0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan47 halaman

Metode Kontrasepsi Hormonal dan IUD

Dokumen ini membahas berbagai metode kontrasepsi hormonal, termasuk pil, injeksi, implan, dan IUD. Setiap metode dijelaskan dengan cara kerja, kelebihan, kekurangan, dan cara penggunaan. Selain itu, dokumen ini juga mencakup indikasi dan kontraindikasi untuk masing-masing metode kontrasepsi.

Diunggah oleh

nia afnita rizana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan47 halaman

Metode Kontrasepsi Hormonal dan IUD

Dokumen ini membahas berbagai metode kontrasepsi hormonal, termasuk pil, injeksi, implan, dan IUD. Setiap metode dijelaskan dengan cara kerja, kelebihan, kekurangan, dan cara penggunaan. Selain itu, dokumen ini juga mencakup indikasi dan kontraindikasi untuk masing-masing metode kontrasepsi.

Diunggah oleh

nia afnita rizana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KONTRASEP

SI
HORMONAL

By:
Nia Afnita [Link], [Link]
TUJUAN PERKULIAHAN

 Menjelaskan metode kontrasepsi oral/ pil

 Menjelaskan metode kontrasepsi injeksi

 Menjelaskan metode kontrasepsi subkutis / implant

 Menjelaskan metode IUD

 Mengaplikasikan metode kontrasepsi hormonal dan IUD

dengan alat dipelayanan kebidanan

 Menyimpulkan metode kontrasepsi hormonal dan IUD


ALAT KONTRASEPSI
Kontrasepsi hormonal
?
1. KONTRASEPSI ORAL / PIL
KB

 Merupakan kontrasepsi berupa pil


atau obat yang berbentuk tablet
berisi hormon estrogen dan
progesteron.
JENIS-JENIS KONTRASEPSI PIL KB

Morning
After Pil
(Post Coital
Pil)
MINI PIL

PIL ORAL
KOMBINASI
ISI KEMASAN PIL KB

 KEMASAN 28 HARI
 Terdiri dari 21 tablet mengandung hormon,
sedangkan 7 tablet lainnya tidak
mengandung hormon
 Tiap tablet mengandung hormon
 Ethinylestradiol 0,03 mg
 Levonorgestrel 0,15 mg
PIL ORAL KOMBINASI
 Merupakan pil kontrasepsi yang mencegah
terjadinya ovulasi dan efek lain terhadap
traktus genitalis seperti menimbulkan
perubahan-perubahan pada lendir serviks

 Hormon dalam POK

Ethinyl estradiol dan mestranol


CARA KERJA
 Menekan ovulasi, mencegah implantasi,
lendir serviks mengental sehingga sulit
dilalui oleh sperma, dan pergerakkan tuba
terganggu sehingga transportasi telur
dengan sendirinya akan terganggu.
KEUNTUNGA
N KERUGIAN

KONTRAINDIKASI
MINI PIL
 Adalah pil kontrasepsi yang mengandung
progestin saja tanpa esterogen.
 Dosis progestinnya kecil yaitu 0,5 mg

 Mini pil bukan menghambat ovulasi karena

selama memakan pil mini ini kadang-kadang


masih dapat terjadi. Efek utamanya adalah
terhadap lendir serviks dan endometrium
sehingga nidasi tidak terjadi
 Jenis:

 Kemasan dengan isi 35 pil : 300 mg

levenorgastrel
 Kemasan dengan isi 28 pil : 75 mg norgastrel
KEUNTUNGAN KELEMAHAN

Efektif bila digunakan dengan Hampir 30-60% mengalami


benar, tidak mengganggu gangguan haid,
hubungan seksual, tidak peningkatan/penurunan berat
mempengaruhi ASI, kesuburan badan, harus digunakan setiap
cepat kembali, Nyaman dan hari dan pada waktu yang
mudah digunakan, sedikit efek sama, bila lupa satu pil saja
samping, tidak mengandung kegagalan menjadi lebih besar,
esterogen payudara menjadi tegang,
mual pusing, tidak melindungi
dari IMS
WAKTU MULAI MENGGUNAKAN

 Mulai hari pertama haid

 Bila menggunakan setelah hari ke 5 siklus haid jangan

melakukan hubungan seksual

 Bila menyusui dan tidak haid minipil dapat dimulai

setiap saat

 Minipil dapat dberikan segera pasca keguguran

 Bila lebih dari 6 minggu pasca persalinan dan klien

telah mendapat haid , minipil dapat dimulai pada hari

pertama
MORNING AFTER PIL
(POST COITAL PIL)

 Adalah pil atau obat yang harus dimulai


dalam waktu beberapa jam atau diberikan
esok paginya. Karena digunakan segera
setelah koitus. Kontrasepsi ini mencegah
nidasi, berfungsi untuk mencegah terjadinya
kehamilan karena suatu hubungan seks
tanpa pengaman dimasa subur wanita.
DOSIS OBAT

 Dipakai yang mengandung : 50 mcg ethinyl


estradiol dan 0,5 mg norgastrel
 Dosis yang digunakan :
 2 tablet POK diminum dalam jangka waktu 72
jam ( lebih baik bila dalam jangka waktu 12-24
jam) setelah koitus disusul 2 tablet lagi 12 jam
kemudian.
 Dosis total = 2.0 mg norgastrel dan 200 mcg
ethnyl estradiol
Macam-macam Preparat Estrogen
Dosis Tinggi

Nama generik Dosis perhari

- ethylstilbestrol 2x25 mg selama 5 hari

- ethylestradiol 2x 2,5 mg selama 5 hari

- esterifield estrogen 2x10 mg selama 5 hari

- conjugated estrogen 2x 10 mg selama 5 hari

- estrone 2x5 mg selama 5 hari


Indikasi :
Hanya sebagai wanita yang tidak
menggunakan jenis kontrasepsi apapun, dan
yang melakukan koitus pada pertengahan
siklus
Efek samping :
Obat untuk kontrasepsi pasca senggama dapat
menimbulkan sakit kepala, mual dan muntah.
Sehingga perlu diberikan tambahan obat anti
muntah
Kontrasepsi
suntik

By :
RINI [Link]
KONTRASEPSI INJEKSI

 alat kontasepsi yang disuntikan ke dalam


tubuh dalam jangka waktu tertentu,
kemudian masuk ke dalam pembuluh darah
diserap sedikit demi sedikit oleh tubuh yang
berguna untuk mencegah timbulnya
kehamilan.
Obat injeksi beserta dosisnya

 Depo Provera ( 3ml/150mg atau 1 ml/150


mg) diberikan setiap 3 bulan
 Noristeran (200 mg) diberikan setiap 2 bulan
 Cylofem 25 mg Medroksi Progesteron Asetat
dan 5 mg Estrogen Sipionat diberikan setiap
bulan
KB SUNTIK 1 BULAN

 Cara Kerja KB suntik


 Menghalangi ovulasi (masa subur),
mengubah lendir serviks (vagina menjadi
kental), menghambat sperma, mencegah
terjadinya pertemuan sel telur dan
sperma, mengubah kecepatan transportasi
sel telur.
KEUNTUNGAN KONTRASEPSI

KEUNTUNGAN NON KONTRASEPSI

KELEMAHAN
CARA PENGGUNAAN

 Suntikan kombinasi diberikan setiap bulan


dengan suntikan intramuskuler diarea
bokong , suntikan jarum dalam. Suntikan
ulang diberikan 7 hari blebih awal, dengan
kemungkinan terjadi gangguan perdarahan,
dapat juga diberikan 7 hari dari jadwal yang
telah ditentukan, asalkan ibu tidak
melakukan koitus.
KB SUNTIK 3 BULAN

 Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA),


mengandung 150mg DMPA yang diberikan
tiap 3 bulan dengan cara disuntik Intro
Muskuler (di daerah bokong).
CARA KERJA

 Mencegah ovulasi, mengentalkan lendir

serviks sehingga menurunkan kemampuan

penetrasi sperma, menjadikan selaput lendir

rahim tipis dan atrofi, menghambat

transportasi gamet oleh tuba


EFEKSAMPING
 Berat badan bertambah
 harus menunggu sampai masa efektifnya habis (3 bulan)
 pelayanan kesehatan (harus kembali untuk jadwal suntikan
berikutnya)
 Gangguan haid
 Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan IMS,
hepatitis B dan virus HIV
 Terlambatnya kembali kesuburan
 Pada penggunaan jangka panjang yaitu diatas 3 tahun
penggunaan dapat:
 o Menurunkan kepadatan tulang
 o Menimbulkann kekeringan pada vagina
 o Menurunkan libido
 Keluhan- keluhan lainnya berupa mual, muntah, sakit
kepala, panas dingin, pegal-pegal, nyeri perut
CARA PENGGUNAAN

 1. Kontrasepsi suntik DMPA diberikan setiap 3


bulan dengan cara disuntik intromuskuler
dalam di daerah pantat. Apabila suntik
diberikan setiap 90 hari pemberian
kontrasepsi suntikan nonsterat untuk 3
injeksi berikutnya diberikan setiap 8 minggu
mulai dengan injeksi kelima diberikan setiap
12 minggu.
NEXT…
 2. Bersihkan kulit yang akan disuntik dengan
kapas alkohol yang dibasahi oleh etil atau iso
propil alkohol 60-90% biarkan kulit kering
sebelum disuntik
 3. Kocok dengan baik dan hindarkan terjadinya
gelembung-gelembung udara, kontrasepsi tidak
perlu di dinginkan. Bila terdapat endapan putih
pada dasar vial, upayakan menghilangkannya
dengan cara menghangatkannya
IMPLANT
 Kontrasepsi implan/susuk adalah alat
kontrasepsi hormonal yang ditempatkan di
bawah kulit (ditanam dibawah kulit).
MACAM-MACAM KONTRASEPSI
IMPLANT
 Norplant, terdiri dari 6 batang silastik lembut
berongga dengan panjang 3,4 cm diameter
2,4 mm berisi 36 mg levonorgestrel dan lama
kerja 5 tahun
IMPLANON, TERDIRI DARI 1
BATANG PUTIH LENTUR DENGAN
PANJANG ± 40 MM DAN
DIAMETER 2 MM, BERISI 68 MG 3-
KETO-DESOGESTREL DAN LAMA
KERJA 3 TAHUN.
NEXT
 Jadena dan indoplant, terdiri dari 2 batang
berisi 75 mg levonorgestrel dengan lama
kerja 3 tahun.
KEUNTUNGAN IMPLAN
Keuntungan kontrasepsi Keuntungan non
kontrasepsi
Daya guna tinggi, Mengurangi nyeri haid dan
perlindungan jangka panjang jumlah darah haid
(sampai 5 tahun) Mengurangi/memperbaiki
Pengembangan tingkat anemia
kesuburan yang cepat setelah Melindungi terjadinya kanker
pencabutan endometrium
Tidak memerlukan Menurunkan angka kejadian
pemeriksaan dalam kelainan jinak payudara
Bebas dari pengaruh estrogen Melindungi diri dari beberapa
Tidak mengganggu ASI dan penyebab penyakit radang
tidak mengganggu panggul
sangggama Menurunkan angka kejadian
Klien hanya perlu kembali ke endometriosis
klinik bila ada keluhan
Dapat dicabut setiap saat
sesuai dengan kebutuhan
KONTRAINDIKASI
 Hamil atau diduga hamil
 Perdarahan pervaginam yang belum jelas

penyebabnya
 Benjolan/kanker payudara atau riwayat

kanker payudara
 Tidak dapat menerima perubahan pola haid

yang terjadi
 Mioma uterus dan kanker payudara

 Gangguan toleransi glukosa


WAKTU MULAI MENGGUNAKAN
 Setiap saat selama siklus haid hari ke-2 s/d
hari ke-7, tidak diperlukan metode
kontrasepsi tambahan atau setiap saat asal
diyakini tidak terjadi kehamilan. Bila diinsersi
setelah hari ke-7 siklus haid, klien jangan
melakukan hubungan seksual, atau
menggunakan alat kontrasepsi lain untuk 7
hari saja.
AKDR

Bahan inert sintetik (dengan


atau tanpa bahan tambahan
untuk sinergi efektifitas)
dengan bebagai bentuk,
yang dipasangkan kedalam
rahim untuk menghasilkan
efek kontrasetif.
i
u
s
h
b
e
e
b
p
m
l
a
PROFIL
,u
e
n
ly
a
d
a
a
a
t
u
k
n
is
d
ih
j
a
a
a
n
n
g
rl
k
e
a
a
p
m
CARA KERJA
Menghambat sperma masuk ke tuba
falopi

Mempengaruhi fertilisasi sebelum


ovum mencapai cavum uteri

Mencegah implantasi telur dalam


uterus
Sangat efektif,
0.5-1 kehamilan
per 100
perempuan
selama satu tahun
penggunaan

TAS
I
IF
E KT
EF
KEUNTUNGAN DAN
KERUGIAN
KEUNTUNGAN KERUGIAN
EFEKTIFITAS TINGGI PERUBAHAN SIKLUS
MENSTRUASI
SEGERA EFEKTIF PERDARAHAN HEBAT DAN
PERFORASI
JANGKA PANJANG TIDAK MENCEGAH IMS
TIDAK MEMPENGARUHI PERLU PELATIHAN DALAM
[Link] PEMASANGAN
TIDAK ADA EFEK SAMPING SEDIKIT NYERI DAN
HORMONAL PERDARAHAN
TIDAK MEMPENGARUHI ASI TIDAK MENCEGAH KEHAMILAN
EKTOPIK
DAPAT DIPASANG SEGERA
SETELAH MELAHIRKAN
INDIKASI DAN
KONTRAINDIKASI
INDIKASI KONTRAINDIKASI
USIA REPRODUKTIF HAMIL
PUNYA ANAK/TIDAK PERDARAHAN PERVAGINAM
IBU MENYUSUI PENDERITA IMS
PASCA KEGUGURAN KELAINAN UTERUS
RISIKO RENDAH IMS PENDERITA TBC PELVIK
TIDAK MENGHENDAKI METODE KANKER ALAT GENITAL
HORMONAL
PENDERITA TUMOR JINAK RIWAYAT KET DAN RONGGA
PAYUDARA RAHIM KURANG DARI 5 CM
SEGERA
SESUDAH
INDUKSI
HAID
WAKTU PEMASANGAN AKDR
SELAMA
SIKLUS HAID,
HAMIL
DAFTAR PUSTAKA
 Buku Utama (BU)
 Prawirohardjo, Sarwono, 2009. Pelayanan Kesehatan
Maternal Dan Neonatal. Jakarta : PT Bina Pustaka
 Abdul Bari Syaifudin, 2009. Buku Panduan Praktis
Pelayanan kontrasepsi

 Buku Anjuran (BA)


 Fraser Cooper, 2009. Myles Buku Ajar Bidan. Jakarta :
EGC
 Sulistyawati, Ari, 2012. Asuhan Kebidanan Pada
Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika
 Nurhayati, Aprina, 2012. Konsep Kebidanan. Jakarta :
Salemba Medika
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai