0% found this document useful (0 votes)
83 views12 pages

B737-NG Spare Parts Inventory Control

This document summarizes a study analyzing inventory control of expandable spare parts for Boeing 737-NG aircraft at PT. X using a periodic review model approach. PT. X classifies spare parts into rotatable, repairable, and expandable parts. In 2016, there was a shortage of 9 expandable spare parts. The study aims to improve inventory control and minimize total inventory costs. First, demand for A class spare parts was forecasted. Then maximum and average inventory levels were determined using a min-max method. Periodic review models were used to determine optimal ordering periods, maximum inventory levels, and average warehouse inventory levels. Total inventory costs using periodic review models were compared to the min-max method. Periodic

Uploaded by

Ardy Piliang
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
83 views12 pages

B737-NG Spare Parts Inventory Control

This document summarizes a study analyzing inventory control of expandable spare parts for Boeing 737-NG aircraft at PT. X using a periodic review model approach. PT. X classifies spare parts into rotatable, repairable, and expandable parts. In 2016, there was a shortage of 9 expandable spare parts. The study aims to improve inventory control and minimize total inventory costs. First, demand for A class spare parts was forecasted. Then maximum and average inventory levels were determined using a min-max method. Periodic review models were used to determine optimal ordering periods, maximum inventory levels, and average warehouse inventory levels. Total inventory costs using periodic review models were compared to the min-max method. Periodic

Uploaded by

Ardy Piliang
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN SUKU CADANG

PESAWAT B737-NG DENGAN PENDEKATAN MODEL PERIODIC


REVIEW DI PT. X
Harwan Ahyadi1, Siti Khodijah 2
Program Studi Teknik Industri, Institut Sains dan Teknologi Nasional, Jakarta Selatan, Indonesia 1 2
email1 : harwanfti@[Link]

Abstract

PT. X is one of the companies engaged in the field of an aircraft-maintenance and


repairing services. PT. X classifies the aircraft spare parts into three groups namely
rotable, repairable, and expandable. PT. X has a problem of having shortage inventory of
the expandable spare part with 9 unit total of shortage in 2016. If this problem occurs
continuously, it can increase the total inventory cost. Therefore, this study discusses the
improvement of the inventory control of the expandable spare parts.
The first phase of this study is forecasting the existing spare parts of the A Classes. Then,
we determine the maximum inventory and the average inventory in warehouse using min-
max method. After that, we determine the inventory level which covers ordering period
(T), maximum inventory (R) and the average inventory in warehouse using Periodic
Review Models. The final phase of this study is comparing the total inventory cost
between Periodic Review Models and Min-Max method.
The Classification with ABC method result 5 spare parts from A Class with a percentage
of total items are 12.5% from 40 total item. Meanwhile, the total value of A Class
amounted to 71.80% that had Rp 132,285,644.22 from the total price Rp 184,218,274.36.
Periodic Review Models result an ordering period (T) and maximum inventory (R) which
is optimal and can minimizes shortage 0 unit from 6 unit in A Class. With this decreased
of shortage, it can minimizes the total inventory cost from the company. The comparative
results between the total inventory cost using Periodic Review Models and Min-Max
Method is Periodic Review Models has a smaller total inventory cost than Min-max
Method with a total saving of inventory cost amounted Rp 81,121,836.62 and the
percentage savings of 39.25%.

Keywords: spare parts, inventory, min-max method.

PENDAHULUAN shortage. Dimana shortage masing- masing suku


Latar Belakang cadang yaitu material 474031, material
Sebuah perusahaan yang bergerak dalam 002A0006-39, material 510183-401 material
bidang jasa perawatan pesawat terbang yang 305766-1 material E0400-01, material
biasa dikenal dengan MRO (Maintenance, MS28782-19 sebanyak 1 item yang tidak
Repair, dan Overhaul). Suku cadang yang terpenuhi, dan material MS20995C32
dimiliki dalam kaitannya dengan MRO Banyaknya shortage ini, mengakibatkan
dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu jenis keterlambatan penerbangan, karena pesawat
rotable, repairable, dan expendable. Suku cadang harus menunggu diperbaiki sampai tersedianya
yang sering mengalami permasalahan kekurangan suku cadang yang diperlukan di gudang.
persediaan(Shortage) adalah suku cadang jenis Keterlambatan penerbangan ini juga
expendable. mengakibatkan kerugian bagi
Penelitian ini dilakukan pada suku cadang [Link] tersebut diatas, yang
jenis expendable untuk pesawat tipe B737-NG. menjadikan fokus dalam penelitian.
Jumlah Shortage 40 suku cadang jenis Dengan harapan, penelitian ini diperoleh
expendable yang diteliti pada tahun 2016 tercatat pengendalian persediaan yang lebih optimal,
sebanyak 7 Suku Cadang yang mengalami

47 BINA TEKNIKA, Volume 13 Nomor 1, Edisi Juni 2017, 47-58


sehingga dapat meminimalkan total biaya Pengendalian Persediaan
persediaan. Pengertian Persediaan;
Batasan masalah dalam penelitian adalah Persediaan adalah suatu bahan atau barang
jenis suku cadang expendable yang terdapat di yang disimpan yang akan digunakan untuk
memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk
unit TME (Team Material Expendable),
digunakan dalam proses produksi atau perakitan,
penelitian dilakukan dari bulan Oktober 2015
untuk dijual kembali, atau untuk suku cadang
sampai dengan September 2016. dari suatu peralatan atau mesin.1)
TINJAUAN PUSTAKA Tujuan Persediaan
Suku Cadang Pesawat Kegiatan manajemen persediaan memiliki
Persediaan suku cadang pesawat beberapa tujuan yang ingin dicapai, diantaranya
termasuk kategori persediaan material MRO, yaitu :
yaitu persediaan yang mendukung operasional a. Meminimalisasi nilai investasi pada
proses maintenance. Suku cadang pesawat persediaan.
terbang dibagi menjadi 3, yaitu : b. Menciptakan penggunaan biaya yang
1) Rotable Material efisien
2) Repairable Material Biaya Dalam Persediaan
3) Expendable Material 1) Biaya pemesanan
Klasifikasi Persediaan Dengan Metode ABC Biaya pemesanan (ordering cost) dihtung
berdasarkan rumus:
Kriteria-kriteria dalam klasifikasi ABC
Op = f x A,....................(3)
adalah sebagai berikut :
f = frekuensi pemesanan/tahun
1) Kelas A – Persediaan ini memiliki nilai A= Biaya tiap kali pemesanan
volume tahunan rupiah yang tinggi. Kelas 2) Biaya Penyimpanan
ini memiliki sekitar 70% dari total nilai Biaya penyimpanan (holding cost) adalah
persediaan, biaya yang dikeluarkan berkenaan dengan
2) Kelas B – Persediaan ini mempunyai nilai diadakannya persediaan barang. Biaya
volume tahunan rupiah yang menengah. penyimpanan dapat dinyatakan dalam bentuk
Kelompok ini merepresentasikan sekitar rupiah per-tahun per-unit barang.
20% dari total nilai persediaan Oh = % Harga per unit x Jumlah unit yang
3) Kelas C – Persediaan ini memiliki nilai ada digudang......(4)
3) Biaya kekurangan persediaan
volume tahunan rupiah sekitar 10% dari
Biaya kekurangan persediaan (shortage cost,
total nilai persediaan,
stock out cost) adalah biaya yang timbul
Peramalan Single Exponential Smoothing
sebagai akibat tidak tersedianya barang pada
Persamaan yang dipakai dalam metode ini
waktu diperlukan.
adalah :
Ok = % harga perunit x jumlah
𝐹𝑡+1 = 𝛼𝐷𝑡 + (1 − 𝛼)𝐹𝑡 .................(1)
Shortage.............(5)
Keterangan :
Metode Pengendalian Persediaan Min-Max
𝐹𝑡+1 = Peramalan periode t+1 Untuk material expendable menggunakan
𝛼 = Konstanta Pemulusan ( nilainya antara metode minimum maksimum level, dimana
0 dan 1) apabila jumlah persediaan sudah mencapai batas
𝐷𝑡 = Data Aktual Periode t reorder point (ROP), maka dilakukan pembelian
𝐹𝑡 = Pemalan periode t kembali.
Metode ini cocok untuk data stasioner. Langkah-Langkah dalam menghitung
Kelebihan dari metode ini adalah tidak pengendalian persediaan metode min-max, yaitu :
memerlukan data yang terlalu banyak dan dapat 1) Menghitung frekuensi pemesanan dengan
mengurangi masalah penyimpanan data. rumus :
Pengukuran Kesalahan Peramalan dengan D
MAD (Mean Absolute Deviation) f = ,............................(6)
Q
Perhitungan kesalahan peramalan dengan Dimana nilai dari Q dapat dicari sebagai
cara MAD dapat dirumuskan : 2xAxD
∑(Dt−Ft ) berikut : Q = � ,....................(7)
MAD = ......................(2) h
n
Dimana :
Keterangan :
D = Demand (Permintaan Selama Setahun)
Dt = Permintaan Aktual
Q = Jumlah tiap kali pesan
Ft = permintaan Hasil Peramalan
A = Biaya Pemesanan
n = Jumlah periode

Analisis Pengendalian Persediaan Suku Cadang Pesawat..... (Ahyadi, Khodijah ) 48


h = Biaya Penyimpanan Jika setiap kali pemesanan dilakukan
2) Menghitung Persediaan Maksimum : selang waktu T, frekuensi pemesanan per
a) Menghitung Safety Stock tahun sebesar :
SS= 1
Rata−rata pemakaian per bulan 𝑥 𝐿𝑒𝑎𝑑 𝑇𝑖𝑚𝑒 f = ,........(18)
T
,......(8)
2 Dengan demikian ordering cost per tahun
b) Menghitung minimum stock dapat diformulasikan sebagai berikut :
Min. Stock = (Rata-Rata Pemakaian x A
Lead Time).............(9) Op = ,........(19)
T
c) Menghitung Reorder Point (ROP) 2) Holding cost (Oh)
ROP = Min + SS,... .....................(10) Holding cost per tahun (Oh) merupakan
d) Menghitung Maksimum Stok perkalian antara ekspektasi inventori per
Max. Stock = (ROP + Min) x L, ......(11) tahun (m) dengan holding cost per unit per
3) Menghitung Rata-rata Persediaan di gudang tahun (h) atau :
selama setahun :
Oh = m × h,.......(20)
Rata-rata persediaan = Max-DL .......(12)
Dalam suatu siklus tertentu, inventori akan
Dimana :
D = Demand (Permintaan Selama Setahun) berada pada tingkat (s + TD) di awal siklus
4) Menghitung Prediksi Jumlah Shortage pada tingkat (s) di akhir siklus, sehingga
(Kekurangan) Selama Setahun : inventori ekspektasi harga adalah :
Total Shortage 2016 TD
= m = s + ,.......(21)
Jumlah Permintaan 2016 2
Prediksi Shortage 2017 Dalam kasus backorder kekurangan
,............(13)
Jumlah Permintaan 2017 inventori dapat dipenuhi kemudian, secara
5) Menghitung Total Biaya Persediaan selama sistematis dengan backorder memungkinkan
setahun : nilai s berharga negatif sehingga ekspektasi
Ot = Oh + Op + Ok, ...........(14)
harga s adalah :
Dimana :
Oh = (biaya simpan x rata-rata persediaan di S=R – DL – TD,.....(22)
gudang) ...........(15) Dengan demikian diperoleh ekspektasi
Op = (demand/lot pemesanan) x biaya inventori (m) sebagai berikut :
𝑇𝐷
pemesanan m = 𝑅 − 𝐷𝐿 − 𝑇𝐷 + ,.......(23)
2
Ok = (Total Shortage stock x Biaya Shortage) Untuk itu, dengan mensubstitusikan
...........(16) persamaan m ke dalam rumus awal Oh, maka
didapatkan rumus untuk menghitung Oh,
Model Pengendalian Persediaan Periodic
Review yaitu :
𝑇𝐷
Dengan metode periodic review, status Oh =�𝑅 − 𝐷𝐿 − � x h,......(24)
2
persediaan di gudang ditentukan pada interval Keterangan :
yang teratur dan tetap, dan memesan order R= ekspektasi persediaan maksimum
quantity yang dibutuhkan sampai mencapai level DL = Ekspektasi permintaan selama L
persediaan maksimum.
periode
1) Model (R,s)
T = Interval Waktu Antar Pemesanan
a) Formulasi Model P
D = Jumlah permintaan
Berdasarkan ekspektasi, ongkos inventori
h = biaya holding cost
total (OT) terdiri dari komponen ordering
3) Shortage cost (Ok)
cost, holding cost, dan shortage cost.
Jika ongkos setiap unit kekurangan inventori
Berikut ini akan dijabarkan formulasinya,
sebesar Cu dan jumlah total kekurangan
sehingga akan dapat ditentukan variabel-
inventori selama satu tahun adalah NT ,
variabel keputusan yang akan dikendalikan
shortage cost per tahun adalah :
yaitu T dan R :
Ok = NT x Cu,........(25)
1) Ordering Cost (Op)
Adapun harga NT dapat ditentukan sebagai
Ordering cost per tahun (Op) dapat
perkalian antara jumlah siklus dalam satu
dinyatakan sebagai berikut :
tahun dengan jumlah kekurangan inventori
A (ongkos tiap kali pesan) × (frekuensi
untuk setiap siklus, maka :
pemesanan per tahun) N
Op = A × f,..............(17) NT =
T

