0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
364 tayangan18 halaman

Contoh Cerpen Singkat Berbagai Tema

Cerita singkat ini memberikan 11 contoh cerpen pendek yang menarik dengan berbagai tema seperti persahabatan, pendidikan, kehidupan sehari-hari, dan humor. Cerpen-cerpen tersebut masing-masing memiliki alur cerita yang jelas dengan konflik dan resolusi yang sesuai.

Diunggah oleh

Yadi Supriadi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
364 tayangan18 halaman

Contoh Cerpen Singkat Berbagai Tema

Cerita singkat ini memberikan 11 contoh cerpen pendek yang menarik dengan berbagai tema seperti persahabatan, pendidikan, kehidupan sehari-hari, dan humor. Cerpen-cerpen tersebut masing-masing memiliki alur cerita yang jelas dengan konflik dan resolusi yang sesuai.

Diunggah oleh

Yadi Supriadi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

11 Contoh Cerpen Singkat Berbagai Tema

Yang Menarik. Lengkap!


By Gadis Saktika 1 November 2022 1046633

10menit
Apakah bisa cerpen yang singkat masih memiliki kisah yang menarik? Sebagai
jawabannya, lihat saja contoh cerpen singkat pada artikel ini!
Tak dipungkiri, cerita pendek atau biasa kita singkat cerpen memang sudah
diperkenalkan kepada kita sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Karya sastra tersebut tentunya bisa dengan mudah kita temukan di majalah, buku,
atau antologi cerpen di buku cetak.

Cerpen umumnya hanya mengisahkan cerita pendek tentang permasalahan yang


dialami satu tokoh saja.

Tulisan ini juga bisa disebut sebagai fiksi prosa karena cerita yang disuguhkan
hanya berfokus pada satu konflik permasalahan.
Permasalahan tersebut hanyalah dialami oleh tokoh, mulai dari pengenalan
karakter hingga penyelesaian masalah.

Untuk isinya sendiri tak akan lebih dari 10 ribu kata saja.

Nah bila kamu tertarik menulis cerita pendek namun berisi tulisan yang singkat, yuk
lihat informasinya pada uraian di bawah ini!

Mengenal Pengertian Cerpen


Sebelum mengetahui contoh cerpen singkat, ada baiknya untuk kamu memahami
pengertian cerpen terlebih dahulu.

Berdasarkan KBBI, cerpen merupakan sebuah tulisan tentang kisah pendek yang
isinya tak lebih dari 10 ribu kata, dan berisi tentang seorang tokoh.

Sementara itu, menurut Sumardjo dan Saini, cerpen adalah sebuah cerita yang tak
benar-benar terjadi pada dunia nyata, ceritanya singkat, serta juga pendek.

Batas isi dari cerpen ini ditujukan agar pembaca bisa menyelesaikannya dalam
waktu yang singkat, yaitu sekitar 30 menit hingga 2 jam saja.

Kemudian, inti dari kisah yang diangkat pada cerpen hanya memuat satu
permasalahan utama saja.

Struktur Cerpen
Berikut ini merupakan struktur dari cerpen yang memuat bagian mulai dari abstrak
hingga koda.

 Abstrak
Abstrak biasanya berada pada bagian awal yang berisi rangkuman singkat tentang
penggambaran awal dari cerita yang akan terjadi dalam cerpen tersebut.

 Orientasi

Orientasi adalah tahap pengenalan yang berkaitan dengan munculnya tokoh dan
latar cerita.

Bagian ini berkaitan dengan peristiwa apa yang sedang dialami oleh tokoh utama.

 Komplikasi

Komplikasi yaitu berkaitan dengan hubungan sebab serta akibat dari suatu kejadian
yang terjadi pada cerpen.

 Evolusi

Umumnya, bagian ini berhubungan dengan pengarahan permasalahan yang akan


menjadi semakin memanas.

 Resolusi

Pada bagian ini, konflik yang ada di dalam cerpen akan benar-benar menentukan
titik penyelesaian.

Konflik dalam cerpen akan terpecahkan secara keseluruhan, sehingga bisa


menemukan titik penyelesaiannya.

 Koda

Koda berhubungan dengan suatu hikmah atau nilai yang dapat di petik oleh para
pembaca.

11 Contoh Cerpen Singkat Berbagai Tema

Melansir dari berbagai sumber, berikut ini merupakan contoh cerpen singkat
lainnya yang bisa kamu simak, Sahabat 99!

1. Contoh Cerpen Singkat Persahabatan


Persahabatan Sejati
Saat ini aku berada di kelas 3 SMP, setiap hari kujalani bersama dengan ketiga
sahabatku yaitu Aris, Andri, dan Ana. Kita berempat sudah bersahabat sejak kecil.
Suatu saat kami menulis surat perjanjian persahabatan di sobekan kertas yang
dimasukkan ke dalam sebuah botol, kemudian botol tersebut dikubur di bawah
pohon yang nantinya surat tersebut akan kami buka saat kami menerima hasil ujian
kelulusan.

Hari yang kami berempat tunggu akhirnya tiba, kami pun menerima hasil ujian dan
hasilnya kita berempat lulus semua.

Kami serentak langsung pergi berlari ke bawah pohon yang pernah kami datangi
dan menggali tepat di mana botol yang dahulu dikubur berada.

Kemudian, kami berempat membuka botol tersebut dan membaca tulisan yang
dulu pernah kami tulis. Kertas tersebut bertuliskan “Kami berjanji akan selalu bersama
untuk selamanya.”
Keesokan hari, aris berencana untuk merayakan kelulusan kami berempat.
Malamnya kami berempat pergi bersama ke suatu tempat dan di situlah saat-saat
yang tidak bisa aku lupakan karena aris berencana untuk menyatakan perasaannya
kepadaku. Akhirnya aku dan anis berpacaran.

Begitu juga dengan Andri, dia pun berpacaran dengan Ana. Malam itu sungguh
malam yang istimewa untuk kami berempat. Kami pun bergegas untuk pulang.

Ketika perjalanan pulang, entah mengapa perasaanku tidak enak.

“Perasaanku ngga enak banget ya?” Ucapku penuh cemas.


“Udahlah Ndi, santai aja, kita ngga bakalan kenapa-kenapa” jawab Andri dengan
santai.
Tidak lama setelah itu, hal yang dikhawatirkan Nindi terjadi.

“Arissss awasss! di depan ada juang!” Teriak Nindi.

“Aaaaaaaaaa!!!”

Bruuukkk. Mobil yang kami kendarai masuk ke dalam jurang. Aku tak kuasa
menahan air mata yang terus mengalir sampai aku tidak sadarkan diri.

Perlahan aku buka mataku sedikit demi sedikit dan aku melihat ibu berada di
sampingku.

“Nindi.. kamu sudah sadar, Nak?” Tanya ibuku.

“Ibu.. aku di mana? Di mana Ana, Andri, dan Aris?” tanyaku.


“Kamu di rumah sakit Nak, kamu yang sabar ya, Andri dan aris tidak tertolong di
lokasi kecelakaan” Jawab ibu sambil menitikkan air mata.

Aku terdiam mendengar ucapan ibu dan air mataku menetes, tangisku tiada henti
mendengar pernyataan ibu.

“Aris, mengapa kamu tinggalkan aku, padahal aku sayang banget ke kamu, aku cinta
kamu, tapi kamu ninggalin aku begitu cepat, semua pergi ninggalin aku.” batinku
berkata.
Lantas, 2 hari berlalu dan aku berkunjung ke makam mereka, aku berharap kami
bisa menghabiskan waktu bersama sampai tua. Tetapi sekarang semua itu hanya
angan-angan. Aku berjanji akan selalu mengenang kalian.

2. Contoh Cerpen Singkat Pendidikan


Mengajarkan tentang Bersikap Rendah Hati

Ada seorang anak bernama Fitri, dia merupakan murid kelas 6 SD yang sangat
pintar dan baik hati. Di sekolah sangat banyak teman yang menyukainya karena
sikapnya tersebut. Tidak jarang, semua ingin berteman dengan Fitri. Ada lagi anak
perempuan bernama Ita, ia berbanding terbalik dengan Fitri. Ia pintar namun
sangat sombong. Temannya hanya dua yaitu Lisa dan Lily, gadis kembar di
sekolahnya.

Suatu hari, Ibu guru mengumumkan bahwa akan ada perlombaan membaca pidato
dua minggu lagi. Bu Yati selaku wali kelas 6 membuka kesempatan seluas-luasnya
bagi siapa saja yang ingin ikut seleksi. Fitri dan Ita jelas ikut berpartisipasi. Setiap
hari mereka selalu latihan membaca pidato agar lolos seleksi. Sampai hari
penyeleksian tiba, keduanya memberikan tampilan yang memukau lalu dinyatakan
lolos.

Saat hari perlombaan tiba, Ita terus saja membanggakan dirinya, menyatakan
bahwa pasti ia akan juara. Sebab sebelumnya dia juga pernah menjadi juara waktu
kelas 5 SD di lomba pidato. Berbeda dengan Fitri, ia tidak henti-hentinya berdoa dan
berlatih, mencoba menghafal kembali teks pidato. Ita pun dipanggil lebih dulu, sang
juara kelas 5 SD kini mendadak lupa teks pidato yang sudah dihafalnya.

