Pengaruh Kepuasan Pasien pada Minat Jasa Keperawatan
Pengaruh Kepuasan Pasien pada Minat Jasa Keperawatan
Oleh :
MUHAMMAD RIYADH
NIM : 010330608 B
By : MUHAMMAD RIYADH
Patients satisfaction led them interest in using the nursing care services.
Patients satisfactions are contributed by ability of nurses to fulfill physical,
psycological, social and spiritual needs. Unsatisfied patient causes low interest in
using the nursing care services.
The objective of this research are to know the factors that influence patient
satisfaction to patients interest in using nursing care services and their satisfaction.
The research had been conducted at November 18th until November 27th, 2004.
The design of this research is cross sectional study. The samples are
patients who hospitality in aster, anggrek, mawar, wijaya kusuma, and melati
wards in Ulin General Hospital in Banjarmasin. There are required 52
respondents, selected by Stratified Random Sampling (Probability Sampling).
The data needed in this study are collected by questionaire. The data are analyzed
by using SPSS Multiple Regretion with significant level p < 0,05.
The result shows that the correlation between patient satisfaction in
physical need is significant (p = 0,000), the correlation between patient
satisfaction in psycological need is significant (p = 0,003), the correlation between
patient satisfaction in social need is significant (p = 0,006), and the last, the
correlation between patient satisfaction in psiritual need is significant (p = 0,000).
It can be concluded that patients satisfactions in physical, psycological,
social and spiritual may influence the patient interest in using nursing care
services in that hospital and they will recommend to choose nursing care services
in the future.
vii
DAFTAR ISI
Halaman
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .......................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................... 3
1.3 Tujuan Penelitian ...................................................................... 4
1.3.1 Tujuan Umum ........................................................................ 4
1.3.2 Tujuan Khusus ....................................................................... 4
1.4 Manfaat Penelitian .................................................................... 5
1.4.1 Teoritis ................................................................................... 5
1.4.2 Praktis..................................................................................... 5
8
BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS
3.1 Kerangka Konseptual .............................................................. 30
3.2 Hipotesis.................................................................................. 31
9
spiritual terhadap minat menggunakan jasa pelayanan
keperawatan ................................................................... 66
1
0
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 4.1 : Jumlah tempat tidur dan Bor di Ruang Aster, Anggrek,
Mawar, WK dan Melati bulan Agustus 2004 ........................... 38
xi
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
xii
DAFTAR GAMBAR
Halaman
xiii
BAB 1
PENDAHULUAN
organisasi pelayanan kesehatan di Indonesia salah satunya rumah sakit, agar tetap
eksis di tengah persaingan yang semakin ketat. Kepuasan pelanggan timbul bila
produk atau jasa memenuhi atau melebihi harapan pelanggan (Richard [Link],
2003). Tetapi pada kenyataannya Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin
sebagai salah satu Rumah Sakit milik pemerintah provinsi Kalimantan Selatan
selama ini sering mendapatkan asumsi yang negatif dari masyarakat pengguna
(Banjarmasin Post, Maret 2004). Hal ini dapat dibuktikan salah satunya dengan
melihat jumlah kunjungan pasien rawat inap yang cenderung berfluktuatif dari tahun
1
2
Jumlah pasien yang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin sangat fluktuatif, dari tahun
1999 ke tahun 2000 mengalami kenaikan, tetapi pada tahun berikutnya mengalami
penurunan, bahkan dari tahun 2002 ke tahun 2003 juga mengalami penurunan
jumlah pasien. Hal ini dimungkinkan karena : (1) Adanya persaingan antara RSUD
Ulin dengan RSU lain milik PEMDA (RSU Dr. Ansyori Saleh) dan RSU swasta
lainnya. Pada salah satu rumah sakit swasta (RS SM) yaitu pada tiga tahun terakhir
sebanyak 3.478 pasien dan meningkat pada tahun berikutnya (2002) yaitu 5.450
pasien dan pada tahun 2003 sebanyak 5.645 pasien. (2) Berkurangnya minat
pengguna jasa pelayanan rumah sakit karena ketidakpuasaan pasien akan pelayanan
ini belum dibuktikan adanya Pengaruh antara kepuasan pasien dengan minat
swadana, hal ini berarti bahwa segala pembiayaan rumah sakit ditanggung secara
mandiri oleh rumah sakit. Apabila pasien tidak puas akan pelayanan maka jumlah
pasien terus mengalami penurunan dari tahun ketahun, salah satu indikator yang
dapat dilihat yaitu dari BOR yang mengalami penurunan. Penurunan jumlah
pelayanan yang diberikan kepada pasien jelek hal ini menyebabkan kepuasan
berkualitas, pelayanan disini dilihat dari segi lingkungan, fasilitas, pelayanan medis,
keperawatan merupakan salah satu prioritas aspek yang perlu mendapat perhatian
lama dan paling sering kontak dengan pasien. Kepuasan pasien akan menimbulkan
kognisi, afeksi dan konasi yang baik terhadap pelayanan. Apabila pada
pelanggan/pasien sudah tumbuh kognisi, afeksi dan konasi yang baik maka
psikologi, sosial spiritual dan edukasi) serta dilaksanakan sesuai dengan standar
keperawatan ?
Banjarmasin.
keperawatan.
1.4.1 Teoritis
fisik, psikologis, sosial dan spiritual dengan minat menggunakan jasa pelayanan
1.4.2 Praktis
1. Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi manajemen RSUD Ulin
TINJAUAN PUSTAKA
Pada Bab ini akan diuraikan tentang konsep kepuasan, mutu pelayanan
keperawatan.
2.1.1 Pengertian
sebelumnya dan kinerja aktual yang dirasakan setelah memakainya (Tse dan
1996).
6
7
tingkat kepuasan adalah suatu fungsi dari perbedaan antara penampilan yang
1) Pendekatan dan perilaku petugas, perasaan pasien terutama saat pertama kali
datang.
2) Mutu informasi yang diterima, seperti apa yang dikerjakan, apa yang dapat
diharap.
3) Prosedur perjanjian.
4) waktu tunggu
pengaturan kunjungan.
Tingkat kepuasan pasien adalah sangat tergantung pada kinerja penyaji jasa.
rasakan antara harapan sebelumnya dan kinerja aktual produk yang dirasakan
perbedaan antara kinerja yang dirasakan dengan harapan. Apabila kinerja dibawah
harapan, maka pelanggan akan kecewa. Bila kinerja melebihi harapan , pelanggan
terdekat. Kepuasan pasien akan tercapai bila diperoleh hasil yang optimal bagi
baiknya antara tingkat rasa puas dan derita serta jerih payah yang harus dialami guna
sebagai berikut :
2) Metode pengukuran
membeli.
