0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan19 halaman

Uji Aktivitas Antiinflamasi Gel Awar-Awar

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun awar-awar dan uji aktivitas antiinflamasi secara in vitro. 2. Daun awar-awar memiliki kandungan kimia seperti flavonoid, saponin, alkaloid, dan triterpenoid yang bermanfaat sebagai obat antiinflamasi. 3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisikokimia dan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan19 halaman

Uji Aktivitas Antiinflamasi Gel Awar-Awar

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun awar-awar dan uji aktivitas antiinflamasi secara in vitro. 2. Daun awar-awar memiliki kandungan kimia seperti flavonoid, saponin, alkaloid, dan triterpenoid yang bermanfaat sebagai obat antiinflamasi. 3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisikokimia dan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Start

FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL


DAUN AWAR-AWAR (FICUS SEPTICA BURM.
F) DAN UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI
SECARA IN VITRO
KHANSA NUR IZZATI (120260129)

PEMBIMBING PENGUJI
Pembimbing 1 : Penguji 1 :
apt. Gayatri Simanullang, [Link]., [Link]. apt. Annisa Maulidia Rahayyu, [Link]., [Link].
Pembimbing 2 : Penguji 2 :
apt. Riri Fauziyya, [Link]., [Link]. Dewi Damayanti A.K., [Link]., [Link].
BAB I

LATAR BELAKANG

Antiinflamasi oral memiliki efek


Indonesia memiliki bahan alam Daun Awar-awar memiliki Menurut Riskesdas 2018, 19,8% samping tukak peptik, penurunan
yang melimpah dan memiliki manfaat sebagai obat penyakit rumah tangga di Indonesia imunitas terhadap infeksi,
potensi sebagai bahan kulit, luka, radang atau inflamasi menyimpan obat AINS [3]. osteoporosis, gangguan ginjal,
pengobatan [1]. [2]. dan anemia [4].

Pengobatan topikal Formulasi sediaan gel ekstrak


meningkatkan bioavaibilitas dan etanol daun awar-awar dan uji
efikasi obat. Efeknya lebih aktivitas antiinflamasi secara in
tertarget [5]. Gel dapat vitro -> prinsip 3R
berpeneterasi dan memberikan (Replacement, Reduction,
absorpsi atau penyerapan yang Refinement)
lebih baik [6].
BAB I

RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimanakah sifat fisikokimia dan stabilitas dari sediaan gel


ektrak etanol daun awar-awar (Ficus septica Burm. F)?

2. Bagaimanakah aktivitas antiinflamasi dari sediaan gel ektrak etanol


daun awar-awar (Ficus septica Burm. F)?
BAB I

TUJUAN PENELITIAN

1. Mengetahui sifat fisikokimia dan stabilitas dari sediaan gel ektrak


etanol daun awar-awar (Ficus septica Burm. F).

2. Mengkaji aktivitas antiinflamasi dari sediaan gel ektrak etanol daun


awar-awar (Ficus septica Burm. F)
BAB I

MANFAAT PENELITIAN

BAGI PENELITI BAGI INSTITUSI BAGI MASYARAKAT


Memberikan suatu Memberikan informasi
Menggunakan formulasi
informasi serta sumber dan pengetahuan
gel dari ekstrak daun
referensi untuk mengenai efek
awar-awar sebagai agen pengembangan sediaan antiinflamasi dari daun
antiinflamasi. topikal dari bahan alam. awar-awar.
BAB II

KAJIAN PUSTAKA
DAUN AWAR-AWAR

KANDUNGAN KIMIA:
KLASIFIKASI: [7] 1. Flavonoid
Kerajaan : Tumbuhan 2. Saponin
3. Alkaloid
Divisi : Spermatophyta
4. Trterpenoid
Kelas : Dicotyledonae 5. Sterol
Bangsa : Urticales
KHASIAT:
Famili : Moraceae
1. Obat bisul
Marga : Ficus 2. Obat luka
Spesies : Ficus septica 3. Obat kulit
Burm. 4. Obat demam
5. Obat radang
BAB II

KAJIAN PUSTAKA
INFLAMASI

DEFINISI:
Inflamasi merupakan respon JENIS: MEKANISME OLEH ROS:
biologis yang berguna untuk Stress oksidatif -> eritrosit mengalami
melindungi diri serta untuk
1. Inflamasi Akut
peroksidasi lipid -> hemolisis ->
mempercepat penyembuhan 2. Inflamasi Kronik
kestabilan membran terganggu ->
jaringan tubuh yang terluka [8].
aktivasi sel imun -> produksi mediator
MEKANISME: inflamasi [10].
Cidera -> membran lisosom mengeluarkan zat yang
ada didalamnya seperti enzim fosfolipase -> asam
arakidonat -> prostaglandin -> efek radang melewati
vasodilatasi [9].
BAB II

KAJIAN PUSTAKA
ANTIINFLAMASI

MEKANISME AINS:
DEFINISI: JENIS:
1. Menghentikan sintesa prostaglandin
Antiinflamasi merupakan 1. Antiinflamasi
melalui penghalang enzim
obat/agen yang bekerja Kortikosteroid
siklooksigenase (COX-1 dan COX-2).
melawan atau menekan proses 2. Antiinflamasi Non
2. Membantu menstabilkan membran
peradangan [11]. Steroid
lisosom dan mengurangi peradangan
dalam tubuh [12].
TUJUAN UTAMA:
Meringankan rasa nyeri yang merupakan gejala awal MEKANISME KORTIKOSTEROID:
Menghentikan kerja enzimatik fosfolipase A2,
Menghentikan atau membatasi proses perusakan
sehingga mencegah pelepasan mediator
jaringan [11]. peradangan seperti asam arakidonat dan
metabolisme seperti prostaglandin.
BAB II

KAJIAN PUSTAKA
STABILISASI MEMBRAN SEL DARAH MERAH

Kestabilan sel darah merah dapat dilihat ketika sel darah merah diinduksi larutan hipotonik yang
dapat menyebabkan hemolisis. Besar kecilnya hemolisis yang terjadi pada membran sel darah
merah yang diinduksi larutan hipotonik dijadikan sebagai ukuran untuk mengetahui aktivitas
antiinflamasi. Semakin kecil hemoglobin yang keluar atau lisis, maka membran semakin stabil
dan aktivitas antiinflamasi semakin besar [13].
BAB II

KAJIAN PUSTAKA
SEDIAAN GEL

DEFINISI:
KELEBIHAN GEL:
Sistem semipadat terdiri dari suspensi yang dibuat
1. Tidak meninggalkan bekas seperti
dari partikel anorganik yang kecil atau molekul film
organik yang besar, terpenetrasi oleh suatu cairan 2. Mudah dibersihkan dengan air
[16]. 3. Meninggalkan sensasi dingin
4. Penetrasi dan absorpsinya lebih baik
KARAKTERISTIK GEL:
1. Viskositas dan daya lekat tinggi KEKURANGAN GEL:
2. Mudah dioleskan 1. Rawan terjadinya kontaminasi
3. Mudah dibersihkan dengan air mikrobial dikarenakan kandungan
4. Rasa lembut saat digunakan
airnya yang tinggi [17].
5. Tidak boleh terlalu kental
BAB III

METODOLOGI
WAKTU PENELITIAN
April - Juni 2024

JENIS PENELITIAN
Penelitian
Eksperimental
TEMPAT PENELITIAN
Penelitian dilakukan di Laboratorium
Fitokimia dan Laboratorium Teknologi
Program Studi Farmasi Fakultas Sains
Institut Teknologi Sumatera
BAB III

ALAT DAN BAHAN


ALAT
Oven, beaker glass, batang pengaduk, cawan, gelas ukur, penangas air, neraca analitik, mortar dan
alu, rotary evaporator, viscometer Brookfield, pH meter, spektrofotometer UV-Vis, dan stopwatch

BAHAN
Daun awar-awar yang didapatkan dari daerah Metro Pusat, Kota Metro, Lampung, etanol
96%, carbopol 940, trietanolamin, propilenglikol, metilparaben, aquadest, HCl, pereaksi
Wagner, pereaksi Dragendroff, pereaksi Meyer, pereaksi Liebermann-buchard, kloroform,
FeCl3, serbuk Mg, Natrium Diklofenak, EDTA, Na2HPO4.2H2O, NaH2PO4.2H2O, dan NaCl
BAB III

PROSEDUR PENELITIAN
PENGUMPULAN DETERMINASI PENYIAPAN
BAHAN TANAMAN SIMPLISIA

FORMULASI GEL
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAKSI
F0 : Kontrol Negatif
F1 : 1,5% Ekstrak
F2 : 3% Ekstrak
F3 : 4,5% Ekstrak

UJI AKTIVITAS
EVALUASI SEDIAAN UJI STABILITAS
ANTIINFLAMASI
BAB III

FORMULASI GEL EKSTRAK


ETANOL DAUN AWAR-AWAR
BAB III

UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI


PEEMBUATAN LARUTAN
PEMBUATAN PEMBUATAN LARUTAN
SAMPEL GEL DAN
LARUTAN ISOSALINE HIPOSALIN
NATRIUM DIKLOFENAK

PEMBUATAN PENENTUAN PANJANG PEMBUATAN SUSPENSI


LARUTAN UJI GELOMBANG SEL DARAH MERAH

PEMBUATAN LARUTAN PEMBUATAN LARUTAN SPEKTROFOTOMETER


KONTROL POSITIF KONTROL NEGATIF UV-VIS
DAFTAR PUSTAKA
[1] M. R. Adiyasa And M. Meiyanti, “Pemanfaatan Obat Tradisional Di Indonesia: Distribusi Dan Faktor Demografis Yang
Berpengaruh,” J. Biomedika Dan Kesehat., Vol. 4, No. 3, Pp. 130–138, Sep. 2021, Doi: 10.18051/Jbiomedkes.2021.V4.130-138.

[2] Indonesia. Libangkes Kemenkes Ri., Inventaris Tanaman Obat Indonesia I (Jilid 1). (Electronic Thesis Or Dissertation), 2013.

[3] Riskesdas, “Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Ri Tahun 2018.” 2018.

[4] A. Rinayanti, E. Dewanti. “Uji Efek Antiinflamasi Fraksi Air Daun Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa (Shecff.) Boerl.) Terhadap
Tikus Putih (Rattus Norvegicus L.),” Pharm. Sci. Res., Vol. 1, No. 2, Pp. 78–85, Aug. 2014,

[5] A. M. Mursyid, “Evaluasi Stabilitas Fisik Dan Profil Difusi Sediaan Gel (Minyak Zaitun),” J. Fitofarmaka Indones., Vol. 4, No. 1,
Pp. 205–211, Mar. 2017

[6] Lachman, Leon, Herbert A. Lieberman, Joseph L. Kanig, And Siti Suyatmi, Teori Dan Praktek Farmasi Industri, 3rd Ed. Jakarta:
Ui-Press, 2012
DAFTAR PUSTAKA
[7] I. D. A. Tuna, P. M. Wowor, And H. Awaloei, “Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Awar-Awar (Ficus Septica Burm.F) Terhadap
Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Dan Eschericia Coli,” J. E-Biomedik, Vol. 4, No. 2, Jul. 2016

[8] D. E. Becker, “Basic And Clinical Pharmacology Of Glucocorticosteroids,” Anesth. Prog., Vol. 60, No. 1, Pp. 25–32, Mar.
2013.

[9] F. Fitriyanti, N. Hikmah, And K. I. Astuti, “Efek Antiinflamasi Infusa Bunga Asoka (Ixora Coccinea L) Pada Tikus Jantan Yang
Diinduksi Karagenan,” J. Sains Dan Kesehat., Vol. 2, No. 4, Pp. 355–359, Dec. 2020

[10] R. N. Sinaga And F. A. Sinaga, “Pengaruh Pemberian Vitamin C Terhadap Kadar Malondialdehid Dan Haemoglobin Atlet
Pada Aktifitas Fisik Maksimal,” Gener. Kampus, Vol. 8, No. 2, Art. No. 2, 2015

[11] . S. Mamarimbing And I. Setyawan, “Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Tanaman Patah Tulang (Euphorbia Tirucalli L.),” Vol.
2, No. 3, 2022.

[12] D. A. Palupi And P. I. Wardani, “Tingkat Penggunaan Obat Anti Inflamasi Non Steroid (Ains) Di Apotek Gs Kabupaten Kudus,”
J. Keperawatan Dan Kesehat. Masy. Cendekia Utama, Vol. 6, No. 1, Art. No. 1, Mar. 2017
DAFTAR PUSTAKA
[13] V. Kumar, Z. A. Bhat, D. Kumar, N. Khan, And I. Chashoo, “Evaluation Of Anti-Inflammatory Potential Of Leaf Extracts Of
Skimmia Anquetilia,” Asian Pac. J. Trop. Biomed., Vol. 2, No. 8, Pp. 627–630, Aug. 2012

[14] Direktorat Jenderal Kefarmasian Dan Alat Kesehatan, Farmakope Indonesia Edisi Vi. Jakarta: Kementerian Kesehatan Ri, 2020.

[15] X. Tan, S. R. Feldman, J. Chang, And R. Balkrishnan, “Topical Drug Delivery Systems In Dermatology: A Review Of Patient
Adherence Issues,” Expert 40 Opin. Drug Deliv., Vol. 9, No. 10, Pp. 1263–1271, Oct. 2012
Finish

THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai