G-Tryout UTBK-SNBT 2025/2026 : Agustus 2025
Pemahaman Bacaan dan Menulis
Teks di bawah ini untuk soal nomor 1 sd 4!
[1] Pada awal tahun 2025, Indeks Harga Konsumen (IHK) di Indonesia menunjukkan penurunan
signifikan salah satunya dipengaruhi oleh kebijakan diskon tarif listrik dan tiket pesawat yang
diterapkan oleh pemerintah. [2] Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi bulanan sebesar 0,76
persen pada Januari 2025 turun dari 106,80 menjadi 105,99 serta deflasi tahunan sebesar 0,76 persen
yang merupakan angka terendah dalam 25 tahun terakhir. [3] Kelompok perumahan air listrik dan
bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil 1,44 persen di mana
tarif listrik mencatatkan deflasi paling dalam sebesar 32,03 persen akibat adanya diskon 50 persen bagi
pelanggan hingga 2.200 VA. [4] Selain listrik penurunan harga tomat ketimun tarif kereta api dan tarif
angkutan udara juga turut berkontribusi pada deflasi meskipun dengan andil yang lebih kecil.
[5] Di sisi lain kelompok makanan minuman dan tembakau justru mengalami inflasi bulanan
tertinggi dalam lima tahun terakhir yaitu sebesar 1,94 persen dengan andil 0,56 persen. [6] Kondisi ini
berbanding terbalik dengan tren Januari pada tahun-tahun sebelumnya (2021-2024) yang umumnya
menunjukkan inflasi lebih rendah daripada Desember. [7] Komoditas utama yang mendorong inflasi
pada Januari 2025 adalah cabai merah cabai rawit dan minyak goreng yang masing-masing
memberikan andil inflasi sebesar 0,19 persen 0,17 persen dan 0,03 persen. [8] Kenaikan harga emas
perhiasan akibat rekor harga emas dunia dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi
juga menjadi faktor penyumbang inflasi pada periode ini.
[9] Permintaan musiman pada kelompok pangan menjadi pemicu inflasi yang berlanjut dari
Desember 2024 ke Januari 2025 mengindikasikan potensi ekspansi ekonomi meskipun terdapat
tekanan deflasi dari diskon listrik. [10] Ekonom Bank Danamon Hosianna Evalita Situmorang menilai
bahwa kebijakan diskon listrik yang berlanjut dapat meningkatkan daya beli masyarakat menjelang
bulan Ramadhan dan Lebaran namun juga mewaspadai potensi inflasi dari produk impor akibat
pelemahan nilai tukar rupiah dan ketegangan perdagangan global. [11] Dalam situasi ini Bank
Indonesia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan. [12] Dengan demikian dinamika
inflasi pada awal 2025 dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara kebijakan pemerintah fluktuasi
harga komoditas dan kondisi ekonomi global.
Diadaptasi dari : https_www.[Link] (dengan modifikasi)
1. Penambahan tanda koma (,) tidak diperlukan oleh kalimat ….
A. (2)
B. (3)
C. (5)
D. (8)
E. (10)
2. Penulisan konjungsi yang tidak tepat terdapat pada kalimat ….
A. (2) yang menghubungkan penurunan IHK dengan pengaruh kebijakan pemerintah.
B. (3) yang menjelaskan kelompok penyumbang deflasi terbesar dan penyebabnya.
C. (5) yang mempertentangkan deflasi pada kelompok tertentu dengan inflasi pada kelompok
lain.
D. (8) yang memerinci faktor-faktor penyebab terjadinya inflasi pada periode tersebut.
E. (10) yang mengaitkan potensi peningkatan daya beli dengan kewaspadaan terhadap inflasi
impor.
3. Penulisan huruf kapital yang tepat untuk frasa bercetak tebal dalam kalimat (1) adalah ….
A. Indeks Harga konsumen karena merujuk pada nama resmi indikator ekonomi.
B. Indeks harga Konsumen karena "Indeks" adalah kata pertama dan "Konsumen" adalah kata
benda utama.