49 BINA TEKNIKA, Volume 13 Nomor 1, Edisi Juni 2017, 47-58


Dengan demikian, Shortage Cost dapat METODE PENELITIAN DAN DATA
dihitung dengan rumus : Metode Penelitian
Cu x N Proses penelitian dapat dilihat pada sajian gambar
Ok = , ..................(26)
T 3.1
Keterangan :
Mulai
Ok = Total Biaya Kekurangan Persediaan
Mengidentifikasi dan merumuskan masalah
Cu = Biaya Kekurangan Persediaan
Menentukan Tujuan dan Batasan Masalah

N = Kemungkinan jumlah kekurangan Melakukan Studi Pustaka

inventori Pengumpulan Data di unit TME (Team


Material Expandable)
T = Interval waktu antar pemesanan
Pengumpulan data permintaan suku cadang
b. Solusi dengan Metode Hadley-Within selama Bulan Oktober 2015 - September
2016, data lead time, dan item shortage
Pengumpulan 40 jenis suku cadang yang
diteliti dan Biaya per item

Seperti pada model Q, cara pencarian solusi Melakukan Klasifikasi ABC

T* dan R* juga akan menggunakan metode Melakukan Peramalan permintaan Suku


Cadang Kelas A

Hadley-Within dengan cara sebagai berikut : Melakukan Pengendalian Persediaan Suku


Cadang Kelas A
1) Menghitung nilai T sebagai berikut :
Melakukan Perhitungan kebijakan
2xA Menghitung Pengendalian

T=�
persediaan dengan model Periodic
Persediaan Metode Min-Max
Review

Dh
2) Menghitung 𝛼 sebagai berikut : Melakukan Analisis dengan
Membandingkan Pengendalian Persediaan

Txh Metode Min-Max dan Model Periodic

𝛼=
Review

Cu Tidak
3) Menghitung R (Persediaan Maksimum) Masalah Terpecahkan ?

YA
dimana nilai R mencakup kebutuhan Penarikan Kesimpulan dan Saran

selama (T+L) periode dan dinyatakan


Selesai

dengan :
R= D(T+L) + Z𝛼√𝑇 + 𝐿,....................(23) Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian
4) Menghitung Kemungkinan terjadinya
Shortage : Data permintaan
N = 𝜎𝐷 √𝑇 + 𝐿 (𝑓(𝑍𝛼) -(𝑍𝛼 x 𝜔𝑍𝛼 ),.........(24) Data permintaan material tipa bulan dapat dilihat
dalam sajian tebel 3.1
Dimana :
𝑓(𝑍𝛼) = NORMDIST (Z𝛼,0,1,0) Tabel 3.1 Data permintaan material perbulan
𝜔𝑍𝛼 =NORMDIST(Z𝛼,0,1,0)– (Z𝛼(1- Permintaan Material

NORMDIST (Z𝛼,0,1,1))
No Bulan 4740 4011 002A0 51018 3057
5) Menghitung Ot Periodic Review : 31 59-1 006-39 3-401 66-1
A DT Cu N
Ot = + �R − DL − � h + ,------(25)
T 2 T
1 Okt 5 4 10 10 10
6) Ulangi mulai langkah 2 dengan menambah 2 Nov 6 4 8 9 10
T sebesar 0.005 dan pengurangan T sebesar 3 Des 5 5 10 10 10
0.005. Hal ini dilakukan untuk 4 Jan 7 5 7 9 12
5 Feb 5 3 8 8 8
mendapatkan Ot Optimal.
6 Mar 5 2 8 9 12
7 April 5 5 10 10 10
8 Mei 4 5 8 7 10
9 Juni 5 5 10 9 10
10 Juli 5 4 12 8 12
11 Agu 6 4 9 8 14
12 Sept 5 3 8 10 8
Total Demand 63 49 108 107 126
Rata-Rata 5 4 9 9 11

[Link] Holding Cost, Ordering Cost, dan


Shortage Cost

Holding cost Holding Material dapat dihitung


berdasarkan rumus.(20),(25) untuk beberapa
material dan dapat dilihat pada tabel 3.3, dan
Orderingcost dapat dilihat pada tabel 3.4

Analisis Pengendalian Persediaan Suku Cadang Pesawat..... (Ahyadi, Khodijah ) 50


Tabel 3.2 Holding Cost/unit Tabel 3.6 Frekuensi Pemesanan
Harga Holding Frekuensi
No Material No Material
Rp/Unit Cost/Unit
1 474031 40640723,26 3657665,09
Pemesanan
1 474031 8
2 401159-1 31495288,34 2834575,95
2 401159-1 7
3 002A0006-39 21,812,768.00 1,963,149.12 3 002A0006-39 10
4 510183-401 20,247,000.00 1,822,230.00 4 510183-401 11
5 305766-1 18,089,884.62 1,628,089.62 5 305766-1 11

a. Menghitung Maksimum Stok Metode Min-


Tabel 3.3 Ordering Cost/Order
Max
Harga Holding 1) Menghitung Safety Stock berdasarkan
No Material
Rp/Unit Cost/Unit
1 474031 40,640,723.26 2,032,036.16 rumus II-(8). Diperoleh tiap material,
2 401159-1 31,495,288.34 1,574,764.42 disajikan dalam bentuk tabel 3.7.
3 002A0006-39 21,812,768.00 1,090,638.40
4 510183-401 20,247,000.00 1,012,350.00 Tabel [Link] Stock Metode Min-Max Tahun
5 305766-1 18,089,884.62 904,494.23 2017
Rata-rata Lead
No Material Pemakaian time/ SS
Tabel 3.4 Shortage Cost per bulan Bulan
1 474031 5 1 3
Harga Holding 2 401159-1 4 1 2
No Material 3 002A0006-39 10 1 5
Rp/Unit Cost/Unit 4 510183-401 10 1 5
1 474031 40,640,723.26 4,064,072.33 5 305766-1 11 1 5
2 401159-1 31,495,288.34 3,149,528.83

3
2) Menghitung Minimum Stock
002A0006-39 21,812,768.00 2,181,276.80
Perhitungan Minimum Stock metode min-
4 510183-401 20,247,000.00 2,024,700.00 max perusahaan diperoleh dan ditabelkan
5 305766-1 18,089,884.62 1,808,988.46 3.8

Tabel 3.8 Minimum Stock Metode Min-Max Tahun


3.3. Peramalan Suku Cadang Kelas A 2017
Perhitungan Peramalan suku cadang dapat
Rata-rata Lead
dilihat berdasarkan tabel 3.5 No Material Pemakaian time/
Minimum
Stock
per bulan Bulan
1 474031 5 1 5
Tabel 3.5 Peramalan 2017 2 401159-1 4 1 4
Permintaan Material 002A0006-
4740 4011 002A0 51018 3057 3 10 1 10
No 39
Bulan
31 59-1 006-39 3-401 66-1 510183-
4 10 1 10
1 Okt 5 4 10 10 10 401
2 Nov 5 4 10 10 10 5 305766-1 11 1 11
3 Des 6 4 10 10 10
4 Jan 5 5 10 10 10 3) Menghitung Reorder Point
5 Feb 7 5 10 10 12 Reorder dihitung dan ditabelkan pada tabel
6 Mar 5 3 9 10 8 3.9 berdasarkan rumus II-(10)
7 April 5 2 9 10 12
8 Mei 5 5 9 10 10
Tabel 3.9 Reoder Point
9 Juni 4 5 9 9 10
Rata-
10 Juli 5 5 9 9 10 Ma Rata
Dema LT
11 Agu 5 4 10 9 12 Materia x Persedia
No nd /Tahu
l Stoc an
12 Sept 6 4 9 9 14 2017 n
k Metode
Total Demand 63 50 114 116 128 Min-Max
Rata-Rata 5 4 10 10 11 1 474031 13 63 0.0822 8
401159-
2 10 50 0.0822 6
1
3.4 Perhitungan Pengendalian Persediaan 3
002A00
25 114 0.0822 16
06-39
Metode Min-Max 510183-
4 25 116 0.0822 15
a) Menghitung Frekuensi Pemesanan 401
305766-
Frekuwensi pemesanan dapat dihitung 5
1
27 128 0.0822 16
berdasarkan rumus (6) dan dapat dilihat
pada tabel 3.6 untuk setiap material

51 BINA TEKNIKA, Volume 13 Nomor 1, Edisi Juni 2017, 47-58


Tabel 3.10 Reorder Point Metode Min-Max Tahun 2017 a. Total Biaya Persediaan Metode Min-max
Minimum Reorder Berikut adalah contoh Total Biaya Persediaan
No Material SS
Stock Point
1 474031 5 3 8 (Ot) selama setahun metode min-max
2 401159-1 4 2 6 perusahaan dapat dilihat pada tabel 3.14
002A0006-
3 10 5 15
39
510183- Tabel 3.14 Total Biaya Persediaan Metode Min-Max
4 10 5 15
401
5 305766-1 11 5 16 Rata-
Total Biaya
rata
N Materi Sh Persediaan
Persedi f
o al rt selama tahun
aan
4) Maximum stock dihitung berdasarkan rumus 2017
2017 Rp

II.-(11) Dan ditabelkan 3.11 1 474031 8 8 2 53,645,754.66


401159
2 6 7 0
-1 28,030,806.64
Tabel 3.11 Maximum Stock Metode Min-Max Tahun 3
002A0
16 10 2 46,679,323.52
006-39
2017 510183
Min Max 4 15 11 1
No Material ROP LT -401 40,494,000.00
Stock Stock
305766
1 474031 8 5 1 13 5 16 11 1 37,807,858.91
-1
2 401159-1 6 4 1 10 206,657,743.7
002A0006- TOTAL BIAYA PERSEDIAAN (Ot)
3 15 10 1 25 3
39
510183-
4 15 10 1 25
401 Pengendalian Persediaan Model Periodic Review
5 305766-1 16 11 1 27
a. Menghitung Standar Deviasi
b. Menghitung Rata-Rata Persediaan Tahun Berikut adalah contoh perhitungan standar
2017 dengan Metode Min-Max deviasi tahun 2017 Model Periodic Review :
Berikut adalah contoh perhitungan rata-rata 1) Standar Deviasi Material 474031
persediaan selama setahun di gudang metode = = 0.754
min-max perusahaan berdasarkan rumus II.-(11)

Tabel 3.12 Rata-rata persediaan pertahun digudang Tabel 3.15 Hasil Standar Deviasi permintaan
Tahun 2017 peramalan 2017
Standar
Deviasi
𝟐 𝟐
Rata-Rata Material �𝐃 (� 𝐃) Permin
Dema LT
Max Persediaan taan
No Material nd /Tahu
Stock Metode 2017
2017 n
Min-Max
1 474031 13 63 0.0822 8 1 474031 337 3969 0.754
2 401159-1 10 50 0.0822 6 2 401159-1 218 2500 0.937
3 002A000 25 114 0.0822
16 002A0006
6-39 3 1086 12996 0.522
4 510183- 25 116 0.0822 -39
15
401 510183-
4 1124 13456 0.492
5 305766-1 27 128 0.0822 16 401
5 305766-1 1392 16384 1.557

c. Menghitung Prediksi Shortage


Berikut adalah contoh perhitungan Prediksi a. Penentuan Periode Waktu antar pemesanan
Shortage selama setahun metode min-max (T)
perusahaan dapat dilihat pada tabel 3.13 Berikut adalah contoh perhitungan interval
pemesanan tahun 2017 Model Periodic Review:
1) Interval Pemesanan (T) Material 474031
Tabel 3.13 Prediksi shortage stock
2 x Rp 2,032,036.16
Shorta
Predik
si
= �63 x Rp3,657,665.09 = 0.1328 /tahun
Dema Dema
N Mater ge Shorta
nd nd
o ial Stock ge
2016 2017
2016 Stock Tabel 3.16 Interval Pemesanan (T) Tahun 2017
2017
47403 Model Periodic Review
1 63 2 63 2 Biaya Biaya Interval
1
40115 Materi Pemesan Dmnd Penyimp Pemesan
No
2 49 0 50 0 al an 2017 anan an/
9-1 (A) (h) Tahun
002A0 Rp2,032, Rp3,657,
3 006- 108 2 114 2 1 474031 63 0.1328
036.16 665.09
39 2
401159 Rp1,574,
50
Rp2,834,
0.1491
51018 -1 764.42 575.95
4 107 1 116 1 002A0 Rp1,090, Rp1,963,
3-401 3 114 0.0987
006-39 638.40 149.12
30576
5 126 1 128 1 4
510183 Rp1,012,
116
Rp1,822,
0.0979
6-1 -401 350.00 230.00
305766 Rp904,49 Rp1,628,
5 128 0.0932
-1 4.23 089.62

Analisis Pengendalian Persediaan Suku Cadang Pesawat..... (Ahyadi, Khodijah ) 52


b. Menghitung R (Maksimum Stok) Tabel 3.20 Rata-rata persediaan selama tahun 2017
1) Menghitung nilai α model Periodic Review
Berikut adalah contoh perhitungan 𝛼 tahun N
o
Material R D
L/
Tahun
T
Rata-Rata Model
Periodic Review
2017 Model Periodic Review: 1 474031 14 63 0.0822 0.1328 5
Nilai 𝛼 Material 47403 2 401159-1 12 50 0.0822 0.1491 4
0.1328 x Rp 3,657,665.09 002A000
3 21 114 0.0822 0.0987 6
= Rp 4,064,072.33
= 0.1195 6-39
510183-
4 21 116 0.0822 0.0979 6
2) Menghitung Nilai R (Maksimum Stok) 401
5 305766-1 23 128 0.0822 0.0932 7
Berikut adalah contoh perhitungan
Maksimum Stok tahun 2017 Model Periodic
Review : b. Kemungkinan Shortage (N) Model Periodic
Review
a) Maksimum Stok (R) Material 47403 Berikut adalah contoh perhitungan
: R = 63 (0.1328+0.0822) Kemungkinan Shortage selama tahun 2017
b) + 1.18 √0.1328 + 0.0822 = 14 item Model Periodic Review :
1) Kemungkinan Shortage Material
Tabel 3.18 Hasil Maksimum Stok dengan Periodic 474031 :
Review N = 0.754 (0.1995 –
Prediksi
No Mat T L
Z
Shortage
(1.18 x 0.0588))
2017 (N)
= 0.045541 item
4740 0.75 0.132 0.08 1. 0.19 0.05
1 0.045541
31 4 8 22 18 95 88
Tabel 3.21 Hasil Kemungkinan Shortage Tahun
4011 0.93 0.149 0.08 1. 0.21 0.06
2
59-1 7 1 22 11 62 77
0.063687 2017 Periodic Review
002A Shortage Cost Z
0.52 0.098 0.08 1. 0.16 0.04 No Material
3 0006 0.023427 (Cu)
2 7 22 35 08 11
-39 1 474031 Rp4,064,072.33 0.1195 1.18
5101
0.49 0.097 0.08 1. 0.15 0.04
4 83-
2 9 22 35 98 07
0.021897 2 401159-1 Rp3,149,528.83 0.1342 1.11
401
3 002A0006-39 Rp2,181,276.80 0.0889 1.35
3057 1.55 0.093 0.08 1. 0.15 0.03
5 0.065936
66-1 7 2 22 38 40 83 4 510183-401 Rp2,024,700.00 0.0881 1.35
5 305766-1 Rp1,808,988.46 0.0839 1.38

a. Rata-rata Persediaan Selama Tahun 2017


Model Periodic Review a. Total Biaya Persediaan Model Periodic
Berikut adalah contoh perhitungan Rata-rata Review
persediaan selama tahun 2017 Model Periodic Berikut adalah contoh perhitungan Total Biaya
Review : Persediaan Optimal (Ot) selama tahun 2017
1) Rata-Rata Persediaan digudang Selama Model Periodic Review :
Setahun Material 474031: Perhitungan Total Biaya Biaya Persediaan
= (14 - (63 x 0.0822) - ))=5 Optimal Material 474031 :
item Ot= +(5x Rp3,657,665.09) +

Tabel 19 Rata-rata Persediaan Ot = Rp 33,992,684.26/ tahun


Biaya Biaya Interval
Mater Pemesana Dmnd Penyimpan Pemesan
No
ial n 2017 an an/
(A) (h) Tahun
Tabel 3.22 Total Biaya Persediaan Optimal Periodic
47403 Rp2,032,03 Rp3,657,66
1
1 6.16
63
5.09
0.1328 Review
Rata- Total Biaya
40115 Rp1,574,76 Rp2,834,57
2
9-1 4.42
50
5.95
0.1491 Rata Persediaan
Materi
No Persedi T N Periodic Review
002A0 Rp1,090,63 Rp1,963,14
al Tahun 2017
3 114 0.0987 aan
006-39 8.40 9.12 Rp
2017
51018 Rp1,012,35 Rp1,822,23 1 474031 5 0.1328 0.045541 33,992,684.26
4 116 0.0979
3-401 0.00 0.00
401159-
30576 Rp904,494. Rp1,628,08 2 1
4 0.1491 0.063687 23,982,132.00
5 128 0.0932
6-1 23 9.62 002A00
3 06-39
6 0.0987 0.023427 23,737,604.85
510183-
4 401
6 0.0979 0.021897 22,186,561.89
305766-
5 1
7 0.0932 0.065936 21,636,924.11

TOTAL BIAYA PERSEDIAAN (Ot) 125,535,907.12

53 BINA TEKNIKA, Volume 13 Nomor 1, Edisi Juni 2017, 47-58


ANALISIS sebelumnya dimana permintaan stabil hanya
4.1 Klasifikasi ABC terjadi pada 6 bulan yaitu Oktober, November,
Berikut disajikan grafik pengklasifikasian Suku Januari, Mei, Juni, dan Agustus.
Cadang berdasarkan harga unit suku cadang dari Suku Cadang 002A0006-39 dengan nilai
masing-masing klas yang dapat dilihat pada konstanta yang digunakan yaitu 0.1, hal
sajian gambar 4.1 tersebut dikarenakan nilai ini memiliki MAD
yang paling kecil. Berikut hasil permalan satu
Jumlah Tiap Item Pada Klasifikasi ABC tahun kedepan suku cadang 0020006-39 dengan
30 =0.1 dapat dilihat pada sajian gambar 4.2.
Jumlah Item

20
10 Suku Cadang 510183-401

0 15

Jumlah Permintaan
Kelas A Kelas B Kelas C 10
5

Novem…

Septem…
0
Klasifikasi ABC

Mei
Januari
Februari

Juni
Maret

Agustus
April
Oktober

Juli
Klasifikasi ABC

Gambar 4.1 Grafik Jumlah Item Pada Masing-


Masing Kelas Bulan
Actual Forecast

Berdasarkan gambar 4.1 diatas, maka dapat


diketahui bahwa kelas A memiliki jumlah Gambar 4.2 Grafik Permintaan Aktual dengan
persentase sebanyak 71.81%, Klas B 21,40 % peramalan spare part 002A0006-39
dan klas C 6,79 % dari total harga keseluruhan,
dengan suku cadang kelas A memiliki harga Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa hasil
pembelian sebanyak 5 item dengan persentase peramalan menunjukkan permintaan yang lebih
sebesar 12.5% konstan dibanding tahun sebelumnya. Dimana
Kelas B memiliki jumlah persentase sebanyak B perimintaan peramalan cenderung konstan pada
dengan jumlah 7 unit dengan persentase sebesar bulan Oktober, November, Desember, Januari,
17.5%, dan klas C 28 item dengan persentase Februari, April, Mei, Juni, dan Juli.
sebesar 70% dari total item yang diteliti. Hasil peramalan ini cenderung konstan karena
Untuk itu, dengan melakukan klasifikasi ABC peramalan dilakukan dengan metode single
ini, maka dalam menentukan pengendalian exponential smoothing yang memiliki nilai =
persediaan dapat difokuskan pada item-item yang 0.1. Nilai sebesar 0.1 yang dihasilkan memiliki
bernilai besar yang masuk kategori A karena jumlah peramalan yang jauh lebih tinggi
akan mengakibatkan kerugian yang besar bagi dibandingkan dengan data aktual yang ada. Hal
perusahaan. ini juga terlihat dari pola permintaan data aktual
dimana permintaan tidak berfluktuasi atau relatif
4.2 Peramalan Permintaan stabil dari waktu ke waktu.
Dari berbagai suku cadang yang diperoleh harga Untuk Suku Cadang 510183-401 dengan nilai
MAD berurut Suku Cadang 474031 dengan konstanta yang digunakan yaitu 0.1, hal
konstanta yaitu 0.9, Berikut hasil permalan tersebut dikarenakan nilai ini memiliki MAD
satu dilihat bahwa hasil peramalan menunjukkan dengan =0.1 dapat dilihat pada sajian gambar
permintaan yang lebih stabil pada bulan Oktober, 4.3.
November, April, Mei, dan Agustus. Hal ini dengan peramalan spare part 510183-401
berbeda dengan tahun sebelumnya dimana Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa hasil
permintaan stabil hanya terjadi pada 4 bulan peramalan menunjukkan permintaan yang lebih
yaitu Oktober, Maret, April, dan Juli. Dimana konstan dibanding tahun sebelumnya. Dimana
peramalan dilakukan dengan metode single permintaan peramalan cenderung konstan pada
exponential smoothing . bulan Oktober, November, Desember, Januari,
Untuk Suku Cadang 401159-1 nilai konstanta Februari, Maret, April, Mei, Juli, Agustus, dan
yang digunakan yaitu 0.9, sehingga memiliki September.
MAD yang paling [Link]
permintaan yang lebih stabil pada bulan Oktober,
November, Desember, Februari, Juni, Juli, dan
September. Hal ini berbeda dengan tahun

Analisis Pengendalian Persediaan Suku Cadang Pesawat..... (Ahyadi, Khodijah ) 54


dilakukan dengan metode single exponential
Suku Cadang 510183-401
smoothing
12
Jumlah Permintaan
10
8 4.3 Analisis Periode Waktu Antar Pemesanan
6
4 (T)
2
0 November Periode waktu antar pemesanan (T) yang

Februari
Maret
Januari
Oktober

April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Desember dihasilkan dari model periodic review untuk 5
suku cadang kelas A berbeda-beda. Perbedaan
periode waktu antar pemesanan (T) pada 5 suku
cadang kelas A dapat dilihat pada sajian gambar
4.5.
Bulan
Interval Pemesanan T (Hari) Optimal Suku Cadang Kelas A
Actual Forecast

Interval Pemesanan (Hari)


