0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
193 tayangan19 halaman

Morfologi Serangga: Pengantar dan Analisis

Dokumen ini membahas tentang keanekaragaman serangga, termasuk klasifikasi, morfologi, dan peran ekologisnya. Tujuan praktikum adalah untuk mengenali berbagai macam bangsa serangga dan mengetahui morfologi mereka. Terdapat juga tinjauan pustaka yang menjelaskan spesies-spesies serangga yang berbeda dan karakteristiknya.

Diunggah oleh

WINA NADIA
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
193 tayangan19 halaman

Morfologi Serangga: Pengantar dan Analisis

Dokumen ini membahas tentang keanekaragaman serangga, termasuk klasifikasi, morfologi, dan peran ekologisnya. Tujuan praktikum adalah untuk mengenali berbagai macam bangsa serangga dan mengetahui morfologi mereka. Terdapat juga tinjauan pustaka yang menjelaskan spesies-spesies serangga yang berbeda dan karakteristiknya.

Diunggah oleh

WINA NADIA
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI .............................................................................................. i

DAFTAR TABEL ...................................................................................... ii

PENDAHULUAN..................................................................................... 1

Latar Belakang................................................................................ 1
Tujuan ............................................................................................. 2
TINJAUAN PUSTAKA............................................................................ 3

METODE PENELITIAN .......................................................................... 7

Waktu dan Tempat.......................................................................... 7


Alat dan Bahan ............................................................................... 7
Alat .................................................................................... 7
Bahan ................................................................................. 7
Prosedur Kerja ................................................................................ 7
HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................................. 9

Kesimpulan ..................................................................................... 15
Saran ............................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 16
DAFTAR TABEL

Nomor Halaman

1. Hasil Pengamatan Morfologi Capung (Gynantha bayadera)..................... 9


2. Hasil Pengamatan Morfologi Kupu-Kupu (Fragaria ananassa L) ............ 9
3. Hasil Pengamatan Morfologi Ngengat (Attaus atlas L) ............................. 10
4. Hasil Pengamatan Morfologi Belalang (Valanga nigricornis) .................. 10
5. Hasil Pengamatan Morfologi Kumbang (Carabus coriaceus) ................... 11
6. Hasil Pengamatan Morfologi Lalat (Musca sp.)......................................... 11
7. Hasil Pengamatan Morfologi Kepik (Riptortus linearis F.) ....................... 12
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Keanekaragaman makhluk hidup yang menempati bumi memiliki arti yang


penting ditinjau dari berbagai [Link] hayati berperan penting
dalam menjaga kestabilan ekosistem (Fatmala, 2017).
Serangga (disebut pula insecta, dibaca "insekta", berasal dari bahasa Latin
insectum) adalah salah satu kelas Avertebrata didalam filum Arthropoda, subfilum
Hexapoda yang memiliki exoskeleton berkitin, tubuh yang terbagi tiga bagian
(kepala, thorax, dan abdomen), tiga pasang kaki yang pangkalnya menyatu, mata
majemuk, dan sepasang antena. Serangga termasuk salah satu kelompok hewan
yang paling beragam, mencakup lebih dari satu juta spesies dan menggambarkan
lebih dari setengah organisme hidup yang telah diketahui jumlah spesies yang
masih ada diperkirakan antara enam hingga sepuluh juta dan berpotensi mewakili
lebih dari 90% bentuk kehidupan hewan yang berbeda-beda di bumi (Jumar, 2000).
Kajian mengenai peri kehidupan serangga disebut entomologi serangga
termasuk dalam kelas insekta (subfilum Uniramia) yang dibagi lagi menjadi 29
ordo, antara lain Diptera (misalnya lalat), Coleoptera (misalnya kumbang),
Hymenoptera (misalnya semut, lebah, dan tabuhan), dan Lepidoptera (misalnya
kupu-kupu dan ngengat). Kelompok Apterigota terdiri dari 4 ordo karena semua
serangga dewasanya tidak memiliki sayap, dan 25 ordo lainnya termasuk dalam
kelompok Pterigota karena memiliki sayap. Serangga di bidang pertanian banyak
dikenal sebagai hama. Sebagian bersifat sebagai predator, parasitoid, atau musuh
alami. Kebanyakan spesies serangga bermanfaat bagi manusia. Sebanyak
1.413.000 spesies telah berhasil diidentifikasi dan dikenal, lebih dari 7.000 spesies
baru di temukan hampir setiap tahun. Karena alasan ini membuat serangga berhasil
dalam mempertahankan keberlangsungan hidupnya pada habitat yang bervariasi,
kapasitas reproduksi yang tinggi, kemempuan memakan jenis makanan yang
berbeda, dan kemampuan menyelamatkan diri dari musuhnya (Pracaya, 2004).
Insekta atau serangga merupakan spesies hewan yang jumlahnya paling
dominan diantara spesies hewan lainnya dalam filum Arthropoda. Oleh karena itu
2

