1.
aksara di Bali dikenal ada tiga macam aksara, yaitu:
1) Aksara Wrestra. Aksara ini digunakan dalam bahasa Ball lumrah
berdasarkan hanacaraka yang berjumlah 18 aksara.
2) Aksara Swalalita. Aksara ini digunakan dalam sastra Jawa Kuno,
berjumlah 35 aksara, hamper sama dengan aksara dalam bahasa
Sanskerta.
3) Aksara Modre. Aksara ini digunakan untuk kadyatmikan seperti untuk
japa, mantra, lambang-lambang keagamaan, upacara yang berhubungan
dengan dunia kegaiban dan pengobatan (usada)
2. Dasa Aksara ini terdiri atas 10 aksara suci atau Wijaksara, yaitu
Sang, Bang, Tang, Ang, Ing, Nang, Mang, Sing, Wang, Yang.
3. wianjana (sa, ba, ta, na, ma, si, wa, dan ya)
4. Sang Hyang Ketu menciptakan tiga aksara yang sangat berguna,
diantaranya wreasta : (ha, na, ca, ra, ka, da, ta, sa, wa, la, ma, ga,
ba, nga, pa, ja, ya, nya),
5. Akasar Modre bersatu dengan 9 aksara wreasta disebut :
DASA SITA : ha, na, ca, ra, ka, da, ta, sa, wa
6. Aksara swalelita, bersatudengan Sembilan hurup wreasta lainnya
yaitu ia-nya, yang kemudian disebut dengan sila dan dasa bayu.
DASA BAYU : la, ma, ga, ba, nga, pa, ja, ya, nya),
7. Dasa Sita, Dasa Sila, Dasa Bayu Menjadi 'Dasaaksara'.
8. Kelengkapan ketiga aksara swalalita ini sering dihubungkan dengan
kekuatan dan simbol dari dewa, sehingga :
1) bentuk windu adalah lambang agni, Dewa Brahma, sama
dengan aksara Ang.
2) Bentuk ardha-candra adalah lambang air, Dewa Wisnu
sama dengan aksara Ung. Dan
3) bentuk nada adalah lambang udara, Dewa Siwa sama dengan
aksara Mang
9. Kedudukan kedelapan belas aksara Ball tersebut di dalam tubuh
manusia atau bhuana alit adalah sebagai berikut:
1) Ha di ubun-ubun
2) Na di antara kedua alis
3) Ca di dalam kedua mata
4) Ra di kedua telinga
5) Ka di dalam hidung
6) Da di dalam mulut
7) Ta di dalam dada
8) Sa di tangan (lengan) kanan
9) Wa di tangan (lengan) kiri
10) La di hidung
11) Ma di dalam dada kanan
12) Ga di dalam dada kiri
13) Ba di pusar
14) Nga di dalam alat kelamin
15) Pa di dalam pantat (anus)
16) Ja di kedua tungkai (kaki)
17) Ya di tulang belakang
18) Nya di tulang ekor
10. menghaturkan persembahan, memohon anugrah dari tuhan
YME, diantaranya:
1) mantra untuk memuja tuhan, Mang Ang Ong Ung Yang.
2) mantra untuk memanggil agar tuhan berkenan hadir, Ang Ong
Ung Yang Mang
3) mantra untuk mempersembahan sesajen jamuan dari kita, Ong
Ung Yang Mang Ang
4) mantra untuk memohon anugrah dari tuhan YME, Ung Yang
Mang Ang Ong
11. Ini suara inti sari; ekam evam dwityam Brahman, disebut ONG.
Berupa api rwa bhineda Ang, berupa air rwa bineda Ah.
1) dasar mantra antuk tri aksara; Mang Ang Ung
2) kemulan mantra; Ang Ung Mang
3) pengastiti widhi dewa bethara; Ung Mang Ang
4) iki pengeraksa jiwa antuk catur aksara; Mang Ang Ung Ong
5) pengundang bhuta dengen antuk kahuripan; Ang Ung Ong
Mang
6) pemageh bayu ring raga antuk catur resi; Ung Ong Mang Ang
7) pangemit bayu antuk catur dewati; Ong Mang Ang Ung
12.