0% found this document useful (0 votes)
143 views11 pages

Evaluasi Program Ekstrakurikuler Di SDN Candirejo Kabupaten Semarang

Uploaded by

Rahmad Rifa'i
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
143 views11 pages

Evaluasi Program Ekstrakurikuler Di SDN Candirejo Kabupaten Semarang

Uploaded by

Rahmad Rifa'i
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

REFLEKSI EDUKATIKA : Jurnal Ilmiah Kependidikan

Volume 11 Nomor 1 Desember 2020


ISSN: 2087-9385 (print) dan 2528-696X (online)
[Link]

EVALUASI PROGRAM EKSTRAKURIKULER DI SDN CANDIREJO


KABUPATEN SEMARANG

Winny Rosa Damayanti, Yari Dwikurnaningsih

Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia


Email: rosawinnydamayanti@[Link]

Info Artikel Abstract


The purpose of this research was to evaluate about context, input, process, and product of
Sejarah Artikel: extracurricular program in SDN Candirejo Kabupaten Semarang.
Diserahkan 10 Mei 2020 This type of research was evaluation research by CIPP model. This research method used
Direvisi 25 November 2020 descriptive qualitative method. This research fosused on extracurricular program in SDN
Disetujui 26 November 2020 Candirejo Kabupaten Semarang. Data collection techniques used interview, observation
and documentation study. Data validity techniques used tringulation of technique and
source. Data analysis steps were data collection, data reduction, data display and data
Keywords: verification.
context, The result of this research were (1) The context aspects was in accordance with
input, Extracurricular Technical Guide in Elementary School, such as extracurricular program
process, background was to facilitate and develop student’s potential, talents and interests, and to
product of extracurricular cultivate student’s mentally and self-confidence. (2) Input aspects included planning,
program. human resource involved, and financing were adequate and in accordance with
Extracurricular Technical Guide in Elementary School. Extracurricular facilities need to
be improved; (3) Process aspects were extracurricular program implementation included
program mechanism, program implementation, facilities management, human resource and
financing were in accordance with program planning that has been prepared which
reffering to Extracurricular Technical Guide in Elementary School. (4) Product aspects
were increased student’s skill, the school often got requests to perform at events, received
more than 35 students every year; (5) supporting factors such as team work, commitment
and competent human resource. Inhibiting factors such as limited partners, extracurricular
class was not yet available.

Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi konteks, input, proses, produk program
ekstrakurikuler di SDN Candirejo Kabupaten Semarang.
Metode penelitian ini deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini yaitu penelitian evaluasi
model CIPP (Context, Input, Process, Product). Fokus penelitian ini yaitu program
ekstrakurikuler di SDN Candirejo Kabupaten Semarang. Teknik pengumpulan data
menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik keabsahan data
menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Tahapan analisis data antara lain koleksi data,
reduksi data, display data, dan verifikasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Aspek konteks sesuai dengan Panduan Teknis
Ekstrakurikuler di SD yaitu latar belakang program esktrakurikuler yaitu untuk
memfasilitasi dan mengembangkan potensi, bakat, dan minat peserta didik, serta
menumbuhkan mental dan memupuk percaya diri peserta didik. (2) Aspek input yang
meliputi perencanaan, sumber daya manusia yang terlibat, pembiayaan sudah memadai dan
sesuai dengan Pedoman Teknis Ekstrakurikuler di SD. Pada bidang sarana prasarana
ekstrakurikuler di sekolah perlu ditingkatkan; (3) Aspek proses, pelaksanaan program
ekstrakurikuler meliputi mekanisme program, pelaksananaan program, pengelolaan sarana
prasarana, ketenagaan dan pembiayaan sesuai dengan perencanaan program yang telah
disusun yang mengacu pada Panduan Teknis Ekstrakurikuler di SD; (4) Aspek produk,
meningkatnya keterampilan peserta didik, sering mendapatkan permintaan untuk
menampilkan di beberapa acara, menerima rata-rata 35 peserta didik baru setiap tahunnya;
(5) Faktor pendukung Kerjasama, komitmen, SDM yang berkompeten. Faktor penghambat
yaitu mitra yang terbatas, belum ada ruang khusus untuk ekstrakurikuler.

© 2020 Universitas Muria Kudus

13
Winny Rosa Damayanti, Yari Dwikurnaningsih
EVALUASI PROGRAM EKSTRAKURIKULER DI SDN CANDIREJO KABUPATEN SEMARANG
REFLEKSI EDUKATIKA : Jurnal Ilmiah Kependidikan, Volume 11, Nomor 1, Desember 2020, hlm. 59-69

PENDAHULUAN menghasilkan berbagai karya seni batik.


