Peningkatan Kemampuan Aksara PAUD
Peningkatan Kemampuan Aksara PAUD
PAUD
UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ MEDAN
PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL AKSARA
MELALUI PENGGUNAAN KARTU HURUF KELOMPOK A DI
PAUD
TK AL HIDAYAH SABANAULI
( Desa Saba Sitahul-tahul Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Paluta )
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai bnerikut.
1. Untuk mengetahui tingkat pengenalan siswa terhadap huruf abjad sebelum
menggunakan media kartu huruf di kelompok A TK Al Hidayah Sabanauli
?
2. Untuk mengetahui langkah-langkah penggunaan kartu dalam
pembelajaran abjad di kelompok A TK Al Hidayah Sabanauli ?
3. Untuk mengetahui peningkatan pengenalan siswa terhadap huruf abjad
setelah menggunakan media kartu huruf ?
D. Kegunaan Penelitian
1. Teoritis
Secara teoritis hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu teknik
pembelajaran dan bisa dimanfaatkan dunia pendidikan untuk menambah
khasanah keilmuan pembelajaran anak usia dini dalam mengenal aksara
anak melalui media kartu huruf.
2. Praktis
a. Untuk Lembaga Tempat Penelitian
Penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan dan kontribusi yang
baik bagi lembaga Pendidikan Usia dini (PAUD) khususnya bagi
Kelompok A di TK Al Hidayah Sabanauli
b. Untuk Tenaga Pendidik
Manfaat penelitian untuk guru dapat membantu mengembangkan ide
ide kreatif untuk melakukan pembelajaran daam menggunakan media
kartu huruf
c. Untuk Siswa
Media kartu huruf dapat membantu siswa menjadi lebih aktif dalam
belajar dan dapat membantu siswa untuk belajar lebih mengenal aksara
dengan cara yang mudah dipahami dan menyenangkan
d. Untuk Orangtua
Kegunaan penelitian ini akan berdampak baik bagi siswa sehingga
orang tua tidak akan mengalami kesulitan dalam membimbing anak
untuk lebih mengenal aksara atau huruf ketika sedang belajar.
e. Untuk Peneliti Selanjutnya
Media kartu ini diharapkan dapat membantu memberikan ide kepada
penelitian selanjutnya, sehingga dapat mengembangkan media
pembelajaran dan penelitian ini dapat dijadikan rujukan atau gambaran
untuk kedepannya.
E. Kerangka Pemikiran
1. Landasan Teoritis Penelitian
Q.S Al-Alaq Ayat 1-5
Artinya :
1. Bacalah dengan menyebut nama tuhanmu yang menciptakan
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah
3. Bacalah, dan tuhanmulah yang maha mulia
4. Yang mengajar (manusia) dengan pena
5. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
Oleh karena itu, perkembangan kemampuan mengenal akasara atau
membaca anak dalam proses pembelajaran harus memperoleh perhatian
yang serius bagi pendidik (utamanya guru dan orangtua atau keluarga).
Ayat menjelaskan bahwasanya nilai-nilai pendidikan yang mempunyai
komponen terutama pendidikan diajarkan dalam Islam dimulai sejak
mengenal huruf sampai mengajarkannya kembali kepada peserta didiknya,
sehingga nilai-nilai pendidikan Islam tersebut memberikan kepada setiap
orang anak yang belum tahu menjadi tahu.
Dalam sebuah hadis juga penulis kaitkan yang artinya "Kewajiban
orang tua kepada anaknya adalah memberi nama yang baik, mendidik
(sopan santun), mengajari tulis baca, renang dan lempar panah, memberi
rizki yang baik dan mengawinkannya jika mendapat jodoh.” (HR.
Hakim).4
4
Yanfaunnas, “Pendidikan Dalam Perspektif Q.S Al-’Alaq; 1-5,” Jurnal Nur El-Islam 1 (2014):
1, [Link]
Membaca merupakan keterampilan bahasa tulis yang bersifat
reseptif. Kemampuan membaca termasuk kegiatan yang kompleks dan
melibatkan berbagai keterampilan. Jadi, kegiatan membaca
merupakan suatu kesatuan kegiatan yang terpadu yang mencakup
beberapa kegiatan seperti mengenali huruf dan kata-kata,
menghubungkannya dengan bunyi, maknanya serta menarik
kesimpulan mengenai maksud bacaan. Anderson dkk. (1985)
memandang membaca sebagai suatu proses untuk memahami makna
suatu tulisan. Adapun tahapan membaca antara lain:
1. mengenali huruf
2. mengenali kata,
3. mengenali kalimat,
4. mengenali wacana serta menghubungkannya dengan bunyi dan
maknanya.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan membaca
terkait dengan pengenalan huruf atau aksara, bunyi dari huruf atau
rangkaian huruf-huruf, makna atau maksud, dan pemahaman terhadap
makna atau maksud berdasarkan konteks wacana.
b. Kemampuan Kesiapan Membaca
Sebelum mengajarkan membaca pada anak, dasar-dasar
kemampuan membaca atau kemampuan kesiapan membaca perlu
dikuasai oleh anak terlebih dahulu. Dasar-dasar kemampuan membaca
ini diperlukan agar anak berhasil dalam membaca maupun menulis.
seperti dikemukakan oleh Miller bahwa sebelum anak diajarkan
membaca perlu diketahui terlebih dahulu kesiapan membaca anak. Hal
ini bertujuan agar kita dapat mengetahui apakah anak sudah siap
diajarkan membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah
yang mengajarkan keterampilan pra membaca di TK dan membaca
formal di SD terdapat korelasi yang tinggi antara keterampilan
kesiapan yang
kuat dan berhasil dalam membaca secara formal (Snow, Burns, &
Griffin,1998).5
3. Konsep Kartu Huruf
a. Pengertian Kartu huruf
Kartu huruf merupakan abjad-abjad yang dituliskan pada
potongan- potongan suatu media baik karton, kertas maupun papan
tulis atau tripleks. Potongan-potongan kartu huruf tersebut dapat
dipindah- pindahkan sesuai keinginan pembuat suku kata, kata maupun
kalimat. Penggunaan kartu huruf ini sangat menarik perhatian anak dan
sangat mudah digunakan dalam pembelajaran membaca permulaan.
Selain itu kartu huruf juga melatih kreatif anak dalam menyusun kata-
kata sesuai dengan keinginanya.
Perlu di ketahui bahwa dunia Pendidikan pada anak usia dini
memiliki prinsip belajar sambil bermain sehingga dapat menimbulkan
kreativitas pada anak. Prinsip inilah yang perlu di tanamkan pada anak
usia dini. Atas dasar itu materi atau kegiatan bermain sambil belajar di
TK harus disusun dengan tepat sesuai dengan tingkat perkembangan
anak. Materi atau kegiatan ini harus di siapkan secara matang,
terperinci dan jelas. Bermain sambil belajar pada anak sangat cocok
untuk dilaksanakan oleh semua guru sebab pendidikan di TK baru
bersifat pengenalan, antara lain pengenalan angka dan huruf. Salah
satu metode yang di jadikan sebagai media pembelajaran dalam
mengenalkan angka dan huruf ditaman pendidakan anak usia dini
adalah permainan kartu huruf.
b. Penggunaan metode ini bertujuan merangsang kemampuan membaca
anak dengan teknik fonik.
1. Untuk anak usia 2-4 tahun dapat dilakukan permainan dengan
mengoleksi huruf yang sama dan huruf lepas.
5
Rahayu Istati, “Pengembangan Keaksaraan Awal Pada Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Buku
Cerita Budaya Lokal,” 2017.
2. Untuk anak usia 3-4 tahun, permainan huruf awal lebih cepat.
Caranya, anak diminta mencari huruf awal yang sama pada
beberapa kata yang ada.
3. Untuk anak TK A, permainan susun huruf dan kata lepas lebih
menarik, karena anak tertantang untuk memberikan hurufnya
sehingga dapat membentuk sebuah kata.
c. Cara membuat kartu huruf
Abjad-abjad dibuat dari karton agak tebal dengan ukuran 5 cm x 5
cm. Konsonan di buat dengan warna merah dan huruf vokal dibuat
dengan warna biru. Konsonan dibuat dua stel dengan menggunakan
warna yang kontras tanpa membedakan konsonan dan vokalnya.
d. Cara menggunakan kartu huruf
Dalam pengajaran membaca permulaan Hainstock (1999 : 205 )
menjelaskan bahwa kartu huruf yang telah dibuat dengan cara sebagai
berikut :
1) Biarkan anak mengenal dirinya sendiri dengan huruf-huruf dengan
cara menemukan huruf-huruf sebagaimana yang diterima.
2) Pilihlah kata yang terdiri dari tiga huruf, ucapkan kata-kata itu pada
anak dan biarkan mereka mencari huruf-huruf yang ia dengar.
1) Teruskan membuat kata-kata dengan cara ini hingga anak mampu
bekerja sendiri, dengan kata-kata pilihanya sendiri
2) Berikan gambar dan meminta anak untuk menyebutkan namanya
kemudian menyusun nama tersebut pada papan.
3) Kata-kata itu bisa dibaca dan ditulis setelah mereka susun
e. Manfaat menggunakan kartu huruf
1) Anak akan dapat membaca sedini mungkin
2) Mengembangkan daya ingat otak kanan
3) Melatih kemampuan konsentrasi anak
4) Memperbanyak perbendaharaan kata.6
6
James J Heckman, Rodrigo Pinto, and Peter A. Savelyev, “済無 No Title No Title No Title,”
Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 1967.
4. Skema Kerangka Pemikiran
Untuk mengetahui lebih jelasnya kerangka berfikir dari
penenlitian ini dapat dilihat pada bagan 1.1
Kondisi Awal
Belajar menggunakan
media kartu huruf
Kondisi Akhir
F. Penelitian Terdahulu
1. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian dapat
disimpulkan bahwa kemampuan mengenal huruf anak kelompok A di TK
Sulthoni Ngaglik Sleman dapat ditingkatkan menggunakan media kartu
kata dalam proses pembelajaran permainan tebak huruf pada kartu kata
dengan cara masing-masing anak membawa/memegang kartu kata secara
langsung dan memainkannya sesuai instruksi guru yaitu menyebutkan
huruf, menunjukkan huruf, dan menghubungkan huruf. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan mengenal huruf yaitu
pada kondisi awal sebesar 29,2%, meningkat pada Siklus I menjadi 58,3%,
dan Siklus II meningkat menjadi 83,3%. Hal ini menunjukkan bahwa
anak- anak di TK Sulthoni Ngaglik Sleman telah mencapai kemampuan
mengenal
huruf pada kriteria baik seperti yang diharapkan. Pembelajaran dalam
meningkatkan kemampuan mengenal huruf dikatakan berhasil, karena dari
24 anak yang sudah mencapai pada kriteria baik sebanyak 20 anak (
83.3%).7
2. Berdasarkan tabel 6 tingkat keterlaksanaan kemampuan mengenal huruf
pada anak kelompok A Kober Darussalam Ibun terjadi peningkatan dari
yang mulanya 45,44% dengan kategori kurang sekali, setelah dilakukan
pembelajaran dengan media kartu huruf menjadi 86,26% dengan kategori
sangat baik. Berdasarkan pelaksanaan pembelajaran melalui media kartu
huruf diperoleh hasil bahwa kegiatan pembelajaran mengenal huruf
berjalan dengan baik dan mampu memberikan peningkatan terhadap
kemampuan mengenal huruf anak kelompok A Kober Darussalam Ibun.
Proses pembelajaran yang direfleksikan sebagai berikut, diantaranya, (1)
Anak- anak telah mampu menunjuk dan mengambil huruf sesuai perintah
dengan benar. (2) Anak-anak mampu mengucapkan bunyi huruf dengan
tepat dan artikulasi yang jelas. (3) Hasil perhitungan persentase pada
posttest adalah 86,36% menunjukkan tercapainya indicator keberhasilan
yang ditetapkan yaitu 75%.8
Dari penjelasan dari beberapa peneliti sebelumnya, dinyatakan
bahwa untuk meningkatkan kemampuan keaksaraan anak perlu
menggunakan metode dan media yang cocok dan menyenangkan bagi
anak usia dini, untuk itu penulis membuat suatu penelitian yang berjudul
“Upaya meningkatkan kemampuan aksara melalui penggunaan kartu huruf
kelompok A di TK Al Hidayah Sabanauli ”. Penelitian ini tentunya
menggunakan metode yang menyenangkan yaitu dengan menggunakan
media kartu huruf dengan menggunakan metode ini mempermudah
anak untuk mengenal
7
Tri Lestari Waraningsih, “Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Menggunakan Media
Kartu Kata Di TK Sulthoni Nganglik Sleman (2014),” Journal of Chemical Information and
Modeling 01, no. 01 (2014): 38–39.
8
Putri Hidayah Firdaus, “Peningkatan Kemampuan Mengenal Huruf Melalui Media Kartu
Huruf,” (JAPRA) Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal (JAPRA) 2, no. 1 (2019): 66–73,
[Link]
simbol huruf, bunyi huruf bahkan dapat mempermudah anak dalam belajar
membaca dengan menggunakan kartu huruf atau kartu kata.
G. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan teori pembelajaran dan hasil penelitian yang telah dipaparkan
sebelumnya dengan metode kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan
keaksaraan pada kelompok A di TK Al Hidayah Sabanauli Kabupaten Padang
bolak sebesar 80% dengan maksimal 3 siklus.
H. Langkah-langkah Penelitian
1. Pendekatan/Metode atau jenis Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas dalam bahasa inggris disebut
dengan istilah classroom action research. Dari nama tersebut terkandung
tiga kata yakni :
a. Penelitian : menunjukkan pada suatu kegiatan mencermati suatu obyek
dengan cara menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk
memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan
mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.
b. Tindakan : menujukkan pada suatu obyek kegiatan yang sengaja
dilakukan dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian berbentuk
rangkaian siklus kegiatan untuk siswa.
c. Kelas : dalam hal ini tidk terikat pada pengertian ruang kelas, tetapi
dalam pengertian yang lebih spsifik, yakni sekelompok siswa yang
dalam waktu yang sama, menerima pelajaran yang sama dari guru
yang sama pula.
Sehingga dengan menggabungkan ketiga kata tersebut menjadi,
Penelitian Tindakan Kelas. Dapat disimpulkan bahwa Penelitian Tindakan
Kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa
sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah
kelas
secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan
dari guru yang dilakukan oleh siswa.9
Menurut O'Brien (2001) penelitian tindakan dilakukan ketika
sekelompok orang (siswa) diidentifikasi permasalahannya, kemudian
peneliti (guru) menetapkan suatu tindakan untuk mengatasinya. Selama
tindakan berlangsung, peneliti melakukan pengamatan perubahan perilaku
siswa dan faktor-faktor yang menyebabkan tindakan yang dilakukan
tersebut sukses atau gagal. Apabila peneliti merasa tindakan yang
dilakukan hasilnya kurang memuaskan maka akan dicoba kembali
tindakan kedua dan seterusnya. Dalam PTK, jarang ada keberhasilan yang
dapat dicapai dalam satu kali tindakan, oleh sebab itu PTK sering
dilakukan dalam beberapa siklus tindakan. Pengaruh action research
kemudian dipelajari dan dilaporkan secara mendalam dan sistematis.10
2. Tempat dan Lokasi Penelitian
TK Al Hidayah Sabanauli Desa Saba Sitahul-tahul Kecamatan Padang
Bolak Kabupaten Paluta
3. Subjek dan Objek Penelitian
a. Subjek Penelitian
Subjek penelitian atau responden adalah pihak-pihak yang akan
dijadikan sample dalam penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah
siswa kelompok A yang terdiri dari 13 anak, diantaranya 6 anak laki-
laki dan 7 anak perempuan.
b. Objek Penelitian
Objek penelitian adalah masalah, isu atau problem yang dibahas,
diteliti dan diselidiki dalam sebuah penenelitian atau sesuatu yang
menjadi fokus dalam penelitian. Objek yang akan dijadikan sumber
9
B A B Iii et al., “No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関
す る 共 分 散 構 造 分 析 Title,” Вестник Росздравнадзора 1, no. 1 (2018): 9–15,
[Link]
://[Link]/download/pdf/[Link]%0A[Link]
[Link]/bitstream/handle/123456789/1091/[Link]?sequen.
10
Endang Mulyatiningsih, “Modul Pelatihan Pendidikan Profesi Guru Fakultas Teknik
Universitas Negri Yogyakarta,” Bandung Rosdakarya, 2009, 1–22, [Link].
dalam penelitian ini adalah Pengembangan Kemampuan Aksara
Melalui Metode Kartu Huruf Untuk Anak Kelompok A di TK Al
Hidayah Sabanauli Kabupaten Cianjur.
4. Jenis dan Sumber Data
a. Jenis Data Penelitian
Penelitian terdapat dua jenis data yang dapat diteliti yaitu data
kuantitatif dan kualitatif Data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah data kualitatif, data kualitatif merupakan data yang berbentuk
kata-kata atau verbal. Dalam hal ini data kualitatif yang diperlukan
adalah gambaran kemampuan keaksaraan siswa kelompok A yang
diperoleh melalui observasi
b. Sumber Data Penelitian
Sumber data penelitian ini suatu data yang benar-benar penting
karena sumber data menjadi acuan bagaimana menetukan metode yang
akan digunakan, umtuk itu sumber data yang akan digunakan dalam
penelitian ini adalah sumber data primer, sumber data primer ialah
jenis dan sumber data penelitian yang di peroleh secara langsung dari
sumber pertama (tidak melalui perantara),baik individu maupun
kelompok. Jadi data yang di dapatkan secara langsung. Data primer
secara khusus di lakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian.
Penulis mengumpulkan data primer dengan metode survey dan juga
metode observasi.11 Adapun yang menjadi sumber data primer dalam
penelitian ini adalah siswa kelompok A dan guru TK Al Hidayah
Sabanauli Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara
5. Instrument Penelitian / Teknik Pengumpulan Data
a. Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data melalui proses
tanya jawab lisan yang berlansung satu arah , artinya pertanyaan
datang dari pihak yang mewawancarai dan jawaban diberikan oleh
yang
11
Argita Endraswara, “Metode Penelitian,” Journal of Chemical Information and Modeling 53,
no. 9 (2015): 1689–99.
diwawancara. Menurut Hopkins, wawancara adalah suatu cara untuk
mengetahui situasi tertentu di dalam kelas dilihat dari sudut pandang
yang lain. Komunikasi berlangsung dalam bentuk tanya-jawab dalam
hubungan tatap muka, sehingga gerak dan mimik responden
merupakan pola media yang melengkapi kata-kata secara verbal.
Teknik wawancara tau interview merupakan cara yang digunakan
untuk mendapatkan data dengan cara mengadakan wawancara secara
langsung dengan informen. Wawancara (Interview) yaitu melakukan
tanya jawab atau mengkonfirmasikan kepada sample peneliti dengan
sistematis (struktur). Wawancara diartikan cara menghimpun bahan-
bahan keterangan yang dilaksanakan dengan tanya jawab secara lisan,
sepihak,bertatap muka secara langsung dan dengan arah tujuan yang
telah ditentukan.12
b. Observasi (pengamatan)
Peneliti menggunakan Teknik Observasi, Teknik observasi
adalah metode pengumpulan data dengan cara mengamati langsung
terhadap obyek penelitian. Observasi atau pengamatan digunakan
dalam rangka mengumpulkan data dalam suatu penelitian, merupakan
hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari
adanya suatu rangsangan tertentu yang diinginkan, atau suatu studi
yang disengaja dan sistematis tentang keadaan/fenomena sosial dan
gejala- gejala psikis dengan jalan mengamati dan mencatat.13
Dalam penelitian ini observasi dilakukan untuk mengetahui
kemampuan keksaraan siswa dan lembar aktivitas mengajar guru yang
digambar dalam lembar observasi (LO).
R
𝑁𝑃 = X100
SM
Keterangan :
12
Sigiyono, “Metode Dan Tehnik Penelitian,” Journal of Chemical Information and Modeling
53, no. 9 (2013): 1689–99.
13
James J Heckman, Rodrigo Pinto, and Peter A. Savelyev, “済無 No Title No Title No Title,”
Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 1967, 39–46.
NP : Nilai persentase yang dicari atau yang diharapkan
R : Skor mentah yang diperoleh anak
SM : Skor maksimum ideal dari tes yang bersangkutan
100 : Bilangan tetap
Perencanaan
Refleksi Melakukan
Mengamati
14
B A B Iii and A Metode Penelitian, “Gambar 3.1 Tahap-Tahap Dalam PTK Atau Desain PTK
Metode Kurt Lewin (Sumber:Depdikbud, 1999:20),” 1988.
Penelitian ini akan dilakukan dalam beberapa tahap sesuai dengan
kondisi dilapangan, pelaksanaan tindakan dan implementasi
disesuaikan sebagai berikut:
1) Pra Kondisi
Penelitian ini diekanakan pada amak kelompok A di TK Al
Hidayah Sabanauli Desa Saba Sitahul-tahul Kecamatan Padang
Bolak Kabupaten Paluta karena masih banyak anak yang belum
berkembang dalam kemampuan keaksaraannya. Sebelum
melakukan tindakan peneliti mengadakan dialog awal terhadap
guru/wali kelas kelompok A, di daptakan beberapa masalah yang
berkaitan dengan kemampuan keaksaraan anak kelompok A.
Berdasarkan permasalah tersebut peneliti mencoba memberikan
solusi untuk menerapkan metode kartu huruf dalam meningkatkan
keaksaraan anak kelompopk A di TK Al Hidayah Sabanauli.
2) Tindakan
a) Perencanaan
Perencanaan yang dibuat berdasrkan diskusi dengan guru untuk
mempersiapkan kegiatan penelitian di TK Al Hidayah
Sabanauli:
Peneliti berdiskusi dengan guru mengenai permasalahan
kemampuan mengenal aksara anak kelompok A
Peneliti memberikan solusi untuk mengembangkan
kemampuan mengenal akasara kelompok A
Peneliti dan guru menyetujui hasil diskusi
Peneliti memberi masukan untuk membuat RPPH
Peneliti dan guru menyiapkan alat dan bahan untuk
menunjang pelaksanaan metode kartu huruf
b) Tindakan Pelaksanaan
Tindakan ini dapat diuraikan dengan siklus:
(1) Siklus I
Tahap perencanaan dengan kegiatan antara lain:
- Mengidentifikasi permasalahan
- Merumuskan masalah
- Mempersiapkan kegiatan pembelajaran
- Membuat instrument lembar observasi
Tahap melakukan tindakan
- Mengenalkan simbol huruf melalui media kartu huruf
- Mengenalkan bunyi dari simbol huruf
- Menjelaskan mengenai cara menggunakan media
kartu huruf
- Mengadakan tanya jawab dengan anak mengenai
simbol dan bunyi huruf
Tahap Pengamatan
- Menerapkan metode kartu huruf
- Mengamati antusiasme/suasana belajar anak
- Mencatat semua perkembangan yang terjadi pada
anak
Tahap Refleksi
- Memahami permamsalahan yang selama ini dialami
anak dalam belajar
- Mendeskripsikan dalam bentuk catatan
- Mengidentifikasi masalah/kekurangan yang harus
diperbaiki
- Melakukan refleksi
(2) Siklus II
Tahap perencanaan dengan kegiatan antara lain:
- Berdiskusi Dengan guru mengeani perkembangan
kemampuan anak
- Merancang kegiatan selanjutnya
Tahap melakukan tindakan
- Menerapakan metode kartu huruf dengan berbeda
yaitu dengan menambah kartu kata dan kartu
bergambar
Tahap Pengamatan
- Melakukan pengamatan mengenai pembelajaran
mengguanakan kartu kata dan bergambar
- Mencatat semua perkembangan yang terjadi pada
anak
Tahap Refleksi
- Merefleksikan proses pembelajaran
- Melakukan wawancara dengan anak
c) Post Kondisi
Berdasrkan hasil dari pembelajaran yang dilakukan pada
setiap penerapan metode kartu huruf dapat dilihat adanya
peningkatan kemampuan mengemnal aksara anak kelompok A.
Dengan adanya penelitian ini mengenai sebalum
melakukan tindakan dan sampai akhir tindakan kelas
diharapkan adanya perkembangan kemampuan mengenal
aksara anak yaitu sebanyak 80%.15
7. Analisis Data Penelitian
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis
data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan bahan-
bahan lain, sehingga dapat mudah difahami dan temuannya dapat
diinformasikan kepada orang lain. Analisis data dilakukan dengan
mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan
sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang
akan dipelajari dan membuat kesimpulan yang dapat diceriterakan kepada
orang lain.
Susan Stainback mengemukakan bahwa, analisis data merupakan hal
yang kritis dalam proses penelitian kualitatif. Analisis digunakan untuk
memahami hubungan dan konsep dalam data sehingga hipotesis dapat
dikembangkan dan dievaluasi.
15
Iii et al., “No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する
共分散構造分析 Title.”
Analisis data kualitatif adalah bersifat induktif, yaitu suatu analisis
berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan pola
hubungan tertentu atau menjadi hipotesis. Berdasarkan hipotesis yang
dirumuskan berdasarkan data tersebut, selanjutnya dicarikan data lagi
secara berulang- ulang sehingga selanjutnya dapat disimpulkan apakah
hipotesis tersebut diterima atau ditolak berdasarkan data yang terkumpul.
Bila berdasarkan data yang dapat dikumpulkan secara triangulasi, ternyata
hipotesis diterima maka hipotesis tersebut berkembang menjadi teori.
a. Data Reduction (reduksi data)
Dalam mereduksi data setiap peneliti akan dipandu oleh tujuan yang
akan dicapai. Tujuan utama dari penelitian kualitatif adalah pada
penemuan. Oleh karena itu, kalau peneliti dalam melakukan penelitian,
menemukan segala sesuatu yang dipandang asing, tidak dikenal, belum
memiliki pola, justru itulah yang harus dijadikan perhatian peneliti
dalam melakukan reduksi data.
Reduksi data merupakan proses berfikir sensitif yang memerlukan
kecerdasan, keluasan dan kedalaman wawasan yang tinggi. Bagi
peneliti yang masih baru, dalam melakukan reduksi data dapat
mendiskusikan pada teman atau orang lain yang dipandang ahli.
Melalui diskusi tersebut, maka wawasan peneliti akan berkembang,
sehingga dapat mereduksi data-data yang memiliki nilai temuan dan
pengembangan teori yang signifikan.
b. Data Display (penyajian data)
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah
mendisplaykan data. Melalui penyajian data maka data terorganisikan,
tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah
dipahami.
c. Conclusion drawing/ Vertification
Langkah ketiga dalam penelitian kualitatif menurut Miles dan
Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kessimpulan
awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah
bila tidak ditemukan bukti-bukti kuat yang mendukung pada tahap
pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang
dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid
dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data,
maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang
kredibel.
8. Keabsahan Data Penelitian
Untuk menetapkan keabsahan (trustworthiness) data diperlukan teknik
pemeriksaan. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah
kriteria tertentu.
Ada empat kriteria yang digunakan:
a. Derajat Kepercayaan (credibility)
Kriteria ini berfungsi: pertama, melaksanakan inkuiri sedemikian rupa
sehingga tingkat kepercayaan penemuanya dapat dicapai; kedua,
mempertunjukkan derajat kepercayaan hasil-hasil penemuan dengan
jalan pembuktian oleh peneliti pada kenyataan ganda yang
sedangdteliti.
b. Keteralihan (transferability)
Keteralihan sebagai persoalan empiris bergantung pada kesamaan
antara konteks pengirim dan penerima. Untuk melakukan pengalihan
tersebut seorang peneliti hendaknya mencari dan mengumpulkan
kejadian empiris tentang kesamaan konteks. Dengan demikian peneliti
bertanggung jawab untuk menyediakan data deskriptif secukupnya.
Untuk keperluan tersebut peneliti harus melakukan penelitian kecil
untuk memastikan usaha memvertifikasi tersebut.
c. Kebergantungan (dependability)
Kebergantungan merupakan substitusi istilah reliabilitas dalam
penelitian yang nonkualitatif. Persoalan yang amat sulit dicapai di sini
ialah bagaimana mencari kondisi yang benar-benar sama. Di samping
itu juga terjadi ketidakpercayaan pada instrumen penelitian. Hal ini
sama dengan penelitian alamiah yang mengandalkan orang sebagai
instrumen. Mungkin karena keletihan, atau karena keterbatasan
mengingatsehingga membuat kesalahan. Namun, kekeliruan yang
dibuat orang demikian jelas tidak mengubah keutuhan kenyataan yang
distudi. Juga tidak mengubah adanya desain yang muncul dari data,
dan bersamaan dengan itu tidak mengubah pandangan dan
hipotesiskerja yang dapat bermunculan.
d. Kepastian (confirmability)
Di sini pemastian bahwa sesuatu itu objektif atau tidak bergantung
pada persetujuan beberapa orang terhadap pandangan, pendapat, dan
penemuan seseorang. Dapatlah dikatakan bahwa pengalaman
seseorang itu subjektif sedangkan jika disepakati oleh beberapa orang,
barulah dapat dikatakan objektif. Maka dari itu dapat diambil
pengertian bahwa jika sesuatu itu objektif, berarti dapat dipercaya,
faktual dan dapat dipastikan.16
9. Ketuntasan Penelitian
Penelitian ini dikatakan tuntas jika skor rata-rata kemampuan
mengenal aksara anak mencapai skor 80% dari seluruh siswa selama
dalam waktu maksimal 2 siklus pembelajaran.
16
I Bab, “CONTOH BAB I PENDAHULUAN SKRIPSI KUALITATIF : Pengembangan Nilai-
Nilai Keteladanan Dengan Ketrampilan Berpidato Melalui Kegiatan Muhadlarah Di Pesantren
Putri Al- Mawaddah Coper Jetis Ponorogo Periode 2010-2011,” 2011.
DAFTAR PUSTAKA
“1441-2740-1-SM,” n.d.
Argita Endraswara. “Metode Penelitian.” Journal of Chemical Information and
Modeling 53, no. 9 (2015): 1689–99.
Bab, I. “CONTOH BAB I PENDAHULUAN SKRIPSI KUALITATIF :
Pengembangan Nilai-Nilai Keteladanan Dengan Ketrampilan Berpidato
Melalui Kegiatan Muhadlarah Di Pesantren Putri Al- Mawaddah Coper Jetis
Ponorogo Periode 2010-2011,” 2011.
Firdaus, Putri Hidayah. “Peningkatan Kemampuan Mengenal Huruf Melalui
Media Kartu Huruf.” (JAPRA) Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal (JAPRA)
2, no. 1 (2019): 66–73. [Link]
Heckman, James J, Rodrigo Pinto, and Peter A. Savelyev. “済無 No Title No Title
No Title.” Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 1967.
———. “済無 No Title No Title No Title.” Angewandte Chemie
International Edition, 6(11), 951–952., 1967, 39–46.
Iii, B A B, and A Metode Penelitian. “Gambar 3.1 Tahap-Tahap Dalam PTK Atau
Desain PTK Metode Kurt Lewin (Sumber:Depdikbud, 1999:20),” 1988.
Iii, B A B, A Tipe Jenis Desain Tipe Penelitian, D I Puskesmas, Kabupaten
Banjar, Kecamatan Banjarmasin, 田原隆三, Shinta Ayu Respati, et al. “No
主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関す
る共分散構造分析 Title.” Вестник Росздравнадзора 1, no. 1 (2018): 9–
15.
[Link]
cle/view/63%0A[Link]
[Link]/32266/%0A[Link]
789/1091/[Link]?sequen.
Istati, Rahayu. “Pengembangan Keaksaraan Awal Pada Anak Usia 5-6 Tahun
Melalui Buku Cerita Budaya Lokal,” 2017.
Makassar, Universitas Muhammadiyah, and Siti Hadidan Rena.
“TAHUN AJARAN 2019,” 2019.
Mulyatiningsih, Endang. “Modul Pelatihan Pendidikan Profesi Guru Fakultas
Teknik Universitas Negri Yogyakarta.” Bandung Rosdakarya, 2009, 1–22.
[Link].
Sigiyono. “Metode Dan Tehnik Penelitian.” Journal of Chemical Information and
Modeling 53, no. 9 (2013): 1689–99.
Tri Lestari Waraningsih. “Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf
Menggunakan Media Kartu Kata Di TK Sulthoni Nganglik Sleman
(2014).” Journal of Chemical Information and Modeling 01, no. 01 (2014):
38–39.
Trisniawati. “Peningkatan Kemampuan Mengenal Huruf Melalui Metode
Permainan Kartu Huruf Pada Kelompok B1 Tk Aba Ketanggungan
Wirobrajan Yogyakarta,” 2014.
Yanfaunnas. “Pendidikan Dalam Perspektif Q.S Al-’Alaq; 1-5.” Jurnal Nur El-
Islam 1 (2014): 1.
[Link]
`
LAMPIRAN – LAMPIRAN
Keterangan :
4 : Sangat Baik
3 : Baik
2 : Kurang Baik
1 : Tidak Baik