Mini Skripsi
Analisis Pendapat Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik UIN Sunan
Ampel Surabaya Terkait Deklarasi Anies Baswedan Sebagai Kandidat
Calon Presiden dari Paratai NasDem
Disusun Oleh:
1. Ahmad Alhiqni Farhan 10020121033
2. Siti Mafthukhatur Rohmah 10010121026
3. Putri Faradila Savitri 10010121022
Dosen Pengampu:
Ajeng Widya Prakasita, M. A.
PROGRAM STUDI ILMU POLITIK
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
TAHUN AJARAN 2022/2023
Analisis Pendapat Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik UIN Sunan
Ampel Surabaya Terkait Deklarasi Anies Baswedan Sebagai Kandidat
Calon Presiden dari Paratai NasDem
Ahmad Alhiqni Farhan Siti, Mafthukhatur Rohmah, Putri Faradila Savitri
Abstrak
Penelitian berusaha untuk menganalisis pendapat para mahasiswa setelah deklarasi yang
dilakuakan oleh partai NasDem untuk Anies Baswedan sebagai calon presiden di PEMILU
2024. Fokus penelitian ini adalah untuk tanggapan mahasiswa terkait partai NasDem yang
mungkin akan menjadi pihak koalisis pemerintah sekarang dan akan membuat sebuah koalisi
baru dengan partai Demokrat dan PKS. Pada penelitian ini akan menggunakan teori kandidasi
yang dikemukan oleh Richard E. Matland. Sampel penelitian ini akan mengambil dari
mahasiswa Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Islam
Negeri Sunan Ampel Surabaya. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif. Temuan
awal pada penilitian ini adalah bahwasanya deklarsi ini membuat ini melakukan manuver
politik yang tajam dari Anies Baswedan dan juga partai NasDem.
Kata kunci: Deklarasi, Calon Presiden, Kandidasi
Bab I
Pendahuluan
A. Latar belakang
Setelah tiga tahun Pemilihan Presiden terakhir dilaksanakan pada tahun 2019, warga
Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih akan bisa memilih kembali calon presidennya
pada tahun 2024. Walaupun masih menyisakan waktu dua tahun lagi, bukan berarti itu waktu
yang masih lama untuk hanya diam saja, namun partai politik sudah mulai melakukan
pendekatan terhadap partai politik lainnya untuk melakukan koalisi.
Hal itu, dikarenakan hampir semua partai politik terganjal dengan sebuah peraturan
yaitu, Presidential Threshold dan selain itu, berkoalisis juga suatu cara untuk partai politik
bisa bekerja sama dengan beberapa partai lainnya untuk bisa memenangkan calon presiden
yang telah diusung bersama.
Sekarang sudah mulai bermunculan koalisi antar partai, kurang lebih sudah ada tiga
poros koalisi yang sudah mulai terbentuk. Pertama, ada koalisi antara PKB dan Gerindra,
yang mungkin akan mendukung kandidat Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar.
Kemudian ada poros kedua yang dinamakan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang
beranggotakan GOLKAR, PAN, dan PPP. Akan tetapi, dalam poros KIB ini masih belum
memiliki kandidat yang kuat untuk diusungkan sebagai calon namun, menurut beberapa
pengamat yang kemungkinan akan diusung oleh KIB adalah seorang yang memiliki
elektabilitas yang tinggi di masyarakat. Kemudian, yang terakhir adalah poros yang
beranggotakan NasDem, PKS, dan demokrat yang dimana dalam koalisi ini mungkin sudah
ada kandidat yang sudah cukup untuk diusungkan sebagai calon yaitu Anies Rasyid
Baswedan, yang dibuktikan dengan sudahnya dideklarasikannya pada awal bulan Oktober
secara resmi memberikan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai calon presiden Anies
dari partai NasDem.1
Nama Anies Baswedan memang merupakan nama yang cukup santer diisukan maju
sebagai calon presiden. Dikarenakan, ia memiliki elektabilitas yang cukup tinggi dari
berbagai lembaga survei dan bagaimana rekam jejaknya sebagai Gubernur DKI Jakarta juga
memang cukup bagus.
1
Awaludin, “Pilpres 2024 Dinilai Akan Lahirkan 3 Poros Koalisi Parpol”
[Link]
Deklarasi dukungan terhadap Anies dan juga posisinya yang kemungkinan akan
bertolak belakang pada saat ini, cukup mengejutkan beberapa pihak karena terkait bagaimana
partai NasDem sendiri saat ini masih berada di kubu pemerintahan, yang tentunya ini akan
berpengaruh terhadap koalisi yang sedang terjalin pada saat ini karena, mengubah haluanya
menjadi partai oposisi dan deklarasi yang dilakukan ini terkesan tergesa-gesa.
Deklarasi ini juga merupakan manuver yang cukup berani yang dilakukan oleh partai
NasDem. Maka hal ini menjadi perbincangan yang hangat oleh masyarakat yang sudah
banyak mengikuti isu berita terkini terkait menuju PEMILU 2024 yang akan mendatang, tak
terkecuali para mahasiswa yang tentunya sangat peka dengan deklarasi yang dilakukan partai
NasDem untuk mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon kandidatnya.
Dengan adanya fenomena yang sudah ada, peneliti ingin melakukan penelitian yang
lebih mendalam terkait dinamika politik menuju PEMILU 2024 dengan mengambil studi
kasus deklarasi Anies Baswedan sebagai bakal calon kandidat presiden dari partai NasDem.
Penelitian ini akan melakukan analisis pendapat dari mahasiswa program Studi Ilmu Politik
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
B. Rumusan Masalah
Pada penelitian ini, peneliti ingin menjawab rumusan masalah yaitu, Bagaimana
pendapat mahasiswa Program Studi Ilmu Politik UIN Sunan Ampel Surabaya terkait
deklarasi Anies Baswedan sebagai kandidat calon presiden dari paratai NasDem?
C. Kerangka Konseptual
Deklarasi memiliki arti ungkapan atau pernyataan untuk memberikan dukungan oleh
individu atau kelompok kepada suatu pihak atau sebuah gerekan. Pada konteks penelitian kali
ini deklarasi yang dimaksud adalah pada saat partai politik menyatakan memeberikan
dukungannya terhadap salah satu kandidat calon presiden. Melalui deklarasi ini juga cara dari
partai politik untuk melihat bagaimana respons dari publik terkait figur yang bakal diusung
dalam kompetisi politik.
Biasanya dengan melakukan deklarasi dukungan terhadap kandidat calon partai politik
secara tidak langsung melakukan komunikasi politik terhadap para calon pemilih, dengan
cara melihat bagaimana respon dari masyrakat luas atas langkah politik yang dipilih oleh
partai politik tersebut.
D. Kerangka Teoritik
Deklarasi yang dilakukan oleh partai NasDem untuk mengusung Anies Baswedan
sebagai kandidat calon presiden ini bisa disebut proses mereka melakukan komunikasi politik
untuk melakukan memberikan informasi terkait akseptabilitas kepada masyarakat.
Melihat dari teori yang dikemukakan oleh Richard E. Matland yang menjelaskan ada tiga
tahapan dalam proses kandidasi untuk menentukan siapa calon kandidat yang layak untuk
menduduki jabatan sosial-politik maupun jabatan dalam pemerintahan. Tahapan pertama
yaitu seleksi diri, seseorang yang memutuskan untuk mencalonkan diri untuk jabatan terpilih.
Keputusannya untuk maju adalah dipengaruhi oleh ambisi, motivasi, dan kesempatan untuk
berdiri. Pada tahapan kedua yaitu seleksi partai, memilih kandidat adalah salah satu peran
penting yang dimainkan oleh partai politik. pertimbangan penting Pada tahapan seleksi partai
politik ini, penilaian dan pertimbangan tim seleksi akan sangat menentukan terhadap kandidat
yang layak mengikuti kontestasi. Tahapan yang terakhir yaitu basis dukungan, para orang-
orang atau kelompok yang melakukan dukungan dan menjatuhkan pilihan terhadap calon
kandidat juga termasuk penting dalam pertimbangan tahap kandidasi.2
E. Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, dimana metode ini memungkinkan
penyelidikan secara mendalam dalam memahami. Secara metodologis, pengumpulan data
dilakukan melalui teknik wawancara. Wawancara dilakukan dengan secara langsung kepada
beberapa sampel mahasiswa Prodi Ilmu Politik Universitas Islam negeri Sunan Ampel
Surabaya.
Setting penelitian dalam penelitian ini juga diperlukan untuk memperoleh data,
informasi, dan keterangan yang diperlukan sehubungan dengan kepentingan penelitian.
1. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Ilmu Politik, Universitas
Negeri Sunan Ampel Surabaya.
2. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya .
3. Waktu Penelitian Penelitian ini Dimulai pada bulan Desember sampai dengan selesai.
2
Richard E. Matland, “Echangcing Women`s Political Participation: Legislative Recruitment and Electoral
System” dalam Julie Ballington & Azza Karam, Women in Parlemen: Beyon Numbers, A Revised Edition
(Stockholm: International IDEA, 2005), h. 1-5
4. Kegiatan Penelitian Kegiatan penelitian ini didasari oleh deklarasi dukungan oleh partai
NasDem terhadap Anies Baswedan sebagai bakal calon Presiden, sehingga menarik peneliti
untuk melakukan penelitian. Dalam kegiatan ini peneliti mencari informasi dan keterangan
dari sumber atau informan yang dijadikan dalam penelitian ini mengenai persoalan yang ada
pada perumusan masalah penelitian.
BAB II
Setting Penelitian
A. Profil dan sejarah partai NasDem
Partai NasDem merupakn partai yang masih tergolong partai yang masih baru di
Indonesia. Partai ini masih berusia 11 tahun yang dimana baru dideklarasikan pada tahun
2011 yang lalu di Jakarta. Awalnya partai ini merupakan sebuah organisasi masyrakat yang
berasal dari rasa ketidakpuasannya seorang Surya Paloh karena, kalah dalam pencalonannya
sebagai ketua umum partai GOLKAR yang pada saat itu melawan Aburizal Bakrie.
Pada tahun 2010 Surya Paloh bersama Sri Sultan Hamengkubowono X mendeklarasikan
berdirinya organisasi masyarakat yaitu Nasional Demokrat. Organisasi masyarakat ini berdiri
atas rasa kegilisahan oleh masyarakat karena keadaan bangsa yang semakin hari semakin
merosot. Semakin besarnya organisasi masyarakat ini, semakin tidak bisa banyak tampungan
aspirasi dari anggota dan masyrakat. Atas kesadaran itulah, Surya Paloh memberikan tugas
kepada Patrice Rio Capella yang pada saait itu, menjabat sebagai wakil sekretaris kaderisasi
diberikan mandat untuk mendirikan sebuah partai politik yang dinamakan NasDem.
Pada tahun kedua setelah berdirinya partai ini melakukan kongres pertamanya dengan
mengeluarkan keputusan yang sangat penting yaitu menetapkan Surya Paloh sebagai ketua
umum partai, selain melakukan kongres pertama dan mengangkat ketua umum, pada tahun
2013 juga KPU mengumumkan kelolosan verivikasi faktual untuk menyatakan partai
NasDem telah memenuhi syarat untuk bisa mengikuti Pemilihan Umum pertama bagi partai
NasDem pada tahun 2014.3
Struktur Kepengurusan DPP partai NasDem tahun
➢ Ketua Umum : Surya Paloh
➢ Wakil Ketua Umum : Ahmad Hi Ali
➢ Seketaris Jendral : Johnny Gerard Plate
➢ Bendahara Umum : Ahmad Sahroni
➢ Ketua Kordinator Bidang Kebijakan dan Isu Strategis : Suyoto
➢ Ketua Kordinator Bidang Ideologi, Organisasi, dan Kaderisasi : Sri Sajekti Sudjunadi
➢ Ketua Kordinator Pemenangan Pemilu : Prananda Surya Paloh4
3
[Link]
4
[Link]
B. Proses Deklarasi
Pada 15 September 2022, Anies baswedan mengatakan sewaktu diwawancarai oleh
media rauters bahwa dirinya siap maju sebagai calon presiden jika emang ada partai yang
siap mendukungnya.5 Memang nama Anies Baswedan ini sudah lama masuk kedalam daftar
bursa calon presiden dengan nama lainnya seperti, Ganjar Parnowo, Puan maharani, Prabowo
Subianto, dan Ridwan Kamil. Nama-nama tersebut juga memang memiliki elektabilitas yang
bisa dibilang cukup stabil dan baik. Maka dengan begitu kesiapan dari Anies tinggal
menunggu partai mana yang akan mengusungnya.
NasDem yang merupakan salah satu partai yang akan mendirikan koalisi dengan
Demokrat dan PKS, menjadi partai pertama yang mendeklarisakan akan medukung Anies
menjadi bakal calon presiden, yang sebelumnya ada dua nama sebelum Anies yaitu, Ganjar
Parnowo dan juga Jendral TNI Andika Perkasa. Deklarasi yang dilakukan pada 3 Okteber
2022, ini memeberikan secara resmi dukungan yang dilakukan partai NasDem kepada Anies
Baswean, walaupun pada saat itu Anies masih menjabat sebagai Gubenur DKI Jakarta dan
baru akan selesai pada 16 Okteber 2022.6
Ada sumber yang menyubutkan juga proses deklarasi ini dipercepat yang seharusnya
pada hari sebelum HUT partai NasDem namun, dimajukan karena adanya duguaan
kriminalisasi yang akan dilakukan kepada Anies oleh KPK. Karena, Anies merupakan salah
satu pejabat yang diperiksa oleh KPK pada pengusutuan kasus korupsi Formula E. Jika,
proses deklarasi dilakukan seusai naik ketahap penyidikan akan terjadi, aka turun rasa
kepercayaan masyarakat kepada partai NasDem dan Anis Baswedan itu sendiri.
5
Ananda Taresia, “Indonesia’s NasDem party endorses outgoing Jakarta Governor for 2024 presidential race”,
[Link]
presidential-race-2022-10-03/
6
[Link]
BAB III
Hasil dan Pembahasan
Dalam peneltian ini, teknik random sampling digunakan oleh peneliti untuk mengambil
partisipan dalam penelitiannya, terdiri dari tiga mahasiswa laki-laki dan satu mahasiswa
perempuan. Tentunya partisipan yang dipilih juga memiliki kriteria, khususnya adalah
seorang mahasiswa program studi ilmu politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UIN Sunan
Ampel Surabaya.
Perihal kaitannya dengan partai NaDem dan Anies Baswedan, semua partisipan
semuanya mengatahuinya, seperti yang dikatakan oleh salah satu partisipan yaitu Sukma
Aura “Anies Baswedan yang dikenal sebagai Gubernur DKI Jakarta, belakangan dikatakan
menjadi sosok yang diusung Nasdem untuk menjadi capres di kontestasi elektoral 2024
nanti.”
Senada yang dikatakan oleh Sukma Aura, Khoirul Alim juga mengatakan “Anies adalah
seorang akademisi, beliau dulunya seorang rektor disebuah universitas dan berkecimpung di
dunia politik mulai dari menteri, terus sekarang menjadi gubernur, dan sekarang rumornya di
deklarasikan Nasdem sebagai cawapres 2024.”
Dengan begitu bisa dikatakan elektabilitas yang dimiliki oleh objek peneltian ini,
memang sudah cukup tinggi. Pertama sosok Anies Baswedan, yang memang sudah lama
digadang-gadang akan mencalonkan dirinya menjadi Presiden. Mantan gubernur DKI Jakarta
ini, memang memiliki prestasi yang yang bisa cukup baik dalam menjalakan masa
pemerintahan sebagai gubernur.
Hal itu, dibuktikan dengan beberapa program kerjanya yang berhasil direalisasikan
seperti penyelengraan Formula E, pembangunan jalur sepeda, pembuatan sumur resapan
untuk mencegah banjir, pembanguan Jakarta International Stadium (JIS), dan masih banyak
prestesi lainnya yang dibuat oleh Anies Baswedan selama menjabat sebagai gubernur.
Dengan prestasi yang telah dibuatnya selama menjabat sebagai gubernur, pantas saja
jika, Anies berani untuk mencalonkan dirinya sebagai calon kandidat presiden. Hal itu, bisa
membuat seorang Anies termotivasi untuk melakukan perubahan dan kemajuan negara
Indonesia dengan menajdi seorang presiden. Dengan begitu telah sesuai dengan teori kadidasi
oleh Richard E. Matland yang digunakan dalam penelitian ini, salah satu proses kandidasi
adalah seleksi diri dengan keputusannya untuk maju kareana dipengaruhi oleh ambisi,
motivasi, dan kesempatan untuk berdiri.
Seperti yang dikatakan oleh Aqil Gusti Mahendra “Meskipun dukungan dari pemilih
Anies kepada NasDem menguat sejak Agustus 2022 hingga Desember 2022, namun
dukungan tersebut belum terlalu besar baru 8-11 persen. Hingga Desember, menurut SMRC
juga dukungan pemilih Anies paling banyak ditarik oleh PKS sebesar 16 persen, dan
Demokrat 14 persen. Data itu menurut SMRC menunjukkan deklarasi Anies oleh NasDem
tak berpengaruh kuat ke partai tersebut.”
Elektabilitas yang tinggi dan prestasi yang dibuatnya selama menjadi selama menjadi
gubernur, mungkin dua faktor tersebut yang menjadikan Anies Baswedan dilirik oleh partai
NasDem untuk dijadikan sebagai calon kandidat calon presiden untuk pemilihan presiden
yang seharsunya akan dilaksanakan pada tahun 2024. Pada tahap seleksi partai inilah ujian
pertama seorang Anies, setelah dia menyatakan dirinya akan siap maju dalam bursa calon
kandidat calon presiden. Hal itu juga selaras seperti yang dikatakan oleh Abidin junior
“Kurang lebih menciptakan citra dan menaikkan elektabilitas.”
Partai NasDem sendiri yang sudah secara gamblang telah menyatakan pernyataan secara
resmi untuk memberikan dukungnya kepada Anies Baswedan untuk menjadikannya calon
kandidat calon presiden dari partai NasDem. Gerak cepat yang dilakukan partai NasDem ini
memang sangat mengejutkan beberapa pihak, karena partai lainnya masih sibuk dalam
pembentukan koalisi untuk memenuhi persyaratan presidential threshold dan juga
pembentukan koalisi berguna untuk menambah kekuatan pemerintah jika sudah berjalan
nantinya.
Jika partai NasDem sendiri saja yang mengajukan nama Anis Baswedan tentunya tidak
akan bisa, karena partai NasDem tidak memenuhi persyaratan presidential threshold. Maka
partai NasDem perlu melakukan koalisi dengan partai lain, jika memang ingin mengusung
Anies Baswedan sebagai calon presiden. Sejauh ini, partai yang dikaitkan akan berkoalisi
dengan partai NasDem adalah PKS dan Demokrat, namun selama ini pun koalisi itu belum
kunjung diresmikan.
Maka dalam proses deklarasi yang dilakukan oleh partai NasDem tentunya sudah melalui
proses seleksi dalam partai dan perhitungan politik lainnya, sehingga tercapainya kesapakatan
dalam internal partai untuk medeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon kandidat presiden.
Dengan begitu proses kedua dalam teori kandidasi yang dikemukan oleh Richard E. Matland
yaitu pertimbangan pada tahapan seleksi partai politik ini, penilaian dan pertimbangan tim
seleksi akan sangat menentukan terhadap kandidat yang layak mengikuti kontestasi.
Setelah melakukan deklarasi dukuan terhadap Anies tentunya ini akan menjadikan
perbincangan yang hangat oleh publik, terlebih lagi partai NasDem dan sosok Anies ini
bukan sesuatu yang dianggap akan serasih oleh publik. Seperti yang dikatakan oleh Khorul
Alim ”Menurut saya Anies didukung oleh NasDem atau dideklarasikan NasDem sebagai
calon presiden ini juga menguntungkan bagi Anies, karena Anies dulu pernah melakukan
politik identitas ya didukung oleh PKS, yang mana PKS cenderung ke partai Islam dengan
Anies masuk NasDem, mungkin ini akan sedikit mengurangi dan mungkin juga strategi
Anies sebagai calon presiden yang didukung oleh Nasdem untuk mengurangi politik
identitasnya, bahwasanya NasDem kan merupakan partai yang tidak ideal, maksudnya tidak
ideal itu tidak cenderung ke satu ,melainkan nasionalis.”
Sama halnya yang dikatakan oleh Khorul Alam, Sukma Aura juga mengatakan hal yang
hampir sama yaitu “NasDem merupakan partai yangg terkenal sangat plural. Banyaknya
kader dari latar belakang yg beragam membuat partai ini menjadi partai yg dikenal
masyarakat sebagai partai yang damai dan sangat mengedepankan toleransi. Tetapi, dengan
keputusan Nasdem mendeklarasikan Anies sebagai capres 2024, banyak pendukung dan
kadernya yangg kecewa dan mundur dari posisinya. Di sisi lain, NasDem mendapat
dukungan dari simpatisan Anies. Jadi, ada banyak hal yg dapat dicermati mengenai Partai
NasDem saat ini. Merupakan suatu hal yg menarik.”
Seperti yang dikatakan dua partisipan dalam penelitian ini, Anies dan NasDem memang
merupakan dua hal yang berseberangan. Namun walau begitu, mungkin ini merupakan
strategi politik yang oleh keduanya. Anies yang dikenal sebagai sosok yang agamis dan
didukung oleh partai NasDem yang anggota partainya memang plural demokratis, maka
kedua hal tersebut mungkin bisa menjadi jalan terbaik, yang bisa dibilang akan sebagai
bentuk simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan di antara keduanya.
Sudah dua proses kandidasi yang dilalui secara baik menurut teori yang dikemukan oleh
Richard E. Matland, tinggal menunggu saja bagaiaman tahapan terakhir dalam teori
kandidasi. Apakah nanti Anies akan akan secara konstituen dipilih dan ditetapkan sebagai
bagian tahapan terakhir dari proses kandidasi.
BAB IV
Penutup
A. Kesimpulan
Pada peneltian ini peneliti mengambil kesimpulan bahwa deklarasi yang dilakukan oleh
partai NasDem untuk medukung Anies Baswedan sebagai calon kandidat presiden, sudah
berjalan dengan baik dan juga sesuai dengan teori kandidasi yang dikemukan dengan oleh
Richard E. Matland. Dalam teori tersebut disebutkan ada tiga tahapan untuk kandidasi.
Pertama, tahapan seleksi diri sendiri, lalu yang kedua seleksi partai, dan terakhir seleksi dari
pemilih itu sendiri hingga nantinya calon kandidat akan ditetapkan sebagai pemenang sesuai
dengan konstituen yang berlaku dan sah.
B. Saran
Ada baiknya semua kandidasi yang diajukan ini memang calon yang sudah kompeten
dan memiliki riwayat yang bagus. Berharap juga teori kandidasi oleh Richard E. Matland bisa
diimplementasikan dengan baik oleh semua calon kandidat dan juga partai yang akan
mengikuti PEMILU ke depannya.
Daftar Pustaka
Richard E. Matland, “Echangcing Women`s Political Participation: Legislative Recruitment
and Electoral System” dalam Julie Ballington & Azza Karam, Women in
Parlemen: Beyon Numbers, A Revised Edition (Stockholm: International
IDEA, 2005)
Ananda Taresia, “Indonesia’s NasDem party endorses outgoing Jakarta Governor for 2024
presidential race”, [Link]
nasdem-party-nominates-anies-baswedan-2024-presidential-race-2022-10-03/
Awaludin, “Pilpres 2024 Dinilai Akan Lahirkan 3 Poros Koalisi Parpol”
[Link]
poros-koalisi-parpol
[Link]
ttps://[Link]/pengurus-dpp/
[Link]