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda,
ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
A. KONKLUSI (PENARIKAN KESIMPULAN)
Tes konklusi atau tes penarikan kesimpulan digunakan untuk menguji kemampuan Anda dal
mengolah fakta yang tersedia pada soal untuk kemudian menarik kesimpulan yang tepat.
a. Modus Ponens
Premis1: p=>q
Premis2: p
Simpulan: q
Jika hari ini tanggal merah maka Robi akan pergi bertamasya.
Robi pergi bertamasya,
Maka kesimpulannya adalah hari ini tanggal merah.
b. Modus Tollens
Premis 1: p>q
Premis 2: ~q
Simpulan: ~p
Jika saya lolos tes CPNS maka saya akan keluar dari pekerjaan,
Say k keluar dar n. x
Maka kesimpulannya adalah saya tidak lolos tes CPNS,
c. Silogisme Hipotesis
Premis 1: p=>q
Premis 2: q=>r
Simpulan: p=>ramenjadia
esimpulanny
Maka ke
depan.
d. Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya
Contohnya:
Bila S adalah himpunan subjek, dan P adalah himpunan predikat maka
kombinasi dari term proposisi: :
Semua S adalah P.
Tidak ada S adalah P.
+ Sebagian S adalah P.
+ Sebagian S bukan P.
Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dib
menjadi premis mayor (premis yang term-nya menjadi predikat), dan premis mino
yang term-nya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis te
term penengah (middle term), dan middle term ini tidak pernah ditulis pada kesi
Contoh:
Premis Mayor : Semua pelamar CPNS harus mahir bahasa Inggris.
Premis Minor : Budi adalah pelamar CPNS.
Kesimpulan : Budi mahir bahasa Inggris.
Pada contoh di atas bisa term subjeknya adalah “Budi’, term predikatnya adalah
Inggris” dan term menengahnya adalah "pelamar CPNS*
Misal:
M_— :termmenengah
S term subjek
P tem predikat
1. Tipe :
M-P Semua pelamar CPNS harus mahir bahasa Ing.
S=M Budi adalah pelamar CPNS.
s-Pnegatif maka tidak dapat —
Contoh:
Sebagian warga melakukan kerja bakti,
a aad
(Tidak bisa ditarik kesimpulan)
Term predikat pada kesimpulan harus konsisten dengan
premis. Jika tidak, kesimpulannya menjadi salah.
Contoh:
Kambing adalah hewan.
Kuda bukanlah Kambing,
Kuda bukanlah hewan.
(Term predikat pada kesimpulan merupakan proposisi negatif, sed
merupakan proposisi positif) 4
Term menengah harus bermakna sama, baik di dalam premis mayor
term menengah bermakna ganda, maka kesimpulannya salah.
Contoh:
Bulan merupakan benda langit.
Desember adalah bulan.
Desember adalah benda langit
(Bulan pada premis mayor adalah nama salah satu benda langit,
premis minor adalah salah satu nama bulan dalam satu tahun) —
TIP eh ilg[Feenismayor
Valid/Tidak
AA, AE, Al, AO, EA, EE, El, EO, IA, IE, Il, 1O, OA, OE ol
Pes
O = Proposisi Partikular Negatif (Sebagian S bukan P)
Jadi variasi bentuk silogisme yang valid adalah AA, AE, Al,
Bentuk silogisme yang valid ditulis dalam jembatan kata
a) Bentuk pertama, memiliki 4 bentuk yang valid.
Barbara, Celarent, Darii, Ferio.
1) Barbara: AAA-1
Semua mobil adalah kendaraan.
semua sedan at mobil.
Jadi, semua sedan adalah kendaraan.
celery EAE-1ine BC i
Camenes: AEE-4
sant
a tidak ada ia aaa a had
Dimaris: |Al-4 nba
Jadi, beberaa yang mahir berhitung ods a
Fesapo: EAO-4
Tidak ada tas bagus yang murah.
Semua yang murah banyak dibeli orang. —
Jadi, beberapa yang banyak dibeli orang bul
5) _ Fresison: EIO-4
Tidak ada roti merupakan sayuran.