C. indeks Harga Konsumen karena hanya kata benda utama yang dikapitalkan.
D. Indeks Harga Konsumen karena merupakan gabungan kata yang membentuk satu kesatuan
istilah.
E. Indeks harga konsumen karena hanya kata pertama yang dikapitalkan dalam istilah umum.
4. Perbaikan yang tidak tepat untuk kalimat (6) adalah ….
A. Mengganti "berbanding terbalik dengan" menjadi "bertentangan dengan" karena keduanya
memiliki makna yang serupa dalam konteks perbandingan tren.
B. Menghilangkan "(2021-2024)" karena periode waktu tersebut memberikan informasi
pendukung namun tidak esensial bagi pemahaman inti kalimat.
C. Mengubah "umumnya menunjukkan inflasi lebih rendah daripada Desember" menjadi
"lazimnya memperlihatkan tingkat inflasi di bawah bulan Desember" karena adanya sinonimi
dan perubahan struktur frasa.
D. Mengganti "inflasi lebih rendah daripada Desember" menjadi "deflasi dibandingkan
Desember" karena premis kalimat adalah perbandingan tren inflasi, bukan kemungkinan
deflasi.
E. Menambahkan konjungsi "bahwa" setelah "menunjukkan" menjadi "umumnya menunjukkan
bahwa inflasi lebih rendah daripada Desember" untuk memperjelas klausa anak kalimat.
Teks di bawah ini untuk soal nomor 5 sd 8!
[1] Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) yang sangat besar dan beragam,
mulai dari tenaga surya yang melimpah karena letak geografisnya di garis khatulistiwa, potensi angin
yang signifikan di beberapa wilayah, sumber daya air yang besar berkat banyaknya sungai dan curah
hujan, energi gelombang laut sebagai negara kepulauan, kekayaan panas bumi karena berada di jalur
Cincin Api Pasifik, hingga ketersediaan biomassa dari limbah pertanian, perkebunan, dan peternakan.
[2] Meskipun potensi ini demikian besar, pemanfaatannya hingga kini masih belum maksimal,
tercermin dari capaian bauran EBT yang baru mencapai 13,93% per Desember 2024, jauh dari target
23% di tahun 2025 yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No.79 Tahun 2014. [3] Pemerintah
berupaya keras untuk mengoptimalisasikan pemanfaatan EBT melalui berbagai strategi, termasuk
pemberian insentif fiskal, kerjasama investasi dengan pihak swasta dan lembaga internasional,
pelonggaran persyaratan konten lokal untuk proyek yang didanai asing, serta mendorong
pemanfaatan biomassa dan pengembangan PLTS di berbagai skala. [4] Langkah-langkah strategis ini
krusial untuk mencapai kemandirian energi dan memenuhi komitmen global dalam pengurangan
emisi gas rumah kaca.
[5] Pemanfaatan energi surya baru mencapai 675 MW dari potensi 3.294 GW, energi angin 152
MW dari 155 GW, energi air menjadi yang tertinggi dengan 6.697 MW dari 95 GW, energi gelombang
laut masih 0 MW dari 63 GW, energi panas bumi 250 MW dari 25 GW, dan bioenergi 3.408 MW dari
57 GW. [6] Contoh konkret penerapan EBT di Indonesia meliputi PLTB Sidrap dan Tolo untuk energi
angin, berbagai PLTA seperti Cirata dan Saguling untuk energi air, PLTP Kamojang untuk panas bumi,
serta PLTBm Siantan dan PLTBg Jangkang untuk bioenergi. [7] Dengan kekayaan sumber daya alam
yang melimpah dan upaya pemerintah yang berkelanjutan, serta kolaborasi dari berbagai pihak,
Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan pemanfaatan EBT secara signifikan. [8]
Optimalisasi EBT bukan hanya akan mewujudkan kemandirian energi, tetapi juga berkontribusi pada
lingkungan yang lebih bersih dan masa depan yang berkelanjutan.
