Jurnal Media Analis Kesehatan ISSN : 2621-9557 (Print)
ISSN : 2087-1333 (Online)
PEMERIKSAAN Mycobacterium tuberculosis PADA KELUARGA SERUMAH
PENDERITA TUBERCULOSIS PARU DENGAN METODE
IMMUNOCHROMATOGRAPHIC TUBERCULOSIS (ICT TB)
Examination of Mycobacterium tuberculosis In the Family of Hospitals of Pulmonary
Tuberculosis Using Immunochromatographic Tuberculosis
(ICT TB) Method
Mursalim1, Syahida Djasang2, Sitti Hadijah3, Muhammad Nasir4
1,2,3,4
Jurusan Analis Kesehatann Poltekkes kemenkes Makassar
Koresponden : mursalim@[Link]
ABSTRACT
According to the Basic Health Research (Riskesdas) in 2018, the prevalence of
pulmonary TB based on a doctor's diagnosis was in five provinces with the highest
pulmonary TB, namely Banten (0.8%), West Java (0.6%), South Sumatra (0.5%), North
Kalimantan (0.5%), Bengkulu (0.4%), West Kalimantan (0.4%), South Sulawesi (0.4%)
In general, diagnostic methods for TB disease are carried out conventionally such as
microscopic examination, culture and serology. However, this method has many
[Link] purpose of this study was to determine the number of pulmonary TB
patients in household contacts with tuberculosis patients using the TB
immunocromatography test. This research is located in the working area of Puskesmas
Mamajang, Puskesmas Minasa Upa, Puskesmas Batua, and Puskesmas Jongaya
Makassar. This type of research is laboratory observation with a sample size of 100
people according to the inclusion and exclusion criteria of this study. These results
indicate that there are 8 (8%) new cases found in household [Link] conclusion of
this study found new sufferers in the community and it is suggested that a multicenter
study be carried out so that a large sample size is obtained to see the risk factors for
illness in family contacts with adult pulmonary TB sufferers and this research be
continued and recommended for further research and follow-up for community service.
Keywords : Family, Pulmonary Tuberculosis, Mycobacterium tuberculosis
ABSTRAK
Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi TB paru berdasarkan
diagnosis dokter ada lima provinsi dengan TB paru tertinggi adalah Banten (0,8%), Jawa
Barat (0,6%), Sumatera Selatan (0,5%), Kalimantan Utara (0,5%), Bengkulu (0,4%),
Kalimantan Barat (0,4%),Sulawesi Selatan (0,4%) Pada umumnya metode diagnostic
penyakit TB dilakukan secara konvensional seperti pemeriksaan mikroskopik, kultur dan
serologi. Namun, metode tersebut mempunyai banyak kelemahan. Tujuan penelitian ini
adalah untuk menentukan jumlah penderita TB paru pada kontak serumah penderita
tuberculosis dengan menggunakan tes immunocromatografi TB. Penelitian ini berlokasi
di wilayah kerja Puskesmas Mamajang, Puskesmas Minasa Upa, Puskesmas Batua, dan
Puskesmas Jongaya Makassar. Jenis penelitian ini adalah rancangan deskriptif dengan
jumlah sampel 100 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi dari penelitian
ini. Hasil ini menunjukkan bahwa ada 8 (8%) orang kasus baru ditemukan pada kontak
serumah. Simpulan dari penelitian ini ditemukan penderita baru pada masyarakat dan
18
Vol. 12 No. 1, Juni 2021
DOI: [Link]
Jurnal Media Analis Kesehatan ISSN : 2621-9557 (Print)
ISSN : 2087-1333 (Online)
disarankan agar dapat dilakukan penelitian multisenter sehingga didapatkan jumlah
sampel yang besar untuk melihat faktor risiko sakit pada keluarga kontak serumah
dengan penderita TB paru dewasa dan direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya
serta tindak lanjut untuk pengabdian masyarakat.
Kata Kunci : Keluarga, Penderita Tuberkulosis Paru, Mycobacterium tuberculosis
PENDAHULUAN laboratorium termasuk rumah sakit dan
Tuberkulosis merupakan puskesmas adalah diagnosis
penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteriologis dengan teknik
Mycobacterium tuberculosis, yang mikroskopis basil tahan asam (BTA)
menyerang paru-paru. Tuberkulosis (Lynda A, 2012)
bukan merupakan penyakit turunan atau Salah satu alasan gagalnya
kutukan dapat disembuhkan dengan program pengendalian TB dinegara
pengobatan teratur (Kemenkes, 2017) berkembang karena kelemahan
World Health Organization diagnostik untuk mendeteksi kasus
(WHO) melaporkan bahwa sebanyak infeksi pada saat dini. Pada umumnya
10,4 juta orang jatuh sakit dengan TB, metode diagnostic penyakit TB
dan 1,7 juta orang meninggal karena dilakukan secara konvensional seperti
penyakit ini (termasuk 0,4 juta di antara pemeriksaan mikroskopik, kultur dan
orang dengan HIV). Lebih dari 95% serologi. Namun, metode tersebut
kematian akibat TB terjadi di negara mempunyai banyak kelemahan.
berpenghasilan rendah dan menengah. Pemeriksaan mikroskopik disamping
Tujuh negara menyumbang 64% kasus memerlukan kuman/bakteri minimal
TB baru: India, Indonesia, China, 10.000 sel/ml, juga tidak dapat
Filipina, Pakistan, Nigeria, dan Afrika mendeteksi spesies mikobakteria.
Selatan (WHO, 2016). Pemeriksaan kultur kuman mempunyai
Menurut Riset Kesehatan Dasar sensitivitas dan spesifisitas cukup
(Riskesdas) tahun 2018, prevalensi TB tinggi, akan tetapi memerlukan waktu
paru berdasarkan diagnosis dokter ada yang cukup tinggi, akan tetapi
lima provinsi dengan TB paru tertinggi memerlukan waktu yang cukup tinggi,
adalah Banten (0,8%), Jawa Barat akan tetapi memerlukan waktu yang
(0,6%), Sumatera Selatan (0,5%), lama yang berkisar 3-8 minggu.
Kalimantan Utara (0,5%), Bengkulu Sensitivitas metode tersebut mendekati
(0,4%), Kalimantan Barat (0,4%), 100% dan dapat dilakukan pada sampel
Sulawesi Selatan (0,4%) (Riskesdas, klinis yang mempunyai kandungan
2018). bakter 10-100 sel. Metode PCR adalah
Sulawesi selatan menduduki metode yang cepat, sensitif dan spesifik
peringkat ke 6 pada kasus baru TB BTA jika dibandingkan dengan kulur untuk
positif dari 34 provinsi di Indonesia memeriksa resistensi. (Rosilawati dkk,
yaitu laki-laki berjumlah 4.277 kasus 2002).
dan perempuan 2.862 . Penderita TB Realitas di lapangan kadang
paling banyak berkisaran pada umur 45- hasil pemeriksaan Mycobacterium
54 tahun (Kemenkes, 2016). tuberkulosis melalui mikroskopik
Diagnosis TB paru ditegakkan berbeda hasilnya dengan pemeriksaan
berdasarkan gambaran klinis, Tes Cepat Molekuler (TCM) karena
pemeriksaaan fisik, gambaran bisa saja disebabkan oleh sampel
radiologis, pemeriksaan laboratorium, sputum yang diperiksa tidak memenuhi
dan uji tuberculin. Diagnosis TB paru kriteria sehingga hasil yang di dapat
yang digunakan saat ini secara rutin di berbeda dengan pemeriksaan
19
Vol. 12 No. 1, Juni 2021
DOI: [Link]
Jurnal Media Analis Kesehatan ISSN : 2621-9557 (Print)
ISSN : 2087-1333 (Online)
mikroskopik. Tes Cepat Molekuler Puskesmas Jomgaya, Puskesmas
(TCM) mendeteksi DNA bakteri sekecil Minasa Upa dan Puskesmas Batua Kota
apapun. Penelitian ini bertujuan untuk Makassar.
menentukan jumlah penderita TB paru
pada kontak serumah penderita HASIL
tuberculosis dengan menggunakan tes Data penelitian diperoleh
immunocromatografi TB. dengan melakukan skrening tes
menggunakan Immunochromatography
METODE (ICT-TB) dengan melibatkan 100
Penelitian yang dilakukan responden. Berdasarkan hasil penelitian
adalah menggunakan metode didapatkan hasil dari 100 sampel yang
observasional [Link] dilakukan pemeriksaan, 8 orang (8%)
pengambilan sampel dilakukan menunjukkan hasil ICT TB positif dan
menggunakan metode purposive 92 orang (92%) menunjukkan hasil ICT
sampling . Dengan menggunakan darah TB negative.
vena fossa cubiti yang diambil pada hari
pertama saat pasien datang ke PEMBAHASAN
laboratorium, kemudian didiamkan Hasil analisa didapatkan
sampai darah membeku lalu responden yang tinggal serumah dengan
disentrifuge. Rapid ICT menggunakan pasien TB paru dewasa positif sebanyak
prinsip Immunokromatografi yang 8 responden (8%). Hal tersebut berarti
mendeteksi antibodi TB dalam probabilitas terjadinya TB paru baru
serum/plasma manusia. Tes ini rendah. Seperti hasil penelitian Butiop,
menggunakan konjugat gold colloidal dkk (2015), yang menyatakan bahwa
particle yang bergerak menuju area tes responden yang memiliki faktor kontak
yang telah dilapisi beberapa antigen TB serumah positif sebesar 15 responden
rekombinasi 38 kDa, 16 kDa, dan 6 kD (28,1%). Artinya probabilitas untuk
begitu sampel diteteskan kedalam terjadinya tuberkulosis paru pada faktor
sumur sampel. Bila sampel pasien yang kontak serumah positif sekitar 3,8 kali
diperiksa berwarna merah muda atau lebih tinggi dibandingkan dengan faktor
ungu diarea garis tes (T). Sisa dari kontak serumah negatif. Apabila kontak
kompleks yang tidak terikat dengan erat (yang dimaksud dengan kontak erat
antibodi TB tersebut akan terus adalah anak yang tinggal serumah atau
bergerak kearah area kontrol (C) sering bertemu dengan pasien TB
sehingga terbentuk garis warna merah menular) dengan penderita TB paru
muda atau ungu di area kontrol. Hal yang terinfeksius, anak lebih berisiko
tersebut menandakan bahwa tes untuk terinfeksi, dan setelah terinfeksi,
bereaksi dengan baik Pembacaan Hasil: anak berisiko tinggi untuk menjadi sakit
Positif: Tampak 2 garis warna merah di TB (Kemenkes, 2013). Penularan
area test (T) dan area kontrol (C), Grey tuberculosis dapat melalui percikan
Zona : Tampak 1 garis halus di garis ludah atau dahak penderita disaat
test (T) dan 1 garis merah tepat di garis berbicara begitu juga saat berbicara
kontrol (C), Negatif : Hanya tampak dengan anggota keluarga dengan secara
1 garis warna merah di area control, langsung dan jika percikan tersebut
Invalid : Tidak tampak garis di area mengandung Mycobacterium
kontrol (C). tuberculosis dan masuk ke paru paru
Penelitian dilaksanakan maka bakteri ini akan hidup dan
Wilayah kerja Puskesmas Mamajang, memperbanyak dengan membelah diri
20
Vol. 12 No. 1, Juni 2021
DOI: [Link]
Jurnal Media Analis Kesehatan ISSN : 2621-9557 (Print)
ISSN : 2087-1333 (Online)
di dalam tubuh dan dapat menyebar ke kemudian disusul sintesis Ig G. Maka
aliran darah, saluran limpe atau tempat kemungkinan tidak terdeteksinya Ig G
lainnya misalnya saluran pernafasan. di serum penderita disebabkan oleh
Kepadatan penghuni rumah adalah pemeriksaan serum penderita dilakukan
banyaknya jumlah orang yang tinggal di awal perjalanan penyakit TBC
serumah dengan kasus indeks. seblum Ig G beredar dalam darah,
Kepadatan penghuni rumah Sistem pertahanan tubuh penderita yang
telah lama diduga berpengaruh dengan rendah pada penderita karena menderita
kejadian TB Secara teori, pada kondisi penyakit penyerta seperti DM, HIV,
rumah yang padat, transmisi lebih usia lanjut, atau karena menkonsumsi
mudah terjadi karena jarak antara anak obat imunosupresi sehingga tubuh
dengan kasus indeks menjadi lebih penderita tidak mampu memproduksi
dekat. Tingkat penularan TB di Immunoglobulin G yang spesifik
lingkungan keluarga penderita cukup terhadap Mycobacterium tuberculosis,
tinggi, dimana seorang penderita rata- Faktor kesalahan pemeriksa dalam
rata dapat menularkan kepada 2-3 orang melakukan pemeriksaan serologi ICT
di dalam rumahnya, sedangkan besar TB. Kemungkinan dari kesalahan alat
resiko terjadinya penularan untuk pemeriksaan ICT TB baik dari bahan
rumah tangga dengan penderita lebih maupun antigen yang digunakan,
dari satu orang adalah 4 kali dibanding Jumlah sampel yang kurang banyak
rumah tangga dengan hanya satu orang dalam pelaksanaan penelitian ini
penderita TB. Hal tersebut terjadi sehingga mempengaruhi hasil
karena adanya penderita tuberkulosis di penghitungan sensitivitas dan
rumah dan sekitarnya meningkatkan spesifisitas.
