MEDIA
MENGAJAR
Pendidikan Agama
Islam dan Budi Pekerti
UNTUK SD KELAS 4
Semester 1
Pelajaran 1 Mengaji Surah al-Falaq
Pelajaran 2 Mengimani Allah dan Rasul-Nya
Pelajaran 3 Memahami Asmaul Husna
Pelajaran 4 Berakhlak Karimah 1
Pelajaran 5 Islam Mengajarkan Kesucian
Pelajaran 6 Mengidolakan Nabi dan Rasul
Semester 2
Pelajaran 7 Mengaji Surah al-Fil
Pelajaran 8 Mengimani Malaikat Allah
Pelajaran 9 Berakhlak Karimah 2
Pelajaran 10 Ayo Tertib Salat
Pelajaran 1 1 Kisah Keteladanan Wali Songo
Berakhlak Karimah 1
Sahabat yang baik akan selalu mem-
bantu dan menemani saat kita senang
dan susah. Sahabat yang baik selalu
menghargai kita dan menganggap kita
sebagai saudaranya. Apakah kamu
memiliki teman yang paling akrab? Dia
adalah sahabat terbaikmu, bukan?
Jagalah persahabatan dengan teman-temanmu agar kamu memiliki banyak
teman! Bagaimana cara menjaganya? Tentu saja dengan berakhlak karimah
kepada semua teman kita, seperti suka menolong, berempati kepada teman
yang sedang terkena musibah, atau selalu berbaik sangka dengan mereka.
Isi Materi
A. Ayo Bersikap Jujur
B. Ayo Bersikap Amanah
C. Hormat dan Patuh kepada Orang Tua
D. Hormat dan Patuh kepada Guru
E. Sikap Santun dan Menghargai
A. Ayo Bersikap Jujur
Jujur itu mujur yang berarti orang yang jujur itu akan men-
dapatkan keuntungan. Perilaku jujur membuat seseorang
mendapatkan banyak teman. Memiliki banyak teman adalah
keberuntungan. Jika kita sedih, ada teman yang menghibur.
Jika kita berada dalam kesulitan, ada teman yang membantu.
Jika kita sendiri, ada yang menemani. Jika kita sakit, ada
teman yang menjenguk dan mendoakan. Semakin banyak
teman maka hidup kita akan menyenangkan.
Bagaimana cara kita bersikap jujur? Bersikap jujur sangatlah
mudah dan bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Jujur
adalah perbuatan yang ringan tetapi pahalanya besar. Jika
kamu berbicara, sampaikanlah apa adanya. Apa yang kamu
ketahui itu yang harus kamu katakan. Bicaralah yang benar
dan jangan pernah berkata bohong. Kepada orang tua, guru,
dan teman bicaralah yang jujur dan apa adanya.
B. Ayo Bersikap Amanah
Salah satu sifat wajib para rasul adalah amanah. Amanah artinya
dapat dipercaya. Setiap rasul adalah manusia yang dapat
dipercaya. Setiap ucapan dan perbuatan para rasul dapat
dipercaya. Rasul selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
Apa yang diwahyukan oleh Allah akan disampaikan para rasul
kepada umatnya secara utuh. Tidak ada yang ditambah atau
dikurangi. Semua yang diajarkan para rasul adalah kebenaran
dari Allah. Kita harus percaya dan taat mengikutinya.
Amanah adalah perilaku terpuji. Kita harus membiasakan diri
bersikap amanah. Di rumah, di sekolah, dan di mana saja, kita
harus bersikap amanah. Contoh bersikap amanah di rumah
adalah mengerjakan tugas keluarga, yaitu menyapu lantai,
mengepel, dan belajar di malam hari. Bersikap amanah di
sekolah, seperti datang tepat waktu, menyimak penjelasan guru,
melakukan piket kelas, dan menaati peraturan sekolah. Semua
itu merupakan contoh bersikap amanah.
C. Hormat dan Patuh kepada Orang Tua
Siapakah yang mengurusmu ketika kamu masih bayi dan
kanak-kanak? Siapakah yang harus bangun malam
menggantikan popokmu dan memberimu susu? Siapakah
yang menjagamu sepanjang hari agar kamu merasa
nyaman? Siapakah yang menyuapimu ketika makan serta
mengajarimu berbicara dan berjalan?
Semua itu dilakukan oleh orang tuamu, terutama ibumu.
Ibumulah yang mengandung, melahirkan, mengasuh, dan
memberimu kasih sayang. Ayahmu bekerja keras untuk
mencukupi semua kebutuhanmu dan keluarga. Semua
dilakukan agar kamu menjadi anak yang saleh.
Ketika kamu sudah besar kamu harus hormat dan patuh
kepada mereka, sebagai ungkapan syukur karena kamu
memiliki orang tua yang baik hati. Kasih sayang mereka
harus kamu ganti dengan menghormati dan mematuhinya.
Bagaimana caranya? Menghormati orang tua dilakukan
dengan bersikap sopan dan santun. Ketika berbicara harus
sopan, ketika bersikap harus santun. Jauhilah berbicara
keras dan bersikap kasar kepada orang tua. Itu adalah
perilaku durhaka. Allah tidak menyukai anak yang durhaka.
Mematuhi berarti melaksanakan perintah dan nasihatnya.
Ketika orang tua menyuruhmu salat, kamu harus
melaksanakan salat. Ketika disuruh belajar maka belajarlah.
Semua perintah dan nasihat orang tua adalah kebaikan. Jika
kamu melaksanakannya,
Pernahkah kamu mendengar kisah Malin Kundang si Anak
Durhaka? Malin Kundang dikutuk menjadi batu karena
durhaka kepada orang tuanya. Begitulah nasib bagi anak
yang tidak hormat kepada orang tua. Akibatnya, hidupnya
sengsara dan menderita.
D. Hormat dan Patuh kepada Guru
Siapakah yang mengajarimu membaca, menulis, dan ber-
hitung? Siapa pula yang mengajarimu bernyanyi, menari, dan
melukis? Semua itu dilakukan oleh guru, yang mengajarimu
banyak ilmu pengetahuan. Sesuatu yang dahulunya kamu
tidak mengetahuinya, sekarang kamu tahu. Berkat bimbingan
para guru, kamu menjadi anak yang pandai dan memiliki
keterampilan.
Kepada guru, kita juga harus hormat dan patuh, seperti
kepada orang tua kita. Guru adalah orang tua kita ketika di
sekolah. Kita wajib menghormatinya dan mematuhinya.
Contoh perilaku hormat dan patuh kepada guru, di antaranya
a. mengucapkan salam dan bersalaman ketika bertemu
dengan guru;
b. berbicara kepada guru dengan suara yang pelan tapi jelas;
c. menyimak penjelasan guru ketika sedang pelajaran;
d. melaksanakan piket yang sudah ditentukan oleh guru;
e. mengerjakan tugas-tugas pelajaran sekolah dengan
sungguh-sungguh.
Durhaka kepada guru juga dilarang. Anak yang tidak hormat
dan patuh kepada guru berarti bersikap durhaka. Anak yang
durhaka kepada guru ilmunya tidak bermanfaat. Ia akan
mengalami kesulitan belajar dan tidak dapat mengerjakan soal
ujian. Hindarilah perilaku durhaka kepada orang tua dan guru.
E. Sikap Santun dan Menghargai
1. Ayo Bersikap Santun dan Menghargai
Santun adalah sesuai dengan tata krama yang ditetapkan.
Adapun tata krama adalah aturan berperilaku yang harus
ditaati. Sikap santun merupakan wujud sikap menghormati.
Sikap santun diterapkan ketika berhadapan dengan orang lain.
Perilaku santun dapat ditunjukkan ketika berbicara. Ketika
temanmu melakukan kesalahan, kamu tidak boleh
membentaknya sebab itu bukan cara yang santun. Sebaiknya,
kamu menasihatinya dengan ucapan yang baik. Lalu, memberi
tahu bahwa tindakannya itu merugikan orang lain. Dengan
begitu, dia akan menyadari kesalahannya.
Jika di sekolahmu ada anak yang sok jagoan, kamu tidak boleh
membencinya. Tetaplah bicara yang santun kepadanya.
Jangan terpancing untuk bersikap kasar karena hal itu akan
menimbulkan pertengkaran. Sikap kasar harus dilawan dengan
sikap santun. Lambat laun dia akan malu dengan kekasar-
annya dan akan berubah dengan sendirinya.
Perilaku santun juga harus ditunjukkan kepada teman yang
lemah. Jangan menghina dan mengejek teman yang lemah.
Bersikap santunlah kepadanya karena dia adalah temanmu.
Semua manusia bersaudara, tidak boleh saling menyakiti satu
sama lain. Manusia yang lemah dan yang kuat sama
derajatnya di hadapan Allah. Yang membedakan adalah
ketakwaannya. Meskipun dia lemah, tetapi lebih takwa
sehingga dia lebih baik derajatnya di hadapan Allah Swt.
