0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan10 halaman

Elektabilitas Capres 2024: Anies Unggul

Berdasarkan tiga sumber survei terbaru, elektabilitas Prabowo Subianto sebagai capres terkuat di Jawa Timur dan nasional. Ganjar Pranowo unggul hanya untuk pemilih perempuan dan milenial di Jawa Timur. Anies Baswedan elektabilitasnya cenderung menurun.

Diunggah oleh

rhendy syah putra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan10 halaman

Elektabilitas Capres 2024: Anies Unggul

Berdasarkan tiga sumber survei terbaru, elektabilitas Prabowo Subianto sebagai capres terkuat di Jawa Timur dan nasional. Ganjar Pranowo unggul hanya untuk pemilih perempuan dan milenial di Jawa Timur. Anies Baswedan elektabilitasnya cenderung menurun.

Diunggah oleh

rhendy syah putra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA :

NPM :
MATKUL :

Wawancara Tentang 3 Capres 2024 Yang Paling Dominan Dengan Masyarakat


Dikomplek Tempat Tinggal

1. Ibu Merry : memilih anies baswedan dengan alasan capres tersebut memiliki jejak yang
bagus dalam memimpin dan sangat berwibawa.

2. Ibu Hanni : saya memilih prabowo dengan alasan capres tersebut karena capres tersebut
saya percaya bahwa negara ini memerlukan kepemimpinan yang kuat dan stabil.
Apalagi dalam hal berpolitik dan membawa perubahan yang positif bagi rakyat.

3. Ibu Ririn : memilih prabowo dengan alasan capres tersebut pantas saja menjadi
pemimpin bagi negara indonesia.

4. Bapak Ilham : memilih anies baswedan dengan alasan saya memang ingin pak anies
yang memimpin negara kita ini karena pengalaman di pemerintahan bapak tersebut
sebagai gubernur, dapat dianggap sebagai modal untuk memimpin negara kita ini.

5. Ibu Erni : memilih anies baswedan dengan alasan capres tersebut tampaknya sangat
peduli dengan kesejahteraan masyarakt, lingkungan dan sosialnya dan saya berharap
dia dapat membawa perubahan positif dalam hal lingkungan, sosial dan ekonomi.

6. Bapak Alfi : memilih anies baswedan dengan alasan, bapak tersebut memiliki
intelektual yang berpendidikan yang kuat. Beberapa orang mungkin melihat ini sebagai
aset yang penting untuk memimpin negara.

7. Ibu Melnis : saya memilih ganjar dengan alasan bapak tersebut bisa menyejahteraan
bangsa dan rakyatnya sehingga saya sangat mendukungnya dalam memimpin negara
kita ini.
8. Bapak Riko : saya memilih anies baswedan sebagai pemimpin selanjutnya negara
indonesia dikarenakan memiliki visi dan rencana kerja yang sesuai dengan nilai-nilai
atau kebijakan yang didukung oleh sebagian besar masyarakat.

9. Bapak Bayu : saya lebih memilih prabowo sebagai presiden indonesia karena, prabowo
memiliki pengalaman dalam dunia militer dan politik indonesia. Beberapa orang
mungkin melihat pengalaman ini sebagai pegangan dalam memimpin negara.

10. Ibu Rismalaini : saya memilih ganjar karena visi dan rencana kerja ganjar untuk masa
depan indonesia termasuk kebijakan-kebijakan yang diusulkannya. Serta kemampuan
komunikasi yang baik bisa sangat penting dalam hubungan internasional dalam
memperjuangkan kepentingan nasional dan bersama.

Berdasarkan hasil observasi pada komplek ditempat tinggal saya, bahwa 5 dari 10
orang telah memilih anies baswedan atau yang paling dominan memilih sebagai capres
2024 nanti. Sedangkan 3 dari 10 orang memilih prabowo subianto sebagai capres di tahun
2024 serta 2 dari 10 orang memilih ganjar pranowo sebagai capres di tahun 2024 yang
mendatang.
Dan dapat disimpulkan bahwa disekitar komplek dirumah atau bertempat tinggal saya
lebih dominan dari 3 capres ini adalah anies baswedan dibandingkan 2 capres lagi yaitu
prabowo subianto dan ganjar pranowo.

Perbandingan Antara Dengan Data Yang Ada Di Google Dari 3 Capres Tersebut

Berbagai survei terkait elektabilitas para calon tersebut pun terus bergulir, dilakukan
oleh berbagai lembaga survei. Berikut survei terbaru yang dirangkum CNBC Indonesia
sejak awal Juli 2023.

Surabaya Research Syndicate (SRS)

Elektabilitas Prabowo Subianto di Jawa Timur (Jatim) sebagai calon presiden (capres)
unggul dibandingkan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Ini didasari hasil survei
Surabaya Research Syndicate (SRS) yang merilis elektabilitas nama-nama yang digadang
maju sebagai capres-cawapres di Pilpres 2024. Survei ini dilakukan untuk pemilih di Jawa
Timur.
"Elektabilitas Prabowo tertinggi di Jawa Timur dalam temuan survei kami, SRS.
Prabowo unggul atas Ganjar, dan Anies baik dalam top of mind, maupun simulasi tiga
nama," kata Direktur Riset SRS, Edwin Abdul saat paparan melalui Zoom, Selasa
(15/8/2023).
Dalam survei top of mind SRS, elektabilitas Prabowo di angka 25,8%. Kemudian
Ganjar di angka 23,1%. Sedangkan Anies Baswedan di angka 10,2%. "Nama-nama lain
seperti Mahfud MD, Ridwan Kamil, Erick Thohir, Agus Harimurti Yudhoyono angkanya di
bawah 10%, bahkan di bawah 5%," jelas Abdul.
Dalam simulasi 10 nama, lanjut Abdul, elektabilitas Prabowo semakin meningkat
yakni 33,8% disusul Ganjar 28,4%, dan Anies Baswedan 11,6%. Pada simulasi tiga nama,
elektabilitas Prabowo di angka 43,7%, disusul Ganjar Pranowo 39,5%, dan Anies Baswedan
12,2%.
"Elektabilitas Prabowo Subianto trennya meningkat meninggalkan Ganjar. Bahkan
dalam simulasi head to head melawan Ganjar, Prabowo meraih angka 50,2%, sementara
Ganjar 45,6%," jelas Abdul.
Abdul membeberkan faktor utama yang membuat elektabilitas Prabowo semakin
dominan atas Ganjar adalah fenomena Jokowi Effect. Berdasarkan hasil survei SRS, 43,6%
responden di Jawa Timur meyakini Presiden Jokowi memberikan endorsement kepada
Prabowo untuk menjadi Presiden RI 2024-2029.
"Dengan tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi dengan
sendirinya berdampak pada tingginya approval rating beliau. Karena publik Jatim meyakini
bahwa approval atau endorsement Jokowi lebih mengarah kepada Prabowo, maka tidak
heran apabila Menteri Pertahanan RI ini memperoleh bonus elektabilitas yang signifikan,"
jelasnya.
Abdul juga menyebut faktor PKB menjadi variabel penentu keunggulan Prabowo atas
Ganjar di Jatim. PKB diketahui punya kedekatan dengan warga NU Jatim, meski tidak
semua orang NU memilih PKB.
"Dalam dua Pilpres sebelumnya, Prabowo selalu berada di jalan yang berlawanan
dengan PKB, dan hasilnya Prabowo selalu kalah di Jatim karena kurang mendapatkan
dukungan dari kaum Nahdliyin. Setelah Prabowo menggandeng PKB, dukungan warga NU
mulai mengalir," tandasnya.
Lembaga LSI Denny JA

Lembaga LSI Denny JA merilis survei nasional terbaru yang menunjukkan tren
elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menunjukkan kecenderungan
menanjak sejak Januari-Juli 2023.
Peneliti LSI Ardian Sopa merinci pada bulan Januari 2023 lalu, elektabilitas Prabowo
berada di angka 25,4 persen. Kemudian, pada Mei 2023 menanjak ke angka 33,9 persen,
lalu pada Juni 2023 di angka 34,3 persen.
"Di Juli 2023 elektabilitas Prabowo 38,2 persen. Prabowo terlihat elektabilitas
menanjak," kata Ardian dalam konferensi persnya, Senin (14/8). Berbeda dengan dua
pesaingnya, Ardian menilai Ganjar fluktuatif dan Anies cenderung menurun.
Elektabilitas Ganjar, lanjutnya, pada Januari 2023 berada di angka 37,8 persen.
Kemudian pada Mei menurun jadi 31,9 persen, bulan Juni 32,7 persen dan Juli berhasil naik
lagi di angka 35,3 persen.
Ardian mengatakan elektabilitas Anies cenderung stagnan bahkan menurun. Pada
Januari 2023, elektabilitas Anies berada di angka 22,1 persen, Mei (20,8 persen), Juni (22,1
persen) dan Juli (18,4 persen).
"Anies cenderung stagnan, bahkan kalau dilihat dari Januari 2023 cenderung turun
ya," kata dia. Ardian menjelaskan hasil survei LSI Denny JA pada Juli 2023 dalam simulasi
3 nama menunjukkan Prabowo berada di peringkat pertama elektabilitas tertinggi dengan
38,2 persen. Kemudian disusul Ganjar di tempat kedua dengan 35,3 persen dan anies di
angka 18,4 persen.
"Ini menunjukkan 5 sampai 6 bulan dari masa pencoblosan Prabowo paling unggul,"
kata Ardian.

Indikator Politik Indonesia

Survei IPI mengungkap elektabilitas Prabowo Subianto bersaing ketat dengan Anies
Baswedan sebagai bakal calon presiden di Sumatera Barat. Dalam simulasi 3 nama periode
Juni-Juli, Prabowo memiliki elektabilitas sebesar 48 persen. Dibuntuti oleh Anies dengan
elektabilitas 39,5 persen. Sementara itu, bakal calon presiden dari PDIP Ganjar Pranowo
hanya 6,2 persen. Tertinggal jauh dibanding Prabowo dan Anies di Sumatera Barat.
Dalam simulasi Top of Mind, Prabowo memiliki elektabilitas tertinggi yakni 42,8
persen. Dikuntit Anies dengan elektabilitas sebesar 34,6 persen. Posisi Ganjar terpaut jauh
dari kedua bacapres tersebut. Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah itu hanya 3,9 persen.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi menyebut
masyarakat Sumbar sebenarnya sudah bisa menentukan capres. Prabowo dan Anies yang
paling banyak dijadikan pilihan. "Umumnya pemilih Sumbar itu udah bisa jawab siapa
capres top of mind mereka. Siapa itu? Satu, Pak Prabowo 42,8 persen orang Sumbar
menyebut Pak Prabowo. Yang Kedua, Mas Anies. 34,6 persen menyebut secara spontan
Mas Anies. Kemudian Ganjar, tapi kecil sekali," ucap Burhanudin seperti dikutip CNN
Indonesia, Minggu (13/8/2023).
Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan pada 26 Juni hingga 10 Juli 2023.
Melibatkan 1.620 responden dengan diwawancara secara langsung. Metode yang digunakan
multistage random sampling. Margin of error kurang lebih 2,7 persen. Sebelumnya,
Indikator Politik Indonesia juga melakukan survei pada Januari-Februari. Kala itu, Anies
Baswedan masih berada di pucuk dengan elektabilitas 37 persen. Diikuti Prabowo 24,8
persen dan Ganjar Pranowo 4,9 persen.

Lembaga Surabaya Survei Center (SSC)

Lembaga survei ini merilis hasil jajak pendapat terbaru yang mengungkap, mayoritas
pemilih perempuan di Jawa Timur memilih sosok Ganjar Pranowo sebagai Presiden
Indonesia untuk periode tahun 2024-2029.
Ganjar juga disebut berhasil memenangkan hati pemilih milenial di Jawa Timur.
"Ganjar pranowo 41,3 persen, Prabowo Subianto 34,2 persen, Anies Baswedan 16,7 persen,
tidak tahu sama sekali 7,8 persen," kata Peneliti Senior SSC Ikhsan Rosidi dalam
keterangan tertulis.
"Sementara untuk capres pilihan milenial Jatim Ganjar pranowo menduduki peringkat
pertama 43,3 persen, Prabowo Subianto 32,8 persen Anies Baswedan 17,9 persen, tidak
tahu sama sekali 6,0 persen," tambahnya.

Laboratorium Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Laboratorium Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merilis hasil


survei terkait elektabilitas calon presiden (capres). Hasilnya, Prabowo Subianto unggul
dibanding Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan di Jawa Timur.
Dari hasil survei itu diketahui bahwa elektabilitas Prabowo di Jatim berada di angka
37,3%. Jumlah itu berbanding tipis dengan elektabilitas Ganjar. Calon yang diusung PDIP
itu memiliki elektabilitas 34,2%. Sedangkan Anies Baswedan di posisi terbawah dengan
perolehan 7,1%.
Survei ini dilakukan pada periode 5-10 Juli 2023 di 80 kelurahan dan desa terpilih di
31 Kabupaten/Kota di Jawa Timur dengan metode multistage random sampling dan margin
of error +-3,5%. Dari setiap Desa/Kelurahan itu dipilih acak RT/ RW dengan jumlah
proporsional. Total responden sebanyak 800 orang.
Koordinator Tim Survei Laboratorium Ilmu Politik UMM Ruli Inayah Ramadhan
menyampaikan bahwa selain elektabilitas, survei juga mengukur tingkat kepopuleran bakal
calon presiden.
Lagi-lagi, kepopuleran tertinggi masih dipegang oleh Prabowo Subianto. Selanjutnya
baru disusul oleh Ganjar Pranowo, kemudian Anies Baswedan.
"Untuk popularitas di urutan pertama Prabowo dengan persentase 90,5% responden
mengenal, disusul Ganjar dengan perolehan 83,9%. Sedangkan Anies Baswedan ada di
urutan keempat dengan perolehan 71,3% setelah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar
Parawansa," katanya, Kamis (10/8/2023).

Lembaga Survei Political Statistics (Polstat)

Polstat Indonesia merilis elektabilitas terbaru bakal calon presiden (bacapres) 2024
mendatang. Hasilnya, bacapres Gerindra Prabowo Subianto berada di posisi teratas, disusul
bacapres PDIP Ganjar Pranowo, dan bacapres NasDem Anies Baswedan.
Survei ini dilakukan periode 28 Juli hingga 4 Agustus 2023 di 34 Provinsi Indonesia.
Populasi survei ini adalah seluruh WNI berusia di atas 17 tahun serta memiliki KTP. Jumlah
sampel yang diambil 1.200 responden melalui teknis pengambilan sampel secara acak
bertahap (multistage random sampling).
Margin of error +- 2,8% pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Pengumpulan
data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan tenaga terlatih.
Responden awalnya diberi pertanyaan 'Seandainya Pilpres 2024 hanya diikuti tiga
calon presiden (capres) di bawah ini siapakah yang akan Anda pilih?'.
Polstat melakukan simulasi tiga nama tokoh. Hasilnya:

Prabowo Subianto 41,4%


Ganjar Pranowo 27,0%
Anies Baswedan 26,9%
TT/TJ 4,7%

"Berdasarkan survei polstat Indonesia jika dibuat simulasi Pilpres hanya diikuti oleh
tiga capres saja, hasilnya, Prabowo Subianto tetap memperoleh elektabilitas tertinggi yakni
41,4%," kata peneliti senior Polstat, Apna Permana dalam jumpa pers secara virtual, Rabu
(9/8/2023).

Lembaga Survei Indonesia (LSI)

LSI menyatakan elektabilitas Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto di Lampung


bersaing ketat sebagai bakal calon presiden.
Survei dilakukan sepanjang 19-26 Juni dengan melibatkan 1.620 responden di dua
daerah pemilihan (dapil) Lampung.
Dari sejumlah simulasi survei yang dilakukan, elektabilitas Ganjar dan Prabowo
selalu berdekatan.

Simulasi Top of Mind


Ganjar Pranowo 30,6 persen
Prabowo Subianto 30,4 persen
Anies Baswedan 10,3 persen
Ridwan Kamil 0,9 persen
Sandiaga Uno 0,6 persen

Simulasi 10 Nama
Ganjar Pranowo 36,4 persen
Prabowo Subianto 36 persen
Anies Baswedan 12,3 persen
Ridwan Kamil 2,4 persen
Sandiaga Uno 1,6 persen
Simulasi 4 Nama
Ganjar Pranowo 38,9 persen
Prabowo Subianto 38,8 persen
Anies Baswedan 14,8 persen
Puan Maharani 0,3 persen

Simulasi 3 Nama
Ganjar Pranowo 39,7 persen
Prabowo Subianto 38,3 persen
Anies Baswedan 14,9 persen

Simulasi 2 Nama
Prabowo Subianto 47,7 persen
Ganjar Pranowo 41,8 persen

Lembaga Survey & Poling Indonesia (SPIN)

SPIN merilis hasil survei terkait elektabilitas bakal calon presiden yang diproyeksi
akan turut serta dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024. Berdasarkan survei itu,
Prabowo Subianto berada di posisi pertama, diikuti Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.

Survei ini dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan bantuan kuesioner
kepada 1.230 responden di seluruh Indonesia. Dengan 1.230 responden, margin of error
survei ini sebesar 2,8%. Survei dilakukan pada tanggal 15-25 Juli 2023.

Direktur SPIN, Igor Dirgantara, mengatakan hasil survei simulasi tiga capres
menunjukkan Prabowo memiliki elektabilitas paling tinggi mengalahkan Ganjar dan Anies.
"Sebagian besar publik atau 41,7% akan memilih Prabowo Subianto sebagai presiden bila
pemilu serentak dilaksanakan hari ini dan diikuti oleh tiga capres saja," kata Igor dalam rilis
survei SPIN yang disiarkan secara daring, Jumat (4/8/2023).

"Sementara Ganjar masih berada di posisi kedua dengan 30,3%, dan Anies berada di
posisi ketiga memperoleh 21,0%. Masih ada 7,0% publik belum punya pilihan," katanya.

Berikut hasil survei elektabilitas capres simulasi tiga nama:

Prabowo Subianto: 41,7%

Ganjar Pranowo: 30,3%


Anies Baswedan: 21%

Tidak Tahu: 7%

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC)

SMRC merilis survei terbaru perihal bakal calon presiden yang diprediksi akan tampil
dalam pemilihan presiden mendatang. Fokus survei adalah efek dukungan Presiden Joko
Widodo (Jokowi) dalam kontestasi tersebut.

Hasilnya, sebanyak 40,6 persen publik menilai Jokowi mendukung Ganjar Pranowo;
28,3 persen Prabowo Subianto; dan 11,9 persen Anies Baswedan.

Demikian temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Juli 2023
yang dipresentasikan dalam Program 'Bedah Politik bersama Saiful Mujani' episode "Efek
Jokowi di Pilpres 2024" melalui kanal YouTube SMRC TV pada Kamis, 3 Agustus 2023.

Saiful menjelaskan mengapa pembicaraan dukungan dari Jokowi menjadi penting


karena tingkat kepuasan pada kinerja Jokowi sangat positif di mata pemilih. Pada survei
SMRC Juli 2023, tingkat kepuasan publik pada Jokowi 77,3 persen, bahkan sempat mencapai
sekitar 80 persen.

"Jika penilaian publik pada Jokowi sangat positif, dan jika dia memihak pada satu
calon, maka pemilih yang positif pada Jokowi akan cenderung mendukung calon-calon yang
didukung olehnya," jelas pendiri SMRC tersebut.

Menurut Saiful, pemilih yang memiliki penilaian positif pada kinerja Jokowi
kemungkinan berharap program-program yang ada dilanjutkan pada pemerintahan
berikutnya. Siapa di antara calon presiden sekarang yang dinilai publik akan melanjutkan
program kebijakan Jokowi?

Dari empat nama yang diajukan dalam survei ini, ada 40 persen yang menilai Ganjar
bisa melanjutkan program kebijakan Jokowi; 29,7 persen menyebut Prabowo; 15 persen
Anies; dan 0,9 persen Airlangga Hartarto. Masih ada 14,4 persen yang belum menjawab.

Dalam tiga kali survei (April sampai Juli 2023), penilaian bahwa Ganjar bisa
melanjutkan kebijakan Jokowi tidak mengalami perubahan berarti, 44,5 persen di April-Mei;
36,3 persen Mei; dan 40 persen di Juli 2023. Sementara penilaian bahwa Prabowo bisa
melanjutkan kebijakan Jokowi sedikit menguat dari 25 persen di April-Mei, menjadi 27,9
persen Mei; dan 29,7 persen di Juli 2023.

Saiful memberi catatan bahwa angka sekitar 15 persen publik yang menilai Anies
akan melanjutkan program Jokowi kemungkinan berasal dari masyarakat yang kurang
mengakses informasi. Kesimpulan itu muncul karena opini yang berkembang di media massa
adalah bahwa Anies adalah tokoh yang akan melakukan perubahan.

Secara umum, opini publik tentang siapa yang akan melanjutkan program Jokowi
cukup menyebar di antara Ganjar dan Prabowo. Tidak ada satu orang pun yang mendapatkan
opini mayoritas dari pemilih bahwa dia akan melanjutkan program Jokowi.

Menurut Saiful, hal ini terjadi karena kekaburan atau ketidakjelasan sikap Jokowi
sehingga sikap dan opini masyarakat juga terpolarisasi tentang siapa tokoh pelanjut program
pemerintahan sekarang.

Dalam pertanyaan yang lebih eksplisit siapa capres yang didukung Jokowi menurut
pandangan publik, ada 40,6 persen yang menyebut Ganjar adalah tokoh yang didukung
Jokowi sebagai calon presiden 2024; 28,3 persen menyebut Prabowo; 11,9 persen Anies; 0,4
persen lainnya; dan 18,7 persen tidak jawab.

Saiful menjelaskan bahwa data ini juga menunjukkan pemilih terpolarisasi dalam
menentukan siapa capres yang didukung Jokowi.

Anda mungkin juga menyukai