0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan7 halaman

Efek Antidiarrheal Ekstrak Daun Matoa

Penelitian ini mengevaluasi efek antidiare dari ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata) pada tikus putih jantan yang diinduksi minyak jarak. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki efek antidiare yang signifikan, terutama pada dosis 800 mg/KgBB. Metode analisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan Post Hoc LSD menunjukkan pengurangan frekuensi diare pada kelompok yang diberi ekstrak dibandingkan kontrol negatif.

Diunggah oleh

ernisa1102
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan7 halaman

Efek Antidiarrheal Ekstrak Daun Matoa

Penelitian ini mengevaluasi efek antidiare dari ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata) pada tikus putih jantan yang diinduksi minyak jarak. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki efek antidiare yang signifikan, terutama pada dosis 800 mg/KgBB. Metode analisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan Post Hoc LSD menunjukkan pengurangan frekuensi diare pada kelompok yang diberi ekstrak dibandingkan kontrol negatif.

Diunggah oleh

ernisa1102
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

As-Syifaa Jurnal Farmasi Desember 2023;15(2):151-157

ISSN: 2502-9444 (electronic); 2085-4714 (printed)


Journal Homepage: [Link]

UJI EFEK ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata J.R Forst &
G. Forst) PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus)

(Antidiarrheal Effect Test of Ethanol Extract from Matoa Leaves (Pometia pinnata J.R
Forst & G. Forst) on Male White Rats (Rattus norvegicus))

Irma Santi1, Bayu Putra1*, Rachmat Kosman1, Fitrah Anggun Ramadhani1, Hativa1
1
Laboratorium Biofarmasi dan Farmakologi, Fakultas Farmasi, Universitas Muslim Indonesia,
Makassar
Email: [Link]@[Link]

ABSTRACT
Article Info:
Received: 2023-07-12 Diarrhea is a condition where defecation with a frequency of more
Review: 2023-10-20
Accepted: 2023-12-01 than 3 times a day and the consistency of liquid or semi-liquid feces
Available Online: 2023-12-05 with water content that exceeds normal limits. One plant that is
thought to have antidiarrheal effects with tannin content in it is matoa
Keywords: Castor Oil; Diarrhea; leaves (Pometia pinnata J.R Forst &; G. Forst). This study was
Ethanol Extract; Matoa Leaf. conducted experimentally using 25 male white rats induced castor oil
(Oleum ricini) as a laxative. After being induced, experimental
animals were divided into 5 groups, namely the negative control
group (NaCMC), the positive control group (Loperamid), the the
Corresponding Author:
Bayu Putra ethanol extract of matoa leaves group with doses of 200 mg/KgBB,
Laboratorium Biofarmasi dan 400 mg/KgBB, 800 mg/KgBB. All treatments were carried out orally.
Farmakologi Then observed the frequency of diarrhea and the consistency of
Fakultas Farmasi feces every 30 minutes for 5 hours. Furthermore, the results of the
Universitas Muslim Indonesia
Makassar study were analyzed statistically using the Kruskal Wallis test then
Indonesia continued with the Post Hoc LSD test. From the results of the study
email: [Link]@[Link] it can be concluded that the ethanol extract of matoa leaves has an
antidiarrheal effect on male white rats induced castor oil with an
effective dose of 800 mg/KgBB.

Copyright © 2020 Journal As-Syifaa Farmasi by Faculty of Pharmacy, Muslim University. This is an open-
access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International
License.

Published by:
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia

Address:
Jl. Urip Sumoharjo Km. 5 (Kampus II UMI) Makassar, Sulawesi Selatan.

