Uji Efektivitas Formulasi Sediaan Gel Ekstrak ANOVA (analysis of variance) dengan di
L.) Secara In Vivo Sebagai Antiinflamasi Pada Tikus Yang Di LSD
lanjut Induksi
danKaragenan
Tukey B. Hasil penelitian
Tiur Maulina silaban1,Sarah Damayanti*1 Rani Ardiani
1
Institut Kesehatan DeliHusada
2
fakultas farmasi
Email :
ABSTRAK
Daun Harendong Bulu (Clidemia hirta
L.) adalah sejenis tumbuhan semak yang
dapat dijumpai di Kawasan semak belukar,
salah satu tanaman dari melastomataceae.
Daun Harendong Bulu berkhasiat
memberikan efek antiinflamasi,
antikolestrol, antibakteri, dan antioksidan.
Daun Harendong Bulu mengandung menunjukkan bahwa ada pengaruh
flavonoid yang memiliki efek pemberian Gel Ektrak Etanol Daun
farmakologis salah satunya sebagai Harendong Bulu terhadap efek
antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan antiinflamasi pada kaki tikus yang
Untuk mengetahui efektivitas antiinflamasi diinduksi karagenan. Kesimpulan Dalam
Gel Ekstrak Etanol Daun Harendong Bulu penelitian ini adalah Gel Ekstrak Etanol
(Clidemia hirta L.) terhadap tikus putih. Daun Harendong Bulu memiliki efek
Penelitian ini menggunakan metode antiinflamasi terhadap tikus putih yang
eksperimental, lima belas ekor tikus dibagi paling efektif pada Gel Ekstrak Etanol
menjadi 5 kelompok hewan uji yang Daun Harendong Bulu 15%.
Kata kunci: Daun Harendong Bulu, sediaan Gel,
masing-masing terdiri dari 3 ekor tikus.
Efek antiinflamasi pada kaki tikus
Kelompok 1 yaitu diberikan Basis Gel
HPMC sebagai control negatif, kelompok
ll yaitu diberikan Gel Natrium Diklofenak
1%, kelompok lll yaitu diberikan Gel
Ekstrak Etanol Daun Harendong Bulu 5%,
kelompok lV yaitu diberikan Gel Ekstrak
Etanol Daun Harendong Bulu 10%,
kelompok V yaitu diberikan Gel Ekstrak
Etanol Daun Harendong Bulu 15%.
Masing masing tikus di induksi
menggunakan karagenan 1% secara
subplantar. Volume radang diukur
menggunakan jangka sorong dilakukan
selama 360 menit per 60 menit. Data
dianalisis secara statistic menggunakan
merusak maupun jaringan yang rusak.
1. Pendahulan
Tanda terjadinya inflamasi adalah
Tumbuhan merupakan mahluk
pembengkakan/edema (tumor), kemerahan
hidup yang ada di bumi yang dapat hidup
(rubor), panas (kalor), nyeri (dolor), dan
di mana saja dengan iklim yang berbeda.
perubahan fungsi (fungsiolesa) (Katzung,
Tumbuhan memerlukan air dan sinar
2010:589).
matahari agar dapat tumbuh. Tumbuhan
Pengobatan inflamasi dapat dilakukan
memilki bagian akar, daun, ranting,
dengan mengkonsumsi obat – obatan non
batang, bunga, dan buah. Oleh karena itu
steroid atau steroid. Karena banyak nya
tumbuhan sangat bermanfaat bagi
efek samping dari obat sintesis
manusia. Tumbuhan Sangat bermanfaat
menyebabkan masyarakat beralih ke obat –
bagi kehidupan kita, baik sebagai bahan
obatan tradisional.
makanan, maupun sebagai bahan obat.
Gel dapat didefinisikan sebagai
Tumbuhan yang biasa digunakan sebagai
sediaan semi padat yang terdiri dari
obat-obatan disebut obat herbal atau obat
suspensi yang dibuat dari partikel organik
tradisional digunakan sebagai ramuan yang
kecil atau molekul organik besar,
bersumber dari pengetahuan yang di warisi
berpenetrasi oleh suatu cairan. Gel dipilih
secara turun-temurun yang terus
karena memiliki kandungan air yang lebih
dikembangkan (Abdul Ghofur dalam
banyak, mudah dioleskan, pelepasan
Fitriyah, dkk.2009:119).