3) Skala pengukuran
Memuaskan-Sangat memuaskan).
1) Produk
4) Budaya
menguntungkan perusahaan.
keluhannya kepada orang lain baik teman, kolega atau keluarganya. Tindakan
institusi hokum. Tindakan ini sangat ditakuti oleh sebagian besar perusahaan.
pelayanan terikat dengan faktor kepuasan pasien, walaupun puasnya pasien tidak
11
selalu sama dengan pelayanan yang bermutu. Dengan demikian sukar untuk
produk sangat bervariasi mulai dari tingkat kepuasan rendah, sedang dan tinggi.
Dengan jenis pelayanan yang sama untuk kasus yang sama pula akan
didapatkan tingkat kepuasan yang berbeda-beda. Hal ini sangat tergantung dari latar
sembuhnya dari penyakit yang cepat, petugas yang ramah, pelayanan yang cepat
dan tepat, dan tarif pelayanan yang murah. Dan sebaliknya apabila penyakit yang
dideritanya lama tidak sembuh, petugas yang kurang ramah, menunggu antrian yang
lama, penanganan penderita yang lambat dan tarif mahal akan dikatakan tidak
mutu pelayanan sangat erat hubungannya dengan kepuasan pasien (Azrul Azwar,
1996).
Kepuasan pasien dan keluarga dapat dijadikan tolak ukur dari pelayanan
keperawatan dan merupakan alat yang dapat dipercaya untuk digunakan sebagai
merasa puas dengan pelayanan yang diterima ada kemungkinan untuk kembali
menjadi dua :
1) Kepuasan yang mengacu pada penerapan standar dan kode etik profesi.
standar serta kode etik profesi saja. Suatu pelayanan kesehatan di sebut
kode etik dapat memuaskan pasien. Menurut Azwar (1996) ukuran-ukuran yang
mengenai :
Terbinanya hubungan dokter atau perawat- pasien yang baik adalah salah
satu dari kewajiban etik. Sangat diharapkan apabila perawat dapat dan
yang disediakan, tetapi terpenting lagi menyangkut sikap serta tindakan para
dapat diberikan dan karena itu harus dapat dilaksanakan oleh setiap
dan kompetensi tekhnis tersebut maka makin tinggi pula mutu pelayanan
kesehatan.
kesehatan.
kesehatan.
tersedia di masyarakat.
14
dihadapi.
tinggal tentu tidak mudah dicapai. Apabila keadaan ini sampai terjadi,
tentu tidak akan memuaskan pasien, maka disebut suatu pelayanan kesehatan
kesehatan.
15
mempunyai kaitan yang erat dengan baik atau tidaknya mutu pelayanan
Parasuraman (1988 ) :
Yakni kemauan para petugas kesehatan untuk membantu para pasien dan
yang di ajukan pasien, pasien dapat informasi secara lengkap dan jelas tentang
kondisi kesehatannya.
16
dan kepercayaan terhadap janji yang telah di kemukakan kepada pelanggan. Bentuk
pelayanan ini seyogyanya di berikan oleh para petugas kesehatan yang memiliki
5) Empathy ( perhatian )
(Muninjaya, 2004) :
2) Empati (sikap peduli) yang ditunjukkan oleh petugas kesehatan. Sikap ini
akan menyentuh emosi pasien. Faktor ini akan berpengaruh pada tingkat
3) Biaya (cost). Tingginya biaya pelayanan akan dianggap sebagai sumber moral
ruangan (tangibility).
faktor ini.
memberikan perawatan.
(responsiveness).
pelanggan dan oleh karena itu memberikan kepuasan (Djoko Wijono, 1997). Lebih
lanjut Joseph M. Juran mengatakan bahwa mutu bila dilihat dari pengertian
dan manfaat bagi seorang menejer dapat digolongkan menjadi dua, yaitu : 1).
penjualan. 2). Mutu berarti bebas dari kekurangan (defisiensi) yang berdampak pada
biaya sehingga mutu yang lebih tinggi biayanya akan lebih sedikit. (Djoko Wijono,
1997).
18
pelanggan bukan penetapan insiyur dan bukan suatu penetapan pasar ataupun
produk atau jasa, diukur dengan dirinya atau permintaannya, dinyatakan atau
tidak, sadar atau sedikit dirasakan, masalah pelaksanaan tekhnik atau subyektif
dari dalam dan selalu menggambarkan suatu target yang bergerak dalam pasar
penduduk, serta dipihak lain tata cara penyelenggaraan sesuai dengan kode etik
dan standar pelayanan profesi yang telah ditetapkan (Azrul Azwar, 1996).
Sedangkan menurut Dona Bedian (1980) : Mutu pelayanan adalah sesuatu yang
pasien, sesudah itu dihitung keseimbangan antara keuntungan yang diraih dan
pendekatan, yaitu :
19
Dalam hal ini mutu kesehatan tidak dihubungkan dengan kepuasan individu,
perkembangan fisik dan mental yang merupakan tolak ukur dari derajat
kesehatan masyarakat.
antara lain :
1) Indikator klinik
Indikator ini dapat berupa peran dari petugas atau tenaga kesehatan sebagai
ini meliputi :
2) Indikator efisiensi
Pada indikator efisiensi ini melihat apakah sumber daya sudah dimanfaatkan
yang bermutu. Hal ini dapat dilakuan dengan menilai hasil pelayanan rumah
sakit seperti :
Pasien yang dirawat harus mendapatkan rasa aman dari segala ancaman atau
gangguan seperti :
Pasien sebagai pengguna jasa pelayanan mempunyai hak untuk menilai atas
(3) Menyediakan sarana tempat pengaduan dari pasien dan keluarga atas
tidak terlalu berbeda dengan pengertian mutu bila dipandang dari keperawatan.
ditetapkan.
21
tinggi terhadap sesuatu ; gairah ; keinginan. Minat adalah sikap yang membuat
orang senang akan obyek tertentu (Lukman Ali, 1996). Sedangkan menurut Azjen
dan Fisbein yang dikutip dalam Egel dkk (1995) minat akan tergambar dengan hasil
analisis dan norma subyektif terhadap obyek tertentu. Dengan demikian minat
negatif terhadap orang, objek atau situasi tertentu (Nugroho, 2003). Antara minat
berperilaku tertentu.
Jasa yang diterima oleh pelanggan akan diterima dengan baik apabila
jasa tersebut memiliki kualitas yang baik sehingga jasa tersebut lain/melebihi
pesaingnya. Hal inilah yang dinamakan bahwa jasa tersebut lebih menonjol
mengguanakannya.
2) Evaluasi atribut
Kelebihan suatu jasa dari para pesaingnya akan dinilai oleh pelanggan.
Penilaian ini akan berdampak dipilihnya jasa tersebut karena jasa tersebut
melebihi harapan pelanggan (Richard [Link], 2002), pelanggan yang puas akan
bahwa seseorang yang puas akan suatu jasa/pelayanan maka akan timbul suatu
keyakinan bahwa jasa tersebut berkualitas maka pengguna jasa akan melakukan
suatu evaluasi terhadap jasa tersebut apakah pantas untuk dipilih. Keyakinan yang
Tjiptono (2001) Kepuasan pelanggan merupakan salah satu salah satu faktor
tercantum sangat jelas pada pasal 32 ayat 2 yang berbunyi bahwa penyembuhan
perawatan. Ini merupakan dasar hukum dasar hukum yang sangat kuat bagi
kesehatan.
24
merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan berdasarakan ilmu dan kiat
ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang
yang diberikan oleh perawat di rumah sakit merupakan pelayanan yang paling
sentral dan perlu mendapatkan perhatian yang sangat besar. Perawat berinteraksi
dengan pasien dan keluarganya selama 24 jam terutam perawatan yang ada di
sosial dan pendidikan kepada pasien. Dengan demikian pelayanan keperawatan akan
dapat dirasakan lebih sempurna oleh pasien, jadi tidak hanya secara fisik saja yang
mati.
yang dinamis dengan memerlukan berbagai masukan dari sub sistem terdiri sel;.
organ, dan sistem organ dan dari supra sistem terdiri keluarga, komuniti dan
masyarakat.
2003) meliputi :
Kriteria :
Kriteria :
Kriteria :
pemasangan kateter.
Kriteria :
Kriteria :
Kriteria :
Kriteria :
Kriteria :
dirinya.
dirinya.
28
7) Perawat dan keluarga selalu memberikan pujian atas sikap pasien yang
8) Perawat dan keluarga selalu bersikap halus dan menerima jika ada sikap
Kriteria :
dengan memilih dan menerapkan teori keperawatan yang sesuai dan tepat guna
ilmiah dan kode etik keperawatan yang dapat dipertanggung jawabkan. (Gillies,
1994). Sedangkan menurut Feye Abdellah dan Levin, keperawatan adalah "based
on art and science which mold the attitudes, intellectual competencies and
and ability to help people, sick or well, cope with their health needs (Gillies,
1994). Dari teori ini dapat disimpulkan bahwa perawat harus memiliki :
2) Attitudes (sikap).
dengan baik karena dibagian ini keadaannya begitu kompleks. Hampir seluruh
tenaga rumah sakit berinteraksi dengan pasien dan keluarganya di bagian ini.
Tenaga keperawatan yang paling lama dan paling sering berinterasi sehingga
mempunyai tanggungjawab dan beban kerja yanhg lebih besar dibandingkan dengan
Gambar 3.1
Kerangka Konseptual hubungan antara kepuasan pasien dengan minat
menggunakan jasa pelayanan keperawatan
Keterangan :
Diukur
Tidak diukur
31
keperawatan.
paling lama kontak dan melayani pasien serta keluarganya. Pemberian pelayanan
keperawatan kepada pasien dengan karakteristik yang berbeda beda yang dilihat dari
pangkat, pendidikan, sosial budaya, jenis kelamin, kedudukan sosial dan tingkat
kode etik profesi serta penerapan semua persyaratan pelayanan kesehatan maka
diharapkan pasien akan memiliki persepsi yang sama yaitu puas akan pelayanan
yang kita berikan, dari kepuasan tersebut akan menimbulkan keyakinan terhadap
jasa pelayanan dan melakukan evaluasi sehingga dari sini akan timbul minat
untuk menggunakan jasa pelayanan keperawatan. Minat juga akan timbul bila biaya
3.2 Hipotesa
METODE PENELITIAN
menggunakan metode keilmuan. Pada bab ini akan disajikan desain penelitian,
akurasi suatu hasil. Istilah desain penelitian digunakan dalm dua hal ; pertama,
(Nursalam, 2003)
33
34
Sampel :
Kriteria inklusi :
- Telah mengalami rawat inap
sekurang-kurangnya 2 x 24 jam.
- Pasien usia 16 50 tahun
- Pasien tidak dalam keadaan akut.
- Pasien yang dirawat di ruang
perawatan kelas II keatas
- Tidak menggunakan ASKES/biaya
perusahaan.
- Masuk tidak dalam gawat darurat
- Bisa membaca dan menulis
- Kooperatif.
Pengumpulan Data :
Penyebaran kuisioner
Analisa : Regresi
Berganda
Penyajian hasil
4.3.1 Populasi.
1993) . Pada penelitian ini populasinya adalah seluruh pasien di RSUD Ulin
Banjarmasin.
4.3.2 Sampel.
Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan sampling tertentu untuk
penelitian ini adalah pasien yang di rawat di Ruang Aster, Anggrek, Mawar, Wijaya
Kusuma, dan Melati (ruang perawatan kelas II keatas) pada bulan Oktober
1) Kriteria inklusi :
dalam sample penelitian yang memenuhi syarat sebagai sampel. Kriteria inklusi
- Kooperatif.
36
2) Kriteria eksklusi :
Kriteria eksklusi merupakan kriteria dimana subyek penelitian tidak dapat mewakili
(Notoatmojo, 2002). Rumus yang digunakan untuk menghitung besar sampel adalah
n = N.Z2pq
d2(N-1) + Z2.p.q
Keterangan :
n = Jumlah
q = 1-p
Bila :
- Populasi pasien rata-rata di Ruang Aster, anggrek, mawar, wijaya kusuma, dan
- = 5 % (Z - 1,96)
- q = 0,5q
37
- d = 5 % (0,05)
Maka :
n = (60)x(1,96)2x(0,5)x(0,5)
(0,05)2x(60-1)+((1,96)2x(0,5)x(0,5)
= 52
4.3.4 Sampling
gabungan dari dua metode sampling acak, dapat didahului dengan sampling acak
yang ada di RSUD Ulin Banjarmasin di acak didapatkan lima ruangan yang akan
diteliti yaitu ruang Aster, Anggrek, Mawar, Wijaya kusuma, dan Melati.