60
50
Gambar 4.3 Grafik Permintaan Aktual 40
30
20
Hasil peramalan ini cenderung konstan karena 10
0
peramalan dilakukan dengan metode single 474031 401159-1 002A0006-39 510183-401 305766-1

exponential smoothing yang memiliki nilai =


Suku Cadang
0.1. Nilai sebesar 0.1 yang dihasilkan memiliki
Interval Pemesanan T (Hari)
jumlah peramalan yang jauh lebih tinggi
dibandingkan dengan data aktual yang ada. Hal Gambar 4.5 Interval Pemesanan T (Hari)
ini juga terlihat dari pola permintaan data aktual
dimana permintaan tidak berfluktuasi atau relatif Berdasarkan gambar diatas, dapat diketahui
stabil dari waktu ke waktu. bahwa hasil perhitungan periode waktu antar
Suku Cadang 305766-1 dengan nilai konstanta pemesanan (T) pada setiap suku cadang kelas A
yang digunakan yaitu 0.9, hal tersebut berbeda-beda. Periode waktu antar pemesanan
dikarenakan nilai ini memiliki MAD dengan (T) paling pendek adalah 34 hari pada suku
=0.9 dapat dilihat pada sajian gambar 4.4. cadang 305766-1 dan yang paling panjang adalah
54 hari pada suku cadang 401159-1.
Suku Cadang 305766-1 Pada suku cadang 305766, periode waktu antar
pemesanan (T) yang dihasilkan paling pendek hal
Jumlah Permintaan

15 ini dikarenakan permintaan suku cadang 305766


10 cukup tinggi yaitu 128 unit/tahun. Sedangkan,
Pada suku cadang 401159-1 periode waktu antar
5
pemesanan (T) yang dihasilkan paling panjang
0 hal ini dikarenakan permintaan suku cadang
401159-1 tidak begitu tinggi yaitu 50 unit/tahun.
Adanya interval pemesanan tersebut untuk
mengantisipasi terjadinya shortage dengan
Bulan melakukan peninjauan setiap interval pemesanan.
Actual Forecast
4.4 Analisis Perbandingan Persediaan Maksimum
Gambar 4.4 Grafik Permintaan Aktual Pada metode min-max, pemenuhan persediaan
hingga level maksimum dilakukan jika sudah
dengan peramalan spare part 305766-1 mencapai titik pemesanan kembali (ROP).
Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa hasil Sedangkan, pada model periodic review,
peramalan menunjukkan permintaan yang lebih pemenuhan persediaan hingga level maksimum
stabil pada bulan Oktober, November, dilakukan jika sudah sampai pada interval
Desember, Januari, Juni, dan Juli. Hal ini pemesanan yang sudah ditentukan.
berbeda dengan tahun sebelumnya dimana Berikut adalah perbandingan persediaan
permintaan stabil hanya terjadi pada 5 bulan maksimum metode min-max perusahaaan dengan
yaitu Oktober, November, Desember, Mei, dan model usulan periodic review untuk suku cadang
Juni. kelas A dapat dilihat pada sajian gambar 4.6.
Hasil peramalan ini hampir mendekati data
observasi yang dilakukan karena peramalan

55 BINA TEKNIKA, Volume 13 Nomor 1, Edisi Juni 2017, 47-58


P ersediaan Maksimum persediaan sebanyak persediaan maksimum
Jumlah Item 30
25
dikurangi permintaan selama leadtime.
20
15
10
Rata-rata persediaan di gudang

Rata-rata Persediaan
5
0

Selama Setahun
20

Digudang
15
10
5
0
S u k u Cadang

Min-Max Periodic Review

Gambar 4.6 Grafik Perbandingan Persediaan


Maksimum Suku Cadang
Min-Max Periodic Review
Berdasarkan gambar 4.6 diatas, maka dapat Gambar 4.7 Rata-Rata Perbandingan Persediaan di
diketahui bahwa Perbedaan jumlah persediaan gudang selama setahun
maksimum ini dikarenakan persediaan
maksimum yang dihitung dengan menggunakan Sedangkan model periodic review, memiliki
metode min-max hanya bergantung pada titik persediaan yang sedikit dikarenakan tidak hanya
pemesanan kembali, minimum stok, dan mengurangkan persediaan maksimum dengan
leadtime. Sementara, model periodic review permintaan selama leadtime, melainkan ada
mempertimbangkan service level pada tabel faktor permintaan selama interval pemesanan.
distribusi normal, besarnya demand, interval Dengan meminimalisasi jumlah persediaan yang
pemesanan, dan lead time. ada di gudang, akan mengurangi besarnya
Persediaan maksimum yang diterapkan oleh holding cost yang akan ditanggung oleh
perusahaan dengan metode min-max belum perusahaan karena jumlah persediaan rata-rata
optimal dikarenakan masih sering terjadi yang ada di gudang semakin sedikit.
shortage karena pemenuhan persediaan
maksimum dilakukan jika mencapai titik 4.6 Analisis Perbandingan Total Biaya Persediaan
pemesanan kembali. Sedangkan, persediaan Dapat diketahui bahwa total biaya persediaan
model periodic review sangat optimal dalam perusahaan dengan metode min-max untuk 5 item
menetapkan persediaan maksimum dikarenakan suku cadang kelas A sebesar Rp 206,657,743.73.
kemungkinan terjadinya shortage yaitu 0 karena Sedangkan total biaya persediaan usulan dengan
pemenuhan persediaan maksimum dilakukan model periodic review untuk 5 item suku cadang
pada interval yang ditentukan, sehingga dapat kelas A sebesar Rp 125,535,907.12.
meminimalkan shortage cost. Hasil Perbandingan selisih total biaya persediaan
per item dapat dilihat pada sajian gambar 4.8.
4.5 Analisis Perbandingan Rata-Rata
Total Biaya Persediaan Tiap Item
Total Biaya Persediaan

Persediaan di gudang
Rata-rata persediaan digudang digunakan untuk Rp60.000.000,00
Rp40.000.000,00
mengetahui besarnya holding cost yang harus Rp20.000.000,00
ditanggung oleh perusahaan selama kurun Rp-
waktu 1 tahun. Berikut, hasil perbandingan
rata-rata persediaan di gudang selama tahun
2017 dapat dilihat pada sajian gambar 4.7
Berdasarkan gambar 4.7, maka dapat diketahui
bahwa hasil rata-rata persediaan yang dimiliki Suku Cadang
perusahaan selama digudang dengan Ot Min-Max Ot Periodic Review

menggunakan model periodic review memiliki Gambar 4.8 Grafik Perbandingan Total Biaya
jumlah yang lebih sedikit dibandingkan metode Persediaan Tiap Item
min-max. Hal ini disebabkan model periodic
review Hasil rata-rata persediaan selama di Berdasarkan gambar 4.10 diatas maka dapat
gudang menggunakan metode min-max diketahui selisih Total Biaya Min-Max dengan
menunjukkan hasil yang lebih tinggi Periodic Review untuk suku cadang 474031
dibandingkan dengan model periodic review, yaitu Rp 19,653,070.40 dengan persentase
hal ini dikarenakan perusahaan menyimpan selisih sebesar 36.63%, untuk suku cadang
401159-1 selisih total biaya persediaan yaitu Rp

