Efek Antidiarrheal Ekstrak Daun Matoa
Efek Antidiarrheal Ekstrak Daun Matoa
UJI EFEK ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata J.R Forst &
G. Forst) PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus)
(Antidiarrheal Effect Test of Ethanol Extract from Matoa Leaves (Pometia pinnata J.R
Forst & G. Forst) on Male White Rats (Rattus norvegicus))
Irma Santi1, Bayu Putra1*, Rachmat Kosman1, Fitrah Anggun Ramadhani1, Hativa1
1
Laboratorium Biofarmasi dan Farmakologi, Fakultas Farmasi, Universitas Muslim Indonesia,
Makassar
Email: [Link]@[Link]
ABSTRACT
Article Info:
Received: 2023-07-12 Diarrhea is a condition where defecation with a frequency of more
Review: 2023-10-20
Accepted: 2023-12-01 than 3 times a day and the consistency of liquid or semi-liquid feces
Available Online: 2023-12-05 with water content that exceeds normal limits. One plant that is
thought to have antidiarrheal effects with tannin content in it is matoa
Keywords: Castor Oil; Diarrhea; leaves (Pometia pinnata J.R Forst &; G. Forst). This study was
Ethanol Extract; Matoa Leaf. conducted experimentally using 25 male white rats induced castor oil
(Oleum ricini) as a laxative. After being induced, experimental
animals were divided into 5 groups, namely the negative control
group (NaCMC), the positive control group (Loperamid), the the
Corresponding Author:
Bayu Putra ethanol extract of matoa leaves group with doses of 200 mg/KgBB,
Laboratorium Biofarmasi dan 400 mg/KgBB, 800 mg/KgBB. All treatments were carried out orally.
Farmakologi Then observed the frequency of diarrhea and the consistency of
Fakultas Farmasi feces every 30 minutes for 5 hours. Furthermore, the results of the
Universitas Muslim Indonesia
Makassar study were analyzed statistically using the Kruskal Wallis test then
Indonesia continued with the Post Hoc LSD test. From the results of the study
email: [Link]@[Link] it can be concluded that the ethanol extract of matoa leaves has an
antidiarrheal effect on male white rats induced castor oil with an
effective dose of 800 mg/KgBB.
Copyright © 2020 Journal As-Syifaa Farmasi by Faculty of Pharmacy, Muslim University. This is an open-
access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International
License.
Published by:
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
Address:
Jl. Urip Sumoharjo Km. 5 (Kampus II UMI) Makassar, Sulawesi Selatan.
Email:
[Link]@[Link]
151
Santi I et al., 2023; As-Syifaa Jurnal Farmasi; 15(2): 151-157
ABSTRAK
Diare merupakan kondisi dimana buang air besar dengan frekuensi lebih dari 3 kali sehari dan
konsistensi feses yang cair atau setengah cair dengan kandungan air yang melebihi batas normal.
Salah satu tanaman yang diduga memiliki efek antidiare dengan kandungan tanin didalamnya adalah
daun matoa (Pometia pinnata J.R Forst & G. Forst). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental
menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang diinduksi minyak jarak (Oleum ricini) sebagai pencahar.
Setelah diinduksi hewan coba dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (NaCMC),
kelompok kontrol positif (Loperamid), kelompok ekstrak etanol daun matoa dengan dosis 200
mg/KgBB, 400 mg/KgBB, 800 mg/KgBB. Semua perlakuan dilakukan secara oral. Kemudian diamati
frekuensi diare, konsistens feses dan lama diare tiap 30 menit selama 5 jam. Selanjutnya, hasil
penelitian dianalisis secara statistika menggunakan uji Kruskal Wallis kemudian dilanjutkan dengan uji
Post Hoc LSD. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun matoa memiliki efek
antidiare pada tikus putih jantan yang diinduksi minyak jarak dengan dosis efektif 800 mg/KgBB.
152
Santi I et al., 2023; As-Syifaa Jurnal Farmasi; 15(2): 151-157
matoa dimanfaatkan sebagai obat hipertensi, gunting, kandang tikus, kertas perkamen,
sakit perut, diare, disentri, obstreri, dan kertas saring, lumpang, labu ukur 100mL
gangguan ginekologi7. (Iwaki®), rotavorapor (Ika RV 10 basic),
Dari hasil penelitian skrining fitokimia sendok tanduk, spoit oral 1mL, stopwatch,
ekstrak etanol daun matoa menunjukkan timbangan analitik (CHQ), timbangan digital,
adanya senyawa tanin, alkaloid, kumarin dan toples kaca. Bahan yang digunakan antara lain
flavonoid. Hal ini dikuatkan oleh penelitian lain
etanol 96%, daun matoa, hewan uji tikus putih
yang juga menunjukkan bahwa daun matoa jantan, loperamid (Imodium), larutan Na-CMC,
mengandung senyawa fenolik, diantaranya dan minyak jarak.
tanin dan flavonoid. Kandungan fenolik adalah Pengambilan dan Pengolahan Sampel
senyawa aktif metabolit sekunder yang dimana
Sampel daun matoa diperoleh dari Kota
memiliki khasiat sebagai astringen, antidiare,
Sorong Provinsi Papua Barat. Daun matoa
antibakteri dan antioksidan8,9. yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda
Tanin memiliki manfaat untuk dipetik kemudian di sortasi basah dengan cara
mengurangi intensitas diare yaitu dengan cara
dicuci terlebih dahulu setelah itu di angin-
menciutkan selaput lendir usus dan juga anginkan hingga kering selanjutnya dipotong
mengecilkan pori dimana hal tersebut kecil12.
menyebabkan terhambatnya sekresi cairan Pembuatan ekstrak etanol daun matoa
dan elektrolit. Sifat astringen tanin dapat
Simplisia ditimbang sebanyak 250 gram
membuat usus halus resisten terhadap kemudian dimasukkan ke dalam wadah
rangsangan senyawa kimia. Sedangkan maserasi. Wadah maserasi diisi etanol 96%
kandungan flavonoid sebagai antidiare bekerja sebanyak 2,7 liter dan didiamkan selama 3 x 24
dengan cara menghambat mortilitas usus
jam dengan pengadukan beberapa kali, setelah
sehingga hal tersebut dapat mengurangi cairan itu disaring dan ampasnya direndam kembali
dan elektrolit10. Berdasarkan penelitian
dengan etanol 96% sebanyak 2,7 liter. Hasil
sebelumnya, didapatkan hasil bahwa
penyaringan yang diperoleh selanjutnya
kandungan tanin paling optimal sebesar
dipekatkan yaitu dengan cara diuapkan
11,03% b/b dan rendamen ekstrak daun matoa menggunakan rotary evaporator pada suhu
dihasilkan sebesar 22,1%11. Berdasarkan
60ᵒC hingga diperoleh ekstrak etanol daun
penelitian yang telah dilakukan, ekstrak n- matoa13,14.
heksana, etil asetat dan etanol dari daun matoa
Pembuatan suspensi loperamid
mengandung antioksidan yang tinggi yaitu 312 Sediaan ditimbang sebanyak 10 tablet
µg/mL serta aktivitas antimikroba yang cukup lalu dihitung berat rata-ratanya, selanjutnya
kuat melawan bakteri S. mutans, S. sabrinus ditimbang setara dengan 42,75 mg. kemudian
dan E. coli9.
serbuk loperamid disuspensikan dalam 25 mL
METODE PENELITIAN
larutan Na-CMC 1% hingga homogen15.
Alat-alat yang digunakan yaitu Perlakuan Hewan Uji
aluminium foil, batang pengaduk, corong kaca
Hewan uji tikus dibagi menjadi lima
(Pyrex®), erlenmeyer 100mL (Iwaki®), gelas kelompok perlakuan, yang sebelumnya telah
kimia 100 mL (Iwaki®), gelas ukur (Iwaki®),
diadaptasi selama satu minggu. Sebelum
153
Santi I et al., 2023; As-Syifaa Jurnal Farmasi; 15(2): 151-157
perlakuan dimulai, dilakukan pengukuran berat oral. Pengamatan frekuensi diare, konsistens
badan tikus dan observasi terhadap konsistensi feses dan lama terjadinya diare tiap 30 menit
feses serta frekuensi buang air besar sebelum selama 5 jam. Pada penelitian ini
terjadinya diare. Setelah tahap pengukuran menggunakan penginduksi diare minyak jarak
awal dilakukan, hewan uji diinduksi dengan dan kontrol positif loperamide. Minyak jarak
minyak jarak secara oral sebanyak 1 mL, lalu mengandung trigliserida dari asam ricinoleat
didiamkan selama 1 jam. Setelah satu jam, yang dihidrolisis dalam usus oleh enzim lipase
masing-masing kelompok hewan uji diberikan pankreas dan diubah menjadi gliserin dan
pembanding atau ekstrak uji. Kelompok I diberi asam ricinoleat16. Minyak jarak sebagai
suspensi Na-CMC 1% sebagai kontrol negatif, pencahar yang bekerja dengan cara
kelompok II diberi suspensi Loperamid sebagai mengurangi absorbsi air dan elektrolit,
kontrol positif, dan kelompok III, IV, dan V meningkatkan osmolaritas didalam lumen dan
masing-masing diberikan ekstrak etanol daun meningkatkan tekanan hidrostatik dalam
17
matoa (EEDM) dengan dosis 200 mg/kgBB, usus . Loperamid merupakan obat golongan
15
400 mg/kgBB, dan 800 mg/kgBB . antimotilitas yang bekerja dengan cara
HASIL DAN PEMBAHASAN menghambat peristaltik usus, mengurangi
Diare dapat ditangani dengan pemberian hilangnya air dan elektrolit dan meningkatkan
obat-obatan sintetik kimia maupun dengan konsistensi feses18.