4)
Semua sayuran.m umber gizi,
Jadi, sebagian sumber gizi bukan dari rot
e@. Silogisme Disjungtif
1. Tipe?
Premis 1: py q
Premis 2:~p
Simpulan: q
Andi tidak memilih fon
Maka kesimpulannya adalah Andi, memilii
Premis 3: ~qv~s
Simpulan: ~pv- ae
Jika hari Senin maka Saya masuk ens
Jika saya lolos CPNS maka saya senan,
Maka kesimpulannya adalah bukan hari Senin ata
Dilema Dua Arah
Premis 1: p=>q
Premis 2: r=>s
Premis 3: Py~s
Simpulan: qv~r
Jika hari Senin maka saya masuk kerja,
Jika saya lolos CPNS maka saya senang.
Hari Senin atau saya tidak senang
Simplikasi Konjugtif
1. Tipetbenar atau salahnya. Dalam logika, proposisi hanya bisa b
Artinya tidak mungkin setengah benar atau setengah salah.
Jika yang dibicarakan adalah tentang kesepakatan atau persetuju
adalah harus sesuai dengan hasil kesepakatan atau persetujuan terse
Proposisi tersusun dari empat bagian, yaitu:
Kuantor + Subjek + Kopula + Predikat
Contoh:
Semua + Ayah + adalah + lakislaki
Sebagian + sarjana + bukan + guru
Term sebagai Subjek
Hal yang diterangkan dalam proposisi, berhubungan dengan kuantitas p
jenis subjek:
1. Subjek universal : mencakup semua yang dimaksud oleh subjek. Sul
disertai dengan kuantor universal.
Subjek partikular : mencakup hanya sebagian dari keseluruhan
subjek. Subjek partikular ini disertal dengan kuantor eksistensi
Term sebagai Predikat
Hal yang menerangkan dalam proposisi, berhubungan dengan kua
jenis predikat:
1. Predikat [Link] mengiyakan hubungan antara predlkat
2. Predikat negatif: mengingkari adanya hubungan antara pre
meniadakan hubungan subjek dengan predikat.
Kopula
Hal yang mengungkapkan hubungan antara subjek dan p
sebagai kopula “adalah”, “ialah’, "bukan’, “tidak”.
kadang tersembunyi, tetapi harus selalu ditulis bila
tiie
Kuantor
Pembilang yang menunjukkan i lin; Ekuivalen dari disjungsi
Komutatif
Ekuivalen dari konjungsi
tif disjungsi terhadap
konjungsi
Distributif
Distributif konjungsi terhadap
disjungsi
Asosiatif pada disjungsi
Asosiatif Se
Asosiatif pada konjungsi
Ekuivalen negasi disjungsi
Hukum de Morgan
Ekuivalen negasi konjungsi
Implikasi dan Negasi | Ekuivalen dari implikasi
Implikasi Ekuivalen dari negasi implikasi
Ekuivalen dari biimplikasi
Biimplikasi dan
Negasi Biimplikasi | Ekuivalen dari negasi
biimplikasi
Ceo Colne xe]
1. Semua penduduk miskin ditanggung biaya berobatnya ol
Pak Somad membayar senditi biaya pengobatannya.
A. Pak Somad tidak ingin ditanggung biaya berobat
B. Pak Somad bukan termasuk penduduk miskin
CSebagian penduduk miskin tidak ingin
pemerintah. ee
Pemerintah mengabaikan Pak Somad.b. Ragam Soal
Tipe soal logika analisis ini secara umum terdir atas tiga jenis.
a
dibawa John adalah nasi merah dan ikan goreng, John tidal
dan Jumat minggu ketiga karena anaknya sakit. Hari Selasa
libur kemerdekaan Indonesia.
Pertanyaan.
bacaan tersebut,
Contoh:
Pada hari apakah selama empat minggu pertama, John lebih sering met
putih dan ayam goreng?
A. Senin D. Kamis
B. Selasa E Jumat
C. Rabu
Orde (Urutan) é
Tipe soal tentang orde ada dua jenis, yaitu orde berdasarkan kuali
kuantitas. ‘
a) Orde kualitas
Pada dasarnya, penyelesaian soal orde kualitas adalah
kemungkinan dari syarat batas dengan memberikan tanda>, <,
tentang orde kualitas yang dibahas. =
Contoh:
Berikut ini adalah ketentuan yang harus
yang tinggal di sebuah pemukiman ra
ancamanbencana,
Perempuan lebih diutamakarKombinasi 2
Tipe soal kombinasi berkaitan dengan peluang dan frekuensi suatu ke}
di antaranya adalah tentang jadwal dan posi.
a)
alam soal orde |
menentukan terlebih dulu nila
kuantitas bisa dibilang lebih mudah
setiap syarat batas yang diberikan pa
kuantitas nilai-nilai tersebut-
Contoh:
James akan pergi ke luar negeri selama 2 ™ oe
memilih salah satu dari 3 bawahannya Yang akan ee aed
Beberapa informasi yang menjadi dasar keputusan Jai ae
= Kevin cukup kreatif dan cukup baik memimpin nam
terkesan kurang rajin bekerja. oe
= Irving paling pera cukup sehat, tetapi masih kalah dari bee dal:
kerajinan dan masih kalah dari Kevin dalam hal kepemimping) a ;
— Dalam kreativitas, Tristan masih di bawah Irving dan Kevin, tetapi ia
rajin, paling sehat, dan paling bagus memimpin.
pada setiaP
arena kita
.da bacaan ke’
ing!
jadian. Tipe soal
Jadwal
Pada dasarnya, penyelesaian tipe soal ini adalah dengan cara membuat tabel |
dari Senin—Minggu. Selanjutnya, tulis setiap variabel dalam syarat batas pada hi
yang sesuai. f
Contoh:
Kolam renang Quicken Loans Arena membuat jadwal renang bagi sebuah seko
pukul 14,00-16.00. Setiap siswa hanya boleh berenang sekali seminggu. Hari K
dan Minggu disediakan khusus untuk wanita, Kolam renang ditutup pa
Selasa untuk pembersihan kolam. Tiga orang siswa perempuan (Kyrie, Della
Love) dan dua siswa laki-laki (Matthew dan Dani) adalah siswa EH terse
yang memiliki kondisi sebagai berikut:
~ _ Kyrie dan Della tidak mau berenang bersama siswa laki:
~ _ Karena alergi air kotor, Matthew dan Love tidal
hari pembersihan kolam.
= Dani kurang pandai berenang sehin
Matthew.
Setiap Senin dan Jumat pukul 14.00
Setiap Sabtu dan Minggu pukul1
-laki. i
k berani berenang sete la
gga tidak mau berenang b
16.00 Dani les
00~16.00 DellaContok
Dua bangunan ruko berdiri sejajar saling |
terdiri atas tiga toko. K ie
= Toko elektronik bersebelahan deng:
dengan salon pada tengah bangunan.
= Toko perlengkapan bayi tepat di depan toko oba
diagonal dengan toko pakaian wanita.
~ Toko sepatu berada pada salah satu bangunan tersel
Implikasi (Hubungan Sebab-Akibat)
Tipe soal implikasi sedikit banyak masih berhubungan dene
namun lebih jelas pengerjaannya menggunakan aturan implika:
maka ..” ini jelas terlihat pada bacaan. Untuk menyelesaikannya se
melihat dulu pada pilihan jawaban yang tidak mungkin, coret, dan
sesuai dengan syarat batas pada soal.
Contoh:
Seorang pegawai menyusun rencana studi untuk kuliah malam. Tiga
yang bisa diambil, yaitu: Manajemen, Bahasa Inggris, Akuntansi, Ad
Peraturan mengambil mata kuliah sebagai berikut: J
= Pegawai harus mengambil tiga mata kuliah.
— Jika mengambil Hukum, ia tidak boleh mengambil Baha
— Jika mengambil Administrasi, ia harus mengambil
sebaliknya.