frekuensi dan durasi kontak dengan Saat ini, program pengendalian TB
kuman tuberkulosis yang merupakan dilakukan berdasarkan tiga strategi
faktor penting patogenesis tuberculosis berikut, 1. menemukan dan mengobati
(Rutherford, 2014) kasus TB dewasa, 2. pengobatan infeksi
Berdasarkan penelitian Setiono, dkk laten TB, dan 3. vaksinasi BCG.
(2011), ICT TB memiliki sensitivitas Pengobatan infeksi laten TB belum
yang rendah dan spesifisitas yang cukup banyak diimplementasikan, sedangkan
sehingga masih kurang baik jika vaksinasi BCG hanya efektif untuk
digunakan untuk screening awal mencegah penyakit TB berat, seperti
mendeteksi TB paru. Nilai sensitivitas TB miliar dan meningitis TB. Strategi
yang rendah dan hasil spesifisitas pada penemuan kasus saat ini dilakukan
pemeriksaan ICT TB inidapat secara pasif (passive case finding). Case
dipengaruhi oleh beberapa hal seperti: detection rate (CDR) merupakan salah
Immunoglobulin G belum beredar di satu indikator untuk menilai
dalam serum penderita. Saat alergen keberhasilan program TB. Selama ini,
Mycobacterium tuberculosis masuk secara global, CDR yang dicapai masih
dalam tubuh penderita, maka sistem di bawah target yang ditentukan yaitu di
imunitas seluler (fagositosis dan atas 70%. Case detection rate yang
limfosit T) lebih berperan dan tubuh rendah mengindikasikan bahwa kasus
butuh beberapa minggu sebelum TB di masyarakat masih belum dapat
mengaktivasi sistem imunitas humoral. diidentifikasi dan diterapi dengan
Pada awal infeksi, sistem imun humoral adekuat dan penularan penyakit TB
akan mensintesis Ig M terlebih dahulu masih terus berlangsung (Triasih, 2012)
selama kurang lebih 4 – 6 minggu baru
21
Vol. 12 No. 1, Juni 2021
DOI: [Link]
Jurnal Media Analis Kesehatan ISSN : 2621-9557 (Print)
ISSN : 2087-1333 (Online)
Pengendalian tuberkulosis anak SARAN
merupakan faktor penting di negara Agar dapat dilakukan penelitian
berkembang khususnya dalam multisenter sehingga didapatkan jumlah
komponen pengendalian tuberkulosis. sampel yang besar untuk melihat faktor
Pentingnya pengendalian tuberkulosis risiko sakit pada keluarga kontak
anak dalam komponen pengendalian serumah dengan penderita TB paru
tuberkulosis dikarenakan proporsi anak dewasa
berusia kurang dari 15 tahun rata-rata
setiap negara sebesar 20–50% dari UCAPAN TERIMA KASIH
jumlah seluruh populasi. Tuberkulosis Terimakasih kepada dosen, rekan,
anak juga mencerminkan transmisi dan staf laboratorium yang telah
tuberkulosis yang terus berlangsung di membantu dan memberi arahan selama
populasi. Terus berlangsungnya penelitian.
transmisi tuberkulosis dapat
mengindikasikan kegagalan DAFTAR PUSTAKA
pengendalian tuberkulosis di Butiop, Herlina M.L,Dkk (2015).
masyarakat. Riwayat kontak merupakan Hubungan Kontak Serumah, Luas
indikator penting dalam proses Ventilasi Dan Suhu Ruangan
diagnosis tuberkulosis anak Dengan Kejadian Tuberculosis
menggunakan sistem skoring. Paru Di Desa Wori, Vol III Nomor
Pemilihan sistem skoring dalam 4a. Manado: Jurnal Ilmu
diagnosis tuberkulosis anak bermanfaat Kedokterran Komunitas Fakultas
bagi daerah dengan akses pada sarana Kedokteran Sam Ratulangi.
kesehatan terbatas. Skoring merupakan Kemenkes, R.I. 2013. Petunjuk Teknis
salah satu cara untuk mempermudah Manajemen TB Anak. Jakarta:
penegakan diagnosis tuberkulosis anak Kementerian Kesehatan,
terutama di fasilitas pelayanan Direktorat Jenderal Pengendalian
kesehatan dasar. Penilaian/ Pembobotan Penyakit dan Penyehatan
pada sistem skoring memiliki ketentuan Lingkungan
di mana parameter uji tuberkulin dan Kementerian Kesehatan RI.(2016).Info
kontak erat dengan pasien tuberkulosis Data [Link]
menular mempunyai skor tertinggi eved Desember 14,2017,from ww
apabila anak positif memiliki kontak [Link]/[Link]?file
erat dengan pasien tuberkulosis menular =download/.../infodatin/InfoDatin
dan hasil uji tuberkulinnya positif. [Link]
Penentuan riwayat kontak sebagai salah Kementerian Kesehatan RI
satu indikator utama, menunjukkan (2017),Artikel:[Link]
bahwa riwayat kontak merupakan ,25 April 2017
faktor penting dalam proses terjadinya Kurniawan,E.,Raveinal,Fauzar,&
tuberkulosis pada anak (Kemenkes, Arsyad,Z. (2016). Nilai Diagnostik
2013). Metode Real Time PCR GeneXpert
Pada Tuberkulosis Paru BTA
KESIMPULAN Negatif,Retrieved Desember
Dari hasil penelitian ini dapat 12,2017,from jurnal
disimpulkan terdapat 8 (8%) orang .[Link]/[Link]/jka/articl
positif tuberculosis e/download/609/495
Lynda,A (2012).Rapid TB Test. Jurnal
Tuberkulosis [Link]
22
Vol. 12 No. 1, Juni 2021
DOI: [Link]
Jurnal Media Analis Kesehatan ISSN : 2621-9557 (Print)
ISSN : 2087-1333 (Online)
Desember 14,2017,from Malik [Link] Desember
[Link]/ArsipPPTI/PPTI-Jurnal- 16, 2017,from
[Link] http//[Link]/handle/1
Nizar.M, 2017. Pemberantasan Dan 23456789/49354
Penanggulangan Tuberkulosis Triasih R, Rutherford M, Lestari T,
Edisi [Link]:Gosyen Utarini A, Robertson CF, Graham
Publishing. SM. (2012). Contact investigation
Rutherford ME, Hill PC, Maharani W, of children exposed to tuberculosis
Apriani L, Sampurno H, van CR, in South East Asia: a systematic
dkk (2014). Risk factors for review. J Trop Med 2012:301808
Mycobacterium tuberculosis
infection in Indonesian children
living with a sputum smear-
positive case. Int J Tuberc Lung
Dis
Riset Kesehatan Dasar
(2018).Kementerian Kesehatan
from [Link]
Sirait,N.,Parwati,I.,Dewi, N.S.,&
Suraya,N (2013).Validitas Metode
PCR GeneXPERT MTB/RIF Pada
Bahan Pemeriksaan Sputum Untuk
Mendiagnosis Multidrug
Resistance [Link]
Desember Desember 18,2017,fro
m [Link]/arti
[Link]?...Validitas%20Metode%2
0-Polymerase%20CH…
Setiono Aris (2011) Uji Diagnostik
Pemeriksaan
Immunochromatographic
Tuberculosis (ICT Tb)
Dibandingkan Dengan
Pemeriksaan Bta Sputum Pada
Tersangka Penderita Tb Paru Di
Rsup Dr Kariadi Semarang.
Susanty,E (2015). Uji Diagnostik
GeneXpert MTB/RIF di Rumah
Sakit Umum Pusat Haji Adam
23
Vol. 12 No. 1, Juni 2021
DOI: [Link]
Jurnal Media Analis Kesehatan ISSN : 2621-9557 (Print)
ISSN : 2087-1333 (Online)
Tabel 1.
Distribusi sampel penelitian berdasarkan hasil pemeriksaan ICT TB
Hasil uji ICT Frekuensi Persentase
Positif 8 8
Negatif 92 92
Total 100 100
Sumber: data primer, 2020
24
Vol. 12 No. 1, Juni 2021
DOI: [Link]