Kewirausahaan untuk Siswa SD: Membangun Karakter
Kewirausahaan untuk Siswa SD: Membangun Karakter
Kewirausahaan di Sekolah Dasar merupakan salah satu usaha yang harus dilakukan sebagai
upaya penumbuhan karakter dan kemandirian siswa-siswi di sekolah. Seorang wirausaha
berperan baik secara internal maupun eksternal. Secara internal seorang wirausaha berperan
dalam mengurangi tingkat kebergantungan terhadap orang lain. Karenanya jiwa wirausaha
harus kita tumbuhkan sejak usia dini termasuk anak diusia Sekolah Dasar. Dengan harapan
anak-anak mempunyai jiwa kemandirian yang tangguh dan siap menghadapi zaman yang
penuh dengan persaingan.
Apabila seseorang sudah mempunyai jiwa kewirausahaan ataupun bisnis maka ia akan
memiliki keinginan dan motivasi untuk bisa mengembangkannya dan merubahnya menjadi
lebih baik lagi, walaupun sedikit demi sedikit ia pasti mempunyai keinginan untuk merubah
atau mengembangkan potensi bisnisnya untuk lebih maju dan juga mempunyai mindset yang
maju dan semangat hidup.
Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Miqdam r.a yang diriwayatkan oleh Bukhari, Abu
Daud, Nasa’i dan perawi hadist lainnya
, َم ا َاَكَل َاَحٌد َطَع اَم ا َق ٌط َخ ْيًر ا ِم ْن َاْن َيْأُكَل ِم ْن َعَم ٍل ِبَيِدِه
ْأ
َو َاَّن الَّنِبى الله َداُو َد َعَلْيِه الَّس َالم َكاَن َي َكُل ِم ْن َعَم ِل
َيِدِه
“Tidaklah seseorang makan sesuap makanan lebih baik daripada ia makan dari hasil kerja
tangannya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Daud a.s adalah makan dari hasil kerja tangannya
(pekerjaan) nya sendiri” (HR. Al-Bukhari).”
Disini dijelaskan tentang anjuran untuk bekerja, dimana seseorang itu lebih baik bekerja dengan jerih
payahnya sendiri
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan pintu gerbang generasi penerus bangsa untuk membentuk
pribadi yang unggul, baik secara individu maupun kelompok. Kewirausahaan sebagai salah
satu alternatif solusi dalam mengembangkan segala potensi bangsa kini dapat diajarkan
melalui pembelajaran di sekolah. Hal ini ini diperkuat oleh pendapat Ir. Ciputra dalam Yasar
(2010: 79), bahwa jumlah entrepreneur minimal dua persen dari polupasi suatu bangsa,
mampu mendobrak dan mendorong kemajuan ekonomi. Saat ini, bangsa kita mulai
menggalakakan pendidikan kewirausahaan di sekolah-sekolah, agar para siswa dapat
siap mental dan kompetensi setelah keluar dari dunia sekolah dan masuk kedalam dunia
kerja. Pendidikan kewirausahaan ini alangkah baiknya baiknya dimulai dari lingkup pendidikan
dasar,
khususnya di sekolah dasar. Kewirausahaan untuk anak bukan bermaksud untuk
mempekerjakan anak, namun menanamkan nilai-nilai kewirausahaan sejak dini. Nilai- nilai
kewirausahaan mengandung karakter – karakter baik dalam kehidupan anak. Hal ini sejalan
dengan pendapat Wibowo(2010: 22) bahwa pendidikan kewirausahaan seharusya memang
dilakukan sejak dini diajarkan di jenjang awal pendidikan yaitu Taman kanak- kanak dan
Sekolah Dasar. Tentunya materi yang disampaikan disesuaikan dengan jejang pendidikan dan usia
siswa.
Jiwa entrepreneurship ini memberikan kontribusi yang positif bagi kehidupan anak.
Pendapat Sandiaga Uno dalam Wardhana (2013:141) menyatakan bahwa kewirausahaan
bertujuan untuk menjadikan seseorang menjadi lebih baik, bukan semata- mata membuat
seseorang menjadi kaya.
Melalui pendidikan kewirausahaan ini diharapkan kelak anak dapat mandiri dan memberikan
kesempatan bekerja bagi orang lain. Jiwa entrepreneurship ini dapat melatih anak untuk
mampu bertindak dan bersikap cerdas dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Ciputra (2009: 12) juga menyebutkan bahwa salah satu kategori entrepreneurship adalah
academic Entrepreneur, hal ini menggambarkan akademisi yang mengajar atau mengelola
lembaga pendidikan dengan pola dan gaya entrepreneur sambil menjaga tujuan mulia pendidikan.
Pengertian kewirausahaan secara umum adalah kewirausahaan adalah suatu proses dalam
mengerjakan sesuatu yang baru atau kreatif dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam
memberikan nilai lebih.
Menurut Drs. Joko Untoro bahwa kewirausahaan adalah suatu keberanian untuk melakukan upaya
upaya memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar kemampuan dengan
cara manfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi
dirinya dan orang lain.
Pengertian kewirausahaan menurut Ahmad Sanusi (1994) kewirausahaan adalah suatu nilai yang
diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat,
proses, dan hasil bisnis
Pengertian kewirausahaan menurut bapak Soeharto Prawiro (1997) adalah suatu nilai yang
dibutuhkan untuk memulai usaha dan mengembangkan usaha.
Pengertian kewirausahaan menurut Drucker (1959) bahwa kewirausahaan adalah kemampuan untuk
menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda
Pengertian kewirausahaan menurut Zimmerer (1996) adalah suatu proses penerapan kreativitas dan
keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan
usaha
Pakar kepribadian dan Presiden Direktur Lembaga Pendidikan Duta Bangsa Mien
Rachman Uno dalaam Wijatno (2009: 125) menyebutkan bahwa untuk menjadi wirausahawan
handal, dibutuhkan karakter seperti kemampuan untuk dapat
1. Dapat berkomunikasi dengan baik
2. Dapatmembawa diri di berbagai lingkungan,
3. Dapat menghargai waktu (time orientation),
4. Mempunyai rasa empati,
5. Mau berbagi dengan orang lain,
6. Dapat mengatasi stress,
7. Dapat mengendalikan emosi, dan
8. Dapat membuat keputusan.
C. Tujuan Kewirausahaan
1. Ikut serta dalam mewujudkan kemampuan para wirausaha untuk meningkatkan kesejahteraan
dan kemakmuran masyarakat dan Negaranya
2. Ikut serta dalam menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran serta orientasi kewirausahaan
yang kokoh.
3. Menyebarluaskan dan membuat budaya ciri ciri kewirausahaan disekitarnya terutama dalam
masyarakat
4. Mengembangkan dalam bentuk inovasi dan kreasi agar tercipta dinamika dalam kewirausahaan
atau dunia bisnis sehingga kemakmuran dapat tercapai.