Setelah itu, Fitri maju dan memberikan penampilan yang sangat bagus. Semua juri
kagum termasuk Bu Yati yang saat itu datang untuk menemani mereka lomba.
Pengumuman pun tiba, Fitri keluar menjadi juara 1 sedangkan Ita harus menahan
air matanya karena dia tidak menang sama sekali. Cerpen pendidikan ini
mengajarkan kita bahwa harus menjadi orang yang rendah hati dan jangan
sombong.
3. Contoh Cerpen Singkat Kehidupan Sehari-hari
Melupakan Prioritas Terpenting
Suara alarm berdering begitu nyaring mengusik tidur nyenyak seorang Nathan. Dia
enggan membuka mata namun akhirnya terpaksa ia buka.

“Oh Tuhan!” Nathan kaget melihat jam ternyata sekarang sudah pukul 7 pagi.
Nathan langsung bergegas mandi dan tanpa sarapan ia berangkat ke kantor.
Sesampainya Nathan di kantor, Nathan telat mengikuti pertemuan pagi ini karena
telah dimajukan lebih awal dari biasanya dengan alasan Bapak Direktur ada
keperluan di luar kota.

“Permisi, Pak. Saya Boleh masuk?” Tanya Nathan izin kepada bapak direktur yang
memimpin pertemuan.

”Silakan masuk, tapi maaf proyekmu digantikan oleh saudara Arkan.”

“Kenapa pak? Saya hanya telat 15 menit.”

“Maaf saudara Nathan ini bukan masalah lama atau tidaknya Anda terlambat,
namun ini tentang ke konsistensi Anda dalam bekerja.” Jelas Bapak direktur dengan
tegas.

Langsung seketika Nathan hanya bisa terdiam dengan wajah pucatnya. Setelah
pertemuan ini selesai Nathan berjalan gontai pergi menuju meja kerja miliknya.

“Ada apa Nath? Kok telat.”

“Memang salah saya, saya semalam bergadang nonton bola, sampai melupakan
project penting yang sangat menguntungkan bagi saya.”
“Oalah harusnya kamu harus lebih mengurangi hobimu.” Sambung Meri sedikit
memberi nasihat.

4. Contoh Cerpen Terbaik Singkat


Indahnya Berbagi dengan Sahabat
Pagi itu hujan turun dengan deras. Ani merasa bingung bagaimana untuk berangkat
ke sekolah. Ketika sedang memandang hujan, terdengar suara HP berdering dari
kamar Ani, lantas saja Ani masuk ke kamar dan menjawab telepon.

Ternyata yang menghubungi Ani adalah Lia sahabatnya. Dalam teleponnya Lia
mengatakan bahwa ia akan menjemput Ani, sebab Lia tahu jika Ani sedang
kebingungan bagaimana untuk pergi ke sekolah.
Tak selang berapa lama, Lia sudah sampai di depan rumah Ani bersama ayahnya
menggunakan mobil. Ani pun bergegas berpamitan pada orang tuannya dan keluar
untuk menemui Lia.

Setelah sampai di sekolah, yang merupakan teman sebangku tersebut pun masuk
menuju kelasnya. Istirahat pun tiba, keduanya pergi ke kantin untuk menghilangkan
rasa lapar. Ketika hendak membayar ternyata Lia lupa membawa dompet. Sehingga
Ani sang sahabat membayarkannya.

5. Contoh Cerpen Singkat yang Lucu


Jangan Lihat dari Belakang, Lihatlah dari Depan
Siang itu Viktor dan Budi duduk di sebuah taman. Tak selang beberapa lama
lewatlah seorang berpakaian wanita dengan rambut panjang dan sepatu yang
tinggi. Sontak keduanya melihat ke arah wanita tersebut. Dan tentu saja keduanya
memiliki keniatan untuk mengikuti wanita tersebut.

Karena penasaran, keduanya pun mengikuti ke mana wanita tersebut itu berjalan.
Ternyata ia berhenti pada sebuah cafe. Keduanya pun mengikutinya hingga masuk
ke dalam. Namun sayangnya tak menemukan wanita yang diikutinya.
Mereka pun mencari hingga ke lantai dua dalam cafe tersebut, ternyata memang
benar wanita yang diikutinya tersebut ada di lantai dua.
Namun sayangnya keduanya tak memiliki keberanian untuk menegur sang wanita.
Sehingga mereka hanya mampu mendengarnya dari belakang. Hingga sangat lama,
karena asa penasaran yang begitu besar, maka Viktor pun memiliki keberanian
untuk menyapa sang wanita.

Dari belakang, Viktor pun menepuk pundak snag wanita sambil mengatakan “Hai”.
Sang wanita pun menoleh ke arah Viktor. Sontak Viktor pun kaget dengan wajah
yang aman sangat menyesal dan malu. Sebab wanita yang diikuti bersama Budi
bukanlah wanita, namun pria yang menyamar sebagai wanita.

Suatu hari Ali dan Indra sedang berbincang-bincang di pinggir lapangan saat
istirahat sedang berlangsung. Ali dan Indra berada di satu kelas yang sama yaitu
kelas 12. Sudah satu minggu teman mereka Andi tidak kunjung masuk.

Kabarnya Andi sedang sakit dan dirawat. Indra yang merupakan tetangga sebelah
rumah Andi pun sering ditanyakan bagaimana kabar Andi. Ali pun ikut menanyakan
pada Indra,

“Ndra, keadaan Andi bagaimana? Sudah kembali dari rumah sakit belum?” Indra
yang sudah sering mendapatkan pertanyaan ini pun menjawab dengan nada lemas
dan malas.
“Indra sudah meninggal, Li” kira-kira seperti itulah bunyi jawaban yang didengar
oleh Ali.

Karena suara di pinggir lapangan terlalu kencang ternyata Ali salah mendengar.

“Apa Andi sudah meninggal Ndra?”

Lalu Indra menjawab dengan suara yang lebih kencang, “Sembarang kamu Ali.
Maksud aku Andi sudah mendingan bukan meninggal.”

“Oh.” Jawab Ali sambil tertawa karena terkejut setelah salah mendengar kabar
kondisi Andi.

Si Gareng dan si Semar pergi ke pasar baru, senang membeli sepatu futsal di pasar
tersebut. Si Gareng senang beli sepatu membuat dia sekalian senang bayarin sepatu
termasuk membuat si Semar. Setelah keliling2 di seputar pasar tersebut selanjutnya
mereka berhenti di suatu toko yang menjajakan sepatu futsal dan mereka
mendapatkan sepatu yang diinginkan di toko tersebut.
Mereka pun telah sepakat dan deal tentang harga bersama si penjajal sepatu
tersebut, untuk 2 gunakan sepatu dihargai Rp300.000. Namun sesudah senang
membayar, ternyata duit cash yang Gareng bawa hanya Rp100 ribu. Kemudian si
Gareng menyita inisiatif menyuruh Semar ke ATM untuk ambil uangnya di atm.
maka dikasihlah dompet si Gareng ke si Semar.
Gareng: “Mar!”

Semar: “Iya Reng, jadi gimana nih?”

Gareng: “Lo ke atm, terus ambilin duit 200 ribu aja di mesin itu pake kartu atm gue,
lo tau kan cara ambil duit di atm?”

Semar: “Ya bisalah, lo kira gue orang cupu, ngambil duit di atm aja gak tau huh!
Jangan ngeremehin gitulah.”

Gareng: “Yaudah nih bawa dompet gue, nanti ambil duitnya pake kartu gue. Terus
kalo ada apa-apa lo telpon gue. Buruan sana, gue enggak enak mirip abang
penjualnya kalo kelamaan, nanti dikira lagi pura-pura beli tapi enggak punya duit.”

Semar: “Oke gue berangkat, lo standby hp aja. Nanti gue telepon lo kalo duitnya
udah gue ambil ok boss?”
Gareng: “Yaudah sana berangkat, gue tungguin cepet!”

(Setelah 15 menit menunggu, tiba2 si Semar nelpon ke hp si Gareng).

Semar: “Reng, waduh celaka kita.”

Gareng: “Celaka gimana maksud lo?”

Semar: “Duit lo gak bisa diambil, kartu lo di tolak terus sama atm, gue udah nanya
ke satpam, katanya kartu lo tuh enggak bisa, bakalan keluar terus kalo masukin ke
atm.

Gareng: “Ah masa sih, padahal kan gue baru aja ganti itu kartu. Masa gak bisa?”

Semar: “Duh gimana nih? Mending batalin aja beli sepatunya dan lo kabur diem-
diem dari si abang itu. Besok lo tanyain ke banknya kenapa kartunya ga bisa
dipake.”

Gareng: “Emang kartunya yang mana yang lo masukin?”

Semar: “Itu tadi gue masukin kartu yang ada nama, tanggal lahir, alamat sama
agama lo ke mesin itu.”

Gareng: “Sampe taun jebot dan gajah bisa ngelahirin onta pun kagak bakal bisa, ktp
kok buat ambil duit di ATM.”

6. Contoh Cerpen Singkat Motivasi Terbaik


Seperti Bunga dan Lebah
“Rif, berikan aku sebuah kisah untuk kujadikan pelajaran” ujar Risa tiba-tiba di sore
hari yang sejuk itu.

“Hmm, kisah apa ya? Aku bacakan sepenggal kisah tentang analogi Bunga dan
Lebah, mau?” jawabku yang berbalas anggukan penuh semangat dari Risa.

Seperti bunga dan lebah.


Ya, aku lebah dan ia bunganya. Atau mungkin sebaliknya. Aku tak peduli.
Simbiosis mutualisme, pikirku. Karena kami saling memberi, dan tanpa sadar saling menerima.
Lalu aku mulai meminta lebih banyak. Dan otomatis ia memberi lebih banyak.
Begitu yang kami lakukan sebagai bunga dan lebah.
Tapi aku sadar.
Mungkin aku bunganya.
Objek yang tidak akan pernah bisa berpindah tempat, hanya menunggu untuk disinggahi sesaat.
Ia lebahnya.
Hadir kala memang saatnya hadir. Pergi kala memang saatnya pergi.
Kala sang bunga menutup diri, berhenti untuk meminta, maka sunyi akan segera tercipta. Sang
lebah boleh pergi, mencari keindahan bunga yang lain.
Lalu sepi.
Risa menatapku dengan nanar, seraya berkata “Tuan Rifazi, sejak kapan kamu
pandai bercerita seperti ini?”.

“Sejak aku sadar, bahwa aku dan kamu hanya bisa sekedar menjadi teman, Nyonya
Risa. Aku-lah bunganya, dan tentu, kau lebahnya” ujarku, tentu saja hanya berani
kusampaikan dalam hati.

7. Contoh Cerpen Singkat Motivasi

Anak Bermalasan
Minggu adalah hari libur yang ditunggu kaum rebahan, malas beraktivitas. Ada yang
hanya ingin rebahan di rumah menghilangkan penat selama satu minggu
beraktivitas dan ada pula yang berencana akan berlibur. Banu memilih opsi
pertama, Banu memilih bersantai rebahan di rumah, dan parahnya Banu aka selalu
merasa kurang dengan liburnya.

“Banu bangun sudah siang, nanti kamu terlambat.” Tanya ibunya.

“Bu Banu masih capek, Banu bolos sehari ya.” Banu memelas pada ibunya.

“ Jangan begitu, bayaran sekolahmu mahal jangan menyepelekan menuntut ilmu”


Jawab ibunya menyanggah.

“Sehari saja bu, Banu tidur lagi.”

Melihat kelakuan Banu Ibunya geram, hingga ibunya mengajak Banu melihat anak
keterbelakangan di suatu panti asuhan.

“Nah sekarang coba kamu buka mata kamu, mereka ingin sekolah sepertimu,
namun tidak ada orang tua yang akan membiayai mereka bersekolah” Jelas ibunya,
mereka masih di dalam mobil.

Dengan kejadian itu Banu tersadar dan mau berangkat sekolah walau terlambat. Di
perjalanan menuju sekolah Banu melihat seorang anak yang pincang berseragam
sekolah sama dengannya, dalam hati Banu berkata, aku bersyukur masih punya
fisik yang sempurna untuk bisa menuntut ilmu.

8. Contoh Cerita Pendek Bahasa Indonesia


Baik Luar Dalam
Di suatu hari yang cerah, terdapat dua orang gadis bernama Dian dan Lisa yang
tengah mengerjakan tugas sekolah di rumahnya Dian. Mereka berdua mengerjakan
tugas sekolah dengan serius dan suasananya pun nampak hening.

Kemudian datanglah teman Dian yang bernama Tyas di depan rumahnya. Namu
Dian sendiri seolah tidak memperhatikan kehadiran Tyas tersebut.

“Dian, itu di depan rumah ada Tyas sedang nungguin kamu, buruan temui dia,
kasian sudah sejak tadi dia nungguin kita.” Ujar Lisa yang tengah mengerjakan tugas
di rumah Dian.

“Bi, bilangin ke Tyas yang ada di depan rumah kalau aku sedang pergi atau bilang
gak ada gitu ya.” Pinta Dian kepada Bibi yang bekerja sebagai pembantu di
rumahnya.

“Baik non, Bibi sampaikan.” Jawab si Bibi.

“Eh Dian, kenapa kamu seperti itu sama Tyas? Padahal kan dia pastinya sudah
datang jauh-jauh, kenapa kamu usir, gak enak kan. Kasian dia, dia juga anak yang
baik Yan.” Ujar Lisa yang coba menasehati Dian.

“Kamu itu gak tau Tyas apa Lis, dari luarnya memang dia orang yang baik, ramah
dan juga manis.

Tetapi masa kamu hanya mengukur sifat dan sikap seseorang hanya dengan begitu
saja, dia itu hanya manis di luar tapi dalamnya pahit tahu.” Jawab Dian dengan sinis.

“Loh, pahit gimana maksudnya Yan?” Balas Lisa yang masih bingung dengan
jawaban Dian.

“Tahu gak sih kamu Lis, Tyas itu sering banget membicarakan keburukan orang lain.

Bahkan dia sering membicarakan keburukan teman sendiri di belakangnya.


Pokoknya banyak banget deh kalo harus jelasinnya.” Jawab Dian dengan setengah
sinis.
“Dia itu beda banget sama kamu Lis, kamu itu judes, ceplas ceplos kalo ngomong
sama aku, tetapi setidaknya kamu mempunyai hati yang tulus Lis, bukannya
sahabat yang baik di luarnya saja tapi dalamnya busuk.

Dalam menjalin pertemanan, aku tidak membutuhkan tampilan luar dari seseorang
Lis” Jelas Dian panjang lebar kepada Lisa.

9. Contoh Cerpen Sekolah


Pendidikan yang Aku Tunggu
Pendidikan, satu kata yang seharusnya dapat dirasakan oleh setiap orang, terutama
oleh anak-anak. Namun pada kenyataannya, tidak semua orang mampu merasakan
pendidikan di sekolah, salah satu penyebabnya yakni karena harus mencari rezeki.
Gilang, itulah nama panggilanku dan aku adalah satu dari sekian banyak anak yang
tak bisa merasakan apa itu arti bersekolah.

Usiaku sekarang 10 tahun dan aku masih kelas 2 SD. Kata teman-temanku,
seharusnya aku sudah duduk di kelas 4 atau 5 SD. Akan tetapi, karena keadaan
ekonomi yang tidak mendukung, aku harus mencari rezeki agar bisa memenuhi
kebutuhan hidup aku dan adikku yang masih berusia 5 tahun.

Aku dan adikk tinggal di rumah berukuran 4×4 meter persegi yang juga merupakan
milik orang lain. Tak bisa terbayangkan oleh diriku jika tak ada rumah ini, mungkin
aku dan adikku harus tidur di depan ruko yang setiap malam harus melawan
dinginnya malah atau hujan. Suatu waktu, malam hari terasa lebih dingin, kami
berdua tak memiliki selimut dan hanya mempunyai satu sarung, kemudian sarung
itu kuberikan kepada adikku.

Orang tua kami sudah lama meninggal dunia karena kecelakaan. Waktu itu, motor
yang dikendarai oleh ayahku jatuh saat hujan sedang turun dengan deras. Kedua
orang tuaku sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi apa hendak dikata, takdir Tuhan
berkata lain.

Secercah harapan akhirnya kudapatkan di tahun ketiga, aku dan adikku


mendapatkan pembiayaan sekolah sampai lulus SMA dari lembaga pendidikan
pemerintah. Setelah mendengar kabar tersebut, aku tentu merasa senang karena
bisa merasakan bersekolah dan bertemu dengan teman-teman baru. Terlebih, aku
sangat merasa bahagia karena adikku tercinta bisa menempuh pendidikan yang
layak dan kami berdua belajar dengan sungguh-sungguh.

Sejak saat itulah aku dan adikku mendapat banyak ilmu pengetahuan bermanfaat.
Bahkan, aku juga berhasil melanjutkan pendidikan sarjana dengan beasiswa yang
aku peroleh. Jadi, percayalah bahwa suatu saat, hal yang kita inginkan bisa tercapai
dan kita bisa bahagia.

10. Contoh Cerpen Singkat

Cemburu
Pagi ini Fariz menemani Lala ke kampus untuk menyaksikan ujian seminarnya.
Sebenarnya Lala gugup sekali karena nanti akan berhadapan dengan dosen-dosen
untuk mempresentasikan proposal yang telah ia tulis. Tetapi Fariz terus
menyemangati dan menenangkannya agar tidak gugup. Setidak-tidaknya Fariz
sudah pernah melewati fase ini jadi dia tahu yang sedang Lala rasakan sekarang.

Detik yang ditunggu akhirnya datang juga, Lala memasuki ruangan dengan
perasaan berdebar-debar tetapi Lala mencoba mengendalikan kegugupannya
dengan berdoa.

Tanpa terasa 90 menit berlalu, ujian seminar selesai. Sementara menunggu


keputusan dari para dosen, Lala keluar dari ruangan seminar menemui teman-
teman dan menemui Fariz. Fariz terus menyemangatinya dan mengacungkan jari
jempolnya dengan melemparkan senyuman. Lala pun membalas senyuman Fariz.

Leganya ujian seminar sudah selesai dan sekarang akan menuju tahap yang jauh
lebih sulit yaitu menulis skripsi. Lala dan Fariz meninggalkan ruangan seminar.
Sangat sedang asik berbincang-bincang tanpa sengaja bertemu seseorang yang
tidak asing bagi Lala dan Fariz. Mereka berdua berpapasan dengan mantan pacar
Fariz, dia semakin cantik. Fariz dan mantan pacarnya saling berpandang-pandangan
cukup lama, tanpa mempedulikan Lala yang ada disampingnya. Entah mengapa,
tanpa terasa bulir-bulir bening jatuh di pipi Lala. Ketika Fariz menoleh ke arah Lala,
cepat-cepat ia menundukkan pandangan sambil berusaha menghapus air mata.
April menghela nafas panjang, mengendalikan perasaan yang tidak menentu.

Di perjalanan menuju tempat parkir, Fariz terus berbicara sementara Lala hanya
menunduk dan diam, pikirannya melayang ke suatu arah apakah mungkin Fariz
masih mencintai mantan kekasihnya dan masih mengharapkan dia untuk kembali
bersamanya. Tetapi mengapa hati ini merasa sakit, saat Fariz menatap gadis itu.
Lala bertanya di dalam hati “apakah aku cemburu? Tapi apa hakku untuk cemburu?
Karena aku bukanlah siapa-siapa bagi Fariz, aku hanya seorang sahabat yang hanya
diperlukan sebagai tempatnya berbagi cerita”.

….
Teman yang Baik
Rina dan Dini dikenal sebagai sahabat baik yang populer di sekolah. Meskipun berbeda kelas, tapi
mereka selalu menghabiskan waktu istirahat bersama. Tidak ada yang meragukan eratnya
persahabatan di antara mereka.

Meski berbeda karakter, tetap tidak menghalangi kedekatan mereka. Rina merupakan seorang siswi
pendiam yang tidak akan populer jika tidak bersama Dini. Sedangkan Dini cenderung seperti seorang
pembual yang hobi memamerkan barang-barang milik Rina.

Suatu hari pada sebuah acara pengundian hadiah, Rina terpilih menjadi salah satu pemenang. Ia
datang bersama Dini. Di sana para pemenang diperbolehkan untuk memilih sendiri hadiah berupa
voucher belanja dengan berbagai nominal.

Dari lima pemenang terpilih, Rina mendapat giliran keempat untuk mengambil hadiah. Rina melihat
pemenang yang akan mengambil hadiah setelahnya, yaitu seorang ibu berpakaian lusuh dengan
keempat anaknya yang masih kecil. Ia kemudian melihat voucher yang tersisa.

Melihat nominal pada voucher yang tinggal dua pilihan, ia memilih voucher belanja dengan nominal
paling rendah kemudian berbalik dan tersenyum pada ibu dan empat anaknya. Hal ini membuat Dini
terkejut dan menganggapnya bodoh.

Dini kemudian mencoba menguji Rina dengan uang yang ia bawa. Ia meminta Rina untuk
mengambil salah satu uang yang ia sodorkan. Sedikit bingung, Rina mengambil uang dengan
nominal paling rendah.

Keesokan harinya Dini bercerita kepada teman-temannya tentang kebodohan Rina. Untuk
membuktikannya, Dini memanggil Rina ke hadapan teman-teman kelasnya.

“Hai, Rin, aku ada uang nganggur nih. Kamu pilih yang mana? Aku kasih buat kamu.” Dini
menyodorkan uang sejumlah Rp10.000 dan Rp20.000 kepada Rina.

Rina pun mengambil Rp10.000 dari Dini. Dini dan teman-temannya tertawa dan mengatakan bahwa
Rina bodoh. Peristiwa ini tidak hanya terjadi satu atau dua kali. Beberapa teman Dini juga ikut-ikutan
melakukan hal itu.

Rina tetap diam dipermalukan seperti itu. Dan setiap kali dipaksa untuk memilih, ia selalu bersikap
tenang dan memilih uang dengan nominal yang paling rendah. Ia juga ikut tertawa ketika orang-
orang menertawakannya.

Hingga suatu hari ketika Dini memamerkan kebodohan Rina pada salah seorang kakak kelas
terpopuler bernama Rifki dihadapan teman-teman kelasnya. Dini kembali menyodorkan uang, kali ini
bernominal Rp50.000 dan Rp100.000, kepada Rina dan memintanya memilih.
Lagi-lagi Rina memilih uang dengan nominal terendah. Semua orang tertawa, menertawakan Rina
yang hanya tertunduk, kecuali Rifki. Ia tertegun mengamati siapa sebenarnya yang sedang
membodohi siapa.

“Lihat, Kak. Teman baikku yang satu ini unik kan?” kata Dini kembali mulai mempermalukan Rina.

“Ya, dia memang unik dan cerdas. Jika saja ia memilih uang dengan nominal tertinggi dari awal,
maka kalian tidak akan mau bermain dengannya bukan? Cobalah kalian hitung berapa ratus ribu
yang sudah kalian keluarkan cuma-cuma,” kata Rifki.

Dia pintar, memilih bersabar untuk mengambil keuntungan lebih. Jadi, sebenarnya siapa yang sedang
membodohi siapa?” lanjut Rifki tertawa.

Semua orang terdiam mendengar penjelasan dari Kak Rifki. Seketika mereka merasa telah
melakukan hal bodoh yang sia-sia. Sedangkan Rina tersenyum memandang Kak Rifki yang berbalik
menertawakan Dini dan teman-temannya.

Pada akhirnya, bagi Rina teman yang baik itu selalu ada memberikan tambahan penghasilan tak
terduga meski harus dibayar dengan kesabarannya. Tapi tidak apa-apa, setiap perbuatan pasti ada
bayarannya dan perbuatan Dini dibayar dengan uang serta rasa malu.

3. Contoh Cerpen Pengalaman


Andi adalah seorang mahasiswa jurusan Teknik Informatika di salah satu Perguruan Tinggi favorit di
Jogjakarta. Setiap hari ia bertemu dengan aku di kampus. Suatu hari, dia bercerita kepadaku tentang
masalah hidupnya. Dia berpikir kalau orang lain selalu terlihat senang dan bahagia terlepas dari
masalah yang dialami dalam hidupnya. Mereka terlihat seperti orang-orang yang tak memiliki beban
di pundaknya. Namun anehnya, Andi merasa tidak terlalu suka saat melihat temannya tersenyum
bahagia.

“Haikal, kok aku aneh ya selalu merasa bahwa kehidupan orang lain selalu baik-baik aja bahkan
kelihatan seperti tidak punya masalah, beda banget sama kehidupan aku yang rasanya kayak punya
banyak beban terus aku juga merasa tidak bisa bahagia.” Kata Andi waktu itu.

Pada waktu itu juga aku mengatakan kepada Andi bahwa setiap orang memiliki permasalahan dan
beban hidup yang ditanggung di pundaknya. Tentunya masing-masing beban hidup yang dialami
setiap orang pasti berbeda-beda. Jika beban hidupmu selalu dibandingkan dengan orang lain maka
percayalah bahwa semua itu akan semakin berat.

Yang selama ini dipikirkan Andi tentang orang lain tidak semuanya benar. Padahal dia sendiri tidak
tahu betul bagaimana kondisi orang lain yang menurutnya selalu baik-baik saja bisa jadi
kebalikannya, serta perjuangan orang-orang untuk menenangkan dirinya sendiri. Bisa saja mereka
telah berhasil melalui masa-masa terberat dalam hidupnya.

Setelah itu, dia hanya terdiam merenungi perkataanku. Dia memikirkan apa yang aku katakan saat
itu. Meskipun terkadang menasehati orang lain tidak semudah menasehati diri sendiri. Terkadang aku
sendiri masih suka membanding- bandingkan diri dengan orang lain.

Waktu dulu aku juga pernah merasakan seperti di posisi Andi saat ini. Saat itu juga ada yang
menasehati aku bahwa Tuhan selalu memberikan beban masalah sesuai dengan kemampuan masing-
masing orang. Oleh karena itu respon dari orang-orang pun juga berbeda-beda, terkadang ada yang
merasa dibebani ada juga yang tidak.

“Tuhan tahu seberapa kuat kita untuk bisa menghadapi masalah yang diberikan oleh-Nya, maka dari
itu kalau soal porsi jangan ditanyakan ya, karena kita tahu kalau Tuhan itu memang Maha Adil,” ujar
seseorang kepadaku.

Mulai saat itu aku mulai introspeksi perihal diriku sendiri. Aku berusaha untuk menyelesaikan segala
permasalahan yang menimpaku dengan hati yang lapang. Karena dengan begitu aku bisa menjadi
bahagia. Aku juga tidak perlu membandingkan diriku dengan orang lain. Aku hanya perlu
membandingkan diriku dengan aku yang kemarin. Maka dari itu aku bisa menjadi pribadi yang lebih
baik hingga saat ini.

Aku juga percaya jika setiap masalah yang menimpaku nantinya bisa menjadi pelajaran dalam
hidupku. Karena selalu ada hikmah yang bisa aku ambil dari setiap suka dan duka ku. Yang membuat
aku selalu yakin adalah setiap permasalahan ini datang dan dirancang oleh-Nya.

Anda mungkin juga menyukai