Jika mengambil Hukum, ia dapat mengambil A0
a)
Operasi Bilangan Bulat
Operasi pada bilangan bulat
berikut:
1)
2) Kuadrat dan penarikan akar lebih kuat dari per
~ perkalian dan pembagian lebih kuat daripada pe!
Kuadrat dan penarikan akar dikerjakan lebih dulu
Perkalian dan pembagian posisinyasamakuat sehingg@
yang sebelah kiri atau yang lebih depan. ;
5) Penjumlahan dan pengurangan posisinya sama kuat sehingga
dimulai dari yang berada di sebelah kiri atau lebih depan.
alian dan pemnb
.njumlahan dan peng\
daripada operasi lain.
pengerjaannya didi
3)
4)
pengerjaanny
KPK dan FPB
1) __ KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) fs
Kelipatan suatu bilangan adalah bilangan-bilangan hasil perkalian bilangan
sendiri dengan bilangan asli secara berurutan. KPK adalah kelipatan yang sama
dua bilangan bulat atau lebih dengan nilai terkecil yang dapat dibagi habis o}
bilangan tersebut.
2) _ FPB (Faktor Persekutuan Terbesar)
Faktor suatu bilangan adalah bilangan-bilangan yang merupakan bagian atau uns
dari suatu bilangan dan bisa membagi bilangan tersebut hingga habis. FPB adalah
faktor dari dua bilangan bulat atau lebih dengan nilai terbesar yang dapat memb
habis bilangan tersebut.
Pecahan
Pecahan adalah suatu bilangan yang dapat dinyatakan dengan bentuk dengan a
badalah bilangan bulat dan b = 0. Bilangan a disebut pembilang dan b ee penyebi
Jenis-Jenis Pecahan af
1) Pecahan biasa ia
a
Pecahan dengan bentuk ¢, dengan a,b ¢ bilangan bulat dan b #0,
2) Pecahan campuran
Pecahan campuran merupakan bentuk: sede dari pecahan biasa 2 den
b,b #0 sehingga diubah menjadi bentuk 2,
3) Pecahan desimal
Pecahan desimal merupakan bentuk lain dari suatu
«iri koma (). Pecahan desimal merupakan bentuk da
penyebut 10, 100, 1000, dst. ;
Pecahan persen atau perseratus et
dengan a,b, danc a adengan
b) _Operasi pada Pecahan
1) Penjumlahan dan pengurangan
Pada operasi penjumlahan dan pengura
adalah penyebutnya. Untuk pecahan biasa di
dan pengurangan dapat dilakukan jika penyebutny
cukup dengan menjumlahkan atau mengurangi
penyebut tetap.
a,b a+b 2 b_a-b
© cee
Untuk pecahan desimal, operasi penjumlahan dan penguranc
menyejajarkan posisi koma.
2) Perkalian al
Operasi perkalian pada pecahan dilakukan dengan mengalik
perkalian dilakukan seperti perkalian biasa tetapi jumlah ang}
merupakan banyaknya angka di belakang koma bilangan yang
3) Pembagian
Operasi pembagian pada pecahan dilakukan dengan men
kebalikan pecahan pembaginya.
3. Satuan dan Besaran
a) Sistem Satuan Panjang
kmb)
a)
% Rugi= ——F «100%
Bruto, Neto, Tara, dan Diskon Oe
1. Bruto adalah berat kotor suatu barang yaitu berat isi 2
2. Neto adalah berat bersih suatu barang.
3. Tara adalah berat kemasan atau media suatu barang.
4, Diskon atau rabat merupakan potongan harga terhadap su
Tara ae
kemasan atau media.
Bruto = Neto + Tara
Neto = Bruto -Tara
Tara = Bruto - Neto
dinyatakan dalam persen (%).
Diskon = % diskon x Harga Jual Awal
besar diskon
harga jual awal
% Diskon = «100%
Statistika
Statistika merupakan materi yang akan selalu berkaitan dened
baik pemusatan data maupun penyebaran data.
Pengolahan Data
1)
= __jumlah data
~ panyaknya data
2) Modus (Mo), yaitu data yang paling ‘sering m
tinggi.
3) Median atau nilai tengah, yaitu nilai
dari nilai terkecil sampai dengar
kuartil, yaitu ai yang memLocemutaan = 2[(px )+ (pxt) + (¢x¢)]
Volume = pxéxt
Prisma
ae
Prisma tegak
segitiga
ic}
Prisma tegak
segilimaOperasi Himpunan
1) Irisan
Gabungan
Operasi himpunan yang menunjukkan bahwa anggotat
dua himpunan. Notas: AUB={x|xeAatauxeB}
aa Ne
Selisih
Selisih himpunan A dan B yaitu himpune
anggota B. Notasi: A-B=(x|x¢A,xa)
b)
5) Komplemen
Komplemen himpunan A dalam himpunan s
bukan anggota A. Notasi: A’= A°= «|x € $ danx ¢ A}
Komparasi Kuantitatif
Model soal komparasi kuantitatif adalah menentukan hubungan antara du
apakah <, >, =, atau hubungan dua variabelnya tidak dapat ditentukan.
Hal yang harus diperhatikan adalah: i
2) Jka kedua variabel dapat ditentukan dengan perhitungan maka bandingka
b) __Lakukan penyederhanaan di kedua variabel untuk memudahkan.
©) Agar tidak menghitung sampal akhir, urangkan kedua variabel sehingga!
Jika x -y > 0, makax> y
Jika xy <0,makaxS,2). aky
2)
3)
4)
Pengurangan, kalikan dengan (~) agar tanda berbalik
Ujung-ujung intervalnya,
Perkalian, kalikan ujung-ujunginterval sehingga menghasilk
Nilai terkecil dan terbesar merupakan batas intervalnya,
Pemangkatan, pethatikan ujung-ujung interval Jika interval mel
nol sebagai batas interval dan perhatikan nilai setiap bilangan ya
Sesuaikan dengan tanda pertidaksamaan.
CONTOH SOAL
Berapa perbandingan p: q: rjika diketahui
bilangan positif?
q
0) eaec. Deret
1. Pola Deret
Deret angka dan huruf digunakan untuk menguji peserta menentukan pol
maupun huruf, dari satu suku ke suku berikutnya,
Pola bilangan pada deret merupakan operasi bilangan matematika seperti
pengurangan, perkalian, pembagian, penarikan akar, pemangkatan, atau gi
beberapa operasi tersebut.
Pola dalam suatu deret dapat ditentukan dengan cara: 4
a) Pethatikan perubahan dari satu suku ke suku berikutnya, ke
operasi apa yang berlaku untuk semua suku pada deretan tersel
b) Lihat perubahan di setiap dua suku yang berurutan, apakah s
atau besar. a
©) Anggap bahwa semua deret adalah satu larik, jka tidak d
periksa dengan dua larik, dan seterusnya.
4) _Jika beberapa larik polanya tidak ditemukan kekonsi
fibonacci.
e) Jangan abatkan satu angka pun
diperhitungkan.1 i
Satu larik ieee
Sebuah deret yang memil
dapat ditentukan dengan mudah k
Dua larik
genap.
Tiga larik
berbeda. Pola di setiap lariknya yaitu:
larik 1: U,, U,, Uy,
larik 2: U,,Uy Uy
larik 3: U,, Uy Uy
Empat larik
Sebuah deret yang memiliki4 larik atau subderet dengan po
Polanya: i
larik 1: U,, Uy Uy...
larik 2: U,, Uy U,
larik 3:U,,U,,U,
larik 4: U, U,,U,
Tingkat
Tingkat merupakan tipe deret dengan ciri memiliki pola bilanga
pertama yang telah ditentukan dan pada pola berikutnya atau yar
pada deretan tersebut pola bilangan lebih teratur hubungannya «
satu dengan suku lainnya. “
Fibonacci
Tipe deret fibonacci merupakan tipe deret dengan ciri nilai
merupakan penjumlahan dua suku sebelumnya,
merupakan nilai awal.
CONTOH SOAL
Anda mungkin juga menyukai