Pengaruh Pollard pada Pertumbuhan Babi Landrace
Pengaruh Pollard pada Pertumbuhan Babi Landrace
Jurnal Nukleus Peternakan (Desember 2017), Volume 4, No. 2:138 – 146 ISSN : 2355-9942
ABSTRAK
Penelitian ini telah dilaksanakan di UD. Mari ternak Desa Noelbaki Kecamatan Kupang Tengah
Kabupaten Kupang selama 8 (delapan) minggu yang terdiri dari 2 (dua) minggu (11 Juli – 23 Juli 2016) masa
penyesuaian dan 6 (enam) minggu (24 Juli – 3 September 2016) masa pelaksanaan/pengambilan data. Tujuan
penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pollard sebagai pengganti pakan komplit terhadap
pertumbuhan babi peranakan Landrace fase pertumbuhan. Materi yang digunakan adalah 12 (duabelas) ekor
babi betina muda peranakan Landrace dengan kisaran berat badan awal 34-49,5 kg (koefisien keragaman
13,35%), pollard dan pakan komplit “CP 552”. Metode yang digunakan adalah percobaan (eksperimen)
dengan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kelompok sebagai ulangan
masing-masing ; R0 : 100% CP 552; R1 : 95% CP 552 + 5% pollard; R2 : 90% CP 552 + 10% pollard; dan
R3 : 85% CP 552 + 15% pollard. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa substitusi 5%–15% pollard
terhadap CP 552 berpengaruh tidak nyata terhadap pertambahan berat badan, panjang badan, lingkar dada
dan konsumsi ransum, namun pada level subtitusi 10% dan 15% nyata mengurangi pertambahan tinggi
badan. Berdasarkan kenyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa substitusi pakan komplit “CP 552” dengan
pollard memberi pengaruh yang relatif sama terhadap pertumbuhan babi betina peranakan Landrace fase
pertumbuhan kecuali pertambahan tinggi badan yang nyata semakin rendah.
_______________________________________________________
Kata kunci : babi peranakan Landrace, pertumbuhan, pollard
ABSTRACT
The study was carried out at UD. Mari Ternak in Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah for eight
weeks devided into two periods, namely : two weeks (July 11 st – July 23th 2016) for adaptation and 6 weeks
(July 24th – September 3rd 2016) for data collection period. The study aimed at evaluating effect of
substituting complete feed with pollard on growth of grower Landrace crossbred gilt. Twelve Landrace
croosbred gilts with initial body weight 34 – 49.5 kgs (CV = 13.35%) were used in the study. Randomized
Block Designs 4 treatments with 3 blocks was applied. The 4 treatment diets offered were: R0 : 100% CP
552; R1 : 95% CP 552 + 5% pollard; R2 : 90% CP 552 + 10% pollard and R3 : 85% CP 552 + 15% pollard.
Statistical analysis showed that effect of substituting 10 – 15% CP552 with pollard is significant (P<0.05) on
decreasing body height but not significant on (P>0.05) on body weight gain, body length, girth circle and
feed intake of the gilts. The conclusion is that using pollard to substitute complete feed “CP 552” performed
the similarly effect on growth but dcreased body height of Landrace crossbred gilt.
_________________________________________________
Keywords : Landrace crossbred pig, growth,pollard
PENDAHULUAN
Ternak babi merupakan ternak yang babi lebih efisien dalam menghasilkan
memiliki sifat bertumbuh cepat, prolifik dan pertambahan bobot badan dibandingkan
efisien dalam mengkonversi pakan menjadi dengan ternak lainnya, kecuali ayam broiler
daging. Tentang pemanfaatan pakan, ternak (Parakkasi,1990). Seperti yang diketahui
138
Tefa et al.: Pengaruh Substitusi Pakan Komplit Dengan Pollard …
bahwa di satu sisi, ketersediaan bahan pakan di dikandungnya. Pemberian pollard biasanya
masyarakat terbatas sedangkan di sisi lain, dicampur dengan pakan yang kaya akan
dalam mengembangkan usaha ternak babi ke protein seperti bungkil-bungkil.
