0% found this document useful (0 votes)
90 views8 pages

Strategi Pengembangan Komoditas Unggulan Sektor Pangan Pada Kawasan Agropolitan Di Kota Pagar Alam

1) Pagar Alam City has the potential to develop superior agricultural and plantation commodities such as coffee, tea, vegetables and fruits to increase the welfare of the majority farmer population. 2) This study aims to develop strategies for optimally developing these commodities by utilizing existing infrastructure, facilities and human resources in the city's agropolitan areas. 3) The strategies were determined using AHP and SWOT analyses, identifying priorities such as improving small businesses and technology, providing capital/subsidies to farmers, and cooperation between stakeholders to develop creativity and marketing innovation.

Uploaded by

Gabriella 7002
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
90 views8 pages

Strategi Pengembangan Komoditas Unggulan Sektor Pangan Pada Kawasan Agropolitan Di Kota Pagar Alam

1) Pagar Alam City has the potential to develop superior agricultural and plantation commodities such as coffee, tea, vegetables and fruits to increase the welfare of the majority farmer population. 2) This study aims to develop strategies for optimally developing these commodities by utilizing existing infrastructure, facilities and human resources in the city's agropolitan areas. 3) The strategies were determined using AHP and SWOT analyses, identifying priorities such as improving small businesses and technology, providing capital/subsidies to farmers, and cooperation between stakeholders to develop creativity and marketing innovation.

Uploaded by

Gabriella 7002
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

JURNAL TEKNO GLOBAL VOLUME 10 No.

1 JULI 2021 ISSN PRINT : 2338-6762


ISSN ONLINE : 2477-6955

Strategi Pengembangan Komoditas Unggulan Sektor Pangan


Pada Kawasan Agropolitan Di Kota Pagar Alam

Zenal Mutaqin1), Hala Haidir2)


1) 2)
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Indo Global Mandiri
Jl. Jend. Sudirman No. 629 KM.4 Palembang Kode Pos 30129
Email : [Link]@[Link].id1) halahaidir@[Link].id2)

ABSTRACT
Pagar Alam City is one of the areas located in South Sumatra Province, coinciding at the foot of the mountains, so it
has superior commodities in the form of coffee and tea producers. In addition, there are other commodities consisting
of cultivating vegetables and fruits. This commodity is a source of livelihood for the majority of the population as
farmers. Along with the variety of natural products available, it is felt that they have not fully developed optimally,
especially vegetables, fruits and of course human resources (HR). In addition, there are still lands that have not been
utilized optimally as agropolitan areas. This study aims to develop a strategy for agricultural and plantation
commodities and to take advantage of food potentials, existing infrastructure and facilities. The methods used are
analytical hierarchy process (AHP) and SWOT analysis. The results showed that the first priority results from fruits,
vegetables and plantations 1) Strategies to take advantage of strengths and opportunities, namely improving small and
medium enterprises, developing technology, infrastructure, human resources. 2) Strategies to take advantage of
weaknesses and opportunities, namely providing venture capital / subsidies to farmers and cooperation between
parties. 3) Strategies to take advantage of strengths in facing challenges, namely household product management,
institutional formation in the form of cooperatives for business progress, 4) strategies to take advantage of weaknesses
and challenges, namely socialization between stakeholders for human resource advancement in order to form creativity
and marketing innovation in anticipation of business competition.

Keywords: Superior commodities, Agropolitan, Strategy, AHP, SWOT

ABSTRAK

Kota Pagar Alam merupakan salah satu wilayah yang berada di Provinsi Sumatera Selatan bertepatan di kaki
pegunungan, memiliki komoditas unggulan berupa penghasil kopi dan teh. Terdapat juga komoditas lain berupa
budidaya sayuran dan buah-buahan. Komoditas pangan tersebut menjadi salah satu sumber mata pencaharian penduduk
yang mayoritas petani. Seiring dengan beragamnya hasil alam yang ada dirasakan belum sepenuhnya berkembang
secara optimal terutama komoditas sayuran, buah-buahan dan tentunya sumber daya manusia (SDM). Selain itu masih
terdapat lahan yang belum dimanfaatkan sebagai kawasan agropolitan secara optimal. Tujuan penelitian ini untuk
mengembangkan strategi komoditas pertanian dan perkebunan serta memanfaatkan potensi pangan, prasarana dan
sarana di kawasan agropolitan. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis hierarki proses (AHP)
dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi prioritas pengembangan utama hasil buah-buahan,
sayur-sayuran dan perkebunan 1) Strategi dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yaitu Peningkatan usaha kecil
dan menengah, pengembangan teknologi, infrastruktur, SDM. 2) Strategi dengan memanfaatkan kelemahan dan
peluang yaitu Pemberian modal usaha/subsidi kepada para petani dan kerjasama antar pihak. 3) Strategi dengan
memanfaatkan kekuatan dalam menghadapi tantangan yaitu Pengelolaan Produk rumah tangga, pembentukan
kelembagaan berupa koperasi untuk kemajuan usaha, 4) Strategi dengan memanfaatkan kelemahan dan tantangan yaitu
Sosialisasi antar stakeholder untuk kemajuan SDM guna membentuk kreatifitas dan inovasi pemasaran mengantisipasi
persaingan usaha.

Kata Kunci: Komoditas Unggulan, Agropolitan, Strategi, AHP, SWOT

33
JURNAL TEKNO GLOBAL VOLUME 10 No. 1 JULI 2021 ISSN PRINT : 2338-6762
ISSN ONLINE : 2477-6955

I. Pendahuluan pendapatan masyakarat dari segi ekonomi maupun


sosial. Maka dari itu diperlukan rencana strategi
Meningkatkan pertumbuhan seperti ekonomi dan pengembangan agropolitan berdasarkan potensi faktor
aspek kehidupan sosial di berbagai daerah dirasakan internal maupun faktor eksternal.
sangat penting, terutama untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat terutama di perdesaan. A. Tujuan Penelitian
Indonesia disebut sebagai negara agraris, kurang lebih Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan
75% (tujuh puluh lima persen) penduduknya hidup di komoditas unggulan dan potensi-potensi dan prasarana
pedesaan. Sedangkan 54% (lima puluh empat persen) dan sarana yang belum dimanfaatkan secara optimal
sebagian besar hidupnya menggantungkan dari sektor
pertanian (Suyatno, 2008). Sektor pertanian telah B. Sasaran Penelitian
menggerakkan perekonomian secara nasional, dimana Sasaran dalam studi penelitian ini mengidentifikasi
tahun 1980 sampai dengan tahun 1990 telah kondisi komoditas sektor pertanian, perkebunan dan
memberikan kontribusi utama dalam penurunan tingkat mengidentifikasi kondisi sarana dan prasarana
kemiskinan (Suyatno, 2008). pendukung serta potensi dan masalah yang dapat
Meningkatkan pertumbuhan ekonomi di pedesaan dimanfaatkan untuk peningkatan perekonomian para
berbagai cara dapat dilakukan salah satunya petani dan masyarakat lainnya.
pengembangan agropolitan. Konsep pengembangan
agropolitan merupakan pendekatan pengembangan II. Metode Penelitian
pembangunan pedesaan yang ditujukan untuk
mewujudkan kemandirian pembangunan pedesaan yang Proses pengumpulan data melalui data primer dan
didasarkan pada potensi wilayah itu sendiri (Muta’Ali, data sekunder dengan cara observasi terlebih dahulu,
2013). Selain itu agropolitan merupakan konsep melakukan kuesioner disertai wawancara, dilanjutkan
pembangunan berdasarkan aspirasi masyarakat bawah pengumpulan data melalui beberapa instansi.
yang tujuannya tidak hanya meningkatkan pertumbuhan Penentuan responden menggunakan teknik
ekonomi, juga dapat mengembangkan segala aspek Purposive Sampling, yaitu orang-orang yang
kehidupan sosial (Mahi, 2016) mengetahui kondisi perkembangan sektor pangan di
Pengembangan agropolitan tentunya harus kota Pagar Alam meliputi responden para petani dan
memenuhi berbagi syarat yang dapat mendukung pemerintah disertai penilaian kondisi eksisting
keberhasilan agropolitan selain dari prasarana, sarana lapangan.
dan kelestarian lingkungan hidup juga memiliki produk- Teknik analisis dalam penelitian ini adalah
produk unggulan atau potensi yang dapat dikembangkan menggunakan metode analisis hierarki proses (AHP)
berbasis pertanian yang memiliki pasar yang jelas dan SWOT. Metode AHP merupakan teknik
(Mahi, 2016). pengambilan keputusan yang mudah dipahami, dinamis
Salah satu kota yang memiliki kawasan dan mudah disesuaikan untuk berbagai permasalahan
agropolitan di Provinsi Sumatera Selatan yaitu Kota (Atmanti, 2008). Tujuan menggunakan analisis ahp
Pagar Alam yang berjarak sekitar 298 km dari Kota untuk menentukan prioritas potensi komoditas dan
Palembang dan juga sekitar 60 km di sebelah barat masalah sebagai dasar rancangan strategi
daya Kabupaten Lahat. Secara geografis berada di kaki pengembangan kawasan agropolitan. Sedangkan
pegunungan pada ketinggian 700 m dpl dengan luas analisis SWOT merupakan teknik salah satu teknik
lahan sekitar 633,66 km² dengan jumlah penduduk pada analisis yang digunakan untuk menentukan strategi
tahun 2011 mencapai 146.973 jiwa dan memiliki pengembangan berdasarkan kekuatan (Strenght),
kepadatan penduduk sekitar 224.75 jiwa/km². kelemahan (Weakness), peluang (Opportunities) dan
Kota Pagar Alam merupakan memiliki kawasan tantangan (Threats) (Sumpeno, 2011). Peggunaan
Argopolitan yang menghasilkan berbagai jenis pendekatan analisis swot dapat merumuskan strategi
komoditas pangan mulai dari sayuran, buah-buahan, pembangunan daerah sesuai dengan kondisi umum
kopi dan Teh. Kota Pagar Alam terkenal dengan daerah dan institusi bersangkutan (Sjafrizal, 2015).
produksi teh dan kopi yang telah di ekspor hingga
keluar negeri. C. Lokasi Penelitian
Hasil komoditas pertanian maupun perkebunan Penelitian dilaksanakan di Kota Pagar Alam,
saat ini di Kota Pagar Alam, masih ada potensi-potensi secara geografis kota ini berada di kaki pegunungan
komoditas belum secara optimal dikembangkan. Selain pada ketinggian 700 m dpl yang identik menjadikan
itu masih ada lahan-lahan yang tidak produktif seperti Kota Pagar Alam sebagai salah satu wilayah argopolitan
lahan tegalan dan lahan belukar masih bisa yang ada Sumatera Selatan.
dimanfaatkan sebagai kawasan budidaya secara optimal.
Rencana pengembangan Agropolitan di kota Pagar
Alam dapat memberikan kemajuan serta melayani
kegiatan dalam pengembangan sentral-sentra produksi,
baik pertanian, perkebunan yang unggul, serta
meningkatkan pendapatan daerah kota Pagar Alam,

34
JURNAL TEKNO GLOBAL VOLUME 10 No. 1 JULI 2021 ISSN PRINT : 2338-6762
ISSN ONLINE : 2477-6955

III. Hasil Dan Pembahasan

Hasil identifikasi terhadap faktor internal dan


faktor eksternal berdasarkan penilaian responden
diharapkan mampu mengatasi dan mengubah kekuatan
dan kelemahan menjadi peluang dan tantangan guna
keberhasilan dalam mengembangkan Agropolitan
melalui komoditas unggulan maupun potensi-potensi
Sumber: serta pemanfaatan prasarana dan sarana secara optimal
sehingga dimungkinkan berdampak peningkatkan
perekonomian masyarakat desa yang berkelanjutan.
Berdasarkan faktor lingkungan internal dan
eksternal tersebut dapat dirumuskan kedalam alur input
dan output dasar pengembangan strategi berdasarkan
faktor kondisi fisik, komoditas unggulan, prasarana dan
Gambar 1. Peta Administrasi Kota Pagar Alam sarana wilayahnya serta aliran komoditas unggulan.
Gambran umum alur strategi pengembangan agropolitan
Proses analisis terlebih dahulu mengidentifikasi di Kota Pagar Alam tersaji pada gambar 3.
kondisi potensi komoditas baik pertanian, perkebunan
maupun potensi lainnya pada kawasan agropolitan serta
kondisi eksisting prasarana dan sarana wilayah Kota Strategi Pengembangan
Pagar Alam. Hasil dari identifikasi tersebut diatas
selanjutnya menentukan prioritas potensi yang dapat
dikembangkan sebagai dasar rancangan menyusun
strategi melalui teknik Analisis Hierarki Proses. Setelah Kebijakan
Kondisi Fisik Pengembangan
prioritas potensi dan masalah telah ditentukan,
selanjutnya melakukan identifikasi kondisi faktor Kawasan
internal yang terdiri dari kekuatan, kelemahan serta Komoditas
faktor ekternal terdiri dari peluang dan tantangan. Unggulan
Proses analisis tersebut tersaji pada gambar 2 Kawasan Strategi
Pengembangan
Prasarana dan
Sarana Kawasan

SDM Potensi dan


Permasalahan
Sumber: Hasil Analisis 2018

Gambar [Link] Hierarki Pengembangan Kawasan


Agropolitan Kota Pagar Alam

A. Penentuan Prioritas Potensi dan Permasalahan


Kota pagar alam memiliki banyak potensi yang
dapat dijadikan sebagai dasar rencana strategis
pengembangan agropolitan di Kota Pagar Alam baik
dari segi aspek fisik, aspek peran masyarakat dan
pemerintah maupun aspek peningkatan komoditas.
Berdasarkan penilaian responden dan kondisi
lapangan bahwa tingkat kepentingan prioritas yang
dapat dimanfaatkan rencana startegis peningkatan
kawasan agropolitan adalah prioritas pertama
pengembangan komoditas dengan tingkat kepentingan
sebesar 51,6 % , dimana prioritas komoditas yang
berpotensi untuk pengembangan agropolitan terdiri dari
hasil buah-buahan, sayur-sayuran dan perkebunan.
Gambar 2. Proses Analisis Dalam Merancang Strategi Prioritas kedua peran masyarakat dan pemerintah
sebesar 24,6% terdiri dari komitmen dan kebijakan
pemerintah. Prioritas ketiga adalah Aspek fisik dasar
lingkungan sebesar 23,8% terdiri dari jaringan

35
JURNAL TEKNO GLOBAL VOLUME 10 No. 1 JULI 2021 ISSN PRINT : 2338-6762
ISSN ONLINE : 2477-6955

infrastruktur, industri dan ketersediaan lahan. Gambaran baik yang sudah ada maupun belum dengan tingkat
umum prioritas potensi tersaji pada gambar 4. kepentingan sebesar 54,6 %, selain itu adanya
kebijakan pemerintah dalam mengatur dan
memberikan arahan serta pelatihan kepada
masyarakat yang mayoritas sebagian besar adalah
51,6 petani dengan tingkat kepentingan sebesar 45,4 %,
60
Tingkat Kepentingan
40 23,8 24,6

20 Komitmen dan
Kebijakan
Pemerintah
45,4 %
0 54,6 % Keterlibatan
Aspek Fisik Aspek Aspek Masyarakat
Peran Komoditas
Masyarakat
dan
Pemerintah
Sumber: Hasil Analisis 2018 Sumber: Hasil Analisis 2018
Gambar [Link] Prioritas Pengembangan Gambar [Link] Masyarakat dan Pemerintah

1. Aspek Komoditas 3. Aspek Fisik


Berdasarkan penilaian responden komoditas Aspek fisik berupa infrastruktur untuk
yang menjadi prioritas terdiri dari hasil holtikultura menunjang dalam mengembangkan kawasan
seperti buah-buahan, sayur sayuran dan hasil dari agropolitan dirasakan sangat penting, namun secara
perkebunan, dimana komoditas ini relatif mudah kepentingan komoditas dan peran serta masyarakat
diperdagangkan baik secara langusng ke pasar-pasar dan pemerintah masih diatas walaupun ketersediaan
maupun ke pihak lain atau agen. Prioritas yang jaringan infrastruktur sangat dibutuhkan namun
sangat penting dari ketiga komoditas tersebut diatas kondisinya masih cukup baik dengan tingkat
bahwa komoditi buah-buahan dengan tingkat kepentingan sebesar 43,2 %, prioritas yang kedua
kepentingan sebesar 49,6%, prioritas kedua adalahn adalah keberadaan industri dengan kepentingan
hasil sayur sayuran dan prioritas ketiga adalah sebesar 31,6 % yang mana industri memiliki peran
perkebunan sebesar 21,4 %. yang cukup penting sebagai tempat pengolahan. Dan
yang terakhir adalah prioritas ketersediaan lahan
dengan tingkat kepentingan sebesar 25,2 %
50 dikarenakan pengolahan lahan yang belum maksimal
49,6 hal ini masih membutuhkan peran serta masyarakat
40 dan pemerintah.
30
29 Aspek Fisik
20 21,4
50 43,2 %
10
0 40
31,6 %
Buah Sayur Perkebunan 30 25,2 %
Buahan Sayuran
20
Sumber: Hasil Analisis 2018
10
Gambar [Link] Komoditas
0
2. Aspek Peran masyarakat dan pemerintah Jaringan Industri Ketersediaan
Peran masyarakat dan pemerintah merupakan Infrastruktur Lahan
prioritas kedua untuk keberhasilan dalam
mengembangkan komoditas baik pertanian maupun Sumber: Hasil Analisis 2018
perkebunan, terutama komitmen masyarakat untuk Gambar [Link] Komoditas Holtikulura dan
terlibat dalam mengembangkan potensi komoditas Perkebunan

36
JURNAL TEKNO GLOBAL VOLUME 10 No. 1 JULI 2021 ISSN PRINT : 2338-6762
ISSN ONLINE : 2477-6955

B. Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal sehingga dapat mendukung penyaluran barang
a. Hasil Analisis Lingkungan Internal dan jasa.
Berdasarkan hasil identifikasi kekuatan dan e. Pengembangan produksi kakao masih dapat
kelemahan yang dimiliki kota Pagar Alam terkait dikembangkan lebih baik lagi karena didaerah
komoditas pertanian, perkebunan dan potensi lainnya Sumatera Selatan masih minim komoditas
sebagai dasar menentukan rumusan strategi kakao
pengembangan kawasan agropolitan adalah sebagai f. Bertambahnya jumlah industri rumah tangga.
berikut: 2. Tantangan (Threat)
1. Kekuatan (Strenght) a. Kurangnya inovasi dalam pemasaran produksi
a. Memiliki SDA yang dapat dijadikan sebagai baik dari segi kemasan maupun keberagaman
bahan baku untuk industri produk
b. Memiliki potensi lahan yang dapat b. Peran usaha kecil dan menengah, serta koperasi
dikembangkan untuk sektor agrobisnis. belum optimal
c. Ketersediaan jumlah penduduk yang melakukan c. Serangan hama dan penyakit terhadap berbagai
kegiatan bercocok tanam. komoditas tanaman pangan, horikultural,
d. Pendirian industri hulu dan industri pengolahan perkebunan dan ternak.
untuk pemanfaatan sumber bahan baku yang d. Lambannya penggunaan teknologi karena
cukup. ketidaksiapan sumberdaya manusianya.
e. Ketersediaan jaringan infrastuktur yang baik. e. Penanaman cabai tidak bisa ditanam pada saat
f. Komoditas buah-buahan, sayuran termasuk musim hujan dikarenakan banyaknya hama
kakao berpotensi sebagai komoditas unggulan yang menyerang saat musim hujan tiba.
2. Kelemahan (Weakness) f. Potensi sumber daya alam masih banyak yang
a. Kualitas SDM perdesaan masih sangat rendah, belum dikelola secara optimal.
utamanya dalam usaha agribisnis.
b. Terbatasnya permodalan usaha C. Faktor Kunci Strategi Pengembangan
c. Belum berkembangnya sarana industri Kawasan Agropolitan
pengolahan pertanian unggulan lokal. berdasarkan hasil penilaian tingkat kepentingan
d. Peranan stakeholder belum optimal melalui analisis internal dan eksternal, kemudian
e. Rendahnya pengerajin dan mutu produksi yang dilanjutkan dengan mengelompokkan prioritas
dihasilkan dari industri besar, kecil dan komoditas, potensi dan kondisi prasarana dan sarana
menengah. yang dianggap penting sebagai dasar rancangan
f. Banyaknya penanaman jenis sayuran secara menentukan strategi yang dapat meningkatkan nilai
serempak dapat persaingan harga menyebabkan perekonomian masyarakat Kota Pagar Alam, dimana
turunya harga jual. faktor kunci keberhasilan tersebut diatas sebagai
berikut:
b. Hasil Analisis Lingkungan Eksternal 1. Kekuatan
Keberhasilan dalam merancang strategi a. Masih tersedianya sumber daya alam yang
pengembangan Agropolitan diharapkan dapat dapat dijadikan sebagai bahan baku untuk
memanfaatkan peluang (opportunities) dan mampu industri.
mengatasi semua tantangan (Threats). Tantangan bisa b. Tingginya jumlah masyarakat yang bercocok
menghambat keberhasilan dalam merancang strategi tanam.
apabila tidak dapat memanfaatkan secara optimal c. Memiliki jaringan infrastuktur yang baik.
kekuatan dan peluang komoditas yang memiliki d. Produksi petsai memiliki potensi sebagai
keunggulan serta potensi yang ada termasuk komoditas unggul dengan produksi 3615 ton
memanfaatkan prasarana dan saran wilayah Kota Pagar pertahun.
Alam. e. Produksi kubis juga memiliki potensi sebagai
Secara substantif peluang dan tantangan komoditas unggul dengan produksi 1995 ton
berdasarkan hasil identifikasi baik kondisi lapangan pertahun.
maupun hasil wawancara responden sebagai berikut : 2. Kelemahan
1. Peluang (Opportunity) a. Kualitas sumber daya manusia perdesaan
a. Kewenangan desentralisasi lebih besar umumnya masih sangat rendah, utamanya
diberikan memberikan kepada daerah. dalam usaha agribisnis.
b. Adanya kesempatan mitra kerjasama dengan b. Keterbatasan permodalan dalam
swasta yang memberi akses dalam pengembangan usaha.
pengembangan usaha. c. Belum berkembangnya industri pengolahan
c. Peran pengembangan teknologi akan produksi pertanian unggulan lokal.
meningkatkan produktivitas dan efesiensi d. Belum maksimalnya peran stakeholder.
d. Adanya fasilitas pendukung yaitu berupa e. Masih rendahnya keberadaan para pengerajin
transportasi dan komunikasi yang memadai dan mutu produksi yang dihasilkan dari
industri besar, kecil dan menengah.

37
JURNAL TEKNO GLOBAL VOLUME 10 No. 1 JULI 2021 ISSN PRINT : 2338-6762
ISSN ONLINE : 2477-6955

3. Peluang Kuadran I dengan posisi sangat kuat dan memiliki


a. Memberikan kewenangan yang lebih besar peluang besar untuk berkembang. Kuadran I (Positif-
kepada daerah terkait desentralisasi Positif) yang menandakan posisi organisasi kuat dan
b. Adanya kesempatan mitra kerjasama dengan memiliki peluang besar untuk berkembang. Strategi
swasta yang memberi akses dalam yang direkomendasikan ‘progresif, artinya organisasi
pengembangan usaha. bersangkutan dalam kondisi ideal dan mantap sehingga
c. Pengembangan teknologi akan meningkatkan dimungkinkan untuk melakukan ekspansi, memperbesar
produktivitas dan efesiensi. pertumbuhan dan mencapai tingkat kemajuan secara
d. Pendistribusian barang lebih mudah adanya maksimal. Posisi kuadran tersaji pada gambar 3
fasilitas pendukung yaitu berupa transportasi
dan komunikasi yang memadai.
e. Pengembangan produksi kakao masih dapat
dikembangkan lebih baik lagi karena di
Provinsi Sumatera Selatan masih minim
komoditas kakao
4. Tantangan
a. Kurangnya inovasi dalam pemasaran produksi
baik dari segi kemasan maupun keberagaman
produk
b. Peran usaha kecil dan menegah, serta koperasi
belum optimal dan pertumbuhan ekonomi.
c. Serangan hama dan penyakit terhadap
komoditas menjadi masalah utama yang
diusahakan masyarakat baik untuk tanaman
pangan, hortikultura, dan perkebunan.
d. Lambannya adopsi teknologi karena
ketidaksiapan sumberdaya manusianya
e. Potensi sumber daya alam masih banyak yang Sumber: Hasil Analisi 2018
belum dikelola secara optimal, sehingga akan
berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah Gambar 9.
yang masih kecil. Peta kekuatan pengembangan
f. Banyaknya penanaman jenis sayuran secara
serempak dapat persaingan harga E. Strategi Pengembangan Kawasan Agropolitan
menyebabkan turunya harga jual Pengembangan agropolitan berdasarkan posisi
kuadran I yang dimungkinkan untuk memperluas
D. Peta Kekuatan Arah Pengembangan pengembangan secara maksimal. Tentunya diperlukan
Faktor kunci keberhasilan yang telah strategis yang dapat meningkatkan komoditas
diprioritaskan selanjutnya menentukan arah unggulan, potensi-potensi dan prasarana dan sarana
pengembangan kedalam matrik kuadran, apakah posisi yang belum dimanfaatkan secara optimal dimana
kekuatan faktor internal maupun faktor eksternal berada strategi yang dapat diterapkan adalah
pada keadaan posisi pengembangan, bertahan atau a. Stategi dengan memanfaatkan kekuatan dan
merubah rencana. Hal ini untuk membantu perencana peluang, yaitu strategi tersebut adalah sebagai
mengetahui posisi dalam memperluas pengembangan berikut
agropolitan dengan memanfaatkan komoditas prioritas 1) Peningkatan jumlah usaha rumahan
secara maksimal. 2) Peningkatan hasil budidaya dengan
Proses untuk menempatkan posisi pada kuadran pengembangan teknologi
tentunya melakukan terlebih dahulu pembobotan tingkat 3) Aksesibilitas pendukung dalam pemasaran
kepentingan antara kekuatan dan kelemahan. Hasil dari 4) Peningkatan infrastruktur mendorong
pembobotan tersebut selanjutnya pengurangan nilai peningkatan hasil bumi.
bobot kekuatan dikurangi nilai bobot kelemahan sampai 5) Usaha mikro kecil menengah keripik petsai
dengan peluang dengan tantangan. Setelah melakukan oleh produk rumahan
pembobotan dan mendapat hasil dari masing masing b. Stategi dengan memanfaatkan kelemahan dan
faktor internal dan eksternal selanjutnya nilai kedua peluang
faktor tersebut ditempatkan pada diagram kartesius 1. Peningkatan SDM dengan melakukan Pelatihan
dimana diagram tersebut telah membentuk 4 kuadran. untuk mengembangkan lahan pertanian.
Masing – masing kuadran di beri kode 1 (satu) sampai 2. Pemberian modal usaha kepada para petani
dengan 4 (empat). 3. Peningkatan produktifitas dengan
Berdasarkan posisi kuadran faktor kekuatan, memanfaatkan teknologi melalui kerjasama
kelemahan, peluang dan ancaman untuk merancang antar pihak
Strategi pengembangan agropolitan berada pada

38
JURNAL TEKNO GLOBAL VOLUME 10 No. 1 JULI 2021 ISSN PRINT : 2338-6762
ISSN ONLINE : 2477-6955

c. Stategi dengan memanfaatkan kekuatan dalam 1. Meningkatkan sumber pendapatan masyarakat


menghadapi tantangan melalui peningkatan komoditas pertanian dan
1. Peningkatan Pengelolaan Produk rumah tangga pengembangan produk-produk rumah tangga
2. Pembentukan pengelola UMKM untuk 2. Perbaikan prasarana dan sarana penunjang
kemajuan usaha pengembangan agropolitan
3. Subsidi Pestisida untuk mengatasi hama. 3. Memberikan aksesibilitas pendukung dalam
4. Peningkatan teknologi serta Sosialisasi SDM pemasaran komoditas
untuk pengelolahan bahan baku 4. Meningkatkan Sumber Daya Manusia dengan
d. Stategi dengan memanfaatkan kelemahan dan kegiatan pelatihan dan sosialisasi dalam
tantangan mengembangkan lahan pertanian dan
1. Sosialisasi SDM untuk meningkatkan mengembangkan teknologi pertanian
kreatifitas dan inovasi pemasaran produk untuk 5. Meningkatkan produktifitas komoditas dan produk
mengantisipasi persaingan usaha rumah tangga.
2. Peningkatan teknologi untuk mendukung 6. Memberikan Bantuan Modal Usaha dan Subsidi
pengembangan industri pertanian unggulan. Pestisida
3. Peningkatan peran stekholder untuk melakukan 7. Meningkatkan peran stakeholder dalam
pengolahan lahan yang belum dikelola. memberikan ijin mengelola lahan

F. Program Pengembangan Kawasan Agropolitan b. Saran


1. Program penyediaan Sarana penunjang Upaya peningkatan ekonomi pendapatan daerah
kawasan Agropolitan dan masyarakat Kota Pagar Alam yang memiliki potensi
1. Pasar Agropolitan basis pertanian, perkebunan dan potensi lainnya yang
2. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas belum dikembangkan disarankan
sarana pendidikan 1. Sosialisasi dan pelatihan kepada para petani dalam
3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas mengelola dan pengembangkan potensi yang ada
kesehatan yang memadai di Kota Pagar Alam.
2. Program peningkatan komoditas kawasan 2. Memberikan pelatihan inovasi untuk
Agropolitan mengembangkan komoditas menjadi produk baru
1. Memberdayakan para petani Agropolitan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi
dengan mendirikan koperasi khusus masyarakat Kota Pagar Alam
2. Memanfaatkan biji kopi dan teh bernilai 3. Memberikan akses peluang kepada para petani
ekonomi dengan membuat produk untuk mempermudah memasarkan hasil pertanian,
pewangi ruangan perkebunan dan komoditas lainnya ke wilayah lain
3. Pemberian subsidi pupuk, bibit unggul 4. Kerjasama dengan pihak universitas atau
dan pestisida bagi para petani Agropolitan akademisi untuk membantu dalam
4. Memberikan pelatihan pengelolaan lahan mengembangkan kawasan Agropolitan
pertanian 5. Meningkatkan sarana pendidikan dan kesehatan
3. Program peningkatan kualitas prasarana
wilayah Kota Pagar Alam UCAPAN TERIMA KASIH
1. Pembangunan dan Pemeliharaan jaringan
jalan, irigasi dan bendungan Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-
2. Memanfaatkan biji kopi dan teh bernilai besarnya kepada mahasiswa teknik perencanaan
ekonomi dengan membuat produk wilayah dan kota Universitas Indo Global Mandiri
pewangi ruangan Palembang yang telah menyelesaikan tugasnya Ade,
3. Pemberian subsidi pupuk, bibit unggul Rizky Pahlawan, Amar Mutaqin, Arvanza Aulia Fatur
dan pestisida bagi para petani Agropolitan Rahman, Eko Saputro, Gian Franco Zola, M.
4. Memberikan pelatihan pengelolaan lahan Fadliansyah, Muhammad Akbar, Megah Sari Tasya
pertanian Almyra Putri Hanie.

IV. KESIMPULAN DAN SARAN Daftar Pustaka

a. Kesimpulan Atmanti, H.D. 2008. Analytical Hierachy Process


Strategi pengembangan kawasan Agropolitan Sebagai Model Yang Luwes. Prosiding ISBN:
berbasis komoditas pertanian, perkebunan dan potensi 978-979-97571-4-2. Fakultas Ekonomi Undip.
yang berkelanjutan berdasarkan prioritas komoditas Semarang.
serta kondisi prasarana dan sarana yang ada di Kota [Link]
Pagar Alam dengan memanfaatkan faktor internal dan [Link]
faktor eksternal adalah sebagai berikut:
Muta,Ali. 2013. Agropolitan. Teori dan Aplikasi.
Penerbit: Graha Ilmu. Yogyakarta

39
JURNAL TEKNO GLOBAL VOLUME 10 No. 1 JULI 2021 ISSN PRINT : 2338-6762
ISSN ONLINE : 2477-6955

Mahi. 2014. Agropolitan. Teori dan Aplikasi. Penerbit:


Graha Ilmu. Yogyakarta
Mahi. 2016. Pengembangan Wilayah.. Kencana. Jakarta
Jayadinata. 1992 Tata Guna Tanah Dalam Perencanaan
Pedesaan Perkotaan Dan Wilayah. Penerbit: ITB
Bandung
Suyatno,Y. 2008. Penguatan Strategi Pengembangan
Kawasan Agropolitan Berbasis Peningkatan Daya
Saing Produk Agrobisnis Unggulan di Kabupaten
Semarang. Tesis. Program Studi Magister
Agribisnis. Universitas Diponogoro
Sumpeno,W. 2011. Perencanaan Desa Terpadu.
Reinforcement Action And Development. Banda
Aceh.

40

You might also like