Email:
[Link]@[Link]

151
Santi I et al., 2023; As-Syifaa Jurnal Farmasi; 15(2): 151-157

ABSTRAK

Diare merupakan kondisi dimana buang air besar dengan frekuensi lebih dari 3 kali sehari dan
konsistensi feses yang cair atau setengah cair dengan kandungan air yang melebihi batas normal.
Salah satu tanaman yang diduga memiliki efek antidiare dengan kandungan tanin didalamnya adalah
daun matoa (Pometia pinnata J.R Forst & G. Forst). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental
menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang diinduksi minyak jarak (Oleum ricini) sebagai pencahar.
Setelah diinduksi hewan coba dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (NaCMC),
kelompok kontrol positif (Loperamid), kelompok ekstrak etanol daun matoa dengan dosis 200
mg/KgBB, 400 mg/KgBB, 800 mg/KgBB. Semua perlakuan dilakukan secara oral. Kemudian diamati
frekuensi diare, konsistens feses dan lama diare tiap 30 menit selama 5 jam. Selanjutnya, hasil
penelitian dianalisis secara statistika menggunakan uji Kruskal Wallis kemudian dilanjutkan dengan uji
Post Hoc LSD. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun matoa memiliki efek
antidiare pada tikus putih jantan yang diinduksi minyak jarak dengan dosis efektif 800 mg/KgBB.

Kata kunci: Daun Matoa; Diare; Ekstrak Etanol; Minyak Jarak.

PENDAHULUAN Kejadian penyakit diare di indonesia,


Diare adalah kondisi dimana buang air masih menjadi masalah kesehatan utama yang
besar (defekasi) dengan konsistensi feses menyebabkan kekurangan gizi sehingga
berbentuk cair atau setengah cair dan seseorang dapat mengalami kematian. Di
kandungan air dari feses yang lebih banyak dari dunia terdapat hampir 1,7 miliar kasus penyakit
batas normal yaitu lebih dari 200 gram atau 200 diare pada anak-anak setiap tahunnya.
mL/24 jam. Diare juga dimaksud dengan buang Penyakit diare adalah penyakit yang menjadi
air besar yang encer lebih dari 3 kali/hari penyebab kematian kedua pada anak-anak
1
dengan disertai atau tanpa lendir dan darah . dibawah umur 5 tahun dimana terdapat
Diare dapat disebabkan oleh bakteri yang 525.000 (0,030%) anak yang terkena penyakit
berasal dari kontaminasi makanan dan diare setiap tahun4.
minuman yang telah tercemar kotoran atau Pengobatan diare dapat menggunakan
kontak langsung dengan penderita diare. obat kimia seperti Loperamid, namun dapat
Faktor lain yang dapat menimbulkan penyakit menyebabkan efek samping seperti nyeri
diare yaitu air, higienis sanitasi makanan dan abdominal, mual muntah, mulut kering,
2
jamban keluarga . mengantuk dan pusing. Adanya efek samping
Diare berat dan asupan oral yang seperti itulah yang menyebabkan masyarakat
terbatas dapat menimbulkan terjadinya memilih tanaman obat yang memiliki khasiat
dehidrasi. Dehidrasi merupakan penyebab sebagai alternatif pengobatan5.
kematian utama dikarenakan hilangnya cairan Salah satu tanaman yang diduga
dan elektrolit dalam tubuh melalui feses3. memiliki aktivitas antidiare yaitu tanaman
Dehidrasi ditandai dengan rasa haus yang Matoa. Tanaman Matoa (Pometia pinnata J.R
meningkat, jumlah buang air kecil berkurang Forst & G. Forst) termasuk salah satu
dan warna urin yang berubah gelap, tidak tumbuhan dari famili Sapindaceae yang
berkeringat, juga terjadi perubahan ortostatik. tersebar luas di Asia Pasifik, salah satunya
Pada diare berat, dapat menyebabkan gagal Papua6 dan telah dimanfaatkan oleh
ginjal akut dan mengalami perubahan jiwa masyarakat sebagai salah satu tumbuhan obat
seperti kebingungan dan pusing1. tradisional. Secara empiris daun, biji dan buah

152
Santi I et al., 2023; As-Syifaa Jurnal Farmasi; 15(2): 151-157

matoa dimanfaatkan sebagai obat hipertensi, gunting, kandang tikus, kertas perkamen,
sakit perut, diare, disentri, obstreri, dan kertas saring, lumpang, labu ukur 100mL
gangguan ginekologi7. (Iwaki®), rotavorapor (Ika RV 10 basic),
Dari hasil penelitian skrining fitokimia sendok tanduk, spoit oral 1mL, stopwatch,
ekstrak etanol daun matoa menunjukkan timbangan analitik (CHQ), timbangan digital,
adanya senyawa tanin, alkaloid, kumarin dan toples kaca. Bahan yang digunakan antara lain
flavonoid. Hal ini dikuatkan oleh penelitian lain
etanol 96%, daun matoa, hewan uji tikus putih
yang juga menunjukkan bahwa daun matoa jantan, loperamid (Imodium), larutan Na-CMC,
mengandung senyawa fenolik, diantaranya dan minyak jarak.
tanin dan flavonoid. Kandungan fenolik adalah Pengambilan dan Pengolahan Sampel
senyawa aktif metabolit sekunder yang dimana
Sampel daun matoa diperoleh dari Kota
memiliki khasiat sebagai astringen, antidiare,
Sorong Provinsi Papua Barat. Daun matoa
antibakteri dan antioksidan8,9. yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda
Tanin memiliki manfaat untuk dipetik kemudian di sortasi basah dengan cara
mengurangi intensitas diare yaitu dengan cara
dicuci terlebih dahulu setelah itu di angin-
menciutkan selaput lendir usus dan juga anginkan hingga kering selanjutnya dipotong
mengecilkan pori dimana hal tersebut kecil12.
menyebabkan terhambatnya sekresi cairan Pembuatan ekstrak etanol daun matoa
dan elektrolit. Sifat astringen tanin dapat
Simplisia ditimbang sebanyak 250 gram
membuat usus halus resisten terhadap kemudian dimasukkan ke dalam wadah
rangsangan senyawa kimia. Sedangkan maserasi. Wadah maserasi diisi etanol 96%
kandungan flavonoid sebagai antidiare bekerja sebanyak 2,7 liter dan didiamkan selama 3 x 24
dengan cara menghambat mortilitas usus
jam dengan pengadukan beberapa kali, setelah
sehingga hal tersebut dapat mengurangi cairan itu disaring dan ampasnya direndam kembali
dan elektrolit10. Berdasarkan penelitian
dengan etanol 96% sebanyak 2,7 liter. Hasil
sebelumnya, didapatkan hasil bahwa
penyaringan yang diperoleh selanjutnya
kandungan tanin paling optimal sebesar
dipekatkan yaitu dengan cara diuapkan
11,03% b/b dan rendamen ekstrak daun matoa menggunakan rotary evaporator pada suhu
dihasilkan sebesar 22,1%11. Berdasarkan
60ᵒC hingga diperoleh ekstrak etanol daun
penelitian yang telah dilakukan, ekstrak n- matoa13,14.
heksana, etil asetat dan etanol dari daun matoa
Pembuatan suspensi loperamid
mengandung antioksidan yang tinggi yaitu 312 Sediaan ditimbang sebanyak 10 tablet
µg/mL serta aktivitas antimikroba yang cukup lalu dihitung berat rata-ratanya, selanjutnya
kuat melawan bakteri S. mutans, S. sabrinus ditimbang setara dengan 42,75 mg. kemudian
dan E. coli9.
serbuk loperamid disuspensikan dalam 25 mL
METODE PENELITIAN
larutan Na-CMC 1% hingga homogen15.
Alat-alat yang digunakan yaitu Perlakuan Hewan Uji
aluminium foil, batang pengaduk, corong kaca
Hewan uji tikus dibagi menjadi lima
(Pyrex®), erlenmeyer 100mL (Iwaki®), gelas kelompok perlakuan, yang sebelumnya telah
kimia 100 mL (Iwaki®), gelas ukur (Iwaki®),
diadaptasi selama satu minggu. Sebelum