Untuk mengembangkan potensi peserta Kemampuan membatik seni rupa antara lain unsur
didik, diperlukan suatu wadah yang dapat dan prinsip seni yang diajarkan oleh pelatih atau
menampung bakat minat peserta didik. Menurut guru mampu membuat siwa dapat berkreasi,
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 12 berkarya, mengembangkan kreativitas,
ayat 1 (b) menyatakan bahwa setiap peserta didik mengungkapkan perasaan, bakat, motivasi dan
pada setiap satuan pendidikan berhak untuk mandiri.
mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan Demi menunjang kelancaran kegiatan
bakat, minat, dan kemampuannya. Salah satu ekstrakurikuler maka diperlukan evaluasi kegiatan
program kegiatan yang dapat menunjang ekstrakurikuler. Hasil evaluasi digunakan untuk
pengembangan potensi sesuai dengan bakat, minat, pengambilan keputusan dalam rangka perbaikan
dan kemampuan peserta didik adalah pada pelaksanaan kegiatan selanjutnya. Evaluasi
ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler adalah kegiatan program adalah upaya untuk mengetahui efektivitas
yang dilaksanakan di luar jam pelajaran sebagai komponen program dalam mendukung pencapaian
wadah dalam menyalurkan potensi, minat, dan tujuan program (Arikunto dan Jabar, 2014). Tujuan
bakat peserta didik, agar memiliki keterampilan evaluasi program adalah untuk menentukan apakah
dan kepribadian yang matang, dan mempersiapkan layanan atau intervensinya telah mencapai tujuan
peserta didik menjadi manusia yang unggul, yang ditetapkan dan supaya dapat diketahui dengan
berkualitas dan berdaya saing agar dapat menjawab pasti apakah pencapaian hasil, kemajuan dan
tantangan-tantangan di masa depan. hambatan yang dijumpai dalam pelaksanaan
Menurut Permendikbud Nomor 62 Tahun program dapat dinilai dan dipelajari untuk
2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada perbaikan pelaksanaan program di masa yang akan
Pendidikan Dasar dan Menengah Pasal 1 ayat 1, mendatang (Wirawan, 2012).
kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang Undang-undang Nomor 62 Tahun 2014
dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Pendidikan
kegiatan intrakurikuler dan kegiatan ko kurikuler, Dasar Dan Pendidikan Menengah Pasal 7 bahwa
di bawah bimbingan dan pengawasan satuan (2) Satuan pendidikan melakukan evaluasi Program
pendidikan. Undang-undang Nomor 62 Tahun 2014 Kegiatan Ekstrakurikuler pada setiap akhir tahun
Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Pendidikan ajaran untuk mengukur ketercapaian tujuan pada
Dasar Dan Pendidikan Menengah Pasal 2 bahwa setiap indikator yang telah ditetapkan, dan (3) Hasil
Kegiatan Ekstrakurikuler diselenggarakan dengan evaluasi Program Kegiatan Ekstrakurikuler
tujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, sebagaimana dimaksud pada ayat (2) digunakan
minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan untuk penyempurnaan program kegiatan
kemandirian peserta didik secara optimal dalam ekstrakurikuler tahun ajaran berikutnya. Tujuan
rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan evaluasi kegiatan ekstrakurikuler dimaksudkan
nasional. untuk mengumpulkan data atau informasi
Penelitian yang dilakukan oleh Natalie mengenai tingkat keberhasilan yang dicapai.
Fischer and Désirée Theis (2014) menyebut bahwa Penilaian dapat dilakukan untuk menetapkan
bahwa kegiatan ekstrakurikuler memberikan tingkat keberhasilan peserta didik pada tahap-tahap
dampak yang signifikan dengan motivasi belajar tertentu dan untuk jangka waktu tertentu berkenaan
peserta didik dan dapat meningkatkan prestasi dengan proses dan hasil kegiatan ekstrakurikuler
akademik peserta didik melalui kegiatan yang (Burhanuddin, 2014).
berkualitas. Berpartisipasi dalam kegiatan Penelitian Ramdhoni (2019) menyatakan
ekstrakurikuler di sekolah dapat melindungi remaja bahwa dilihat dari perencanaan, tujuan dan juga
terhadap perkembangan negatif dengan kesiapan sarana dan prasarana yang digunakan
memberikan lebih banyak kesempatan membuat untuk kegiatan pramuka. Pada aspek masukan
keputusan dan pilihan dan untuk berhubungan ke dapat disimpulkan bahwa ektrakurikuler
orang lain (keterkaitan). Dapat kita ketahui bahwa pramuka di MTs Al-Ishlah Panambangan
ekstrakurikuler cenderung memberikan pengaruh Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon
positif kepada peserta didik, baik untuk merupakan ekstrakurikuler yang wajib di ikuti
meningkatkan keterampilan, menambah semangat oleh siswa kelas VII. Pada aspek proses kegiatan
dan membentuk karakter yang positif pada peserta pramuka di MTs Al-Ishlah yang rutin dilaksanakan
didik. Sementara itu riset Alfiana, Djariyo, dan sesuai dengan materi, permainan yang sangat
Artharina (2017) menyebut kegiatan sesuai dengan kepanduan. Pada aspek produk
ekstrakurikuler membatik yang telah dilaksanakan terdapat perubahan sikap dan juga pembentukan
di SD N Mantingan memiliki peran terhadap karakter siswa melalui kegiatan pramuka yang
kemampuan membatik seni rupa sehingga cukup besar dampaknya, dilihat dari besarnya

60
Winny Rosa Damayanti, Yari Dwikurnaningsih
EVALUASI PROGRAM EKSTRAKURIKULER DI SDN CANDIREJO KABUPATEN SEMARANG
REFLEKSI EDUKATIKA : Jurnal Ilmiah Kependidikan, Volume 11, Nomor 1, Desember 2020, hlm. 59-69

persentase mengenai dampak kegiatan pramuka yang diperoleh dari wawancara dengan kepala
yang mana siswa dapat mengimplementasikan sekolah SDN Candirejo Kabupaten Semarang
nilai-nilai yang terkandung ke dalam kehidupan menunjukkan bahwa SDN Candirejo Kabupaten
sehari-hari baik di sekolah maupun diluar sekolah. Semarang telah mengadakan kegiatan
SDN Candirejo Kabupaten Semarang ekstrakurikuler wajib yaitu pramuka, dan
memiliki beberapa program kegiatan ekstrakurikuler pilihan yaitu pencak silat, tari, drum
ekstrakurikuler antara lain ekstrakurikuler band dan renang. Waktu pelaksanaan penelitian ini
pramuka, tari, pencak silat, renang, drumband dan yakni 3 bulan, yaitu Maret-April 2020.
rebana yang belum pernah dievaluasi. Peneliti Penelitian evaluasi program kegiatan
melakukan penelitian evaluasi program kegiatan ekstrakurikuler di SDN Candirejo Kabupaten
ekstrakurikuler di SDN Candirejo Kabupaten Semarang menggunakan teknik pengumpulan data
Semarang, meliputi aspek konteks, input, proses berupa wawancara, observasi, dan studi
dan produk. Model evaluasi yang akan digunakan dokumentasi. Sumber informasi dalam penelitian
dalam penelitian ini adalah model evaluasi CIPP ini yang menghasilkan data penelitian meliputi:
(Context, Input, Process, Product). Tujuan Kepala SDN Candirejo Kabupaten Semarang,
penelitian evaluasi program kegiatan penanggungjawab kegiatan ekstrakurikuler SDN
ekstrakurikuler di SDN Candirejo Kabupaten Candirejo Kabupaten Semarang, pelatih
Semarang adalah untuk mengevaluasi aspek ekstrakurikuler Candirejo Kabupaten Semarang,
context, input, process, dan product program dan komite SDN Candirejo Kabupaten Semarang.
kegiatan ekstrakurikuler dan memberi rekomendasi Objek dalam penelitian ini yakni 1) Program
kepada SDN Candirejo Kabupaten Semarang Kegiatan Ekstrakurikuler, 2) Evaluasi Program, dan
mengenai implementasi program kegiatan c) Model CIPP (context, input, process, product).
ekstrakurikuler setelah mendapatkan hasil evaluasi Evaluasi program dalam penelitian ini
konteks, input, proses dan produk program kegiatan dimaksudkan untuk mengevaluasi pelaksanaan
ekstrakurikuler di SDN Candirejo Kabupaten program kegiatan ekstrakurikuler dengan
Semarang. menggunakan model evaluasi CIPP (context, input,
process, product).
METODE PENELITIAN Penelitian evaluasi program kegiatan
Jenis penelitian ini yaitu penelitian evaluasi ekstrakurikuler di SDN Candirejo Kabupaten
dengan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini Semarang menggunakan teknik pengumpulan data
bertujuan untuk menganalisis atau mengevaluasi berupa wawancara, observasi, dan studi
pelaksanaan program ekstrakurikuler di SDN dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian
Candirejo. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik yang
ini adalah evaluasi model CIPP (context, input, digunakan untuk menguji keabsahan sumber yakni
proses, product). Adapun objek yang diteliti antara teknik triangulasi sumber. Pengujian dilakukan
lain aspek konteks meliputi kebutuhan program kepada kepala sekolah, penanggung jawab dan
ekstrakurikuler, tujuan ekstrakurikuler serta sasaran pelatih atau pendamping kegiatan ekstrakurikuler.
program ekstrakurikuler. Triangulasi teknik untuk uji validitas data. Dalam
Pada aspek input meliputi perencanaan penelitian ini triangulasi teknik dilakukan dengan
program ekstrakurikuler, pembiayan, sarana mengecek data kepada sumber yang sama dengan
prasarana dan sumberdaya manusia program teknik yang berbeda.
ekstrakurikuler. Aspek proses meliputi mekanisme
pelaksanaan program, pelaksanaan program HASIL DAN PEMBAHASAN
ekstrakurikuler, pengelolaan sarana dan prasarana, 1. Evaluasi Konteks Program
pengelolaan ketenagaan, dan pembiayaan program Ekstrakurikuler di SDN Candirejo
kegiatan ekstrakurikuler. Aspek produk meliputi Kabupaten Semarang
rapor peserta didik, prestasi peserta didik dan Berdasarkan wawancara dan studi
perkembangan potensi bakat minat peserta didik. dokumentasi diketahui bahwa latar belakang
Faktor pendukung dan penghambat program penyelenggaraan program ekstrakurikuler adalah
ekstrakurikuler di SDN Candirejo Kabupaten kesadaran atas kewajiban sekolah untuk
Semarang. melaksanakan pendidikan yang dapat
Penelitian ini dilaksanakan di SDN mengembangkan potensi sesuai dengan
Candirejo Kabupaten Semarang. Berdasarkan data karakteristik peserta didik. Sekolah memiliki tugas

61
Winny Rosa Damayanti, Yari Dwikurnaningsih
EVALUASI PROGRAM EKSTRAKURIKULER DI SDN CANDIREJO KABUPATEN SEMARANG
REFLEKSI EDUKATIKA : Jurnal Ilmiah Kependidikan, Volume 11, Nomor 1, Desember 2020, hlm. 59-69

untuk membekali pengetahuan dan keterampilan kerjasama dan cinta tanah air (Ismaya dan
bidang akademik dan non akademik pada peserta Romadlon, 2017; Ardianti, Wanabuliandari,
didik sehingga diperlukan adanya suatu program Kanzunnudin, 2019) . Hal tersebut sesuai dengan
untuk memfasilitasi, menggali dan tujuan ekstrakurikuler yang tertuang dalam
mengembangkan potensi, bakat dan minat peserta Panduan Teknis Kegiatan Ekstrakurikuler di SD
didik di sekolah yaitu melalui ekstrakurikuler. Hal (Kemendikbud, 2016) bahwa kegiatan
tersebut sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 ekstrakurikuler harus dapat mengembangkan
Tahun 2003 Pasal 12 ayat 1 (b) menyatakan bahwa potensi, bakat dan minat peserta didik dalam upaya
setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia
berhak untuk mendapatkan pelayanan pendidikan seutuhnya. Sejalan dengan penelitian yang
sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya. dilakukan oleh Riitta-Leena Metsäpelto and Lea
Penentuan jenis ekstrakurikuler yang Pulkkinen (2014) menunjukkan bahwa kegiatan
diselenggarakan di SDN Candirejo Kabupaten ekstrakurikuler dan kegiatan terorganisasi lainnya
Semarang didasarkan pada analisis kebutuhan dapat memberikan berbagai macam pengalaman
melalui observasi dan rapat antara kepala sekolah, dan interaksi yang lebih berkualitas antara peserta
tenaga pendidik dan kependidikan, serta komite didik, orang dewasa dan peserta didik di sekolah,
sekolah terhadap adanya potensi paling banyak yang dapat membangun sosioemosional yang baik.
pada peserta didik, pandangan masyarakat tentang Program ekstrakurikuler di SDN Candirejo
ketersediaan ekstrakurikuler di sekolah, Kabupaten Semarang berupaya untuk dapat melatih
ekstrakurikuler yang identik sering dipakai oleh mental dan memupuk percaya diri pada diri peserta
sekolah lain dan didasarkan pada kekuatan sarana didik. Hal ini selaras dengan fungsi ekstrakurikuler
prasarana dan dana sekolah. Sejalan dengan (Kemendikbud, 2016) bahwa ekstrakurikuler
penelitian yang dilakukan oleh Munastiwi (2018) memiliki fungsi pengembangan yaitu untuk
bahwa merencanakan kebutuhan ekstrakurikuler mendukung perkembangan personal peserta didik
dilakukan dengan cara menganalisis hasil melalui perluasan minat, pengembangan potensi,
observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. dan pemberian kesempatan untuk pembentukan
Fungsi analisis kebutuhan yaitu mengidentifikasi karakter dan pelatihan kepemimpinan.
kebutuhan, bakat minat anak, memetakan sarana Hal ini sejalan dengan Undang-undang
dan prasarana serta SDM pengajar. Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Tahapan ini sangat penting dilakukan untuk Nasional Pasal 3 adalah mengembangkan potensi
mengetahui daya dukung lembaga dalam peserta didik agar menjadi manusia yang beriman
melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler. Setelah dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
dilakukan analisis kebutuhan maka dapat diketahui berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
bahwa diperlukan program ekstrakurikuler yang mandiri, dan menjadi warga negara yang
dapat mengembangkan potensi di bidang kesenian demokratis serta bertanggung jawab.
dan olahraga seperti pencak silat, renang, tari, Sasaran program ekstrakurikuler adalah
drumband dan rebana. Hal ini sesuai dengan peserta didik. Sejalan dengan penelitian yang
Panduan Teknik Ekstrakurikuler di SD dilakukan oleh Natalie Fischer and Désirée Theis
(Kemendikbud, 2016) bahwa kebutuhan dan minat (2014) bahwa sasaran utama kegiatan
peserta didik dianalisis yang selanjutnya ekstrakurikuler adalah seluruh peserta didik.
dikembangkan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler Menurut Panduan Teknis Ekstrakurikuler di SD
yang bermanfaat positif bagi siswa. (Kemendikbud, 2016) bahwa sasaran program
Berdasarkan wawancara dengan penanggung ekstrakruikuler adalah peserta didik Sekolah Dasar
jawab salah satu program ekstrakurikuler bahwa (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan
tujuan program ekstrakurikuler di SDN Candirejo Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada penelitian
Kabupaten Semarang secara garis besar adalah ini sasaran program adalah peserta didik sekolah
memfasilitasi dan mengembangkan potensi, bakat dasar (SD).
dan minat peserta didik, dan memberikan bekal SDN Candirejo Kabupaten Semarang
berupa keterampilan yang dapat mengasah softskill mewajibkan bagi peserta didik kelas 1 sampai
peserta didik. Selain itu, program ekstrakurikuler dengan kelas 5 untuk mengikuti ekstrakurikuler
yang diselenggarakan dapat membentuk karakter wajib yaitu pramuka. Berkaitan dengan
positif yang kuat dalam diri peserta didik, seperti ekstrakurikuler wajib pramuka, Ismaya (2013)
religius, bertanggung jawab, mandiri, empati, menyebut bahwa Applicability of Curriculum