Tabel 4.1 Jumlah tempat tidur dan BOR di ruang Aster, Anggrek, Mawar,
Wijaya Kusuma dan Melati bulan Agustus 2004
F1 = N1 = 7,53 = 0,13
N 55,3
n1 = F1 X n = 0,13 X 52 = 7 responden
F2 = N2 = 17,55 = 0,31
N 55,3
n2 = F2 X n = 0,31 X 52 = 16 responden
F3 = N3 = 11,24 = 0,20
N 55,3
n3 = F3 X n = 0,20 X 52 = 10 responden
F4 = N4 = 4,49 = 0,08
N 55,3
n4 = F4 X n = 0,08 X 52 = 5 responden
F5 = N5 = 14,92 = 0,27
N 55,3
n5 = F5 X n = 0,27 X 52 = 14 responden
39
Jadi distribusi jumlah sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
Variabel Independen dalam penelitian ini adalah kepuasan pasien akan pelayanan
Variabel Dependen adalah variabel yang nilainya ditentukan oleh variable lain.
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah minat menggunakan jasa pelayanan
keperawatan.
40
Kepuasan Perasaan senang - Komunakasi yang baik dan Kuesioner Ordinal Skala likert
tentang pasien tentang ramah. 5=sangat puas
pemenuhan pemenuhan kebutuhan - Bersikap terbuka. 4=puas
kebutuhan sosial - Kesempatan untuk melakukan 3=Cukup Puas
sosial hubungan dengan orang lain. 2=tidak puas
- Memberikan waktu untuk 1=sangat tidak puas
menemani pasien. Kepuasan tinggi : 76 100 %
- Melibatkan dalam setiap kegiatan Kepuasan sedang : 56 75 %
Kepuasan rendah : < 55 %
Kepuasan Perasaan senang - Bimbingan rohani Kuesioner Ordinal Skala likert
tentang pasien tentang - Motivasi untuk berdoa. 5=sangat puas
pemenuhan pemenuhan kebutuhan - Membantu beribadah 4=puas
kebutuhan spiritual 3=Cukup Puas
spiritual 2=tidak puas
1=sangat tidak puas
Kepuasan tinggi : 76 100 %
Kepuasan sedang : 56 75 %
Kepuasan rendah : < 55 %
Minat klien Keputusan - Mengatakan hal positif Kuesioner Ordinal Skala Likert
menggunakan jasa - Menjadikan sebagai pilihan 5= Sangat berminat
pelayanan pertama 4= Berminat
keperawatan di RSUD - Merekomendasikan untuk 3= Cukup berminat
Ulin Banjramasin memilih 2= Tidak berminat
- Menyebarluaskan informasi 1= Sangat tidak berminat
positip Minat tinggi : 76 100 %
Minat sedang : 56 75 %
Minat rendah : < 55 %
42
Alat untuk mengumpulkan data terdiri dari 3 kuesioner yang diberikan kepada
pasien. Kuesioner disusun berdasarkan pendapat dari Andriyani, (1997) dan telah
dimodifikasi oleh peneliti. Kuesioner pertama meliputi data umum (data demografi)
1) Lokasi penelitian.
(3) Analisa dan penulisan hasil bulan November 2004 - Januari 2005.
4.5.3 Prosedur
Pasien yang berada di ruang Aster, Anggrek, Mawar, Wijaya kusuma dan
Melati sesuai dengan jumlah responden diberikan informed consent dulu. Pasien
dibuat. Pasien akan mengisi kuesioner yang berisi tentang kepuasan pasien akan
lambat selama dua hari setelah diberikan kuesioner. Data-data dari hasil jawaban
1. Editing dimaksudkan untuk melihat apakah data yang diperoleh sudah terisi
macamnya. Pemberian kode dilakukan hanya pada data demografi, yaitu sebagai
berikut :
2 = SMP/sederajat, 1 = SD
pemenuhan kebutuhan fisik sebagai berikut : Sangat puas 5, Puas 4, Cukup Puas
berikut : Sangat puas 5, Puas 4, Cukup Puas 3, Tidak puas 2, Sangat tidak puas
Puas 4, Cukup Puas 3, Tidak puas 2, Sangat tidak puas 1, dan pemenuhan
44
kebutuhan spiritual sebagai berikut : Sangat puas 5, Puas 4, Cukup Puas 3, Tidak
terdiri dari minat tinggi 76 100 %, minat sedang 56 75 % dan minat rendah
< 55 %.
Regresi berganda dengan taraf signifikasi p 0,05 berarti ada hubungan yang
bermakna antara dua variable yang diukur yaitu ada hubungan antara kepuasan
pasien akan pelayanan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual, dengan minat
ditolak, dan bila p 0,05 maka H1 ditolak dan Ho diterima. Analisa statistik ini
menggunakan SPSS 11.5 for Windows. Untuk membuktikan kuat atau lemahnya
interval koefisien 0,00 0,199 menandakan tingkat hubungan yang sangat rendah,
hubungan yang kuat dan 0,80 1,000 menadakan hubungan yang sangat kuat
(Sugiyono, 2002).
45
persetujuan untuk menjadi responden. Jika subyek bersedia diteliti maka harus
4.7 Keterbatasan
(Menurut Burns & Groive, 1991:121) dikutip dari Nursalam & Siti
memungkinkan.
dapat digeneralisasikan.
46
melakukan uji coba, oleh karena itu validitas dan realibilitasnya masih belun
teruji.
BAB 5
Pada bab ini akan disajikan mengenai hasil pengumpulan data dari
seluruhnya kembali. Penyajian dimulai dari gambaran umum lokasi penelitian berisi
tentang gambaran fisik ruang Aster, anggrek, mawar, wijaya kusuma dan melati,
karakteristik demografi responden yang terdiri dari : usia, jenis kelamin, tingkat
perawatan serta data variabel yang diukur meliputi : kepuasan pasien tentang
anggrek, mawar, wijaya kusuma dan melati. Ruang Aster memiliki 22 tempat
tidur, BOR 34,23 %, dengan tenaga keperawatan yang ada sebanyak 25 orang.
47
48
pasien dengan penyakit dalam, bedah, mata, THT, paru, saraf, jantung ringan,
1. Umur.
29% 25%
46%
15 - 21 Thn 21 - 35 Thn 35 - 50 Thn
(46 %) sedangkan yang paling sedikit adalah golongan umur 15 21 tahun yaitu
2. Jenis Kelamin
44%
56%
Laki-laki Perepuan
8%
27%
23%
42%
SD SLTP SLTA PT
yang tertinggi yaitu lulus SLTA sebanyak 22 responden (42 %) dan yang paling
4. Riwayat Perawatan.
10%
23%
18%
49%
Belum pernah 1 kali 2 kali > 2 kali
riwayat perawatan pernah satu kali sebanyak 25 responden (49 %) dan yang
paling sedikit dengan riwayat perawatan pernah dirawat lebih dari dua kali yaitu
5. Lama Perawatan.
4%
12%
54%
30%
responden yang paling banyak dengan lama perawatan antara 2 4 hari yaitu
51
sebanyak 28 responden (54 %) dan yang paling sedikit yaitu dengan lama
spiritual.
dibawah ini :
Dilihat dari tabel 5.1 didapatkan bahwa rata-rata pasien berada pada
Minat
Kepuasan Total
Rendah Sedang Tinggi
Fisik
Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Rendah 14 26,9 0 0 0 0 14 26,9
Sedang 4 7,7 17 32,7 4 7,7 25 48,1
Tinggi 0 0 2 3,8 11 21,2 13 25,0
Total 18 34,6 19 36,5 15 28,8 52 100
Koefisient Korelasi (r) = 0, 962
Koefisient Diterminasi (r2) = 0,925
Signifikansi (p) = 0, 000
sedang pula. Semakin tinggi tingkat kepuasan maka semakin tinggi pula minat
53
yang rendah mengakibatkan minat yang rendah pula untuk menggunakan jasa
pelayanan keperawatan.
nilai signifikansi (p) = 0,000, dimana Ho ditolak dan Hi diterima artinya terdapat
pengaruh yang sangat kuat antara kepuasan tentang pemenuhan kebutuhan fisik
Minat
Kepuasan Total
Rendah Sedang Tinggi
Psikologis
Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Rendah 11 21,2 0 0 0 0 11 21,2
Sedang 7 13,5 15 28,2 3 5,8 25 48,1
Tinggi 0 0 4 7,7 12 23,1 16 30,8
Total 18 34,6 19 36,5 15 28,8 52 100
Koefisient Korelasi (r) = 0, 962
Koefisient Diterminasi (r2) = 0,925
Signifikansi (p) = 0, 003
54
Pada tabel 5.2 diatas terlihat bahwa rata-rata kepuasan pasien berada
kepuasan pasien yang rendah mengakibatkan minat yang rendah pula untuk
0,003 artinya Ho ditolak dan Hi diterima dengan kata lain ada pengaruh yang
Minat
Kepuasan Total
Rendah Sedang Tinggi
Sosial
Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Rendah 18 34,6 2 3,8 0 0 20 38,5
Sedang 0 0 17 32,7 7 13,5 24 46,2
Tinggi 0 0 0 0 8 15,4 8 15,4
Total 18 34,6 19 36,5 15 28,8 52 100
Koefisient Korelasi (r) = 0, 962
Koefisient Diterminasi (r2) = 0,925
Signifikansi (p) = 0, 006
Dilihat dari tabel 5.3 diatas dapat diketahui bahwa rata-rata kepuasan
Semakin tinggi tingkat kepuasan maka semakin tinggi pula minat untuk
pelayanan keperawatan.
antara yang sangat kuat antara kepuasan tentang pemenuhan kebutuhan sosial
Minat
Kepuasan Total
Rendah Sedang Tinggi
Spiritual
Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Rendah 18 34,6 3 5,8 0 0 21 40,4
Sedang 0 0 16 30,8 6 11,5 22 42,3
Tinggi 0 0 0 0 9 17,3 9 17,3
Total 18 34,6 19 36,5 15 28,8 52 100
Koefisient Korelasi (r) = 0, 962
Koefisient Diterminasi (r2) = 0,925
Signifikansi (p) = 0, 000
berada pada tingkat yang sedang tentang pemenuhan kebutuhan spiritual dimana
Semakin tinggi tingkat kepuasan maka semakin tinggi pula minat untuk
pelayanan keperawatan.
keperawatan hal ini didukung dengan nilai koefisiensi korelasi (r) = 0,962 dan
5.2 Pembahasan
Setelah dilakukan analisa data dan melihat hasilnya maka ada beberapa
hal yang akan dibahas, yaitu : kepuasan pasien tentang pemenuhan kebutuhan
fisik, psikologis, sosial dan spiritual, minat pasien menggunakan jasa pelayanan
5.2.1 Kepuasan pasien tentang pemenuhan kebutuhan fisik, psikologis, sosial dan
spiritual.
sendiri. Menurut Azwar (1996) salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan
pelayanan haruslah terpenuhi dengan baik (fisik, psikologis, sosial dan spiritual).
Pada hasil penelitian masih ada ditemukan kepuasan pasien yang rendah
dan tinggi tentang pemenuhan kebutuhan fisik, psikologis, sosial dan spiritual.
eliminasi dan personal hygiene pasien. Kepuasan pasien yang tinggi tentang
memenuhi kebutuhan oksigenasi, cairan dan nutrisi sehingga hal ini perlu
ditingkatkan atau dipertahankan. Disamping itu pula terdapat faktor-faktor lain yang
perjanjian, waktu tunggu, fasilitas umum yang tersedia dan fasilitas perhotelan
untuk pasien seperti mutu makanan, privacy dan pengaturan kunjungan. (Tjiptono,
1997).
kurangnya rasa empati dan responsive dari perawat. Hal ini juga dapat
dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yaitu pangkat, jenis kelamin, tingkat ekonomi,
informasi yang diterima, prosedur perjanjian, waktu tunggu, fasilitas umum yang
tersedia dan fasilitas perhotelan untuk pasien seperti mutu makanan, privacy dan
hubungan dengan orang lain sesuai dengan kemampuannya. Kepuasan paien juga
dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti pangkat, jenis kelamin, tingkat
1994). Selain itu juga dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan
informasi yang diterima, prosedur perjanjian, waktu tunggu, fasilitas umum yang
tersedia dan fasilitas perhotelan untuk pasien seperti mutu makanan, privacy dan
bimbingan kepada pasien baik langsung ataupun tidak langsung yaitu melalui
petugas rohis.
pelayanan keperawatan Hal ini dapat terjadi karena kurangnya / belum optimalnya
(2003) pelanggan yang puas akan jasa/produk yang diterimanya akan menimbulkan
kognisi, afeksi dan konasi terhadap produk/jasa tersebut sehingga pada akhirnya
muncul minat untuk menggunakan produk/jasa tersebut. Hal ini didukung oleh
mutu akan memberikan kepuasan yang baik pada pemberi pelayanan maupun
penerima pelayanan. Selain itu jika konsumen merasa puas atau bahkan surprise
untuk menggunakan kembali jasa yang ditawarkan oleh rumah sakit di masa
yang akan.
Pada hasil penelitian juga ditemukan pasien dengan minat yang rendah. Hal
ini terbukti dari responden yang menjawab bahwa ia akan menjadikan RSUD Ulin
menjadi pilihan pertama dalam meminta pelayanan keperawatan sangat rendah. Hal
yang baik dan ramah dengan pasien dan kebutuhan spiritual terutama kemampuan
perawat dalam membantu pasien untuk beribadah. Disamping itu minat pasien
juga dipengaruhi oleh selain faktor kepuasan seperti biaya (cost), penampilan
Pasien dengan minat yang tinggi juga ditemukan pada hasil penelitian.
lain sesuai dengan kondisinya dan kemampuan perawat dalam melibatkan pasien
langsung (dibantu oleh rohis). disini dengan cara mengatakan hal yang positif
(Muninjaya, 2004).
62
pelayanan yang memperhatikan mutu akan memberikan kepuasan yang baik pada
pemberi pelayanan maupun penerima pelayanan. Selain itu jika konsumen merasa
puas atau bahkan surprise dengan jasa yang diterimanya, ia akan memperlihatkan
oleh rumah sakit di masa yang akan datang. Pelanggan yang puas akan
2003).
Dari hasil penelitian (tabel 5.3) didapatkan bahwa rata-rata kepuasan pasien
Hal ini terjadi karena perawat belum optimal dalam memberikan pemenuhan
aktifitas/mobilisasi.
Pada hasil juga didapatkan pasien dengan tingkat kepuasan yang tinggi
tetapi minatnya sedang. Hal tersebut terjadi karena perawat sudah mampu
memenuhi kebutuhan fisik terutama kebutuhan akan oksigen, cairan dan nutrisi
dan istirahat/tidur. Selain itu minat pasien juga dipengaruhi oleh faktor lain
(Muninjaya,2004).
Pasien dengan tingkat kepuasan yang sedang tetapi minatnya rendah juga
kebutuhan eliminsai dan personal hygiene. Selain itu minat pasien juga
dipengaruhi oleh faktor lain selain faktor kepuasan, seperti biaya (cost), penampilan
perawat (Muninjaya,2004).
bahwa kepuasan pelanggan timbul bila produk atau jasa memenuhi atau melebihi
harapan pelanggan. Pendapat ini didukung oleh pendapat Djoko Wijono (1997)
kepuasan yang baik pada pemberi pelayanan maupun penerima pelayanan. Selain
itu jika konsumen merasa puas atau bahkan surprise dengan jasa yang
menggunakan kembali jasa yang ditawarkan oleh rumah sakit di masa yang akan
datang.
Dilihat dari tabel 5.4 diketahui bahwa rata-rata kepuasan pasien tentang
perawat RSUD Ulin belum optimal dalam memenuhi kebutuhan psikologis pasien
sehingga minat pasien untuk menggunakan jasa pelayanan keperawatan juga berada
pada tingkatan yang sedang. Hal ini terjadi karena perawat belum optimal dalam
dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti biaya (cost), penampilan fisik, kondisi
(Muninjaya, 2004).
psikologis juga ditemukan. Hal ini terjadi karena perawat RSUD Ulin sudah mampu
pasien berada pada tingkat sedang. Hal ini terjadi karena perawat belum optimal
dlam memberikan perhatian dan penyuluhan kesehatan kepada pasien. Selain dari
faktor kepuasan tersebut, minat juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti
pemenuhan kebutuhan sosial (meliputi komunikasi yang baik dan ramah, sikap
65
berhubungan dengan orang lain, memberikan waktu untuk menemani pasien, dan
melibatkan dalam setiap kegiatan terutama dalam hal perawatannya) dengan minat
pelayanan yang memperhatikan mutu akan memberikan kepuasan yang baik pada
pemberi pelayanan maupun penerima pelayanan. Selain itu jika konsumen merasa
puas atau bahkan surprise dengan jasa yang diterimanya, ia akan memperlihatkan
oleh rumah sakit di masa yang akan datang. Pendapat ini didukung oleh Nugroho
(2003) bahwa pelanggan yang puas akan jasa/produk yang diterimanya akan
pada tingkat sedang (tabel 5.5) sehingga minat pasien untuk menggunakan jasa
pelayanan keperawatan berada pada tingkatan sedang pula. Hal ini timbul karena
perawat belum mampu bersikap terbuka kepada pasien dan memberikan waktu yang
Dari tabel 5.5 juga masih ditemukan pasien dengan kepuasan tingkat
rendah dengan minat yang sedang. Kepuasan yang rendah disini terjadi karena
menemani pasien. Selain dari faktor tersebut, minat juga dipenagruhi oleh faktor
66
melakukan hubungan dengan orang lain. Sedangkan minat pasien yang tinggi
melakukan hubungan dengan oranglain sesuai dengan kondisi pasien dan perawat
pengobatan atau perawatannya. Selain itu minat juga dipengaruhi oleh faktor- faktor
lain selain faktor kepuasan, yaitu : biaya (cost), penampilan fisik, kondisi
(Muninjaya, 2004).
mutu akan memberikan kepuasan yang baik pada pemberi pelayanan maupun
penerima pelayanan. Selain itu jika konsumen merasa puas atau bahkan surprise
untuk menggunakan kembali jasa yang ditawarkan oleh rumah sakit di masa yang
67
akan datang. Pendapat ini didukung oleh Nugroho (2003) bahwa pelanggan yang
puas akan jasa/produk yang diterimanya akan menimbulkan kognisi, afeksi dan
konasi terhadap produk/jasa tersebut sehingga pada akhirnya muncul minat untuk
pemenuhan kebutuhan spiritual berada pada tingkat kepuasan sedang hal ini
pelayanan keperawatan juga berada pada tingkat sedang. Hal tersebut terjadi
karena kurang oprimalnya peran perawat dalam hal memberikan motivasi kepada
psien untuk berdoa. Selain faktor tersebut, minat juga dipengaruhi oleh faktor lain
(Muninjaya, 2004).
Pasien yang memiliki kepuasan yang rendah tetapi dengan minat yang
sedang juga ditemukan. Hal ini terjadi karena kurangnya peran perawat dalam
membantu pasien untuk beribadah, sedangkan minat pasien berada pada tingkat
sedang terjadi karena peran perawat dalam memberikan motivasi kepada pasien
untuk berdoa belum optimal. Walaupun terdapat faktor lain yang mempengaruhi
minat selain faktor kepuasan yaitu : biaya (cost), penampilan fisik, kondisi
(Muninjaya, 2004).
Pasien dengan kepuasan yang sedang tetapi memiliki minat yang tinggi
juga ditemukan pada penelitian. Kepuasan pasien sedang terjadi karena kurang
68
(dilakukan sendiri oleh perawat misalnya membimbing pasien untuk berzikir saat
pasien beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Selain faktor tersebut
ada faktor lain yang mempengaruhi kepuasan seperti biaya (cost), penampilan
Pada bab ini akan disajikan kesimpulan dan saran dari hasil penelitian
keperawatan yang dilaksanakan di ruang aster, anggrek, mawar, wijaya kusuma, dan
November 2004
6.1 Kesimpulan
pemenuhan kebutuhan fisik, psikologis, sosial dan spiritual. Hal ini diduga
tingkatan minat sedang. Hal ini menunjukan bahwa minat sangat erat
keperawatan.