153
Santi I et al., 2023; As-Syifaa Jurnal Farmasi; 15(2): 151-157

perlakuan dimulai, dilakukan pengukuran berat oral. Pengamatan frekuensi diare, konsistens
badan tikus dan observasi terhadap konsistensi feses dan lama terjadinya diare tiap 30 menit
feses serta frekuensi buang air besar sebelum selama 5 jam. Pada penelitian ini
terjadinya diare. Setelah tahap pengukuran menggunakan penginduksi diare minyak jarak
awal dilakukan, hewan uji diinduksi dengan dan kontrol positif loperamide. Minyak jarak
minyak jarak secara oral sebanyak 1 mL, lalu mengandung trigliserida dari asam ricinoleat
didiamkan selama 1 jam. Setelah satu jam, yang dihidrolisis dalam usus oleh enzim lipase
masing-masing kelompok hewan uji diberikan pankreas dan diubah menjadi gliserin dan
pembanding atau ekstrak uji. Kelompok I diberi asam ricinoleat16. Minyak jarak sebagai
suspensi Na-CMC 1% sebagai kontrol negatif, pencahar yang bekerja dengan cara
kelompok II diberi suspensi Loperamid sebagai mengurangi absorbsi air dan elektrolit,
kontrol positif, dan kelompok III, IV, dan V meningkatkan osmolaritas didalam lumen dan
masing-masing diberikan ekstrak etanol daun meningkatkan tekanan hidrostatik dalam
17
matoa (EEDM) dengan dosis 200 mg/kgBB, usus . Loperamid merupakan obat golongan
15
400 mg/kgBB, dan 800 mg/kgBB . antimotilitas yang bekerja dengan cara
HASIL DAN PEMBAHASAN menghambat peristaltik usus, mengurangi
Diare dapat ditangani dengan pemberian hilangnya air dan elektrolit dan meningkatkan
obat-obatan sintetik kimia maupun dengan konsistensi feses18.
tanaman tradisional. Penelitian ini bertujuan Pada penelitian ini diamati 3 parameter
untuk menentukan efek antidiare ekstrak etanol yaitu frekuensi diare, konsistensi feses dan
daun matoa pada tikus jantan putih serta untuk lama terjadinya diare. Frekuensi diare
menentukan dosis efektif dari ekstrak etanol merupakan jumlah keluarnya feses pada saat
daun matoa yang dapat memberikan efek terjadinya diare setelah dilakukan perlakuan.
antidiare pada tikus jantan putih. Penelitian Frekuensi diare ditentukan dengan cara
dilakukan secara eksperimental. Setelah menghitung jumlah terjadinya diare pada tikus
diinduksi minyak jarak, hewan coba dibagi setiap 30 menit selama 5 jam. Frekuensi diare
menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol ditentukan dengan data yang menunjukkan
negatif ([Link]), kelompok kontrol positif apabila frekuensi diare semakin tinggi maka
(Loperamid), kelompok ekstrak etanol daun efek antidiare dari sampel uji semakin lemah
matoa (EEDM) dengan dosis 200 mg/KgBB, begitupun sebaliknya.
400 mg/KgBB, 800 mg/KgBB dilakukan secara
Tabel 1 . Data rata-rata hasil pengamatan parameter frekuensi diare

Kelompok Rata-rata Data Frekuensi Diare ± SD (kali)


Kontrol Negatif ([Link]) 0,63 ± 0,73
Kontrol positif (Loperamid) 0,40 ± 0,70
EEDM Dosis 200mg/KgBB 0,26 ± 0,52
EEDM Dosis 400mg/KgBB 0,33 ± 0,58
EEDM Dosis 800mg/KgBB 0,16 ± 0,45
Keterangan: [Link]: Natrium karboksimetil selulosa; EEDM: Ekstrak Etanol Daun Matoa; SD: Standar Deviasi

154
Santi I et al., 2023; As-Syifaa Jurnal Farmasi; 15(2): 151-157

Berdasarkan tabel 1, menunjukkan Parameter konsistensi feses ditentukan


bahwa ekstrak etanol daun matoa dapat dengan cara mengamati bentuk feses yang
menurunkan frekuensi diare. Hasil analisis dinilai menggunakan sistem skor. Skor untuk
statistik menunjukkan bahwa semua kelompok konsistensi feses terbagi menjadi 6 kategori:
EEDM dosis 200 mg/KgBB, EEDM dosis skor 0 yaitu tidak terjadi diare, skor 1 yaitu
400mg/KgBB, EEDM dosis 800mg/KgBB padat, skor 2 yaitu setengah padat, skor 3 yaitu
memberikan efek dapat menurunkan frekuensi lembek, skor 4 yaitu lembek cair, dan terakhir
diare. Namun, pada kelompok EEDM dosis 800 skor 5 yaitu cair15. Penentuan konsistensi feses
mg/KgBB memiliki potensi yang lebih baik ditunjukkan dengan semakin lembek atau cair
dalam menurunkan frekuensi diare karena feses yang dihasilkan atau skornya lebih tinggi
memiliki nilai frekuensi diare paling rendah maka efek antidiare yang dihasilkan dari
yaitu 0,16 dibanding kelompok uji yang lain sampel uji pun semakin lemah/rendah
Konsistensi feses merupakan bentuk begitupun sebaliknya.
tinja atau tingkat kepadatan dari feses tikus.
Tabel 2. Data rata-rata hasil pengamatan parameter konsistensi feses

Kelompok Rata-rata Data Konsistensi feses ± SD


Kontrol Negatif ([Link]) 2,16 ± 2,44
Kontrol positif (Loperamid) 1,20 ± 2,07
EEDM Dosis 200mg/KgBB 0,73 ± 1,34
EEDM Dosis 400mg/KgBB 0,73 ± 1,32
EEDM Dosis 800mg/KgBB 0,36 ± 1,00
Keterangan: [Link]: Natrium karboksimetil selulosa; EEDM: Ekstrak Etanol Daun Matoa; SD: Standar Deviasi

Berdasarkan tabel 2, menunjukkan konsistensi feses yang lebih kecil yaitu 0,36
bahwa EEDM memperbaiki konsistensi feses. dibanding kelompok uji yang lainnya. Lama
Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terjadinya diare merupakan durasi atau waktu
semua kelompok EEDM dosis 200 mg/KgBB, kejadian diare dari awal terjadinya diare hingga
EEDM dosis 400mg/KgBB, EEDM dosis waktu akhir terjadinya diare pada tikus.
800mg/KgBB memberikan efek dapat Penentuan lama terjadinya diare ditunjukkan
memperbaiki konsistensi feses. Namun, pada dengan durasi diare yang dimana jika durasi
kelompok EEDM dosis 800 mg/KgBB memiliki lama diare lebih lama maka semakin lemah
potensi yang lebih baik dalam memperbaiki pula efek antidiare dari sampel uji begitupun
konsistensi feses karena memiliki skor sebaliknya.
Tabel 3. Data rata-rata hasil pengamatan parameter lama diare
Rata-rata Data Lama Terjadinya Diare ± SD
Kelompok
(Menit)
Kontrol Negatif ([Link]) 270 ± 24,49
Kontrol positif (Loperamid) 160 ± 14,14
EEDM Dosis 200mg/KgBB 160 ± 14,14
EEDM Dosis 400mg/KgBB 120 ± 24,49
EEDM Dosis 800mg/KgBB 60 ± 48,98
Keterangan: [Link]: Natrium karboksimetil selulosa; EEDM: Ekstrak Etanol Daun Matoa; SD: Standar Deviasi

155
Santi I et al., 2023; As-Syifaa Jurnal Farmasi; 15(2): 151-157

Berdasarkan tabel 3, menunjukkan 6. Trimedona N, Nurdin H, Darwis D, Efdi M.


