0% found this document useful (0 votes)
307 views9 pages

Formulasi Foot Lotion Getah Pepaya

This document summarizes research on developing a foot lotion formulation using papaya latex powder to treat cracked heels. Papaya latex contains the enzyme papain, which can regenerate skin cells and make pores open and easy to clean. A foot lotion was made with 5% papaya latex powder concentration in triplicate, along with a blank formula. The lotion was tested for organoleptic properties, homogeneity, emulsion type, pH, spreadability, viscosity, effectiveness, and irritation. Results showed the lotion had the appropriate properties including white color, semi-solid texture, green tea aroma, pH of 5, water-in-oil emulsion type, and was homogeneous, with a viscosity of 166 dPa.s

Uploaded by

elma shafiraa
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
307 views9 pages

Formulasi Foot Lotion Getah Pepaya

This document summarizes research on developing a foot lotion formulation using papaya latex powder to treat cracked heels. Papaya latex contains the enzyme papain, which can regenerate skin cells and make pores open and easy to clean. A foot lotion was made with 5% papaya latex powder concentration in triplicate, along with a blank formula. The lotion was tested for organoleptic properties, homogeneity, emulsion type, pH, spreadability, viscosity, effectiveness, and irritation. Results showed the lotion had the appropriate properties including white color, semi-solid texture, green tea aroma, pH of 5, water-in-oil emulsion type, and was homogeneous, with a viscosity of 166 dPa.s

Uploaded by

elma shafiraa
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

Warta Farmasi, 5(1), 21 – 29 , 2016 Ervianingsih, dkk

FORMULASI SEDIAAN FOOT LOTION SERBUK GETAH


PEPAYA (Carica papaya L.)
Ervianingsih1, Eny Nurhikma, Desy Putriani
ervianingsihapt@[Link]

1
Laboratorium Farmaseutika dan Teknologi Farmasi,
Akademi Farmasi Bina Husada Kendari

Abstrak
Getah pepaya dapat digunakan dalam bidang kosmetik untuk mengobati
kulit kaki pecah-pecah karena mengandung enzim papain. Tujuan penelitian ini
adalah membuat sediaan foot lotion dari serbuk getah pepaya yang dapat
memenuhi syarat uji evaluasi fisik sediaan yang baik. Getah pepaya diolah
menjadi serbuk pada konsentrasi 5% secara triplo dan blanko. Uji evaluasi
kestabilan foot lotion meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji tipe emulsi,
uji pH, uji daya sebar, uji viskositas, uji efektivitas dan uji iritasi. Hasil
penelitian menunjukkan serbuk getah pepaya dapat diformulasi dalam bentuk
sediaan foot lotion yang memenuhi uji evaluasi sediaan. Hasil uji organoleptik
sediaan berwarna putih, tekstur semi padat dan beraroma khas green tea, memiliki
pH 5 yang sesuai dengan pH kulit yaitu 4,5-6,5, tipe emulsi air dalam minyak,
sediaan homogen, daya sebar masih rendah dan nilai viskositas sebesar 166 dPa.s.
Hasil uji efektifitas menghasilkan sediaan foot lotion yang dapat mengobati
pecah-pecah pada tumit kaki dan tidak menimbulkan iritasi.
Kata Kunci :Foot Lotion, Serbuk Getah Pepaya, Enzim Papain

Abstract
Papaya latex can be using in the cosmetics field for medicine skin foot
broken because is contains enzyme papain. The purpose of this study is making
preparation foot lotion of papaya latex powder can fill test physical preparation
the [Link] of papaya latex is made to be powder then made preparation
foot lotion papaya latex concentration 5% and made triplo (A1, A2, A3) and blanko.
After the evaluation of lotion that includes organoleptic test, homogeneous test,
emulsion type test, pH test, power spread test, viscosity test, effectiveness test and
irritation [Link] result of the evaluation of forth formula foot lotion papaya latex
powder can be formulation in preparation foot lotion fill evaluation preparation
test is result organoleptic test preparation colored white, tekstur semi solid and
aromatic green tea, have pH 5 corresponds to pH skin which is 4,5-6,5, emulsion
type water in oil, preparation homogeneous. power spread is the low. The result
viscosity test formulation foot lotion 166 dPa.s. effectiveness test result
preparation foot lotion can medicine skin foot broken and not irritation.
Key Word: Foot Lotion, Papaya Latex Powder, Papain Enzyme

Warta Farmasi Vol.5 No.1, ISSN 2089-712X


21
Warta Farmasi, 5(1), 21 – 29 , 2016 Ervianingsih, dkk

PENDAHULUAN perlindungan alami yang efektif dapat


Tubuh manusia terbentuk atas mempertahankan konsistensi air dalam
banyak jaringan dan organ, salah stratum corneum untuk mencegah
satunya adalah kulit. Kulit merupakan terjadinya keretakan, penyisikan, dan
lapisan terluar penutup tubuh yang pengelupasan pada [Link] musim
mempunyai fungsi sebagai penghalang dingin, kondisi atopik dermatitis, dan
(barrier) terhadap segala bentuk sensitivitas deterjen dapat
trauma dari luar baik fisik, mekanik, menyebabkan NMF menjadi kurang
maupun kimiawi (Baumann, 2002). mampu memberikan perlindungan
Kulit manusia dibagi menjadi empat yang memadai sehingga diperlukan
macam tipe, yaitu kulit normal, suatu tambahan perlindungan bagi
berminyak, kering, dan kombinasi kulit yaitu kosmetika pelembab
(Tranggono dkk, 2007). (Leyden, et al. 2002).
Kulit kering atau dikenal dengan Pelembab adalah suatu bahan
istilah xerosis adalah keadaan kulit baik alami maupun sintetik yang
kering yang sering terjadi pada bagian digunakan untuk mereduksi tanda dan
tumit kaki, siku dan jari-jari gejala kulit kering, bersisik, dan kasar,
[Link] pada tumit kaki serta membuat permukaan kulit yang
merupakan kondisi kulit kering yang kasar menjadi halus dan lembut
cukup parah hingga terjadi pecah- (Schliemann, et al. 2007).
pecah (Draelos, 2000).Xerosis Salah satu bahan alam yang
disebabkan oleh kadar air dalam mempunyai efek mengobati kulit
stratum corneum berkurang hingga 10 kering adalah tanaman [Link]
% (Leyden, et al. 2002). Kulit papaya mengandung suatu enzim
berusaha untuk melindungi diri dari pemecah protein atau enzim
kemungkinan tersebut yaitu dengan proteolitik yang disebut papain (Kalie,
adanya bahan hidrofilik yang 1999).Aksi papain pada kulit telah
terkandung dalam stratum corneum diselidiki oleh banyak [Link]
yang disebut juga NaturalMoisturizing empiris masyarakat menggunakan
Factor (NMF).NMF merupakan suatu getah pepaya untuk mengobati kaki
humectan (pelembab) dan pecah-pecah, menghaluskan kulit dan

Warta Farmasi Vol.5 No.1, ISSN 2089-712X


22
Warta Farmasi, 5(1), 21 – 29 , 2016 Ervianingsih, dkk

membersihkan kotoran yang melekat porselin, gelas kimia, gelas ukur, hot
pada celah kaki yang pecah- plate, kain serbet, oven, pisau, sudip,
[Link] papain dapat sendok tanduk, timbangan analitik,
meregenerasi sel-sel kulit aktif dan timbangan digital dan wadah
membuat pori-pori menjadi terbuka penampung getah.
dan mudah dibersihkan (Amaris, Bahan yang digunakan tertera pada
2015).Zarmawati (2004) melaporkan Tabel 1 komposisi formula foot lotion
bahwa krim papain dapat mengobati getah papaya.
kulit kaki pecah-pecah konsentrasi 5% Prosedur Penelitian
dan 10%.Konsentrasi 10% dapat a. Penyiapan Sampel Serbuk
memberikan efek penyembuhan yang Getah Pepaya
lebih baik dari sediaan pembanding. Bagian pohon yang akan
Formulasi getah papaya diambil getahnya dibersihkan terlebih
menjadi sediaan foot lotion bertujuan dahulu dengan kain serbet
untuk memudahkan pemakaian pada [Link] dilakukan dengan
tumit kaki. Sediaan lotion dipilih cara menorehkan alat sadap (pisau)
karena memiliki daya sebar lebih pada batang atau buah mulai dari
merata daripada krim, tidak lengket, pangkal (atas) ke ujung [Link]
pembuatannya lebih mudah dan yang keluar segera ditampung dalam
sediaan lotion terlindung dari [Link] hasil penyadapan diolah
pengeringan ketika disimpan pada menjadi papain kasar (crude papain)
suhu [Link] efektivitas dengan cara getah dicampur dengan
sediaan dalam mengobati pecah-pecah natrium metabisulfit 0,7 % sebanyak
pada tumit kaki perlu dilakukan, 4 kali jumlah getah, lalu diaduk
sehingga dapat menjadi alternatif bagi merata dengan blender. Campuran ini
masyarakat. membentuk emulsi getah berwarna
METODOLOGI putih susu agak [Link]
Alat dan Bahan emulsi getah dikeringkan dengan oven
Alat yang digunakan adalah pada suhu 55oC selama 5 jam (Sani,
ayakan mesh 40, blender, batang 2008).Setelah kering, getah diambil
pengaduk, corong, cawan crus, cawan lalu digerus dan diayak dengan ayakan

Warta Farmasi Vol.5 No.1, ISSN 2089-712X


23
Warta Farmasi, 5(1), 21 – 29 , 2016 Ervianingsih, dkk

mesh 40 dan ditimbang sebanyak yang perhitungan.


dibutuhkan sesuai dengan
Tabel 1. Komposisi FormulaFoot Lotion Getah Pepaya. Dibuat Triplo.
Tiap 50g mengandung :
Bahan Foot Lotion Blanko
Serbuk getah pepaya 5% -
Cera alba 5% 5%
Span 80 7% 7%
Setil alcohol 3% 3%
Stearil alcohol 2% 2%
Parafin cair 8% 8%
Metil paraben 0,18% 0,18%
Propil paraben 0,02% 0,02%
Pengaroma qs -
Akuades ad 50 g 50 g

b. Pembuatan Foot Lotion Serbuk Getah Pepaya


Fase minyak (cera alba, setil alkohol, kedalam lumpang secara bersamaan
stearil alkohol, parafin cair dan profil sambil digerus sampai
paraben) dipanaskan sampai suhu [Link] getah pepaya
70oC diatas hot plate. Fase air (span ditambahkan dan diaduk sampai
80 dan metil paraben) juga [Link] uji organoleptik,
dipanaskanpada suhu yang sama. Sisa uji homogenitas, uji tipe emulsi, uji
aquadest [Link] minyak,fase pH, uji daya sebar, dan uji viskositas.
air dan sisa aquadest dimasukkan
c. Pengujian Efektivitas
Uji efektivitas dilakukan dengan serbuk getah pepaya pada kaki sebelah
mengamati adanya perubahan yang kiri dan produk Kanna pada kaki
terjadi pada tumit kaki pecah-pecah sebelah kanan yang dilakukan selama
setelah pemberian sediaan foot lotion 5 hari.
d. Pengujian iritasi
Uji iritasi dilakukan untuk diamati selama 24 jam setelah
mengamati terjadinya iritasi pada kulit pengolesan sediaan foot lotion
setelah pemakaian sediaan yang maupun sediaan pembanding (Kanna).

Warta Farmasi Vol.5 No.1, ISSN 2089-712X


24
Warta Farmasi, 5(1), 21 – 29 , 2016 Ervianingsih, dkk

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel [Link] Hasil Evaluasi Fisik Sediaan Foot Lotion Serbuk Getah Pepaya 5%.

Pengamatan Minggu ke-


Formula
I II III IV
Semi padat Semi padat Semi padat Semi padat
Foot lotion
Bentuk seperti krim seperti krim seperti krim seperti krim
Semi padat Semi padat Semi padat Semi padat
Blanko
seperti krim seperti krim seperti krim seperti krim
Foot lotion Putih Putih Putih Putih
Warna
Blanko Putih Putih Putih Putih
Foot lotion Green tea Green tea Green tea Green tea
Aroma Tidak Tidak Tidak Tidak
Blanko
berbau berbau berbau Berbau
Foot lotion Homogen Homogen Homogen Homogen
Homogenitas
Blanko Homogen Homogen Homogen Homogen
Air dalam Air dalam Air dalam Air dalam
Foot lotion
Minyak Minyak Minyak Minyak
Tipe Emulsi
Air dalam Air dalam Air dalam Air dalam
Blanko
Minyak Minyak Minyak Minyak
Foot lotion 5 5 5 5
pH
Blanko 5 5 5 5
Viskositas Foot lotion 166 - - -
(dPa.s) Blanko 120 - - -

Tabel [Link] Hasil Uji Daya Sebar Sediaan Foot Lotion Serbuk Getah Pepaya 5%.
Tanpa beban Berat 50 g Berat 100 g
Formula
R L R L R L
Foot lotion 4,3 13,50 4,6 14,44 4,76 14,94
Blanko 4,8 15,07 5 15,7 5,4 16,95
Keterangan:
R : Diameter lingkaran (cm)
L : Luas lingkaran (3,14 x R)

Tabel [Link] Hasil Uji Efektivitas Sediaan Foot Lotion Serbuk Getah Pepaya 5%
Hari Responden 1 Responden 2 Responden 3
ke- Foot Lotion Kanna cr Foot Lotion Kanna cr Foot Lotion Kanna cr
1 Retak Retak Retak Retak Retak Retak
Ada Ada Ada
2 Retak Retak Retak
perubahan perubahan perubahan
Ada Retak Ada Retak Ada Retak
3
perubahan tersamarkan perubahan tersamarkan perubahan tersamarkan
Ada Ada Ada
4 Sembuh Sembuh Sembuh
perubahan perubahan perubahan
5 Sembuh Sembuh Sembuh Sembuh Sembuh Sembuh

Warta Farmasi Vol.5 No.1, ISSN 2089-712X


25
Warta Farmasi, 5(1), 21 – 29 , 2016 Ervianingsih, dkk

Sampel yang digunakan dalam Tabel 3, sedangkan hasil uji


penelitian ini adalah getah pepaya efektivitas dapat dilihat pada Tabel 4.
yang mengandung suatu enzim Hasil pengamatan organoleptik
pemecah atau enzim proteolitik yang sediaan selama 4 minggu
disebut papain. Getah yang diperoleh penyimpanan, didapatkan hasil bahwa
ditampung dalam wadah tertutup, sediaan foot lotion yang dibuat tidak
dikarenakan papain adalah zat yang mengalami perubahan bentuk berupa
mudah rusak karena oksidasi udara semi padat menyerupai krim serta
baik yang terjadi selama pembuatan aroma khas green tea. Bentuk ini
maupun penyimpanan. Getah yang dipengaruhi oleh penggunaan
dihasilkan dari proses pengeringan emulgator span 80 pada konsentrasi
dengan oven dicampur dengan cukup tinggi. Semakin tinggi
natrium metabisulfit 0,7% sebanyak konsentrasi emulgator yang digunakan
empat kali jumlah getah. Jumlah getah maka semakin kental pula tekstur dari
yang dihasilkan sebanyak 20 gram, sediaan. Aroma green tea diperoleh
sehingga natrium metabisulfit yang dari penambahan [Link] blanko
ditambahkan adalah 80 mL. Suhu tidak diberi pengaroma sehingga tidak
pengeringan dalam oven yang berbau [Link] dan blanko
dilakukan pada suhu 55oC selama 5 memiliki warna yang sama
jam dapat menghasilkan enzim papain yaituberwarna putih. Pemberian zat
yang berkualitas (Sani, 2008). aktif pada sediaan tidak memengaruhi
Penggunaan natrium metabisulfit warna.
sebagai bahan pengawet karena Pada hasil pemeriksaan
aktivitasnya yang dapat menghambat, homogenitas sediaan, tidak
menahan, atau memperlambat memperlihatkan adanya bintik-bintik
dekomposisi enzim papain partikel kasar pada permukaan kaca
(Trenggono, 1995). yang berarti sediaan homogen. Hal
Hasil evaluasi fisik sediaan yang paling penting dalam emulsi
foot lotion yang mengandung serbuk adalah stabilitas fisiknya yang dapat
getah papaya tertera pada Tabel 2 dan mempertahankan distribusi, halus dan
teraturnya fase terdispersi dalam

Warta Farmasi Vol.5 No.1, ISSN 2089-712X


26
Warta Farmasi, 5(1), 21 – 29 , 2016 Ervianingsih, dkk

ruang. Hancurnya sebuah emulsi berjalan sehingga sediaan foot lotion


dihantarkan melalui penurunan dapat bertahan cukup lama serta tidak
stabilitasnya seperti flokulasi, mudah hilang atau tercuci oleh air.
creaming atau sedimentasi, koalesensi Tipe emulsi A/M dipengaruhi oleh
(Voight,1984).Hasil pengujian tipe bahan yang digunakan dimana span 80
emulsi menunjukkan sediaan bertipe dapat menghasilkan emulsi dan
A/M (air dalam minyak).Tipe emulsi mikroemulsi air dalam minyak yang
A/M ini sesuai dengan keadaan tumit stabil (Zhang, 2009).
kaki yang sering digunakan untuk
Salah satu syarat sediaan lotion dihasilkan dengan penambahan beban
adalah mudah dioleskan pada kulit menggambarkan karakteristik untuk
hingga merata tanpa tekanan yang daya sebar (Voight, 1984).Hasil
[Link] pengolesan dapat pengujian berupa diameter penyebaran
diketahui melalui uji daya sebar lotion. Semakin besar diameter yang
[Link] penyebaran lotion yang dihasilkan oleh suatu sediaan lotion,
maka semakin mudah pula sediaan 166 [Link] dipengaruhi oleh
lotion tersebut untuk dioleskan pada sifat fisik getah papaya yang
kulit (Jayadi, 2013). Pada penelitian berbentuk serbuk sehingga dapat
dapat dilihat blanko dengan emulgator meningkatkan viskositas sediaan,
span 80 memiliki diameter karena pada blanko nilai viskositas
penyebaran antara 4,8cm-5,4cm, diperoleh 120 dPa.s. Kekentalan ini
sedangkan pada foot lotion dengan cukup tinggi untuk dikatakan sebagai
emulgator span 80 dan serbuk getah sediaan lotion karena tekstur yang
pepaya memiliki diameter penyebaran diperoleh baik blanko maupun foot
antara 4,3cm-4,76cm. Hasil ini lotion berbentuk semi padat seperti
menunjukkan adanya interaksi antara krim dan tidak dapat [Link] ini
span 80 dan serbuk getah papaya yang disebabkan oleh penambahan
menyebabkan sediaan foot lotion emulgator span 80 dan zat aktif serbuk
memiliki daya sebar yang kecil karena getah pepaya sehingga nilai viskositas
kekentalan lotion menjadi lebih sediaan menjadi lebih tinggi. Hasil
[Link] viskositas sediaan adalah pengukuran pH menggunakan pH

Warta Farmasi Vol.5 No.1, ISSN 2089-712X


27
Warta Farmasi, 5(1), 21 – 29 , 2016 Ervianingsih, dkk

universal diperoleh sediaan dengan 2007).Pengujian efektivitas sediaan


nilai pH 5 yang sesuai dengan pH yang dilakukan selama 5 hari pada 3
normal kulityaitu 4,5-6,5 sehingga orang sukarelawan yang memiliki
aman untuk [Link] pH yang tumit kaki pecah-pecah yang sedang
terlalu asam dapat mengiritasi kulit, dan [Link] menunjukkan bahwa
sedangkan pH yang terlalu basa dapat pada hari ke-5 terlihat perubahan yaitu
membuat kulit menjadi bersisik kulit kaki pecah-pecah sudah lebih
(Tranggono dan Latifa, baik daripada hari-hari sebelumnya.

Hal ini membuktikan bahwa foot sediaan ini masih memerlukan waktu
lotion serbuk getah pepaya dapat untuk proses penyembuhan.
mengobati tumit kaki pecah-pecah Sedangkan pada uji iritasi yang
karena kandungan enzim papain. Akan dilakukan menunjukkan bahwa baik
tetapi karena terkendala waktu sediaan pembanding dan foot lotion
sehingga pengamatan tidak dilakukan tidak menimbulkan iritasi terhadap
hingga sembuh total. Penggunaan tumit kaki.
KESIMPULAN
Serbuk getah pepaya belum dapat memiliki tekstur yang semi padat
diformulasi menjadi sediaan foot seperti krim.
lotion sebab sediaan yang diperoleh
DAFTAR PUSTAKA
1. Amaris, F. 2015. Manfaat Enzim York: Princples and Practise.
Papain. Di dalam: Adiba, D.A. Mc Graw Hill.
Uji Aktivitas Ekstrak Getah 3. Jayadi. 2013. Optimasi Formula
Tanaman Pepaya (Carica Losion Minyak Atsiri Buah Adas
papaya L.) untuk pecah-pecah di (Foeniculum vulgare) dengan
tumit kaki. Semarang: Kombinasi Setil Alkohol-
Universitas Semarang. Natrium Lauril Sulfat terhadap
2. Baumann L. 2002. Dry skin In: Sifat Fisik dan Aktivitas Repelan
Cosmetic Dermatolody. New Pada Nyamuk Anopheles

Warta Farmasi Vol.5 No.1, ISSN 2089-712X


28
Warta Farmasi, 5(1), 21 – 29 , 2016 Ervianingsih, dkk

aconitus Betina. Yogyakarta: Soendani Noeroto. Yogyakarta:


UGM UGM Press
4. Kalie, Moehd., Baga. 1999. 11. Zarmawati.2004. Pengaruh
Bertanam Pepaya. Jakarta: Konsentrasi Papain dalam Krim
Penebar Swadaya Untuk Pengobatan Kulit Kaki
5. Leyden, James J., Rawlings, retak-retak. Skripsi S-1 Farmasi,
Anthony V., 2002. Skin STIFI Perintis Padang
moisturization: cosmetic science
and technology. Taylor &
Prancis
6. Loden M. 2005. Ellect ol
moisturizer on epidermal barrier
lunction. London
7. Sani, MT, Ir. [Link]
Natrium, Bisulfit Pada Kualitas
Enzim Papain Dari Getah
Pepaya Secara MCU. Unesa
University Press
8. Schliemann S, Elsner P. 2007.
(Eds):SkinProtection. Curr
Probl Dermatol. Basel, Karger.
Vol 34.
9. Tranggono,Sudar., R.I., Latifah,
F., 2007. Buku pegangan ilmu
pengetahuan
[Link]:PT Gramedia
Pustaka Utama
10. Voight, R. 1984. Buku Ajar
Teknologi
[Link] oleh

Warta Farmasi Vol.5 No.1, ISSN 2089-712X


29

You might also like