0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan6 halaman

Pengaruh Sarana Prasarana pada Hasil Belajar

Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan6 halaman

Pengaruh Sarana Prasarana pada Hasil Belajar

Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH SARANA DAN PRASARANA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

Envilwan Berkat Harefa, [Link].,[Link],


Lisda Gea

ABSTRAK

Sarana dan prasarana merupakan salah satu penunjang yang penting dalam melakukan proses
npembelajaran disekolah. Ketiadaan sarana dan prasarana akan mempersulit kegiatan
pembelajaran yang nantinya juga akan mempengaruhi tinggi dan rendahnya hasil belajar siswa.
Karena pada dasarnya, bagaimana jalannya proses belajar akan mempengaruhi bagaimana hasil
belajar. Penelitian ini dilakukan yaitu untuk mengetahui besarnya pengaruh sarana dan prasarana
terhadap hasil belajar siswa di SMK Negeri 1 Lotu . Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif
yang menggunakan metode deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah kelas XII
Jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) di SMK Negeri 1 Lotu yang
berjumlah 21 siswa. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik kuisioner
(angket) pada variabel sarana dan prasarana dan teknik dokumentasi pada variabel hasil belajar.
Teknik analisis data menggunakan rumus regresi linear sederhana. Sarana dan prasarana di SMK
Negeri 1 Lotu berada pada kategori baik dengan perolehan prosentase sebesar 42,26% dan
gambaran hasil belajar siswa pada mata pelajaran Gambar Teknik SMK Negeri 1 Lotu tergolong
baik dengan perolehan prosentase sebesar 59,01%. Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan
bahwa kontribusi pengaruh sarana dan prasarana terhadap hasil belajar siswa adalah sebesar 40,38
%, sedangkan sisanya sebanyak 59,62 % dipengaruhi oleh faktor lainnya yang dapat
mempengaruhi hasil belajar siswa, seperti motivasi, bakat dan minat, dan lain-lainnya. Besarnya
pengaruh ditunjukkan oleh indeks koefisien korelasi sebesar R = 0,63 dengan taraf kesalahan 0,05
di dapat hasil Fhitung> Ftabel yaitu 42,7327 > 3,89. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh sarana
dan prasarana terhadap hasil belajar siswa adalah positif dan signifikan.

Kata kunci: hasil belajar siswa, sarana dan prasarana.


Proses belajar yang dialami siswa di
PENDAHULUAN sekolah tidaklah selalu tanpa kesulitan. Tidak
sedikit siswa yang mengalami kesulitan atau
hambatan dalam proses belajar mereka.
Proses belajar yang dialami siswa di
Hambatan atau kesulitan ini tentu saja dapat
sekolah sedikit banyaknya akan
mengakibatkan kegagalan dalam proses
menghasilkan perubahan-perubahan, baik
perubahan ke arah positif sebagai hasil dari
pengetahuan, pemahaman, intelektual, nilai,
kegiatan belajar. Maka, pencapaian hasil
sikap, maupun keterampilan. Perubahan
belajar minimal pun akan sulit mereka raih.
tersebut akan tampak pada hasil belajar
Hal ini disebabkan proses belajar merupakan
siswa. Selanjutnya, untuk mengetahui hasil
hal kompleks yang dipengaruhi oleh banyak
belajar maka diperlukan adanya penilaian.
faktor. Kesulitan belajar siswa secara garis
Penilaian hasil belajar biasanya dilakukan
besar disebabkan oleh dua macam, yaitu
dengan pengukuran. Melalui penilaian hasil
faktor intern (kapasitas intelektual/intelegensi
belajar,
(kognitif) siswa, labilnya emosi atau sikap
baik guru, siswa, dan orang-orang yang (afektif) dan terganggunya alat-alat indera) \
terlibat dalam proses pendidikan dapat dan faktor ekstern siswa (lingkungan
mengetahui kemajuankemajuan yang telah keluarga, lingkungan sekolah, dan
dicapai siswa dalam belajar. lingkungan masyarakat) (Syah 2010).
Hasil belajar adalah kemampuan Menurut Mulyasa (2003: 49), sarana
kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan
menerima pengalaman belajarnya di sekolah yang secara langsung dipergunakan dan
(Sudjana 2005). Hamalik (2012) juga menunjang proses pendidikan, khususnya
mengungkapkan bahwa hasil belajar adalah proses belajar mengajar, seperti gedung,
kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh ruangan kelas, meja, kursi, serta alat-alat dan
siswa setelah ia menerima pengalaman media pengajaran. Dengan demikian sarana
belajarnya dan hasil belajar itu sendiri. pendidikan akan berperan baik ketika
Adapun Suprihatiningrum (2010) penggunaan sarana tersebut dilakukan oleh
mendefinisikan hasil belajar sebagai tenaga pendidik yang bersangkutan secara
kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa optimal. Barnawi (2012: 47-48), berpendapat
sebagai akibat dari perbuatan belajar yang ia bahwa prasarana pendidikan.
lakukan di sekolah dan dapat diamati melalui
penampilan siswa. Selanjutnya, Suprijono
(2009) mengemukakan bahwa hasil belajar Selanjutnya, lingkungan sekolah
adalah pola-pola nilai-nilai, sikap, perbuatan, adalah lingkungan yang hampir
pengertian-pengertian, dan apresiasi mendominasi dan mempengaruhi kegiatan
keterampilan. belajar siswa di sekolah. Hal ini menjadi
jelas dengan terhitungnya alokasi waktu
Penilaian merupakan jalan agar
siswa sehari-hari yang kebanyakan
diperolehnya hasil belajar siswa. Terdapat
dihabiskan di sekolah. Terutama alokasi
beberapa jenis penilaian yang bisa digunakan
waktu belajar pada siswa Sekolah
salah satunya penilaian formatif. Menurut
Menengah Atas dan sederajat, mereka
Azwar (1996), penilaian formatif yaitu
dituntut untuk belajar di sekolah
penilaian yang dilakukan untuk melihat sejauh
setidaknya 8 hingga 10 jam dalam sehari.
mana kemajuan belajar yang telah dicapai
Dengan demikian, menurut Syah (2010),
siswa dalam suatu program pelajaran. Dalam
jika siswa mengalami kesulitan belajar di
hal ini, hasil yang diperoleh dari penilaian
sekolah, maka faktor lingkungan sekolah
dijadikan umpan balik (feedback) bagi
seperti sarana dan prasarana bisa menjadi
kemajuan belajar dan untuk memperbaiki
salah satu penyebabnya.
proses belajar mengajar.
Sarana dan prasarana pendidikan Metode Penelitian
merupakan salah satu komponen
penunjang yang utama dan penting bagi Penlitian ini merupakan penelitian
pelaksanaan proses pembelajaran. Qomar kuantitatif yang mengunakan metode
(2007) mengungkapkan bahwa ketiadaan deskriptif. Data yang diperoleh disajikan ke
sarana pendidikan dalam proses dalam bentuk deskripsi analisis untuk
pendidikan akan mengakibatkan kegagalan mengetahui pengaruh sarana dan prasarana
dalam proses pendidikan. Hal ini terhadap hasil belajar siswa. Penelitian yang
merupakan sesuatu yang mesti dihindari dilakukan adalah penelitian pada sebuah
oleh semua pihak yang terlibat dalam sekolah yaitu di SMK Negeri 1 Lotu lebih
dunia pendidikan. khusunya di Kelas XII Jurusan Desain
Menurut Bafadal (2008), sarana adalah Permodelan dan Informasi Bangunan pada
seluruh perangkat kelengkapan, peralatan, mata Pelajaran Teknik Gambar.
perabot, dan bahan yang secara langsung Nama Syaodih Sukmadinata
digunakan dalam proses pendidikan di (2010:72) menyatakan penelitian
sekolah. Selanjutnya, sarana pendidikan deskriptif adalah suatu bentuk penelitian
adalah peralatan dan perlengkapan yang yang paling dasar. Ditujukan untuk
secara langsung dipergunakan dalam proses mendeskripsikan atau menggambarkan
belajar mengajar di sekolah (Qomar 2007). fenomena-fenomena yang ada baik
Adapun prasarana pendidikan adalah fasilitas fenomena yang bersifat alamiah maupun
yang secara tidak langsung menunjang rekayasa manusia. Penelitian ini mengkaji
jalannya proses pendidikan di sekolah. bentuk aktivitas, karakteristik perubahan
hubungan kesamaan dan perbedaannya
Menurut Ibrahim Bafahim (Kuriniawati
dengan fenomena untuk mendapatkan
2013) menyebutkan bahwa perlengkapan
data-data di sekolah SMK Negeri 1 Lotu.
sekolah disebut juga fasilitas sekolah dapat
dikelompokan menjadi;(1) sarana pendidikan,
dan (2) prasarana pendidikan. Sarana
Populasi dan Sampel
pendidikan adalah semua peralatan dan bahan
Populasi merupakan wilayah
yang digunakan secara langsung dalam
generalisasi yang terdiri dari subjek/objek
proses pendidikan disekolah sedangkan
yang mempunyai karakteristik dan
prasarana adalah perlengkapan yang
kuantitas tertentu yang ditetapkan oleh
mendukung pelaksanaan proses pedndidikan
peneliti untuk dipelajari, diamati,
secara tidak langsung.
dianalisis, dan kemudian ditarik
Barnawi dan Arifin (2012;47) kesimpulan. Sedangkan sample adalah
menyebutkan sarana pendidikan adalah bagian dari jumlah dan karateristik yang
semua perangkat peralatan bahan dan perabot dimiliki oleh populasi itu sendiri
yang secara langsung digunakan dalam (Sugiyono 2010). Populasi dalam
proses pendidikan di sekolah. Sedangkan penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X
prasarana pendidikan berkaitan dengan semua SMK Negeri 1 Lotu yang berjumlah 21
perangkat kelengkapan dasar yang secara orang. Sedangkan sampel adalah sebagian
tidak langsung menunjang pelaksanaan dari populasi yang dijadikan objek/subjek
proses pembelajaran di sekolah. Penekanan penelitian. Jadi sampel dalam penelitian ini
pada pengertian tersebut adalah pada sifatnya, adalah seluruh anggota populasi.
sarana bersifat langsung dan prasarana
bersifat tidak langsung dalam menunjang
proses pembelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Data Sarana dan Prasarana


Data kuantitatif terhadap sarana dan
prasarana dapat diketahui dengan cara
METODE menjumlahkan skor jawaban angket yang di isi
oleh siswa sesuai dengan frekuensi jawaban. taraf signifikansi lebih besar 0,05 (P>5%)
Kemudian, data yang diperoleh dari hasil maka dinyatakan berdistribusi normal.
penghitungan disajikan ke dalam tabel distribusi Berikut tabel hasil uji normalitas yang
frekuensi dengan hasil pada Tabel 1. Dari tabel 1 peneliti lakukan melalui penghitungan
diketahui nilai distribusi frekuensi sarana dan SPSS 16.0
prasarana yang telah dihitung meannya sebesar
78,147541 yang terletak pada interval 83–89 dari
jumlah responden sejumlah 61 orang.

Tabel 3. Uji normalitas data


Tabel 1. Distribusi frekuensi
sarana dan prasarana Hasil
Interval F X FX Mean Sarana dan Belajar
69 – 75 7 72 144 M = ∑ FX Prasarana Siswa
76 – 82 15 79 1185 N
83 – 89 27 86 2322 M = 4767
90 – 96 12 93 1116 61
= 78,147541
61 330 4767
Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa
Data kuantitatif hasil belajar siswa mata pelajaran
perakitan komputer kelas X dapat diketahui
dengan cara menjumlahkan skor jawaban soal UTS
yang di isi oleh siswa sesuai dengan frekuensi
jawaban. Kemudian, data yang diperoleh dari hasil
penghitungan disajikan ke dalam tabel distribusi
frekuensi.
a. Test distribution is normal.
Tabel 2. Distribusi frekuensi hasil belajar
Interval F X FX Mean Berdasarkan hasil penghitungan uji
65 – 70 1 67,5 67,5 M = ∑ FX normalitas terhadap dua data melalui
71 – 76 8 73,5 588 N SPSS 16.0. diketahui bahwa nilai
77 – 82 18 79,5 1431 M = 5081,561 signifikansi data sarana dan prasarana
83 – 88 18 85,5 1539 = 83,3032787 adalah sebesar 0,418>0.05 dan
89 – 93 16 91 1456
signifikansi data hasil belajar siswa
∑ 61 397 5081,5
adalah sebesar 0,412> 0,05 dari taraf
signifikansi 5%. sehingga dapat
Dari tabel tersebut maka dapat diketahui
dinyatakan bahwa kedua data yang diuji
bahwa hasil dari penghitungan nilai mean dari
berdistribusi normal.
tabel distribusi frekuensi hasil belajar siswa kelas
XII mata pelajaran Teknik Gambar SMK Negeri
1 Lotu sebesar 83,3032787 yang terletak pada
interval 77 – 88 dari jumlah responden.

Uji Prasarat Analisis Data


Uji normalitas merupakan uji
Uji Hipotesis
prasyarat analisis data yang digunakan
dalam penelitian ini. Uji ini dilakukan
mengetahui dan menyelidiki normal dan Pengujian hipotesis dilakukan untuk
tidaknya distribusi sebuah sampel. mengetahui ada atau tidaknya pengaruh
Kriteria pengujiannya adalah jika nilai
dari salah satu variable terhadap variabel Kesimpulan
lainnya, dengan kriteria sebagai berikut: Berdasarkan hasil penelitian mengenai
H0 : Tidak ada pengaruh sarana dan prasana pengaruh hasil sarana dan prasarana terhadap
terhadap hasil belajar siswa. hasil belajar siswa tepatnya pada pelajaran
Ha : Ada pengaruh sarana dan prasana terhadap Teknik Gambar Kelas XII SMK Negeri 1
hasil belajar siswa. Lotu, maka diperoleh kesimpulan bahwa
Berdasarkan hasil perhitungan maka terdapat pengaruh yang positif dan signifikan
diperoleh harga r tabel untuk taraf kesalahan antara sarana dan prasarana dengan hasil
5 % dengan n = 61 diperoleh r tabel = 0,244. belajar siswa, dengan demikian bahwa
Karena harga r hitung lebih besar dari r tabel diterima. Hal ini juga berarti bahwa semakin
baik untuk taraf kesalahan 5 % (0,6355> 0,244), baik dan meningkatnya sarana dan prasarana
maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang penunjang di sekolah, maka hasil belajar
positif dan signifikan antara sarana dan prasarana siswa sangat memuaskan.
dan hasil belajar siswa sebesar 0,6355.
Selanjutnya, mencari koefisiensi determinasi
menggunakan rumus: KD = r² x 100 % pun akan meningkat. Begitu pula sebaliknya,
= (0,6355)² x 100 % = 40,38 jika sarana dan prasarana penunjang tidak
memadai, maka hasil belajar juga akan
Angka tersebut berarti pengaruh sarana dan menurun. Adapun kontribusi pengaruh sarana
prasarana terhadap tinggi rendahnya hasil dan prasarana terhadap hasil belajar siswa
belajar sama dengan 40,38 %, sedangkan dalam penelitian ini adalah sebesar 40,38 %,
sisanya sebanyak 59,62 % ditentukan oleh sedangkan sisanya sebanyak 59,62 %
faktor lain. memiliki arti bahwa hasil belajar juga
dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
Pembahasan
Hasil Pengujian signifikansi koefisiensi
regresi dengan menggunakan uju-F
DAFTAR PUSTAKA
menunjukan adanya pengaruh yang
signifikan dari sarana dan prasarana terhadap Azwar S. 1996. Tes prestasi: fungsi dan
hasil belajar siswa pada mata pelajaran pengembangan pengukuran prestasi belajar.
Teknik Gambar di SMK Negeri 1 Lotu yang Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
ditunjukkan oleh hasil penghitungan uji0F Bafadal I. 2008. Manajemen perlengkapan
dengan nilai F hitung sebesar 42,7327 dan F sekolah: teori dan aplikasinya. Bumi Aksara,
tabel sebesar 3,89 dengan ketentuan taraf Jakarta.
signifikansi 0,05 atau 5%. Dengan demikian, Hamalik O. 2012. Pendekatan baru strategi
hipotesis penelitian dinyatakan H0 ditolak belajar mengajar berdasarkan CBSA. Sinar
dikarenakan nilai Fhitung > Ftabel, sehingga Baru Algesindo, Bandung.
disimpulkan bahwa sarana dan prasarana Margono. 2013. Metodologi penelitian
berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar pendidikan. Rineka Cipta, Jakarta.
siswa. Hasil penghitungan koefisien Qomar M. 2007. Manajemen pendidikan Islam.
determinasi menunjukkan bahwa pengaruh Erlangga, Jakarta.
sarana dan prasarana terhadap tinggi Sudjana N. 2005. Penilaian hasil proses belajar
rendahnya hasil belajar siswa sama dengan mengajar. Remaja Rosdakarya, Bandung.
40,38 %, sedangkan sisanya sebanyak 59,62 Sugiyono. 2010. Metode penelitian pendidikan:
% ditentukan oleh faktor lainnya yang pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D.
mempengaruhi hasil belajar dan tidak diteliti Alfabeta, Bandung.
pada penelitian ini. Suprihatiningrum J. 2010. Strategi pembelajaran.
Ar-Ruzz Media, Jogjakarta.
Suprijono A. 2009. Cooperative learning: teori
dan aplikasi paikem. Pustaka Pelajar,
KESIMPULAN Yogyakarta.
Syah M. 2010. Psikologi pendidikan dengan
pendekatan baru. Remaja Rosdakarya,
Bandung.
Trianto. 2011. Pengantar penelitian pendidikan
bagi pengembangan profesi pendidikan &
tenaga kependidikan. Kencana, Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai