T U G A S 2
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan cermat!
Waktu pengumpulan tugas 2 selama dua minggu! Mohon untuk tidak mengunggah pada
saat akhir batas unggah.
Perhatikan pertanyaan dengan cermat dan jeli! Jawab tanpa melakukan plagiasi dan
bantuan AI.
No Soal
1 Jelaskan tempat Anda tinggal dan sebutkan contoh tumbuhan tingkat rendah dan tinggi yang
ada disekitarnya!
2 Organ makhluk hidup terdiri dari jaringan-jaringan penyusunnya. Sebutkan jaringan penyusun
pada tumbuhan dan jelaskan berdasarkan jenis sel, letak dan fungsi jaringannya.
3 Salah satu tujuan klasifikasi pada hewan dan tumbuhan dibuat agar memudahkan manusia
dalam mempelajarinya. Buatlah sekelompok hewan yang terdiri dari 3 spesies hewan
berdasarkan kesamaan
a. bangsa (ordo)
b. suku (familia)
c. marga (genus)
4 Jelaskan alat-alat resonansi yang dapat memperkuat bunyi dan apa akibat resonansi yang
dapat merugikan kehidupan!
5 Jelaskan apa yang dimaksud dengan warna panas, warna dingin dan warna kontras!
JAWABAN
1. Saya tinggal di Desa Padakaton, Kecamatan Ketanggungan, kabupaten Brebes. Desa tempat tinggal
saya berada di daerah dataran rendah dengan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai
petani/pekebun, desa tersebut juga hampir setengah wilayahnya merupakan daerah
persawahan/perkebunan.
Tumbuhan tingkat rendah merupakan tumbuhan yang belum bisa dibedakan antara akar, batang, dan
daunnya, meskipun sebagian ada juga yang memiliki organ seperti batang, akar, dan daun namun
bagian tersebut bukan merupakan organ sejati. Beberapa tumbuhan tingkat rendah yang sering ditemui
di sekitar tempat tinggal saya adalah lumut, jamur
Tumbuhan tingkat tinggi adalah tumbuhan yang memiliki struktur tubuh kompleks dan memiliki akar,
batang dan daun sejati. Beberapa tumbuhan tingkat tinggi yang sering ditemui di sekitar tempat tinggal
saya adalah padi, jagung, mangga, jambu, melinjo
2. Jaringan Penyusun Tumbuhan
a. Berdasarkan jenis sel
Berdasarkan jenis selnya, jaringan penyusun tumbuhan terbagi menjadi 2 yaitu jaringan
sederhana dan jaringan kompleks
1) Jaringan Sederhana
Parenkim
Sel parenkim merupakan jenis sel tumbuhan yang paling tidak terspesialisasi dan paling
banyak terdapat pada tumbuhan. Sel parenkim biasanya berbentuk bulat dan dapat
ditemukan di semua organ tumbuhan. Pada daun, sel parenkim membentuk mesofil,
tempat berlangsungnya fotosintesis. Pada batang dan akar, sel parenkim membentuk
korteks, yang berfungsi menyimpan karbohidrat dan zat lain yang dibutuhkan tumbuhan
untuk berfungsi . Sel parenkim juga berperan dalam mendukung tumbuhan dan
mentransfer nutrisi dalam floem. Sel parenkim adalah sel yang membelah dan
menghasilkan sel baru saat tumbuhan tumbuh. Sel parenkim membentuk jaringan
parenkim.
Kolenkim
Sel kolenkim memanjang dan memberikan dukungan pada organ tumbuhan yang sedang
tumbuh, seperti daun. Dinding sel primernya tebal, tetapi tidak mengandung lignin,
sehingga membuatnya fleksibel. Sel kolenkim mengelompok menjadi jaringan dengan
nama yang sama.
Sklerenkim
Sel sklerenkim tebal karena dinding selnya mengandung lignin, polisakarida yang kaku.
Sel-sel ini sebagian besar mati saat dewasa, dan fungsi utamanya adalah memberikan
dukungan mekanis, misalnya pada batang.
2) Jaringan kompleks
Xilem
Xilem adalah jaringan yang mengangkut air dan nutrisi dari akar ke daun. Xilem terdiri
dari sel parenkim khusus, sel berbentuk tabung yang disebut pembuluh dan trakeid,
membentuk tabung panjang untuk transportasi longitudinal dan biasanya mati saat
dewasa, dan sel sinar untuk konduksi lateral.
Floem
Floem adalah jaringan yang mengangkut gula yang dihasilkan dalam fotosintesis.
Tidak seperti xilem, xilem terdiri dari sel hidup yang disebut anggota tabung saringan
(sel berbentuk tabung) dan sel pendamping, yang membantu mengendalikan aliran
cairan pada anggota tabung saringan.
Epidermis
Epidermis biasanya merupakan lapisan satu sel di bagian luar jaringan tumbuhan
untuk perlindungan, dan mengeluarkan lapisan pelindung yang disebut kutikula. Sel-
sel yang berbeda dapat ditemukan di sini: sel parenkim, sel penjaga di stomata
(bukaan untuk pertukaran gas pada daun), trikoma (rambut), rambut akar di akar, dan
kelenjar (produksi zat).
Periderm
Periderm adalah lapisan terluar tumbuhan berkayu, atau kulit luar. Terdiri dari sel
gabus dan lentisel, yang merupakan gugusan sel parenkim yang membantu membawa
lebih banyak oksigen ke dalam batang.
b. Berdasarkan letaknya
Berdasarkan letaknya, jaringan penyusun tumbuhan terbagi menjadi 3 yaitu :
1) Jaringan Meristem Apikal
Jaringan meristem apikal adalah jaringan yang letaknya di ujung batang atau ujung akar
2) Jaringan Meristem Lateral
Jaringan meristem lateral adalah jaringan yang terletak di samping batang atau akar, berupa
kambium dan kambium gabus.
3) Jaringan Meristem Interkalar
Jaringan meristem interkalar adalah jaringan yang letaknya diantara jaringan dewasa,
misalnya di pangkal ruas-ruas batang.
c. Berdasarkan fungsinya
berdasarkan fungsinya, jaringan tubuh tumbuhan terbagi menjadi dua macam, yaitu jaringan
meristem dan jaringan permanen.
1) Jaringan meristem
Jaringan meristem adalah jaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional. Embrional
maksudnya sel ini terus-menerus membelah diri untuk menambah jumlah sel tubuh
tumbuhan. Fungsi jaringan meristem adalah sebagai berikut. Sebagai jaringan penyokong
pada pertumbuhan diameter batang Sebagai jaringan yang membuat tumbuhan meninggi pada
batang dan memanjang pada akar Sebagai jaringan penyokong organ perantara tanaman
Pertumbuhan dan perkembangan menjadi panjang, besar, dan meningkat Baca juga: Sistem
Gerak pada Tumbuhan dan Macam-Macamnya
2) Jaringan permanen
Jaringan permanen adalah jaringan yang berasal dari pembelahan sel-sel meristem primer
maupun sekunder yang telah berdiferensiasi dan terspesialisasi mengalami perubahan bentuk
sesuai dengan fungsinya. Berdasarkan fungsinya, jaringan permanen dapat terbagi menjadi
beberapa jenis:
Jaringan epidermis
Fungsi utama dari jaringan epidermis yaitu sebagai pelindung paling luar pada setiap
organ tumbuhan. Selain itu, epidermis menjadi jaringan tempat pertukaran zat dan
menghambat hilangnya air karena penguapan. Bentuk lain epidermis adalah stoma,
trikomata, spina, dan velamen.
Jaringan parenkim
Jaringan parenkim adalah jaringan dasar yang ditemukan pada hampir semua organ
tumbuhan. Jaringan parenkim juga disebut sebagai jaringan dasar. Fungsi jaringan
parenkim adalah pembuat zat makanan, menyimpan cadangan makanan, menyimpan air,
menyimpan udara, dan jaringan regenerasi.
Jaringan penyokong
Jaringan ini disebut juga jaringan mekanik karena memiliki fungsi untuk menunjang
bentuk tumbuhan agar dapat berdiri dengan kokoh dan kuat. Ada dua macam jaringan
penyokong adalah jaringan kolenkim dan sklerenkim. Kolenkim adalah jaringan yang
memiliki banyak sifat dan bisa berbaur dengan jaringan yang di dekatnya. Sedangkan
sklerenkim adalah jaringan penunjang yang terdapat pada tumbuhan yang telah dewasa.
Sel-selnya biasanya mengandung lignin atau zat kayu.
3. Berikut ini taksonomi hewan berdasarkan ordo, falili dan genus
a. Ordo
Ordo merupakan Tingkat klasifikasi yang mengelompokkan hewan berdasarkan ciri-ciri
umum yang lebih luas, seperti perilaku dan makanannya
Contoh
- Herbivora : Kambing, Sapi, Kerbau, Kuda, dll
- Karnivora : Kucing, Singa, Serigala, Ular, Buaya, dll
- Omnivora : Ayam, Bebek, Tikus, Tupai, dll
b. Famili
Famili merupakan tingkat klasifikasi yang lebih spesifik dari ordo, mengelompokkan
hewan yang memiliki ciri-ciri yang lebih mirip satu sama lain
Contoh :
Famili Kucing : Kucing angora, kucing persia, kucing himalaya, kucing mainecoon, dll
c. Genus
Genus merupakan tingkat klasifikasi yang lebih spesifik lagi dari famili,
mengelompokkan spesies yang memiliki ciri-ciri sangat mirip
Contoh : Singa, Harimau, Jaguar, Macan tutul, Kucing, Ceetah
4. Resonansi bunyi merupakan peristiwa ikut bergetarnya suatu benda akibat getaran yang
dihasilkan oleh sumber bunyi.
Resonansi bunyi hanya dapat terjadi jika suatu benda memiliki frekuensi alami yang sama dengan
frekuensi alami sumber bunyi yang bergetar. Contoh : Biola, Gendang, Gamelan, Kentungan, dll
Resonasi yang dapat merugikan
- Petir
Suara petir yang sangat keras dapat menyebabkan bergetarnya kaca jendela dan dapat
mengakibatkankaca pecah.
- Musik
Suara musik yang terlalu keras dapat mengakibatkan gangguan pendengaran.
- Getaran jalan
Suara getaran jalan akibat dilalui kendaraan besar dapat mengakibatkan kerusakan pondasi
rumah di sekitar jalan tersebut
5. Warna Panas, Warna dingin, dan Warna Kontras
a. Warna Panas
Warna panas adalah warna yang memberikan perasaan/Kesan hangat dan enerjik
Warna yang merupakan contoh warna panas antara lain Merah, Jingga, Kuning dan
Kombinasinya. jika dilihat sekilas warna-warna hangat ini akan mengingatkan
orang-orang akan cita rasa Kehangatan senja. Warna panas biasanya berada di sisi
terang dari spektrum warna. Beberapa contoh warna panas antara lain:
MERAH = bisa menyimbolkan gairah & energi. Ini juga dapat menarik perhatian
dengan cepat dan menghasilkan perasaan kuat, seperti cinta atau marah.
JINGGA = ini adalah campuran antara merah dan kuning. sering juga dikaitkan
dengan semangat, kegembiraan, dan kehangatan.
KUNING = warna ini melambangkan keceriaan, kebahagiaan, dan optimisme. Ini
dapat memberikan perasaan cerah dan segar, mirip dengan cahaya matahari.
b. Warna Dingin
Warna dingin atau sejuk merupakan warna-warna dengan tingkat keterangan
(brightness) yang cenderung rendah, sehingga warna-warna ini nyaman dilihat,
tidak memberikan efek psikologi yang menenangkan. Pada spektrum warna,
Warna dingin terletak di sekitar sisi biru, hijau, dan ungu.
Beberapa contoh warna dingin meliputi:
BIRU = warna ini mewakili ketenangan dan refleksi. Ini sering dikaitkan dengan air
dan langit. maka penggunaan warna ini dalam sebuah desain akan mencerminkan
ketenangan, kestabilan, dan kepercayaan.
HIJAU = penggunaan warna Ini akan mengingatkan pada alam dan pertumbuhan.
Ini bisa memberikan perasaan segar, harmoni, dan keseimbangan.
UNGU = Ungu adalah campuran antara merah dan biru. Ini sering dikaitkan dengan
misteri, kedalaman, dan kemewahan.
c. Warna Kontras
Warna kontras adalah kombinasi warna yang memiliki perbedaan mencolok. Warna kontras
yang disandingkan pada dasarnya bertolak belakang satu sama lain. Contoh warna kontras
yaitu :
- MERAH dengan HIJAU
- KUNING dengan UNGU
- BIRU dengan ORANGE