arah komersial diperlukan pakan yang cukup Pollard gandum dengan kadar bahan
tersedia secara berkelanjutan. Untuk kering (BK) 88,1% mengandung nilai gizi
memperoleh bahan pakan tersebut, biasanya antara lain: protein kasar 16,90%, lemak
peternak menggunakan pakan komplit buatan 4,40%, serat kasar 7,60%, BETN 76,60%, dan
pabrik. Pakan komplit yang beredar di pasaran abu 3,60% termasuk di dalamnya Ca 0,09%,
berupa butiran yang sudah siap dan P 0,75% (Hartadi, dkk, 1997). Kandungan
digunakan/diberikan kepada ternak. protein pollard lebih tinggi daripada jagung,
Harga dari pakan komplit yang biasa tetapi lebih rendah daripada bungkil kedelai,
digunakan relatif mahal sehingga biaya pakan susu, ikan dan daging. Pollard kaya akan
dapat mencapai 60 - 80%. Untuk phosphor (P), ferum (Fe) tetapi miskin akan
meminimalkan biaya pakan maka dapat kalsium (Ca). rumusan masalah dalam
digunakan pakan substitusi yang mudah p[enelitian ini adalah bagaimana pengaruh
diperoleh, harga relatif murah, kebutuhannya substitusi pakan komplit dengan Pollard
tidak bersaing dengan kebutuhan manusia dan terhadap pertumbuhan ternak babi betina
yang paling penting kandungan nutrisi yang Peranakan Landrace fase
cukup untuk ternak. [Link] uraian latar
Salah satu bahan pakan yang dapat belakang dan rumusan masalah di atas maka
digunakan sebagai substitusi/pengganti pakan telah diadakan suatu penelitian dengan
komplit adalah pollard. Pollard adalah limbah judul Pengaruh Substitusi Pakan Komplit
dari proses penggilingan gandum menjadi Dengan Pollard Terhadap pertumbuhan Ternak
bahan baku terigu. Persentase pollard dari biji Babi Betina Peranakan Landrace Fase
gandum bersama kulit sekitar 25 - 26%. Pertumbuhan Tujuan dari penelitian ini adalah
Pollard merupakan bahan yang populer dan untuk mengetahui pengaruh substitusi pakan
penting sebagai pakan karena palatabilitasnya komplit dengan pollard terhadap pertumbuhan
cukup tinggi. Pollard tidak mengandung zat ternak babi betina peranakan Landrace fase
antinutrisi, tetapi penggunaan pollard perlu pertumbuhan.
dibatasi karena adanya sifat pencahar yang
METODE PENELITIAN
139
Jurnal Nukleus Peternakan (Desember 2017), Volume 4, No. 2:39 – 47 ISSN : 2355-9942
Kandang
Kandang yang digunakan dalam penelitian Metode Penelitian
ini adalah satu unit kandang permanen dengan Penelitian ini menggunakan metode
15 petak individual, berlantai semen, dinding percobaan lapangan yakni uji biologis pada
besi, dan atap seng serta telah dilengkapi babi betina fase grower, dengan Rancangan
dengan tempat pakan dan minum. Tiap petak Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4
individual berukuran panjang 170 cm, lebar 50 perlakuan dengan 3 kelompok sebagai ulangan.
cm, dan tinggi 65 cm. Keempat perlakuan pakan yaitu : R0: 100 %
Pakan Komplit CP 552, R1: 95 % CP 552 + 5
Alat % pollard, R2: 90 % CP 552 + 10 % pollard,
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian R3: 85 % CP 552 + 15 % pollard
ini adalah sebagai berikut: Timbangan elektrik Pemberian pakan berdasarkan kebutuhan
kapasitas 1000 kg (kepekaan 0.5 kg) untuk harian 5% BK dari bobot badan. Komposisi
menimbang ternak, Timbangan pakan merek nutrisi pakan perlakuan seperti tertera dalam
five goats kapasitas 10 kg (kepekaan 100 g) Tabel 3 di bawah ini.
untuk menimbang pakan, Pita ukur untuk
mengukur ukuran linear tubuh ternak babi.
Perlakuan
Zat- zat Nutrisi
R0(1) R1(2) R2(2) R3(2)
Bahan Kering(%) 86,00 87,00 88,00 89,00
Bahan Organik(%) 65,04 65,06 65,06 68,06
Protein Kasar (%) 17,09 17,08 17,07 17,08
Lemak Kasar(%) 5,01 5,00 4,09 4,09
Serat Kasar (%) 7,01 7,01 7,02 7,03
Abu (%) 6,00 6,00 5,00 5,00
Calcium(%) 0,09 0,09 0,08 0,08
Phospor (%) 0,69 0,71 0,76 0,79
Total CHO (%) 63,00 64,02 65,04 66,03
Gross Energi (Kkal/ kg) 4040,09 4077,03 4113,08 4154,03
Keterangan: (1) PT. Charoon Pokphan, 2016. (2)
Hasil Analisis Proksimat Laboratorium Kimia Tanah Fakultas
Pertanian Undana, 2016
140
Tefa et al.: Pengaruh Substitusi Pakan Komplit Dengan Pollard …
141
Jurnal Nukleus Peternakan (Desember 2017), Volume 4, No. 2:39 – 47 ISSN : 2355-9942
Berdasarkan data pada Tabel 4 terlihat perlakuan dengan urutan tertinggi dicapai oleh
bahwa pertambahan berat badan tertinggi yaitu ternak babi percobaan yang mendapatkan
perlakuan R1, 798 gram/ekor/hari kemudian perlakuan R1, R0, R2 dan R3. rataan
diikuti berturut-turut oleh ternak yang pertambahan lingkar dada ternak babi
mendapatkan perlakuan R3, R0 dan R2 yaitu percobaan berkisar antara 0,56 – 0,59 cm/e/h.
774 gram/ekor/hari, 758 gram/ekor/hari dan Untuk semua perlakuan dengan urutan
750 gram/ekor/hari. pertambahan panjang tertinggi dicapai oleh ternak babi yang
badan ternak babi percobaan berkisar antara mendapat perlakuan R1 kemudian diikuti
0,24 - 0,27 cm/e/h masing-masing untuk semua berturut-turut ternak babi percobaan yang
perlakuan dengan urutan tertinggi hingga mendapatkan perlakuan R1, R3 dan yang
terendah, berturut-turut dicapai oleh ternak terendah yaitu R2. Rataan konsumsi ransum
babi percobaan yang mendapat perlakuan R0 untuk semua perlakuan dengan urutan tertinggi
(0,27 cm/ekor/hari), R1 (0,25 cm/ekor/hari), dicapai oleh ternak babi percobaan yang
R3 (0,25 cm/ekor/hari) dan R2 (0,24 mendapatkan perlakuan R0 (3222 g/e/h), R1
cm/ekor/hari). rataan pertambahan tinggi badan (3206 g/e/h) , R3 (2998 g/e/h) dan yang
ternak babi percobaan berkisar antara 0,21- terendah R2 (2781 g/e/h).
0,26 cm/e/h masing – masing untuk semua
143
Jurnal Nukleus Peternakan (Desember 2017), Volume 4, No. 2:39 – 47 ISSN : 2355-9942
lemak disaat ternak babi mendekati kandungan zat-zat nutrisi, tingkat konsumsi,
kedewasaan. Hal ini yang menyebabkan dan kemungkinan daya cerna, dan tingkat
persentase tulang dan daging pada ternak muda absorbsi/daya serap nutrisi (protein, energi,
lebih tinggi dibandingkan dengan persentase mineral Ca dan P serta vitamin) dari ransum
lemaknya. Soeparno (2009) yang menyatakan penelitian yang relatif sama.
bahwa pertumbuhan tulang yang cepat terjadi Diketahui bahwa ternak pada fase
pada fase pertumbuhan awal dan akan pertumbuhan/grower, pertambahan ukuran
mengalami penurunan mulai fase pertumbuhan lingkar dada terjadi karena adanya
sedang atau pada saat ternak mengalami pertambahan ukuran/pertumbuhan jaringan
pubertas. otot, lemak dan tulang (khususnya tulang rusuk
I dan II, tulang dada belakang dan sebagian
Pengaruh Perlakuan Terhadap tulang belakang (Os Vertebrae) ruas I dan II.
Pertambahan Tinggi Badan Untuk pertumbuhan/perkembangan jaringan
Berdasarkan hasil analisis ragam otot dan lemak dibutuhkan terutama protein
menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh dan lemak (energi). Dalam hal ini kadar protein
tidak nyata (P>0,05) terhadap pertambahan dan lemak dan mungkin tingkat penyerapan
tinggi badan atau dengan kata lain bahwa serta pemanfaatannya dari keempat ransum
secara keseluruhan/secara umum dengan perlakuan relatif sama sehingga menghasilkan
penggantian pollard sebanyak 5 - 15 % pertambahan ukuran lingkar dada yang berbeda
menghasilkan pertambahan tinggi badan yang tidak nyata. Pujianti et al ,( 2013) menyatakan
relatif sama. Hal ini karena dipengaruhi oleh bahwa protein dalam ransum dibutuhkan untuk
zat-zat nutrisi, termasuk mineral Ca dan P yang membangun, menjaga, memelihara jaringan
hampir sama dalam ransum penelitian sehingga dan organ tubuh, menyediakan asam-asam
zat - zat nutrisi tersebut yang mendukung amino dan energi serta sumber lemak dalam
pertumbuhan komponen tubuh ternak tubuh selanjutnya menurut Bee (2004) bahwa
(kerangka/tulang) relatif sama. Sesuai pendapat jaringan utama pada tubuh yang mengalami
Whittemore (1993) yang menyatakan bahwa pertumbuhan adalah rangka, otot dan lemak.
pertumbuhan ternak memberi respon yang Untuk pertumbuhan/pertambahan ukuran
relatif sama bila mendapatkan jumlah zat jaringan tulang dibutuhkan suplai mineral
makanan yang relatif sama. terutama Ca dan P, di mana Ca dan P berfungsi
Berdasarkan hasil uji lanjut Jarak untuk pembentukan dan pemeliharaan jaringan
Berganda Duncan, ternyata antar perlakuan R0 tulang. Sama halnya dengan kadar protein dan
Vs R3 dan R1 Vs R3 menghasilkan lemak, kandungan Ca dan P dalam keempat
pertambahan tinggi badan yang berbeda nyata ransum perlakuan adalah relatif sama. Kondisi
(P>0,05). Hal ini berarti penggantian pollard ini akan menghasilkan laju pertumbuhan yang
sampai dengan 10% telah menghasilkan relatif sama pada unit-unit tulang yang terkait
pertambahan tinggi badan semakin kecil pada dengan ukuran lingkar dada.
taraf nyata (P<0,05). Parakkasi (1990) menyatakan bahwa
perkembangan tubuh ternak dipengaruhi oleh
Pengaruh Perlakuan Terhadap tingkat gizi dalam ransum yang dikonsumsi.
Pertambahan Lingkar Dada Dengan demikian dapat dikatakan bahwa
Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa suplai zat-zat nutrisi khususnya yang
perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0.05) dibutuhkan adalah relatif sama untuk
terhadap pertambahan lingkar dada atau pertumbuhan tulang, otot dan lemak sehingga
dengan kata lain dengan penggantian polard menghasilkan pertambahan lingkar dada yang
sebanyak 5% - 15% terhadap pakan komplit berbeda tidak nyata dari ternak babi penelitian.
menghasilkan pertambahan lingkar dada yang Kyriazakis dan Whittemore (2006) yang
relatif sama dari ternak babi penelitian. menyatakan bahwa ketercukupan dan
Pertambahan lingkar dada untuk tiap-tiap kelebihan energi pada ternak babi akan
perlakuan yang relatif sama disebabkan karena disimpan dalam bentuk trigliserida di dalam
144
Tefa et al.: Pengaruh Substitusi Pakan Komplit Dengan Pollard …
otot maupun jaringan lemak yang banyak berbeda tidak nyata. Konsumsi ransum yang
terdapat pada bagian punggung dan paha. berbeda tidak nyata disebabkan oleh
Malheiros et al. (2003) menyatakan bahwa palatabilitas ransum yang hampir sama antar
semakin rendah kandungan protein pakan perlakuan.
maka semakin rendah juga pertumbuhan dan Menurut Frank et al., (1983) menyatakan
konsumsi pakan jika dibandingkan dengan walaupun konsumsi dipengaruhi tingkat energi
kandungan protein yang sedang atau lebih dalam pakan, tetapi keragaman jumlah
tinggi. konsumsi dari hari ke hari juga dapat
dipengaruhi oleh ternak itu sendiri. Noblet dan
Pengaruh Perlakuan Terhadap Konsumsi Le Goff (2001) yang menyatakan bahwa pada
Ransum ransum babi, energi dan serat kasar dapat
Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa dicerna dengan baik dalam ransum sehingga
perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) jumlah konsumsi ransum yang telah
terhadap konsumsi ransum atau dengan kata dikonsumsi telah mencukupi kebutuhan nutrisi
lain dengan penggantian pollard sebanyak 5%- ternak babi. Frank et al (1983) dan Chiba et al
15% terhadap pakan komplit menghasilkan (1991), menyatakan babi pada periode grower
tingkat konsumsi yang relatif sama dari ternak sampai finisher dengan bobot badan 15-110 kg
babi penelitian. Tingkat konsumsi yang relatif diberikan ransum secara adlibitum. Kandungan
sama disebabkan karena jenis bahan pakan dan energi ransum secara umum akan mengontrol
kandungan nutrisi yang relatif sama cenderung jumlah konsumsi. Dewi dan Setiohadi (2010)
akan menghasilkan palatabilitas yang sama menyatakan bahwa pakan yang mempunyai
sehingga berdampak pada konsumsi juga kandungan nutrien yang relatif sama maka
relatif sama. Hal ini sesuai pendapat Zain konsumsi pakannya juga relatif sama. faktor
(1999) bahwa tingkat konsumsi ransum yang berpengaruh terhadap konsumsi pakan
mempengaruhi kecernaan, sehingga konsumsi adalah palatabilitas ransum, temperatur,
ransum yang berbeda tidak nyata antar kelembaban, kesehatan ternak, genetik,
perlakuan juga menyebabkan kecernaan yang pengolahan pakan danketersediaan air.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam panjang badan dan lingkar dada) babi betina
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara Peranakan Landrace fase pertumbuhan.
umum substitusi pollard dari level 5%-15% Sedangkan terhadap tinggi badan nyata
terhadap ransum komplit berpengaruh tidak semakin kecil pada penggantian 10-15%
nyata terhadap konsumsi ransum dan pollard.
pertumbuhan (pertambahan bobot badan,
DAFTAR PUSTAKA
Bee G. 2004. Effect of early gestation feeding, Untuk Pakan Puyuh (Coturnix-coturnix
birth weigth and gender of progeny on japonica) Jantan. Jurnal Agri Sains. Vol.1.
muscle fiber characteristics of pig at No. 8 Maret 2010. Hal 1 – 6.
slaughter. J. of Anim. Sci, 82(3): 826:836. Edey TN. 1983. Growth Principles and Patter
Chiba LI, Lewis AJ, Peo ER. 1991. Amino Tropical sheep and Goat Production.
acid and energy interrelationships in pigs AUIDP Canbera.
weighing 20 to 50 kilograms: I. Rate and Frank GRF, Aherne X, Jensen AH. 1983. A
efficiency of weight gain. J. of Anim. Sci. study of thpe relationship between
69:694–707 performance and dietary component
Dewi SHC, Setiohadi J. 2010. Pemanfaatan digestibilities by swine fed different levels
Tepung Pupa Ulat Sutera (Bombyx mori) of dietary fiber. J. Anim. Sci. 57:645–654
145
Jurnal Nukleus Peternakan (Desember 2017), Volume 4, No. 2:39 – 47 ISSN : 2355-9942
Gaspersz V. 1991. Metode dan Rancangan pigs. J Anim. Feed Sci. Technol. 90: 35-52.
Percobaan. Americo Bandung. Parakkasi A. 1990. Ilmu Nutrisi dan Makanan
Hartadi SS, Reksodihadiprodjo S, Tillman AD. Ternak Monogastrik. Edisi I. Fapet IPB,
1997. Tabel Komposisi Pakan Ternak Bogor.
untuk Indonesia, [Link], Yogyakatra. Pujianti AN, Jaelani A, Widaningsih N. 2013.
Kyriazakis I, Whittemor CT. 2006. Addiction by curcuma meal(Curcuma
Conclusion. in: Kyriazakis, I. and C.T. domistica) In Ration To Protein And Dry
Whittemore. rd ed. Whittemore’s Mater Digestability On Broiler. Jurusan
Science and Practice of Pig Production. Peternakan Fakultas Pertanian Universitas
Blackwell Publishing Ltd. Oxford, UK. Islam Kalimantan Muhamad Arsyad Al
645-658. Banjary Banjarmasin. Jurnal peternakan,
Len NT, Lindberg JE, Ogle B. 2008. Effect of Vol. 36 Februari 2013 Halaman 49-59
dietary fiber level on the performance and ISSN 1412-1468.
carcass traits of mong cai, F1 crossbred Rumerung SN. 2015. Efek penggunaan
(Mong cai x Yorkshire) and Landrace x konsentrat pabrikan dan buatan sendiri
Yorkshire pigs. Asian-Aust. J. Anim. Sci. dalam ransum babi starter terhadap
21(2):245-251. efisiensi penggunaan ransum. Jurnal
Malheiros RD, Moraes MB,Collin A, Janssens Zootek, 35(2) : 295-301.
PJ, Decuypere E, Buyse J. 2003. Dietary Sinaga S. 2000. Pengaruh Pemberian Ransum
Macronutrients, Endocrine Functioning Yang Mengandung Aditif Tepung Kunyit
and Intermediary Metabolism in Broiler pada Babi Pertumbuhan. Bandung: Fapet,
Chickens. J. Nutr. Res., 23 : 567 – 578. Unpad.
Merchen NR, Titgemeyer EC. Whittemore C. 1993. The Science Of Pig
1992. Manipulation of amino acid supply Production. Longman Scientific and
to the growing pig. J. Anim. Sci. 70: 3238 Technical. England.
– 3247. Zain M. 1999. Pengaruh taraf bungkil biji
Mungate F, Dzama K, Mandisodza K, Shoniwa kapok dalam ransum kambing perah
A. 1999. Some Non-Genetic Factors laktasi terhadap kecernaan dan
Affecting Commercial Pig Production In karakteristik kondisi rumen. Jurnal
Zimbabwe. South Africa Journal Animal Peternakan dan Lingkungan. 5:32-34.
Science 29: 164-173. Universitas Padjadjaran Press. Bandung
Noblet JG, Goff LE. 2001. Effect of dietary
fibre on the energy value of feeds for
146