2. Contoh Perilaku Santun kepada Teman
Andi dan teman-temannya sedang piket. Mereka berbagi
tugas membersihkan ruangan kelas. Ada yang menghapus
papan tulis, membersihkan meja kursi dengan kemoceng,
dan ada pula yang menyapu lantai. Semua bekerja, kecuali
Amir. Amir asyik bermain game di hp-nya. Andi melihat sikap
Amir dan menegurnya dengan santun. Ia mengajak Amir
untuk melaksanakan piket terlebih dahulu dan menyimpan
hp-nya. Meskipun tindakan Amir salah, Andi tetap bersikap
santun kepadanya.
Sikap santun di atas harus kita lakukan kepada semua
teman. Biasakanlah berbicara dengan pelan dan tenang.
Jangan suka membentak-bentak karena itu tidak baik. Ketika
minta tolong kepada teman, lakukanlah dengan cara yang
santun. Ucapkanlah dengan kata yang santun, seperti ”tolong
dong ambilkan buku itu”, ”tolong dong bantu aku mengangkat
kursi ini”, dan lain-lain.
Mengingatkan teman yang salah juga harus dengan kata
yang santun. Jangan langsung menyalahkannya. Misalnya,
ada teman yang salah tempat duduknya. Kamu sebaiknya
mengingatkannya dengan kata-kata yang santun, seperti
”maaf, tempat dudukmu bukan di sini, tetapi di sana”, atau
”maaf, ya, kamu salah tempat”. Jangan menggunakan kata-
kata kasar, seperti, ”hei, kamu salah tempat duduk, pindah
sana!” atau ”dasar pelupa, cepat pindah duduknya!” Itu
adalah contoh kata-kata yang tidak santun.
Kita harus bersikap santun kepada semua teman. Jika kita
santun kepada semua teman, mereka akan santun kepada
kita. Orang yang santun akan dihormati orang lain karena
mampu menjaga lidahnya. Dia akan menghindari bicara yang
kotor atau yang sia-sia. Dia hanya berbicara seperlunya dan
yang bermanfaat. Jika dia pandai menjaga lidahnya, dia akan
dihormati orang lain. Menjaga lidah adalah membiasakan
berbicara dengan santun.
3. Sikap Menghargai Teman
Menghargai teman dapat dilakukan dengan cara
menerima apa pun keadaannya. Misalnya, kamu memiliki
teman yang berbeda warna kulitnya, jangan
mengejeknya. Mengejek teman termasuk perbuatan
tercela. Meski pun berbeda warna kulitnya, dia adalah
ciptaan Allah juga. Berteman tidak boleh pilih-pilih. Kamu
harus menghargai semua teman dan tidak membeda-
bedakannya.
Ketika belajar kelompok, misalnya, sikap menghargai
harus diterapkan. Jika ada teman yang sedang bertanya
atau menjelaskan sesuatu, harus didengarkan. Jangan
berbicara sendiri atau mengabaikannya. Semua orang
memiliki hak yang sama dan itu harus dihargai. Jika
pendapatnya salah, kamu tidak boleh mengolok-oloknya.
Dia belum tahu dan tugasmu adalah memberitahunya.
Jika ada teman yang berbeda pendapat, kita harus
menghargainya.
4. Contoh Perilaku Menghargai Teman
Sikap santun sama pentingnya dengan sikap menghargai.
Perilaku menghargai harus kita biasakan dalam kehidupan
sehari-hari, baik kepada orang tua, guru, maupun teman. Kita
harus bersikap menghargai kepada mereka. Di rumah,
sekolah, dan di mana pun kita harus menunjukkan sikap
menghargai kepada orang lain.
Perilaku menghargai teman dapat diterapkan dengan
menerima setiap perbedaan. Di dunia ini tidak mungkin
semua orang sama dan semuanya pasti memiliki perbedaan.
Perbedaan itu bisa terjadi dalam hal warna kulit, bentuk
tubuh, warna rambut, kekayaan, jabatan atau pangkat, dan
juga perbedaan pendapat. Semua perbedaan tersebut harus
kita terima. Berbagai perbedaan itu bagian dari kekuasaan
Allah.
Terima Kasih ...
Semoga Ilmunya Bermanfaat,
Aamiin.
Editor : Bilal Inc.
Sumber Bahan
Ajar
: