Results of plagiarism analysis from 2019-04-01 05:01 UTC
226-Article [Link]
8.2%
Date: 2019-04-01 04:57 UTC
All sources 22 Internet sources 18 Own documents 4
[Link]/ojs/[Link]/Prada/article/download/37/35
[0] 4.0% 5 matches
1 documents with identical matches
[Link]
[2]
1.8% 4 matches
[Link]
[3]
1.6% 5 matches
[Link]
[4]
1.0% 4 matches
[Link]
[5]
0.8% 3 matches
[Link]
[6] 0.6% 2 matches
1 documents with identical matches
[Link]
[8]
0.5% 1 matches
[Link]/[Link]/jfrh/article/view/159/0
[9] 0.5% 1 matches
5 documents with identical matches
[Link]
[15]
0.5% 1 matches
[Link]
[16]
0.5% 1 matches
[Link]
[17]
0.5% 1 matches
[Link]/articles/PMC3455859
[18] 0.5% 1 matches
3 documents with identical matches
[Link]
[22]
0.4% 2 matches
[Link]
[23]
0.5% 1 matches
"jurnal kharisma ummatuz zahro D3 [Link]" dated 2018-09-03
[24]
0.4% 2 matches
[Link]
[25]
0.2% 1 matches
"HUBUNGAN OBESITAS DENGAN HIPERTENS...ot; dated 2018-08-08
[26]
0.2% 1 matches
"1533702424988_jurnal.docx" dated 2018-08-08
[27]
0.2% 1 matches
"14 Jurnal [Link]" dated 2018-07-30
[28]
0.2% 1 matches
[Link]
[29]
0.2% 1 matches
[Link]
[30]
0.3% 1 matches
[Link]
[31]
0.2% 1 matches
6 pages, 2518 words
PlagLevel: 8.2% selected / 8.2% overall
18 matches from 32 sources, of which 28 are online sources.
Settings
Data policy: Compare with web sources, Check against my documents, Check against my documents in the organization repository, Check against
organization repository, Check against the Plagiarism Prevention Pool
Sensitivity: Medium
Bibliography: Consider text
Citation detection: Reduce PlagLevel
Whitelist: --
PENGARUH DEPO MEDROKSI PROGESTERON ASETAT (DMPA)
TERHADAP EKSPRESI ESTROGEN RECEPTOR- α (ER -α) PADA
ENDOMETRIUM TIKUS (Rattus Novergicus) YANG DIPAPAR
Effect of Acetic Progesteron Depo Medical (DMPA) On Expression of Receptor-α
(ER -α) Estrogen In The Exposed Rated Endometrium (Rattus Novergicus)
Rizki Fitrianingtyas1, Ernawati Anggreni2
1,2
Akbid [Link]
[0]
Jember
Jl. dr. Soebandi No. 99, Patrang, Cangkring
Kabupaten Jember, Jawa Timur 68111
ABSTRAK
Salah satu metode kontrasepsi yang dianggap cukup ideal adalah kontrasepsi suntik Depo
[0]
Medroksiprogesteron Asetat (DMPA). Kontrasepsi suntik DMPA ini adalah salah satu jenis kontrasespi
suntikan yang hanya mengandung progestin saja dan disuntikkan setiap tiga bulan. Perempuan yang telah
menggunakan DMPA selama suntikan pertama dan kedua mempunyai histologi endometrium yang atropi,
penurunan kepadatan microvaskuler, epitelium menjadi tipis, mengecilnya kelenjar dan meluas, dinding pembuluh
darah yang tipis. Rata-rata 60 % mantan akseptor sudah hamil dalam waktu 1 tahun dan lebih dari 90 %
dalam waktu 2 tahun. Tujuan Penelitian ini untuk membuktikan apakah DMPA dapat mempengaruhi Ekspresi
Estrogen Receptor-α (ER-α) Pada endometrium Tikus (Rattus Novergicus). Penelitian ini menggunakan true
experiment dengan rancangan randomized post test cotrol group design menggunakan 30 ekor tikus betina
yang dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok kontrol negatif, , kelompok P1 (Pemberian DMPA selama 1
bulan, kelompok P2 (DMPA selama 2 bulan). Ekspresi ER-α diamati dengan mengunakan metode
immunohistochimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan dan berbeda secara
signifikan ( p value 0,05) Ekspresi Estrogen Receptor-α (ER-α) terhadap kelompok perlakuan 1 dan
perlakuan 2.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian suntikan DMPA mampu menurunkan Ekspresi
Estrogen Receptor-α (ER-α).
Kata Kunci : DMPA, Ekspresi ER-α,
ABSTRACT
One method of contraception [5]
that is considered ideal is injectable contraception Depo
Medroxyprogesterone Acetate (DMPA). This DMPA injection contraception is one type of contraceptive
injection that only contains progestin only and is injected every three months. Women who had used DMPA
during the first and second injections had atrophy histology, decreased microvascular density, thin
epithelium, reduced glands and expanded, thin blood vessel walls. An[25]average of 60% of former acceptors
are already pregnant within 1 year and more than 90% within 2 years. The purpose of this study is to prove
whether DMPA can affect Estrogen Receptor-α (ER-α) Expression in the rat endometrium (Rattus
Novergicus). This study used a true experiment with a randomized post test group control group design using
30 female rats divided into 3 groups. Negative control group, group P1 (administration of DMPA for 1
month, [30]
group P2 (DMPA for 2 months). ER-α expression was observed using the immunohistochemical
method. The results showed that there was a significant difference (p value 0.05). ) Estrogen Receptor-α
(ER-α) expression against treatment group 1 and treatment 2. This study concluded that administration of
DMPA injections was able to reduce Estrogen Receptor-α (ER-α) Expression.
Keywords: DMPA, ER-α expression,
PENDAHULUAN mengandung progestin
[0]
saja dan disuntikkan
setiap tiga bulan. Kontrasepsi suntik DMPA ini
Salah satu metode kontrasepsi yang cukup aman dan sangat efektif dalam mencegah
dianggap cukup ideal adalah kontrasepsi suntik kehamilan apabila penyuntikannya dilakukan
Depo Medroksiprogesteron Asetat (DMPA). secara teratur
[0]
sesuai jadwal yang telah
Kontrasepsi suntik DMPA ini adalah salah satu ditentukan. Tingkat efektifitasnya cukup [0]tinggi
jenis kontrasespi suntikan yang hanya yaitu 0,3 kehamilan per 100 perempuan. Cara
38
kerjanya diantaranya adalah mencegah ovulasi, kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol
mengentalkan lendir serviks sehingga negative (KN), Perlakuan 1(diberikan DMPA
menurunkan kemampuan penetrasi sperma, selama 1 bulan), Perlakuan 2 (diberikan
menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atrofi suntikan DMPA selama 2 bulan). Tikus
serta menghambat transportasi gamet oleh tuba diaklimatisasi selama 7 hari dan diberikan
[1]. Suntikan DMPA 150 mg dianggap tidak perlakuan sesuai kelompok. Pemberian suntikan
efektif lagi bagi sebagai kontrasepsi setelah 90 DMPA diberikan secara Intramuscular.
hari, tetapi pada kebanyakan akseptor, DMPA Perlakuan diberikan selama 28 dan 56 hari
mencegah kehamilan untuk jangka waktu yang sedangkan suntikan DMPA diberikan 7 hari
lama. Lamanya masa tidak subur/infertil sekali. Setiap seminggu sekali dilakukan
mungkin tergantung pada kecepatan penimbangan, makan dan minum diberikan
metabolisme DMPA dan juga pada berat badan setiap hari dan sekam diganti 2 kali seminggu.
akseptor[2]. Pemberian progesteron secara
sistemik dan untuk jangka waktu yang lama 1.2 Etik
menyebabkan endometrium mengalami keadaan Penelitian ini telah disetujui oleh Komite
“istirahat” [2]. Perempuan yang telah Etik Universitas Brawijaya dan telah mengikuti
menggunakan DMPA selama suntikan pertama prosedur dari laboratorium yang digunakan
dan kedua mempunyai histologi endometrium untuk penelitian menggunakan hewan coba.
yang atropi, penurunan kepadatan microvaskuler,
epitelium menjadi tipis, mengecilnya kelenjar dan 1.3 Pemberian DMPA
meluas, dinding pembuluh darah yang tipis. DMPA yang diberikan adalah 2,7 mg yang
Penurunan kepadatan ketebalan endometrium diencerkan dalam 0,2 ml aquabidest.
sebelum dan sesudah penggunaan DMPA[3]. Disuntikkan setian 7 hari sekali pada pukul
Akseptor yang telah menggunakan DMPA 13.00 WIB.
menginginkan segera hamil pasca berhenti, tetapi
perlu menunggu 1-2 tahun karena menyesuaikan 1.4 Pengorbanan tikus
dengan keadaan endometrium dan ovarium yang Tikus dikorbankan dengan cara
beberapa waktu dalam keadaan istirahat. Lebih diinjeksikan ketamin sebanyak 1-2 mg/tikus
dari 60 % mantan akseptor sudah hamil dalam dan ditunggu beberapa menit sampai tikus
waktu 1 tahun dan lebih dari 90 % dalam waktu benar-benar mati (tidak bergerak lagi).
2 tahun[2].
Estrogen menggunakan efeknya melalui 1.5 Pengukuran reseptor estrogen α
interaksi dengan reseptor yang merupakan Untuk melihat ekspresi estrogen α
anggota superfamili reseptor nukleus. Ada dua menggunakan metode immunohistokimia
reseptor estrogen yang berbeda, yaitu ER α dan (IHK). Slide dideparafin menggunakan xylol
β yang merupakan produk gen yang terpisah. dan kemudian dilakukan hidrasi menggunakan
ER α, respetor pertama yang ditemukan, alkohol dan dibilas menggunkan air mengalir.
terdapat disaluran reproduksi perempuan dalam Slide dicelupkan dalam buffer sitrat dengan pH
jumlah yang melimpah terutama di uterus, 6 dan dipanaskan dalam waterbath pada
vagina dan ovarium demikianpula dikelenjar temperatur 95 0C selama 20 menit. Setelah itu
mamae, hipotalamus, sel-sel endotel dan otot slide dibloking menggunkan H2O2 3% dalam
polos vaskuler. Berkurangnya produksi hormon metanol selama 15 menit (endogenous
estrogen yang dihasilkan oleh ovarium blocking), kemudian dicuci dengan PBS dan di
menyebabkan gangguan integritas reseptor bloking kembali mengunakan sniper dan
estrogen di uterus yang menyusun proliferasi diinkubasi selama 60 menit. Selanjutnya,
dinding endometrium. Penelitiain ini bertujuan antibodi primer (estrogen receptor α)
untuk membuktikan bahwa DMPAmempunyai ditambahkan dalam PBS + BSA 0,2% dan
efek menurunkan Ekspresi reseptor α pada diinkubasi overnight dalam suhu 40C. Satu per
endometrium pada tikus. satu sli, kemudian diinkubasi menggunakan
biotinylated universal secondary antibody
METODE PENELITIAN selama 60 menit dalam suhu ruang. Inkubasi
SA-HRP (Streptavidin Horseradish Perosidase)
1.1 Hewan coba selama 40 menit dalam suhu ruang, dan
Hewan coba yang digunakan adalah tikus kemudian menambahkan DAB
putih (Rattus norvegicus) usia 9-12 minggu (Diaminobenzidine) dengan perbandingan dari
jenis kelamin betina. Banyaknya sampel adalah DAB chromagen : DAB buffer =1:50 selama 20
30 ekor tikus yang dibedakan menjadi 3 menit). Setelah itu slide dicuci mengunakan
39
PBS, setelah itu couterstained dengan Mayer's
Hematoxilin selama 5-10 menit pada suhu
ruang. Slide diangin anginkan lalu ditetesi
dengan entelan dan ditutup dengan coverglass.
Hasilnya diamati dibawah mikroskop dengan
pembesaran 400x dan untuk mengihung
persentasenya menggunkan foto dotslide
software OLYMPUS dan perhitungan persentasi
menggunkan software immunoratio.
1.6 Analis statistik KN P1
Data disajikan dalam bentuk rata-rata dan
standar deviasi. Kemudian dianalisis normalitas
dan honogenitas data. Uji beda menggunakan
one way ANOVA dan uji regresi sederhana
dengan kriteria pengambilan keputusan P
0,05 maka ada perbedaan yang signifikan.
Semua uji menggunakan perhitungan SPSS for
Windows 17.0.
HASIL
Pada Gambar 1 menunjukkan bahwa rata- P2
rata Ekspresi paling rendah ditunjukkan pada
kelompok Perlakuan 2 dan berbeda secara
signifikan dibandingan dengan KN dan Gambar [Link] Pengamatan Ekspresi ER-α
perlakuan 1dengan p value ≥0,05. Pada uji di inti sel.
regresi untuk memprediksi ekspresi ER-α Warna coklat menunjukkan Ekspresi ER-α di
diperoleh pengaruh lama paparan DMPA inti sel (ditunjuk oleh tanda panah). Tampak
terhadap ER-α adalah 90,1% dan mempunyai perbedaan distribusi ER-α pada kelompok KN,
nilai persamaan Y= 3,56-0.65x yang P1, P2, dengan menggunakan metode
mempunyai arti bahwa semakin lama paparan Immunohistochimia (IHC) dengan pengamatan
DMPA, ekspresi ER alpha semakin menurun.. menggunakan pembesaran 400x menggunakan
microskop OLYMPUS DP71.
39,68±1,9
8 KESIMPULAN
Penelitian yang dilakukan pada 70 wanita
yang menjadi akseptor DMPA dengan rentang
usia 20-35 tahun didapatkan bahwa penggunaan
DMPA akan menurunkan kadar estrogen serum
dengan rata-rata 130 pg/ml pada pemakaian
lebih dari satu tahun, penurunan menjadi 100
.
pg/ml. Penurunan kadar estrogen sering terjadi
Gambar 1:Rata-rata Ekspresi Estrogen
dengan lamanya penggunaan DMPA. Kadar ini
Receptor α pada tikus yang diberikan
sama dengan kadar estrogen pada fase folikuer
DPMA.
siklus menstruasi [7]. Setelah penyuntikan
Keterangan : Hitungan rata-rata ER α
DMPA, daam waktu 24 jam kadarnya dalam
berdasarkan kelompok Tikus Kontrol Negatif
serum mencapai 2-5 µg/ml. Dan kadarnya
(KN), Perlakian 1, perlakuan 2. Pada rata-rata ±
bertahan cukup lama dan turun berlahan-lahan
sd jika memuat huruf yang berbeda berarti ada
[8] .
perbedaan yang bermakna (p≤ 0,05) dan jika
Pada penelitian ini menunjukkan bahwa
memuat huruf yang sama berarti ada perbedaan
tikus yang dipapar DMPA mempunyai
tetapi tidak bermakna (p≥0,05).
ketebalan endometrium yang tipis. Hal ini
sesuai dengan penelitian sebelumnya bahwa
Pengunaan KB suntik (Progestin only)
menunjukkan penurunan kepadatan
40
vaskularisasi endometrium sehingga menjadi yang membentuk ikatan hormon reseptor pada
atrofi dan terjadi aminore [3]. Estrogen Respon Elemen (ERE) kemudian
Penelitian sebelumnya menunjukkan bergerak menuju inti sel untuk berikatan dengan
bahwa gen ER-α mempunyai penurunan DNA. Reseptor estrogen yang telah berikatan
ekspresi dalam endometrium yang tipis selama dengan DNA berperan dalam transkripsi sel
menstruasi. Polimorfisme dari intron insisi untuk membentuk protein yang diperlukan
enzym yang pertama (identifikasi dan dalam pembelahan sel [22]. Keadaan dimana
pembedahan spesifik dari untaian DNA dari estrogen tinggi, genestein akan berikatan
endonuleus), PvuII (IVSI-397T C, rs2234693) dengan RE-α walaupun lemah, hal ini bertujuan
or Xbal (IVS1-351A G,rs9340799) , dalam gen agar ikatan antara Reseptor dan estradiol
ER-α berfungsi sebagai pengalihan ekpresi gen terhalang (bersifat anti estrogenik), tetapi jika
[10]. Baik estradiol dan ER-α adalah faktor kadar estrogen rendah maka genestein akan
yang mempengaruhi hiperplasia pada berikatan dengan ER yang kosong sehingga
endometrium [11][10][12]. Estrogen bekerja menimbulkan efek estrogenik. Berbeda halnya
dengan reseptor untuk menimbulkan efek dengan RE paling kuat yaitu estradiol, yang
karena ER sebagai penghubung fisiologis efek berikatan dengan kedua resepor sama kuatnya
pada endometrium [13].Ekspresi dari ER-α [23].
menurun di endometrium yang tipis Penelitian ini menunjukan semakin lama
dibandingkan dengan normal endometrium, dan pemberian DMPA mampu menurunkan
mungkin ER-α berhubungan dengan etiologi ekspresi ER-α sehingga dapat menyebabkan
yang tidak diketahui pada endometrium yang peningkatan efek samping akbibat penurunan
tipis[14].Berkurangnya produksi hormon ER-alpha.
estrogen yang dihasilkan oleh ovarium
menyebabkan gangguan integritas reseptor SARAN
estrogen di uterus yang dominan adalah
reseptor estrogen α untuk menyusun proliferasi Data ini menunjukkan bahwa semakin
lapisan dinding endometrium. Efek estrogen lama paparan DMPA maka Ekspresi ER-α
akan meningkatkan konsentrasi reseptor semakin menurun sehingga diharapakan efek
estrogen α pada organ reproduksi salah satunya samping dari penggunaan DMPA yang terlalu
endometrium [24]. lama bisa di minimalisir.
Penggunaan DMPA meningkatatkan KEPUSTAKAAN
opoptosis tidak hanya dalam ovarium tetapi
[3]
juga di dalam endometrium. DMPA [1]. Syaifudin A.B. 2007. Buku [3]Panduan
menyebabkan efek pada endometrium menjadi Praktis Pelayanan [Link]
tipis dan atropik. Hal ini dikarenakan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
terhambatnya ekspresi eNOS (endotelial nitric Jakarta
oxide syntase) sehingga level eNOS dalam sel
dan sitoplasma rendah sehingga terjadi [2]. Hartanto H. 2004. Macam-Macam Metode
apoptosis pada endometrium dan ovarium KB. Jakarta: EGC
[9].Pada penelitian yang dilakukan pada
manusia difinisi endometrium tipis adalah [3]. Simbar M.,. A comparative study of
berkisar 6-9 mm[15].Tipisnya endometerium Cyclofem and depot medrokxyprogesreton
berkisar antara range 5 sampai 10 mm, acetate (DMPA) effect on endometrial
bervariasi tergantung pada masing masing Vasculature. J Fam Plann Reprod Health
siklus. Pernyataan ini masih konroversi dimana Care 2007. 33 (4): 271-276
untuk memberikan definisi antara normal
endometrium dan endometrium yang [4]. Rozman KK., 2006. Center For The
tipis[16][15][17][18]. Pada penelitian lain Evaluation of Risk To Human
difinisi endometrium tipis adalah berkisar 6-9 Reproduction. National Toxicology
mm [15]. Endometrium yang tebalnya kurang Program 2006: 4
dari 6 mm menunjukkan kepastian terjadinya
infertil[19]. [5]. Trustinah, 1998. Biologi Kacang Tunggak.
Monograf Balittan. Malang. Pp. 1-19
Estrogen harus menembus permukaan sel
masuk kedalam sel (sitoplasma) kemudian
berikatan dengan reseptor estrogen. Sitoplasma
41
[6]. Prawiroharjo, S. 2007. Ilmu Kebidanan Of Unknown Etioly. Gynecol Obstet Invest
cetakan ke-9. Yayasan Bina Pustaka 2012 . (74); 13-20
Sarwono Prawirohardjo. Jakarta
[15].Kovacs P., Matyas S., Boda K., Kaali S.G.
[7]. Pamuji E.,Basuki D., [Link]. The Effect Of Endometrial Thickness On
Assosiation between bleeding pattern and IVF/ICSI Outcome. Hum Reprod2003
estradiol level of depot medroxy (18): 2337–2341.
progesteron acetat users. Berita
Kedokteran Masyarakat 2008.24(2):51-57 [16].Richter K.S., Bugge K.R., Bromer J.G.,
Levy M.J.. Relationship between
[8]. Baziad, A. 2002. Kontrasepsi Hormonal. Endometrial Thickness and Embrio
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Implantation, Based on , 294 cycle of In
Prawirohardjo. Jakarta Vitro Fertilization with Transfer of
Blastocyst-stage Embryos. Fertil Steril
2007 (87); 53-59
[9]. Veri, N., Fivi A., Retty R., Dwi
[22]
Yuni NH.,
Noorhamdani, Pande MD., Protective
effect of green tea against ovarian and
endometrial apoptoes in rats treated ith [17].De Geyter C., Schmitter M., De Geyter M.,
depot medroxyprogesteron acetate. Nieschlag E., Holzgreve W., Schneider
Biomakers and Genomic Medicine 2015 Hp:Prospective Evaluation Of The
(7);105- 109. Ultrasound Appearance Of The
Endometrium In A Cohort Of 1,186
Infertile Women. Fertil Steril
[10].Mylonas I, Makovitzky J, Friese K, Jeshke
U: Immunohistochemical labelling of 2000.1(73):106–113.
steoid receptors in normal and malignant
human endometrium. Acta Histochem [18].Friedler S., Schenker Jg., Herman A.,
Lewin A., The Role Of Ultrasonography In
[Link]-359
The EvaluationOf Endometrial Receptivity
Following Assisted Reproductive
[6]
[2] Treatments: A Critical Review. Hum
[11]. Sant”Ana de Almeida EC, Nogueira AA, Reprod Update 1996(2): 323–335. [8]
Candido do Reis [2]FJ, Zambelli Ramalho [19].Shapiro H., Cowell C., Casper R.F.. The
LN, Zucoloto S.,. Immunohistochemical use of vaginal ultrasound for monitoring
expression of estrogen and progesteron endometrial preparation in a donor oocyte
receptors in endometrial polyps and program. Fertil Steril 1993 .(59): 1055–
adjacent endometrium in postmenapouse 1058.
woman. Maturitas [Link]-233
[20].Anggrani, W., Rahardjo, T., Ichramsjah,
[12].Gul A, Ugur m, [2]Iskander C, Zulfikaroglu A., And Muchtadi, D,. Pengaruh Isoflavon
E, Ozaksit G. Immunohistochemical Kedelai terhadap Deplesi Estrogen pada
expression of estrogen and progesteron tikus Betina Sprague Dawley. Majalah
receptors in endometrial polyps and[2]
its Kedokteran Gigi 2008. 23(2): 73-78
relationship to clinical parameters. Arch
Gynecol Obstet 2010; 281: 479-483
[21].Soehartono., Wiyasa, I., dan Norahmawati,
E. 2008. Pengaruh isoflavon genestein dan
[13]. Hernandez J, Balic I, Johnson-Pais T.L., daidzein ekstrak tokbi (Pueraria Lobata)
Higgins B.A.,[22]Torkko K.C., Thompson starin kangean terhadap jumlah osteoblas
IM,. Leach RJ: Association between an dan osteoklas Rattus Novergiucus galur
estrogen receptor gene polymorphism and wistar hipoestrogenik. UNAIR. Surabaya.
the risk of prostate cancer in black men. J
Majalah Obstetri dan Ginekologi. 148
Urol2016 (175): 523–527
[22].Spreroff, L. 2003. Pedoman Klinis
[14]. Rui Y., Ai-Wen Le. A Study on the Kontrasepsi. Jakarta: EGC
Estrogen Reseptor α Gene Polymorphism
and Its Espression in Thin Endometrium
42
[23].Cooke, P S., Selvaraj, V., and Yellayi, S.
Genestein, Estrogen Reseptors, and The
acquired Immune Respone. American
Society for Nutrition .2006(136):704-708
[24].Kusmana, D., Lestari R., Dewi, N.A, Ratri,
P.R dan Soraya, R.R.,. Efek Estrogenik
Ekstrak Etanol 70% Kunyit (Curcuma
domestica VAL.) terhadap Mencit (Mus
Musculus L.) Betina yang diovarektomi.
Makara, Sains 200711(2):90-97
[25]. Riggs, B.L & Hartman, L.D.2003.
Selective estrogen receptor modulators to
clinical practice mechanism of action and
application. N Angl J. Med.348:618-629
43