69
70
pula minat, sebaliknya semakin rendah kepuasan pasien maka minatnya juga
maupun tidak langsung terhadap minat pasien. Jadi semakin tinggi kepuasan
kepada pasien) maka semakin tinggi pula minat, sebaliknya semakin rendah
kepuasan pasien maka minatnya juga rendah untuk menggunakan jasa pelayanan
keperawatan.
menemani pasien terhadap tingkat minat pasien. Jadi semakin tinggi kepuasan
orang lain, memberikan waktu untuk menemani pasien dan melibatkan dalam
setiap kegiatan) maka semakin tinggi pula minat, sebaliknya semakin rendah
kepuasan pasien maka minatnya juga rendah untuk menggunakan jasa pelayanan
keperawatan.
71
rendah kepuasan pasien maka minatnya juga rendah untuk menggunakan jasa
pelayanan keperawatan.
7. Saran
keperawatan holistik secara rutin oleh pihak manajemen rumah sakit kepada
dalam memenuhi kebutuhan fisik, psikologis, sosial dan spiritual kepada pasien.
3. Membuat kebijakan biaya oleh manajemen rumah sakit sesuai dengan jasa
DAFTAR PUSTAKA
Ali Lukman. (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi kedua. Jakarta :
Balai Pustaka. Hal 656.
Andriyani, RB. (1997). Analisa Pasien Rawat Inap RSUD dr Muardi Surakarta.
Yogyakarta. Hal 38 42.
Hidayat. A.A (2003). Riset Keperawatan dan Tekhnik Penulisan Ilmiah. Jakarta
: Salemba Medika. Hal 35.
Stoner (1996). Manajemen. Jilid 1. Jakarta : PT. Bhuana Ilmu Populer. Hal 209,
221.
Sugiyono (2002). Statistika untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta. Hal 216, 259,
261.
75
Tjiptono F. (1997). Strategi Pemasaran. Yogjakarta : Penerbit Andi. Hal 78, 98.
I PERSI AP AN
1 Penyusunan Proposal
2 Pengajuan Proposal
3 Konsultasi
4 Seminar Proposal
II PEL AK S AN AAN
6 Pengambilan Data
III PENYEL ES AI AN
10 Ujian Skripsi
Pemenuhan kebutuhan Berdasarkan Umur
Minat
Responden Fisik Psikologis Sosial Spiritual Jumlah Responden No Tingkat Kepuasan Fisik Psikologis Sosial Spi
Umur Total Persen
Skor Kode % Skor Kode % Skor Kode % Skor Kode % Skor Kode % Aster Anggrek Mawar WK Melati Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah
1 27 3 77 28 3 80 28 3 80 26 2 74 19 3 76 15 - 21 2 3 3 2 3 13 25 1 Rendah 14 26,9 11 21,2 20 38,5 21
2 26 2 74 27 3 77 26 2 74 24 2 69 18 2 72 21 - 35 3 9 4 2 6 24 46 2 Sedang 25 48,1 25 48,1 24 46,2 22
3 20 2 57 27 3 77 21 2 60 20 2 57 14 2 56 35 - 50 2 4 3 1 5 15 29 3 Tinggi 13 25,0 16 30,8 8 15,4 9
4 27 3 77 33 3 94 25 2 71 26 2 74 19 3 76 Jumlah 52 100 TOTAL 52 100,0 52 100,0 52 100,0 5
5 26 2 74 19 1 54 19 1 54 13 1 37 13 1 52
6 19 1 54 19 1 54 11 1 31 21 1 60 9 1 36 Berdasarkan Jenis Kelamin
7 27 3 77 27 3 77 25 2 71 24 2 69 19 3 76 Jumlah Responden
Sex Total Persen
8 26 2 74 25 2 71 20 2 57 21 2 60 18 2 72 Aster Anggrek Mawar WK Melati
9 26 2 74 20 2 57 26 2 74 23 2 66 18 2 72 Laki-laki 5 9 7 2 8 31 60
10 12 1 34 18 1 51 17 1 49 13 1 37 13 1 52 Perempuan 2 7 3 3 6 21 40
11 33 3 94 27 3 77 27 3 77 25 2 71 19 3 76 Jumlah 52 100
12 30 3 86 27 3 77 27 3 77 24 2 69 23 3 92
13 27 3 77 29 3 83 25 2 71 24 2 69 24 3 96
14 27 3 77 25 2 71 26 2 74 22 2 63 17 2 68 Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Jumlah Responden
15 13 1 37 17 1 49 19 1 54 16 1 46 13 1 52 Pendidikan Total Persen
Aster Anggrek Mawar WK Melati
16 26 2 74 26 2 74 21 2 60 17 1 49 14 2 56
SD 0 0 1 0 3 4 8
17 24 2 69 26 2 74 22 2 63 13 1 37 18 2 72
SLTP 2 3 2 2 3 12 23
18 27 3 77 27 3 77 27 3 77 29 3 83 22 3 88
SLTA 2 6 5 3 6 22 42
19 20 2 57 25 2 71 23 2 66 20 2 57 14 2 56
PT 3 7 2 0 2 14 27
20 26 2 74 25 2 71 17 1 49 17 1 49 13 1 52
Jumlah 52 100
21 26 2 74 19 1 54 19 1 54 15 1 43 13 1 52
22 33 3 94 26 2 74 23 2 66 24 2 69 15 2 60 Berdasarkan Riwayat Perawatan sebelumnya
23 26 2 74 24 2 69 25 2 71 24 2 69 17 2 68 Jumlah Responden
24 34 3 97 24 2 69 21 2 60 27 3 77 19 3 76 RPS Total Persen
Aster Anggrek Mawar WK Melati
25 19 1 54 19 1 54 13 1 37 12 1 34 9 1 36 Belum 2 4 3 1 2 12 23
26 25 2 71 13 1 37 19 1 54 14 1 40 13 1 52 1 kali 4 7 6 3 5 25 48
27 12 1 34 23 2 66 19 1 54 12 1 34 9 1 36 2 kali 1 3 1 1 3 9 17
28 16 1 46 24 2 69 18 1 51 16 1 46 11 1 44 > 2 kali 0 2 1 0 3 6 12
29 22 2 63 23 2 66 20 2 57 11 1 31 15 2 60 Jumlah 52 100
30 26 2 74 27 3 77 20 2 57 25 2 71 16 2 64
31 25 2 71 29 3 83 27 3 77 27 3 77 19 3 76 Berdasarkan lama perawatan
32 13 1 37 18 1 51 19 1 54 12 1 34 9 1 36 Jumlah Responden