Tujuan Kewirausahaan juga terdapat dan terintegrasi ke dalam pembelajaran mata pelajaran
tertentu ,kegiatan intrakurikuler, kegiatan kokurikuler , dan kegiatan ekstrakurikuler di bawah
bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan
yang bertujuan menumbuhkan dan mengembangkan Nilai-nilai yang ada dalam pendidikan
kewirausahaan adalah pengembangan nilai-nilai dari ciri-ciri seorang wirausaha. Menurut para ahli
kewirausahaan, ada banyak nilai-nilai kewirausahaan yang mestinya dimiliki oleh peserta didik
maupun warga sekolah yang lain. Namun, di dalam pengembangan model naskah akademik ini
dipilih beberapa nilai-nilai kewirausahaan yang dianggap paling pokok dan sesuai dengan tingkat
perkembangan peserta didik sebanyak 17 (tujuh belas) nilai. Beberapa nilai-nilai kewirausahaan
beserta diskripnya yang akandiintegrasikan melalui pendidikan kewirausahaan adalah sebagai
berikut:
1. Mandiri
2. Kreatif
3. Berani mengambil resiko
4. Berintegrasi pada tindakan
5. Kepemimpinan
6. Kerja keras
7. Jujur
8. Disiplin
9. Inovatif
10. Tanggungjawab
11. Kerja keras
12. Pantang menyerah
13. Komitmen
14. Realistis
15. Rasa ingin tahu
16. Komunikatif
17. Motivasi kuat untuk sukses
Implementasi dari 17 (tujuh belas) nilai pokok kewirausahaan tersebut di atas tidakserta merta
secara langsung dilaksanakan sekaligus oleh satuan pendidikan, namun dilakukan secara bertahap.
Tahap pertama implementasi nilai-nilai kewirausahaan diambil 6 (enam) nilai pokok, yaitu :
1. Mandiri
2. Kreatif
3. Berani mengambil resiko
4. Berorientasi pada tindakan
5. Kepemimpinan
6. Kerja Keras
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi minat anak untuk berwirausaha adalah
1. Kemauan
Kemauan merupakan suatu kegiatan yang menyebabkan seseorang mampu untuk
melakukan tindakan dalam mencapai tujuan tertentu. Dengan adanya kemauan seseorang
untuk berwirausaha, ini merupakan suatu hal baik
2. Ketertarikan
Ketertarikan adalah perasaan senang, terpikat, menaruh minat kepada sesuatu. Saat ada
ketertarikan maka terdapat daya juang dari diri seseorang untuk meraih apa yang ingin
dicapai. Dalam hal ini, jika anak tertarik untuk berwirausaha maka anak dapat dikatakan pula
bahwa anak tersebut memiliki minat untuk berwirausaha. Ketertarikan ini muncul dapat
dikarenkan banyak hal, misal karena hobby dan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki anak.
3. Lingkungan Keluarga
Peran keluarga sangat penting dalam menumbuhkan minat anak. Orang tua merupakan
pendidik pertama dan utama, maka orang tualah yang banyak memberikan pengaruh dan
warna kepribadian anak. Orang perlu mengambil peran untuk mendorong anak menemukan
minat dan bakat yang dimiliki anak. Selain itu, orang tua diharapkan ikut mengevaluasi dan
mengapresiasi kerja keras anak, agar mereka merasa diperhatikan dan disayangi oleh orangtua
sepenuhnya.
4. Lingkungan Sekolah
Pendidikan di sekolah menjadi tanggung jawab guru, dimana proses pendidikan di
sekolah merupakan bekal pengetahuan dan keterampilan untuk diterapkan anak dalam
kehidupan bermasarakat. Guru dalam proses mendidik dan membimbing siswa juga dapat
memberikan motivasi kepada siswa untuk menumbuhkan minatnya. Dlam hal ini, tentunyas
sekolah memiliki konsep untuk melaksanakan pendidikan kewirausahaan sejak dini dengan
cara menanamkan nilai- nilai kewirausahaan. Mendidik anak menjadi seorang wirausahawan
tidak dalam hitungan satu, dua, dan tiga bulan saja, melainkan harus menjadi sebuah proses yang
panjang dan sistematis.
Tidak bisa dipungkiri, mungkin tidak semua siswa senang berwirausaha, namun paling tidak sekolah
memberikan fasilitas dan bimbingan guna menyalurkan nilai- nilai
kebaikan dari memiliki jiwa entreprenurship.
Sesuai pembahasan sebelumnya, karakterkarakter wirausaha yang dapat ditanamkan kepada siswa
sekolah dasar dapat dimulai dari
karakter- karakter baik, seperti, kreatif, mandiri, leadership, mampu memecahkann masalah,
tidak mudah putus asa, mampu mengelola uang, dan dapat berinteraksi dengan orang lain.
2. Karakter mandiri sangat penting juga sebagai bekal kehidupan anak, karena anak yang
mandiri mampu mengatasi persoalan yang dihadapi. Penumbuhan karakter mandiri
sebenarnya dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua dapat menumbuhkan sikap
mandiri sejak usia 2 tahun, dengan mengajari anak untuk berpakaian sendiri, makan sendiri,
mandi sendiri, dan lain- lain. Orang tua hendaknya tidak banyak melarang anak untuk
melakukan berbagai aktivitassendiri, agar mereka berani dan mandiri. Anak yang terlalu
banyak mendapatkan sikap ―protektif dari keluarga cenderung menjadi anak yang penakut
dan tidak mandiri.
Berdasarkan neuroscience, menyebutkan bahwa bermain juga merupakan salah satu cara
anak dalam mempelajari
problem solving. Penelitian tersebut membandingkan kemmapuan problem solving anak yang
lebih sering bermain dengan permainan konvergen seperti puzzle dengan anak yang bermain
dengan permainan divergen seperti balok kayu. Hasilnya, anak yang bermain dengan
permainan divergen lebih kreatif dalam mencari pemecahan masalah. Contoh permaianan
lain
yang juga memiliki manfaat pada kemaampuan problem solving adalah permaianna
sandiwara. Permainan ―pura-pura‖ ini sering dilakukan oleh anak, mislanya anak berpura
pura menjadi dokter yang emmeriksa pasiennya. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang
sering melakukan permainan sandiwara memiliki kemampuan problem solving yang baik,
dan
anak yang memiliki kemampuan problem solving yang baik cenderung menyukai permainan
sandiwara. Jadi, ini dapat dijadikan ide bagi guru untuk mengaplikasikan berbagai permainan
kreatif dalam pembelajaran untuk dapat mengasah kemampuan anak dalam memecahkan
masalah.
Sangkanparan (2012: 112) penelitian menemukan bahwa 69% - 90% kegagalan dalam dunia
bisnis adalah kegagalan dalam hubungan antarmanusia. Berdasarkan hal tersebut, penting
bagi guru untuk mengajarkan anak bagaimana berinteraksi yang baik dan benar dengan orang
lain. Dari aspek bahasa yang diucapkan, anak diajarkan untuk mampu berkomunikasi yang
santun, jelas, dan tidak berkata kotor ketika berbicara dengan orang lain. Menghargai orang
lain ketika berbicara, tidak menyela, dan selalu menjaga perasaan orang lain juga wajib
dipahami oleh anak. Dalam mengajarkan seni komunikasi yang efektif kepada anak, dapat
dilakukan dengan kegiatan apapaun asalkan kegiatan tersebut mendorong anak untuk
berbicara dan mendengarkan. Kegiatan itu bisa berupa cerita/story telling, menelpon
seseorang, menceritakan kembali dengan kata- katanya sendiri, dan lain sebagainya.
Pada akhirnya diharapkan anak- anak akan memahami bahwa mengucapkan kata- kata yang
baik
kepada orang lain akan menciptakan hubungan yang harmonis.
BAB II
PELAKSANAAN KEWIRAUSAHAAN DISEKOLAH DASAR
Berdasarkan kajian pentingnya penanaman nilai- nilai kewirausahaan bagi anak di atas,
berikut disajikan beberapa ide kegiatan yang dapat diaplikasikan dalam pendidikan
kewirausahaan untuk anak usia sekolah dasar, baik di sekolah maupun di rumah.
1. Modelling
Menurut psikolog, Dr. Seto Mulyadi cara mudah untuk penanaman nilai baik dari
kewirausahaan adalah dengan bercerita. Misalnya saja, orang tua bisa menceritakan kisah
tentang teman yang berhasil menjalankan bisnis, baik bisnis kecil- kecilan mapun yang sudah
sukses. Setelah bercerita, orang tua dapat meyakinkan anak bahwa mereka juga bisa sukses
seperti itu, dan memberikan arahan bagaiamna menjadi pengusaha baik, cerdas dan sukses.
Kisah- kisah sukses dari para wirausahawan tersebut dapat dijadikan inspirasi bagi anak
untuk
semakin bersemangat mengembangkan jiwa wirausaha yang dimilikinya. Guru dapat
melakukan pembelajaran dengan mendatangkan langusng narasumber (seorang
wirausahawan) untuk langsung bercerita dikelas tentang usaha yang dijalankan. Pada saat
narasumber berscerita, siswa dapat secara langsung bertanya tentang informasi yang ingin
diketahui tentang usaha narasumber tersebut.
2. Observasi
Observasi merupakan kegiatan studi lapangan yang dilakukan dengan cara
mengumpulkan data berdasarkan pengamatan tentang suatu objek atau keadaan. Guru dapat
memberikan tugas bagi siswa untuk mengobservasi tempat- tempat usaha yang ada di
lingkungan sekitar siswa atau sekolah, baik barang maupun jasa. Siswa diminta untuk
mengamati berapa jumlah pegawai, barang apa yang dijual, berapa banyak barang- barang
yang dapat terjual
dalam satu hari, dan sebagainya. Misal, memberikan tugas pada masing- masing siswa unt
melakukan observasi di salon, bengkel, restaurant, usaha rumahan ataupun usaha-usaha lain
masyarakat di sekitar atau lingkungan sekolah dan lain- lain.
Siswa diminta mencatat beberapa hal yang ditemukan tentang usaha salon. Siswa dapat
melakukan wawancara dengan
pemilik usaha, karyawan dan bahkan para pengunjung. Dengan tugas seperti ini siswadapat
memperoleh banyak informasi dan pengalaman tentang kewirausahaan. Selain itu, tugas ini
dapat melatih aspek sosial siswa SD, karena anak akan berinteraksi dengan orang lain untuk
memperoleh data tentang proses menjalankan usaha, bagaiman proses mendirikan usaha,
pelayanan terhadap pengunjung, tanggapan pengunjung, dan hal- hal lain.
3. Karya Wisata
Anak- anak bisa diajak berkarya wisata atau mengunjungi tempat perbelanjaan, atau
tempat- tempat produksi barang atau jasa. Misalnya anak- anak diajak berkunjung ke pabrik
pembuatan sosis, pembuatan kue, atau produsen- produsen kerajinan yang produknya sampai
dieksport ke luar negeri. Pengalaman karya wisata seperti ini akan menjadi pengalaman yang
mengesankan bagi anak, karena mereka dapat langsung mengetahui bagaimana proses
pembuatan barang dan jasa tersebut. Rasa tertarik dan terkesan ini diharapkan mampu
memberikan motivasi kepada anak agar nantinya bisa membuka suatu lapangan kerja dan
bermanfaat dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan anak- anak. Sebelum melakukan karya
wisata tentu baik guru dan guru perlu persiapan yang matang, baik dari segi alat bahan, biaya,
dan waktu.
4. Market day
Market day adalah kegiatan seperti bazar atau pameran yang diselenggarakan oleh
sekolah, dimana terdapat siswa yang membuat dan menjual hasil karya mereka yang biasanya
diselenggarakan dalam setiap 1 bulan sekali atau sesuai kebijakan sekolah. Kegiatan ini
dilakukan oleh siswa mulai dari proses produksi, distribusi dan konsumsi.
Kegiatan ini diawali dari pemberian tugas dan tanggung jawab kepada siswa untuk membuat
barang atau
kerajianan yang menerapkan prinsip kewirausahaan. Kegiatan ini dapat diorganisasikan
dalam
bentuk kelompok. Hal ini berarti siswa bersama kelompoknya mencipatakan ide membuat
produk dengan menggunakan prinsip menambah nilai guna atau manfaat dari sebuah barang.
Misal, siswa membuat kerajinan dari kain perca, dari botol bekas, stick ice cream dan lain-
lain yang diubah menjadi bentuk- bentuk barang yang menarik dan bermanfaat.
Contoh lain; yang diikuti oleh siswa -siswi khususnya kelas 5. Adapun beberapa barang
maupun kerajinan yang dijual hari ini seperti flanel / handycraft , coklat unik , minuman
sinom dan kedelai , makanan nasi goreng dan sebagainya.
Kemudian siswa diberikan untuk menjual atau menawarkan produk mereka dalam event yang
diberi
nama market day. Siswa yang lain dan para guru bertanggung jawab menjadi konsumen.
Guru juga memiliki kewajibaan untuk terus mengontrol jalannya market day dan
menanamkan nilai jual beli yang benar sesuai syaria‘at agama. Pada acara ini, pihak sekolah
bisa mengundang orang tua siswa untuk ikut berpartsiispasi sebagai konsumen. Hal ini
dilakuan sebagai bentuk penghargaan atas kegiatan yang dilakukan oleh siswa.
Tanaman sayuran merupakan jenis tanaman yang mudah ditanam dan tidak memerlukan
perawatan yang sulit. Jenis tanaman ini pun merupakan komuditi makanan yang paling sering
kita konsumsi. Sayuran kaya akan serta dan vitamin bagi tubuh. Tidak hanya itu, tanaman
sayuran pun bisa dijadikan sebagai wahana untuk menghijaukan sekolah. Dengan penataan
yang baik dan perawatan yang rutin maka tanaman sayuran mampu mengiasi sekolah
sehingga mempercantik penampilan sekolah. Disamping itu juga, tanaman sayuran yang
ditanam di sekolah bila digeluti dengan baik oleh siswa dibawah pembinaan guru akan
menjadi peluang bisnis bagi sekolah dan siswa tersebut. Jenis tanaman sayuran yang bisa
Anda coba untuk tanam di sekolah misalnya tomat, sayur hijau, ketela pohon, cabai, bayam .
Tidak ada salahnya untuk mencoba hal yang baru. Mungkin kelihatannya begitu aneh
menanam sayuran di sekolah. Tetapi dengan cara demikian kita akan bisa membelajarkan ank
akan arti kebesihan, kerja keras, dan kewirausahan.
Penanaman nilai- nilai wirausaha tidak hanya dapat dilakukan dari melalui sekolah,
namun dari unit terkecil dalam masyarakat juga memegang peran yang penting, yaitu
keluarga.
Setiap individu adalah unik, walau berasal dari rahim ibu yang sama. Untuk itu,
orang tua perlu memahami kepribadian anak masing- masing anak agar memiliki penanganan
yang tepat. Akbar (2001:108) menyampaikan tentang beberapa hal yang harus diperhatikan
oleh orang tua dalam mendukung penanaman nilai kewirausahaan, diantaranya sebagai
berikut.
a. Menghargai prestasi yang dicapai anak, diharapkan orang tua tidak memberikan
komentar yang menyakitkan atau mengecilkan harga diir anak
d. Memberikan motivasi pada anak untuk selalau rajin dan tekun dalam belajar dan
mengerjakan tugas- tugas.
Indonesia terkenal sebagai negara dengan hasil laut yang melimpah, salah satunya adalah
kerang yang disukai banyak orang karena kelezatannya. Namun, tahukah kamu bahwa kerang
tak hanya bisa jadi hidangan yang menggugah selera, akan tetapi juga bisa jadi kerajinan
yang bernilai seni tinggi. Saat kamu selesai makan kerang, sebaiknya jangan buru-buru
membuang cangkangnya kamu bisa memanfaatkannya sebagai ide prakarya yang cemerlang.
Prakarya dari cangkang kerang tak hanya bisa kamu jadikan hiasan untuk mempercantik
rumah kamu, tapi juga bisa kamu jadikan sebagai kado yang unik untuk orang-orang spesial
dalam hidupmu.
Salah satu prakarya dari cangkang kerang yang mudah dibuat sekalipun oleh pemula adalah
bingkai foto dari kerang. Membuat sendiri bingkai foto dengan cangkang kerang sedikit
banyak akan melatih kreativitas dalam dirimu.
Berikut cara membuat prakarya dari cangkang kerang, unik dan kreatif
Potong kardus terlebih dahulu sesuai ukuran bingkai foto, misalnya kamu memiliki ukuran
foto dengan ukuran 12 x 6 cm, maka kardus yang dibutuhkan berkisar 14 x 8 cm.
1. Setelah bingkai foto telah dibentuk sesuai ukuran, langkah berikutnya adalah oleskan
lem putih pada setiap pinggiran kardus bekas tersebut.
2. Segera taburkan pasir pantai, sebab jika didiamkan terlalu lama takutnya lem akan
mengering. Setelahnya tempelak cangkang kerang laut di setiap sudut dari bingkai
tersebut atau sesuai dengan keinginan kamu.
3. Diamkan beberapa menit supaya lem dapat menyatu dengan pasir pantai dan
cangkang kerang sekaligus.
4. Kamu sudah bisa menggunakannya untuk mempercantik setiap ruang di dalam
rumahmu atau menghadiakannya sebagai kado yang unik.
Tanaman obat sangat berguna bagi masyarakat, selain untuk tujuan kesehatan juga berfungsi
sebagai tanaman pangan, tanaman hias, dan bumbu masak. Tanaman yang dapat digunakan
sebagai bahan pengobatan bisa diambil dari bagian akar, batang, bunga, buah, atau bagian
lain maupun keseluruhan dari tanaman. Tanaman obat dapat djadikan penanggulangan
pertama dari suatu penyakit atau sebagai pengobatan alternatif dari pengobatan yang
dilakukan secara modern. Teknik pengobatan ini dianggap banyak orang sebagai pengobatan
yang murah dan aman, serta dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan seseorang yang
mengkonsumsinya secara benar sesuai fungsi atau khasiatnya. Oleh sebab itu untuk
memudahkan akses anggota keluarga terhadap tanaman obat tersebut, maka sangat cocok jika
dibudidayakan di lahan pekarangan rumah.
Ada sejumlah tanaman obat yang secara empiris dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan
sistem imun atau daya tahan tubuh sehingga baik dikonsumsi guna mencegah berbagai
penyakit atau pemeliharaan kesehatan, termasuk pemeliharaan kesehatan sebagai salah satu
upaya pencegahan terhadap terjangkitnya virus Covid-19.
Tanaman obat seperti kunyit, temulawak, dan jahe (tanaman rimpang/empon-empon), daun
sirih maupun jenis tanaman obat lainnya sangat mudah dibudidayakan, termasuk di lahan
pekarangan rumah. Lahan pekarangan rumah yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman
obat tersebut akan berfungsi sebagai apotik hidup untuk anggota keluarga. Keluarga akan
memiliki tanaman berkhasiat di dekat rumah tempat tinggal untuk pemeliharaan kesehatan
anggota keluarga (mencegah atau mengobati penyakit dengan herbal/pengobatan alternatif)
sehingga dapat mengurangi penggunaan obat-obatan kimiawi secara berlebihan. Sebab
berdasarkan hasil penelitian, bahwa penggunaan obat kmia secara terus-menerus atau
berlebihan dapat menimbulkan efek samping berupa timbulnya penyakit baru seperti adanya
kerusakan ginjal dan hati sebagai akibat residu dari pemakaian obat kimia terlalu lama.
Menambah jenis tanaman obat dalam kegiatan optimalisasi lahan pekarangan keluarga
diharapkan akan dapat menambah derajat kesehatan anggota keluarga. Oleh sebab itu setiap
keluarga diharapkan dapat memanfaatkan lahan pekarangannya dengan tanaman obat dan
memanfaatkannya secara mandiri untuk menjaga kesehatan dan memelihara stamina/daya
tahan tubuh anggota keluarganya.
Tanaman obat menjadi alternatif masyarakat sebagai salah satu cara untuk meningkatkan
sistem imun atau daya tahan tubuh terhadap serangan pandemi COVID-19 saat ini. Jenis
tanaman yang banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai herbal atau jamu untuk menjaga
stamina tubuh atau kesehatan disaat pandemi COVID-19 ini seperti kunyit, temulawak, jahe,
serai dan daun sirih.
Tanaman kunyit, temulawak, dan jahe mengandung bahan senyawa kurkumin yang memiliki
potensi terapeutik yang beragam seperti antibiotik, antiviral, antioksidan, antikanker,
penanganan penyakit Alzheimer, dan lain-lain. Rebusan batang serai ditambah ketiga
rimpang bahan tersebut atau mengkonsumsi secara tunggal tanaman obat tersebut diyakini
masayarakat juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit COVID-
19. Tanaman sirih selain daunnya bisa dikunyah untuk mencegah batuk, batang dan daun
sirih dapat dimanfaatkan sebagai antiseptik atau disinfektan.
Tanaman lain yang diketahui berpotensi sebagai imunomodulator adalah jeruk yang
mengandung senyawa hesperidin. Senyawa ini memiliki manfaat sebagai imunomodulator,
anti inflamasi dan antioksidan. Hesperidin juga ditemukan pada kunyit, lengkuas, dan secang,
selain itu juga terdapat pada kemangi, jahe, lengkuas, temu ireng, sambiloto, jahe, pegagan,
meniran, dan lain-lain. Tanaman–tanaman ini diketahui berpotensi sebagai tanaman yang
mampu meningkatkan daya tahan tubuh atau imunomodulator. Tanaman lain yang bersifat
antiviral yang dapat ditanam di pekarangan yaitu bunga telang, seledri, sirih merah, gambir,
dan kelor.
Beberapa jenis tanaman obat sebagai herbal untuk pemelihara daya tahan tubuh yang mudah
dikembangkan di lahan pekarangan rumah keluarga sebagai berikut:
Kandungan:
Kurkuminoid 6,5 – 11%, minyak atsiri 3 -5%, zat pati 40 – 50%, mineral dan vitamin.
Khasiat:
Secara ilmiah untuk menjaga stamina deuritik, anti oksidan, anti radang, anti diare,
immunomodulator dan anti kanker.
Secara empiris untuk menurunkan kolesterol, sebagai obat malaria, obat sakit perut, maag,
memperbanyak ASI, mengobati keseleo, memar, dan rheumatik
Budidaya:
Kunyit dikembangkan dari rimpang induk atau rimpang anakan yang sehat, berumur 9 -10
bulan, bila rimpang diipatahkan akan terlihat banyak serat, kulit rimpang tidak kusut, tidak
mudah terkelupas, warna mengkilat dan bernas.
Rimpang dipotong-potong membujur dengan berat 20-30 gr per potongan dan panjang 3 – 7
cm.
Potongan rimpang disemaikan di atas tanah gembur atau tanah beralas jerami berlapis (3 – 5
lapis) agar cepat bertunas. Setelah 3 – 8 minggu di persemaian, pada rimpang mulai tumbuh
2 -3 tunas dan siap dipindahkan ke lahan atau wadah (pot/polybag) pada awal musim hujan.
Pemupukan dilakukan pada saat pengolahan lahan dengan pupuk dasar (pupuk kandang)
sebanyak 1 – 2 kg lubang tanam atau per pot/polybag dan dibiarkan selama 1 – 2 minggu
baru rimpang yang sudah bertunas dipindahkan.
Pemeliharaan dilakukan untuk mengganti bibit yang tidak tumbuh, menyiram tanaman pada
masa pertumbuhan (6 bulan setelah tanam/BST), dan penyiangan untuk membuang gulma.
Rimpang kunyit siap dipanen jika semua daun dan batang sudah menguning dan mengering,
umumnya panen pada umur tanaman lebih dari 9 bulan. Caranya rimpang diangkat dari
tanah kemudian tanah dan akar yang menempel di rimpang dibersihkan dengan air
mengalir, ditiriskan, dan dikeringanginkan baru disimpan.
Pengolahan:
Untuk pembuatan simplisia, rimpang dicuci bersih, ditiriskan, kemudian diiris tipis membujur
dengan ketebalan 2 – 5 mm, dijemur di bawah sinar matahari dan ditutup kain hitam sampai
kadar air 9 -10% atau dikeringkan dengan oven pada suhu 40 – 60 0C. Simplisia yang kering
dikemas dalam wadah kedap udara yang tidak mudah bereaksi dengan bahan lain, bisa
melindungi dari pengaruh cahaya, oksigen, dan uap air, cemaran mikroba, kotoran, dan
serangga. Kemasan diberi label (tanggal dan tempat produksi, berat bersih). Simplisia dalam
kemasan di ruang yang bersih, sejuk (suhu 10 -150C) dan kering.
Bentuk sediaan:
25 g rimpang segar dicuci,, diperas, disaring, ditambah 1 sendok makan madu, diminum 2 X
sehari.
Seduhan serbuk 1,5 – 3 g/hari.
Rebusan rimpang kering 0,5 – 1 g, 3 X sehari
Kandungan:
Kurkuminoid 4,59 -5,22% minyak atsiri 5,49 – 9,8%, xantrorrizol 0,81 – 0,97%, protein: pati
48,9 -53,1%, serat 2,37 – 3,44%
Khaisiat:
Secara ilmiah: sebagai hepatoprotektor, analgesik, anti oksidan, anti inplamasi, anti kanker,
menurunkan plak gig, immunomodulator, menurunkan kolesterol-trigliserida, megurangi
nyeri sendi dan tulang.
Secara empiris: menambah nafsu makan, memperbaiki, fungsi hati dan pencernaan,
meningkatkan ASI.
Budidaya:
Temulawak dapat dikembangkan dari rimpang yang sudah berumur 10 bulan dan sudah
memiliki 2 – 3 mata tunas, baik rimpang induk atau rimpang anakan. Kulit rimpang keras
dan tidak mudah terkelupas/sehat.
Bila benih dari rimpang induk, maka harus dipotong-potong membujur dengan 2- 3 mata
tunas, sedang jika dari rumpang anakan maka harus memilii berat 20-30 per rimpang
anakan.
Potongan rimpang disemaikan di atas tanah gembur atau tanah beralas jerami berlapis (3 – 5
lapis) agar cepat bertunas. Setelah 2 – 4 minggu di persemaian, pada rimpang mulai tumbuh
2 -3 tunas dan siap dipindahkan ke lahan atau wadah (pot/polybag) pada awal musim hujan.
Pemupukan dilakukan pada saat pengolahan lahan dengan pupuk dasar (pupuk kandang)
sebanyak 1 – 2 kg lubang tanam atau per pot/polybag dan dibiarkan selama 1 – 2 minggu
baru rimpang yang sudah bertunas dipindahkan. Atau ditanam dengan posisi rebah dan
tunas menghadap ke atas. Tanah di sekitar benih dipadatkan agar kokoh lalu ditutup dengan
tanah.
Pemeliharaan dilakukan untuk mengganti bibit yang tidak tumbuh (penyulaman), menyiram
tanaman pada masa pertumbuhan (6 bulan setelah tanam/BST), dan penyiangan untuk
membuang gulma dan pembumbunan.
Rimpang temulawak siap dipanen jika semua daun dan batang sudah menguning dan
mengering, umumnya panen pada umur tanaman lebih dari 9 – 10 bulan BST. Caranya
rimpang diangkat dari tanah kemudian tanah dan akar yang menempel di rimpang
dibersihkan dengan air mengalir, ditiriskan, dan dikeringanginkan baru disimpan.
Pascapanen:
Untuk pembuatan simplisia, rimpang dicuci bersih, ditiriskan, kemudian diiris tipis membujur
dengan ketebalan 2 – 7 mm, dijemur di bawah sinar matahari dan ditutup kain hitam sampai
kadar air 9 -10% atau dikeringkan dengan oven pada suhu 40 – 60 0C. Simplisia yang kering
dikemas dalam wadah kedap udara yang tidak mudah bereaksi dengan bahan lain, bisa
melindungi dari pengaruh cahaya, oksigen, dan uap air, cemaran mikroba, kotoran, dan
serangga. Kemasan diberi label (tanggal dan tempat produksi, berat bersih). Simplisia dalam
kemasan di ruang yang bersih, sejuk (suhu 10 -150C) dan kering.
Irisan rimpang kering 5-10 g direbus dengan 500 cc air hingga tinggal kurang lebih 300 cc,
disaring, diminum 2 X sehari @ 150 cc.
Serbuk rimpang kering 3 g, diseduh dengan air matang hangat, diaduk, diminum beserta
ampasnya 1 X sehari.
Irisan rimpang segar 20 - 25 g diseduh dengan air mendidih selama 5 menit, setelah hangat
diminum air seduhannya, 1 X sehari.
Kandungan:
Oleorosin 2,39 – 8,87%, minyak atsiri 0,78 – 4,80%, gingerol 0,49 – 1,37%, shogaol, zingeron,
pati 39 39 -45%, serat 5,60 – 8,60%, vitamin dan mineral.
Khasiat:
Budidaya:
Jahe dapat dikembangkan dari rimpang memiliki tunas atau dengan anakan yang sudah
berumur 9 bulan dan sudah memiliki 2 – 3 mata tunas, kulit rimpang kisut dan tidak mudah
terkelupas, mengkilat, dan bernas.
Bila benih dari rimpang maka harus dipotong-potong dengan ukuran 30 - 60 per rimpang
untuk jahe putih besar dan 30 – 60 gr dan untuk jahe putih kecil dengan ukuran 20 - 40 gr.
Potongan rimpang diselupkan ke dalam larutan disenfektan lalu dikeringanginkan atau
ditaburi abu dapur atau sekam padi di bagian atas media semai.
Potongan rimpang disemaikan di atas tanah gembur atau tanah beralas jerami/alang-alang
berlapis (3 – 5 lapis) dan diletakkan di tempat yang teduh agar cepat bertunas. Selama masa
penyemaian dilakukan penyiraman sesuai kebutuhan dengan cara disemprot (jangan
disiram).
Setelah benih/semaian rimpang mulai tumbuh dengan tinggi tunas 1-2 cm siap ditanam ke
lahan atau wadah (pot/polybag) pada awal musim hujan dengan kedalaman tanam 5 – 7 cm.
Bibit jahe diletakkan dengan posisi rebah dan tunas menghadap ke atas.
Pemupukan dilakukan pada saat pengolahan lahan dengan pupuk dasar (pupuk kandang)
sebanyak 0,5 – 1 kg lubang tanam atau per pot/polybag dan dibiarkan selama 2 – 4 minggu
baru rimpang yang sudah bertunas dipindahkan. Atau ditanam dengan posisi rebah dan
tunas menghadap ke atas. Tanah di sekitar benih dipadatkan agar kokoh lalu ditutup dengan
tanah.
Pemeliharaan dilakukan untuk mengganti bibit yang tidak tumbuh (penyulaman), menyiram
tanaman pada masa pertumbuhan (6 bulan setelah tanam/BST), dan penyiangan untuk
membuang gulma dan pembumbunan muali umur 3 bulan.
Rimpang jahe siap dipanen jika semua daun menguning dan matig, umumnya panen pada
umur tanaman lebih dari 9 – 10 bulan BST. Caranya rimpang diangkat dari tanah kemudian
tanah dan akar yang menempel di rimpang dibersihkan dengan air mengalir, ditiriskan, dan
dikeringanginkan baru disimpan.
Pascapanen:
Untuk pembuatan simplisia, rimpang dicuci bersih, ditiriskan, kemudian diiris tipis membujur
dengan ketebalan 2 – 5 mm, dijemur di atas tikar yang bersih di bawah sinar matahari dan
ditutup kain hitam sampai kadar air 9-10 % atau dikeringkan dengan oven pada suhu 40 –
600C.
Simplisia yang kering dikemas dalam wadah kedap udara yang tidak mudah bereaksi dengan
bahan lain, bisa melindungi dari pengaruh cahaya, oksigen, dan uap air, cemaran mikroba,
kotoran, dan serangga. Kemasan diberi label (tanggal dan tempat produksi, berat bersih).
Simplisia dalam kemasan di ruang yang bersih, sejuk (suhu 10 -150C) dan kering.
Kandungan senyawa aktif: diterpen lakton (andrografolid/zat pahit sebanyak 0,64 – 4,10%,
neoandrografolid, deoksiandrografolid, didehidroandrografolid, serta homoandrografolid),
flavonoid polimetoksi, alkaline, keton, aldehd, mineral (alium, kalsium, natrium), asam
kersik, damar.
Khasiat:
Anti diabetes, anti inflasi, hepatopprotektor, darah tinggi, mengobati demam, disentri,
kolera, sakit paru-paru, influenza, bronchitis, gigitan ular, dan rematik.
Budidaya:
Sambiloto dikembangkan dengan biji atau stek. Jika biji, maka harus direndam terlebih
dahulu selama 24 jam, dikeringanginkan, baru disemai pada media semaian campuran
tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1;1;1. Setelah tumbuh dengan 2-3
daun, bibit dipindahkan ke bedengan atau polybag. Jika dari setek, maka diambil dari pucuk
tanamn induk yang sudah berumur 1 tahun. Bibit siap dipindahkan (di tanam langsung d
lahan/polybag/pot) setelah tumbuh akar (21 hari).
Bibit ditanam pada lubang tanam yang sebelumnya diberi pupuk kandang sebanyak ½
kg/lubang.
Pemeliharaan untuk membuang gulma sesuai kondisi perkembangan gulma san penyiraman
disesuaikan dengan keperluan.
Panen dilakukan saat menjelang tanaman berbunga atau saat 50% tanaman sedang
berbunga (saat tanaman berumur 3-4 bulan) dengan cara memangaks batang utama pada
sekitar 10 cm di atas permukaan tanah, panen erikutnya bisa dilakukan setiap 2 bulan.
Pascapanen:
Daun sambiloto yang dipanen dicuci bersih pada air yang mengalir atau direndam dalam bak
pencucian lalu ditiriskan. Jemur di atas tikar yang bersih di bawah sinar matahari dan ditutup
kain hitam agar mutu simplisia baik dan warna daun tetap hijau tua. Jika dikeringkan dengan
alat pengering, maka pada suhu < 500 sampai kadar air tinggal 10%.
Simplisia yang kering dikemas dalam wadah kedap udara yang tidak mudah bereaksi dengan
bahan lain, bisa melindungi dari pengaruh cahaya, oksigen, dan uap air, cemaran mikroba,
kotoran, dan serangga. Kemasan diberi label (tanggal dan tempat produksi, berat bersih).
Simplisia dalam kemasan di ruang yang bersih, sejuk (suhu 10 -15 0C) dan kering serta tidak
kena cahaya matahari langsung.
Kandungan:
Kandungan gel daun lidah buaya mengadung senyawa kimia antara lain mannans asetat,
polymannans, antrakuinon, berbagai lektin, saponin, 18 asam amino esensial, vitamin (A, B1,
B2, B3, B12, C, dan E), kolin, isosttol, asam folat serta mineral (Ca, Mg, Na, Fe, Chromium).
Khasiat:
Budidaya:
Bibit berasal dari anakan yang tumbuh di sekeliling tanaman induk, sehat, berumur di atas 1
tahun, ajarak anatar anakan dr pohon induk lebih kurang 10 – 20 cm.
Anakan yang digunakan untuk bibiit dengan tinggi 25 – 30 cm, jumlah pelepah 3 – 4 helai,
anakan berumur 1 – 2 bulan denagn besar seukuran ibu jari, warna hijau, dan perakaran
sehat.
Bibit lidah buaya ditanam di bedengan yang telah dipupuk kandang terlebih dahulu dengan
jarak tanam 20 x 20 cm atau polybag. Jika bibit lidah buaya sudah berumur 3 – 4 bulan bibit
lih buay sdah bisa dipindahkan ke lahan yang sudah diolah terlebih dahulu (pembersihan,
pemupukan dan pengapuran) atau pot/polybag.
Bibit lidah buaya dipindah ke lubang tanam di lahan atau pot/polybag yang diberi campuran
tanah + pupuk organik sebanyak 250 gr/lubang tanam + abu sebanyak 250 gr/lubang
terlebih dahulu (3 – 4 hari sebelum tanam). Lubang ditutup kembali tanah dan disiram
setelah bibit ditanam. Mulsa dari serasah atau jerami padi dapat diberikan pada saat tanam
untuk mengatasi gulma.
Pemeliharaan tanaman berupa penyulaman tanaman yang mati, penyiraman secukupnya,
serta penyiangan gulma dan pembumbunan sesuai kebutuhan.
Panen pertama dilakukan setelah tanaman lidah buaya berumur 12 – 18 bulan, pelepah
daun sudah tua dan bewarna hijau muda, bercak putih di bawah daun sudah mulai hilang.
Panen selanjutnya dilakukan setiap bulan dengan memotong pangkal pelepah yang paling
bawah dengan menggunakan pisau.
Pascapanen:
Daun lidah buaya hasil panen yang tidak ada proses pembusukan dibungkus dengan koran
per pelepah, dimasukkan dalam peti kayu yang diberi celah untuk pertukaran udara. Pelepah
yang sudah dikemas di tempat yang kering dan bersih dan tidak terkena sinar matahari
secara langsung.
Kandungan:
Khasiat:
Secara empiris dan klinis, herba meniran berfungsi sebagi anti bakteri atau antibiotik,
antihepatotoksik (melindungi hati dan racun), antipiretik (pereda demam) anti tusif (pereda
batuk, anti radang, anti virus, diuretik (peluruh air seni dan mencegah pembentukan kristal
kalsium oksalat), ekspektoran (peluruh dahak), hipoglikemik (menurukan kadar glukosa
darah), serta sebagai immunostimulan (merangsang sel imun bekerja lebih aktif), anti
inflamasi sehingga dapat menguatkan imunitas tubuh.
Seca klinis ekstrak meniran juga berkhasiat dalam membantu penyembuhan penyakit
tuberkulosis, hepatitis, dan vulvovaginitis.
Budidaya:
· Meniran sangat mudah dibudidayakan, bahkan dianggap sebagai gulma
(tanaman pengganggu), tumbuh secara liar di tempat berbatu dan lembab,
seperti di tepi sungai, pantai, semak, lahan bekas sawah, tanah terlantar di
anatara rerumputan, hutan atau ladang, atau tumbuh di sekitar pekarangan
rumah.
· Perbanyakan dilakukan secara generatif atau menggunakan benih
sebagai sumber bibit. Biji tanaman yang sudah tua dikeringkan sebagai
sumber benih.
· Media tanam terdiri-dari sekam, pupuk kandang, dan tanah, dengan
perbandingan [Link], diaduk rata dan taruh di atas nampan, diratakan.
Sebarkan biji ke atas nampan. Diamkan selama sekitar 1 minggu, sampai tunas
bibitnya muncul baru dipindahkan ke polybag/pot. Biarkan tumbuh selama 3
minggu atau bisa dipindahkan ke lahan dengan jarak 20 x 20 cm. Siram dan
siangi gulma secara teratur.
Pascapanen:
Meniran dipanen pada umur 2 – 3 bulan setelah tanam dengan ciri tanaman meniran yang siap
dipanen adalah daun tampak hijau tua hampir menguning dan buah agak keras jika dipijit. Meniran
bisa digunakan dalam bentuk segar maupun kering.
Rebusan herba 15-30 g dalam 250 mL air, diminum 2-3 kali sehari
Sediaan kemasan, tetapi harus hati-hati jika terdapat kombinasinya dengan jinten hitam, akan
menyebabkan hepatotoksik.
Kandungan:
Daun sirih sirih mengadung alkaloid, flavonid, terpenoid, cyanogenic, glucoside, isoperonoid,
karvakrol, polevenolad, eugenol, tannin dan nonprotein amino acid, serta berbagai minyak
esensial.
Khasiat:
Secara empiris daun sirih ber manfaat untuk mengobati hipertensi, radang liver, radang
prostat, radang mata, keputihan, maag, kanker payudara, nyeri sendi, penurun dan
pengontrol kadar gula darah, kosmetika, obat gangguan jantung, TBC tulang, keputihan akut,
tumor payudara, antiseptik untuk mengeliminasi mikroorganisme dari kulit atau luka, misal
disebabkan oleh Candida albicans. Sebagai obat kumur dapat membantu mencegah
pembentukan plak gigi dan radang gusi, obat batuk ekspektoran.
Secara klinis daun sirih sebagai anti-inflamasi, anti-septik, dan pendingin kulit/mempercepat
penyembuhan luka bakar, menahan pendarahan, mengatasi gangguan saluran pencernaan,
meningkatkan nafsu makan/meningkatkan energi, membantu mengeluarkan dahak/menjaga
kesehatan mulut dan gigi, mengatasi gangguan pernapasan, serta menurunkan kolesterol,
tekanan darah, dan menurunkan gula darah.
Budidaya:
Teknik stek: (1) Siapkan media tanam berupa campuran tanah, pupuk kompos, dan pasir
dengan komposisi [Link]. (2) Masukkan media ke dalam polibag hingga penuh. (3) Bibit stek
dapat diperoleh dari memotong batang pohon sirih yang sudah tua sekitar 2 ruas lalu
rendam dalam air kurang lebih 15 menit, lalu tancapkan bibit stek dalam media. (4)
Tanaman sirih dapat disiram setiap pagi dan sore hari, jika sudah muncul akar, tanaman bisa
dipindahkan ke lahan atau wadah tanam yang lebih besar.
Teknik stek air: (1) Siapkan batang sulur yang sudah tua, potong, dan rendam dalam air. (2)
Lebih kurang satu minggu akan muncul akar serabut, dan segera pindahkan ke media tanam
(langsung di lahan atau pot/polybag besar).
Teknik merunduk: (1) Pilih batang sulur yang panjang lalu atur agar dapat merunduk dan
menempel pada media tanam. (2) Lakukan penyiraman secara teratur agar sulur
mengeluarkan akar. (3) Potonglah sulur dan pindahkan ke lahan baru.
Lokasi tanam sirih diusahakan di tempat yang teduh dan tak terlalu terpapar sinar matahari.
Gunakan juga pupuk yang berasal dari kotoran ayam atau pupuk organik agar tumbuh subur.
Selain itu agar tumbuh dengan baik, tanaman sirih diberikan sandaran untuk hidup atau
menjalar.
Pascapanen:
Daun sirih dipanen pada umur minimal 4 bulan (tanaman sudah pempunyai daun 16 – 20
lembar dengan ukuran panjang 15-20 cm atau tergantung jenis sirihnya. Daun sirih yang tua,
terlihat bersih dan berwarna mengkilap biasanya mempunyai kadar bahan aktif sirih cukup
tinggi.
Panen dimulai dari ruas daun bagian bawah menuju ke atas, sortir, daun yang bagus dicuci
dan direndam dalam air untuk membersihkan kotoran/debu yang menempel pada daun
hingga bersih, kemudian ditiriskan. Selanjutnya daun sirih dirajang dengan lebar 1 cm dan
dikering anginkan di atas tampah/nyiru yang dialasi kertas sampai kadar di bawah 12%
selama kurang 3 – 4 hari. Simplisia yang telah kering dimasukkan dalam plastik transparan
kedap air bersama silika gel baru ditutup rapat dan diberi label (tanggal produksi).
Bungkusan simplisia daun sirih disimpan di tempat kering dan bersih, dapat bertahan selama
1 tahun. Selain itu simplisia daun sirih dapat juga dikonsumsi dalam bentuk teh, serbuk, dan
ekstrak kapsul.
Serbuk daun sirih dibuat dari simplisia yang telah kering dan digiling dengan grinder hingga
ukuran 40 mesh, baru dikemas dalam plastik transparan dan diberi label (tanggal produksi).
Ekstrak kapsul dibuat dari serbuk daun sirih yang diekstrak dengan menggunakan etanol
70%. Ekstrak kental ditambah pengisi tepung beras 50% dan dikeringkan dengan oven pada
suhu 4000C, jika sudah kering baru dimasukkan ke dalam kapsul.
Simplisia daun sirih sebanyak 3 – 4 potong rajangan direbus dengan segelas air sampai
mendidih, setelah dingin baru diminum.
BAB III
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
Abdurahman, Akhi. (2016). Jurus Maut Mengatasi Kerewelan Anak. Depok: Thulis media
Akbar, Reni dan Hawadi. (2001). Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta: Grasindo.
Arianto, Yusuf CK. (2011). Rahasia Dapat Modal & Fasilitas dengan Cepat & Tepat.
Jakarta: Gramedia.
Armstrong, Thomas. (2006). The Best School (Mendidik Siswa Menjadi Insan Cendekia
Seutuhnya). Bandung: PT Mizan Pustaka.
Budiyarti, Sri. (2014). Problematika Pembelajaran di Sekolah Dasar. Yogyakarta:
Deepublish.
Ciputra. (2009). Ciputra Quantum Leap (Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Bangsa
dan Masa Depan Anda). Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Kasmir. (2006). Kewirausahaan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Mulyadi, Seto dan Lutfi T. Rizki. (2012). Financial Parenting (Menjadikan Anak Cerdas dan
Cermat Mengelola Uang). Jakarta: Mizan.
Novita, Windya. (2007). Serba Serbi Anak. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Royan, Frans M. (2007). Smart Lauching New Product (Strategi Jitu Memasarkan Produk
Baru Agar Meldak di Pasar). Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Saiman, Leonardus. (2009). Kewirausahaan Teori, Praktik, dan Kasus- kasus. Penerbit:
Salemba Empat .
Sangkanparan, Hartono. (2012). Mencetak Superman Masa Depan. Jakarta: Visi Media
Wijatno, Serian. (2009). Pengantar Entrepreneurship . Jakarta: Grasindo
Suharyadi, dkk. (2007). Kewirausahaan Membangun usaha Sukses Sejak usia Muda. Jakarta:
Salemba Empat
Suparyanto. (2013). Kewirausahaan (Konsep dan Realita pada Usaha kecil). Bandung:
Alfabeta.
Tridhonanto, Al. (2015). Jangan Katakan Bodoh ! (Buku panduan bagi Orang Tua dan Guru)
. Jakarta: Bisakimia.
Wardhana, Dony S. (2013). 100% Anti Nganggur (Cara Cerdas Menjadi Karyawan atau
Wirausahawan). Bandung: Ruang Kata.
Wibowo, Budhi dan Adi Kusrianto. (2010). Menembus Pasar Ekspor, Siapa takut. Jakarta:
PT Elex Media Komputindo.
Yasar, Iftida. (2010). From Zero to Hero (Rahasia Menciptakan pribadi Unggul di Pekerjaan
dan Kehidupan). Jakarta: Gramedia.