Hasil Penelitian Jurnal Agro Estate, Volume II No.
2 Desember 2018
ANALISIS TOTAL MIKROBA, BAHAN ORGANIK DAN RESPIRASI
TANAH PADA LAHAN APLIKASI DAN TANPA APLIKASI TANDAN
KOSONG KELAPA SAWIT
Analysis Of Total Microbes, Organic Materials And Soil Respiration On
Application Land And Without Application Of Palm Oil Empty Bunch
1) 2) 3)
Sakiah , Muhammad Yusuf Dibisono , Reza Ikbal Irawan
1,3)
Budidaya Perkebunan, STIPER-Agrobisnis Perkebunan (STIP-AP)
2)
Fakultas Pertanian, Universitas Alwasliyah (UNIVA)
ABSTRACT
This study aims to determine the total microbes, organic matter and soil respiration on
application land and without the application of empty fruit bunches. The research was
conducted at Begerpang, PT. London Sumatera as the location for taking soil samples, the soil is
analyzed in the Soil Biology Laboratory of the Faculty of Agriculture, USU and the Soil and
Fertilizer Laboratory, STIP-AP which runs from May to September 2018. The study used
Factorial Randomized Block Design, consisting of two factors. Factor 1: sampling area, Factor
2: depth of sampling from ground level. The results showed the average microbial total on the
application of oil palm empty fruit bunches 17,05 CFU / ml, organic matter 7,25% and soil
respiration 3,18 mg CO2 while on land without the application of oil palm empty bunches the
total microbial 3,55 CFU / ml, organic matter 5,07% and soil respiration 2,75 mg CO2. The
average total microbes, organic matter and soil respiration is highest at a depth of 0-10 cm.
Total microbes are positively correlated with organic matter and soil respiration, the
correlation coefficient between total microbes and organic matter is 0.977, between total
microbes and soil respiration 0.868
Key words : empty fruit bunch, oil palm, total microbe, organic matter, soil respiration
PENDAHULUAN dari total tandan buah segar yang diolah
Perkembangan industri kelapa (Silalahi dan Supijatno, 2017). Tandan
sawit di Indonesia mengalami kosong kelapa sawit (TKKS) menjadi
kemajuan yang pesat, terutama salah satu sumber bahan organik untuk
peningkatan luas areal kelapa sawit. pembenah tanah dan sumber unsur hara
Pada tahun 2016 luas areal kelapa sawit yang sangat potensial di perkebunan
telah mencapai 11,9 juta hektar dengan
kelapa sawit. Tandan kosong kelapa
total produksi berupa minyak sawit
sawit mengandung 42,8 % C, 2,90 %
mentah adalah 33,2 juta ton
(Ditjenbun, 2016). K2O, 0,80 % N, 0,22 % P2O5, 0,30 %
MgO dan unsur-unsur mikro antara lain
Peningkatan produksi kelapa
10ppm B, 23 ppm Cu, dan 51 ppm Zn
sawit diikuti oleh peningkatan jumlah
(Singh et al, 1989). Tandan kosong
limbah yang harus dikelola. kelapa sawit berperandalam
Pengolahan kelapa sawit menjadi mempertahankan kelembaban tanah,
minyak sawit mentah di PKS m e n a h a n l a j u p e r g e r a k a n a i r,
(Pabrik Kelapa Sawit) akan dihasilkan meminimalisasi erosi, mengurangi
tandan kosong kelapa sawit 20 – 23 % penggunaan pupuk kimia dan dapat
109
Hasil Penelitian Jurnal Agro Estate, Volume II No. 2 Desember 2018
menekan pertumbuhan gulma METODE PENELITIAN
Tempat dan Waktu
(Manambangtua dan Barri, 2016).).
Ta n a h m e r u p a k a n s u a t u Penelitian dilakukan di kebun
ekosistem yang mengandung berbagai Begerpang, PT. PP London Sumatera
jenis mikroba dengan morfologi dan sebagai lokasi pengambilan sampel
sifat fisiologi yang berbeda-beda. tanah dengan aplikasi dan tanpa
Jumlah tiap kelompok mikroba sangat aplikasi tandan kosong kelapa sawit.
bervariasi. Banyaknya mikroba Sampel tanah dianalisa di
berpengaruh terhadap sifat fisik dan Laboratorium Biologi Tanah Fakultas
kimia tanah serta pertumbuhan Pertanian, Universitas Sumatera Utara
tanaman (Hastuti dan Ginting, 2012). dan Laboratorium Tanah dan Pupuk,
Mikroba memegang peranan yang Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian
sangat penting terhadap kelangsungan Agrobisnis Perkebunan (STIP-AP).
kehidupan tumbuhan diatasnya. Penelitian berlangsung pada bulan Mei
Mikroba tanah berperan dalam proses hingga September 2018.
dekomposisi bahan organik, distribusi
Rancangan Penelitian
dan pencampuran bahan organik serta
Penelitian ini menggunakan
menjadi musuh bagi patogen yang
Rancangan Acak Kelompok Faktorial,
menyerang tanaman (Widyati, 2013).
terdiri dari dua faktor. Faktor ke 1
Respirasi tanah merupakan adalah areal pengambilan sampel (A),
salah satu indikator aktivitas mikroba di terdapat 2 taraf yaitu A0 : areal tanpa
dalam tanah. Tingkat respirasi tanah aplikasi tandan kosong kelapa sawit
ditetapkan dari tingkat evolusi CO2. dan A1 : areal aplikasi tandan kosong
Evolusi CO 2 tanah dihasilkan dari kelapa sawit. Faktor ke 2 adalah
dekomposisi bahan organik. Dengan kedalaman pengambilan sampel dari
demikian, tingkat respirasi adalah permukaan tanah (K), terdiri dari 4
indikator tingkat dekomposisi bahan taraf yaitu masing-masing K1 :
organik yang terjadi pada selang waktu kedalaman 0-10 cm, K2 : 10-20 cm, K3
tertentu (Widati, 2012) : 20-30 cm dan K4 : 30-40 cm dari
Mengingat pentingnya peran p e r m u k a a n t a n a h . Te r d a p a t 8
mikroba serta bahan organik untuk kombinasi perlakuan dan setiap
mempertahankan produktivitas tanah perlakuan terdapat 3 ulangan. Hasil
di perkebunan kelapa sawit maka pengamatan ketiga parameter disusun
penelitian ini bertujuan untuk pada daftar sidik ragam dan hasil yang
mengetahui total mikroba, bahan nyata dilanjutkan dengan uji nyata beda
organik serta respirasi tanah pada terkecil (BNT) pada taraf 5% dan 1%.
kedalaman 0-10 cm, 10-20 cm, 20-30
cm dan 30-40 cm pada lahan aplikasi Bahan dan Alat
tandan kosong kelapa sawit dan sebagai Bahan yang digunakan pada
penelitian ini tanah agregat untuk
pembanding pada lahan tanpa aplikasi
analisa total mikroba dan respirasi
tandan kosong kelapa sawit.
tanah dan tanah komposit untuk
110
Hasil Penelitian Jurnal Agro Estate, Volume II No. 2 Desember 2018
analisa bahan organik tanah serta Parameter Pengamatan
bahan-bahan kimia yang dibutuhkan 1. Total mikroba tanah metode Plate
untuk analisa di laboratorium. Count.
Alat yang digunakan yaitu 2. Bahan organik tanah metode
cangkul untuk mengambil tanah Walkley & Black.
agregat, Dodos untuk membentuk 3. Respirasi tanah metode Jar
tanah agregat menyerupai kubus dan (Penangkapan CO2).
juga untuk memutuskan perakaran
kelapa sawit pada saat akan HASIL DAN PEMBAHASAN
mengangkat tanah, bor tanah untuk Total Mikroba Tanah
mengambil sampel tanah komposit, Analisis sidik ragam
plastik klip ukuran 1 kg, box menunjukkan bahwa perbedaan areal
penyimpanan tanah agregat dan pengambilan sampel tanah
timbangan analitik untuk menimbang
berpengaruh nyata terhadap total
tanah.
mikroba, namun perbedaan kedalaman
Pelaksanaan Penelitian dan interaksi antara areal pengambilan
1. Penentuan titik pengambilan sampel sampel dengan perbedaan kedalaman
berpengaruh tidak nyata terhadap total
tanah.
Pengambilan sampel perlakuan mikroba. Rataan hasil analisa total
A0 adalah blok 99113001, pada blok mikroba dapat dilihat pada Tabel 1.
tersebut terdapat tanaman Tabel 1. Rataan Total Mikroba Tanah.
menghasilkan, tahun tanam 1999 (19
tahun). Perlakuan A1 dari blok
99113011, tahun tanam 1999 (19
tahun). Aplikasi TKKS pada areal ini
dimulai pada tahun 2011, dilakukan
secara manual, ditebar antara dua
pohon dalam satu baris diluar piringan
dengan dosis 200 kg/pohon. Aplikasi Ket: angka yang diikuti huruf berbeda
1x/tahun. menunjukkan adanya perlakuan yang berbeda
nyata pada F 0.01 berdasarkan uji BNT.
2. Pengambilan sampel tanah.
Untuk pengamatan total Rataan total mikroba pada perlakuan
mikroba dan respirasi tanah digunakan A1 (aplikasi TKKS) 17,05 x 10 6
tanah tidak terganggu (undisturbed soil CFU/ml, lebih tinggi dibanding
sample) (Widati, 2012; Hastuti dan dibanding total mikroba pada
Ginting, 2012; Husen, 2012). Tanah perlakuan A0 (tanpa TKKS) yaitu
komposit dengan pola diagonal diambil (3,55x106 CFU/ml). Perbedaan total
untuk analisa kadar bahan organik mikroba pada lahan aplikasi TKKS
tanah (Husen, 2012). mencapai empat kali lipat lebih tinggi
Ta n a h a g r e g a t d i a m b i l dibanding pada lahan tanpa aplikasi
menggunakan cangkul dan tanah TKKS. Pengembalian TKKS kedalam
komposit diambil menggunakan bor tanah berfungsi sebagai sumber karbon
tanah, sampel tanah diambil pada bagi mikroba yang bersifat heterotrop
kedalaman 0-10 cm, 10-20 cm, 20-30 yang sebagian berperan dalam siklus
cm dan 30-40 cm dari permukaan tanah. hara (Widiastuti dan Panji, 2007).
111
Hasil Penelitian Jurnal Agro Estate, Volume II No. 2 Desember 2018
Pemberian bahan organik akan Ket: angka yang diikuti huruf berbeda
meningkatkan populasi mikroba, laju menunjukkan adanya perlakuan yang berbeda
nyata pada F 0.01 berdasarkan uji BNT.
mineralisasi karbon dan nitrogen.
Selain menggunakan bahan organik Rataan kadar bahan organik
untuk dirinya sendiri mikroba akan tanah perlakuan A1 dengan aplikasi
memberikan nutrisi-nutrisi yang siap
TKKS yaitu lebih tinggi dibandingkan
digunakan oleh tanaman yang
dibudidayakan untuk menunjang A0. Darmosarkoro (2003), menyatakan
produktivitas tanaman tersebut. bahwa TKKS dapat meningkatkan
Pada kedalaman 10-20 cm b a h a n o rg a n i k t a n a h d a n j u g a
ditemukan total mikroba tertinggi yaitu berpotensi menambah hara.
6
4,20 x 10 CFU/ml. Selanjutnya pada Terlihat bahwa semakin dalam
kedalaman 0-10 cm yaitu 4,00 x 106 kedalaman suatu tanah maka bahan
CFU/ml, total mikroba semakin rendah organiknya cenderung menurun, hal ini
pada kedalaman 20-30 cm dan 30-40 sesuai dengan Hakim (1989), yang
cm. Total mikroba tertinggi ditemukan menyatakan kedalaman lapisan tanah
pada kedalaman 0-10 cm yaitu 23,56 x menentukan bahan organik tanah.
106 CFU/ml dan terendah Rataan bahan organik tanah
pada kedalaman 30-40 cm yaitu yang tertinggi terdapat pada perlakuan
11,60 x 106 CFU/ml. Sutedjo (1996) K1 dengan kedalaman 0-10 cm pada
menyatakan bahwa populasi
lahan aplikasi TKKS dengan rata-rata
mikroorganisme didalam tanah selain
bahan mineral dan bahan organik 6,93%, sedangkan yang terendah
dipengaruhi oleh keadaan iklim daerah terdapat pada kedalaman 30-40 cm
dan kelembaban tanah. yaitu 5,64%. Kadar bahan organik
didalam tanah pada suatu tempat
Bahan Organik Tanah berlainan dan cukup beragam, hal ini
Analisis sidik ragam
menunjukkan bahwa persentase bahan
menunjukkan bahwa areal
pengambilan sampel dan perbedaan organik tidak sama pada setiap lapisan
kedalaman berpengaruh nyata terhadap tanah walau diambil pada tempat dan
kadar bahan organik tanah, sedangkan jenis tanah yang sama. Sutedjo dan
interaksi antara keduanya berpengaruh Kartasapoetra (2005),
tidak nyata terhadap kadar bahan Menurut Albiach, dkk (2000),
organik tanah. Rataan hasil analisis pemberian bahan organik tidak hanya
bahan organik tanah dapat dilihat pada berfungsi sebagai sumber hara
Tabel 2 . melainkan juga dapat meningkatkan
Tabel 2. Rataan Bahan Organik Tanah jumlah, keanekaragaman
mikroorganisme, serta aktivitas
mikroorganisme dalam tanah.
Respirasi Tanah
Analisis sidik ragam
menunjukkan bahwa areal
pengambilan sampel tanah, perbedaan
kedalaman pengambilan sampel tanah
dan interaksi keduanya berpengaruh
112
Hasil Penelitian Jurnal Agro Estate, Volume II No. 2 Desember 2018
tidak nyata terhadap respirasi tanah. memasok ¾ dari total emisi CO2 harian,
Rataan hasil analisis respirasi tanah sedangkan pada kedalaman 5-10 cm
dapat dilihat pada Tabel 3. menghasilkan 15 % dari keluaran.
Tabel 3. Rataan Respirasi Tanah Korelasi Total Mikroba, Bahan
Organik dan Respirasi Tanah
Keeratan kaitan antara total
mikroba dengan kadar bahan organik
tanah pada lahan aplikasi dan tanpa
aplikasi TKKS pada kedalaman 0-40
cm disajikan pada Gambar 1. Total
mikroba dengan bahan organik tanah
Rata-rata respirasi tanah pada lahan berkorelasi positif, artinya kedua
aplikasi TKKS 3,18 mgCO2 dan pada variabel tersebut memiliki hubungan
lahan tanpa aplikasi TKKS 2,75 searah. Dalam hal ini total mikroba
mgCO2. Respirasi tanah pada lahan meningkat seiring dengan
aplikasi TKKS lebih tinggi 15 % meningkatnya kadar bahan organik
dibanding pada lahan tanpa aplikasi tanah demikian juga dengan respirasi
TKKS. Hal ini menunjukkan bahwa tanah. Nilai koefisien korelasi (r) yang
aktivitas mikroba pada lahan aplikasi dihasilkan 0.977, menurut Sugiyono
TKKS lebih tinggi dibanding pada (2014) koefisien korelasi 0,977
lahan tanpa aplikasi TKKS. Aktivitas termasuk kategori sangat kuat.
mikroba dalam proses humifikasi,
mineralisasi bahan organik tanah
hingga menjadi unsur hara yang
tersedia bagi tanaman (Widyati, 2013).
Jumlah produksi CO2 yang dihasilkan
mikroba berbanding lurus dengan total
mikroba tanah, jika aktivitas mikroba
tinggi maka produksi CO2 juga tinggi
(Ardi, 2010).
Gambar 1. Korelasi total mikroba dengan
Respirasi tanah pada kedalaman 0-
bahan organik tanah
10 cm yaitu 3,14 mgCO2 dan terendah
pada kedalaman 20-30 cm yaitu 2,81 Korelasi antara total mikroba dengan
mgCO 2 . Respirasi tanah merupkan respirasi tanah menunjukkan korelasi
salah satu indikator aktivitas mikroba positif. Koefisien korelasi (r) antara
dalam mendekomposisi bahan organik total mikroba dengan respirasi tanah
(Widati, 2012).
0,868, kategori kuat (Sugiyono, 2014).
Konsentrasi CO2 akan semakin
tinggi dengan semakin dalamnya profil
tanah, tetapi produksi CO2 lebih besar
dilapisan permukaan dan menurun
drastis dengan kedalaman tanah. Singh
dan Gupta (1977) melaporkan bahwa
tanah sampai kedalaman 5 cm
113
Hasil Penelitian Jurnal Agro Estate, Volume II No. 2 Desember 2018
Ardi, R. 2010. Kajian Aktivitas
Mikroorganisme Tanah Pada
Berbagai Kelerengan dan
Kedalaman Hutan Alami.
Skripsi. Universitas Sumatera
Utara, Medan
Gambar 2. Korelasi antara total mikroba Darmaskoro, W. 2012. Tandan Kosong
dengan respirasi tanah Kelapa Sawit Sebagai
KESIMPULAN Pembenah Tanah. Prosiding
Pertemuan Teknis Kelapa Sawit
1. Rata-rata total mikroba pada lahan 2000 II,13, 14 Juni 2000. Pusat
aplikasi tandan kosong kelapa sawit Penelitian Kelapa Sawit,
17,05 CFU/ml, bahan organik 7,25 Medan.
% dan respirasi tanah 3,18 mg CO2. Ditjenbun, 2016. Statistik Perkebunan
2. Rata-rata total mikroba pada lahan Indonesia 2015-2017.
Direktorat Jenderal
tanpa aplikasi tandan kosong
Perkebunan, Kementrian
kelapa sawit 3,55 CFU/ml, bahan Pertanian.
organik 5,07 % dan respirasi tanah
Hakim, N., M. Y, Nyakpa., A.M, Lubis.,
2,75 mg CO2.
S.G, Nugroho., M.R, Saul.,
3. Total mikroba, bahan organik dan M.A, Diha., G.B, Hong., dan
respirasi tanah tertinggi secara rata- H.H, Bailey, 1986. Dasar-Dasar
I l m u Ta n a h . U n i v e r s i t a s
rata terdapat pada kedalaman 0-10 Lampung. Lampung
cm.
4. Total mikroba berkorelasi positif Hastuti, R. D. and R. C. B. Ginting,
2012. Perhitungan Bakteri,
dengan bahan organik dan respirasi Jamur dan Aktinomisetes ;
tanah, koefisien korelasi antara total Metode Analisa Biologi Tanah.
mikroba dengan bahan organik Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian
0,977 (sangat kuat) dan antara total Kementrian Pertanian, Bogor.
mikroba dengan respirasi tanah
0,868 (kuat). Husen, E.,2012. Pengambilan Sampel
untuk Analisis Mikroba ;
DAFTAR PUSTAKA Metode Analisa Biologi Tanah.
Albiach, R., R. Canet, F. Pomares dan F. Badan Penelitian dan
Ingelmo. 2000. Microbial Pengembangan Pertanian
Kementrian Pertanian, Bogor.
Biomass content and enzymatic
after the application of organic
amendments to a horticultural.
Soil. Bores. Tech. 75; 43-48
114
Hasil Penelitian Jurnal Agro Estate, Volume II No. 2 Desember 2018
Manambangtua A. P., dan N. L. Barri, Widati, S., 2012. Respirasi Tanah ;
2016. Pemanfaatan Tandan Metode Analisa Biologi Tanah.
Badan Penelitian dan
Kosong (Tankos) Limbah Pengembangan Pertanian
Kelapa Sawit Sebagai Pupuk Kementrian Pertanian, Bogor.
Organik. Warta Penelitian dan
P e n g e m b a n g a n Ta n a m a n Widiastuti, H & Panji, T. 2007.
Industri. Vol 22 (1) 18-20. Pemanfaatan Tandan Kosong
Kelapa Sawit Sisa Jamur
Silalahi dan Supijatno, 2017. M e r a n g ( Vo l v a r i e l l a
Pengelolaan Limbah Kelapa volvacea)(TKSJ) Sebagai
Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pupuk Organik Pada
di Angsana Estate, Kalimantan Pembibitan Kelapa Sawit.
Selatan. Bul. Agrohorti 5 (3) : Menara Perkebunan, 2007, 75
373 – 383. (2), 70-79. Balai Penelitian
Bioteknologi Perkebunan
Singh dan Gupta, 1977 dalam A. Agus, Indonesia, Bogor.
1997. Respirasi Tanah Pada
Lantai Hutan Mangium, Widyati, 2013. Pentingnya Keragaman
Bulletin Kehutanan no. 32. Fungsional Organisme Tanah
Singh, G., Manoharan, S dan Toh, T. S. Terhadap Produktivitas Lahan,
1989. United Plantation's Tekno. Hutan Tanaman, 6 (1) :
approach to palm oil mill by
product management and 29 – 37
utilisation. Proccedings of 1989
International Palm Oil
Develpoment Conference.
Palm Oil Research Institute of
Malaysia, Kuala Lumpur. pp
225-234
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian
Kombinasi. Jakarta. Bandung.
Sutedjo, M.M. 1996. Mikro Biologi
Tanah. Rineka Cipta. Jakarta
.
Sutedjo dan Kartasapoetra A. G, 2005.
Pengantar IlmuTanah, Rineka
Cipta, Jakarta.
115
PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL
JURNAL AGRO ESTATE
Jurnal Agro Estate adalah publikasi ISI ARTIKEL
berkala ilmiah bidang Budidaya dan Judul
- Judul singkat dan jelas, dalam
Pengolahan Hasil Perkebunan Kelapa Bahasa Indonesia dan Bahasa
Sawit dan Karet. Artikel yang dimuat Inggris dan ditulis
menggunakan huruf besar,
berupa hasil penelitian, kajian ilmiah,
kecuali nama spesies, Font 12.
paket atau teknologi industri dan - Nama latin dan istilah asing
laporan seminar/lokakarya ilmiah skala ditulis dengan huru miring
(Italic).
Nasional/Internasional. - Penulisan instansi penulis
pertama, kedua dan seterusnya,
FORMAT DAN PENULISAN ditulis secara lengkap dan tidak
perlu mencantumkan status
Format (mahasiswa, dosen, peneliti),
Pedoman format untuk hasil penelitian Font 10.
adalah :
- Judul dalam bahasa Indonesia Kesimpulan
- Judul dalam bahasa Inggris - Abstract ditulis dalam satu
- Penulis (nama dan instansinya) paragraf/alinea menggunakan
- Abstrak bahasa Inggris maksimum 200
- Pendahuluan kata dan ditulis dengan huruf
- Metode Penelitian miring (Italic), Font 20.
- Hasil dan Pembahasan - Abstract berisi ringkasan
- Kesimpulan penelitian diikuti dengan data
- Ucapan terima kasih kuantitatif hasil penelitian yang
- Daftar Pustaka menonjol serta hal yang perlu
diungkapkan, agar pembaca
Penulisan ulasan ilmiah mengikuti segera dapat mengetahui
format hasil penelitian tanpa metode temuan hasil penelitian.
penelitian. Hasil dan pembahasan - Keyword dalam bahasa Inggris
disesuaikan dengan topik/ulasan yang maksimal 5 kata yang penting
disampaikan. dari penelitian tesebut dan
dapat digunakan sebagai kata
Penulisan penelusur (searching words).
- Ditulis/diketik spasi 1 jenis
huruf Times New Roman, font Pendahuluan
12, kertas A4, sistem kolom. Pendahuluan berisi latar belakang yang
didukung kepustakaan,
- Makalah yang pernah
urgensi/keutamaan penelitian diakhiri
dipresentasikan dalam
dengan tujuan penelitian.
pertemuan ilmiah harus diberi
catatan (footnote) mengenai
Metode Penelitian
pertemuan tersebut.
- Tempat dan waktu penelitian
- Bahan utama yang digunakan
dengan penjelasan
spesifikasinya dan kegunaan
secara singkat.
- Alat yang digunakan dengan - Nama penulis didahului nama
spesifikasinya. Alat tulis tidak family/nama terakhir diikuti
perlu dicantumkan. huruf pertama nama
- Rancangan penelitian kecil/nama pertama, penulis
- Parameter/indikator pertama kedua maupun
pengamatan seterusnya.
- Judul pustaka untuk buku
Hasil dan Pembahasan ditulis dengan huruf besar pada
- Sistematika dalam setiap awal kata, kecuali kata
menyampaikan hasil dan sambung dan kata depan,
pembahsan disesuaikan dengan sedangkan untuk jurnal hanya
parameter/indikator pada awal judul.
pengamatan. - Nama Majalah/Jurnal/Buletin
- Pembahasan didukung dengan ditulis dengan Volume, Nomor,
pustaka yang terkait, dan nomor halaman.
k e s e s u a i a n a t a u - Pustaka dari internet disertai
ketidaksesuaiannya. tanggal pada saat
- Tabel data dipertimbangkan mengutip/mengunduh.
keserasiannya dan cukup
memuat data yang penting. · Contoh penulisan pustaka
Penuliasan angka dengan jurnal :
kaidah bahasa Indonesia. Sembiring, M dan Chairani.
Keterangan Tabel ditulis di 2015. Uji antagonis
bagian atas Tabel. beberapa Trichoderma sp
- Gambar/foto yang dimuat harus terhadap penyakit jamur
jelas dan apabila diperlukan akar putih (Rigidophorus
skala harus dicantumkan. Lignosus) pada media
Keterangan gambar ditulis di padat di laboratorium.
bagian bawah. Jurnal penelitian STIPAP
Vol 6(1) : 1-16. Sekolah
Kesimpulan Tinggi Ilmu Pertanian
Kesimpulan dari hasil dan pembahasan Agrobisnis Perkebunan
dengan memperhatikan singkat, jelas, Medan.
merupakan jawaban dari judul, · Contoh penulisan pustaka buku
mengacu pada tujuan dan :
parameter/indikator pengamatan. Lubis, A.U. 2008. Kelapa Sawit
(Elaeis Guinennsis Jacq).
Ucapan terima kasih · Contoh penulisan pustaka dari
Dapat dituliskan nama instansi atau internet:
perorangan yang berperan dalam
pelaksanaan penelitian. Penulis
Tahun judul
Daftar Pustaka http//www
- Acuan pustaka diutamakan
yang mengetahui (10 tahun (11 November 2015).
terakhir).
- Nama disusun berdasarkan
abjad nama akhir (marga)
penulis nama.
Pengiriman naskah / artikel ke :
Redaksi Jurnal Agro Estate
Kampus STIPAP Medan
Jalan Willem Iskandar (Pancing)
20222. Kotak Pos 1329 Medan 20000
Telepon : (061) 6637060, 6613364
Facsimile : (061) 6626861, 6612304
Email : agroestate@[Link]
Web : [Link]