0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
85 tayangan6 halaman

Daya Hidup Spermatozoa Sapi Limousin dengan Sari Kedelai

Diunggah oleh

Ardiansah Arfan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
85 tayangan6 halaman

Daya Hidup Spermatozoa Sapi Limousin dengan Sari Kedelai

Diunggah oleh

Ardiansah Arfan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

CORE Metadata, citation and similar papers at [Link].

uk
Provided by Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

p-ISSN: 2406-7489Coester et al./Jurnal


e-ISSN: 2406-9337 Ilmu dan Teknologi Peternakan
Jurnal IlmuTropis 6(2):175-180
dan Teknologi Peternakan Tropis,
Mei 2019, 6(2):175-180
Terakreditasi
Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti DOI: [Link]
Keputusan No: 21/E/KPT/2018, Tanggal 9 Juli 2018 [Link]

Daya Hidup Spermatozoa Sapi Limousin yang Dipreservasi dengan Pengencer


Tris dan Berbagai Konsentrasi Sari Kedelai
Jacky Setiofan Coester, Abrani Sulaiman, Muhammad Rizal*
Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat
Jl. Jenderal Ahmad Yani Km. 36 Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714
*Email korespondensi: mrizal@[Link]
(diterima: 28-03-2019; disetujui 15-04-2019)

ABSTRAK
digunakan sebagai salah satu bahan pengencer semen pengganti kuning telur ayam. Penelitian ini
bertujuan untuk menguji pengaruh sari kedelai dalam pengencer Tris terhadap motilitas dan daya hidup
spermatozoa sapi limousin yang dipreservasi pada suhu 5 oC. Semen ditampung dengan vagina buatan.
Semen segar yang memenuhisyarat dibagi kedalam empat buah tabung reaksi yang masing-masing berisi
pengencer perlakuan, yakni: 80% pengencer dasar Tris + 20% kuning telur (Tris), 97% pengencer dasar
Tris + 3% sari kedelai (SK3), 95% pengencer dasar Tris + 5% sari kedelai (SK5), dan 93% pengencer
dasar Tris + 7% sari kedelai (SK7). Semen yang telah diencerkan disimpan di dalam refrigerator pada
suhu 5oC, dan dievaluasi motilitas dan viabilitas spermatozoa setiap hari hingga hari kelima. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa motilitas dan viabilitas spermatozoa di dalam pengencer Tris nyata
(P<0,05) lebih tinggi dibandingkan dengan spermatozoa di dalam pengencer SK3, SK5, dan SK7 selama
empat hari penyimpanan. Berdasarkaan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengencer Tris-kuning
telur lebih baik dalam mempertahankan motilitas dan daya hidup spermatozoa sapi limousin dibandingkan
dengan pengencer Tris-sari kedelai yang dipreservasi pada suhu 5°C. Pengencer Tris dengan konsentrasi
3% sari kedelai lebih baik dibandingkan dengan konsentrasi 5% dan 7%.
Kata Kunci : sapi limousine, sari kedelai, semen, tris

ABSTRACT
Soybean contains anlecithin (phosphatidyl choline), that has the potential to be used as substitute
for chicken egg yolk as one of the semen extender compound. The aim of this research was to examine the
effect of soybean juice in Tris extender on the motility and viability of Limousin cattle spermatozoa
preserved at 5oC. Semen was collected using artificial vagina. Fresh semen was divided into four tubes
containing a treatment extender, i.e. 80% Tris base extender + 20 egg yolk (Tris), 97% Tris-based
extender + 3% soybean juice (SJ3), 95% Tris-based extender + 5% soybean juice (SJ5), 93% Tris-based
extender + 7% soybean juice (SJ7), respectively. Diluted-semen was preserved in refrigerator at 5oC, and
evaluation of spermatozoa motility and viability were conducted on daily basis up to five days. The result
showed that percentages of motility and viability of spermatozoa in Tris-yolk extender were significantly
(P<0.05) higher than spermatozoa in SJ3, SJ5, and SJ7extenders during four days of storage. In
conclusion, Tris-yolk extender is better than Tris-soybean juice in maintaining the spermatozoa motility
and viability of Limousin cattle preserved at 5°C. Tris extender containing 3% soybean juice is better than
5% and 7%.
Keywords: limousin cattle, semen, soybean juice, tris

175
Coester et al./Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis 6(2):175-180

PENDAHULUAN terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa


sapi Limousin yang dipreservasi pada suhu 5 oC.
Salah satu usaha untuk meningkatkan
kualitas genetik dan produktivitas sapi lokal adalah MATERI DAN METODE
melalui penerapan bioteknologi reproduksi
inseminasi buatan (IB) menggunakan sapi yang Koleksi dan Preservasi Semen
mempunyai kualitas genetik unggul, diantaranya Semen sapi limousin ditampung dengan
sapi limousin. Berhasilnya program IB pada ternak vagina buatan di Balai Inseminasi Buatan (BIB)
tidak hanya ditentukan oleh kualitas semen yang Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru. Semen
diejakulasikan pejantan, tetapi juga bergantung segar dievaluasi kualitasnya meliputi: volume
pada kesanggupan untuk mempertahankan kualitas semen serta konsentrasi, motilitas, hidup, dan
dan memperbanyak volume semen tersebut untuk abnormalitas [Link] dan evaluasi
beberapa saat lebih lama setelah ejakulasi sehingga spermatozoa selama penyimpanan dilakukan di
lebih banyak betina akseptor yang akan Laboratorium Produksi Ternak, Program Studi
diinseminasi (Susilawatiet al., 1999). Peternakan, Universitas Lambung Mangkurat,
Banjarbaru.
Usaha untuk mempertahankan kualitas
Semen segar dibagi ke dalam empat buah
semen dan memperbanyak volume sebuah
tabung reaksi yang masing-masing berisi
ejakulasi pejantan unggul adalah melakukan
pengencer perlakuan, yakni: 80% pengencer dasar
pengenceran semen dengan beberapa jenis bahan
Tris + 20% kuning telurayam ras (Tris), 97%
[Link] yang digunakan sebagai
pengencer dasarTris + 3% sari kedelai (SK3), 95%
pengencer semen harus memenuhi beberapa
pengencer dasarTris + 5% sari kedelai (SK5), dan
persyaratanseperti: memiliki sumber energi,
93% pengencer dasar Tris + 7% sari kedelai
penyangga, tidak toksik, mencegah kerusakan pada
(SK7).Seluruh tabung reaksi dimasukkan ke dalam
spermatozoa saat preservasi, dan tidak menurunkan
gelas piala berisi air bersih dan disimpan di dalam
daya fertilitas spermatozoa(Futino et al. 2010).
refrigerator pada suhu 5º[Link] spermatozoa
Salah satu bahan pengencer yang umum
meliputi spermatozoa motil dan hidup masing-
digunakan untuk pengenceran semen ternak adalah
masing perlakuan dievaluasi setiap hari hingga
kuning telur ayam. Fosfatidil kolin (lesitin) dan spermatozoa motil mencapai minimum 40% (SNI
kolesterol yang terkandung di dalam kuning telur 4869.1:2017).
ayam menjadi alasam utama pemanfaatan kuning
telur tersebut sebagai salah satu bahan pengencer Variabel yang Dievaluasi
semen. Menurut Park & Graham (1992) lesitin Variabel kualitas spermatozoa yang
berfungsi melindungi spermatozoa dari kerusakan dievaluasi selama preservasi adalah persentase
akibat preservasi semen pada suhu dingin, seperti spermatozoa motil dan persentase spermatozoa
5oC pada preservasi semen cair dan -196°C pada [Link] motilitas spermatozoa dievaluasi
kriopreservasi. Namun, kuning telur memiliki secara subyektif berdasarkan petunjuk Rasul et al.
risiko karena kontaminasi mikroorganisme (Amirat (2001). Evaluasi spermatozoa hidup dilakukan
et al., 2004). Froning (1998) melaporkan bahwa dengan metode pewarnaan diferensial
telur ayam ras mengandung Salmonella menggunakan pewarna eosin-nigrosin (Felipe-
Perez et al., 2008).
typhimurium sebanyak rata-rata 67,09 CFU/ml.
Kacang kedelai juga mengandung lesitin Rancangan Percobaan dan Analisis Data
yang dapat melindungi spermatozoa dari pengaruh Rancangan percobaan yang digunakan
buruk kejutan dingin (cold shock), dan tidak rentan dalam penelitian ini adalah rancangan acak
terkontaminasi mikroorganisme (Thun et al., 2002; lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan enam
Ogbuewu et al., 2010), sehingga sari kedelai kali [Link] yang dikumpulkan dianalisis
berpotensi sebagai pengganti kuning telur ayam menggunakan analisis ragam dan perbedaan
dalam proses preservasi dan kriopreservasi antarperlakuan diuji dengan uji bedanyata terkecil
[Link] ini bertujuan untuk menguji (BNT).Alat analisis ini tersedia di dalam
pengaruh sari kedelai dalam pengencer Tris programSAS statistical software (SAS 9.1, 2001).

176
Coester et al./Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis 6(2):175-180

HASIL DAN PEMBAHASAN Persentase spermatozoa hidup semen segar


sapi limousin pada penelitian ini rata-rata 84%.
Karakteristik Semen Segar Sap Limousin Hasil pada penelitian ini tidak berbeda dengan
Hasil pengamatan didapatkan nilai rataan yang dilaporkan oleh Arifiantini et al. (2005)
karakteristik semen segar sapi limousin yakni: bahwa persentase spermatozoa hidup semen segar
volume semen sebanyak 5,75 ml, konsentrasi sapi adalah 83,38-88,94%. Wiratri et al. (2014)
spermatozoa 1.464 juta/ml, persentase spermatozoa melaporkan persentase spermatozoa hidup sapi
motil 75%, dan persentase spermatozoa hidup 84% limousin yang lebih rendah, yakni rata-rata 78,3%.
(Tabel 1). Berdasarkan hasil tersebut, dapat Persentase spermatozoa abnormal sapi
disimpulkan bahwa semen segar sapi limousin limousin pada penelitian ini yaitu sebesar rata-rata
tersebut memenuhi syarat untuk diproses menjadi 5%. Persentase spermatozoa abnormal sapi
semen cair atau semen beku. limousin rata-rata 10,4% (Nugroho et al., 2014)
dan 8,54% (Wiratri et al., 2014).
Tabel 1. Karakteristik semen segar sapi limousin
Unsur Rataan ± SD Kualitas Spermatozoa selama Preservasi
Volume (ml) 5,75 ± 0,65 Berdasarkan hasil penelitian selama empat
Konsentrasi spermatozoa (juta/ml) 1.464,00 ± 240,19 hari preservasi, persentase spermatozoa motil dan
Spermatozoa motil (%) 75,00 ± 0,00 hidup secara keseluruhan mengalami penurunan
Spermatozoa hidup (%) 84,00 ± 0,89 mulai dari hari kedua hingga kelima (Tabel 2 dan
Spermatozoa abnormal (%) 5,38 ± 0,55 Tabel 3). Persentase spermatozoa motil dan hidup
Pada penelitian ini volume semen sapi perlakuan Tris (kontrol) lebih tinggi dibandingkan
limousin berada pada kisaran yang normal. dengan perlakuan SK3, SK5, dan SK7. Hal ini
Volume semen hasil penelitian ini lebih rendah diduga karena kandungan lesitin yang terdapat di
dibandingkan volume semen sapi limousin hasil dalam kuning telur ayam lebih banyak
penelitian Rahmawati et al. (2015) sebanyak rata- dibandingkan dengan yang terkandung di dalam
rata 6,73 ml dan Wiratri et al.(2014) sebanyak rata- sari kedelai. Dong et al. (2006) melaporkan bahwa
rata 6,75 ml. Namun demikian, ada beberapa hasil kandungan lesitin di dalam kuning telur ayam
penelitian yang melaporkan volume semen lebih sebanyak 77%, sementara di dalam kedelai
rendah daripada hasil penelitian ini antara lain 3,2- sebanyak 18% (Wu & Wang, 2003) atau sebanyak
7,3 ml (Sumeidiana et al., 2007; Hartanti et al., 17,5-23% (Aku et al., 2007). Kandungan lesitin
2012) dan 4-8 ml (Arifiantini, 2012). yang lebih banyak pada kuning telur ayam,
Konsentrasi spermatozoa sapi limousin yang menyebabkan kemampuannya dalam melindungi
diperoleh pada penelitian ini menunjukkan hasil spermatozoa dari kerusakan selama preservasi pada
yang cukup baik yaitu sebesar 1.464 juta/ml. suhu dingin lebih baik dibandingkan dengan sari
Wiratri et al. (2014) melaporkan konsentrasi kedelai, sehingga berpengaruh positif terhadap
spermatozoa limousin rata-rata 1.144,25 juta/ml. motilitas dan daya hidup spermatozoa. Hasil yang
Konsentrasi spermatozoa sapi sebanyak 1.000- berbeda dilaporkan oleh Forouzanfar et al. (2010)
1.800 juta/ml (Sumeidianaet et al., 2007; bahwa bahan pengencer yang mengandung 1%
Susilawati, 2013) dan 800-2.000 juta/ml (Garner & kedelai lebih baik dalam mempertahankan
Hafez, 2000). motilitas dan viabilitas spermatozoa domba
Persentase spermatozoa motil semen segar dibandingkan dengan bahan pengencer yang
sapi limousin pada penelitian ini rata-rata 75%. mengandung 20% kuning telur ayam.
Hasil yang diperoleh sama dengan yang dilaporkan Fosfolipid berupa lesitin (fosfatidil kolin)
oleh Komariah et al. (2013) bahwa persentase yang terkandung di dalam kuning telur ayam atau
spermatozoa motil sapi limousin rata-rata 75,3%. sari kedelai berperan penting dalam melindungi
Persentase spermatozoa motil pada penelitian ini membrane plasma sel spermatozoa selama proses
lebih tinggi dibandingkan dengan yang dilaporkan penyimpanan pada suhu rendah. Senyawa lesitin
oleh Muada et al. (2017) yang mendapatkan tersebut bersifat membran coating untuk
persentase spermatozoa motil semen segar sapi mempertahankan konfigurasi normal fosfolipid
limousin rata-rata 59,29%. bilayer yang merupakan susunan utama membran
plasma sel spermatozoa. Rizal & Herdis (2008)

177
Coester et al./Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis 6(2):175-180

Tabel 2. Rataan spermatozoa motil sapi limousin selama preservasi


Presevasi hari ke-
Perlakuan
1 2 3 4 5
Tris 75,00 ± 0,00 64,00 ± 1,79a 52,67 ± 0,82a 44,00 ± 1,67a 33,00 ± 2,37a
SK3 75,00 ± 0,00 62,00 ± 1,67b 51,00 ± 0,98b 42,00 ± 1,41b 30,00 ± 2,28b
c c
SK5 75,00 ± 0,00 60,00 ± 1,26 49,00 ± 1,79 40,00 ± 1,79c 28,67 ± 1,86b
d d
SK7 75,00 ± 0,00 58,00 ± 1,67 47,17 ± 1,72 39,00 ± 1,41c 25,00 ± 1,41c
abcd
Superskrip dalam kolom yang sama menunjukan berbeda nyata (P<0,05)
Tris: 80% pengencer dasar tris + 20% kuning telur ayam ras
SK3: 97% pengencer dasar tris + 3% sari kedelai
SK5: 95% pengencer dasar tris + 5% sari kedelai
SK7: 93% pengencer dasar tris + 7% sari kedelai.
Tabel 3. Rataan spermatozoa hidup sapi limousin selama preservasi
Presevasi hari ke-
Perlakuan
1 2 3 4 5
Tris 84,00 ± 0,89 79,50 ± 1,05a 72,67 ± 1,75a 60,00 ± 1,55a 44,67 ± 1,75a
SK3 84,00 ± 0,89 78,83 ± 1,17a 70,50 ± 2,17ab 57,67 ± 2,16a 41,67 ± 2,16b
a bc
SK5 84,00 ± 0,89 78,67 ± 1,75 68,50 ± 2,43 54,33 ± 2,50b 38,00 ± 1,41c
b c
SK7 84,00 ± 0,89 76,33 ± 1,63 67,50 ± 2,07 47,83 ± 1,47c 35,83 ± 1,17c
abcd
Superskrip dalam kolom yang sama menunjukan berbeda nyata (P<0,05)
Tris: 80% pengencer dasar tris + 20% kuning telur ayam ras
SK3: 97% pengencer dasar tris + 3% sari kedelai
SK5: 95% pengencer dasar tris + 5% sari kedelai
SK7: 93% pengencer dasar tris + 7% sari kedelai.
menyatakan bahwa lesitin merupakan asam lemak penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kedelai
yang dominan menyusun membran plasma sel yang optimal untuk kriopreservasi semen kambing
spermatozoa. Semakin tinggi kandungan lesitin di adalah 1,5% (Salmani et al., 2014), 1,25% untuk
dalam pengencer semen, semakin besar kriopreservasi semen kuda (Nouri et al., 2013), 1%
kemungkinan mencegah terjadinya kerusakan untuk kriopreservasi semen kucing (Vick et al.,
spermatozoa akibat pengaruh buruk kejutan dingin 2010),0,8% untuk preservasi semen anjing
(cold shock) selama preservasi, yang dapat (Kmenta et al., 2011), serta 2,5% dan 3,75% untuk
menyebabkan kematian spermatozoa. Hal ini preservasi semen kambing peranakan etawa (Putra,
sesuai dengan pendapat Sugiarto et al. (2014) 2012).
bahwa persentase hidup spermatozoa bergantung
Pada hari keempat preservasi, perlakuan Tris
pada keutuhan membran plasma sel spermatozoa.
menunjukkan persentase spermatozoa motil paling
Kerusakan membran plasma sel spermatozoa akan
tinggi sebanyak rata-rata 44%, nyata (P<0,05)
menyebabkan terganggunya proses metabolisme
lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan
intraseluler, sehingga berakibat pada kematian
SK3(42%), SK5(40%), dan SK7(39%).
spermatozoa. Berdasarkan data persentase spermatozoa motil
Hasil penelitian diperoleh bahwa semakin
tersebut diperoleh bahwa perlakuan Tris, SK3, dan
tinggi konsentrasi penambahan sari kedelai SK5 masih mampu mempertahankan motilitas
semakin rendah angka motilitas dan daya hidup spermatozoa sapi limousin ≥40% hingga hari
spermatozoa selama empat hari preservasi. Hal ini keempat preservasi (selama tiga hari), sedangkan
diduga karena penambahan sari kedelai dalam perlakuan SK7 hanya mampu bertahan hingga hari
jumlah yang banyak akan menyebabkan ketiga preservasi (selama dua hari). Berdasarkan
meningkatnya tekanan osmotik pengencer, yang SNI 4869.1-2008 ditetapkan bahwa semen yang
mungkin kurang mampu diadaptasi dengan baik memenuhi syarat digunakan dalam program IB
oleh spermatozoa sehingga berdampak negatif harus memiliki motilitas minimum 40% (Standar
terhadap kualitas spermatozoa. Hasil beberapa Nasional Indonesia, 2008).

178
Coester et al./Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis 6(2):175-180

KESIMPULAN Froning, G.W. 1998. Recent advances in egg


products research and development.
Berdasarkaan hasil penelitian dapat
Presented at the University of California Egg
disimpulkan bahwa pengencer Tris kuning telur
Processing Workshop. Riverside and
lebih baik dalam mempertahankan motilitas dan Modesto, June 2-3, 1998.
daya hidup spermatozoa sapi limousin
dibandingkan dengan pengencer Tris sari kedelai Futino, D., M. Mendes, W. Matos, R. Mondadori,
yang dipreservasi pada suhu 5°C. Pengencer Tris & C. Lucci. 2010. Glycerol, methyl-
dengan konsentrasi 3% sari kedelai lebih baik formamide and dimethyl-formamidein
dibandingkan dengan konsentrasi 5% dan 7%. canine semen cryopreservation.
Reproduction in Domestic Animals 45:214-
DAFTAR PUSTAKA 220.

Aku, A.S., N. Sandiah, P.D. Sadsoeitoeboen, M. Garner, D.L. & E.S.E. Hafez. 2000. Spermatozoa
Rizal, & Herdis. 2007. Manfaat lesitin nabati and plasma semen. In: Reproduction in Farm
pada preservasi dan kriopreservasi semen: Animals. E.S.E. Haafez and B. Hafez (eds).
suatu kajian pustaka. Animal Production 7th Ed. Lippincott & [Link],
9:49-52. Marryland, USA. Pp. 82-95.

Amirat, L., D. Tainturier, L. Jeanneau, C. Thorin, Hartanti, D., E.T. Setiatin, & Sutopo. 2012.
O. Gerard, & J.L. Courtens. 2004. Bull Perbandingan penggunaan pengencer semen
semen in vitro fertility after cryopreservation sitrat kuning telur terhadap persentase daya
using egg yolk LDL: a comparison with hidup spermatozoa sapi Jawa Brebes.
optidyl, a commercial egg yolk extender. Animal Agriculture Journal 1:33-42.
Theriogenology 61:895-907. Kmenta, I., C. Strohmayer, F.M. Schlosser, & S.S.
Arifiantini, R.I., T.L. Yusuf, & D. Yanti. 2005. Somi. 2011. Effects of a lecithin and
Kaji banding kualitas semen beku sapi catalase containing semen extenderand a
Friesian Holstein menggunakan pengencer second dilution with different enhancing
dari berbagai Balai Inseminasi Buatan di buffers on the quality of cold-stored canine
[Link] Production 7:168-176. spermatozoa. Theriogenology 75:1095-1103.

Arifiantini, R.I. 2012. Teknik Koleksi dan Evaluasi Komariah, R.I. Arifiantini & F.W. Nugraha. 2013.
Semen pada Hewan. IPB Press, Bogor. Kaji banding kualitas spermatozoa sapi
simmental, limousin, dan friesian holstein
Dong, U.A., H.L. Sang, S. Haribabu, J.L. Eun, & terhadap proses pembekuan. Buletin
C.K. Jae. 2006. Sequential separation of Peternakan 37:143-147.
main component from chicken egg yolk.
Food Science Biotechnology 12:189-195. Mauda, D.B., U. Paputungan, M.N. Hendrik, &
S.H. Tarungan. 2017. Karakteristik semen
Felipe-Perez, Y.E., M.L. Juarez-Mosqueda, E.O. segar sapi bangsa limousin dan simental di
Hernandez-Gonzalez, & J.J. Valencia. 2008. Balai Inseminasi Buatan Lembang. Jurnal
Viability of fresh and frozen bull sperm Zootek 37:360-369.
compared by two staining techniques. Acta
Veterinary Brasilia 2:123-130. Nouri, H., A. Towhidi, M. Zhandi, & R. Sadeghi.
2013. The effects of centrifuged egg yolk
Forouzanfar, M., M. Sharafi, S.M. Hosseini, S. used with INRA plus soybean lecithin
Ostadhosseini, [Link], L. Hosseini, P. extender on semen quality to freeze
Abedi, N. Nili, H.R. Rahmani, & [Link]- miniature Caspian horse semen. Journal of
Esfahani. 2010. In vitro comparison of egg Equine Veterinary Science 33:1050-1053.
yolk-basedand soybean lecithin-based
extenders for cryopreservation ofram semen. Nugroho, Y., T. Susilawati, & S. Wahjuningsih.
Theriogenology 73:480-487. 2014. Kualitas semen sapi limousin selama
pendinginan menggunakan pengencer CEP-
2 dengan penambahan berbagai konsentrasi

179
Coester et al./Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis 6(2):175-180

kuning telur dan sari buah jambu biji Standar Nasional Indonesia. 2008. Semen Beku
(Psidium guajava). Jurnal Ternak Tropika Sapi (SNI 4869.1-2008). Badan
15:31-42. Standardisasi Nasional, Jakarta.
Ogbuewu, I.P., N.O. Aladi, I.F. Etuk, M.N. Opara, Sugiarto, N., T. Susilawati, & S. Wahjuningsih.
M.C. Uchegbu, I.C. Okoli, & M.U. Iloeje. 2014. Kualitas semen cair sapi limousin
2010. Relevance of oxygen free radicals and selama pendinginan menggunakan
antioxidants in sperm production and pengencer CEP-2 dengan penambahan
function. Research Journal of Veterinary berbagai konsentrasi sari kedelai. Jurnal
Science 3:138-164. Ternak Tropika 15:51-57.
Park, J.E. & J.K. Graham. 1992. Effects of Sumeidiana, I., S. Wuwuh & E. Mawarti. 2007.
cryopreservation procedures on sperm Volume dan konsentrasi spermatozoa sapi
membranes. Theriogenology 30:209-22. simental, limousin, dan brahman di Balai
Inseminasi Buatan Ungaran. Journal of the
Putra, A. [Link] Tris Sari Kedelai
Indonesian Tropical Animal Agriculture
Sebagai BahanPengencer Semen Cair
32:131-137.
Kambing Peranakan Etawah. Tesis. Institut
Pertanian Bogor, Bogor. Susilawati, T., S.B. Sumitro, S. Hardjopranjoto,
M.S. Djati & G. Ciptadi. 1999. Kaji banding
Rahmawati, M.A., T. Susilawati, & M.N. Ihsan.
antara pengencer Tris dengan TCM-199
2015. Kualitas semen dan produksi semen
dalam upaya pembekuan semen sapi hasil
beku pada sapi dan bulan penampungan
penyaringan sephadex G-200. Media
yang berbeda. Jurnal Ilmu-ilmu Peternakan
Veteriner 6:9-13.
25:25-36.
Susilawati, T. 2013. Pedoman Inseminasi Buatan
Rasul, Z., N. Ahmad, & M. Anzar. 2001. Changes
pada Ternak. Universitas Brawijaya Press.
in motion characteristics, plasma membrane
Malang.
integrity and acrosome morphology during
cryopreservation of buffalo spermatozoa. Thun, R., M. Hurtado, & F. Jane. 2002.
Journal of Androlology 22:278-283. Comparison of Biochipos-Plus® and tris egg
yolk extender for cryopreservation of bull
Rizal, M. & Herdis. 2008. Inseminasi Buatan pada
semen. Theriogenology 57:1087-1094.
Domba. Rineka Cipta, Jakarta.
Toelihere, M.R. 1993. Inseminasi Buatan pada
Salmani, H., A. Towhidi, M. Zhandi, M. Bahreini
Ternak. Angkasa, Bandung.
& M. Sharaf. 2014. In vitro assessment of
soybean lecithin and egg yolk based diluents Wiratri, V.D.B., T. Susilawati & S. Wahjuningsih.
for cryopreservation of goat semen. 2014. Kualitas semen sapi limousin pada
Cryobiology 68:276-280. pengencer yang berbeda selama
pendinginan. Jurnal Ternak Tropika 15:13-
SAS Institute. 2001. SAS state software: Changes
20.
and enhancement through release 9.1. SAS
institute Inc., Cary, NC. Wu, Y. & T. Wang. 2003. Soybean lecithin
fractionation and functionality. Journal of
the American Oil Chemists’ Society 80:319-
326.

180

Anda mungkin juga menyukai