Analisis Pengendalian Persediaan Suku Cadang Pesawat..... (Ahyadi, Khodijah ) 56


4,048,674.64 dengan persentase selisih sebesar 71.81% dari total harga keseluruhan sebesar Rp
14.44%, untuk suku cadang 002A0006-39 184,218,274.36.
selisih total biaya persediaan yaitu Rp 2) Model periodic review yang telah digunakan
22,941,718.67 dengan persentase selisih sebesar dapat menghasilkan periode waktu antar
49.15%, untuk suku cadang 510183-401 selisih pemesanan (T) yang optimal untuk 5 suku
total biaya persediaan yaitu Rp 18,307,438.11 cadang kelas A. Periode waktu antar
dengan persentase selisih sebesar 45.21, untuk pemesanan (T) pada setiap suku cadang
suku cadang 305766-1 selisih total biaya berbeda, periode waktu antar pemesanan (T)
persediaan yaitu Rp 16,170,934.80. paling pendek adalah 34 hari pada suku
Berdasarkan pada perhitungan sebelumnya, cadang 305766-1 dan yang paling lama adalah
maka perbandingan total biaya persediaan 54 hari pada suku cadang 401159-1.
keseluruhan 5 item suku cadang kelas A dapat 3) Model periodic review yang telah digunakan
dilihat pada sajian gambar 4.9 dapat menghasilkan persediaan maksimum
(R) yang optimal untuk 5 suku cadang kelas
PERBANDINGAN TOTAL BIAYA
PERSEDIAAN SELAMA TAHUN 2017 A. Persediaan maksimum (R) pada setiap suku
cadang berbeda, persediaan maksimum (R)
Total Biaya Persediaan

Rp
206,657,7
paling sedikit adalah 12 unit pada suku
Keseluruhan

Rp400.000.000,00 Rp125.53 43.73


Rp200.000.000,00
Rp-
5.907,12 cadang 401159-1 dan yang paling banyak
adalah 23 unit pada suku cadang 305766-1.
4) Hasil perbandingan total biaya persediaan
model periodic review dengan metode min-
Pengendalian Usulan (Periodic Review) dan max yaitu total biaya persediaan model
Pengendalian
Perusahaan (Min-Max) periodic review mempunyai nilai yang lebih
USULAN PERUSAHAAN kecil dibandingkan metode min-max dengan
Selisih Total Biaya Persediaan yaitu sebesar
Gambar 4.9 Diagram Batang Perbandingan Rp 81,121,836.62 dan persentase selisih total
biaya persediaan yaitu sebesar 39.25%.
Total Biaya Persediaan Keseluruhan
Berdasarkan gambar 4.11 diatas, maka dapat DAFTAR PUSTAKA
diketahui total biaya persediaan model Periodic Ahmad Jauhari, Wakhid. 2008. Penentuan Model
Review menghasilkan total biaya persediaan Persediaan Spare Part Dengan
yang lebih kecil yaitu sebesar Rp Mempertimbangkan Terjadinya Back Order.
125,535,907.12. Sedangkan, total biaya Jurnal Gema Teknik – Nomor 1 / Tahun XI.
persedian dengan menggunakan kebijakan Akyati, Monica Bakhtyarthi. 2011. Pengendalian
perusahaan yaitu sebesar Rp 206, 657,743.73. Persediaan Periodic Review. Surakarta :
Model periodic review yang dilakukan dapat Jurnal UNS
menghemat total biaya persediaan yang Dirpan, Andi [Link] Peramalan
dikeluarkan perusahaan untuk mengelola Kuantitatif. Makasar : Jurnal UNHAS.
persediaan di PT. X. Besarnya penghematan Fatchur Rochman, Sayyidan. 2013. Penentuan
yang diperoleh dari Model Periodic Review Kebijakan Persediaan Spare Parts Pada
sebesar Rp 81,121,836.62. Sehingga persentase Perusahaan Migas Dengan Pendekatan
selisih total biaya persediaan yaitu sebesar Simulasi Monte Carlo. Depok : Skripsi UI.
39.25%. Gasperz, Vincent. 2007. Production Planning and
Penghematan total biaya persediaan Inventory Control. Jakarta : PT. Gramedia
dipengaruhi oleh beberapa faktor, satu Pustaka Utama.
diantaranya adalah berkurangnya persediaan Herjanto, Edi. 2007. Manajemen Operasi Edisi
rata-rata semua suku cadang kelas A di gudang. Ketiga. Jakarta : Grasindo
Herjanto, Edi. 2009. Sains Manajemen : Analisis
SIMPULAN Kuantitatif Untuk Pengambilan Keputusan.
Dari hasil pengolahan data diperoleh kesimpulan Jakarta : Grasindo
sbb: Muhbiantie, Ranidya Tri Y. 2011. Pengendalian
1) Jumlah suku cadang yang didapatkan untuk Persediaan Suku Cadang Pesawat Terbang
kelas A pada klasifikasi ABC yaitu sebanyak 5 Dengan Pendekatan Model Continous
item dengan persentase sebesar 12.5% dari total Review. Surakarta : Skripsi UNS.
item keseluruhan sebanyak 40 item. Sedangkan,
total harga suku cadang kelas A sebesar Rp
132,285,644.22 dengan persentase sebesar

57 BINA TEKNIKA, Volume 13 Nomor 1, Edisi Juni 2017, 47-58


Team Material Expandable. 2016. Laporan
Tahunan (Monitoring) B737-NG. Tangerang
: PT.X
Wisner, Joel D. 2017. Operations Management : A
Supply Chain Process Approach. California :
SAGE.
[Link]

Analisis Pengendalian Persediaan Suku Cadang Pesawat..... (Ahyadi, Khodijah ) 58

You might also like