62
Winny Rosa Damayanti, Yari Dwikurnaningsih
EVALUASI PROGRAM EKSTRAKURIKULER DI SDN CANDIREJO KABUPATEN SEMARANG
REFLEKSI EDUKATIKA : Jurnal Ilmiah Kependidikan, Volume 11, Nomor 1, Desember 2020, hlm. 59-69

2013, the Boy Scouts as an extra-curricular Pelaksana program, 8) Pengorganisasian, dan 9)


mandates compulsory in schools, from elementary Anggaran (Kemendikbud, 2016).
school to high school, further strengthening the Pada bidang sumber daya manusia yang
role of the Scout Movement in an effort to prepare, dilibatkan adalah kepala sekolah, tenaga pendidik
establish and develop the character of the dan tenaga kependidikan (pustakawan dan penjaga
Indonesian people, especially the youth that was sekolah), serta pelatih dan komite sekolah. Kepala
born 2045 Golden Generation Indonesian whose sekolah sebagai penanggungjawab sekolah, guru
character, quality and has competitive edge in the sebagai penanggungjawab program, pendamping
local, national and global. Lebih lanjut Ismaya dan pembimbing ekstrakurikuler, pelatih sebagai
(2012) menemukan pramuka mampu membentuk pembimbing dan komite berperan sebagai
karakter anggota ambalan Jodhipati-Candrasari perencana dan pengawas. SDN Candirejo
sehingga memiliki mental baja dan menjadi pribadi Kabupaten Semarang menggunakan pelatih dari
yang santun, sukses dalam menjalani hidupnya, luar pada ekstrakurikuler drum band dan pencak
memiliki semangat persatuan dan kesatuan serta silat, serta pustakawan dan penjaga sekolah
jiwa sosial yang tinggi kepada sesama hidup, juga menjalankan fungsi pendampingan kegiatan
rasa handarbeni dan hangkrukebi terhadap ekstrakurikuler. Komite sekolah dilibatkan ketika
ambalan Jodhipati-Candrasari. menganalisis kebutuhan dan penentuan jenis
Ekstrakurikuler wajib tambahan yaitu ekstrakurikuler. Hal tersebut sebagian besar selaras
ekstrakurikuler drum band bagi peserta didik kelas dengan Pedoman Teknis Ekstrakurikuler di SD
4 dan 5, sedangkan kelas lain tidak diwajibkan bahwa sumber daya manusia yang dilibatkan telah
mengikuti ekstrakruikuler drum band. Kemudian sesuai panduan dan memiliki tanggungjawabnya
peserta didik dibebaskan memilih ekstrakurikuler masing-masing sesuai dengan fungsinya
pilihan yang tersedia antara lain pencak silat, (Kemendikbud, 2016).
renang, tari dan rebana sesuai dengan potensi, Dalam pemilihan penanggungjawab dan
bakat dan minat peserta didik. Apabila peserta pelatih didasarkan pada observasi kepala sekolah
didik memiliki potensi, bakat dan minat di bidang dan rapat antara kepala sekolah, tenaga pendidik
seni musik, SDN Candirejo Kabupaten Semarang dan kependidikan terhadap kompetensi tenaga
menyediakan ekstrakurikuler drum band dan pendidik, kependidikan dan pelatih. Sejalan dengan
rebana. Bagi peserta didik yang memiliki potensi, penelitian Nurcahyo (2013) bahwa sebagian besar
bakat dan minat di bidang seni tari, maka peserta yang memiliki badan organisasi, kepala sekolah
didik dapat memilih ekstrakurikuler tari. Bagi sebagai penanggung jawab terhadap seluruh
peserta didik yang memiliki potensi, bakat dan kegiatan ekstrakurikuler dan dengan bantuan wakil
minat di bidang olahraga, maka peserta didik dapat kepala serta guru pendamping. Pelatih diambil
memilih ekstrakurikuler pencak silat dan renang. secara kombinatif yaitu dari luar dan dalam sekolah
Ekstrakurikuler pilihan bebas dipilih oleh peserta karena dianggap melalui seleksi ini pelatih atau
didik tanpa batasan maksimal dalam mengikuti pengelola akan dapat lebih mengenal peserta didik
beberapa ekstrakurikuler selama masih ada kuota dan lebih yang berkompetensi dalam menjalankan
menerima peserta ekstrakurikuler tersebut. tugas dan kewajibannya
Dalam hal ini perlu ditingkatkan kembali
2. Evaluasi Input Program Ekstrakurikuler peran komite sekolah dalam membuat perencanaan
di SDN Candirejo Kabupaten Semarang dan pengawasan terhadap program ekstrakurikuler
Berdasarkan wawancara dan studi di SDN Candirejo Kabupaten Semarang agar
dokumentasi bahwa pada bidang perencanaan keberhasilan program ekstrakurikuler meningkat
program ekstrakurikuler SDN Candirejo Kabupaten melalui saran dan masukan dari komite sekolah.
Semarang meliputi jenis ekstrakurikuler, latar Pada bidang pembiayaan program berasal dari
belakang, tujuan, sasaran, jadwal kegiatan, BOS (Bantuan Operasional Sekolah) tanpa
rangkaian materi yang diajarkan, tempat kegiatan, memungut dana dari peserta didik kecuali ketika
sarana prasarana yang tersedia, dan anggaran. Hal pentas tari, drum band dan rebana karena
ini sudah sesuai dengan Panduan Teknis membutuhkan make up. Sehingga orang tua/wali
Ekstrakurikuler di SD bahwa penyusunan program murid berpartisipasi untuk mengusahakan make up
terdiri dari 1) Jenis kegiatan, 2) Waktu kegiatan, 3) dari diri sendiri. Honor pelatih juga berasal dari
Sasaran, 4) Rangkaian kegiatan, 5) Tempat BOS. Hal ini sesuai dengan Panduan Teknis
kegiatan, 6) Peralatan yang digunakan, 7) Ekstrakurikuler di SD (Kemendikbud, 2016) bahwa

63
Winny Rosa Damayanti, Yari Dwikurnaningsih
EVALUASI PROGRAM EKSTRAKURIKULER DI SDN CANDIREJO KABUPATEN SEMARANG
REFLEKSI EDUKATIKA : Jurnal Ilmiah Kependidikan, Volume 11, Nomor 1, Desember 2020, hlm. 59-69

dana diperoleh dari sumber-sumber yang sesuai Kemudian melakukan pendaftaran untuk mengikuti
dengan aturan perundang-undangan. kegiatan ekstrakurikuler dengan mengisi formulir.
Pada bidang sarana prasarana yang Sehingga peserta didik yang lebih dulu mendaftar
dibutuhkan untuk program ekstrakurikuler sudah melalui formulir kesediaan mengikuti
cukup, akan tetapi perlu dilengkapi untuk alat ekstrakurikuler yang dituju akan diterima selama
musik pianika karena peserta didik diminta untuk kuota peserta ekstrakurikuler tersebut belum penuh.
membawa pianika pribadi. Menurut Panduan Hal ini sejalan dengan sistem perekrutan pada
Teknis Ekstrakurikulerdi SD bahwa sarana penelitian Viningsih (2013) bahwa bahwa
prasarana disediakan oleh sekolah (Kemendikbud, mekanisme rekuritmen peserta ekstrakurikuler
2016). Sehingga SDN Candirejo Kabupaten dapat dilakukan dengan cara (1) penyampaian
Semarang perlu meningkatkan lagi sarana informasi secara tertulis tentang jenis kegiatan
prasarana yang belum terpenuhi. ekstrakurikuler yang disampaikan melalui
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber selebaran yang dibagikan kepada peserta didik, (2)
dana program ekstrakurikuler SDN Candirejo penyampaian informasi secara lisan, (3) melakukan
Kabupaten Semarang berasal dari BOS. Berbeda pendaftaran untuk mengikuti kegiatan
dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh ekstrakurikuler dengan mengisi formulir, (4)
Nurcahyo (2013) bahwa sumber dana melakukan seleksi/penempatan peserta menurut
ekstrakurikuler di SMA/MAN/Sederajat se- bidangnya, dimana terdapat pernyataan seleksi
Kabupaten Sleman berasal dari orang tua/wali dilakukan berdasarkan bahan pendaftaran melalui
murid. Dana atau keuangan digunakan untuk formulir , (5) kesesuaian bidang ekstrakurikuler
membayar pelatih dan pengelola, pengadaan yang diikuti dengan bakat dan minat.
sarana-prasarana olahraga, oprasional harian, biaya
mengikuti suatu kejuaraan atau event, dan 3.2 Pelaksanaan Program Ekstrakurikuler
membayar sewa gedung. Berdasarkan wawancara, observasi dan studi
dokumentasi bahwa pada bidang pelaksanaan
3. Evaluasi Proses Program Ekstrakurikuler program ekstrakurikuler SDN Candirejo Kabupaten
di SDN Candirejo Kabupaten Semarang Semarang bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler
3.1 Mekanisme Pelaksanaan Program didasarkan pada program kerja ekstrakurikuler
Berdasarkan wawancara dan studi yang berisi pengembangan materi dan jadwal
dokumentasi bahwa mekanisme program pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler. Materi
ekstrakurikuler di SDN Candirejo Kabupaten kegiatan ekstrakurikuler disusun oleh pelatih pada
Semarang yaitu melalui sosialisasi ekstrakurikuler saat awal semester atau 1 tahun dan disesuaikan
oleh kepala sekolah dan guru kelas kepada peserta dengan jadwal yang disepakati antara
didik dan orang tua/wali murid ketika penerimaan penanggungjawab dengan pelatih atau pendamping.
rapor peserta didik, pertemuan orang Jadwal ekstrakurikuler berdasarkan diskusi antara
tua/walimurid, grup paguyuban kelas dan ketika di penanggungjawab dengan pelatih. Ekstrakurikuler
kelas. Peserta didik yang ingin mengikuti dilaksanakan diluar jam pelajaran dengan durasi 2
ekstrakurikuler tertentu harus mengisi formulir jam pelajaran.
kesediaan mengikuti ekstrakurikuler. SDN Hal ini sejalan dengan Panduan Teknis
Candirejo Kabupaten Semarang mewajibkan Ekstrakurikuler di SD bahwa penjadwalan waktu
peserta didik kelas 1 sampai dengan kelas 5 untuk kegiatan ekstrakurikuler sudah dirancang pada awal
mengikuti ekstrakurikuler pramuka, dan tahun atau semester dan diatur sedemikian rupa
ekstrakurikuler drum band untuk kelas 4 dan kelas sehingga tidak menghambat pelaksanaan kegiatan
5 berdasarkan kebijakan dari sekolah. kurikuler atau menyebabkan gangguan bagi peserta
Perekrutan peserta ekstrakurikuler di SDN didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
Candirejo Kabupaten Semarang tidak dilakukan Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan di luar jam
sistem seleksi penerimaan peserta ekstrakurikuler, pelajaran kurikuler yang terencana, dan dapat
baik itu secara wawancara, kuesioner atau tes. dilakukan setiap hari atau waktu tertentu
Perekrutan peserta ekstrakurikuler di SDN (Kemendikbud, 2016).
Candirejo Kabupaten Semarang dilakukan dengan Penelitian Hanafi (2020) bahwa menyebut
cara penyampaian informasi secara lisan oleh bahwa pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler
kepala sekolah, penanggungjawab dan guru kelas broadcasting di SMKN 4 Kota Malang meliputi
kepada peserta didik dan orang tua/wali murid. waktu pelaksanaan, pihak yang berperan dalam

64
Winny Rosa Damayanti, Yari Dwikurnaningsih
EVALUASI PROGRAM EKSTRAKURIKULER DI SDN CANDIREJO KABUPATEN SEMARANG
REFLEKSI EDUKATIKA : Jurnal Ilmiah Kependidikan, Volume 11, Nomor 1, Desember 2020, hlm. 59-69

pembuatan program kerja, pelaksanaan pembuatan 3.4 Pengelolaan Ketenagaan


program kerja, dan juga pelaksanaan kegiatan Berdasarkan wawancara dan studi
ekstrakurikuler broadcasting. dokumentasi bahwa pada bidang ketenagaan yang
3.3 Pengelolaan Sarana Prasarana terlibat dalam program ekstrakurikuler antara lain
Berdasarkan observasi yang dilakukan kepala sekolah sebagai penanggung jawab
peneliti bahwa sarana prasarana yang dikelola keseluruhan di sekolah, 1 guru penanggungjawab
sesuai dengan Panduan Teknis Ekstrakurikuler di ekstrakurikuler, dan 1 pelatih dan pendamping.
SD. Alat-alat yang dimiliki SDN Candirejo Kepala sekolah ikut berpartisipasi dan mengontrol
Kabupaten Semarang antara lain, ekstrakurikuler program ekstrakurikuler. Kepala sekolah juga
pramuka: tongkat, bendera, kompas, tali, semapur, mengeluarkan kebijakan jika ada hal yang perlu
peta buta Jawa Tengah, tanda dan identitas seragam dilakukan oleh sekolah untuk meningkatkan mutu
pramuka dan peluit; ekstrakurikuler drum band: program.
snare bass, bass drum, kuarto tom-tom, ballyra, Kepala sekolah membimbing
cymbal, stik drum, tongkat dan bendera mayoret, penanggungjawab dan guru pendamping
dan seragam; ektrakurikuler rebana: rebana biang, ekstrakurikuler dari perencanaan, pelaksanaan,
hadroh, ketimpring, dor, dan kasidah hingga memberi masukan berdasarkan produk yang
Berdasarkan observasi, fasilitas yang belum dihasilkan dari sebuah program. Penanggung jawab
tersedia adalah alat musik pianika. Untuk dan guru pendamping atau pelatih saling
mengatasi hal tersebut, peserta didik yang bertugas berkoordinasi agar program ekstrakurikuler dapat
memainkan alat musik pianika diminta untuk terlaksana dengan lancar. Ekstrakurikuler yang
membawa pianika pribadi peserta didik dari rumah dibimbing oleh pelatih dari luar karena
ketika ekstrakurikuler drum band. membutuhkan pelatih yang berkompeten di
Pelaksanaan ekstrakurikuler dilaksanakan di bidangnya adalah ekstrakurikuler drum band dan
halaman SDN Candirejo Kabupaten Semarang. pencak silat. Masing-masing peanggungjawab dan
Apabila peserta yang mengikuti kegiatan pelatih sudah melaksanakan tugasnya sesuai
ekstrakurikuler terlalu banyak dan halaman sekolah dengan fungsi-fungsinya.
tidak mencukupi untuk latihan, maka kegiatan Hal tersebut sudah sesuai dengan Panduan
dialihkan ke balai desa Candirejo. SDN Candirejo Teknis Ekstrakuirkuler (Kemendikbud, 2016) di
Kabupaten Semarang belum memiliki ruang lab SD bahwa a. Kepala Sekolah : (1) Bertanggung
yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan jawab secara formal operasional dalam keseluruhan
ekstrakuriler di dalam ruangan. program melalui kegiatan ekstrakurikuler, (2)
Solusi yang diambil oleh SDN Candirejo Menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan
Kabupaten Semarang ketika situasi dan kondisi kegiatan ekstrakurikuler, (3) Memberikan arahan
tidak memungkinkan untuk dilaksanakan kegiatan kepada, pembimbing ekstrakurikuler, dan
ekstrakurikuler di halaman maupun di balai desa stakeholder sekolah yang lain terkait dengan
Candirejo, maka unutk kegiatan ekstrakurikuler kegiatan ekstrakurikuler, (4) Memantau
tari, pencak silat dan rebana dilaksanakan di dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, (5)
kelas. Tempat pelaksanaan ekstrakurikuler renang Memantau pelaksanaan pembimbingan kegiatan
dilaksanakan di tempat lain karena tidak memiliki ekstrakurikuler, (6) Melaporkan dan
kolam renang sendiri. Tempat penyimpanan alat- mempertanggungjawabkan program kegiatan
alat berada di lemari dan gudang. ekstrakurikuler kepada stakeholder; b. Pembimbing
Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa Kegiatan Ektrakurikuler: (1) Menyusun program
solusi yang diambil SDN Candirejo Kabupaten kegiatan ekstrakurikuler yang dibina, (2)
Semarang untuk mengatasi keterbatasan sarana Melaksanakan program kegiatan ekstrakurikuler
prasarana sesuai dengan Panduan Teknik yang dibina, (3) Melakukan evaluasi program
Ekstrakurikuler di SD yaitu tempat kegiatan: kegiatan ekstrakurikuler yang dibina, (4)
sekolah/madrasah sendiri, dan atau Memantau kemajuan yang dicapai oleh peserta
sekolah/madrasah yang menyelenggarakan didik yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang
kegiatan yang sama, dan atau tempat lain; Peralatan dibimbingnya, (5) Bekerja sama dengan orang tua
yang digunakan disesuaikan dengan jenis kegiatan peserta didik dalam berbagai kegiatan
(Kemendikbud, 2016). ekstrakurikuler; c. Pengawas Sekolah: (1)
Memantau dan melakukan pengawasan terhadap
program kegiatan ekstrakurikuler di lingkungan

65
Winny Rosa Damayanti, Yari Dwikurnaningsih
EVALUASI PROGRAM EKSTRAKURIKULER DI SDN CANDIREJO KABUPATEN SEMARANG
REFLEKSI EDUKATIKA : Jurnal Ilmiah Kependidikan, Volume 11, Nomor 1, Desember 2020, hlm. 59-69

sekolah binaannya, (2) Melakukan pembinaan 4. Evaluasi Produk Ekstrakurikuler


terhadap kepala sekolah sekolah dan guru di Produk program ekstrakurikuler dapat dilihat
lingkungan sekolah binaannya, terkait dengan dari laporan hasil belajar peserta didik atau rapor
pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, (3) pada muatan pelajaran SBdP, PJOK dan nilai
Mempertanggungjawabkan kegiatan pemantauan, pengembangan diri pada aspek ekstrakurikuler.
pengawasan, dan pembinaan dalam kegiatan Terdapat peningkatan nilai keterampilan muatan
ekstrakurikuler di lingkungan sekolah binaannya pelajaran SBdP dan PJOK pada rapor peserta didik.
kepada kepala UPTD dan dinas pendidikan Peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler yang
kabupaten/kota; d. Komite Sekolah/Orangtua berkaitan dengan materi yang ada pada muatan
Siswa: (1) Mengawal proses perencanaan, pelajaran SBdP dan PJOK lebih menguasai karena
pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan ekstrakurikuler sudah terlatih ketika kegiatan ekstrakurikuler.
yang dilakukan oleh kepala sekolah, wakil kepala Adanya peningkatan keterampilan non
sekolah, dan guru pembina ekstrakurikuler, (2) akademik dan perkembangan softskill peserta didik
Menjembatani aspirasi orangtua dan masyarakat yang dapat dilihat pada dokumen laporan hasil
terkait kegiatan ekstrakurikuler. belajar peserta didik aspek penilaian
Sejalan dengan penelitian Viningsih (2013) pengembangan diri peserta didik. Perkembangan
mengenai kompetensi pembimbing atau pelatih sikap peserta didik dapat dilihat di laporan hasil
dalam melatih ekstrakurikuler bahwa persepsi belajar peserta didik pada aspek Kompetensi Inti 1
peserta didik terhadap pelaksanaan dinilai dari dan Kompetensi Inti 2. Peserta didik memiliki
aspek: (1) Ketersediaan guru pembimbing/pelatih kepercayaan diri ketika menampilkan pertunjukkan
untuk kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan yang di depan umum, yaitu tampil di acara atau
dibutuhkan dengan skor 62% (baik); (2) Mengatasi perlombaan. Selain itu perkembangan perilaku
jumlah guru pembimbing yang kurang sesuai positif yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-
dengan yang dibutuhkan diusahakan dengan hari. Dengan mengikuti ekstrakurikuler diharapkan
menugaskan guru lain untuk membimbing peserta didik mendapatkan bekal untuk masa depan
meskipun kurang sesuai dengan kemampuannya peserta didik. Pada tahun 2020, SDN Candirejo
dengan skor 76% (baik); dan (3) Kemampuan guru Kabupaten Semarang berhasil meraih Juara I lomba
pembimbing untuk membimbing dinyatakan pencak silat putri POPDA Kabupaten Semarang
mampu dengan skor 42% (cukup baik). dan juara I lomba pencak silat putra POPDA
Berdasarkan paparan tersebut dapat diketahui Kabupaten Semarang, Juara Harapan III Pesta
bahwa pengelolaan ketenagaan sesuai dengan Siaga Putra.
Panduan Teknis Kegiatan Ekstrakurikuler di SD Sejalan dengan penelitian Annu dan Sunita
dimana pihak yang terlibat menjalankan tanggung (2014) bahwa ekstrkurikuler memiliki efek positif
jawabnya. Keterlibatan komite SDN Candirejo pada kehidupan peserta didik dengan memperbaiki
Kabupaten Semarang perlu ditingkatkan dalam perilaku, prestasi sekolah, penyelesaian sekolah,
proses monitoring pelaksanaan program aspek positif untuk membuat orang dewasa sukses,
esktrakurikuler di SDN Candirejo Kabupaten dan aspek sosial. Penelitian lain Elklisly (2017)
Semarang. menyebut bahwa manfaat ekstrakurikuler yang
3.5 Pengelolaan Pembiayaan diperoleh peserta didik adalah keterampilan
Pada bidang pengelolaan pembiayaan, SDN profesional, kepemimpinan, manajemen waktu,
Candirejo mengalokasikan dana BOS untuk fleksibilitas, dan keterampilan lainnya.
pembelajaran dan ekstrakurikuler. SDN Candirejo Dampak untuk SDN Candirejo Kabupaten
Kabupaten Semarang tidak memungut biaya dari Semarang dari penyelenggaraan program
orang tua/wali murid, komite, maupun pihak lain. ekstrakurikuler adalah untuk peserta SDN
Sekolah mengelola sebaik mungkin dana yang Candirejo Kabupaten Semarang menerima
dialokasikan untuk ekstrakurikuler. Berdasarkan permintaan untuk menampilkan di berbagai acara,
studi dokumentasi dapat diketahui bahwa misalnya wisuda dan perpisahan pondok pesantren
pengelolaan dana untuk program ekstrakurikuler dan acara di kecamatan atau kelurahan. Selain itu
sesuai dengan Panduan Teknis Ekstrakurikuler di dapat menjadi media promosi. Setiap penerimaan
SD bahwa anggaran diperlukan untuk kegiatan peserta didik baru, SDN Candirejo Kabupaten
yang disusun (Kemendikbud, 2016) dan dana Semarang mendapatkan jumlah peserta didik
diperoleh dari sumber-sumber yang sesuai dengan dengan rata-rata 35 peserta didik.
aturan perundang-undangan (Kemendikbud, 2016).

66
Winny Rosa Damayanti, Yari Dwikurnaningsih
EVALUASI PROGRAM EKSTRAKURIKULER DI SDN CANDIREJO KABUPATEN SEMARANG
REFLEKSI EDUKATIKA : Jurnal Ilmiah Kependidikan, Volume 11, Nomor 1, Desember 2020, hlm. 59-69

5. Faktor Pendukung dan Penghambat Kabupaten Semarang hanya perlu memenuhi


Ekstrakurikuler sarana prasarana yang kurang. Perlu
Faktor pendukung program ekstrakurikuler meningkatkan fungsi pengawasan dan
SDN Candirejo Kabupaten Semarang antara lain pendampingan komite sekolah terhadap
kerjasama, komitmen untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan program ekstrakurikuler
peserta didik. Transaparansi atau keterbukaan antar Keempat bidang yaitu perencanaan, sumber
anggota, SDM yang berkompeten, Potensi Sumber daya manusia yang terlibat, pembiayaan dan
Daya Manusia atau SDM. Faktor-faktor tersebut sarana prasarana secara garis besar sudah
sangat diberdayakan untuk meningkatkan kualitas memadai.
program ekstrakurikuler sehingga SDN Candirejo 3. Proses Program Ekstrakurikuler
Kabupaten Semarang dapat mencapai target. Pelaksanaan program ekstrakurikuler meliputi
Sedangkan faktor penghambat program mekanisme program, pelaksananaan program,
ekstrakurikuler SDN Candirejo Kabupaten pengelolaan sarana prasarana, ketenagaan dan
Semarang adalah lain kurangnya mitra yang pembiayaan telah diselenggarakan sesuai
terjalin dengan SDN Candirejo Kabupaten dengan perencanaan program yang disusun
Semarang, belum terdapat ruang khusus yang mengacu pada Panduan Teknis
ekstrakurikuler dan penyimpanan sarana Ekstrakurikuler di SD.
ekstrakurikuler. Perlu adanya perluasan mitra agar 4. Produk Program Ekstrakurikuler
program ekstrakurikuler dapat berjalan dengan Produk program esktrakurikuler adalah (1)
sukses dan dapat menjadi media promosi yang meningkatnya nilai keterampilan dan
efektif bagi SDN Candirejo Kabupaten Semarang. keterampilan pengembangan peserta didik
yang dituangkan dalam laporan hasil belajar
SIMPULAN peserta didik SDN Candirejo Kabupaten
1. Konteks Program Ekstrakurikuler Semarang, (2) meningkatnya kepibadian yang
Evaluasi aspek konteks program positif yang dituangkan dalam rapor peserta
ekstrakurikuler di SDN Candirejo Kabupaten didik untuk penilaian KI 2, (3) SDN
Semarang sesuai dengan Panduan Teknis Candirejo berhasil meraih kejuaraan di
Ekstrakurikuler di SD dan teori. Latar perlombaan pencak silat dan pramuka pada
belakang program esktrakurikuler SDN tahun 2020. Dampak muncul dengan adanya
Candirejo Kabupaten Semarang yaitu programekstrakurikuler adalaha (1) Sering
kesadaran atas kewajiban sekolah untuk mendapatkan permintaan untuk menampilkan
melaksanakan pendidikan yang dapat di beberapa acara seperti perpisahan pondok
mengembangkan potensi sesuai dengan pesantren, kecamatan dan kelurahan setempat,
karakteristik peserta didik. Sekolah memiliki (2) Menerima rata-rata 35 peserta didik baru
tugas untuk membekali pengetahuan dan setiap tahunnya karena ekstrakurikuler
keterampilan bidang akademik dan non menjadi media promosi SDN Candirejo
akademik pada peserta didik sehingga Kabupaten Semarang.
diperlukan adanya suatu program untuk 5. Faktor Pendukung dan Pengambat
memfasilitasi, menggali dan mengembangkan Faktor pendukung penyelenggaraan program
potensi, bakat dan minat peserta didik di ekstrakruikuler di SDN Candirejo Kabupaten
sekolah yaitu melalui [Link] Semarang adalah (1) Kerjasama yang terjalin
program ekstrakurikulerSDN Candirejo antar anggota, (2) Memiliki komitmen untuk
Kabupaten Semarang bahwa untuk meningkatkan kualitas peserta didik baik
memfasilitasi dan mengembangkan potensi bidang akademik dan non akademik, (3)
peserta didik sehingga dapat dilihat kualitas Transaparansi atau keterbukaan antar anggota,
bukan hanya dari akademik tetapi juga bidang (4) SDM yang berkompeten, (5) Potensi
non akademik. Sasaran program Sumber Daya Manusia atau SDM (tenaga
ekstrakurikuler adalah peserta didik. pendidik dan tenaga kependidikan, peserta
2. Input Program Ekstrakurikuler didik, komite sekolah dan orang tua/wali
Program ekstrakurikuler di SDN Candirejo murid) sarana prasarana dan anggaran yang
Kabupaten Semarang dari aspek input sudah memadai sehingga dapat menunjang
sesuai dengan Pedoman Teknis pelaksanaan program ekstrakurikuler di SDN
Ekstrakurikuler di SD. SDN Candirejo Candirejo Kabupaten Semarang.

67
Winny Rosa Damayanti, Yari Dwikurnaningsih
EVALUASI PROGRAM EKSTRAKURIKULER DI SDN CANDIREJO KABUPATEN SEMARANG
REFLEKSI EDUKATIKA : Jurnal Ilmiah Kependidikan, Volume 11, Nomor 1, Desember 2020, hlm. 59-69

Sedangkan faktor penghambat Baharuddin, Afid. 2014. Pengelolaan


penyelenggaraan program ekstrakurikuler di Ekstrakurikuler Peserta didik. Jurnal
SDN Candirejo Kabupaten Semarang adalah Manajemen Pendidikan.
(1) Kurangnya mitra yang terjalin dengan
SDN Candirejo Kabupaten Semarang, dengan Fischer, Natalie and Theis, Désirée. 2014. Quality
kata lain mitra yang terbatas, (2) Belum Of Extracurricular Activities –Considering
terdapat ruang khusus untuk ekstrakurikuler Developmental Changes In The Impact On
dan penyimpanan sarana ekstrakurikuler. School Attachment And Achievement.
Journal for Educational Research.
REKOMENDASI
Berdasarkan simpulan tersebut, beberapa hal yang Hanafi, Ahmat., et al. 2020. Manajemen Kegiatan
dapat dijadikan sebagai rekomendasi adalah: Ekstrakurikuler Broadcasting Dalam
1. Penelitian evaluasi model CIPP ini, Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik.
dimana mengevaluasi konteks, input, Jurnal Administrasi dan Manajemen
proses dan produk, dapat dijadikan sebagai Pendidikan.
referensi dalam mengevaluasi program
ekstrakurikuler. Ismaya, Erik Aditia. 2012. Mencetak Generasi
2. Pihak sekolah perlu meningkatkan Emas Yang Bermental dan Berkepribadian
kemitraan dengan pihak lain untuk Baik Melalui Pendidikan Kepramukaan di
meningkatkan kualitas dari program yang Ambalan Jodhipati-Candrasari. Prosiding
diselenggarakan dan memperluas jaringan Seminar Nasional “Merajut Generasi Emas
sebagai media promosi sekolah. Indonesia”, Sabtu 15 September 2012 di
3. Perlu dibuatkan ruang khusus untuk Universitas Muria Kudus. Kudus: Badan
tempat penyimpanan sarana Penerbit Universitas Muria Kudus.
ekstrakurikuler.
4. Keikutsertaan komite sekolah harus lebih Ismaya, Erik Aditia. 2013. Gerakan Pramuka
aktif untuk memonitoring dan Sebagai Center of Youth Leadership
mengevaluasi program yang dilaksanakan. Training dalam Upaya Menyongsong
Generasi Emas Indonesia 2045. Prosiding
DAFTAR PUSTAKA Konferensi Nasional Pendidikan Anak Usia
Dini dan Pendidikan Dasar Tahun 2013.
Alfiana, Rizky., Djariyo, dan Artharina, Filia Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Prima. 2017. Analisis Kegiatan
Ekstrakurikuler Membatik Terhadap Ismaya, Erik Aditia dan Romadlon, Farid Noor
Kemampuan Membatik Seni Rupa Siswa 2017. Strategi Membentuk Karakter
Sekolah Dasar Di Desa Mantingan, Semangat Kebangsaan Anggota Ambalan
Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati. Kyai Mojo Dan Nyi Ageng Serang.
REFLEKSI EDUKATIKA : Jurnal Ilmiah REFLEKSI EDUKATIKA : Jurnal Ilmiah
Kependidikan, 8 (1): 43-47. Kependidikan, 7 (2): 140-144.

Ardianti, Sekar Dwi., Wanabuliandari, Savitri., dan Kemendikbud. 2016. Panduan Teknis Kegiatan
Kanzunnudin, Mohammad. Implementasi Ekstrakurikuler Sekolah Dasar.
Pembelajaran Berbasis Ethno-Edutainment
Untuk Meningkatkan Karakter Cinta Tanah Latifah, R., N., et al. 2017. Manajemen Kegiatan
Air Siswa Sekolah Dasar. REFLEKSI Ekstrakurikuler Bahasa Inggris di SMK
EDUKATIKA : Jurnal Ilmiah Kependidikan, Negeri 7 Semarang. Educational
9 (2): 204-209. Management.

Arikunto, S., dan Jabar, C., S., A. 2014. Evaluasi Munastiwi, Erni. 2018. Manajemen Ekstrakurikuler
Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Jurnal
Manageria: Jurnal Manajemen Pendidikan
Islam.

68
Winny Rosa Damayanti, Yari Dwikurnaningsih
EVALUASI PROGRAM EKSTRAKURIKULER DI SDN CANDIREJO KABUPATEN SEMARANG
REFLEKSI EDUKATIKA : Jurnal Ilmiah Kependidikan, Volume 11, Nomor 1, Desember 2020, hlm. 59-69

Niyra Tawfik Elklisly. 2017. The Impact of Singh Annu and Mishra Sunita. 2015.
Extracurricular Activities in Egyptian Extracurricular Activities And Student’s
Colleges on the Job Market. URJe – The Performance In Secondary School Of
Undergraduate Research Journal Government And Private Schools.
International Journal of Sociology and
Nurcahyo, Fathan. 2013. Pengelolaan Dan Anthropology Research, 1 (1)
Pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler
Olahraga Di SMA/MAN/Sederajat Se- Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan.
Kabupaten Sleman. Jurnal Pendidikan Bandung: ALFABETA.
Jasmani Indonesia, 9 (2).
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian &
Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 Tentang Pengembangan: Research and
Kegiatan Ekstrakurikuler. Development. Bandung: Alfabeta.

Ramdhoni, Siti. 2019. Evaluasi Kegiatan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang
Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Standar Pendidikan Nasional.
Meningkatkan Karakter Siswa. Edulead:
Journal of Education Management. Viningsih, S.R. 2013. Pelaksanaan Program
Pengembangan Diri siswa di SMAN I
Riitta-Leena Metsäpelto and Lea Pulkkinen. 2014. Timpeh Kec. Timpeh Kabupaten
The benefits of extracurricular activities for Dharmasraya. Bahana Manajemen
socioemotional behavior and school Pendidikan.
achievement in middle childhood: An
overview of the research. Journal für Wirawan. 2012. Evaluasi:Teori, Model, Standar,
Bildungsforschung Online, 6 (3). Aplikasi, dan [Link]: PT Raja
Grafindo Persada.

69

You might also like