33 26 2 74 20 2 57 24 2 69 22 2 63 14 2 56 Lama Total Persen
Aster Anggrek Mawar WK Melati
34 25 2 71 29 3 83 24 2 69 26 2 74 18 2 72 2 - 4 hari 3 8 6 4 7 28 54
35 10 1 29 19 1 54 18 1 51 15 1 43 12 1 48 5 - 7 hari 3 4 3 1 5 16 31
36 21 2 60 27 3 77 20 2 57 27 3 77 24 3 96 8 - 10 hari 1 3 1 0 1 6 12
37 13 1 37 23 2 66 19 1 54 17 1 49 13 1 52 > 10 hari 0 1 0 0 1 2 4
38 34 3 97 24 2 69 27 3 77 28 3 80 23 3 92 Jumlah 52 100
39 25 2 71 27 3 77 26 2 74 27 3 77 19 3 76
40 26 2 74 23 2 66 19 1 54 20 2 57 14 2 56
41 27 3 77 30 3 86 27 3 77 28 3 80 20 3 80
42 24 2 69 25 2 71 17 1 49 23 2 66 14 2 56
43 33 3 94 26 2 74 20 2 57 27 3 77 19 3 76
44 26 2 74 26 2 74 20 2 57 23 2 66 18 2 72
45 26 2 74 27 3 77 29 3 83 27 3 77 19 3 76
46 18 1 51 15 1 43 18 1 51 16 1 46 8 1 32
47 19 1 54 24 2 69 19 1 54 13 1 37 12 1 48
48 26 2 74 20 2 57 25 2 71 26 2 74 14 2 56
49 17 1 49 19 1 54 19 1 54 11 1 31 9 1 36
50 19 1 54 21 2 60 12 1 34 15 1 43 13 1 52
51 24 2 69 26 2 74 23 2 66 23 2 66 16 2 64
52 19 1 54 18 2 51 11 1 31 14 1 40 9 1 36
2
ritual
Persentase
34,6
36,5
28,8
100,0
2
76
Lampiran 3
Lampiran 4
KUISIONER
Petunjuk :
Jawablah Pertanyaan berikut ini dengan mengisi tempat kosong yang tersedia
dengan memberi tanda check ( ) pada pilihan yang mewakili jawaban saudara
A. Data Umum
Nomor Kuisioner :.
( ) 1. 15 21 tahun
( ) 2. 21 35 tahun
( ) 3. 35 50 tahun
2. Jenis kelamin
( ) 1. Pria
( ) 2. Wanita
( ) 1. SD
( ) 2. SMP / sederajat
( ) 3. SMA / sederajat
( ) 4. Sarjana
( ) 1. Belum pernah
78
( ) 2. Satu kali
( ) 3. Dua kali
( ) 1. 2 - 4 hari
( ) 2. 5 - 7 hari
( ) 3. 8 - 10 hari
check ( ) pada salah satu jawaban yang paling tepat menurut saudara !
Keterangan jawaban :
SP = Sangat puas
P = Puas
CP = Cukup Puas
TP = Tidak puas
sakit ini dengan memberikan tanda check ( ) pada salah satu jawaban yang
Keterangan jawaban :
SM = Sangat berminat
M = Berminat
CM = Cukup berminat
TM = Tidak berminat
Lampiran 5
TABULASI DATA
Regression
Descriptive Statistics
Correlations
Variables Entered/Removed(b)
Variables Variables
Model Entered Removed Method
1 Spiritual,
Psikologis,
. Enter
Fisik,
Sosial(a)
a All requested variables entered.
b Dependent Variable: Minat
85
Model Summary
ANOVA(b)
Sum of
Model Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 30.353 4 7.588 144.175 .000(a)
Residual 2.474 47 .053
Total 32.827 51
a Predictors: (Constant), Spiritual, Psikologis, Fisik, Sosial
b Dependent Variable: Minat
Coefficients(a)
Unstandardized Standardized
Model Coefficients Coefficients t Sig.
Crosstabs
Case Processing Summary
Cases
Valid Missing Total
N Percent N Percent N Percent
Fisik * Minat 52 100.0% 0 .0% 52 100.0%
Minat Total
Rendah < Sedang 56 Tinggi 76 -
55 % - 75 % 100 %
Fisik Rendah < 55 % Count 14 0 0 14
% of Total 26.9% .0% .0% 26.9%
Sedang 56 - 75 % Count 4 17 4 25
% of Total 7.7% 32.7% 7.7% 48.1%
Tinggi 76 - 100 % Count 0 2 11 13
% of Total .0% 3.8% 21.2% 25.0%
Count 18 19 15 52
Total
% of Total 34.6% 36.5% 28.8% 100.0%
Cases
Valid Missing Total
N Percent N Percent N Percent
Psikologis * Minat 52 100.0% 0 .0% 52 100.0%
Minat Total
Rendah < 55 Sedang 56 Tinggi 76 -
% - 75 % 100 %
Psikologis Rendah < 55 % Count 11 0 0 11
% of Total 21.2% .0% .0% 21.2%
Sedang 56 - 75 % Count 7 15 3 25
% of Total 13.5% 28.8% 5.8% 48.1%
Tinggi 76 - 100 % Count 0 4 12 16
% of Total .0% 7.7% 23.1% 30.8%
Total Count 18 19 15 52
% of Total 34.6% 36.5% 28.8% 100.0%
87
Cases
Valid Missing Total
N Percent N Percent N Percent
Sosial * Minat 52 100.0% 0 .0% 52 100.0%
Minat Total
Rendah < Sedang 56 Tinggi 76 -
55 % - 75 % 100 %
Sosial Rendah < 55 % Count 18 2 0 20
% of Total 34.6% 3.8% .0% 38.5%
Sedang 56 - 75 % Count 0 17 7 24
% of Total .0% 32.7% 13.5% 46.2%
Tinggi 76 - 100 % Count 0 0 8 8
% of Total .0% .0% 15.4% 15.4%
Total Count 18 19 15 52
% of Total 34.6% 36.5% 28.8% 100.0%
Cases
Valid Missing Total
N Percent N Percent N Percent
Spiritual * Minat 52 100.0% 0 .0% 52 100.0%
Minat Total
Rendah < Sedang 56 Tinggi 76 -
55 % - 75 % 100 %
Spiritual Rendah < 55 % Count 18 3 0 21
% of Total 34.6% 5.8% .0% 40.4%
Sedang 56 - 75 % Count 0 16 6 22
% of Total .0% 30.8% 11.5% 42.3%
Tinggi 76 - 100 % Count 0 0 9 9
% of Total .0% .0% 17.3% 17.3%
Count 18 19 15 52
Total
% of Total 34.6% 36.5% 28.8% 100.0%
88