serangga termasuk dalam kelompok hewan yang lebih besar dalam filum
Arthropoda atau binatang beruas. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas
mengenai struktur serangga perlu ditinjau secara singkat dengan sistem
pengelompokan atau yang sering disebut sistem klasifikasi (Hadi, 2009).
Secara morfologi, tubuh serangga dewasa dapat dibedakan menjadi tiga bagian
utama. Ketiga bagian tubuh serangga dewasa adalah kepala (caput), dada (thorax)
dan perut (abdomen). Caput merupakan sebuah kontruksi yang padat dan keras dan
juga terdapat beberapa struktur yang menurut teori evolusi caput tersebut terdiri
dari empat ruas yang mengalami penyatuan dan thorax terdiri dari tiga ruas yang
jelas terlihat, sedangkan abdomen terdiri dari ±9 ruas (Aderisandi, 2012).
Serangga dapat diklasifikasikan menjadi dua tipe umum, yaitu mandibulata
(pengunyah) dan haustelata (penghisap), tipe alat mulut pengunyah, mandibel
bergerak secara transversal yaitu dari sisi ke sisi, dan serangga tersebut biasanya
mampu menggigit dan mengunyah makanannya. Tipe mulut penghisap memiliki
bagian-bagian dengan bentuk seperti probosis yang memanjang atau paruh dan
melalui alat itu makanan cair dihisap. Tipe mulut penggigit yaitu mulut tipe
pengigit dilengkapi dengan rahang atas dan bahwa yang sangat kuat, contohnya
mulut belalang dan jangkrik. Tipe mulut penusuk-penghisap yaitu Mulut tipe
penusuk-penghisap mempunyai rahang yang panjang dan runcing. Contohn ya
nyamuk. Mulut penghisap yaitu mulut tipe penusuk-penghisap dilengkapi dengan
alat seperti belalai panjang yang dapat digulung, contohnya mulut kupu kupu. Dan
mulut penjilat yaitu mulut tipe penjilat dilengkapi dengan alat untuk menjilat,
contohnya mulut lebah madu dan lalat (Jumar, 2000).

Tujuan Praktikum

1. Mengenali berbagai macam bangsa serangga.


2. Mengetahui morfologi serangga.
TINJAUAN PUSTAKA

Serangga (Insekta) digolongkan dalam phylum Arthropoda. Serangga sebagai


salah satu golongan hewan penghuni terbesar dimuka bumi. Diperkirakan bahwa
jumlah seluruh serangga menduduki tiga perempat bagian dari semua hewan yang
ada, dan dari jumlah tersebut 750.000 spesies telah berhasil diketahui dan diberi
nama. Jumlah tersebut merupakan lebih kurang 80% dari phylumnya sendiri
(Falahudin, 2015).
Serangga termasuk filum Arthropoda yaitu kelompok hewan yang mempunyai
kaki beruas-ruas, tubuh bilateral simetris dan dilapisi oleh kutikula yang keras
(exosceleton). Serangga digolongkan dalam kelas insecta (hexapoda), karena
memiliki 6 buah (3 pasang) kaki yang terdapat di daerah dada (thorax). Jumlah
kaki menjadi ciri khas serangga yang membedakannya dengan hewan lain dalam
phylum Arthropoda seperti laba-laba (arachnida), kepiting (decapoda), udang
(crustacea), lipan dan luwing (myriapoda), Kehidupan serangga sudah dimulai
sejak 400 juta tahun (zaman devonian). Kira-kira 2-3 juta spesies serangga telah
terindentifikasi. Diperkirakan, jumlah serangga sebanyak 30-80 juta spesies yang
meliputi sekitar 50% dari keanekaragaman spesies di muka bumi (Angga, 2009 ).
Caput merupakan kepala serangga yang berfungsi sebagai tempat melekatnya
antena, mata majemuk, mata oseli dan alat mulut. Berdasarkan posisinya kepala
serangga dibagi menjadi tiga, yaitu hypognathous, prognathous, dan
ephistognathous. Hypognatous apabila alat mulutnya menghadap ke bawah,
contohnya pada belalang, prognathous apabila alat mulutnya menghadap ke depan,
contohnya serangga kumbang, dan ephistognathous apabila mulutnya menghadap
ke belakang, contohnya adalah semua serangga hemiptera (Candra, 2009).
Alat–alat tambahan lain yang terdapat pada caput antara lain dua buah mata
facet, sepasang antena, serta tiga buah mata sederhana (occeli). Dua pasang sayap
serta tiga pasang kaki pada toraks. Pada segmen (ruas) pertama abdomen terdapat
suatu membran alat pendengar yang disebut tympanum. Spiralukum yang
merupakan alat pernafasan luar terdapat pada tiap–tiap segmen abdomen (segmen
terakhir abdomen). Ada mulutnya bertipe penggigit dan pengunyah yang memiliki
bagian–bagian labrum, sepasang mandibula, sepasang maxilla denga masing–
4

masing terdapat palpus maxillarisnya, dan labium dengan palpus labialisnya


(Jumar, 2000).
Toraks adalah bagian yang menghubungkan antara Caput dan Abdomen. Toraks
terdiri atas tiga ruas, yaitu prothorax (bagian depan), mesothorax (bagian tengah)
dan metathorax (bagian belakang). Abdomen merupakan bagian tubuh yang
memuat alat pencernaan dan alat reproduksi, ekskresi dan reproduksi. Abdomen
arthropoda terdiri dari beberapa ruas, rata- rata 9-10 ruas. Bagian dorsal dan ventral
mengalami slerotisasi, sedangkan bagian yang menghubungkan berupa membran.
Bagian dorsal yang mengalami sklerotisasi disebut tergit, bagian ventral disebut
sternit dan bagian ventral berupa membran disebut pleura (Rahmat, 2013).
Abdomen serangga merupakan bagian tubuh yang memuat alat pencernaan,
ekskresi, dan reproduksi. Abdomen serangga terdiri dari beberapa ruas, rata-rata
9-10 ruas. Bagian dorsal dan ventral mengalami sklerotisasi sedangkan bagian
yang menghubungkannya berupa membran. Bagian dorsal yang mengalami
sklerotisasi disebut tergit, bagian ventral disebut sternit, dan bagian ventral berupa
membran disebut pleura. Perkembangan evolusi serangga menunjukkan adanya
tanda-tanda bahwa evolusi menuju kepengurangan banyaknya ruas abdomen.
Serangga betina dewasa yang tergolong apterygota, seperti Thysanura, memiliki
ovipositor yang primitive dimana bentuknya terdiri dari dua pasang embelan yang
terdapat pada bagian bawah ruas abdomen kedelapan dan kesembilan.
Sesungguhnya, terdapat sejumlah serangga yang tidak memiliki ovipositor, dengan
demikian serangga ini menggunakan cara lain untuk meletakkan telurnya. Jenis
serangga tersebut terdapat dalam ordo Thysanoptera, Mecoptera, Lepidoptera,
Coleoptera, dan Diptera. Serangga ini biasanya akan menggunakan abdomennya
sebagai ovipositor. Beberapa spesies serangga dapat memanfaatkan abdomennya
yang menyerupai teleskop sewaktu meletakkan telur-telurnya (Jumar, 2000).
Capung (Odonata) merupakan salah satu jenis keanekaragaman hayati
yang dimiliki oleh Indonesia. Odonata merupakan serangga terbang pertama yang
ada di dunia. Ia muncul sejak jaman karbon (360-290 juta tahun yang
lalu) dan masihbertahan hingga sekarang. Jenis capung yang ada di Indonesia
sekitar 700 spesies yakni sekitar 15% dari 5000 spesies yang ada di dunia.
Odonata adalah kelompok serangga yang berukuran sedang sampai besar
5

dan seringkali berwarna menarik. Tubuh odonata terdiri dari kepala (cephal),
dada (toraks), perut (abdomen) yang langsing dan panjang, dan memiliki enam
tungkai. Serangga ini menggunakan sebagian besar hidupnya untuk terbang.
Capung juga memiliki tubuh yang langsing dengan dua pasang sayap, dan
memiliki pembuluh darah jala. Selain itu capung juga memiliki antenna pendek
yang berbentuk rambut, alat mulut tipe pengunyah, dan mata majemuk
yang besar (Virgiawan, 2015).
Capung termasuk kedalam filum Antropoda, kelas Insekta, ordo Odonata, genus
Gynacantha dan spesies Gynantha bayadera (Siwi, 1991).
Kupu-kupu merupakan anggota dari ordo Lepidoptera. Mempunyai dua
sayap, sayap belakang lebih kecil dari sayap depan. Sayap ditutupi dengan
bulu-bulu atau sisik. Sayap relatif indah dan menarik. Memiliki antena
panjang dan ramping (Subyanto & Sulthoni,2001).
Hewan kupu-kupu memiliki mata menjemuk yang menutupi sebagian besar
kepala. Memiliki antena yang bervariasi ukuran dan strukturnya. Kupu-kupu
mengalami metamorfosa sempurna karena kehidupannya dimulai dari telur,
larva, pupa, dan dewasa (Elmovriani dkk, 2016).
Kupu-kupu termasuk kedalam filum Anthropoda, klass Insekta, ordo
Lepidoptera, genus Fragaria dan spesies Fragaria ananassa L (Bayu Kurniawan,
2020).
Ngengat muncul dari dalam batang, terbang, melakukan perkawinan dan
meletakkan telur pada malam hari. Ngengat tertarik cahaya terutama ultraviolet,
jangkauan terbang mencapai enam hingga 10 kilometer. Aktivitas terbang ngengat
dipengaruhi oleh kondisi cuaca seperti angin, cahaya, curah hujan, dan suhu udara.
Aktivitas terbang ngengat berkaitan dengan kepentingannya, yaitu: a) terbang untuk
mencari pasangan, b) terbang untuk mencari tempat peneluran, c) terbang untuk
mencari tempat perlindungan (Yunus, 2011).
Ngengat termasuk kedalam filum Antropoda, kelas Insecta, ordo Lepidoptera,
genus Attacus dan spesies Attaus atlas L (Peigler, 1989).
Belalang merupakan salah satu penyusun ekosistem. Belalang adalah serangga
herbivor yang termasuk dalam Ordo Orthoptera dengan jumlah spesies 20.000
(Borror, 1998). Menurut Rowell (1987), belalang dapat ditemukan hampir di
6

semua ekosistem terestrial. Sebagian besar spesies belalang berada di ekosistem


hutan. Beberapa hasil penelitian Baldi & Kisbenedek (1997) menunjukkan bahwa
keanekaragaman belalang lebih stabil pada ekosistem yang tidak terganggu. Morris
(2000) menyatakan bahwa struktur vegetasi merupakan parameter penting untuk
mengetahui kenaekaragaman belalang di suatu habitat dalam skala besar. Guo et
al (2006) menambahkan bahwa perubahan keanekaragaman komunitas vegetasi
dapat menyebabkan variasi dalam pola khusus keanekaragaman hayati belalang
karena menurut Sanger (1977) dan Ingrisch (1980) belalang biasanya mempunyai
ketergantungan khusus terhadap vegetasi (Irwanto dkk, 2021).
Belalang termasuk kedalam filum Arthopoda, kelas Insecta, ordo Orthoptera,
genus Valaga dan spesies Valaga nigricornis Burm (Hidaya dkk, 2014).
Keberadaan kumbang dapat dijadikan sebagai indikator kerusakan habitat dalam
ekosistem hutan tropis. Hal ini karena kumbang tersebut bersifat sensitif terhadap
perubahan vegetasi, iklim mikro dan satwa yang ada di habitatnya (Malina, 2018).
Kumbang termasuk kedalam filum Arthopoda, kelas Insecta, ordo Coleoptera,
dan famili Coccinellidae (Kalshoven, 1981).
Lalat merupakan binatang pengganggu dan beberapa spesies telah terbukti
menjadi penular (vektor) penyakit. Keberadaan lalat di suatu tempat juga
merupakan indikasi kebersihan yang kurang baik (Masyhuda dkk, 2017)
Lalat termasuk kedalam filum Arthropoda, kelas Hexapoda, ordo Diptera, genus
Musca, dan pesies Musca sp (Mosokuli, 2001).
Kepik termasuk kedalam filum Arthopoda, kelas Insecta, ordo Coleoptera, genus
Epilachna dan spesies Epilachna admirabilies (Lilies, 1991)
METODE PENELITIAN

Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin, 16 Mei 2022 pada pukul 14.40-
16.20 WITA. Bertempat di rumah masing-masing (secara online via zoom
meeting).

Alat dan Bahan

Alat

Alat tulis. Alat tulis digunakan untuk menulis laporan sementara.


Buku gambar. Buku gambar digunakan untuk menggambar morfologi serangga.
Lembar laporan sementara. Laporan semtara digunakan untuk menulis laporan
sementara.

Bahan

Capung. Capung digunakan sebagai objek yang akan diamati Morfologinya.


Kupu-kupu. Kupu-kupu digunakan sebagai objek yang akan diamati
Morfologinya.
Ngengat. Ngengat digunakan sebagai objek yang akan diamati Morfologinya
Belalang. Belalang digunakan sebagai objek yang akan diamati Morfologinya.
Kumbang. Kumbang digunakan sebagai objek yang akan diamati Morfologinya.
Lalat. Lalat digunakan sebagai objek yang akan diamati Morfologinya.
Kepik. Kepik digunakan sebagai objek yang akan diamati Morfologinya.

Prosedur Kerja

1. Siapkan bahan dan alat.


2. Mengamati bagian-bagian serangga.
8

3. Menggambar serangga serta bagian-bagiannya


HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Tabel 1. Hasil Pengamatan Morfologi Capung (Gynantha bayadera)


Gambar

Keterangan
• Capung (Ordo Odonata) memiliki tiga bagian yaitu kepala, dada dan
perut
• Bagian kepala (Caput) terdiri dari mata, antena dan mulut
• Bagian dada (Toraks) terdiri dari sayap dan kaki
• Bagian perut (Abdomen) terdiri dari alat pencernaan dan alat kelamin

Tabel 2. Hasil Pengamatan Morfologi Kupu-Kupu (Appias libythea)


Gambar

Keterangan
10

• Kupu-Kupu (Ordo Lepidoptera) memiliki tiga bagian yaitu kepala, dada


dan perut
• Bagian kepala (Caput) terdiri dari mata, antena dan mulut
• Bagian dada (Toraks) terdiri dari sayap dan kaki
• Bagian perut (Abdomen) terdiri dari alat pencernaan dan alat kelamin

Tabel 3. Hasil Pengamatan Morfologi Ngengat (Plodia Interpunctella)


Gambar

Keterangan
• Ngengat (Ordo Lepidoptera) memiliki tiga bagian yaitu kepala, dada dan
perut
• Bagian kepala (Caput) terdiri dari mata, antena dan mulut
• Bagian dada (Toraks) terdiri dari sayap dan kaki
• Bagian perut (Abdomen) terdiri dari alat pencernaan dan alat kelamin

Tabel 4. Hasil Pengamatan Morfologi Belalang (Valanga nigricornis)


Gambar
11

Keterangan
• Belalang (Ordo Orthoptera) memiliki tiga bagian yaitu kepala, dada dan
perut
• Bagian kepala (Caput) terdiri dari mata, antena dan mulut
• Bagian dada (Toraks) terdiri dari sayap dan kaki
• Bagian perut (Abdomen) terdiri dari alat pencernaan dan alat kelamin

Tabel 5. Hasil Pengamatan Morfologi Kumbang (Carabus coriaceus)


Gambar

Keterangan
• Kumbang (Ordo Coleoptera) memiliki tiga bagian yaitu kepala, dada dan
perut
• Bagian kepala (Caput) terdiri dari mata, antena dan mulut
• Bagian dada (Toraks) terdiri dari sayap dan kaki
• Bagian perut (Abdomen) terdiri dari alat pencernaan dan alat kelamin

Tabel 6. Hasil Pengamatan Morfologi Lalat (Musca sp.)


Gambar
12

Keterangan
• Lalat (Ordo Diptera) memiliki tiga bagian yaitu kepala, dada dan perut
• Bagian kepala (Caput) terdiri dari mata, antena dan mulut
• Bagian dada (Toraks) terdiri dari sayap dan kaki
• Bagian perut (Abdomen) terdiri dari alat pencernaan dan alat kelamin

Tabel 7. Hasil Pengamatan Morfologi Kepik (Riptortus linearis F.)


Gambar

Keterangan
• Kepik (Ordo Hemiptera) memiliki tiga bagian yaitu kepala, dada dan
perut
• Bagian kepala (Caput) terdiri dari mata, antena dan mulut
• Bagian dada (Toraks) terdiri dari sayap dan kaki
• Bagian perut (Abdomen) terdiri dari alat pencernaan dan alat kelamin

Pembahasan
13

Serangga adalah sebutan umum bagi kelompok hewan yang termasuk dalam
classis (kelas) insecta (dalam bahasa latin, insecti: serangga), yang merupakan
salah satu classis dari phylum (filum) Arthropoda. Hewan yang termasuk classis
insecta memiliki ciri khusus yaitu kakinya berjumlah enam atau tiga pasang yang
menyebabkan disebut Hexapoda (Hexa: enam; podos: kaki).
Tubuh serangga terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala (Caput), dada (Toraks)
dan perut (Abdomen). Berdasarkan ordonya, serangga dapat dibedakan menjadi
beberapa ordo, yaitu: Ordo Orthoptera (bangsa belalang), Ordo Hemiptera (bangsa
kepik), Ordo Coleoptera (bangsa kumbang), Ordo Diptera (bangsa lalat / nyamuk),
Ordo Lepidoptera (bangsa kupu-kupu / ngengat), Ordo Odonata (bangsa capung).
Capung (Gynantha bayadera) adalah kelompok serangga yang tergolong ke
dalam Ordo Odonata (bangsa capung) memiliki tiga bagian tubuh yaitu yaitu kepala
(Caput), dada (Toraks) dan perut (Abdomen). Bagian kepala terdiri dari mata,
antena dan mulut. Bagian dada terdiri dari dua pasang sayap dan kaki. Bagian
perut terdiri dari alat pencernaan dan alat kelamin.
Kupu-kupu (Appias libythea) merupakan serangga yang tergolong ke dalam
Ordo Lepidoptera (bangsa kupu-kupu/ngengat) atau bersayap sisik memiliki tiga
bagian tubuh yaitu yaitu kepala (Caput), dada (Toraks) dan perut (Abdomen).
Bagian kepala terdiri dari mata, antena dan mulut. Bagian dada terdiri dari sayap
dan kaki. Bagian perut terdiri dari alat pencernaan dan alat kelamin.
Ngengat (Plodia Interpunctella) merupakan serangga yang tergolong ke dalam
Ordo Lepidoptera (bangsa kupu-kupu/ngengat) atau bersayap sisik memiliki tiga
bagian tubuh yaitu kepala (Caput), dada (Toraks) dan perut (Abdomen). Bagian
kepala terdiri dari mata, antena dan mulut. Bagian dada terdiri dari sayap dan kaki.
Bagian perut terdiri dari alat pencernaan dan alat kelamin.
Belalang (Valanga nigricornis) adalah serangga herbivora dari subordo
Caelifera dalam Ordo Orthoptera (bangsa belalang) memiliki tiga bagian tubuh
yaitu yaitu kepala (Caput), dada (Toraks) dan perut (Abdomen). Bagian kepala
terdiri dari mata, antena dan mulut. Bagian dada terdiri dari sayap dan kaki. Bagian
perut terdiri dari alat pencernaan dan alat kelamin.
Kumbang (Carabus coriaceus) adalah sekelompok serangga yang membentuk
Ordo Coleoptera (bangsa kumbang). Kata “coleoptera” berasal dari bahasa Yunani
14

Kuno yaitu Koleos dan petron yang jika keduanya disatukan berati “sayap
berselubung”. Belalang memiliki tiga bagian tubuh yaitu yaitu kepala (Caput),
dada (Toraks) dan perut (Abdomen). Bagian kepala terdiri dari mata, antena dan
mulut. Bagian dada terdiri dari sayap dan kaki. Bagian perut terdiri dari alat
pencernaan dan alat kelamin.
Lalat (Musca sp) adalah jenis serangga dari Ordo Diptera (bangsa lalat). Lalat
memiliki tiga bagian tubuh yaitu yaitu kepala (Caput), dada (Toraks) dan perut
(Abdomen). Bagian kepala terdiri dari mata, antena dan mulut. Bagian dada terdiri
dari sayap dan kaki. Bagian perut terdiri dari alat pencernaan dan alat kelamin.
Kepik (Riptortus linearis F.) adalah jenis serangga dari Ordo Hemiptera.
Hemiptera terdiri dari 80.000 spesies serangga. Kepik memiliki tiga bagian tubuh
yaitu yaitu kepala (Caput), dada (Toraks) dan perut (Abdomen). Bagian kepala
terdiri dari mata, antena dan mulut. Bagian dada terdiri dari sayap dan kaki. Bagian
perut terdiri dari alat pencernaan dan alat kelamin.
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Dari hasil praktikum ini dapat disimpulkan bahwa :


1. Setiap serangga memiliki kesamaan dibagian-bagian tubuh mereka.
2. Bagian utama pada serangga hanya ada tiga yaitu kepala, dada, dan perut.
3. Serangga memiliki empat tipe mulut yaitu mengunyah, menghisap,
menusuk, dan menjilat.
4. Serangga memiliki dua tipe mata yaitu tunggal dan majemuk.
5. Serangga memiliki dua simbiosis yaitu simbiosis mutualisme dan simbiosis
parasitisme.

Saran

Saran untuk praktikum ini adalah sebagai berikut :


1. Sebaiknya saat menjelaskan praktikum jangan terlalu cepat, karena jaringan
yang kadang tidak mendukung.
2. Sebaiknya praktikum dilaksanakan secara offline agar praktikan bisa lebih
paham dengan materi yang diberikan.
DAFTAR PUSTAKA

Aderisansi. 2012. Hama Tanaman. Kanisius. Yogyakarta.

Angga. 2009. Morfologi serangga. Yudhistira. Jakarta.

Candra. 2009. Ketahanan Tanaman Terhadap Hama. Universitas Padjadjaran


Press. Bandung.

Elmovriani, D., Prasetyo, A. P. B., & Ridlo, S. (2016). Keanekaragaman jenis kupu-
kupu di wana wisata Penggaron sebagai bahan penyusun modul
pembelajaran Biologi. Journal of Innovative Science Education, 5(1), 1-9.

Falahudin. 2015. Identifikasi Serangga Ordo Coleoptera Pada Tanaman Mentimun


(Cucumis sativus L) Di Desa Tirta Mulya Kecamatan Makarti Jaya
Kabupaten Banyuasin II. Jurnal Biota Vol. 1 No. 1. Banyuasin.

Fatmala, L., 2017, Keanekaragaman Arthropoda Permukaan Tanah di Bawah


Tegakan Vegetasi Pinus (Pinus merkusii) Tahura Pecut Meurah Intan
sebagai Referensi Praktikum Ekologi hewan, Skripsi, Universitas Islam
Negeri Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh.

Hadi, Muchammad. 2009. Biologi Insecta Entomologi. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Hidayat R., Yusran dan Sari, I. 2014. Hama Pada Tegaksn Jati (Tectona grandis L)
di Desa Telaga Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala. Jurnal
Penelitian Warta Rimba. Vol 2:24-34.

Irwanto, R., & Gusnia, T. M. (2021). Keanekaragaman Belalang (Orthoptera:


Acrididae) padaEkosistem Sawah di Desa Banyuasin Kecamatan Riau Silip
Kabupaten bangka. BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC), 6(2), 78-
85.

Jumar. 2000. Entomologi Serangga. PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Kalshoven. 1981. Pest of Crops In Indonesia Revised & Translated By P.A. Van
Der Laan. PT. Ichtiar Baru-Van Hoeve. Jakarta.

Lilies, K. 1991. Kunci Determinasi Serangga. Kanisius. Yogyakarta.

Malina, V. C., & Junardi, K. (2018). Spesies Kumbang Kotoran (Coleoptera:


Scarabaeidae) di Taman Nasional Gunung Palung Kalimantan Barat. Jurnal
Protobiont, 7(2).

Masyhuda, M., Hestiningsih, R., & Rahadian, R. (2017). Survei Kepadatan Lalat
Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Jatibarang Tahun 2017.
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 5(4), 560-569.
17

Mosokui, Y. S. 2001. Lalat Tunggu dan Caplak Sebagai Vektor. Laboratorium


Bioaktivitas dan Biologi Molekuler FMIPA UNIMA. Manado.

Virgiawan, C. (2015). Studi Keanekaragaman Capung (Odonata) Sebagai


Bioindikator Kualitas Air Sungai Brantas Batu-Malang dan Sumber Belajar
Biologi. JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia), 1(2).

Rahmat, A., 2013, Pelatihan Inventarisasi dan Monitoring Flora dan Arthropoda,
Bandung

Siwi, S. S. 1991. Kunci Determinasi Serangga. Kanisius. Yogyakarta.

Subyanto & Sulthoni, A. 2001. Kunci Determinasi Seranggga. Yogyakarta:


Kanisius

Peigler, R. S. 1989. A Revesion of Indo Australia Genus Attacus. The Lepidoptera


Reseach Foundation, Inc. Baverly Hills. California.

Yunus, M., Martono, E., Wijonarko, A., & Susilohadi, R. C. H. (2011). Aktivitas
Ngengat Scirpophaga incertulas di Wilayah Kabupaten Klaten (The
Activities of Scirpophaga incertulas Adult from Klaten Regency). Jurnal
Perlindungan Tanaman Indonesia, 17(1), 18-25.

Anda mungkin juga menyukai