TEKS NARASI
(CERITA PENDEK)
KELAS IX
Pada pembelajaran kali ini, kamu akan belajar berbagai sikap untuk bisa menjadi arif
dan bijaksana melalui ragam teks cerita pendek. Kamu diharapkan memiliki sikap peduli
sosial dan lingkungan serta mengaplikasikan nilai moral yang baik. Kamu juga diharapkan
memiliki sikap kerja keras untuk senantiasa belajar sepanjang hayat, tidak hanya dari buku,
tetapi dari berbagai sumber yang ada di masyarakat. Dalam pembelajaran teks cerita
pendek berikut ini, kamu diharapkan dapat memahami unsur pembangun, struktur teks,
unsur kebahasaan, serta menyusun teks cerita pendek berdasarkan pengalaman dan
gagasan yang kamu miliki.
CERITA PENDEK
Definisi Cerita Pendek
Dalam Teori Pengkajian Fiksi karangan Burhan Nurgiyantoro dijelaskan
bahwa cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali
duduk, kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam.
Menurut H.B. Jassin, cerpen adalah sebuah cerita singkat yang harus
memiliki bagian terpenting, yaitu perkenalan, pertikaian, dan
penyelesaian.
Menurut J.S. Badudu, cerpen adalah cerita yang hanya menjurus serta
terfokus pada satu peristiwa saja.
PENGERTIAN
Cerpen, yang di mana seperti kita ketahui bahwa cerpen atau cerita
pendek merupakan jenis karya sastra yang dijelaskan dalam bentuk tulisan
yang berwujud sebuah cerita atau kisah secara pendek, jelas, serta ringkas.
Selain itu cerpen juga dapat disebut dengan sebuah prosa fiksi yang isinya
mengenai pengisahan yang hanya terfokus pada satu konflik atau
permasalahan. Untuk lebih singkatnya cerpen ialah cerita pendek yang
hanya berpusat pada satu konflik saja, namun ternyata masih ada opini lain
yang mengenai cerpen, nah untuk lebih jelasnya simak saja uraian di bawah
Cerpen adalah singkatan dari cerita pendek. Cerpen merupakan salah satu ragam dari jenis
prosa. Cerpen, sesuai dengan namanya adalah cerita yang relatif pendek yang selesai dibaca
sekali duduk. Proses sekali duduk dapat diartikan sebagai memahami isi pula. Artinya, pada saat
itu isi cerpen dapat kita pahami.
Teks cerita pendek merupakan salah satu jenis karya sastra yang berupa karangan
fiktif yang mengisahkan sebagian kisah kehidupan seseorang (hanya satu peristiwa/konflik
tunggal) yang diceritakan secara ringkas, yaitu kurang dari 1.000 kata yang berfokus pada
satu orang saja, dan biasanya selesai dalam sekali baca.
Perbedaan Cerita Pendek
Cerpen sangat pendek
(short short story)
Berdasarkan Cerpen panjangnya sedang
Panjang (middle short story)
Pendek
Cerpen panjang
Cerita (long short story)
Pendek
Cerpen anak
Berdasarkan
Tema dan Isi Cerpen remaja
Cerpen keluarga
TUJUAN
Tujuan cerpen adalah untuk mengungkapkan perasaan si
penulis dalam menuangkan imajinasi atau khayalan pada
sebuah cerita dan juga dapat menghibur para pembaca
sehingga si pembaca dapat memperoleh hiburan atau
mendapatkan teguran atau juga sebuah nasihat dari sebuah
cerpen.
FUNGSI
1. Fungsi rekreatif : adalah fungsi yang memberikan rasa senang, gembira, dan
terhibur kepada para pembacanya.
2. Fungsi didaktif : adalah fungsi yang mengarahkan dan mendidik para
pembacanya kepada nilai nilai kebenaran dan kebaikan yang dimuat didalam
cerpen.
3. Fungsi estetis : adalah fungsi yang memberikan keindahan kepada para
pembaca karya sastra cerpen.
4. Fungsi moralitas : adalah fungsi yang mengandung atau memiliki nilai moral
yaitu moral yang baik ataupun moral yang tidak baik bagi para pembacanya.
Fungsi ini mengharapkan pembacanya dapat mengetahui akibat dari moral
yang tidak baik bagi dirinya sehingga Ia tidak akan melakukan moral yang
tidak baik tersebut.
KARAKTERISTIK
1. Terdiri kurang dari 10.000 (sepuluh ribu) kata.
2. Selesai dibaca dengan sekali duduk.
3. Bersifat fiktif.
4. Hanya mempunyai 1 alur saja (alur tunggal).
5. Isi dari cerita berasal dari kehidupan sehari-hari.
6. Penggunaan kata-kata yang mudah dipahami oleh pembaca.
7. Bentuk tulisan yang singkat (lebih pendek dari novel).
8. Penokohan dalam cerita pendek sangat sederhana.
9. Mengangkat beberapa peristiwa saja dalam hidup.
10. Kesan dan pesan yang ditinggalkan sangatlah mendalam sehingga si pembaca ikut
merasakan isi dari cerita pendek tersebut.
UNSUR-UNSUR
TEKS CERITA PENDEK
Tema
Bahasa
Amanat Latar
Unsur
Intrinsik Unsur
Ekstrinsik
Alur Penokohan Latar
Nilai- belakang
nilai pengarang
Sudut
Pandang
Unsur Intrinsik
1. Tema : gagasan pokok atau ide yang mendasari sebuah cerita. Tema
merupakan jawaban atas pertanyaan: Apa yang diceritakan pada cerita
tersebut? Atau Bercerita tentang apa cerita tersebut?
2. Alur : rangkaian peristiwa dalam cerita. Alur dibagi menjadi tigas, yaitu alur
maju, alur mundur, dan alur campuran.
3. Latar/setting : tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam cerita.
a. Latar tempat menjelaskan di mana kejadian atau peristiwa dalam cerpen terjadi.
b. Latar waktu menjelaskan kapan kejadian atau peristiwa dalam cerpen terjadi.
c. Latar suasana menjelaskan gambaran suasana dalam sebuah cerpen.
4. Tokoh : pelaku peristiwa dalam cerita
a. Tokoh utama merupakan tokoh yang melakukan interaksi secara langsung atau terlibat
dalam konflik.
b. Tokoh tambahan merupakan tokoh yang hanya diungkapkan dalam cerpen tanpa adanya
interaksi yang dilakukan tokoh atau tokoh yang tidak terlibat dalam konflik.
5. Penokohan : watak/sifat tokoh dalam cerita. Penokohan dibagi menjadi tiga yaitu
protagonis, antagonis, dan tritagonis. Berdasarkan perannya, tokoh dibedakan menjadi dua
yaitu tokoh utama dan tokoh tambahan
6. Amanat : pesan yang disampaikan melalui cerita. Amanat dapat disampaikan secara
tersurat (langsung) dan disampaikan secara tersirat (tidak langsung).
7. Sudut pandang/point of view : merupakan bagaimana penulis memosisikan diri
dalam cerita tersebut. Sudut pandang dibagi tiga bagian yaitu:
SUDUT PANDANG
SUDUT PANDANG SUDUT PANDANG
ORANG PERTAMA ORANG KETIGA
Sudut pandang Sudut pandang Sudut pandang Sudut pandang
orang pertama orang pertama orang ketiga orang ketiga
sebagai tokoh sebagai tokoh sebagai tokoh sebagai tokoh
utama sampingan serba tahu pengamat
a. Sudut pandang orang pertama adalah pengarang terlibat langsung atau orang
pertama dalam cerita. Sudut pandang dibagi menjadi dua (sudut pandang orang
pertama sebagai pelaku utama/tokoh utama dan sudut pandang orang pertama
sebagai tokoh sampingan.
Sudut pandang orang pertama sebagai tokoh utama : Sudut pandang ini berarti si
pengarang masuk dalam cerita sebagai tokoh utama. Tokoh di sini menjadi pusat
dari cerita. Kata ganti yang digunakan yaitu “aku”, “saya”
Sudut pandang orang pertama sebagai tokoh sampingan : Sudut pandang ini
berarti si pengarang menjadi peran pendukung/tokoh tambahan di dalam cerita.
Kata ganti yang digunakan yaitu kau,
b. Sudut pandang orang ketiga adalah pengarang tidak terlibat langsung dalam cerita
yang ditandai dengan penggunaan kata ganti orang seperti dia, mereka, dan
sebagainya atau menggunakan nama tokoh.
Sudut pandang orang ketiga serba tahu : Sudut pandang ini berarti si pengarang
memosisikan dirinya menjadi pelaku yang serba tahu dengan menceritakan apa
saja yang terkait tokoh utama. Ia seakan tahu benar tentang watak, pikiran, dll Kata
ganti yang digunakan yaitu “ia” dan “dia”. Contohnya si pengarang menceritakan isi
hati tokoh setelah berbagai peristiwa terjadi dialami tokoh tersebut.
Sudut pandang orang ketiga sebagai pengamat : Sudut pandang ini berarti si
pengarang tidak banyak tahu mengenai cerita. Tokoh yang diceritakan juga terbatas
bahkan hanya pada satu tokoh saja. Contohnya sudut pandang orang ketiga
sebagai pengamat yaitu pengarang menceritakan peristiwa/konflik yang dialami
tokoh tetapi tidak mengetahui isi hati tokoh tersebut.
Unsur Ekstrinsik
1. Latar belakang masyarakat : adalah hal yang mendasari seorang penulis membuat
sebuah cerita yang mana menyangkut kondisi lingkungan masyarakat. Ada beberapa
faktor yang dapat memengaruhi penulis antara lain: ideologi negara, kondisi politik,
kondisi sosial, dan kondisi ekonomi.
2. Latar belakang penulis : Latar belakang penulis adalah sebuah faktor dari dalam diri
penulis yang mendorong penulis dalam membuat cerpen. Latar belakang penulis terdiri
dari beberapa faktor, diantaranya adalah: riwayat hidup penulis, kondisi psikologis dan
aliran sastra penulis.
3. Nilai yang Terkandung di dalam cerita : ada beberapa nilai yang menjadi unsur
ekstrinsik dalam sebuah cerpen dan nilai-nilai tersebut diantaranya adalah: nilai agama,
nilai sosial, nilai moral, nilai budaya
1. Nilai moral, yaitu nilai yang berkaitan dengan akhlak/budi pekerti/susila atau baik buruk tingkah
laku.
2. Nilai sosial/kemasyarakatan, yaitu nilai yang berkaitan dengan norma yang berada di dalam
masyarakat.
3. Nilai religius/keagamaan, yaitu nilai yang berkaitan dengan tuntutan beragama.
4. Nilai pendidikan/edukasi, yaitu nilai yang berkaitan dengan pengubahan tingkah laku dari baik ke
buruk (pengajaran).
5. Nilai estetis/keindahan, yaitu nilai yang berkaitan dengan hal-hal yang menarik/menyenangkan
(rasa seni).
6. Nilai etika, yaitu nilai yang berkaitan dengan sopan santun dalam kehidupan.
7. Nilai politis, yaitu nilai yang berkaitan dengan pemerintahan.
8. Nilai budaya, yaitu nilai yang berkaitan dengan adat istiadat.
9. Nilai kemanusiaan, yaitu nilai yang berhubungan dengan sifat-sifat manusia. Nilai-nilai ini ada yang
bersifat ideologis, politis, ekonomis, sosiologis, budaya, edukatif, humoris, dan sebagainya.
STRUKTUR CERPEN
STRUKTUR TEKS CERPEN
ABSTRAKSI
ORIENTASI
STRUKTUR KOMPLIKASI
TEKS CERPEN
EVALUASI
RESOLUSI
KODA
ABSTRAKSI
Merupakan ringkasan ataupun inti sari dari cerita yang
akan dikembangkan menjadi rangkaian-rangkaian peristiwa
atau bisa juga berisi gambaran awal dalam cerita. Abstraksi
bersifat opsional yang artinya sebuah teks cerita pendek
boleh tidak mencantumkan abstraksi di dalamnya.
ORIENTASI
Orientasi merupakan bagian yang memperkenalkan
Contoh abstraksi :
Seorang remaja yang bernama Bolan Silumpan baru saja pulang dari sekolah.
Belum semenit ia masuk ke rumah, ibunya yang terlihat sibuk mengganti popok
adik bolan langsung memintanya untuk mengangkat jemuran di belakang karena
langit mulai terlihat gelap. Sebagai anak yang berbakti, bolan segera
menyaggupinya. Ia berjalan melintasi rumahnya yang tidak terlalu luas itu menuju
ke halaman belakang. Belum sempat bolan mengangkat satu tangannya untuk
menggapai sepotong kaos setengah kering tepat didepannya, Matanya sibuk
menjelajahi halaman belakang sampai penglihatannya berhenti di salah satu sudut
halaman. Disitulah Bolan melihat dua benda tak asing yang terlihat pernah
menyatu sebelumnya. Salah satu potongannya yang penuh karat masih samara-
samar tergambar kepala naga, namun yang satunya lagi sudah nyaris tertutup
tanah dan termakan karat sehingga orang tak tahu lagi benda apa itu dulu.
Contoh Orientasi:
Pundak kanan Bolan terasa hangat ketika tangan ibunya mendarat disana. Bolan mulai
lepas dari kenangan masa lalunya. Kenangan pahit saat terjadinya Kecelakaan yang
merengut tangan kirinya. Dengan senyum, sang ibu menggantikannya mengangkat jemuran.
Gerimis yang mulai turun langsung menyadarkan Bolan dari lamunannya dan segera
membantu ibunya. Sang ibu heran mengapa Bolan tidak segera membuang sisa
skateboardnya bila ia selalu sedih ketika memandangnya. Bolan dan ibunya bergegas
memasuki rumah ketika hujan mulai menjadi liar. Sambil menata jemurannya di dalam
rumah, kedua mata Bolan masih melihat dua potongan skateboard diluar dengan
pandangan sedikit menyesal. Mengapa dulu ia malah menghancurkan sahabatnya sendiri.
Padahal skateboard itu sudah menemaninya sejak ia belum bisa menggunakannya. Lagipula
dahulu hanya kecelakaan, bukan keinginan skateboardnya untuk melempar bolan ke tepi
lintasan parabola.
Awalnya Bolan berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak lagi bermain skateboard,
walau sampai sekarang ke empat roda skateboardnya masih ia simpan. Namun isi papan
pengumuman yang ia lihat di taman sepulang sekolah tadi mulai menghantuinya. Bolan
mengingat-ingat kembali isi pengumuman tadi. Ia mulai melihat beberapa kata muncul di
kepalanya seperti Skateboard, hadiah uang tunai, lalu terbuka untuk umum.
KOMPLIKASI
Komplikasi merupakan bagian yang ditandai dengan munculnya
masalah yang dihadapi tokoh sampai konflik memuncak.
EVALUASI
Evaluasi merupakan bagian yang ditandai dengan penurunan
ketegangan karena permasalahan sudah mendapat pemecahnya.
RESOLUSI
Resolusi merupakan bagian yang ditandai dengan adanya
penyelesaian masalah yang dihadapi tokoh dalam cerita.
KODA
Koda merupakan bagian yang ditandai dengan adanya
pesan moral yang disampaikan pengarang.
UNSUR KEBAHASAAN
TEKS CERPEN
UNSUR KEBAHASAAN TEKS
CERPEN
1. Menggunakan sudut pandang pencerita : Unsur kebahasaan ini menjadi ciri kebahasaan khas
cerpen, di dalam cerita pengarang menjadi orang pertama atau ketiga.
2. Menggunakan dialog/kalimat langsung : Pada teks cerpen menggunakan unsur kebahasaan
yaitu dialog
3. Menggunakan kata benda khusus : Pilihan kata benda yang bermakna sempit dan bermakna
khusus, misalnya memilih kata beringin atau trembesi untuk menyebutkan kata benda pohon.
4. Menggunakan uraian deskripsi yang rinci : Deskripsi yang digunakan untuk menggambarkan
pengalaman, latar, dan karakter.
5. Menggunakan majas
6. Menggunakan pertanyaan retorik sebagai teknik melibatkan pembaca
TERIMA KASIH