0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
211 tayangan3 halaman

Oelirai Asli

Diunggah oleh

yubel
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
211 tayangan3 halaman

Oelirai Asli

Diunggah oleh

yubel
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Hlm.

Teks Bahasa Daerah Teks Bahasa Indonesia Deskripsi Ilustrasi


1 Unu, uisfes aona gagah perkasa. Dahulu kala, hiduplah seorang Seorang lelaki berbadan kekar,
Kanna Usi Liurai. In noko raja yang gagah perkasa dan bersorot mata tajam, kulit
bijaksana. Namanya Raja Liurai. coklat, mengenakan kain adat
Sang Raja berasal dari pantai Malaka.
selatan Pulau Timor, tepatnya di
Betun, yang sekarang merupakan
ibu kota Kabupaten Malaka.

2 Usi Liurai ntoam menas. Niamna, Suatu ketika Raja Liurai jatuh Lelaki perkasa duduk sambil
haena, nok aona napap. Neo le nan, in sakit. Tangan, kaki, serta bagian mengamati borok di tangan dan
han nao naim atoen ahinat ha tubuhnya dipenuhi borok. Oleh kakinya. Wajahnya kelihatan
namal’lo. karena itu, ia memutuskan untuk sedih.
berkelana mencari tabib yang
bisa menyembuhkannya.

3 Usi Liurai kanahianfa ha naim neo me. Namun Raja Liurai tidak tahu Lelaki perkasa berjalan
In naon bakalnok, ntam natuin nas’si, harus ke mana untuk mencari menelusuri hutan dan sungai. Di
suis ntam no noela. Bin lalna tnan’a tabib yang dapat sesi lain, dia sedang duduk dan
inan tuap, namaof, naim nahat nabal menyembuhkannya. Ia berjalan makan buah-buahan.
nassi. tanpa kawan dan tanpa arah,
melewati hutan belentara dan
sungai yang dalam. Ia juga
beristirahat dan mencari makan
di hutan.
4 Usi Liurai nao nok un tala ntea bale Ia terus melanjutkan Seorang lelaki menatap ke arah
mese rata dan subur. Kanna Teut Besi. perjalanannya hingga tiba di hamparan tanah yang rata dan
Bin nae mui oe mat es nameo seke. suatu daerah yang subur dan luas. Di sana tumbuh banyak
Niat oe mata nan, Usi liurai kan sutaifa rata. Daerah itu bernama Teut pohon. Ada pun sebuah kolam
ha niun. Oelah segar. Besi. Di Teut Besi terdapat alami yang jernih. Beberapa
sumber air yang sangat jernih. pohon tua tumbuh di sekitarnya.
Kejernihannya membuat Raja
Liurai tidak sabar untuk
meminumnya. Airnya begitu
menyegarkan ketika diminum.
5 Usi Liurai npaek oe nan han faes in Raja juga sempat menggunakan Sesorang lelaki duduk di tepi
pap ina. Ajaib, pap ina naskeket air tersebut untuk mencuci kolam. Ia minum dan mencuci
nalekon. In langsung nfaes pap ina tangan dan kakinya. borok di tubuhnya dengan air
oke. In malilan fin neole ao mina ma Ajaib! Borok yang ada di kaki dan kolam itu.
au leko. Inam set ka napniakfa han tanganya tiba-tiba sembuh Ada efek borok yang seketika
pules Usi Neno neole setelah terkena air itu. Ia pun mengelupas saat terkena air.
segera mencuci semua borok
yang ada di tubuhnya. Ia sangat
bahagia atas mujizat yang
dialaminya ini. Ia juga tidak lupa
mengucap syukur kepada Tuhan
atas semuanya itu.
6 Usi Liurai fen natua nabal Teot Besi. Raja Liurai masih tinggal di Teut Lelaki perkasa mengenakan kain
Oras nan, in niat atone nu nanao Besi beberapa hari lamanya. Saat adat Malaka dengan raut wajah
paomak nan. Atoen in nan kankina itu, ia melihat dua orang lelaki berseri berjalan mendekati dua
Bibi Mau Molo nok Kofi Banu. Usi tua yang berjalan di dekat situ. orang lelaki yang mengenakan
Liurai nao naeoksin. Sin nuasin niat Dua lelaki tua itu ialah Bini Mau kain adat Insana.
nan Usi Liurai nahian nain nak atone i Molo dan Kofi Bano. Raja Liurai
uisfa. pun pergi mendekati mereka
berdua. Bini Mau Molo dan Kofi
Banu langsung merasakan aura
pemimpin dan karisma seorang
raja ketika melihat Raja Liurai.
7 Usi Liurai natoan sin in kanna. In Raja langsung memperkenalkan Tiga orang lelaki sedang
namolok, “Naijan ini lof u dirinya dan asal-usulnya. Dia juga bercakap-cakap. Seseorang
berpesan, katanya,”Tempat ini mengenakan kain adat Malaka,
adalah tempat persinggahanku sedangkan 2 lainnya
sekaligus menjadi tempat mengenakan kain adat Insana.
bersejarah bagiku. Aku menjadi
sembuh di tempat ini yang
membuatku sangat bersyukur.
Kiranya tempat ini, terutama
sumber air yang
menyembuhkanku juga
memberikan kesejahteraan
kepada kalian yang mendiami
tempat ini. Jika saat musim
tanam tiba dan curah hujan
masih kurang, datanglah ke
tempat ini dengan membawa
kurban ayam hitam betina yang
sedang mengeram”. Bini Mau
Molo dan Kofi Bano mengiakan
pesan Sang Raja.
8 Namolok nalail, Usi Liurai fain neo Setelah itu, Raja Liurai pun Beberapa lelaki tua sedang
balle. Bini Mau Molo nok Kofi Banu kembali ke wilayahnya. Bini Mau duduk melingkar di depan
fain neo kuana ha naeok naisfina ha Molo dan Kofi Banu kembali ke rumah adat khas Insana.
nateap Usi Liurai in molka. pemukiman untuk bertemu para Adapun hau teas (kayu dengan
tetua dengan maksud ingin tiga cabang yang disakralkan) di
meneruskan pesan dari Raja dekat situ.
Liurai.

9 Noko le nan, naijan yang rata dan Sejak itu, tempat yang subur dan Pemandang hamparan yang rata
subur itu, le Teut Besi nan atone teka rata itu yakni Teut Besi mulai dan subur. Terdapat sebuah
nak Lulai. dikenal juga dengan nama Lulai kolam alami atau sumber mata
yang merujuk kepada nama Raja air yang jernih. Sebagian
Liurai. Lulai adalah perubahan hamparan itu diolah menjadi
bentuk dari kata Liurai akibat kebun dan sawah, sedangkan
kesulitan pengucapan kata Liurai lainnya adalah padang untuk
oleh masayarat setempat. ternak.

10 Atoen ina ka napnikanfa lasi noko Usi Pesan dari Raja Liurai diindahkan Beberapa lelaki berjalan
Liurai. Tea le han senen, atoen ina nok oleh masyarakat setempat dan beriringan. Semuanya
naisfina nao neo le oe mat’a, neken telah menjadi tradisi sampai membawa ayam hitam di
maun metan le. Ma neno fauk i, tradisi sekarang. Setiap kali musim gendongannya. Mereka
i onle ha napnikan nan’ni ben. tanam tiba, masyarakat bersama mengenakan kain adat Istana.
tua-tua adat pergi ke sumber air Adapun anak-anak kecil ikut.
tersebut untuk memberi kurban Beberapa perempuan menyusul
berupa ayam hitam yang sedang dari belakang dengan
mengeram. menjunjung bakul berisi nasi
Namun tradisi ini perlahan-lahan dan jagung.
mulai ditinggalkan akibat
perkembangan zaman.
11 Ton-ton, bale le nan atoen ina nahina Dalam perjananan waktu, Seorang lelaki perkasa duduk di
nak Oeliruai, oe usi liurai,. Oeliurai nan masyarakat setempat mulai pinggir kolam alami atau sumber
neno i le kuan mese nabal Desa menyebut tempat itu dengan air. Ia mencuci borok di kakinya.
Tapenpah, Kecamatan Insana, nama Oeliurai, yang bermakna Borok iru terkelupas dan
Kabupaten TTU, NTT. air yang ditemukan oleh Raja sembuh.
Liurai. Oeliurai adalah nama
sebuah kampung yang terletak di
Desa Tapenpah, Kecamatan
Insana, Kabupaten TTU, NTT.

Anda mungkin juga menyukai