P-ISSN: XXXX-
XXXX
MDP STUDENT CONFERENCE (MSC) 2022
E-ISSN: XXXX-
XXXX
Model Delone and McLean dalam Aplikasi Absensi Super Hana di PT
Telkom Palembang
Penulis1*), Penulis2, & Penulis3
1
Jurusan, Fakultas, Institusi, Jurusan, Fakultas, Institusi, 3Jurusan, Fakultas, Institusi
2
1
author@[Link], 2author@[Link], 3author@[Link]
Kata Kunci: Abstract: Information technology is developing very rapidly in
Super Hana, Teknologi Informasi,
this day and age. This development can be seen from the
Metode DeLone and McLean implementation of people's daily activities which always involve
technology in every movement in their lives. As in the application
of web-based attendance which greatly utilizes technology in the
use of the system. Of course, the online attendance application is
very effective in its application. Manual attendance which is
considered ineffective because it is not paperless and also there is
still an element of cheating in doing attendance is the reason why
online attendance is starting to be used. PT Telkom Palembang
has used online attendance with the Super Hana application. The
DeLone and McLean method is used as a model to measure the
effectiveness of attendance with the Super Hana application. This
method has 6 evaluation variables, namely information quality,
system quality, service quality, use, user satisfaction and net
benefits. With this model, it is hoped that in the future it can be
used as an evaluation material for improvement. (10 pts).
Abstrak: Teknologi informasi mengalami perkembangan yang
sangat pesat di zaman sekarang. Perkembangan tersebut dapat
dilihat dari implementasi kegiatan sehari-hari masyarakat yang
selalu melibatkan teknologi dalam setiap pergerakan di hidupnya.
Seperti pada penerapan absensi berbasis web yang sangat
memanfaatkan teknologi dalam penggunaan sistemnya. Tentunya,
aplikasi absensi online sangat efektif dalam penerapannya.
Absensi manual yang dianggap tidak efektif karena tidak
paperless dan juga masih ada unsur kecurangan dalam melakukan
absensi menjadi alasan kenapa absensi online mulai
dipergunakan. PT Telkom Palembang telah menggunakan absensi
online dengan aplikasi Super Hana. Metode DeLone and McLean
digunakan sebagai model mengukur keefektifan absensi dengan
Aplikasi Super Hana. Metode ini mempunyai 6 variabel evaluasi
yaitu information quality, system quality, service quality, use,
Universitas Multi Data Palembang | 1
P-ISSN: XXXX-
XXXX
MDP STUDENT CONFERENCE (MSC) 2022
E-ISSN: XXXX-
XXXX
user satisfaction dan net benefit. Dengan model ini diharapkan
kedepannya dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan. (10
pts).
Nama Belakang Penuls. (2022).Judul Naskah. MDP Student Conference 2022
PENDAHULUAN (11 PTS)
Kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat di zaman sekarang ini membuat masyrakat Indonesia
tak bisa terlepaskan dari teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, hamper seluruh kegiatan sehari-hari
masyarakat tak bisa dipisahkan dengan teknologi. Sutabri (2012) dalam bukunya yaitu Analisis Sistem
Informasi mendefinisikan sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian yang mendukung fungsi organisasi yang bersifat
manajerial dalam kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan laporan-laporan yang
diperlukan kepada pihak luar tertentu. Dari teori tersebut dapat disimpulkan bahwa system informasi
memiliki keterkaitansatu sama lain yang disusun sedemikian rupa untuk menghasilkan suatu informasi yang
dibutuhkan dalam pengambilan keputusan. Perkembangan teknologi tersebut dapat dilihat dari implementasi
kegiatan sehari-hari masyarakat yang selalu melibatkan teknologi dalam setiap pergerakan di hidupnya.
Seperti pada penerapan absensi berbasis web yang sangat memanfaatkan teknologi dalam penggunaan
sistemnya. Tentunya, aplikasi absensi online sangat efektif dalam penerapannya. Absensi manual yang
dianggap tidak efektif karena tidak paperless dan juga masih ada unsur kecurangan dalam melakukan
absensi menjadi alasan kenapa absensi online mulai dipergunakan. PT Telkom Palembang telah
menggunakan absensi online dengan aplikasi Super Hana.
Aplikasi Super HANA sendiri merupakan aplikasi mobile yang digunakan untuk absensi online dan
menginput status Kesehatan dari rumah ataupun kantor. SUPER HANA memiliki fitur unggulan, seperti
memberikan kemudahan dalam melakkukan absensi di mana saja dan kapan saja dengan mencatat lokasi
absensi, mencatat laporan kondisi karyawan baik sehat, kurang sehat, maupun sakit; mencapat lokasi real
time karyawan saat melakukan absensi; serta support Android dan IOS.
Absensi dengan menggunakan aplikasi Super Hana dianggap efektif di PT Telkom Palembang.
Metode DeLone and McLean digunakan sebagai model mengukur keefektifan absensi dengan Aplikasi
Super Hana. Model DeLone dan McLean adalah sebuah model yang digunakan untuk mengukur kesuksesan
dari sistem informasi, model ini dikenal sebagai model yang sederhana tetapi dianggap cukup valid oleh para
peneliti. Model DeLone dan McLean (1992) tercipta berdasarkan kajian teoritis dan empiris mengenai
system informasi yang tercipta oleh para peneliti pada sekitar tahun 1970-an dan 1980-an. Metode ini
2 | [Judul Artikel]
Article Title 3
mempunyai 6 variabel evaluasi yaitu information quality, system quality, service quality, use, user
satisfaction dan net benefit.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat keefektifan absensi menggunakan aplikasi Super Hana di PT
Telkom Palembang dengan menggunakan metode DeLone dan McLean. Dengan harapan hasil dari
penelitian ini dapat menjadi acuan perbaikan di masa mendatang.
METODE (11 PTS)
Beberapa model untuk mengukur tingkat kesuksesan sistem informasi telah dikembangkan oleh
banyak peneliti. Dari beberapa model kesuksesan sistem informasi, yang mendapat perhatian lebih dari para
peneliti adalah model DeLone and McLean, yang selanjutnya disempurnakan menjadi Delone and Mclean
Models yang menyebutkan bahwa information quality, system quality dan service quality akan berpengaruh
positif pada use dan user satisfaction dan selanjutya akan berpengaruh positif pada net benefit atau hasil
akhir, penelitian tersebut didukung pada penelitian yang dilakukan oleh [Link] yang menguji secara empiris
model DeLone dan McLean tersebut, hasilnya membuktikan bahwa kesuksesan sistem informasi dipengaruhi
oleh kualitas sistem informasi dan kualitas informasi yang dihasilkan dari sistem yang bersangkutan.
Model ini dirasa cocok dan dapat digunakan sebab model DeLone and McLean tersebut juga sudah
banyak digunakan sebelumnya oleh peneliti di Indonesia untuk mengukur kesuksesan system.
Selain itu juga penulis melakukan studi literatur untuk mendukung data yang ada sehingga
didapatkan kesimpulan sesuai dengan literatur yang ada.
HASIL DAN PEMBAHASAN (11 PTS)
Dalam metode DeLone and McLean digunakan indicator yang telah dibuktikan dengan penelitian-
penelitian terdahulu dan dapat berpengaruh pada variable yang digunakan disini:
a. Kualitas Informasi (Information Quality)
Kualitas ini mengukur kualitas dari system informasi. Kualitas informasi yang dimaksud disini
adalah kualitas informasi yang diukur secara subyektif oleh pemakai yang selanjutnya disebut
sebagai kualitas informasi persepsi (perceived information quality). [Link] (2005) menggunakan
enam skala pengukuran sebagai berikut: kelengkapan (completeness), ketepatan (precision),
keandalan (reliability), data selalu diperbaharui (currency), dan bentuk dari keluaran (format of
output).
b. Kualitas Sistem (System Quality)
Kualitas sistem digunakan untuk mengukur kualitas informasi sistem itu sendiri, baik software
maupun hardware. Kualitas sistem adalah performa dari sistem yang merujuk pada seberapa baik
kemampuan perangkat keras, perangkat lunak, kebijakan, prosedur dari sistem informasi dapat
menyediakan informasi kebutuhan pengguna.
Kualitas sistem diukur secara subyektif oleh pemakai, sehingga kualitas sistem yang digunakan
adalah kualitas sistem persepsian (perceived system quality). Indikator yang digunakan mereplikasi
dari penelitian [Link] (2005) terdiri atas 6 skala pengukuran yakni: fleksibilitas sistem (system
flexibility), integrasi sistem (system integration), waktu respon (time to respon), perbaikan kesalahan
(error recovery), kenyamanan akses (convinience of access), dan bahasa (language).
c. Kualitas Layanan (Service Quality)
Kualitas layanan sebagai sebuah perbandingan dari harapan pelanggan dengan persepsi dari layanan
nyata yang mereka terima. Menurut DeLone and McLean (2003) ada tiga komponen yang
mempengaruhi dari kualitas layanan (service quality) yaitu jaminan (assurance) yaitu jaminan
kualitas yang diberikan sistem, empati (system empathy) yaitu kepedulian sistem terhadap pengguna,
system responsiveness yaitu kualitas respon sistem terhadap aksi yang dilakukan oleh pengguna
d. Penggunaan (Use)
Dalam penggunaan dilakukan pembedaan penggunaan (use) ke dalam penggunaan keluaran
(information use) dan penggunaan sistem (system use) yang berarti penggunaan informasi dan
penggunaan dari sistem informasi itu sendiri. Dari pembedaan itu perlu mendapat perhatian, bahwa
dalam konteks penggunaan sistem informasi Pemerintah Kota Pekalongan, penggunaan dimaksud
adalah penggunaan aplikasi atau sistem informasi biling sistem itu sendiri (system use). Mereplikasi
item yang digunakan pada penelitian [Link] (2005), artikel ini menggunakan dua item yaitu
JKPM (Jurnal Kajian Pendidikan Matematika) Vol. X, No. X (Year)
DOI: ……………………………………………..
P-ISSN: XXXX-
XXXX
MDP STUDENT CONFERENCE (MSC) 2022
E-ISSN: XXXX-
XXXX
penggunaan waktu harian (daily used time) dan frekuensi penggunaan (frequency of use) yang
dimaksud frekuensi penggunaan adalah frekuensi penggunaan sistem selama bekerja.
e. Kepuasan Pengguna (User Satisfaction)
Kepusasan pemakai sistem (user satisfaction) merupakan respon dan umpan balik yang dimunculkan
pengguna setelah memakai sistem informasi. Sikap pengguna terhadap sistem informasi merupakan
kriteria subjektif mengenai seberapa suka pengguna terhadap sistem yang digunakan. Mengadopsi
dari DeLone and McLean (2003) artikel ini menggunakan dua item yaitu:
1) Kepuasan Informasi (Repeat Purchase)
Perbedaan antara informasi yang dibutuhkan serta informasi yang diterima. “Secara umum
kepuasan informasi sebagai hasil perbandingan pengharapan atau kebutuhan sistem informasi
dengan kinerja sistem yang diterima”.
2) Kepuasan Menyeluruh (Repeat Visit)
Salah satu bentuk kepuasan secara global atas semua sistem yang sudah disajikan dan dilakukan
interaksi mengenai tingkat kepuasan layanan informasi dan sistem. Serta manfaat dalam dalam
proses input proses output yang diterima.
f. Hasil bersih yang Didapat (Net Benefit)
Net benefit adalah hasil bersih atau keutungan yang dirasakan oleh individu dan juga organisasi
setelah menerapkan sistem informasi.
Pada Gambar 1 ditampilkan hasil absensi di PT Telkom Palembang pada Bulan Agustus 2021. Dalam
gambar tersebut terdapat grafik yang menunjukkan dan menampilkan data informasi absensi pegawai yang
dihasilkan dari aplikasi Super HANA.
Gambar 1. Laporan Absensi Pegawai Bulan Agustus
Dalam grafik tersebut ditunjukkan pada minggu pertama pegawai yang terlambat berjumlah 168
orang dan yang tidak terlambat berjumlah 809 orang. Pada minggu kedua pegawai yang terlambat berjumlah
128 orang dan yang tidak terlambat 840 orang. Pada minggu ketiga pegawai yang terlambat berjumlah 150
orang dan pegawai yang tidak terlambat berjumlah 824 orang. Pada minggu keempat pegawai yang terlambat
berjumlah 157 orang dan yang tidak terlambat berjumlah 833 orang. Dapat ditarik kesimpulan dari data
absensi di bulan Agustus tersebut masih banyak pegawai yang terlambat dan perlu dilakukannya evaluasi.
4 | [Judul Artikel]
Article Title 5
Aplikasi Super HANA merekap data dan menyampaikan informasi data dengan tepat dan cepat sehingga
perusahaan juga akan lebih cepat melakukan evaluasi.
Penggunaan aplikasi absensi dengan Super HANA dianggap efektif dan lebih mudah dalam melihat
data-data absensi pegawai. Sudah tidak perlu lagi merekap pada kertas dan menghabiskan banyak waktu.
Aplikasi Super HANA Data tersebut menampilkan jumlah pegawai yang terlambat dan tidak terlambat setiap
minggunya dalam satu bulan. Dengan data yang telah tersedia tanpa harus merekap manual, evaluasi kinerja
pegawai dalam PT Telkom Palembang selalu dilakukan setiap minggunya.
Aplikasi Super HANA selain dapat mengefektifkan waktu dalam absensi juga dapat memberikan
kemudahan bagi pegawai untuk melakukan absensi. Absensi dapat dilakukan dimana saja tidak terbatas
ruang dan waktu. Aplikasi ini juga dapat mencatat informasi pegawai yang sehat maupun sakit. Walaupun
absensi dilakukan dimana saja dan tak terbatas ruang dan waktu, pegawai tetap bisa diketahui lokasi absensi
tersebut dimana. Dengan memanfaatkan fitur GPS system pada aplikasi dapat melacak keberadaan pegawai.
Jadi, akan menghindari pegawai yang berbohong.
Perusahaan dapat merasakan manfaat dari aplikasi Super HANA ini. Manfaat yang didapat oleh
perusahaan seperti proses rekapitulasi data absen lebih cepat. Sehingga dalam melakukan payroll bulanan
juga lebih cepat dan mudah. Perusahaan juga dapat mengetahui kondisi pegawai dan juga sebagai alat
fundamental yang digunakan seluruh pegawai.
SIMPULAN (11 pts)
Aplikasi Super HANA sendiri merupakan aplikasi mobile yang digunakan untuk absensi online dan
menginput status kesehatan dari rumah ataupun kantor. SUPER HANA memiliki fitur unggulan, seperti
memberikan kemudahan dalam melakkukan absensi di mana saja dan kapan saja dengan mencatat lokasi
absensi, mencatat laporan kondisi karyawan baik sehat, kurang sehat, maupun sakit; mencapat lokasi real
time karyawan saat melakukan absensi; serta support Android dan IOS. Perusahaan dapat merasakan
manfaat dari aplikasi Super HANA ini. Manfaat yang didapat oleh perusahaan seperti proses rekapitulasi
data absen lebih cepat. Sehingga dalam melakukan payroll bulanan juga lebih cepat dan mudah. Perusahaan
juga dapat mengetahui kondisi pegawai dan juga sebagai alat fundamental yang digunakan seluruh pegawai.
ACKNOWLEDGEMENT (11 pts)
Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak yang membantu dalam penulisan paper ini. Pihak
yang terlibat adalah orang tua yang memberikan dukungan penuh kepada penulis dalam menyelesaikan
penulisan karya ilmiah ini. Dan juga pihak-pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu disini yang telah
memberikan dukungan penuh kepada penulis. Penulis juga berterima kasih kepada PT Telkom yang telah
menyediakan data untuk penunjang penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA (11 PTS)
Andini, A. F., Irzal, M., & Arafiyah, R. (2017). Perancangan dan Implementasi Sistem Absensi Online
Berbasis Android di Lingkungan Universitas Negeri Jakarta. J-KOMA: Jurnal Ilmu Komputer dan
Aplikasi, 1(1).
Ardiansyah, A., Fitri, I., & Iskandar, A. (2021). Aplikasi Manajemen Perkantoran dan Absensi Online
Berbasis Android. Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi), 5(2), 126-134.
Safuan, S., & Rahman, D. (2021). PENERAPAN SISTEM ABSENSI ONLINE BERBASIS ANDROID
(STUDI KASUS PADA KANTOR PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA JAWA
BARAT). Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis, 3(1), 267-275.
JKPM (Jurnal Kajian Pendidikan Matematika) Vol. X, No. X (Year)
DOI: ……………………………………………..
P-ISSN: XXXX-
XXXX
MDP STUDENT CONFERENCE (MSC) 2022
E-ISSN: XXXX-
XXXX
Saputro, P. H., Budiyanto, D., & Santoso, J. (2015). Model DeLone and McLean untuk mengukur
kesuksesan e-government Kota Pekalongan. Scientific Journal of Informatics, 2(1), 1-8.
Yuningsih, Y. (2019). Metode Delone dan Mclean Dalam Kepuasan Konsumen Terhadap Aplikasi
Shopee. BINA INSANI ICT JOURNAL, 6(1), 55-64.
Almutairi, H., & Subramanian, G. H. (2005). An empirical application of the DeLone and McLean model
in the Kuwaiti private sector. Journal of Computer Information Systems, 45(3), 113-122.
Iivari, J. (2005). An empirical test of the DeLone-McLean model of information system success. ACM
SIGMIS Database: the DATABASE for Advances in Information Systems, 36(2), 8-27.
6 | [Judul Artikel]