Diadaptasi dari : [Link] (dengan modifikasi)
5. Penulisan istilah yang seharusnya dicetak miring dalam teks tersebut adalah ….
A. Nama proyek pembangkit tenaga listrik berbasis EBT yang sudah beroperasi, seperti PLTB
Sidrap, PLTA Cirata, dan PLTP Kamojang.
B. Sebutan terhadap satuan kapasitas daya listrik dalam megawatt dan gigawatt yang digunakan
dalam menjelaskan potensi EBT.
C. Frasa yang menunjukkan target capaian bauran EBT berdasarkan regulasi pemerintah dan
angka persentase yang menyertainya.
D. Istilah asing yang mengacu pada jenis energi baru terbarukan seperti biomassa, energi surya,
energi angin, energi panas bumi, dan energi gelombang laut.
E. Sebutan terhadap jalur geologi dunia yang menjadi sumber kekayaan panas bumi Indonesia,
seperti Cincin Api Pasifik.
6. Pemakaian diksi yang kurang tepat terdapat pada kata bernomor ….
A. [1] karena ketersediaan biomassa dari limbah pertanian, perkebunan, dan peternakan.
B. [3] pelonggaran persyaratan konten lokal untuk proyek yang didanai asing.
C. [5] energi air menjadi yang tertinggi dengan 6.697 MW dari 95 GW.
D. [7] Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan pemanfaatan EBT secara signifikan.
E. [8] Optimalisasi EBT akan berkontribusi pada lingkungan yang lebih bersih dan masa depan
yang berkelanjutan.
7. Kalimat berikut yang memiliki pola kalimat yang sama dengan kalimat [5] adalah ….
A. Pengembangan energi panas bumi di Indonesia mengalami pertumbuhan 250 MW dari total
potensi sebesar 25 GW.
B. Pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi alternatif mencapai 3.408 MW berdasarkan
data potensi 57 GW yang tersedia.
C. Produksi energi angin tercatat sebesar 152 MW dari potensi keseluruhan sebesar 155 GW,
sedangkan energi gelombang laut belum dimanfaatkan sama sekali.
D. Berbagai proyek pembangkit listrik di Indonesia menunjukkan hasil yang berbeda antara
potensi dan realisasi di tiap jenis sumber energi.
E. Energi air menjadi sumber utama yang menyumbang daya terbesar di antara seluruh jenis
energi baru terbarukan di Indonesia.
8. Penulisan kata yang tidak tepat terdapat pada kalimat ….
A. [1] Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan yang tersebar merata di berbagai
wilayah strategis.
B. [3] Pemerintah berupaya keras untuk mengoptimalisasikan pemanfaatan EBT melalui
berbagai strategi nasional.
C. [4] Langkah-langkah strategis tersebut mendukung kemandirian energi dan target
pengurangan emisi.
D. [5] Energi air mencatatkan produksi tertinggi dengan daya terpasang mencapai 6.697 MW dari
potensi 95 GW.
E. [6] Penerapan EBT di Indonesia diwujudkan melalui berbagai proyek pembangkit listrik di
berbagai provinsi.
Teks di bawah ini untuk soal nomor 9 sd 12!
[1] Diabetes insipidus, sebuah kelainan yang ditandai dengan poliuria ekstrem dan polidipsia,
muncul akibat gangguan pada produksi atau respons terhadap hormon antidiuretik (ADH), berbeda
fundamental dari diabetes melitus yang melibatkan disregulasi glukosa darah. [2] Kondisi ini dapat
disebabkan oleh kerusakan hipotalamus atau kelenjar pituitari (diabetes insipidus sentral),
ketidakmampuan ginjal merespons ADH (diabetes insipidus nefrogenik), enzim plasenta selama
kehamilan (diabetes insipidus gestasional), atau konsumsi air berlebihan terkait gangguan psikologis
(polidipsia primer). [3] Faktor risiko meliputi riwayat keluarga, cedera kepala, operasi otak,
penggunaan obat tertentu seperti diuretik atau litium, gangguan metabolik (hiperkalsemia,
hipokalemia), penyakit ginjal, dan kehamilan. [4] Diagnosis melibatkan tes deprivasi air, pengukuran
kadar ADH, MRI otak, dan analisis genetik, dengan biaya yang bervariasi tergantung jenis pemeriksaan
dan fasilitas kesehatan. [5] Pengobatan bervariasi; diabetes insipidus sentral umumnya diatasi dengan
desmopressin, nefrogenik memerlukan penyesuaian diit dan diuretik thiazid, dipsogenik memerlukan
terapi prilaku, serta gestasional biasanya bersifat sementara.
[6] Rasa haus berlebihan yang tak terpuaskan dan frekuensi buang air kecil yang sangat tinggi,
bahkan di malam hari (nokturia), dapat menjadi indikasi awal diabetes insipidus. [7] Gejala lain yang
menyertai meliputi dehidrasi dengan manifestasi kulit kering, bibir pecah-pecah, pusing, kelelahan,
dan peningkatan denyut jantung, serta penurunan berat badan dan kesulitan berkonsentrasi. [8] Pada
anak-anak, iritabilitas, muntah, demam, keterlambatan pertumbuhan, dan enuresis nokturnal dapat
menjadi penanda kondisi ini. [9] Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap gejala-gejala ini dan
pemahaman mengenai faktor risiko, metode diagnosis yang beragam, serta opsi pengobatan yang
disesuaikan dengan jenis diabetes insipidus menjadi krusial dalam meminimalkan dampak negatif
kondisi ini terhadap kualitas hidup individu.
Diadaptasi dari : https_bumame.com (dengan modifikasi)
9. Berdasarkan teks, manakah kalimat yang merupakan kalimat inti dari kalimat (7)?
A. Gejala lain pada diabetes insipidus adalah kulit kering, bibir pecah-pecah, pusing, kelelahan,
peningkatan denyut jantung, dan kesulitan berkonsentrasi.
B. Manifestasi dehidrasi akibat diabetes insipidus mencakup kulit kering, bibir pecah-pecah,
pusing, serta kelelahan dan peningkatan denyut jantung.
C. Dehidrasi pada diabetes insipidus menyebabkan kulit kering, bibir pecah-pecah, pusing,
kelelahan, penurunan berat badan, dan kesulitan dalam konsentrasi.
D. Penurunan berat badan dan kesulitan berkonsentrasi merupakan bagian dari gejala tambahan
diabetes insipidus selain dehidrasi.
E. Gejala lain diabetes insipidus meliputi dehidrasi dengan kulit kering, bibir pecah-pecah,
pusing, kelelahan, peningkatan denyut jantung, penurunan berat badan, dan kesulitan
konsentrasi.
10. Dalam teks tersebut, penggunaan konjungsi yang kurang tepat dapat ditemukan pada kalimat
nomor ….
A. Kalimat (2) yang menjelaskan sebab-sebab diabetes insipidus namun menggunakan konjungsi
tambahan yang kurang presisi.
B. Kalimat (3) yang menguraikan faktor risiko dengan penggunaan konjungsi yang tidak konsisten
terhadap hubungan ide.
C. Kalimat (4) yang membahas metode diagnosis tetapi menggunakan konjungsi secara paralel
dengan daftar pemeriksaan.
D. Kalimat (5) yang menguraikan pengobatan dengan konjungsi berurutan antara jenis diabetes
insipidus dan metode terapi.
E. Kalimat (8) yang merinci gejala pada anak-anak sambil menggunakan konjungsi untuk
menghubungkan daftar gejala.
11. Berdasarkan teks tersebut, penulisan kata yang tidak tepat terdapat pada kata ….
A. desmopressin
B. hiperkalsemia
C. nefrogenik
D. antidiuretik
E. manifestasi
12. Manakah judul yang paling tepat untuk mewakili keseluruhan isi teks tersebut?
A. Gejala dan Risiko Diabetes Insipidus pada Anak dan Dewasa
B. Memahami Diabetes Insipidus: Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan
C. Faktor Risiko dan Pengaruh Diabetes Insipidus terhadap Kualitas Hidup
D. Diagnosis Diabetes Insipidus melalui Pemeriksaan dan Tes Laboratorium
E. Perbedaan Diabetes Insipidus dengan Diabetes Melitus dalam Praktik Klinik
Teks di bawah ini untuk soal nomor 13 sd 16!
Paus: Penjaga Lautan dan Pahlawan Iklim yang Terlupakan
[1] Sering kali terabaikan dalam perbincangan solusi perubahan iklim, paus, mamalia laut
raksasa, memegang peranan krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem global dan mitigasi iklim.
[2] Lebih dari sekadar simbol keagungan laut, paus berkontribusi signifikan sebagai penyedia nutrisi
esensial bagi berbagai organisme laut, terutama dalam mendukung pertumbuhan fitoplankton yang
menjadi fondasi rantai makanan dan penyerap karbon utama melalui fotosintesis. [3] Selain itu,
kemampuan paus dalam menyimpan karbon jangka panjang di dalam tubuh mereka, yang kemudian
terendapkan di dasar laut setelah kematian, menjadikannya penyimpan karbon alami yang jauh lebih
efektif dibandingkan pepohonan. [4] Oleh karena itu, perlindungan terhadap paus bukan semata-mata
upaya konservasi keanekaragaman hayati, melainkan juga merupakan langkah strategis dalam
memerangi krisis iklim global.
[5] Mekanisme paus dalam merangsang pertumbuhan fitoplankton berakar pada perilaku
makan dan pergerakan vertikal mereka di lautan. [6] Saat menyelam ke kedalaman untuk memangsa
krill, cumi-cumi, dan ikan bernutrisi tinggi, paus mengakumulasi berbagai mineral penting. [7]
Kemudian, ketika mereka kembali ke permukaan untuk bernapas, mereka melepaskan kotoran yang
kaya akan nutrisi seperti besi dan fosfor ke lapisan atas laut. [8] Kehadiran nutrisi ini memicu
pertumbuhan pesat fitoplankton, sebuah fenomena yang dikenal sebagai blooming. [9] Lebih lanjut,
peran paus sebagai penyimpan karbon alami terwujud melalui akumulasi karbon di tubuh mereka
sepanjang hidupnya dan pengendapan karbon tersebut di dasar laut setelah kematian, sehingga siklus
nutrisi dan penyimpanan karbon yang difasilitasi oleh paus memiliki dampak signifikan terhadap
kesehatan ekosistem laut dan regulasi iklim Bumi.
[10] [……..], keberadaan mamalia laut yang vital ini semakin terancam oleh berbagai aktivitas
antropogenik, mulai dari polusi plastik dan suara yang mengganggu fungsi biologis mereka, [……..] iklim
yang merusak habitat dan jalur migrasi, hingga praktik perburuan paus yang terus berlangsung di
beberapa negara. [11] Penurunan populasi paus secara drastis tidak hanya mengganggu keseimbangan
rantai makanan di laut, tetapi juga melemahkan kemampuan alami lautan dalam menyerap karbon
dioksida. [12] Dengan demikian, perlindungan yang lebih ketat dan tindakan konservasi yang efektif
menjadi imperatif untuk memastikan kelangsungan hidup paus dan memulihkan peran penting mereka
dalam menjaga kesehatan planet Bumi, sebagaimana ditekankan oleh David Attenborough bahwa
pemulihan keanekaragaman hayati adalah satu-satunya jalan keluar dari krisis lingkungan yang kita
hadapi.
Diadaptasi dari : [Link] (dengan modifikasi)
13. Pilihlah pasangan kata yang paling tepat dan logis untuk mengisi bagian rumpang pertama dan
kedua pada kalimat [10], dengan mempertimbangkan keseluruhan konteks kalimat dan paragraf
sebelumnya.
A. Namun demikian, – serta
B. Oleh karena itu, – dan
C. Ironisnya, – perubahan
D. Selanjutnya, – akibat
E. Meskipun demikian, – karena
14. Berdasarkan teks di atas, identifikasi kata dengan penulisan imbuhan yang tidak tepat sehingga
berpotensi mengubah makna atau tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.
A. Kata "memengaruhi" dalam kalimat [1], yang menunjukkan tindakan paus terhadap
keseimbangan ekosistem.
B. Kata "menyeimbangkan" dalam kalimat [1], yang menggambarkan fungsi paus dalam menjaga
ekosistem.
C. Kata "merangsang" (berasal dari imbuhan me- + rangsang) yang tersirat dalam kalimat [5]
terkait mekanisme paus.
D. Kata "terendapkan" dalam kalimat [3], yang menjelaskan proses karbon setelah kematian
paus.
E. Kata "melemahkan" dalam kalimat [11], yang menggambarkan dampak penurunan populasi
paus.
15. Pilihlah revisi kalimat [4] yang paling efektif, dengan mempertimbangkan kejelasan, kepadatan
informasi, dan ketepatan struktur kalimat dalam menyampaikan gagasan utama mengenai
pentingnya perlindungan paus.
A. Perlindungan paus adalah upaya konservasi keanekaragaman hayati sekaligus langkah
strategis memerangi krisis iklim global.
B. Dengan demikian, melindungi paus bukan hanya konservasi keanekaragaman hayati, tetapi
tindakan strategis melawan krisis iklim global.
C. Maka dari itu, upaya melindungi paus sebagai konservasi keanekaragaman hayati adalah
langkah strategis dalam memerangi krisis iklim global.
D. Karena itu, perlindungan paus yang merupakan konservasi keanekaragaman hayati adalah
juga langkah strategis memerangi krisis iklim global.
E. Sesungguhnya, perlindungan paus tidak hanya konservasi keanekaragaman hayati, namun
merupakan langkah strategis untuk memerangi krisis iklim global.
16. Berdasarkan kutipan tersebut, kata bercetak tebal yang penulisannya tidak baku terdapat pada
kalimat nomor ….
A. [1] karena penggunaan kata "peranan krusial" seharusnya diubah menjadi "peran penting"
untuk memenuhi kaidah Bahasa Indonesia baku.
B. [2] karena penggunaan kata "fotosintesis" seharusnya diubah menjadi "proses fotosintesis"
agar lebih spesifik dan kontekstual.
C. [8] karena penggunaan kata "blooming" seharusnya diubah menjadi "ledakan populasi
fitoplankton" sesuai istilah Bahasa Indonesia baku.
D. [10] karena penggunaan kata "habitat" tidak sesuai jika tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai
jenis habitat yang dimaksud.
E. [11] karena penggunaan kata "populasi paus" lebih tepat diganti menjadi "jumlah individu
paus" untuk ketepatan istilah ilmiah.
Teks di bawah ini untuk soal nomor 17 sd 20!
[1] Penghargaan Nobel prize, sebuah pengakuan global tertinggi yang dianugerahkan sejak
tahun 1901, diberikan kepada individu yang memberikan kontribusi luar biasa bagi kemanusiaan
melalui penelitian inovatif, penemuan alat atau teknik baru, dalam bidang fisika, kimia, sastra,
perdamaian, dan kedokteran. [2] Meskipun hingga kini belum ada warga negara Indonesia yang
berhasil meraih penghargaan prestisius tersebut, terdapat empat tokoh Tanah Air yang pernah
memperoleh nominasi atas karya dan dedikasi mereka di berbagai bidang. [3] Keempat tokoh tersebut
adalah Pramoedya Ananta Toer di bidang sastra, Septinus George Saa di bidang fisika, Taruna Ikrar di
bidang kedokteran, serta Herman Wainggai di bidang perdamaian, yang menunjukkan potensi besar
Indonesia dalam ilmu pengetahuan, sastra, dan perjuangan kemanusiaan di tingkat internasional.
[4] Kiprah Pramoedya Ananta Toer, seorang sastrawan Indonesia yang sangat produktif dengan
lebih dari 50 karya yang diterjemahkan ke dalam 41 bahasa, membawanya meraih nominasi Nobel
Prize atas sumbangsihnya dalam dunia sastra, terutama melalui tetralogi Bumi Manusia yang
fenomenal. [5] Di bidang fisika, harapan sempat tertuju pada Septinus George Saa, pemenang First
Step to Nobel Prize in Physics tahun 2004, sehingga ia dikenal luas berkat rumus fisika temuannya yang
dinamakan George Saa Formula. [6] Sementara itu, Taruna Ikrar, seorang ilmuwan dan dokter,
dinominasikan oleh University of California untuk Nobel Kedokteran tahun 2016 berkat 63 penemuan
inovatifnya, termasuk alat pencegah penyakit kejiwaan dan alat percepatan penyembuhan. [7] Herman
Wainggai selama dua dekade memperjuangkan hak-hak masyarakat Papua Barat secara non-kekerasan
dan …, sehingga ia mendapatkan nominasi Nobel Peace Prize 2016 dari George Mason University.
[8] Walaupun belum berhasil membawa pulang medali Nobel, pencapaian Pramoedya Ananta
Toer dengan karya sastranya yang mendunia, Septinus George Saa dengan inovasi fisikanya, Taruna
Ikrar dengan penemuan di dunia medis, serta Herman Wainggai dengan perjuangannya dalam
membela hak asasi manusia, merupakan bukti pengakuan dunia atas kontribusi putra-putri Indonesia.
[9] Pengalaman ini menjadi catatan penting sekaligus inspirasi bagi generasi penerus bangsa untuk
terus berkarya dan berinovasi dalam berbagai bidang, dengan harapan suatu hari nanti Indonesia
dapat mencetak penerima Nobel Prize. [10] Dengan semangat dan dedikasi yang berkelanjutan, bukan
tidak mungkin di masa depan akan lahir penerima Nobel Prize dari Indonesia yang akan
mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Diadaptasi dari : https_www.[Link] (dengan modifikasi)
17. Penulisan huruf kapital yang tidak tepat dalam kutipan teks terdapat pada kata ….
A. Nobel Prize pada kalimat [4]
B. Nobel prize pada kalimat [1]
C. George Saa Formula pada kalimat [5]
D. First Step to Nobel Prize in Physics pada kalimat [5]
E. University of California pada kalimat [6]
18. Kalimat aktif yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang dalam kalimat [7] adalah ….
A. mendukung pengembangan budaya damai di wilayah Pasifik Selatan
B. memperjuangkan kemerdekaan wilayah Papua melalui perundingan damai
C. menyuarakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia di forum internasional
D. mempromosikan perdamaian dan kerja sama internasional melalui diplomasi
E. mengadvokasi hak-hak masyarakat adat Papua di berbagai forum dunia
19. Gagasan dalam kalimat [2] dapat diungkapkan kembali dalam bentuk kalimat ….
A. Walaupun prestasi Indonesia di ajang Nobel Prize belum membuahkan penerima
penghargaan, beberapa ilmuwan dan tokoh nasional telah mengukir prestasi di tingkat dunia.
B. Sampai sekarang, penghargaan Nobel Prize masih belum diraih oleh warga Indonesia,
meskipun banyak kontribusi di bidang ilmu pengetahuan dan sastra.
C. Empat tokoh Indonesia pernah masuk dalam nominasi Nobel Prize meskipun belum ada satu
pun warga Indonesia yang meraih penghargaan tersebut.
D. Meski kontribusi masyarakat Indonesia di bidang internasional sudah diakui, Nobel Prize tetap
belum berhasil diraih oleh warga negara Indonesia.
E. Hingga saat ini, Indonesia masih terus berusaha melahirkan penerima Nobel Prize dari
kalangan ilmuwan, seniman, dan aktivisnya.
20. Konjungsi yang tepat untuk melengkapi kalimat [5] adalah ….
A. sehingga
B. karena itu
C. oleh sebab itu
D. akibatnya
E. maka