Isolation of Triterpenoid from Stem Bark
bahwa EEDM dapat menurunkan lama diare.
of Pometia pinnata, Forst & Forst. J Chem
Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa Pharm Res. 2015; 7(11):225–227
semua kelompok EEDM dosis 200 mg/KgBB,
7. Irawan C, Hanafi H, Sulistiawaty L,
EEDM dosis 400mg/KgBB, EEDM dosis Rochaeni H. Phytochemistry and Total
Phenolic Content of Methanol Extract of
800mg/KgBB memberikan efek dapat
Pometia pinata J.R. Forst. & G.
menurunkan lama diare. Namun, pada Forst. Fruit Flesh from Papua, Indonesia.
Tropical Plant Research. 2017; 4(3):401–
kelompok EEDM dosis 800 mg/KgBB memiliki
404
potensi yang lebih baik dalam menurunkan
lama diare karena memilki durasi lama 8. Martiningsih NW, Widana GAB,
Kristiyanti PLP. Skrining Fitokimia dan Uji
diarenya yang lebih singkat yaitu 60 menit Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol
dibanding kelompok uji yang lain. Daun Matoa (Pometia pinnata) dengan
Metode DPPH. Prosiding Seminar
KESIMPULAN Nasional MIPA. 2016; :332–338
Ekstrak etanol daun matoa (Pometia
9. Kuspradini H, Pasedan WF, Kusuma IW.
pinnata J.R Forst & G. Forst) memiliki efek Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri
antidiare. dengan dosis efektif 800 mg/KgBB. Ekstrak Daun Pometia pinnata. Jurnal
Jamu Indonesia. 2016; 1(1):26–34
DAFTAR PUSTAKA
1. Setiati S et al. Buku Ajar Ilmu Penyakit 10. Sani F. Efektivitas Ekstrak Daun Remek
Dalam. 6 Jilid 2. Jakarta: Interna Daging (Hemagraphis colorata Hall F.)
Publishing. 2014 Sebagai Antidiare Pada Mencit Jantan.
Borneo Journal of Pharmascientech.
2. Melvani RP, Zulkifli H, Faizal M. Analisis 2017; 1(1):18–27
Faktor Yang Berhubungan Dengan
Kejadian Diare Balita di Kelurahan 11. Nofita D, Dewangga R. Optimasi
Karyajaya Kota Palembang. Jumantik Perbandingan Pelarut Etanol Air
(Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan). Terhadap Kadar Tanin Pada Daun Matoa
2019; 4(1):57–68 (Pometia pinnata J.R & G. Forst) Secara
Spektrofotometri. Chimica et Natura Acta.
3. WHO. World Health Day 2013: Measure 2021; 9(3):102–106
Your Blood Pressure, Reduce Your Risk,
URL: 12. Prasetyo, Inoriah E. Pengelolaan
Https://[Link]/News/Item/03-04- Budidaya Tanaman Obat-Obatan (Bahan
2013-World-Health-Day-2013-Measure- Simplisia). Bengkulu: Badan Penerbitan
Your-Blood-Pressure-Reduce-Your-Risk. Fakultas Pertanian UNIB. 2013
[Link]
13. Keswara YD, Handayani SR. Uji Aktivitas
4. Diarrhoeal Disease, URL: Analgetik Ekstrak Etanol Daun Inggu
[Link] (Ruta angustifolia [L.] Pers) Pada Tikus
sheets/detail/diarrhoeal-disease. Putih Jantan. Journal Syifa Sciences and
(accessed 27 November 2023) Clinical Research. 2019; 1(2):57–69

5. Nurhalimah H, Wijayanti N, Widyaningsih 14. Santi I, Putra B, Rahman FU. Analgesic


TD. Efek Antidiare Ekstrak Daun Beluntas Effect Test of Matoa Leaf Ethanol Extract
(Pluchea indica L.) Terhadap Mencit (Pometia pinnata J.R. Forst & G. Forst) in
Jantan Yang Diinduksi Bakteri Male White Mice (Mus musculus). Journal
Salmonella thypimurium [IN PRESS JULI Borneo. 2023; 3(2):72–79
2015]. Jurnal Pangan dan Agroindustri.
2015; 3(3):1083–1094 15. Manek MS, Klau ME, Beama CA. Uji
Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol Daun
Sirih (Piper betle L.) Pada Tikus Putih

156
Santi I et al., 2023; As-Syifaa Jurnal Farmasi; 15(2): 151-157

Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Mencit Jantan ( Mus musculus ) Dengan
Oleum ricini . CHMK Pharmaceutical Induksi Oleum ricini. Jurnal Permata
Scientific Journal. 2020; 3(2):147–151 Indonesia. 2017; 8(2):59–74

16. Puspitaningrum I, Wahyu A, Suwarmi. Uji 18. Sukmawati IK, Sukandar EY, Kurniati NF.
Anti Diare Infusa Daun Mimba Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol Daun
(Azadirachta indica Juss) Terhadap Suji (Dracaena angustifolia Roxb).
Mencit Jantan Galur Swiss. Media Pharmacy: Jurnal Farmasi Indonesia
Farmasi Indonesia. 2013; 8(2):596–599 (Pharmaceutical Journal of Indonesia).
2018; 14(2):173–187
17. Adrianto A, Santoso J, Suprasetya E. Uji
Effektivitas Antidiare Ekstrak Etanol Daun
Bidara (Ziziphus maurtiana Lam. ) Pada

157

Anda mungkin juga menyukai