TUGAS 2
Penggunaan pendekatan whole language dalam pembelajaran bahasa anak
merupakan sebuah inovasi pendidikan yang menempatkan bahasa sebagai satu
kesatuan utuh, yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan keterampilan
berbahasa mereka secara alami dan menyeluruh.
Ada 7 (Tujuh) Indikator dalam pendekatan whole language untuk pembelajaran
bahasa untuk anak di Lembaga Pendidikan anak usia dini yaitu :
1. Immersion: memaparkan anak dengan lingkungan yang kaya dengan
tulisan
2. Demonstration : anak-anak belajar melalui model
3. Expectations: anak-anak belajar sesuai dengan tahap perkembangan
mereka
4. Responsibility : anak-anak berbagi pengalaman serta tanggung jawab atas
proses pembelajaran mereka sendiri)
5. Employment: anak-anak terlibat aktif dalam pembelajaran yang nyata dan
bertujuan
6. Approximation: anak-anak dirangsang dan diberikan kesempatan untuk
bereksperimen
7. Feedback : anak-anak menerima respons positif dari guru
Pada tugas 2 ini, anda diminta untuk membuat laporan refleksi tentang
penggunaan pendekatan whole language dengan menggunakan 7 (tujuh)
indikator whole language di kelas/ sekolah tempat anda mengajar atau di
Lembaga Pendidikan anak usia dini di lingkungan sekitar anda dengan
menggunakan format laporan di bawah ini.
Nama Sekolah :
Alamat Sekolah:
Nama Guru :
N Indikator Contoh kegiatan Dikelas Refleksi Guru
o Whole ( nama kegiatan dan gambar
Languang kegiatan)
e
1 Immersion Kegiatan 1: Memaparkan anak Selama beberapa minggu terakhir,
didik dengan lingkungan yang saya telah menerapkan prinsip
kaya dengan tulisan immersion dalam pembelajaran
bahasa dengan memaparkan
anak-anak pada lingkungan kelas
yang kaya akan tulisan. Saya
menata ulang ruang kelas dengan
menambahkan label pada setiap
objek, menyediakan papan buletin
yang penuh dengan karya siswa,
serta menempatkan berbagai
bahan bacaan seperti buku cerita
bergambar, majalah anak-anak,
dan kartu alfabet di sudut baca.
Hasil dari pendekatan ini sangat
terlihat dalam antusiasme dan
keterlibatan siswa dalam kegiatan
sehari-hari. Mereka mulai
menunjukkan minat yang lebih
besar dalam membaca, bahkan di
luar waktu belajar formal. Sering
kali, saya melihat mereka
berkumpul di sudut baca, memilih
buku secara mandiri, dan mencoba
membaca dengan teman-teman
mereka. Siswa juga lebih sering
bertanya tentang kata-kata yang
mereka temui di sekitar kelas, dan
ini memberikan saya peluang
untuk menjelaskan dan
mengajarkan kosakata baru secara
kontekstual.
Saya juga mengamati bahwa
anak-anak menjadi lebih
percaya diri dalam
menggunakan bahasa tulisan
dalam kegiatan sehari-hari.
Mereka mulai menulis kata-
kata sederhana di papan tulis
atau di buku catatan mereka
tanpa merasa takut salah.
Penggunaan label di seluruh
kelas membantu mereka
mengenali dan mengingat
kata-kata dengan lebih baik,
karena mereka terus-menerus
terpapar dengan simbol-simbol
tulisan yang relevan dengan
lingkungan mereka.
Namun, saya juga menyadari
bahwa tidak semua siswa
merespons dengan kecepatan
yang sama. Beberapa siswa
membutuhkan lebih banyak
waktu untuk terbiasa dengan
lingkungan yang kaya tulisan
ini. Untuk mengatasi hal ini,
saya berusaha memberikan
dukungan tambahan melalui
kegiatan pembelajaran yang
lebih terstruktur dan bimbingan
individu, agar mereka tidak
merasa tertinggal.
Secara keseluruhan,
implementasi prinsip
immersion telah memberikan
dampak positif yang signifikan
terhadap perkembangan
keterampilan bahasa anak-
anak. Lingkungan yang kaya
tulisan tidak hanya
memperkaya pengalaman
belajar mereka tetapi juga
menciptakan suasana yang
kondusif bagi pembelajaran
bahasa yang menyenangkan
dan bermakna. Saya akan terus
mengembangkan pendekatan
ini dan mencari cara untuk
lebih mendukung siswa yang
membutuhkan bantuan
tambahan agar mereka dapat
merasakan manfaat penuh dari
metode ini.
2 Demonstrat
ion
3 Expectation
s
4 Responsibili
ty
5 Employmen
t
6 Approximat
io
7 Feedback