KELOMPOK :
- Ghita Maharani Dhasumar Wekes
- Kania Fizhilla
- Vaila Devna Inda Pratiwi
- Muhammad Azzam Rafiudin
Community Language Learning (CLL) adalah pendekatan pengajaran bahasa yang menekankan
pentingnya komunitas dan hubungan antarpribadi dalam proses pembelajaran. Dalam setting kelompok,
CLL mendorong kerjasama dan dukungan saling antara peserta didik. Berikut adalah ringkasan dari
aspek-aspek utama CLL dalam kelompok:
1. **Filosofi dan Pendekatan:**
- CLL berdasarkan filosofi pengajaran bahasa yang humanistik dan komunikatif.
- Pendekatan ini memandang pembelajaran bahasa sebagai proses sosial dan kolaboratif, menekankan
signifikansi hubungan personal dalam lingkungan pembelajaran.
2. **Dinamika Kelompok:**
- Peserta didik membentuk komunitas yang mendukung, sering duduk dalam lingkaran untuk
membangun rasa kesetaraan dan inklusivitas.
- Kelompok berfungsi sebagai komunitas pembelajaran di mana anggotanya saling membantu dan
belajar satu sama lain.
3. **Peran Guru:**
- Guru, sering disebut sebagai "konselor" atau "fasilitator," memainkan peran pendukung.
- Guru memberikan panduan dan memfasilitasi komunikasi, namun menghindari gaya pengajaran
otoriter yang tradisional.
4. **Hubungan Konselor-Siswa:**
- Guru-konselor membangun hubungan pribadi dan empatik dengan masing-masing peserta didik.
- Peserta didik didorong untuk menyatakan perasaan dan pemikiran mereka, menciptakan lingkungan
pembelajaran yang nyaman dan terbuka.
5. **Pembelajaran Berbasis Komunikasi:**
- CLL menempatkan vokal pada komunikasi yang bermakna.
- Peserta didik terlibat dalam percakapan otentik, berbagi pengalaman mereka dan belajar satu sama
lain.
6. **Penggunaan Bahasa Ibu:**
- Dalam CLL, peserta didik diperbolehkan menggunakan bahasa ibu mereka sebagai mekanisme
dukungan.
- Ini membantu mengurangi kecemasan dan memungkinkan transisi yang lebih lancar ke dalam bahasa
target.
7. **Silabus dan Materi:**
- Silabus seringkali bersifat emergent, berarti berkembang berdasarkan kebutuhan dan minat peserta
didik.
- Materi dipilih berdasarkan relevansinya terhadap pengalaman dan tujuan bahasa peserta didik.
8. **Peran Kecemasan:**
- CLL mengakui bahwa kecemasan dapat menjadi hambatan bagi pembelajaran bahasa.
- Membuat komunitas yang mendukung dan memperbolehkan penggunaan bahasa ibu membantu
mengurangi kecemasan dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif.
Secara keseluruhan, CLL dalam kelompok adalah pendekatan komunikatif dan humanistik yang
menghargai pembentukan komunitas yang mendukung. Pendekatan ini menekankan komunikasi
bermakna, hubungan personal, dan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pemerolehan bahasa
mereka.