0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
630 tayangan10 halaman

Praformulasi Sirup Chlorpromazine HCl

Praformulasi sediaan sirup chlorpromazine hidroklorida memberikan informasi tentang komponen sediaan, zat aktif, eksipien, dan kontrol kualitas yang dilakukan untuk memastikan mutu sediaan. Komponen utama sediaan adalah chlorpromazine hidroklorida sebagai zat aktif, sukrosa dan gliserin sebagai pemanis, serta aquadest sebagai pelarut. Kontrol kualitas meliputi uji organoleptik, pH, kejernihan, bobot jenis

Diunggah oleh

Ozzy Okto Viandra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
630 tayangan10 halaman

Praformulasi Sirup Chlorpromazine HCl

Praformulasi sediaan sirup chlorpromazine hidroklorida memberikan informasi tentang komponen sediaan, zat aktif, eksipien, dan kontrol kualitas yang dilakukan untuk memastikan mutu sediaan. Komponen utama sediaan adalah chlorpromazine hidroklorida sebagai zat aktif, sukrosa dan gliserin sebagai pemanis, serta aquadest sebagai pelarut. Kontrol kualitas meliputi uji organoleptik, pH, kejernihan, bobot jenis

Diunggah oleh

Ozzy Okto Viandra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Praformulasi Sediaan Sirup

Preformulasi Sirup “CHLORPROMAZINE HIDROKLORIDA 100mg/5mL”5

1. Komponen sediaan sirup Chlorpromazine HCl

a) Chlorpromazine Hydrocloride (bhn aktif)


b) Aquadest (pelarut)
c) Sukrosa (pemanis)
d) Gliserin (pemanis)
e) Metil Paraben (pengawet)
f) Pasta Jeruk (perasa)
g) Sunset Yellow (pewarna)
Praformulasi Sediaan Sirup

1. Zat Aktif
a) Chlorpromazine hydrocloride (Farmakope Indonesia edisi III hal 156)
 Pemerian : Serbuk hablur putih, atau agak krem putih, tidak berbau.
Warna menjadi gelap karena pengaruh cahaya.
 Kelarutan :Sangat mudah larut dalam air, mudah larut dalam etanol dan dalam kloroform, tidak larut
dalam eter dan dalam benzene.
 Titik lebur :195⁰ dan 198⁰
 Fungsi :zat aktif
 Konsentrasi :100mg / 5ml
 Wadah :Dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya
Praformulasi Sediaan Sirup

2. Eksipien
a) Aquadest :(Farmakope Indonesia edisi III hal 98)
 Pemerian: Cairan jernih tak berwarna, tidak berbau, tidak berasa
 Stabilitas : Air adalah salah satu bahan kimia yang stabil dalam bentuk fisik (es, air, uap). Air harus disimpan
dalam wadah sesuai. Pada saat penyimpanan dan penggunaannya harus terlindung dari
kontaminasi partikel-partikel ion dan bahan organik. Serta harus terlindung dari partikel-partikel
lain dan mikroorganisme yang dapat tumbuh dan merusak fungsi air.
 Penyimpanan: Dalam wadah tertutup baik
b) Sukrosa (Farmakope Indonesia edisi IV, HOPE hal 703)
 Pemerian: hablur putih atau tidak berwarna masa hablur atau bentukkubus, atau serbuk hablur putih, tidak
berbau, rasa manis, stabil di udara. Larutannya netral terhadap lakmus
 Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, lebih mudah larut dalam air mendidih, sukar larut dalam etanol,
tidak larut dalam kloroform dan dalam eter
 Titik leleh : 160⁰C-168⁰C
 Stabilitas : stabil dalam suhu kamar dan kelembapan relatif sedang, sukrosa akan mengalami karamelisasi
jika dipanaskan pada suhu 60⁰C
 Inkompatibilitas : Sukrosa dapat terkontaminasi oleh logam berat yang dapat menyebabkan inkompatibilitas
zat : aktiv tertentu misalnya asam askorbat.
 Fungsi : pemanis
 Konsentrasi : 50-67%
 Wadah : dalam wadah tertutup baik.
Praformulasi Sediaan Sirup

c) Glycerin(Farmakope Indonesia edisi I hal 271,)


 Pemerian :Cairan jernh seperti sirup, tidak berwana, rasa manis, hanya boleh berbau khas (tajam/ tidak
enak). Higroskopis, netral terhadap lakmus.
 Kelarutan :Dapat bercampur dengan air dan dengan etanol, tidak larut dalam kloroformm, dalam eter,
dalam minyak lemak dan dalam minyak menguap.
 Titik beku : -1,6⁰C
 Fungsi : Pemanis
 Konsentrasi : ≤ 20%
 Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
b) Methyl paraben (Farmakope Indonesia edisi III hal 378 )
 Pemerian :Hablur kecil tidak berwarna / hablur serbuk. Berbau khas lemah, mempunyai sedikit rasa
terbakar.
 Kelarutan :Sukar larut dalam air, benzena dan tetrakbrida mudah larut dalam etanol dan eter.
 Stabilitas :Stabil selama kurang lebih 4 tahun pada suhu kamar. Sedangkan pada suhu pH 8 lebih dapat
meningkatkan laju hidrolisis. larutan pada pH 3-6 dapat disterilkan dalam autoklaf pada suhu
120⁰C selama 20 menit serupa dengan penguraian larutan ini..
 Fungsi : antimikroba
Praformulasi Sediaan Sirup

c) Pasta Jeruk
 Pemerian : terbuat dari kulit jeruk segar diproses secara mekanik.
 Kelarutan : mudah larut dalam alkohol 90% asam asetat glasial.
 Stabilitas : dapat disimpan dalam wadah gelas dan plastik.
 Fungsi :pewarna

d) Sunset yellow
 Pemerian : Serbuk kuning kemerahan didalam larutan memberikan warna orange terang.
 Kelarutan : Mudah larut dalam air, glycerin dan propilenglikol.
 Inkompatibilitas : Dengan asam askorbat, gelatin, glukosa.
 Fungsi : Pewarna
Pengemasan Sediaan Sirup
Formulasi Sediaan Sirup

Formula sediaan sirup Chlorpromazien HCl


Akan dibuat sediaan sirup Chlorpromazien HCl 100 mg/5mL
sebanyak 60 ml, dengan formula sebagai berikut :

R/ Chlorpromazine hydrocloride 100mg/5ml


Sukrosa 50%
Glycerin 20%
Methyl Paraben 0,2%
Pasta Jeruk q.s
Sunset Yellow q.s
Aquadest ad 60ml
Kontrol Kualitas Sediaan Sirup a. In Process Control (IPC), meliputi :
1) Organoleptik
2) Penetapan pH
3) Uji Kejernihan

Evaluasi 4) Bobot Jenis


Sediaan 5) Viskositas/ kekentalan
Mutu
b. Evaluasi Sediaan Akhir
1) Organoleptik
2) Penetapan pH
3) Uji Kejernihan
4) Bobot Jenis
5) Viskositas/ kekentalan
6) Volme terpindahkan
7) Identifikasi bahan aktif dalam sediaan
8) tapan kadar zat aktif dalam sediaan
9) Uji efektivitas pengawet

Anda mungkin juga menyukai