0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
137 tayangan1 halaman

Cerita Persahabatan Sejati di Mal

Cerpen pendek ini menceritakan tentang persahabatan antara Virda dengan sahabatnya. Mereka pernah bertengkar karena masalah kecil namun kemudian menyadari betapa pentingnya persahabatan itu. Suatu hari saat pergi ke mal bersama, Virda marah pada sahabatnya karena belanjaannya tertinggal, namun kemudian mereka kembali rukun dan saling membantu satu sama lain.

Diunggah oleh

Darwati Sidomulyo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
137 tayangan1 halaman

Cerita Persahabatan Sejati di Mal

Cerpen pendek ini menceritakan tentang persahabatan antara Virda dengan sahabatnya. Mereka pernah bertengkar karena masalah kecil namun kemudian menyadari betapa pentingnya persahabatan itu. Suatu hari saat pergi ke mal bersama, Virda marah pada sahabatnya karena belanjaannya tertinggal, namun kemudian mereka kembali rukun dan saling membantu satu sama lain.

Diunggah oleh

Darwati Sidomulyo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Simak cerpen tentang sahabat atau cerpen persahabatan singkat yang bermakna

berikut ini :

Aku Virda, aku beruntung mempunyai sahabat yang selalu ada untukku, kami melewati
suka duka bersama. Suatu ketika aku dan sahabatku bertengkar karena masalah yang
kuanggap sepele, semua itu baru kusadari bahwa sahabatku sangat penting bagiku.

Suatu hari aku pergi ke mal bersama sahabatku, aku menyuruhnya membawa
belanjaanku, dan ternyata belanjaanku yang dibawanya tertinggal. Saat itu juga aku
marahi dia dengan perkataan yang kasar karena keegoisanku.

“Vir, tolong pegang belajaan ku ini ya, soalnya berat banget,” kataku.

“Iya sini aku bantu bawa belanjaannya, takut kamu keberatan,” katanya.

“Siap, kamu memang sahabatku yang paling pengertian,” jawabku.

“Haha iyalah sesama sahabat memang seharusnya saling membantu” jawabnya sambil
tersenyum. Sembari berpelukan.

“Kamu lapar enggak?” tanyanya.


“Lapar si, mulai keruyukan nih perut,” jawabku.

“Makan yuk! sekarang aku yang traktir, aku juga lapar” sambil menatapku dengan
lemas.

“Hmm, ya sudah ayoo” jawabku.


Lalu sampailah kami di warung seberang mal.

Anda mungkin juga menyukai