obatnya baik, mudah dibilas, mudah
Inflamasi adalah suatu respon protektif
mengering dan membentuk lapisan film,
setempat yang ditimbulkan oleh kerusakan
memberikan efek yang dingin, Gel
pada jaringan yang disebabkan oleh
memiliki sifat yang lebih baik
benturan fisik, zat kimia yang merusak,
pengaplikasiannya dibandingkan sediaan
atau zat mikrobiologik. mengurangi, atau
krim dan salep (Kuncari dkk, 2014).
melokalisasikan (sekuster) baik agen yang
Salah satu Tumbuhan yang memiliki sebelumnya dapat mendukung data ilmiah
banyak manfaat bagi tubuh adalah daun lainnya dalam penggunaan dan
harendong bulu (Clidemia hirta L.) pemanfaatan daun harendong bulu.
merupakan tanaman liar yang termasuk ke 2. Metode
2.1 Tempat dan Waktu Penelitian
dalam famili Melastomataceae dan dikenal
2.1.1 Tempat penelitian
dengan nama dareah senduduk bulu atau
Pembuatan ekstrak dilakukan di
ssenggani bulu. Tumbuhan ini dapat laboratorium fitokimia, pembuatan Gel
dilakukan dilaboratorium teknologi
tumbuh di tanah yang lembab dan lapang
sediaan farmasi dan uji efektivitas
Semak belukar. Tumbuhan ini banyak
diakukan di laboratorium farmakologi
digunakan untuk menyembuhkan berbagai Institut Kesehatan Deli Husada Deli tua.
2.1.2 Waktu penelitian
macam penyakit. Daun harendong bulu
Penelitian ini akan dilaksanakan pada
berkhasiat sebagai obat pembengkakan,
bulan (April hingga juni 2023).
mengobati luka bakar atau luka berdarah, 2.2 Jenis Penelitian
penelitian ini adalah jenis penelitian
radang dinding pembuluh darah disertai
metode eksperimental. Penelitian ini
pembekuan darah di dalam salurannya
meliputi beberapa tahap: pengumpulan
(sianipar,2021). sampel, pembuatan simplisia,
karakterisasi, identifikasi senyawa
Oleh karena itu peneliti berminat
metabolit sekunder, dan pembuatan Gel
untuk melakukan penelitian tentang
ekstrak etanol Daun Harendong Bulu
efektivitas penyembuhan Antiinflamasi (GEEDHB), dan uji efektivitas
penyembuhan Efek Antiinflamasi
menggunakan Gel ekstrak etanol daun
menggunakan Gel ekstrak etanol Daun
harendong bulu (Clidemia hirta L.) dengan
Harendong Bulu pada Tikus putih.
konsentrasi 5%, 10%, 15% pada tikus 2.3 Metode Pengambilan Sampel
Sampel yang digunakan dalam
putih yang diinduksi karagenan sebagai
penelitian ini adalah Daun Harendong
salah satu pengobatan sebagai obat
Bulu yang diambil dari Kecamatan
tradisional dan peneliti berharap peneliti Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu.
pengambilan sampel dilakukan secara
purposive tanpa membandingkan dengan l m m
sampel yang sama ditempat lain. negatif)
2.4 Pembuatan sediaan Gel Tabel 2.1 Formula Sediaan Gel Ekstrak
2.4.1 Formulasi dasar Gel Etanol Daun Harendong.
F 1 : Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun
a. Formula dasar Gel (2015)
Harendong Bulu 5%
R/ HPMC 1,7 gram
F 2 : Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun
Propilen glikol 12 mL
Harendong Bulu 10%
Metil Paraben 0,2 gram
F 3: Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun
Aquades qs
Harendong Bulu 15%
m.f Gel. 100 gram
Rancangan formula sediaan Gel yang F 4: sediaan Gel Natrium Diklofenak
mengandung ekstrak etanol Daun F 5: Basis Gel
Harendong Bulu yang akan digunakan
dalam penelitian ini dapat dilihat pada
Tabel 2.1 berikut ini. Cara pembuatan:
Dilumpang 1 Ekstrak Etanol Gel
HP Pro Me ekstr Aq
Ekstrak Etanol Daun Harendong digerus di
M pile til ak uad
C n Par etano es dalam lumping, dimasukkan propilen
glik abe l (m glikol, metil paraben fase 1, dilumpang 2
(g ol n Daun L) dimasukkan air sulung dimasukkan HPMC
) (m Hare
L) (g) ndon di gerus perlahan hingga terbentuk Gel
g fase 2, fase 1 dan fase 2 campurkan
Bulu digerus perlahan hingga terbentuk Gel
F1(Kon 1,7 12 0,2 5 qs
Ekstrak Etanol Daun Harendong Bulu.
sentrasi gra mL gra gram
5%) m m Pembuatan Basis Gel tanpa Ekstrak Etanol
F2(Kon 1,7 12 0,2 10 qs Daun Harendong Bulu.
sentrasi gra mL gra gram
10%) m m
F3(Kon 1,7 12 0,2 15 qs 2.5 Evaluasi terhadap Gel
sentrasi gra mL gra gram
2.5.1 Pemeriksaan homogenitas
15%) m m
F4 - - - - - Evaluasi kestabilan sediaan Gel
(kontrol a. Uji organoleptis dilakukan secara
positif)
visual, komponen yang di evaluasi
F5 1,7 12 0,2 - qs
(Kontro gra mL gra meliputi bau, warna, bentuk dan
tekstur sediaan Gel (Azkia dkk, diameternya setelah 1 menit (Martin,
2017). dkk, 1990).
b. Pengukuran pH sediaan gel
Pemeriksaan pH dilakukan dengan
pH meter. Pengukuran pH gel ini
dilakukan dengan cara mencelupkan
elektroda ke dalam sediaan, Tabel 4.9 Hasil pengukuran rata –
dibiarkan angka bergerak sampai
rata persen radang setelah perlakuan
posisi
c. konstan. Angka yang ditunjukkan Keterangan : GEEDHB 5%, 10%,
d. oleh pH meter merupakan nilai pH La Persen Radang Rata-Rata
ma
sediaantersebut (Voight, 1994, Pen HPM Gel GEE GEE GEE
Martin, dkk, 1990). g C Natri DHB DHB DHB
am Basis um 5% 10% 15%
e. Pengukuran viskositas sediaan gel ata Gel Diklo
n fenak
Sediaan gel dimasukkan ke dalam 1 4 19 4 4 2
Ja 8.5% .4% 5.6% 1.6% 5.7%
wadah kemudian diletakkan pada alat m
viskometer. Alat dioperasikan 2 5 16 4 3 1
ja 2.5% .5% 5.6% 7.65 9.8%
dengan mencelupkan spindel ke m
3 5 13 3 3 1
dalam sediaan dan dicatatan ja 3.5% .6% 9% 4.6% 6.8%
m
viskositasnya (Martin, dkk, 1990). 4 5 13 3 3 1
ja 8% .6% 8% 0.7% 3.9%
f. Pengujian homogenitas sediaan m
Sejumlah tertentu sediaan dioleskan 5 5 12 3 2 9.
ja 8% .6% 6% 8.7% 99%
pada dua keping kaca atau bahan m
6 5 11 3 2 4.
transparan lain yang cocok, sediaan ja 8% .6% 6% 1.8% 95%
m
harus menunjukkan susunan yang
15% : Gel Ekstrak Etanol Daun Harendong
homogen dengan tidak terlihatnya
Bulu 5%, 10%, 15%
butiran kasar. Pengujian dilakukan
selama penyimpanan. (Martin, dkk, BAB VI
1990).
KESIMPULAN DAN SARAN
g. Uji Daya Sebar gel ditimbang
1.1 Kesimpulan
sebanyak 0,5 g kemudian diletakkan
diatas lempeng kaca berukuran 20 x 1. Gel ekstrak etanol daun harendong
20 cm. Selanjutnya ditutupi dengan
bulu mempunyai efek
lempeng kaca yang lain dan diukur
penyembuhan edema pada telapak
kaki tikus.
2. Terdapat perbedaan penyembuhan DAFTAR PUSTAKA
edema yang signifikan pada tikus Abbas AK, Maitra A. The endocrine
system. In: Kumar V, Abbas
antara gel eksrak etanol daun AK,Nelson F. Robbins and Cotran.
Pathologics basis of disease.7th
harendong bulu dengan gel [Link], USA : Elsevier
Saunders, 2005 : 1155 – 224
Natrium diklofenak 1% yang ada di Agrawal, S., Sharma, P. B. & Kumar, M.
(2008). Knowledge Management
pasaran. Framework for Improving
Curriculum Development
3. Gel ekstrak etanol daun harendong Processes in Technical Education.
Third International Conference on
bulu yang paling efektif dalam Convergence and Hybrid
Information Technology, 2. Busan
penyembuhan edema yaitu gel Korea
Andreanus A., Setiadi, Anna R., 1991,
ekstrak etanol daun harendong bulu Farmakodinami dan Terapi
antibiotik, 1991, Gadjah Mada
konsentrasi 15%. University Press, Yogyakarta
Andy, K.H.L. dan Tesch, G.H., 2012,
1.2 Saran Inflammation in Diabetic
Nephropathy in Mediators of
1. Perlu dilakukan penelitian lanjutan Inflamation. 2012:1-12 Dorland,
2002; Kamus Kedokteran ;EGC,
tentang efek antiinflamasi dari Jakarta
Anief, M., 1997, Ilmu Meracik Obat, 10-
pelarut ekstraksi yang berbeda dan 17, Gadjah Mada University Press:
Jogyakarta
dari fraksi daun harendong bulu Anief, M., 1997, Formulasi Obat Topikal
Dengan Dasar Penyakit Kulit, 1, 2,
(Clidemia hirta L.) 5, 73, 74, Gadjah Mada University
Press, Yogyakarta
2. Perlu dilakukan penelitian lanjutan Ansel. C. Howard. Pengantar Bentuk
Sediaan Farmasi, Jakarta: UI
terhadap efek antiinflamasi Press, 2008.
Badan Pengawas Obat dan Makanan
terhadap sediaan yang berbeda Republik Indonesia. 2005.
Peraturan Kepala Badan
pada Ekstrak Etanol Daun Pengawas Obat dan Makanan
Republik Indonesia Nomor
Harendong Bulu (Clidemia hirta HK.00.05.41.1384 tentang Kriteria
dan Tatalaksana Pendaftaran Obat
L.) Tradisional, Obat Herbal
Terstandar, dan Fitofarmaka.
Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Minoksidil, Apigenin dan Perasan
Makanan Republik Indonesia Herba Seledri (Apium graveolens
Corsini, R.S. 1994. Encyclopedia Of L.) Depok : Fakultas Farmasi
Psychology. Edisi II. Canada : A Universitas Indonesia.
Wiley Interscience Publication Khoirani, N. 2013. Karakteristik Simplisia
Corwin, E, 2008, Buku Saku Patofisiologi, dan Standarisasi Ekstraketanol
Terjemahan oleh: Subekti, N B., Herba Kemangi (Ocimum
2009, Jakarta: EGC, Hal 35. americanum L.). Skripsi. Jurusan
Departemen Kesehatan Republik Farmasi. Fakultas Kedokteran dan
Indonesia. 2017. Farmakope Ilmu Kesehatan. Universitas Islam
herbal Indonesia Edisi Il. Jakarta: Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Jakarta
Indonesia Kemenkes RI. 2014. Profil Kesehatan
Ditjen POM. (2000). Parameter Standar Indonesia Tahun 2014. Jakarta:
Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Kementerian Kesehatan Rl
DepKesRI, [Link] 3-5, Liris Raspatiningrum, 2017 Penerapan
13-17, 30-31. Knowledge Management Dalam
Evifania, R. D., Apridamayanti, P., & Sari, Layanan Akademik Di Perguruan
R. (2020). Uji parameter spesifik Tinggi Universitas Pendidikan
dan nonspesifik simplisia daun Indonesia| [Link]
senggani (Melastoma [Link]
malabathricum (L.)) leaves. 6(1), Suriadi, 2004, Perawatan Luka, Edisi 1,
17–20. Sagung Seto, Jakarta, 5-10
Handayani. 2002. Uji Efek Anti Inflamasi Lachman L., Liberman HA & Kaning JL.
Beberapa Varietas Bawang Putih Teori dan Praktek Farmasi
(Allium sativum.) Pasar Raya Kota Industri Edisi Ketiga. Penerbit
Madya Padang. Skripsi. Padang: Universitas Indonesia. Jakarta,
Fakultas Kedokteran Universitas 2007.
Andalas Marjoni R. Dasar-Dasar Fitokimia Untuk
Hidayati, N.A., Listyawati, S., Setyawan, Diploma III Farmasi. Jakarta:
A.D. (2005) Kandungan Kimia dan Trans Info Media; 2016
Uji Maria, dkk. 2014. Uji Fitokimia Dan
Antiinflamasi Ekstrak Etanol (Lantana Efektivitas Ekstrak Daun
camara L.) Pada Tikus Putih harendong Bulu (Clidemia hirta
(Rattus norvegicus L.) Jantan, (L) [Link]) Terhadap
Bioteknologi 5, Vol. 1, pp. 10-17 Penghambatan Pertumbuhan Jamur
Katzung, B.G. 2010. Farmakologi dasar Trichophyton Rubrum (Castell.)
dan Klinik. Jakarta : Penerbit Sabour. 1991 Penyebab Kutu Air
Salemba Medik Mycek, M. J, Harvey, R.A. dan Champe,
Kartasasmita, RE 2002, ‘Perkembangan P.C., 2001, Farmakologi Ulasan
Obat Anti radang Bukan Steroid’, Bergambar 2nd ed. H. Hartanto,
Acta Pharmaceutica Indonesia, vol. ed., Jakarta, Widya Medika
27, hlm.75-91, diakses pada 9 Juli Nogrady,Th. 1992.: Kimia Medisinal
2017. Pendekatan secara Biokimia.
[Link] Bandung: ITB
179665409/NSAID-2-pdf Niazi, 2004, Handbook of Pharmaceutical
Kuncari, Emma Sri., Iskandarsyah, dan Manufacturing Formulation,
Praptiwi. 2014. Evaluasi, Uji Liquid Products, volume 3, CRC
Stabilitas Fisik dan Sineresis Press, Boca Raton London New
Sediaan Gel yang Mengandung York Washington, D.C.
Olson, J. (2003). Belajar Mudah Wasito, Hendri. (2011). Obat Tradisional
[Link]:EGC Kekayaan Indonesia. Jakarta:
Putra, Wahyu, Dian, dkk. 2016. Game Penerbit Graham Ilmu.
Edukasi Berbasis Android Sebagai Wilmana, P.F., dan Sulistia G.G. (2007).
Media Analgesik-antipiretik, analgesik-
Pembelajaran Untuk Anak Usia Muda. antiinflamasi nonsteroid dan obat
Jurnal Informatika Merdeka pirai. Dalam: Sulistia G.G.(ed.).
Pasuruan. Vol.1, No.1, Maret 2007. Farmakologi dan Terapi,
2016. ed.5. Jakarta: Bagian Faramakologi
Putri, W. E., dkk /Jurnal Ilmiah Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas
(Scientific Journal of Pharmacy) Indonesia.
Special Edition 2022, 107-120 Yanti Yemima. 2018. Uji Aktivitas
BIBLIOGRAPHYRosidah, R Radam; Erni Antibakteri Ekstrak Etanol Daun
Purnamasar. (Maret 2016). UJI Senduduk Bulu (Clidemia hirta
FITOKIMIA SENYAWA (L). D. Don) Terhadap
Staphylococus aureua dan Esc
Rowe, R.C. et Al. (2009). Handbook Of heria coli, Fakultas Farmasi,
Pharmaceutical Excipients, 6th Ed, Universitas Sumatra Utara, Medan
The Pharmaceutical Press, London Maria, dkk. 2014. Uji Fitokimia Dan
Riza Marjoni, [Link]., [Link], Apt. 2016. Efektivitas Ekstrak Daun
Dasar-dasar Fitokimia Untuk harendong Bulu (Clidemia hirta
Diploma III Farmasi. Trans Info (L) [Link]) Terhadap
[Link] Penghambatan Pertumbuhan Jamur
Siswanto, A. dan Nurulita, N.A. 2005. Trichophyton Rubrum (Castell.)
Daya Antiinflamasi Infus Daun Sabour. 1991 Penyebab Kutu Air.
Mahkota Dewa (Phaleria
macrocarpa Scheff. Boerl) pada
Tikus Putih (Rattus norvegicus)
Jantan. Prossiding Seminar
Nasional TOI XXVII, 177 – 181,
Batu 15 – 16 Maret 2005
Tenripadang A. D. (2012). Uji Efek
Penyembuhan Luka Sayat pada
Kelinci (Oryctolagus cuniculus)
menggunakan Getah Jarak Pagar
(Jathropha curcas L.) dalam
Bentuk Sediaan Gel. Skripsi, 2012
Tuginah dkk. 2020. Pengaruh air rebusan
daun harendong bulu (Clidermia
hirta)
terhadap kadar kolesterol mencit
(Musmusculus). Jurnal
biosilompari : Jurnal biologi
Volume 3 No 1(1-6).
Voight, R., 1995, Buku Pelajaran
Teknologi Farmasi, diterjemahkan
oleh Soendari Noerono, Gajah
Mada University Press,
Yogyakarta, 566- 567.