dunia termasuk Indonesia, utamanya dalam mendorong percepatan
reformasi birokrasi di Indonesia, Pemanfaatan informasi teknologi dan
internet of things menjadi “keterpaksaan” baru, telah terjadi perubahan secara
masif budaya kerja dan cara berpikir ASN.
Percepatan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam
praktik tata kelola pemerintahan, yang lebih berorientasi pada hasil dengan
mengedepankan pemanfaatan informasi teknologi dan kecepatannya.
Pandemi ini seyogianya dapat dijadikan momentum bagi ASN dalam
mendukung akselerasi reformasi birokrasi yang tidak hanya sekedar birokrasi
profesional yang mampu melayani raktyat, tapi menjadi faktor determinan
dalam meletakkan fondasi yang diperlukan bangsa untuk memenangkan
persaingan global.
Dalam rangka mencapai visi reformasi birokrasi serta memenangkan
persaingan di era digital yang dinamis, diperlukan akselerasi dan upaya luar
biasa (keluar dari rutinitas dan business as usual) agar tercipta breakthrough
atau terobosan, yaitu perubahan tradisi, pola, dan cara dalam pemberian
pelayanan publik. Terobosan itulah yang disebut dengan inovasi pelayanan
publik. Konteks atau permasalahan publik yang dihadapi instansi pemerintah
dalam memberikan layanannya menjadi akar dari lahirnya suatu inovasi
pelayanan publik.
Peraturan Menteri PANRB Nomor 91 Tahun 2021
memaknai inovasi pelayanan publik sebagai terobosan jenis pelayanan baik
yang merupakan gagasan/ide kreatif orisinal dan/atau adaptasi/modifikasi
yang memberikan manfaat bagi