tanaman tradisional. Penelitian ini bertujuan Pada penelitian ini diamati 3 parameter
untuk menentukan efek antidiare ekstrak etanol yaitu frekuensi diare, konsistensi feses dan
daun matoa pada tikus jantan putih serta untuk lama terjadinya diare. Frekuensi diare
menentukan dosis efektif dari ekstrak etanol merupakan jumlah keluarnya feses pada saat
daun matoa yang dapat memberikan efek terjadinya diare setelah dilakukan perlakuan.
antidiare pada tikus jantan putih. Penelitian Frekuensi diare ditentukan dengan cara
dilakukan secara eksperimental. Setelah menghitung jumlah terjadinya diare pada tikus
diinduksi minyak jarak, hewan coba dibagi setiap 30 menit selama 5 jam. Frekuensi diare
menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol ditentukan dengan data yang menunjukkan
negatif ([Link]), kelompok kontrol positif apabila frekuensi diare semakin tinggi maka
(Loperamid), kelompok ekstrak etanol daun efek antidiare dari sampel uji semakin lemah
matoa (EEDM) dengan dosis 200 mg/KgBB, begitupun sebaliknya.
400 mg/KgBB, 800 mg/KgBB dilakukan secara
Tabel 1 . Data rata-rata hasil pengamatan parameter frekuensi diare
154
Santi I et al., 2023; As-Syifaa Jurnal Farmasi; 15(2): 151-157
Berdasarkan tabel 2, menunjukkan konsistensi feses yang lebih kecil yaitu 0,36
bahwa EEDM memperbaiki konsistensi feses. dibanding kelompok uji yang lainnya. Lama
Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terjadinya diare merupakan durasi atau waktu
semua kelompok EEDM dosis 200 mg/KgBB, kejadian diare dari awal terjadinya diare hingga
EEDM dosis 400mg/KgBB, EEDM dosis waktu akhir terjadinya diare pada tikus.
800mg/KgBB memberikan efek dapat Penentuan lama terjadinya diare ditunjukkan
memperbaiki konsistensi feses. Namun, pada dengan durasi diare yang dimana jika durasi
kelompok EEDM dosis 800 mg/KgBB memiliki lama diare lebih lama maka semakin lemah
potensi yang lebih baik dalam memperbaiki pula efek antidiare dari sampel uji begitupun
konsistensi feses karena memiliki skor sebaliknya.
Tabel 3. Data rata-rata hasil pengamatan parameter lama diare
Rata-rata Data Lama Terjadinya Diare ± SD
Kelompok
(Menit)
Kontrol Negatif ([Link]) 270 ± 24,49
Kontrol positif (Loperamid) 160 ± 14,14
EEDM Dosis 200mg/KgBB 160 ± 14,14
EEDM Dosis 400mg/KgBB 120 ± 24,49
EEDM Dosis 800mg/KgBB 60 ± 48,98
Keterangan: [Link]: Natrium karboksimetil selulosa; EEDM: Ekstrak Etanol Daun Matoa; SD: Standar Deviasi
155
Santi I et al., 2023; As-Syifaa Jurnal Farmasi; 15(2): 151-157
156
Santi I et al., 2023; As-Syifaa Jurnal Farmasi; 15(2): 151-157
Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Mencit Jantan ( Mus musculus ) Dengan
Oleum ricini . CHMK Pharmaceutical Induksi Oleum ricini. Jurnal Permata
Scientific Journal. 2020; 3(2):147–151 Indonesia. 2017; 8(2):59–74
16. Puspitaningrum I, Wahyu A, Suwarmi. Uji 18. Sukmawati IK, Sukandar EY, Kurniati NF.
Anti Diare Infusa Daun Mimba Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol Daun
(Azadirachta indica Juss) Terhadap Suji (Dracaena angustifolia Roxb).
Mencit Jantan Galur Swiss. Media Pharmacy: Jurnal Farmasi Indonesia
Farmasi Indonesia. 2013; 8(2):596–599 (Pharmaceutical Journal of Indonesia).
2018; 14(2):173–187
17. Adrianto A, Santoso J, Suprasetya E. Uji
Effektivitas Antidiare Ekstrak Etanol Daun
Bidara (Ziziphus maurtiana Lam. ) Pada
157